cover
Contact Name
Nurbaiti
Contact Email
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Phone
+62811243530
Journal Mail Official
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pemuda no 1 A
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
ISSN : 20896042     EISSN : 25797514     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan adalah jurnal Ilmiah yang memuat naskah publikasi Ilmiah di bidang Kedokteran dan Kesehatan yang meliputi bidang Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Biomedis serta Pendidikan Kedokteran.Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan merupakan memuat publikasi ilmiah Dosen, Mahasiswa dan peneliti lainnya di bidang Kedokteran dan Kesehatan dan diharapkan daptat memperkaya khazanah Pendidikan dan pengetahuan Indonesia
Articles 236 Documents
Hubungan antara Prevalensi Glaukoma dan Riwayat Diabetes Melitus di RSUD Waled Kabupaten Cirebon Risnandya Primanagara; Permata Ayuning Tyas
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGlaukoma adalah penyakit pada mata yang ditandai adanya peningkatan tekanan intraokular, atrofi papil saraf optik, dan berkurangnya luas lapang pandang. Glaukoma dikaitkan dengan berbagai gangguan vaskular dan endokrin seperti Diabetes Melitus. Hal ini dihubungkan dengan suplai darah terhadap saraf optik yang mengakibatkan lebih rentan terhadap kerusakan glaukomatus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara prevalensi Glaukoma dan riwayat   Diabetes Melitus di Poliklinik Mata Rumah Sakit Umum Daerah Waled, Kabupaten Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain case-control yang menggunakan pendekatan retrospektif. Sampel pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kasus (pasien glaukoma) dan kelompok kontrol (pasien non-glaukoma) Sampel diperoleh dengan teknik purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 60 pasien glaukoma dan 120 pasien non-glaukoma. Sebanyak 24 orang (40,00%) mempunyai riwayat Diabetes Melitus dan sebanyak 36 orang (60,00%) tidak mempunyai riwayat Diabetes Melitus dari 60 orang yang termasuk glaukoma positif (+). Hasil Uji Chi-Square antara prevalensi Glaukoma dan riwayat  Diabetes Melitus menunjukkan hasil p value = 0.000 (p≤0,05) dan hasil uji Chi-Square antara masing-masing jenis Glaukoma dan riwayat Diabetes Melitus hanya Glaukoma Primer Sudut   Terbuka saja yang menunjukkan ada hubungan dengan nilai p value = 0,004 (p < 0,05). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara prevalensi  Glaukoma dan riwayat Diabetes Melitus.Kata Kunci :  Diabetes Melitus, Glaukoma, Mata, Tekanan Intraokular, RSUD Waled. ABSTRACTGlaucoma is a disease of the eye which is marked by the increase of intraokular pressure, atrophy of optical papilla nerve and the decrease of total eye vision. Glaucoma is interconnected with various vaskular and endocrine disturbances such as Diabetes Melitus. Thus this thing is linked with blood supply towards optical nerve which is causing it to become more prone to glaucomatous damage. To know of the coherency between the prevalence of Glaucoma with the history of diabetes Melitus in ophthalmology department of Waled Regional Public Hospital, Cirebon. Analytical observational  with case control design which is using retrospective sample approach. Sample in this research is divided into two groups; the first one is glaucoma patient group, the second one is control group (non-glaucoma patient). Sample received using purposive sampling with the size of sample is determined with the total number  60 Glaukoma and 120 Non-Glaukoma. A total of 24 patients ( 40.00 % ) had a history of Diabetes Mellitus and 36 patients ( 60.00 % ) had no history of Diabetes Mellitus of 60 people including Glaucoma positive ( + ) . Chi - Square Test Results between the Glaucoma Prevalence and Diabetes Mellitus shows p value = 0.000 ( p≤0,05 ) and Chi - Square test results between each type of glaucoma and Diabetes Mellitus only primary open angle glaucoma showed that there contact with the p value = 0.004 ( p < 0.05 ). There was a significant correlation between Glaucoma prevalence and Diabetes Mellitus .Keywords : Diabetes mellitus , Glaucoma , Eye , Intraocular Pressure , Waled Regional Public Hospital .
Identifikasi Persentase Kandungan Formalin pada Tahu di Pasar Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon Rose Indriyani; Iin Nurindahsari
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Formalin adalah bahan pengawet yang masih sering digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk mengawetkan makanan, padahal formalin merupakan zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia karena beracun, karsinogenik, mutagenic, korosif dan iritatif. Formalin berpengaruh negatif terhadap sauran pernapasan, mata, saluran pencernaan, saraf, dan lain-lain. Oleh karena itu, dalam Permenkes RI No. 722/Menkes/Per/IX/88, formalin merupakan salah satu bahan yang dilarang digunakan sebagai pengawet. Bawang putih bisa dijadikan pengawet makanan karena mengandung daya antimikroba yang bisa menekan pertumbuhan mikroba pada makanan, sehingga bawang putih bisa dijadikan sebagai pengawet pengganti formalin. sebagai pengawet makanan khususnya pada tahu. Metode Jenis penelitian survei. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan laboratorium  pada  30 tahu dijual oleh 15 pedagang tahu dengan pabrik yang berbeda dengan menggunakan alat ukur destilat serta wawancara menggunakan kuesioner kepada 15 pedagang tahu di pasar Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Total sampling. Hasil Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium UPTD Kesehatan Lingkungan menunjukan bahwa semua (100%) dari 30 sampel  yang diperiksa, 15 tahu putih dan 15 tahu kuning tidak mengandung zat pengawet formalin. Hasil penelitian kuesioner menunjukan bahwa pengetahuan pedagang dengan kategori baik sebanyak 4 responden (26,7%), untuk kategori sedang 7 responden (46,7%) dan kategori kurang 4 responden (26,7%). Kesimpulan Tidak di temukan kandungan formalin pada tahu Kata kunci: Identifikasi, Kandungan Formalin, Tahu Background        Background Formaldehyde is a preservative that is commonly used by the people of Indonesia to preserve food, whereas formaldehyde is a substance that is harmful to human health due to toxic, carcinogenic, mutagenic, corrosive and irritating. Formalin sauran negatively affect the respiratory, eye, gastrointestinal, neurological, and others. Therefore, the Minister of Health of Republic of. 722/Menkes/Per/IX/88, formaldehyde is one of the prohibited substance is used as a preservative. Garlic can be used as a food preservative because it contains antimicrobial power that can suppress the growth of microbes in food, so the garlic can be used as a substitute for formalin preservative. as a food preservative, especially in the tofu. Method Type of survey research methods. The method used is a laboratory examination in 30 out sold by 15 vendors tofu the different factories using measuring devices distillate and interviews using questionnaires to 15 traders tofu the market Palimanan District Cirebon. Sampling technique using total sampling.  Results Based on the results of laboratory test results UPTD Kesehatan Lingkungan showed that all (100%) of the 30 samples tested, 15 out of white and yellow 15 tofu not contain formaldehyde preservatives. The results of the questionnaire study showed that both categories of tofuledge traders with as many as 4 respondents (26.7%), for the medium category 7 respondents (46.7%) and less than 4 categories of respondents (26.7%).  Conclusion  laboratory tests found no formaldehyde content in the tofuKey words Identification, Content Formalin, Tofu
Psoriasis Inversa: Laporan Kasus Frista Martha Rahayu
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Psoriasis merupakan kelainan inflamasi mediasi imun yang berlangsung kronik, melibatkan kulit, kuku, dan sendi pada dewasa maupun anak-anak. Diagnosis memerlukan kombinasi antara pemeriksaan klinis, laboratorium dan histopatologis. Tujuan: Melaporkan satu kasus psoriasis inversa pada anak yang merupakan kasus yang jarang. Kasus: Seorang anak laki-laki, berusia 2 tahun 7 bulan, dengan keluhan bercak kemerahan bersisik di badan terutama pada daerah lipatan ketiak, lipat paha, leher, dada, perut, dan punggung sejak 3 minggu yang lalu. Dilakukan beberapa pemeriksaan manipulasi berupa penggoresan pada lesi dan didapatkan fenomena auspitz dan fenomena tetesan lilin. Skor PASI 13,5 tergolong derajat sedang. Pemeriksaan histopatologi didapatkan parakeratosis spongiosis, agregrasi netrofil (mikroabses munro), akantosis, stroma jaringan ikat fibrosa yang sembab dan hiperemis, bersebukan limfosit dan histiosit. Dimana hasil pemeriksaan histopatologis mendukung diagnosis psoriasis. Penatalaksanaan: Pasien diterapi dengan asam salisilat 3% dan desoksimetason 0,25% oint siang dan malam, dan krim urea 10% untuk pagi dan sore. Setelah mendapat terapi selama 25 hari memberikan hasil yang memuaskan. Simpulan: Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan histopatologi, telah ditegakkan kasus psoriasis inversa pada seorang anak 2 tahun 7 bulan. Terapi dengan asam salisilat 3%, desoksimetason 0,25% oint dan krim urea 10% memberikan hasil yang memuaskan.
KEEFEKTIFAN KONSENTRASI EKSTRAK JAHE (Zingiber Officinale Roscoe) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Shigella dysenteriae Amanah Amanah; Dwi Listiani Cornelli
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sejak jaman dahulu masyarakat Indonesia dalam menanggulangi masalah kesehatan mengenal dan memakai tanaman berkhasiat obat, salah satunya adalah jahe (Zingiber officinale Roscoe) yang memiliki zat aktif yaitu oleoresin dan minyak atsiri yang dapat berguna sebagai antibakteri. Kandungan minyak atsiri dan oleoresin pada jahe mampu membunuh dengan cara merusak membran plasma sel bakteri serta mengganggu proses koagulasi. Tujuan: penelitian Untuk mengetahui konsentrasi efektivitas ekstrak jahe terhadap bakteri Shigella dysentriae. Metode:  Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan desain penelitian Post Test Only Control dengan metode difusi (sumuran) pada media pertumbuhan agar MacConkey’s. Sampel pada penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak jahe dengan kadar 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,13% dengan pelarut methanol sebagai kontrol negatif dan Ceftriaxone sebagai kontrol positif. Analisis data menggunakan one way ANOVA dilanjutkan dengan Post Hoc Test dan menunjukan daya hambat yang bermakna (p < 0,05) antara berbagai konsentrasi ekstrak jahe terhadap pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae. Hasil: pada penelitian ini konsentrasi 100% memperlihatkan zona hambat dan memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri dengan diameter 16 mm. Kesimpulan: penelitian ini membuktikan bahwa konsentrasi ekstrak jahe 100% memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae dan memiliki respon daya hambat sedang (S).Kata kunci: Jahe (Zingiber Officinlae Roscoe), minyak atsiri dan oleoresin, Shigella dysenteriae Background: Since long-ago Indonesia people knows to cope with health problem and use herbs as their medicine, one of  the herb is ginger (Zingiber Officinale Roscoe) which have active content oleoresin dan essential oils are usefull to anti-bacterial activity. Atsiri oils and oleoresin has ability to destroying plasm membrane cell of bacteria and disturbing coagulation process.  The aim of this research will be determine the effective concentration of ginger extract againts the growth of Shigella dysenteriae. Methods: this research was an experimental study using Post Test Only Control with diffusion’s (hole) methods on MacConkey’s agar. Samples in this research are ginger extract concentration respectively 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, and 3,13% with methanol as a negative control group and Ceftriaxone as a positive control group. Data was analyzed by one way ANOVA and followed by Post Hoc Test, and test showed a significant result (p<0,05) in which concentrations of the extract able to kill the Shigella dysenteriae effectively. Results: in this study, 100% concentration showoff of inhibitory zone and significantly inhibited bacterial growth with 16 mm diameters. Conclusion: this study is proving that 100% concentration of ginger extract has ability as antimicrobial, to against Shigella dysenteriae bacterial growth and has medium respone of inhibitory zone (M).Keyword: Zingiber Officinlae Roscoe, oleoresin and essential oils, Shigella dysenteriae
Efektivitas Ekstrak Belimbing Wuluh (Avorrhea Belimbi L.) Terhadap Kadar Kolesterol Total, High-Density Lipoprotein (HDL), Dan Low-Density Lipoprotein (LDL) Pada Tikus Putih Hiperkolesterolemia Nurbaiti Nurbaiti; Mohammad Fadel Satriansyah; Reni Gustine
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor resiko penyakit jantung koroner. Secara farmakologi obat standar untuk hiperkolesterolemia adalah simvastatin dan obat tradisional yang dapat digunakan salah satunya adalah buah belimbing wuluh. Buah belimbing wuluh memiliki kandungan aktif flavonoid, pektin, niasin dan vitamin C yang dapat memperbaiki profil lipid.Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas ekstrak belimbing wuluh terhadap kadar kolesterol dalam darah tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley hiperkolesterilemia.Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan pre and posttest control group design. Hewan coba 30 tikus jantan setelah diinduksi pakan tinggi kolesterol, dibagi secara acak kedalam 5 kelompok (n=6), yaitu satu kelompok kontrol negatif, satu kelompok kontrol postif diberi simvastatin dosis 0,18 mg/200gramBB, kelompok perlakuan 1, 2, 3 diberi ekstrak buah belimbing wuluh 80 mg/200gramBB, 160 mg/200gramBB, dan 320 mg/200gramBB selama 2 minggu.Hasil: Hasil menunjukan penurunan kolesterol total secara bermakna pada kelompok K+, kelompok perlakuan 1, 2 dan 3 (77.438 mg/dl, 15.993 mg/dl, 48.435 mg/dl, 68.538 mg/dl dengan p<0.05). Peningkatan HDL secara bermakna pada kelompok K+, kelompok perlakuan 1, 2 dan 3 (40.780 mg/dl, 9.830 mg/dl, 25.133 mg/dl, 37.483 mg/dl dengan p<0.05). Penurunan LDL secara bermakna pada kelompok K+, kelompok perlakuan 1, 2 dan 3 (55.038 mg/dl, 23.015 mg/dl, 36.193 mg/dl, 51.540 mg/dl dengan p<0.05).Simpulan: Pemberian ekstrak belimbing wuluh terbukti menurunkan kadar kolesterol total, LDL dan peningkatan HDL pada tikus putih hiperkolesterol.Kata Kunci: Ekstrak belimbing wuluh, HDL, Kolesterol Total, LDL.ABSTRACTBackground: Hypercholesterolemia is one of the major risk factors for coronary heart disease. Treatment of hypercholesterolemia could be done pharmacologically and non-pharmacologically. By pharmacologically, standard medicine for hypercholesterolemia is simvastatin and one of traditional medicine that can be used is bilimbi. Bilimbi has active contents such as flavonoids, pectin, niacin, and vitamin C which can repair lipid profile.Objectives: To know the effectiveness of bilimbi’s (Averrhoa bilimbi L.) extract on total cholesterol levels in hypercholesterolemia white rats (Rattus norvegicus) Sprague Dawley strain’s blood.Methods: This study used an experimental research design with pretest posttest control group. 30 male rats were randomly divided into 5 groups (n=6) after induced by high cholesterol diet, there is negative control group, positive control group was given simvastatin with 0,18 mg/200gramBW, treatment group 1, 2, 3 were givenbilimbi’s extract 80 mg/200gramBW, 160 mg/200gramBW, 320 mg/200gramBWfor 2 weeks.Results: Results showed decreased of total cholesterol significantly in K+ group, treatment group 1, 2 and 3 (77.438 mg/dl, 15.993 mg/dl, 48.435 mg/dl, 68.538 mg/dl with p<0.05). HDL increased significantly in K+ group, treatment group 1, 2, and 3 (40.780 mg/dl, 9.830 mg/dl, 25.133 mg/dl, 37.483 mg/dl with p<0.05). LDL decreased significantly in K+ group, treatment group 1, 2, and 3 (55.038mg/dl, 23.015 mg/dl, 36.193 mg/dl, 51.540 mg/dl with p<0.05).Conclusion: Extract of bilimbi’s (Averrhoa bilimbi L.) is effective to decrease total cholesterol, LDL, and HDL increase in white rats (Rattus novergicus).Keywords : Averrhoa Bilimbi L. Extract, HDL, LDL, Total cholesterol
Hubungan antara Persepsi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tentang Layanan Voluntary Counseling and Testing dengan Perilaku Pencegahan Penularan HIV/AIDS di Klinik Intan Puskesmas Gunung Sari Kota Cirebon Witri Pratiwi; Arni Annisa Rochmaniah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKasus HIV/AIDS di Indonesia sudah berlangsung bertahun-tahun dan diduga masih akan berkepanjangan karena masih terdapatnya faktor-faktor yang memudahkan penularan penyakit ini. Penularan infeksi HIV saat ini diantaranya adalah melalui penyalahgunaan NAPZA suntik, hubungan seks yang tidak aman, dan transfusi darah. Salah satu program yang dilaksanakan pemerintah untuk mencegah penularan HIV/AIDS adalah Voluntary Counseling and Testing (VCT). Konseling VCT merupakan kegiatan konseling yang menyediakan dukungan psikologis, informasi dan pengetahuan HIV/AIDS, mencegah penularan HIV, mempromosikan perubahan perilaku yang bertanggung jawab, pengobatan antiretroviral (ARV) dan memastikan pemecahan berbagai masalah yang terkait dengan HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi ODHA tentang layanan VCT terhadap perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS pada ODHA. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik, desain penelitian menggunakan cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sejumlah 37 responden dengan penentuan sampel purposive. Analisis data menggunakan uji rank spearman.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi ODHA tentang layanan VCT terhadap perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS pada ODHA dengan p value = 0.006 serta koefisien korelasi sebesar 0.444 dengan arah positif.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara persepsi ODHA tentang layanan VCT terhadap perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS pada ODHA. Kata kunci      : HIV/AIDS, ODHA, VCT, Pencegahan Penularan HIV/AIDS AbstractHIV/AIDS cases in Indonesia has been going on for years and believed to still be prolonged because there still a lot of factors that facilitate transmission of the disease. Transmission of HIV infection nowadays are  from intravenous drug user, unsafe sex, and blood transfusion. One of the programs launched by the government to prevent the transmission of HIV/AIDS is voluntary counseling and testing. VCT is counseling which provides psychological support, information and knowledge about HIV/AIDS, preventing the transmission of HIV, promoting to change the behavior, ARV treatment and ensuring solving various problems that associated with HIV/AIDS. The aims of this study is analyzing the correlation between PLWHA perceptions about VCT services with the prevention behavior of HIV/AIDS infection in PLWHA. The design of this study is Quantitative research with an analytical approach and cross sectional design. This research used 37 samples by using purposive sampling method and it analyzed by rank spearman. The Results of this study show that there is a correlation between PLWHA perceptions about VCT services with theprevention transmission behavior of HIV/AIDS in PLWHA with p value = 0.006 and the coefficient correlation is positive  0.444. The conclusion of this study is There is a correlation between the perception of PLWHA about VCT services with the prevention transmission behavior of HIV/AIDS infection in PLWHA. Keywords         : HIV/AIDS, ODHA, VCT, Preventing Transmission of HIV/AIDS
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu Tentang ASI dengan Keberhasilan ASI Eksklusif : Puskesmas Pancalang Kabupaten Kuningan Teguh Seksa Prasetio; Ouve Rahadiani Permana; Atik Sutisna
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: ASI Eksklusif merupakan ASI yang harus diberikan kepada bayi usia 0 bulan sampai usia 6 bulan tanpa di berikan makanan pendamping apapun. Berdasarkan data menurut Kemenkes tahun 2014 persentasi mengenai pemberian ASI Eksklusif sebesar 53,4% namun angka tersebut masih dibawah target nasional yang di tentukan yaitu 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu tentang ASI dengan Keberhasilan ASI Eksklusif : Puskesmas Pancalang Kabupaten Kuningan. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Observasional dan menggunakan metode Cross Sectional dan sampel yang digunakan sebanyak 120 responden dan menggunakan rumus slovin menjadi 93 responden. Hasil: Hasil penelitian yang di dapatkan nilai pengetahuan p value=0.000 (p<0.05) r=0.434, sikap  p value=0.000 (p<0.05) r=0.459, dan perilaku p value=0.002 (p<0.05) r=0.310. Simpulan: Pada hasil analisis Multivariat di dapatkan nilai OR pengetahuan sebesar 5.814 dengan CI 95% 1.922±17.581, nilai OR sikap sebesar 9.854 dengan CI 95% 2.048±47.417 dan nilai OR perilaku sebesar 1.580 dengan CI 95% 0.385±6.478.Kata Kunci: Keberhasilan ASI Eksklusif, Pengetahuan, Sikap dan Perilaku ABSTRACT Introduction: Exclusive breastfeeding is breast milk that should be given to infants aged 0 months to 6 months of age without the provision of any companion food. Based on data by the Ministry of Health in 2014 the percentage of Exclusive Breastfeeding of 53.4% but the figure is still below the national target set at 80%. This study aims to determine the relationship of knowledge, attitudes and behavior of mothers about breastfeeding with Exclusive Breast Milk Success: Pancalang Puskesmas Kuningan District. Methods: This study used Observational research type and used Cross Sectional method and the sample used was 120 respondents and used slovin formula to 93 respondents. Results:The result of the research was obtained p value = 0.000 (p <0.05) r = 0.434, attitude p value = 0.000 (p <0.05) r = 0.459, and behavior p value = 0.002 (p <0.05) r = 0.310.Conclusions: In the result of multivariate analysis get OR value of knowledge 5,814 with CI 95% 1,922 ± 17,581, OR value of attitude equal to 9,854 with CI 95% 2,048 ± 47,417 and value OR behavior 1,580 with 95% CI 0,385 ± 6,478.Keywords: Exclusive Breastfeeding Success, Knowledge, Attitude, and Behavior 
Epidemiologi Penderita Tumor Ganas Kepala Leher di Departemen Telinga Hidung Tenggorokan - Kepala Leher Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung, Indonesia, Periode 2010–2014 Muhammad Syah Mirza Sabirin; Agung Dinasti Permana; Bogi Soeseno
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tumor ganas kepala leher adalah kanker yang berasal dari traktus aerodigestif bagian atas seperti traktus sinonasal, rongga mulut, faring dan laring. Tumor ganas kepala leher merupakan masalah kesehatan dengan mortalitas tinggi. Insidensinya meningkat dan menyerang berbagai individu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui epidemiologi penderita tumor ganas kepala leher di Departemen Telinga Hidung Tenggorokan (THT-KL), Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung 2010–2014.Metode: Penelitian dilakukan secara deskriptif dari rekam medis penderita tumor ganas kepala leher di Departemen THT-KL, Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung periode 2010–2014, yang diambil secara total sampling.Hasil: Terdapat 1439 pasien penderita tumor ganas kepala leher. Sebanyak 1081 penderita diinklusi; 631 laki-laki dan 450 perempuan. Kebanyakan berpendidikan SD (44.2%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (30.6%), dan berusia 46–55 tahun (28.7%). Tumor berlokasi di nasofaring (39.4%), sinonasal (16.9%), laring (13.7%), orofaring (6.4%), tiroid (6.1%), rongga mulut (3.5%), hipofaring (2.5%), dan kelenjar parotis (2.2%). Histopatologi terbanyak yaitu undifferentiated carcinoma (47.3%) dan karsinoma sel skuamosa (31.2%), dengan Stadium I (6.8%), II (13.3%), III (24.5%), IV (55.4%). Simpulan: Kasus tumor ganas kepala leher di departemen THT-KL adalah sebanyak 1439 orang, yang tertinggi adalah karsinoma nasofaring. Lebih banyak terjadi pada laki-laki, lanjut usia, berpendidikan SD, profesi ibu rumah tangga, penderita dengan stadium lanjut dan histopatologi undifferentiated carcinoma Saran: Perbaikan kelengkapan serta sistem penyimpanan data rekam medis. Prevensi, edukasi dan deteksi dini pada masyarakat umum mengenai tumor ganas kepala leher.Kata Kunci: Epidemiologi, tumor ganas kepala leherIntroduction: Head and neck cancer is carcinoma that arises from upper aerodigestive tract such as sinonasal tract, oral cavity, pharynx, and larnyx. Head and neck cancer is a health problem with a high mortality rate which are increasing and effect many individuals from diverse backgrounds. Aims: Aim of this research is to ascertain the epidemiology of head and neck cancer patients at the Otorhinolaringology-Head and Neck Surgery Department, Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung, Indonesia in 2010–2014 Methods: A descriptive method from medical records of head neck cancer patients at Department of Otorhinolaringology-Head and Neck Surgery, Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung in 2010–2014 that used the total sampling method. Results and Discussion: There were 1,439 head and neck cancer patients in this research, 1081 were included, of them 631 were men and 450 were women. Most of them were elementary educated (44.2%), housewives (30.6%), and those aged 46–55 years old (28.7%). There were nasopharyngeal (39.4%), sinonasal (16.9%), larnyx (13.7%), oropharnyx (6.4%), thyroid gland (6.1%), oral cavity (3.5%), hypopharynx (2.5%), and parotid gland (2.2%) cancer. The major histopathological findings were undifferentiated carcinoma (47.3%) and squamous cell carcinoma (31.2%). Patients with stage I (6.8%), II (13.3%), III (24.5%), and IV (55.4%). Head neck cancer patients at the Otorhinolaringology-Head and Neck Surgery Department, Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung are 1439 cases, with nasopharyngeal carcinoma cases being most predominant. There was a higher instance in middle aged and older, men, and elementary school educated. On the other hand, housewives were also highly affected. Patients came with advanced stages; undifferentiated carcinoma was the major histopathologyKeywords: Epidemiology, head and neck cancer
Hubungan Status Gizi dan Penggunaan Media Sosial dengan Pubertas Remaja Putri di SMPN 2 Sedong Sindang Laut Kabupaten Cirebon Ignatius Hapsoro Wirandoko; Nurul Dwi Rahmawati
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang.Pubertas remaja putri ditandai dengan menstruasi pertama kali (menarche) yang terjadi dalam rentang usia 10 – 16 tahun. Salah satu penyebab percepatan usia menarche adalah status gizi. Akses informasi seks yang sangat mudah dari media sosial menimbulkan persepsi tersendiri bagi remaja, dan menyebabkan timbulnya mestruasi dini pada remaja.  Tujuan.Untuk menganalisis hubungan status gizi dan penggunaan media sosial dengan pubertas pada remaja putri di SMPN 2 Sedong Sindang Laut Kabupaten Cirebon. Metode Rancangan studi cross sectional dengan teknik stratified random sampling. Data diambil dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan, dan kuesioner mengenai pola makan, penggunaan media sosial serta pencatatanfood recall 24 jam konsumsi pangan. Hasil.Jumlah responden 69 orang. Penelitian menggunakan analisis korelasi Spearman mengenai hubungan status gizi dengan pubertas didapatkan nilai r = +0,430 dan didapatkan nilai p = 0,000 (p < 0,10). Hasil analisis mengenai hubungan penggunaan media sosial dengan pubertas didapatkan nilai r = +0,262 dan didapatkan nilai p = 0,030 (p < 0,10). Simpulan.Ada hubungan bermakna positif sedang (r = +0,430 ; p = 0,000) antara status gizi dengan pubertas. Ada hubungan bermakna positif lemah (r = +0,262 ; p = 0,030) antara penggunaan media sosial dengan pubertas. Kata Kunci: Status Gizi, Media Sosial, Pubertas  Remaja PutriABSTRACT Background. Puberty on teenage girls marked by the first menarche which happen within age of 10 – 16 years old. One of the caused on acceleration age of menarche is nutrient status. Information about sex on social media are easily to access, therefore it gives them their own perception on sex and cause early in adolescents. Objective. To analyze correlation of nutrient status and the use of social media with puberty of female students in Sedong Sindang Laut 2 JHS at Cirebon Regency. Methods.This research was conducted using cross sectional study with the technique of sampling used stratified random sampling. Data retrieved with measurement weight and height and questionaire about eating habit, use of social media and food recall 24 hours. Result. The sample obtained as much as 69 female students. This research analyzed using spearman’s corelation about corelation of nutrient statuswith puberty was obtained r value = +0,430 and p value = 0,000 (p < 0,10). The result corelation of social media used with puberty was obtained r value = + 0,262 and p value = 0,030 (p < 0,10)  Conclussion. There was a moderate positive meaningful corelation (r = +0,430 ; p = 0,000) between nutrient status with puberty, there was a weak positive menaingful corelation (r = +0,262 ; p = 0,30) between used of social media with puberty.  Keyword. Nutrient Status, Social Media, Puberty of Female Teenagers
Perbandingan Efektivitas Minyak Atsiri Daun Sirih Hijau (Piper betle Linn) dengan Minyak Atsiri Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap Candida albicans secara In Vitro Amanah Amanah; Naufal Fadhil Mufid Lazuardi; Iwan Hermawan
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Candida albicans merupakan jamur penyebab keputihan dengan presentasi 75% wanita di seluruh dunia. Minyak atsiri daun sirih hijau mengandung karvakrol, eugenol dan kavikol, sedangkan minyak atsiri rimpang temulawak mengandung xanthorrhizol. Senyawa yang terdapat pada keduanya terbukti dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans, membuat peneliti tertarik untuk meneliti masalah ini. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan efektivitas minyak atsiri daun sirih hijau dengan minyak atsiri rimpang temulawak terhadap Candida albicans secara in vitro. Dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi FK UNSWAGATI, periode Januari-Februari 2018. Rancangan penelitian Postest Only Control Group Design. Pengambilan sampel dengan Purposive Sampling. Subyek penelitian minyak atsiri daun sirih hijau konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, minyak atsiri rimpang temulawak konsentrasi 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, 1,563%, Flukonzaol 25 µg (K+), dan DMSO 10% (K-). Data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji non parametrik Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji Post-hoc Mann Whitney. Hasil rerata daya hambat minyak atsiri daun sirih hijau konsentrasi 50% (23,67 mm), 25% (19,67 mm), 12,5% (16,67 mm), 6,25% (15,33 mm), 3,125% (12,33 mm) dan minyak atsiri rimpang temulawak konsentrasi 25% (14,67 mm), 12,5% (11,67 mm), 6,25% (9,33 mm), 3,125% (6,33 mm), 1,563% (5,33 mm), K+ (13 mm), dan K- (11,33 mm). Hasil uji multifariat menunjukan nilai signifikansi p<0,05, terdapat perbedaan rerata antar dua kelompok perlakuan. Minyak atsiri daun sirih hijau terbukti lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dibandingkan minyak atsiri rimpang temulawak. Kata kunci: Candida albicans, Minyak atsiri daun sirih hijau, Minyak atsiri rimpang temulawak

Page 8 of 24 | Total Record : 236


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 2 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 1 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 9 No 1 (2023): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 2 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan More Issue