cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 294 Documents
Manajemen Anestesi pada Pediatri dengan Invaginasi: Sebuah Laporan Kasus Devi Liana Octiara; Ari Wahyuni
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 1 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i1.2767

Abstract

Invaginasi atau intususepsi adalah keadaan inversi segmen usus ke segmen usus lainnya. Invaginasi dapat terjadi pada segala usia, terutama pada anak-anak. Puncak insidens tertinggi pada anak usia 4 – 9 bulan. Penyebab invaginasi pada anak mayoritas idiopatik. Diagnosis berdasarkan pemeriksaan klinis dan penunjang radiologis. Invaginasi dapat menyebabkan nekrosis iskemik pada bagian usus yang masuk dengan komplikasi perforasi dan peritonitis. Penatalaksanaan operatif diperlukan untuk mencegah iskemik usus, perforasi, dan peritonitis yang dapat fatal. Bayi perempuan usia 5 bulan 18 hari, datang dengan buang air besar (BAB) terdapat darah bercampur lendir sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit. Ibu pasien mengatakan pasien juga muntah air bercampur lendir, bewarna kuning kehijauan. Riwayat makanan pasien yaitu ASI ekslusif, dan riwayat kelahiran pasien yaitu aterm secara spontan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan flatus (-) dan kembung (+). Riwayat penyakit sistemik, alergi dan operasi sebelumnya tidak ada. Pasien dilakukan tindakan laparatomi dengan beberapa pertimbangan anestesi sebelumnya. Manajemen preoperatif, intraoperatif, dan pascaoperatif yang lengkap akan membuat keberhasilan operasi menjadi lebih baik.Kata kunci: Anestesi, emergensi, invaginasi, pembedahan
Efikasi dan Keamanan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) tipe Piezoelektrik Pada Pasien Batu Ginjal Hadibrata, Exsa; Tjahjo, Mars Dwi; Fadli, Muhammada Yogi; Priyono, Angga Hendro
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2874

Abstract

Sejak diperkenalkan pada 1980-an, Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) telah menjadi standar prosedur rawat jalan non-invasif yang digunakan untuk tata laksana batu ginjal dan batu ureter proksimal. Keberhasilan ESWL diukur dalam hal fragmentasi batu dan stone free rate. Sedangkan ESWL dinilai gagal bila terjadi trauma pada parenkim ginjal yang tidak perlu akibat gelombang kejut dan terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi dan komplikasi daritindakan ESWL dengan tipe Piezoelektrik sebagai tata laksana pasien batu ginjal non-invasif di RSUD Abdul Moeloek. Penelitian ini merupakan studi prospektif analitik yang dilakukan sejak bulan Maret hingga Agustus 2019. Data mengenai stone free rate, jumlah dan intesitas gelombang kejut, residual fragment, tindakan tambahan pasca ESWL, dan komplikasi pasca ESWL diperoleh dari catatan medik pasien untuk dilakukan penilaian. Terdapat 100 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Rerata usia subjek 49,5 ± 12 tahun, laki- laki sebanyak 57 orang (57%) dan perempuan sebanyak 43 orang (43%). Sebanyak 77% subjek berhasil mencapai complete stone clearance pada prosedur pertama ESWL, sedangkan lainnya memerlukan prosedur tambahan untuk mencapai complete stone clearance. Lokasi batu menjadi variabel yang paling signifikan dalam menentukan complete stone clearance dengan p < 0,05. Hasil terbaik didapatkan pada subjek dengan ukuran batu < 2 cm dengan lokasi batu selain kaliks inferior. Komplikasi yang terjadi pada subjek penelitian antara lain demam (2%), nyeri pinggang (6%), nyeri suprapubik (1%), steintrase (1%) sedangkan pada 91% subjek tidak terjadi komplikasi setelah tindakan ESWL. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tindakan ESWL memiliki efikasi yang baik dan komplikasi yang minimal. Kata Kunci: batu ginjal, efikasi, ESWL, stone free rate
Efek Hepatoprotektif Ekstrak Etanol Rhizophora Apiculata Pada Tikus Yang Dipaparkan Asap Rokok Syazili Mustofa; Veny Anisya
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 1 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i1.2762

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis dengan sumberdaya alam berupa hutan bakau terluas di dunia. Pemanfaatan bakau di Indonesia belum maksimal. Rhizophora apiculata, adalah tumbuhan bakau yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan dari alam. Sebuah studi eksperimental menggunakan desain post test only control group telah dilakukan. Sampel terdiri dari 25 ekor tikus jantan galur sprague dawley yang dibagi dalam 5 kelompok secara acak yaitu K (-) tidak diberi perlakuan, K (+) dipapar asap rokok tanpa pemberian ekstrak, kelompok P1, P2, dan P3 diberi paparan asap rokok dan masing-masing kelompok menerima dosis ekstrak kulit batang Rhizophora apiculata setiap hari selama 30 hari. P1 diberikan dosis 28,275 mg / KgBW, P2 dosis 56,55 mg / kgBW, dan P3 dosis 113,10 mg / kgBW. Data diperoleh dari pengamatan histopatologi hepar di bawah mikroskop dengan perbesaran 400x pada lima bidang pandang. Peneliti menghitung kerusakan hepar dengan sebuah skoring. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa hepar tikus yang diberikan ekstrak memiliki kerusakan yang lebih ringan secara bermakna dibandingkan dengan kelompok K (+). Perbedaan rerata skoring kerusakan hepar kelompok yang mendapatkan ekstrak dengan kontrol pada uji Kruskal-Wallis menghasilkan nilai kemaknaan 0,000 yang artinya terdapat perbedaan rerata yang signifikan (p<0,05). Penelitian ini membuktikan ekstrak etanol Rhizophora apiculata memiliki efek protektif terhadap histopatologi hepar tikus putih (rattus novergicus) jantan galur sprague dawley yang dipapar asap rokok. Semakin tinggi dosis ekstrak, semakin kuat efek protektifnya. Ke depan, peneliti menyarankan dilakukan uji toksisitas pada ekstrak ini untuk mencari efek samping ekstrak ini terhadap berbagai organ.
Environmental Burden of Diseases Utama, Winda Trijayanthi
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2895

Abstract

The Environmental Burden of Diseases (EBD) study assesses the Health Impact Assessment (HIA), the burden of disease caused by an environmental risk factor, and is closely related to the assessment of disease burden for individual disease and injury. In practice this is the result of an environmental health impact assessment. Data on disease burden and injury, which have been assessed at a global level, can be used for the EBD study. The results of the EBD study are generally presented in the form of gender and age groups, and are measured for mortality as well as public health measurement units such as DALYs (Disability-Adjusted Life Year).Keywords: Disability-Adjusted Life Year, Environmental Burden of Diseases, Health Impact AssessmentKorespondensi: dr. WInda Trijayanthi U, SH., M.K.K; Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Status Gizi Balita Suharmanto, Suharmanto
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2869

Abstract

Prevalensi balita stunting dari tahun 2005 hingga 2017 sebesar 36,4%. Indonesia menempati urutan ketiga sebagai negara dengan prevalensi stunting tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectionale. Penelitian ini dilakukan di TK Bintang Ceria Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan pada bulan Oktober-November 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita di TK Bintang Ceria sebanyak 85 balita dengan teknik total sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah status gizi balita, sedangkan variabel independen nya adalah pemberian ASI eksklusif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan data primer dan data sekunder. Data sekunder mencakupcatatan data balita. Sedangkan data primer mencakup data pemberian ASI eksklusif. Pengumpulan data dilakukan dengan menimbang dan mengukur berat badan balita, serta membagikan kuesioner yang berisi pertanyaan tentang pemberian ASI eksklusif. Pengolahan data pada penelitian ini mencakup editing, coding dan entry data. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis univariat menggunakan persentase dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkanhubungan antara umur ibu dengan status gizi balita, terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan status gizi balita, terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan status gizi balita, terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita. Keluarga perlu memperhatikan dan melakukan pemenuhan kebutuhan asupan gizi seimbang pada anak balita dengan memberikan dukungan dan perhatian lebih kepada balitanya.Kata kunci: ASI eksklusif, status gizi, balita
Total Recordable Injury and Incident Rate Winda Trijayanthi Utama
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2886

Abstract

Indonesia is a country that has a high level of industrial development. This can be seen by the rapid growth and spread of industry, both on a small, medium, and large scale. The more rapid the industry is of course directly proportional to the emergence of challenges and problems in the industrial world. One of the challenges and problems that arise is how to deal with work accidents in a company environment. One of the efforts that can be made by companies to reduce the number of work accidents is to calculate work accidents. Calculation work accidents are fundamental in the world of occupational safety and health because the main objective of occupational safety and health is the prevention of occupational accidents and diseases. Total Recordable Injury and Incident Rate is a mathematical calculation of the total recordable incidents (above "first aid") multiplied by the multiplier constant (200,000 or 1,000,000) divided by the number of employee hours worked. Types of accidents or incidents that can be recorded or recorded according to the TRIR formula are the first aid (Medical Treatment Cases, Restricted Workday and Transfer Activity Cases, Lost Workday Cases and Fatalities).Keywords: Total Recordable Injury, Incident Rate, Medical Treatment Cases, Restricted Workday and Transfer Activity Cases, Lost Workday Cases and Fatalities.
Habilitation Of Cerebral Palsy Spastic Type + Upper Respiratory Track Infection + Malnutrition + Respiratory Disturbance + Feeding Problem + Mobilization Disturbances + Communication Disturbance Dewi Nur Fiana
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 1 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i1.2768

Abstract

Cerebral Palsy (CP) is a disorder of movement and posture that appear during infancy or early childhood. It is caused by nonprogressive damage to the brain before, during or shortly after birth. CP is not a single disease but a name given to a wide variety of static neuromotor impairment Syndromes occurring. Secondary to a lesion in the developing brain.1 HR, 26 month old boy,was consulted by Pediatric Department on 11-09-2015 with diagnose Epilepsi focal symptomatic + Cerebral Quadriplegi + suspect visupect visual impairment. HR had ad bonam for prognosis quo ad vitam and ad sanationam, but dubia ad bonam for quo ad functionam. He had stable hemodynamic and but have high risk of infection or risk of aspiration right now. His maturation is at brain stem level and her GMFCS level was V. He might have dependence in mobility. Prognosis still dubia because during therapy at physical medicine & rehabilitation department, his body weight was increase, his pulmonary problem is improve, His head and neck control improved, and his ability to rolling is improve. His parents also understand their son condition and set a reasonable expectation.Keywords: Cerebral Palsy ,Feeding Problem, Immobilization, Sapsticity,
Pengaruh Nilai Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) sebagai Prediktor Mortalitas pada Pasien Ulkus Diabetikum Iswandi Darwis
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2875

Abstract

Ulkus kaki diabetik adalah komplikasi kronik paling sering pada pasien DM. Kaki diabetik dapat menyebabkan kehilangan jaringan dan organ dikarenakan infeksi. Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) merupakan marker potensial untuk menilai peradangan pada DM. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain retrospective cohort untuk mengetahui pengaruh nilai NLR sebagai prediktor mortalitas pasien ulkus diabetikum. Data diperoleh dari catatan rekam medikpasien dengan ulkus diabetikum di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada tahun 2017–2020. Untuk menentukan titik potong nilai NLR digunakan kurva receiver-operating characteristics (ROC). Subyek penelitian ini berjumlah 131 data rekam medis. Usia responden pada penelitian ini memiliki nilai median 53 (31-87) tahun. Responden laki-laki sebanyak 56 orang (42,8%) dan perempuan sebanyak 75 orang (57,2%). Responden menjalani perawatan di rumah sakit dengan median 10 (1-35)hari. Outcome responden adalah 113 (86,2%) hidup dan 18 meninggal (13,8%). Median pada hasil pemeriksaan hemoglobin adalah 9,3 (4,6-14,8) g/dl, leukosit adalah 17,7 (3,8-42,1) 10 /ml, dan NLR adalah9,44 (1-47,5). Nilai AUC yang diperoleh dari metode ROC sebesar 59,8% dengan nilai p=0,196. Kemudian didapatkan titik potong menunjukkan nilai NLR 11,92. Hasil uji chi-square menunjukkan p=0,118 dan nilai prediksi outcome meninggal adalah 2,017. Hasil ini dapat disimpulkani pasien dengan nilai NLR >11,92 memiliki kemungkinan meninggal akibat perburukan ulkus diabetikum sebesar 2,017 kali lebih besar dibandingkan pasien ulkus diabetikum dengan nilai NLR <11,92 namun secara statistiktidak bermakna.  Kata kunci: Mortalitas, Neutrophil Lymphocyte Ratio, Ulkus Diabetikum,
Anemia Defisiensi Zat Besi (Fe) Intanri Kurniati
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 1 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i1.2763

Abstract

Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan salah satu penyakit hematologi yang sering ditemukan pada bayi, anak-anak dan perempuan usia reproduksi. Anak-anak dengan ADB akan mengalami gangguan dalam tumbuh-kembang, perubahan perilaku serta gangguan motorik, sehingga dapat mengurangi kemampuan belajar dan menurunkan prestasi belajar di sekolah. Anemia Defisiensi Besi adalah anemia yang disebabkan kurangnya ketersediaan zat besi di dalam tubuh sehingga menyebabkan zat besi yang diperlukan untuk eritropoesis tidak cukup. Kebutuhan zat besi akan meningkat pada masa pertumbuhan seperti pada bayi, anak-anak, remaja, kehamilan dan menyusui. Pada anak-anak terutama yang mendapat susu formula kebutuhan zat besi meningkat karena sedikit mengandung besi. Diet yang kaya zat besi tidak menjamin ketersediaan zat besi di dalam tubuh karena banyaknya zat besi yang dapat diserap sangat tergantung dari kondisi atau makanan yang dapat menghambat maupun yang mempercepat penyerapan besi. Pada perempuan kehilangan zat besi sering karena menstruasi yang banyak dan lama atau kondisi seperti tumor fibroid maupun malignan uterin. Dalam manajemen anemia defisiensi besi pemeriksaan laboratorium berperan untuk skrining, menegakkan diagnosis, serta memantau keberhasilan terapi.Kata Kunci : Anemia Zat Besi, Kebutuhan Zat besi, Manajemen Anemia
Hubungan Driving forces, Pressure, State, Exposures, health Effects, Action (DPSEEA) dalam Lingkup Health Impact Assessment (HIA) Winda Trijayanthi Utama
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2896

Abstract

The definition of Driving Forces, Pressure, State, Exposures, Health Effects, and Action (DPSEEA) is a framework that represents descriptively the way in which the various driving forces generate pressures that affect the state of human health and the environment, through the various exposure pathways where people come into contact with the environment. The DPSEEA framework is used to see the relationship between several factors affecting health and the environment more clearly. Actions taken can be implemented at several points in the framework and can take many forms, for example: development policies, health education, medication, control and measurement techniques. The relationship between DPSEEA in the Health Impact Assessment (HIA) is that DPSEEA displays various levels of action that can reduce these health impacts, then DPSEEA can be developed for most of the health risk factors and for the outcomes related to health itself. Keywords: Driving Forces, Pressure, State, Exposures, Health Effects, and Action; Health Impact Assessment