cover
Contact Name
Muh Amiruddin
Contact Email
riwayah@iainkudus.ac.id
Phone
+6285641567175
Journal Mail Official
riwayah@iainkudus.ac.id
Editorial Address
https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/riwayah/about/editorialTeam
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Riwayah : Jurnal Studi Hadis
ISSN : 2460755X     EISSN : 25028839     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/riwayah.v6i1
Riwayah : Jurnal Studi Hadis invites scholars, researchers, and university students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Hadith Studies and Living Hadith with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, sociology, anthropology, political science, economics and others.
Articles 218 Documents
KAJIAN HADIS AHL AL-SUNNAH DI PESANTREN: Studi Kitab Hujjah Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah Karya Kyai Ali Ma’sum Krapyak Muttaqin, Jamalul; Maulana, Moch. Dimas
RIWAYAH Vol 6, No 2 (2020): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v6i2.7541

Abstract

Kajian hadis tidak bisa dilepaskan dari amaliah kehidupan masyarakat sehari-hari. Tradisi keagamaan semuanya dibangun melalui fondasi sumber kedua dalam agama Islam yaitu hadis. Saat ini kajian-kajian hadis di pesantren nyaris mendapatkan perhatian yang kurang menarik untuk dibahas, bahkan kajian hadis di pesantren menempati posisi yang kesekian dibandingkan dengan kajian-kajian keilmuan lainnya, seperti fiqih, akhlaq, atau tafsir. Oleh karena itu, pelbagai karya ulama kontemporer Indonesia dalam bidang hadis yang lahir dari buah rahim pesantren sangat minim sekali. Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis, artikel ini secara khusus akan membahas tentang kitab Hujjah Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah, karya ulama besar Kyai Ali Maksum, Krapyak Yogyakarta. Kitab ini hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Nahdliyyin dengan argumen-argumen yang menjadi landasan praktek keagamaan. Karya yang lahir dari pesantren ini sebagai bentuk komitmen untuk melawan wacana bid’ah dan pemahaman Islam yang sangat inklusif dan kaku menyikapi tradisi yang berkembang di masyarakat. Artikel ini juga mengkaji perdebatan hadis-hadis ahl al-sunnah wa al-jama’ah dalam kitab ini, terutama yang menjadi hujjah-hujjah kelompok ini yang kerap digunakan sebagai legitimasi atas amaliah kelompok sunni seperti ziarah kubur, tahlilan, dan penentuan awal bulan puasa antara ru’yah dan hisab. Penelitian ini menghasilkan penolakan dan pengokohan terhadap tuduhan bid’ah yang dinarasikan terhadap kelompok ahl al-sunnah wa al-jama’ah. [The Discourse of Ahl al-Sunnah’s Hadith in Pesantren: The Study of the Book Hujja Ahl al-Sunna wa al-Jama'a by Kyai Ali Ma'sum Krapyak. The discourse of hadith cannot be separated from the practice of everyday people's lives. All religious traditions are built on the foundation of the second source in Islam, hadith. At present, the studies of hadith in Islamic boarding schools almost get less interesting attention to discuss, even the study of hadith in pesantren occupies the umpteenth position compared to other scientific studies, such as Islamic law, ethics, or tafseer. Therefore, the various works of contemporary Indonesian scholars in the field of hadith that were born from the womb of pesantren are very minimal. This article will specifically discuss the book Hujja Ahl al-Sunna wa al-Jama'a, the work of the great scholar Kyai Ali Maksum, Krapyak Yogyakarta. This book existed to meet the needs of the Nahdliyyin community with arguments that form the basis of religious practice. One of them examines the debate about the traditions of ahl al-sunna wa al-jama'a, especially those that become the arguments of the ahl al-sunna wa al-jama'a group, which often lead to discourses on the practice of sunni groups such as the grave pilgrimage, tahlilan, and the determination of the beginning of the fasting month between ru’ya and hisab. The work that was born from pesantren is a form of commitment to fighting bid'a discourses and a very inclusive and rigid understanding of Islam in addressing the traditions that develop in society. This research resulted in rejection and confirmation of the allegations of heresy narrated against the ahl al-sunna wa al-jama'a group.]
Pergulatan Hadis di Era Modern
RIWAYAH Vol 3, No 2 (2017): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v3i2.3720

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang Pergulatan Hadis di Era Modern. Melacak akar-akar pemikiran para modernis tentang eksistensi sunnah/ hadis Nabi. Bahwa faktanya hadis itu muncul dari Nabi Muhammad yang secara de facto merupakan penyambung lidah wahyu yang diturunkan oleh Allah swt untuk disampaikan kepada umatnya. Tulisan ini dengan menggunakan metode konten analisis,  berusaha mengungkapkan fakta historis sunnah/hadis yang menjadi permasalahan di era modern, di antaranya yaitu tentang persoalan otoritas Nabi dan otentisitas hadis. Hasilnya adalah bahwa dalam literatur klasik  kedudukan nabi Muhammad sebagai messanger/ utusan itu tidak bisa dipisah-pisahkan dari perannya sebagai seorang Nabi sekaligus perannya ditengah-tengah kehidupan sosial yang lainnya. Maka dalam berbagai perannya ulama’ klasik memahaminya sebagai satu kesatuan, tidak ada pembagian dan pembedaan secara dikotomis. Hal ini berbeda dengan cara pandang para modernis yang lebih bersifat kritis dalam melihat kedudukan Nabi Muhammad. Sehingga apa yang datang dari Nabi Muhammad tidak selalu dimaknai sebagai doktrin yang harus atau wajib dilaksanakan sebagai bagian dari ajaran agama. 
PENDEKATAN MUBĀDALAH PERSPEKTIF FAQIHUDDIN ABDUL KODIR DALAM PEMAKNAAN HADIS KEPEMIMPINAN PEREMPUAN Zakiyah, Zaimatuz; Arifin, Zainal
RIWAYAH Vol 7, No 2 (2021): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v7i2.10172

Abstract

Interpretasi teks-teks keagamaan yang diyakini bias gender berimplikasi pada subordinasi dan marginalisasi perempuan dalam berbagai ranah kehidupan. Oleh karena itu, reinterpretasi mutlak diperlukan untuk memulihkan kesenjangan yang ada antara laki-laki dan perempuan. Kajian ini bertujuan memaparkan konsep dasar pendekatan mubādalah dalam perspektif Faqihuddin Abdul Kodir dan mengimplemetasikan pendekatan mubādalah dalam menginterpretasikan hadis kepemimpinan perempuan. Metode yang digunakan adalah penelitian studi literatur menggunakan teknik deskriptif-analitik. Sumber utama dari studi ini adalah buku Qirā’ah Mubādalah, sedangkan sumber sekundernya adalah karya-karya ilmiah yang berkaitan dengan kajian. Hasil studi ini menunjukkan bahwa Faqihuddin Abdul Kodir adalah seorang mufassir feminis asal Indonesia, konsep mubādalah yang ia tawarkan melahirkan relasi ketersalingan yang adil terhadap laki-laki dan perempuan, termasuk dalam diskursus kepemimpinan perempuan, baik dalam ibadah maupun sosial-politik. Meskipun mayoritas ulama melarang perempuan menjadi pemimpin dalam shalat, namun keyakinan tersebut tidak berlaku dalam ranah sosial-politik karena berdasarkan perspektif mubādalah, kepemimpinan tidak didasarkan pada jenis kelamin, melainkan dapat diemban bagi mereka yang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk memimpin, sehingga laki-laki dan perempuan dapat bekerjasama dalam menciptakan kemaslahatan di muka bumi.[Mubādala Approach in the Perspective of Faqihuddin Abdul Kodir on the Meaning of Women's Leadership Hadith. The interpretation of religious texts which is believed to be gender-biased has implications for the subordination and marginalization of women in various spheres of life. Therefore, reinterpretation is necessary to restore the existing gap between men and women. This study aims to explain the basic concepts of the mubādalah approach in Faqihuddin Abdul Kodir’s perspective and to implement the mubadalah approach in interpreting the hadiths of women's leadership. The method used is a literature study research using descriptive-analytic techniques. The main source of this study is the book Qirā’at Mubādala, while the secondary sources are scientific works related to studies. The results of this study indicate that Faqihuddin Abdul Kodir is a feminist exegete from Indonesia, the concept of mubadalah that he offers creates a fair relationship of alienation towards men and women, including in the discourse of women's leadership, both in worship and socio-politics. The majority of scholars prohibit women from becoming prayer leaders, but this belief does not apply in the socio-political realm because based on the perspective of mubādala, leadership is not based on gender, but can be carried out by those who have the capacity and ability to lead, so that they can work together in creating benefit on earth.]
Perbedaan antara Hadis Mudallas dan Mursal Zulham Qudsy Farizal Alam
RIWAYAH Vol 1, No 2 (2015): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v1i2.1811

Abstract

Ilmu hadist adalah ilmu tentang kaidah-kaidah untuk mengetahui kondisi sanad dan matan. Hadis ataupun sunnah Rasul merupakan pedoman dan tuntunan bagi umat islam setelah Al-quran. Rasulullah juga memberi motivasi bagi umatnya untuk mendengar dan meriwayatkan hadits. Hadist yang dapat dijadikan hujjah adalah hadist yang memenuhi persyaratan shohih yang meliputi memiliki sanad hingga kepada Nabi saw, rawinya ‘adil dan dhabith, tidak mengandung syadz, dan tidak ada illah.Namun yang jadi permasalahan adalah ternyata disana banyak sekali hadits-hadits dha’if yang tidak bisa dijadikan hujjah. Kedhoifan hadits disebabkan oleh berbagai macam sebab, diantaranya adalah cacat dalam sanadnya. Hadits yang mengalami cacat sanad terbagi dalam lima macam yaitu hadits Mu’dlol, Munqathi, Mu’allaq, Mursal dan Mudalas. Jenis hadits mursal dan mudalaslah yang akan dibahas dalam artikel ini. Diharapkan dengan mengetahui ciri dan sifat dari hadits dhoif karena cacat sanadnya tersebut dapat membantu dalam penyeleksian hadits yang memang layak digunakan sebagai hujjah.
PERSPEKTIF ORIENTALIS DALAM MENGKAJI HADITS DAN BANTAHAN KAUM MUSLIM: Perspektif Ignaz Goldziher, Joseph Franz Schacht dan Mustafa Azami Anusantari, Inama
RIWAYAH Vol 6, No 1 (2020): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v6i1.6749

Abstract

Dalam sejarah dunia khususnya Islam telah banyak dihasilkan penelitian tentang orientalisme, bahkan dalam perkembangan pemikiran saat ini tema orientalisme semakin relevan untuk diangkat kembali. Karena pada zaman sekarang semakin berkembang dengan mengadopsi pandangan. Kerangka kerja dan kritik orientalis tentang Islam menjadi trend dikangan cendikiawan Muslim. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui perspektif tokoh-tokoh orientalis yaitu Ignaz Goldziher dan Joseph Franz Schacht dalam mengkaji hadits dan bantahan kaum Muslim atas pandangan tokoh orientalis. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah Library Research yang bersifat kualitatif. Dengan teknik analisis data deduktif. Hasil dari tulisan ini adalah Ignaz Goldziher secara garis besar meragukan keorisinilan dan keontetitasan hadits. Sedangkan Joseph Franz Schacht menunjukkan sikap skeptis terhadap bentuk-bentuk kritik periwayatan hadits. Sehingga baik Goldziher maupun Shcacht sama-sama mengkaji hadits dengan landasan pemikiran mentah-mentah. Namun Pendapat dan teori-teori yang dikemukakan oleh Schacht disanggah dengan jenius oleh Mustafa Azami, dengan mematahkan satu-persatu teori yang dikemukakan oleh Schacht dalam mengkritik hadits.
Implikasi Perenial Kekayaan dalam Sunnah Nabi Said, Nur
RIWAYAH Vol 3, No 1 (2017): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v3i1.3437

Abstract

Pandangan dunia (world view) umat Islam banyak dipengaruhi oleh Sunnah Nabi disamping tentu Al Qur’an sebagai sumber utama dalam Islam. Demikian juga dalam menyikapi kekayaan dan kemiskinan dalam orientasi hidup umat Islam. Artikel ini akan melakukaan telaah kritis atas doktrin hadis sebagai produk sunnah Nabi terkait implikasi kekayaan (harta) antara kelompok miskin/fakir dan kaya yang termaktub dalam sejumlah hadis terkait. Sebagai bagian dari proses takhrij, maka di dalamnya menganalisis kebersambungan sanad, kualitas individu perawi, hingga telaah matan. Kesimpulannya menunjukkan hadis terkait implikasi perenial dalam tahapan hisab ditemukan semua sanad yang muttas}il dan terhindar dari syaz| dan ’illat, sehingga sanad hadis ini adalah muttas}il-marfu‘, artinya sifat-sifat yang ada pada sanad dan cara periwatannya bersambung sampai kepada Nabi SAW. Dalam telaah perbandingan atas hadis yang hampir serupa dan memiliki informasi keadaan sosio-historis menunjukkan penegasan bahwa tahapan hisab (hari perhitungan) adalah suatu proses eskatologis yang dilewati setiap hamba. Bukan faktor fakir atau kaya yang menentukan seseorang masuk surga, tetapi untuk apa kekayaan tersebut dimanfaatkan bagi kehidupan yang bersifat perenialis.
ANALISIS KITAB RUJUKAN HADIS YANG DIGUNAKAN DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM OLEH SHAYKH AL-ZARNUJI bin Kirin, Arwansyah; Masruri, Muhammad; bin Husen Ismail, Faisal; Marpuah, Siti
RIWAYAH Vol 7, No 1 (2021): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v7i1.10735

Abstract

Kitab Ta’lim al-Muta’alim yang dikarang oleh shaykh al-Zarnuji merupakan kitab klasik yang berisikan adab atau etika belajar dan mengajar antara guru dengan murid. Kitab ini cukup terkenal di Nusantara khususnya Indonesia, karena ia banyak dipelejari bahkan dijadikan rujukan di pondok-pondok pesantren sama ada yang klasik mahupun moden hingga ke hari ini. Hadis-hadis yang terdapat dalam kitab ini dirujuk dari pelbagai kitab sumber hadis. Namun sumber rujukan bagi kitab Ta’lim al-Muta’allim belum diterokai secara sistematik. Justeru kajian ini menerokai serta menganalisis sumber rujukan yang terdapat dalam kitab tersebut. Metodologi kajian ini adalah kualitatif melalui kaedah kepustakaan dan reka bentuk analisis kandungan kitab Ta’lim al-Muta’allim. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap 40 hadis dan 108 riwayat, didapati 23 kitab yang diguna pakai oleh Shaykh al-Zarnuji dalam karyanya Ta’lim al-Muta’allim mulai dari kitab-kitab yang berisikan hadis-hadis Sahih sampailah kitab yang mengandungi hadis Da’if dan Mawdu’. Oleh itu, analisis tematik ini amat penting dilakukan agar dapat dikenal pasti kitab sumber hadis yang digunakan oleh Shaykh al-Zarnuji dalam karyanya Ta’lim al-Muta’allim.[Analysis of Hadith References Used in The Book Ta'lim Al-Muta'allim by Shaykh al-Zarnuji. The book of Ta'lim al-Muta'allim written by shaykh al-Zarnuji is a classic book which contains manners or ethics of learning and teaching between the teachers and students. This book is well-known in the archipelago, especially in Indonesia since it has been studied a lot and has even been used as a reference in Islamic boarding schools as well as classical and modern ones nowadays. The hadiths contained in this book are referred from various sources of hadith. However, the source of reference for the book of Ta'lim al-Muta'allim has not been recorded systematically. In fact, this study explores and analyzes the reference sources contained in the book. The methodology of this study is qualitative through literary principles and design forms of analysis of the content of the book Ta'lim al-Muta'allim. Based on the analysis carried out on 40 hadiths and 108 narrations, it was found that 23 books used by Shaykh al-Zarnuji in his Ta'lim al-Muta'allim started from books containing Sahih hadiths until the book containing the hadiths of Da ' if and Mawdu '. Therefore, this thematic analysis is very important to ensure that the source book of the hadiths used by Shaykh al-Zarnuji can be identified in his work Ta'lim al-Muta'allim.]
Menelisik Otentitas Kesejarahan Sunnah Nabi (Studi atas Teori Common link dan Sanggahan Terhadapnya) Atabik, Ahmad
RIWAYAH Vol 1, No 2 (2015): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v1i2.1795

Abstract

Artikel ini akan mengeksplorasikan tentang otentitas kesejarahan Sunnah Nabi Saw. Di awal, penulis mencoba melacak otentitas kesejarahan hadis Nabi dengan menggali akar sejarah perekaman dan penulisan hadis Nabi dari generasi pertama Islam hingga dibukukannya hadis dalam bentuknya yang sistematis. Penulis juga akan menjelaskan konsep isnad hadis sebagai penghubung masa silam, dan mengungkap teori common link yang meragukan otentitas hadis-hadis yang mempunyai periwayatan yang menyendiri (infirad), serta kritik para sarjana muslim dan teori kebenaran filsafat terhadapnya. Secara khusus, penulis juga akan menjelaskan teori common link yang diprakarsai oleh Joseph Schacht dan dikembangkan oleh G.H.A. Juynboll, serta perdebatan mereka dengan M. Musthafa Azami tentang teori tersebut yang berimplikasi pada otentitas hadis-hadis Nabi dalam kitab-kitab hadis kanonik (al-kutub al-sittah dan al-kutub al-tis’ah). Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengeksplorasi dan mendapatkan pengetahuan yang meyakinkan bahwa hadis sebagai bagian dari sejarah bisa diketahui secara otentik dengan menggunakan jembatan yang bisa mengantarkan kepada masa silam secara benar.
AMALAN ZIKIR NIHADHUL MUSTAGFIRIN: Studi Living Hadis di Yayasan Miftahurrahman Mindahan Kidul Batealit Jepara Nafisah, Lailiyatun; Shofaussamawati, Shofaussamawati
RIWAYAH Vol 5, No 2 (2019): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v5i2.5013

Abstract

Artikel ini bertujuan meneliti praktik serta pemaknaan dari pembacaan Zikir Nihadul Mustagfirin di Yayasan Miftahurrahman Mindahan Kidul Batealit Jepara dalam perspektif living hadis. Penulis menggunakan metode dan pendekatan kualitatif dengan pisau analisis teori sosial Karl Mannheim mengenai tindakan manusia dibentuk oleh dua dimensi, yakni perilaku (behavior) dan makna (meaning). Karl Mannheim menawarkan dan membedakan antara tiga macam makna yang terdapat dalam tindakan sosial, yakni: makna objektif, makna ekspresif dan makna documenter. Hasil penulisan menunjukkan bahwa 1) Zikir ini merupakan perilaku yang dilakukan sebagai bentuk pemahaman terhadap hadis Nabi dan memiliki makna. 2) Makna dari Zikir Nihadul Mustagfirin berdasarkan pada teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim adalah Pertama, makna objektif dzikir tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap kyai yang Kedua, Makna ekspresif bahwa zikir tersebut bertujuan untuk media doa dalam memperlancar hajat, mendekatkan diri kepada Allah, penenang jiwa, ilmu, silaturrahim dan menghindari hal yang tidak bermanfaat. Ketiga, makna dokumenter yakni ZikirNihadul Mustagfirin secara sadar atau tidak sadar merupakan bentuk rutinitas dari masyarakat Yayasan Miftahurrahman.
Hadis Keutamaan Berhaji: Telaah Normativitas dan Realitas Pemaknaan Masyarakat Indonesia Faatin, Salmah
RIWAYAH Vol 4, No 1 (2018): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v4i1.3492

Abstract

Saat ini muncul beragam problem dan kesenjangan dalam ranah realitas dan normativitas berhaji. Motif dan spiritualitas berhaji disinyalir telah keluar dari substansi pensyariatan haji. Penelitian ini bertujuan menemukan kembali substansi dan ideal moral hadis keutamaan berhaji secara normatif, serta menawarkan pemahaman hadis tentang keutamaan berhaji secara holistik sesuai dengan tujuan pensyariatannya. Pehamaman terhadap hadis secara holistik, selanjutnya, diharapkan dapat memperbaiki realitas berhaji, baik motif, ritualitas maupun spiritualitasnya. Penelitian ini akan menelusuri hadis-hadis tentang keutamaan berhaji secara tematis dan dianalisis dengan metode hermeneutika hadis, yang mencakup pemahaman terhadap aspek bahasa, pemahaman konteks historis, pengkorelasian secara tematik-komprehensif dan integral dari data lain, pemaknaan teks dengan menyarikan ide dasar, analisis dengan pendekatan sosial historis dan merelevansikannya dengan konteks saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideal moral hadis keutamaan berhaji menghendaki adanya dampak perilaku sosial yang semakin membaik setelah berhaji, karena tolak ukur haji mabrur berada dalam ranah sosial, bukan pada banyaknya frekuensi berhaji yang akhir-akhir ini menjadi trend dan gaya hidup.

Page 10 of 22 | Total Record : 218