cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 294 Documents
Kromosom Philadelphia Dan Peranannya Dalam Patogenesis Chronic Myeloid Leukemia (CML) Selvi Rahmawati
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2901

Abstract

Chronic myeloid leukemia (CML) berkaitan erat dengan gen fusi BCR-ABL. Gen fusi BCR-ABL terjadi akibat translokasi resiprokal antara kromosom 9 dengan kromosom 22 membentuk kromosom Philadelphia. Gen fusi BCR-ABL pada kromosom Philadelphia diketahui sebagai kelainan genetik primer yang menjadi penyebab utama kasus CML. Terbentuknya kromosom Philadephia yang mengkode protein onkogenik P210BCR-ABL  akan menginduksi inisasi proses fosforilasi, aktivasi dan disregulasi transduksi sinyal intraselular yang berperan dalam regulasi pertumbuhan dan survival sel progenitor myeloid di bone marrow. Pada gen fusi BCR-ABL, ekson pertama pada gen ABL hilang dan digantikan dengan sekuens gen BCR, sehingga menyebabkan terganggunya mekanisme autoinhibisi pada domain kinase ABL. Domain oligomerisasi gen BCR yang bergabung pada N terminal gen ABL akan menyebabkan oligomerisasi atau pengelompokan domain kinase ABL, sehingga mengakibatkan autofosforilasi tirosin kinase. Proses tersebut juga mengakibatkan berbagai protein serta molekul-molekul adaptor terikat (docking) pada protein BCR-ABL, sehingga mengarah pada aktivasi berbagai jalur transduksi sinyal intraseluler. Jalur transduksi sinyal yang teraktivasi berkaitan dengan inhibisi diferensiasi sel, inhibisi apoptosis serta proliferasi sel myeloid progenitor yang mengarah pada manifestasi klinis CML yaitu banyak ditemukannya sel myeloid imatur terutama pada fase terminal CML. Kata kunci : kromosom Philadephia, BCR-ABL1, chronic myeloid leukemia, CML
Perbandingan Ferum dan Feritin Pre dan Post Hemodialisis pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Intanri Kurniati
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2205

Abstract

Gagal ginjal kronis adalah suatu keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang irreversibel serta memerlukan terapi ginjal yang tetap berupa dialisis dan transplantasi ginjal. Pada pasien hemodialisis dapat terjadi penurunan kadar ferum dalam darah. Untuk mengatasinya diberikan terapi ferum untuk mencegah anemia akibat kurangnya zat tersebut. Kadar ferum dan feritin diperiksa untuk monitoring terapi pemberian suplemen ferum pada pasien hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kadar ferum dan feritin dalam darah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional berdasarkan pengumpulan data pasien yang menjalani hemodialisis di RSUP Hasan Sadikin Bandung pada bulan Januari-Maret tahun 2014. Dikumpulkan data sebanyak 37 orang pasien. Dilakukan uji distribusi normalitas data dengan Saphiro-Wilk didapat hasil distribusi data tidak normal (p<0.05). Data dianalisis dengan uji non-parametrik Wilcoxon. Pada penelitian ini didapat median kadar ferum sebelum hemodialisis 56.0 ng/ml dan sesudah hemodialisis 63.0 ng/ml. Median kadar feritin serum sebelum hemodialisis 581.0 ng/ml dan sesudah hemodialisis 780.05 ng/ml. Terdapat perbedaan yang bermakna 0,00 (p<0,05) kadar ferum dan feritin dalam darah sesudah dan sebelum hemodialisis. Terdapat perbedaan kadar ferum dan feritin sebelum dan sesudah hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronis di RS Dr. Hasan Sadikin Bandung. Kata kunci: ferum, feritin, gagal ginjal kronis, hemodialisis.
Rheumatoid Arthritis Ahmad Fauzi
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2222

Abstract

Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit inflamasi tersering yang mengenai 1-3% populasi dewasa. Keterlibatan sendi multipel, penyakit sistemik komorbid, polifarmasi dengan obat-obatan imunomodulator, memberikan tantangan baru pada ahli bedah. Terapi operatif pada RA memerlukan pendekatan multidisiplin. Managemen preoperatif meliputi evaluasi seluruh sendi, rencana terapi operatif yang akan dilakukan, serta evaluasi kondisi medis untuk operasi dan anestesi. Obat-obatan harus dilanjutkan perioperatif dengan adekuat replacement therapy pada pasien dengan kortikosteroid. Perioperatif juga meliputi obat profilaksis untuk infeksi dan komplikasi gastrointestinal. Penanganan yang hati-hati terhadap jaringan lunak dan tulang amat diperlukan saat operasi. Bagian dengan kulit yang tipis dan tertekan memerlukan bantuan dan alas. Keberhasilan rehabilitasi pasca operasi meliputi mobilisasi segera, masukan dari terapis okupasi dan fisioterapi, serta pemantauan dari orang-orang terdekat. Kata Kunci : Penatalaksanaan, rheumatoid arthritis,terapi operatif
Clinical Characteristics of COVID-19 Pneumonia Patients in Abdoel Moeloek Regional Public Hospital, Bandar Lampung, Indonesia. Soemarwoto, Retno AS; Marlina, Nina; Mustafa, Syazili; Sukarti, Sukarti; Sinaga, Fransisca; Gozali, Ahmad; Hapsari, Tantri Dwi KR; Hidayat, Hidayat
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 1 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i1.2761

Abstract

a novel coronavirus (SARS-CoV-2) causes a new, really infectious viral disease named COVID-19. This infection quickly develops into a pandemic and it is becoming a major problem in the world. Pneumonia is a severe and dangerous complication of the disease. In this study, we aimed at exploring the clinical characteristics of the COVID-19 pneumonia. A retrospective single-center study in Abdoel Moeloek Hospital of Lampung Province was conducted on March to May 2020. It enrolled 12 Hospitalized patients with confirmed COVID-19 pneumonia by real-time RT-PCR. The purpose of this study was to investigate and describe the features of this epidemic disease. The clinical features, laboratory findings and chest X-ray images of them were reviewed and analyzed. Consecutive patients with COVID-19 pneumonia were included in the study. There were 7 patients who recovered while 5 of them died. Most of them were male (10 patients or 83%) and they were about 40 years (9 patients or 75%). Most of patients (75%) had comorbid disease such as hypertension, diabetes, hepatitis, obesity, and heart disease and they also had a history of travel from infected area. They who died (5 patients or 100%) had comorbid diseases. The patients main complaints were cough and shortness of breath (12 patients or 100%), subfebrile fever (9 patients or 75%), diarrhea (5 patients or 42%), abdominal pain nausea and vomiting (4 patients or 33%). Related to laboratory examination, they got decreasing of calcium level (11 patient or 91%), lymphocytes (9 patients or 75%), hemoglobin level (8 patients or 67%) and albumin levels (7 patients or 58%). On the contrary, they got increasing of the level of the erythrocyte sedimentation rates (12 patients or 100%), the level of C-reactive protein (11 patients or 91%), physiological coagulation (12 patients or 100%), D-dimers plasma levels (10 patients or 83%), liver enzymes test (9 patients or 75%), leukocytes (7 patients or 57%), and chloride (6 patients or 50%). In the chest X-ray interpretations, we found that most of cases ( 10 patients or 83%) were bilateral pneumonia and they occurred massively in the inferior lobe of the lung. On the death cases, they were found consolidation in both lower lung fields. The clinical data, laboratory and radiological examination of patients with COVID-19 pneumonia showed both inflammation and coagulopathy. A decreased lymphocyte count and plasma calcium level, and an increased high-sensitivity C-reactive protein level and D-dimer plasma level were the most common laboratory findings. The infection caused severe acute respiratory syndrome and it was correlated to high mortality. High efforts are needed for further studies to fulfill the gap in knowledge of this disease.Key words: COVID-19 pneumonia, clinical manifestation, laboratory findings, chest X-ray, SARS-CoV-2,
Manajemen Terkini Perawatan Luka Wintoko, Risal; Yadika, Adilla Dwi Nur
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2893

Abstract

Luka adalah terputusnya kontinuitas jaringan akibat substansi jaringan yang rusak atau hilang sehingga dapat menyebabkan kerusakan fungsi perlindungan kulit dan dapat disertai dengan kerusakan jaringan lain. Luka dapat terjadi akibat terjatuh, kecelakaan kendaraan bermotor, trauma tajam atau tumpul, maupun proses pembedahan. Jenis luka yang terjadi dapat berupa luka lecet (70,9%), luka robek (23,2%), luka memar, luka sayat, luka tusuk, maupun luka tembak. Prevalensi luka di Indonesia menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013 mencapai 8,2%. Perawatan luka umumnya masih menggunakan suatu metode untuk berbagai kondisi luka. Perawatan luka harus menyesuaikan kondisi dan problem luka yang terjadi sehingga proses penyembuhan luka dapat berlangsung dengan baik dalam waktu yang singkat tanpa adanya gangguan akibat luka yang akan berdampak pada produktivitas kerja dan biaya yang dikeluarkan dalam perawatan luka.Kata kunci: Luka, perawatan luka, kondisi luka, problem luka
Hubungan Persepsi Pasien terhadap Peresepan Elektronik dengan Kepuasan Pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung Oktarlina, Rasmi Zakiah; Anggraini, Dwi Indria; Carolia, Novita; Zetira, Zihan
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2199

Abstract

Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung merupakan rumah sakit yang telah menggunakan sistem peresepan elektronik. Penelitian tentang manfaat dan kelemahan peresepan elektronik sudah banyak dilakukan, namun persepsi pasien tentang peresepan elektronik masih jarang dilakukan. Persepsi pasien perlu diketahui untuk mengetahui kualitas pemberian pelayanan kesehatan yang menggunakan sistem peresepan elektronik. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi pasien terhadap peresepan elektronik dengan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung. Metode penelitian ini adalah cross-sectional dengan rancangan studi deskriptif, melibatkan 190 responden yang dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Desember 2018, di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung. Data penelitian didapatkan melalui pengisian kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang digunakan adalah uji Fisher’s Exact Test. Hasil analisis data pada penelitian ini mendapatkan hasil p-value 0,031. Kesimpulan yang didapatkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi pasien terhadap peresepan elektronik dengan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung. Kata kunci: instalasi farmasi, kepuasan, persepsi, resep elektronik
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perdarahan Pasca Persalinan di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek Lampung Rodiani, Rodiani; Setiawan, Sony
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2217

Abstract

Salah satu faktor yang menyebabkan angka kematian ibu masih cukup tinggi di Indonesia adalah perdarahan pasca persalinan. Perdarahan pasca persalinan didefinisikan sebagai perdarahan yang terjadi pada seorang ibu bersalin yang kehilangan darah lebih dari 500 ml. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan perdarahan pasca persalinan yaitu usia, paritas dan jarak kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia, paritas dan jarak kehamilan dengan kejadian perdarahan pasca persalinan di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek Lampung. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain penelitian kohort retrospektif. Data sekunder diperoleh menggunakan buku rekam medik. Populasi dalam peneliian ini adalah semua ibu bersalin di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSAM) Lampung periode 1 September sampai 31 Agustus 2018 dengan jumlah sampel 143 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Penelitian ini menggunakan perhitungan Uji Chi-Square. Didapatkan prevalensi kejadian perdarahan pasca persalinan di RSAM pada tahun 2017–2018 adalah 33 kasus (23,1%). Angka kejadian terbanyak perdarahan pasca persalinan pada usia >35 tahun (42,85%), pada paritas kelompok multipara (46,66%), dan pada jarak kehamilan ≥ 2 tahun (30,43%). Uji statistik menunjukkan antara perdarahan pasca persalinan dan usia didapatkan p= 0,001, pada paritas didapatkan p= 0,001 dan pada jarak kehamilan didapatkan p= 0,044. Terdapat hubungan antara usia, paritas dan jarak kehamilan dengan kejadian perdarahan pasca persalinan di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek Lampung tahun 2017–2018. Kata kunci : jarak kehamilan, paritas, perdarahan pasca persalinan, usia
Pendekatan Diagnosis dan Neuroimaging pada Sindrom Sturge Weber Rahmayani, Fidha
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2233

Abstract

Sindrom Sturge Weber (SSW) atau disebut juga encephalofacialangiomatosis adalah suatu sindrom neurokutaneus yang ditandai dengan angioma pada muka, kelainan vaskular dan kalsifikasi intrakranial ipsilateral, kejang, hemianopsia, dan glaukoma serta hemiparesis kontralateral. SSW merupakan suatu kelainan kongenital yang jarang terjadi dan penyebab pastinya belum diketahui. Angka kejadian SSW di Amerika Serikat 1 : 50.000; dari 13 kasus SSW didapatkan 5 anak laki-laki dan 8 anak perempuan berumur antara 8-15 tahun. Pendekatan klinis berupa manifestasi pada kulit dan saraf ditambah pemeriksaan penunjang CT scan kepala dengan gambaran kalsifikasi dan atropi cerebri dapat menjadi dasar diagnosis. Tujuan penelitian ini adalah melaporkan kasus SSW dengan pendekatan klinis dan imaging. Kasusnya adalah Anak perempuan usia 11 tahun dikonsulkan dari bagian anak dengan kelemahan anggota gerak kanan mendadak yang didahului adanya nyeri kepala. Pasien memiliki riwayat kejang sejak usia 4 bulan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan port wine stain pada wajah sebelah kiri sejak lahir, parese nervus facialis dextra disertai hemiplegi dextra. Gambaran CT scan kepala ditemukan gambaran kalsifikasi pada daerah cortex dan medulla pada lobus temporofrontoparietal sinistra dan hemiatrophy sinistra. Diagnosis SSW dapat ditegakkan berdasarkan manifestasi klinis yang ditemukan pada kulit dan saraf, serta ditunjang oleh pemeriksaan radiologi CT scan kepala berupa gambaran kalsifikasi dan atrofi kontralateral dengan hemiplegi.Kata kunci : sindrom sturge weber (SSW), port wine stain, hemiplegi, kalsifikasi
Perilaku Masyarakat dalam Pencegahan Penularan Covid-19 Suharmanto, Suharmanto
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2868

Abstract

Salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan saat ini masih menjadi wabah adalah Corona Virus Disease atau yang sering disebut COVID-19 menjadi masalah di dunia dan juga Indonesia. Menurut WHO, Covid-19 menyebar dari orang ke orang melalui droplet atau tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang batuk atau menghembuskan nafas. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectionale yang bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan pada bulan Mei-Juni 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat di Kecamatan Jati Agung dengan teknik purposive sampling sebanyak 420 orang. Variabel independen dalam penelitian ini adalahkarakteristik, pengetahuan, sikap dan keterampilan, sedangkan dependen adalah perilaku pencegahan penularan Covid-19. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner baik online berbasis google form maupun offline (secara langsung). Pengolahan data pada penelitian ini mencakup editing, coding dan entry data. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis univariat menggunakan persentase dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan perilaku pencegahan penularan Covid-19. Masyarakat perlu untuk meningkatkan pemahamannya tentang pencegahan penularan Covid-19 melalui akses informasi. Kata kunci: perilaku, pencegahan, Covid-19
Penyakit Gagal Ginjal Kronis Stadium 5 Berdasarkan Determinan Umur, Jenis Kelamin, dan Diagnosa Etiologi di Indonesia Tahun 2018 Nasution, Syahrul Hamidi; Syarif, Syahrizal; Musyabiq, Sofyan
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2885

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik telah menjadi isu yang sangat penting dalam beberapa tahun terakhir karena frekuensinya meningkat dan tingginya biaya yang ditimbulkannya semakin dilihat sebagai masalah kesehatan masyarakat utama yang terkait dengan kematian dini yang berkaitan dengan implikasi sosial dan ekonomi yang penting. Selain diagnosis dan deteksi dini, pengetahuan terkait penyakit gagal ginjal kronik (GGK) berdasarkan determinan umur, jenis kelamin, dan diagnosa etiologi di Indonesia tahun 2018 ini dapat dijadikan bahan/bukti ilmiah dalam perencanaan, pelaksanaan program, evaluasi program, dan menentukan skala prioritas pada program pencegahan dan pengobatan penyakit ginjal kronik di Indonesia yang merupakan tujuan dilakukannya penelitian ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian literatur riview. Populasi target adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik stadium 5 di Indonesia. Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik stadium 5 yang terdata di kumpulan data Indonesian Renal Registry (IRR) tahun 2018. Sampel penelitian ini adalah seluruh (total sampling) pasien gagal ginjal kronik stadium 5 yang terdata di kumpulan data Indonesian Renal Registry tahun 2018.Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2020 dengan menggunakan data IRR tahun 2018. Berdasarkan data IRR 2018 jenis kelamin laki-laki merupakan pasien GGK terbanyak sebesar 57% (36.976) dan perempuan sebesar 43% (27.608). Determinan usia, kelompok usia ≤44 tahun sebanyak 26,04% dan kelompok usia ≥45 tahun merupakan yang terbanyak sebesar 73,96%. Berdasarkan diagnosa etiologi, hipertensi merupakan yang terbanyak dan menempati urutan pertama sebesar 36%, diikuti nefropati diabetik 28%, tidak diketahui 12%, glomerulopati primer 10%, lain-lain 5%, pielonefritis kronik 3%, nefropati obstruktif 3%, nefropati asam urat, ginjal polikistik, dan nefropati lupus masing-masing sebesar 1%. Kesimpulan kelompok usia ≥45 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan memiliki hipertensi merupakan determinan terbanyak pasien GGK di Indonesia tahun 2018.Kata Kunci : Gagal ginjal kronik stadium 5, Indonesian Renal Registry, penyakit gagal ginjal kronik,.