cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 294 Documents
Komunikasi Dokter-Pasien Berfokus Pasien pada Pelayanan Kesehatan Primer TA Larasati
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2221

Abstract

Tantangan yang dihadapi pelayanan kesehatan primer adalah dapat memberikan pelayanan dengan karakteristik 4C, yaitu first contact, comprehensive, continous, dan collaborative. Dalam memberikan pelayanan yang komprehensif, dokter yang berada di pelayanan kesehatan primer menghadapi tantangan yang tidak mudah, terutama perubahan perilaku gaya hidup sehat dan pengobatan penyakit, kepatuhan pasien dengan penyakit kronis, juga menghadapi pasien dengan perbedaan latar belakang budaya. Sehingga dibutuhkan komunikasi efektif dokter-pasien agar tercapai tujuan pelayanan kesehatan. Menurut WONCA of Europe, pelayanan berpusat pasien dijabarkan dalam empat aspek, doctor-patient relationship, centred on patient and context, promote patient empowerment, longitudinal continuity. Doctor-patient relationship atau hubungan dokter-pasien dibangun dalam komuniikasi dokter pasien yang efektif, yang memunculkan dan memahami perspektif pasien (kekhawatiran, ide, harapan, kebutuhan, perasaan, dan fungsi), memahami pasien dalam konteks psikososial dan budaya yang unik, mencapai pemahaman bersama tentang masalah pasien dan perawatan yang sesuai dengan nilai-nilai pasien, dan pasien dalam menawarkan pilihan-pilihan yang berhubungan dengan masalah kesehatannya. Manfaat komunikasi dokter-pasien berpusat pasien adalah meningkatkan kepatuhan pasien pada pengobatan, mencapai keberhasilan pengobatan, meningkatkan kepuasan pasien dan juga memudahkan penegakkan diagnosis, meminimalkan terjadinya malpraktik.Kata kunci: komunikasi berpusat pasien, pelayanan primer
Tingkat Kontrol Asma Di Klinik Harum Melati Pringsewu Retno Ariza S Soemarwoto; Rakhmi Rafie; Eka Silvia; Woro Pramesti; Fenta Loka Tata; Gigih Setiawan
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2872

Abstract

Asma adalah penyakit heterogen yang biasanya ditandai dengan inflamasi kronik saluran napas, disertai adanya riwayat gejala pernapasan seperti mengi, sesak napas, dada terasa berat dan batuk yang berbeda dari waktu dan intensitasnya bersamaan dengan keterbatasan aliran udara ekspirasi yang bervariasi. Tingkat kontrol asma adalah sejauh manakarakteristik asma dapat diamati pada pasien asma dan telah berkurang atau hilang dengan pengobatan. Menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, angka kekambuhan asma di Provinsi Lampung menduduki peringkat lima besar di Indonesia.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kontrol asma pada pasien asma bronkial diKlinik Harum Melati Pringsewu periode Agustus 2018-Agustus 2019. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif menggunakan data sekunder. Populasi penelitian adalah seluruh data rekam medik pasien asma bronkial di Klinik Harum Melati Pringsewu periode Agustus 2018-Agustus 2019 yang berjumlah 449, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 84 data rekam medik yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat. Hasil didapatkan yaitu 54 subjek (64,3%) memiliki asma yang terkontrol, 25 subjek (29,8%) memiliki asma yang terkontrol sebagian, dan 5 subjek (6,0%) memiliki asma tidak terkontrol.  Kata kunci: asma, asma bronkial, tingkat kontrol asma
Manajemen Terkini Perawatan Luka Risal Wintoko; Adilla Dwi Nur Yadika
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2892

Abstract

Luka adalah terputusnya kontinuitas jaringan akibat substansi jaringan yang rusak atau hilang sehingga dapat menyebabkan kerusakan fungsi perlindungan kulit dan dapat disertai dengan kerusakan jaringan lain. Luka dapat terjadi akibat terjatuh, kecelakaan kendaraan bermotor, trauma tajam atau tumpul, maupun proses pembedahan. Jenis luka yang terjadi dapat berupa luka lecet (70,9%), luka robek (23,2%), luka memar, luka sayat, luka tusuk, maupun luka tembak. Prevalensi luka di Indonesia menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013 mencapai 8,2%. Perawatan luka umumnya masih menggunakan suatu metode untuk berbagai kondisi luka. Perawatan luka harus menyesuaikan kondisi dan problem luka yang terjadi sehingga proses penyembuhan luka dapat berlangsung dengan baik dalam waktu yang singkat tanpa adanya gangguan akibat luka yang akan berdampak pada produktivitas kerja dan biaya yang dikeluarkan dalam perawatan luka. Kata kunci: Luka, perawatan luka, kondisi luka, problem luka
Permodelan Probabilitas Kejadian Stunting Sutarto Sutarto; Dyah Wulan Sumekar; Sofyan Musyabiq Wijaya; Reni Indriyani
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2198

Abstract

Stunting atau perawakan pendek (shortness) adalah suatu keadaan tinggi badan (TB) seseorang yang tidak sesuai dengan umurnya. Berbagai hal penting untuk perlu dipahami di Indonesia mempunyai masalah gizi, ditandai banyak kasus gizi kurang anak balita, sehinga dapat berakibat stunting. Sangat banyak dan beragam faktor risiko yang berpengaruh terhadap stunting, sehingga rumusan masalahnya adalah belum ada permodelan kejadian stunting di Lampung Selatan. Untuk mengetahui permodelan determinan kejadian stunting di Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan. Menggunakan desain Case Control Study, dilakukan di Kabupaten Lampung Selatan dengan populasi balita/orang tuanya di desa Kemukus dan Bangun Rejo, Kecamatan Ketapang dan sampel terpilih sebanyak kasus 52 orang dan kontrol 52 orang. Hasil akhir uji permodelan stunting yang paling baik dalam penelitian ini, berupa persamaan model kejadian stunting (Y) = -2,713 + 1,768 (Jenis ANC) + 1,543 (Tindakan Persalinan) + 1,135 (Kelengkapan ANC). Persamaan ini merupakan perwujudan dari persamaan P=(1/1+e-y). Persamaan model stunting ini dapat digunakan untuk memprediksi kemungkinan (probabilitas) kejadian stunting di wilayah ini. Misalkan ke-3 variabel di atas tidak ada maka probabilitas stunting sebesar 93,7% dan jika sebaliknya, probabilitas stunting sebesar oleh 15,2%. Status permodelan stunting cukup baik, menurut test Hosmes dan Lemeshow (77,9%) dan nilai kualitas 682 (68,2%). Determinan kejadian di wilayah kecamatan Ketapang adalah pada kualitas pelayanan antenatal care dan jenis tindakan persalinan, yaitu jenis petugas pelayanan antenatal care (ANC), jenis tindakan persalinan dan kelengkapan sewaktu ANC. Upaya menekan kejadian stunting di wilayah Ketapang, harus dilakukan tindakan peningkatan kualitas pelayanan ANC dan tindakan persalinan disarankan dilakukan di unit fasilitas pelayanan kesehatan.Kata kunci: permodelan, determinan, stunting
Perbandingan Efektivitas Ekstrak Propolis Dalam Menghambat Pertumbuhan Pertumbuhan Bakteri Gram Positif (Staphylococcus aureus) danGram Negatif (Escherichia coli) Secara In Vitro Ety Apriliana; Agustyas Tjiptaningrum; Retno Julianingrum
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2216

Abstract

Pengobatan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan antibiotik sudah mulai mengalami resistensi, sehingga sejumlah upaya telah dilakukan untuk mengembangkan alternatif. Ekstrak propolis yang mengandung senyawa flavonoid, CAPE, dan asam fenolat merupakan salah satu bahan alam yang memiliki banyak manfaat, salah satunya memiliki sifat antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat perbedaan daya hambat ekstrak propolis terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ekstrak propolis dibagi menjadi 5 konsentrasi (konsentrasi 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%) dengan propilen glikol sebagai pengencer. Pengujian daya hambat menggunakan metode disk diffusion Kirby-Bauer dengan empat kali pengulangan. Amoksisilin digunakan sebagai kontrol positif Staphylococcus aureus, seftriakson sebagai kontrol positif Escherichia coli dan aquades sebagai kontrol negatif. Pada hasil penelitian konsentrasi yang efektif dari ekstrak propolis untuk Staphylococcus aureusadalah 100% dengan mean 8,625 mm dan tidak terdapat zona hambat untukEscherichia coli. Ekstrak propolis memiliki daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus tetapi tidak memiliki daya hambat terhadap bakteri Escherichia coli.Kata kunci: daya hambat pertumbuhan,ekstrak propolis,Escherichia coli, Staphylococcus aureus
Maturity Onset Diabetes of the Young (MODY) : Diagnosa dan Tatalaksana Jhons Fatriyadi Suwandi; Dian Isti Angraini; Syfa Dinia Putri
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2232

Abstract

Maturity Onset Diabetes of the Young (MODY), merupakan salah satu bentuk dari defek sel beta pankreas akibat mutasi genetik. Hingga saat ini terdapat lebih dari 10 mutasi fenotip gen yang mendasari terjadinya MODY. MODY mengenai seseorang di onset yang muda biasanya pada dekade dua dan berkaitan erat dengan riwayat diabetes yang kuat dalam keluarga. MODY dilaporkan sebagai bentuk paling umum dari diabetes monogenik dan mempengaruhi 1-2% dari semua pasien diabetes di Eropa. Penelitian terbaru telah melaporkan prevalensi MODY 21-45/1.000.000 anak dan 100/1.000.000 orang dewasa. Telah ditentukan bahwa 5% dari individu yang didiagnosis dengan diabetes sebelum usia 45 tahun memiliki MODY, dengan 80% dari individu salah didiagnosis memiliki tipe 1 (T1DM) atau tipe 2 diabetes mellitus (T2DM). Orang dengan MODY mungkin hanya memiliki gejala diabetes ringan atau tidak ada dan hiperglikemia ditemukan selama tes darah rutin. MODY sering sekali terlambat didiagnosis bahkan terjadi misdiagnosis karena sifatnya yang tidak khas sehinga dibutuhkan kehati-hatian dalam penegakkan diagnosis. Standar baku pemeriksaan MODY yaitu menggunakan analisis gen. Terapi yang dapat diberikan berdasarkan pada jenis MODY sangat spesifik, karena setiap tipe memiliki karakteristik klinis tersendiri. Pada MODY 2 dan 4 dapat dilakukan tatalaksana diet dibandingan MODY tipe lain yang membutuhkan obat anti diabetes atau insulin.Kata kunci: diagnosis, karakteristik klinis, maturity onset diabetes of the young (MODY), terapi
Recovery Of Intra Parenchym Lesion Hemorragic Stroke Dewi Nur Fiana
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2878

Abstract

Recovering from a stroke can be a lengthy process that requires patience, hard work, and commitment. It may take years to recover. Recovery time after a stroke is different for everyone—itcan take weeks, months, or even years. Some people recover fully, but others have long-term orlifelong disabilities. Strokes can cause significant impairment in language, cognition, motor, andsensory skills.  This is why it’s considered to be a leading cause of serious long-term disability. Thehemorrhage at the left cortex and subcortex of temporal lobe gives manifestation to contralateralhemiparesis. In acute setting, we should optimize the cerebral blood oxygen perfusion, so thepenumbra area can survive.  After surviving the acute stage,  we have to assest functional prognosisin activities and optimized it because patient  still has the contralateral extremities to help withactivities. Keywords:  Functional ability, Hemorrhagic stroke, Rehabilitation,
Pengaruh Paparan Asap Rokok Terhadap Koklea Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Sprague dawley Evi Kurniawaty; T.A. Larasati; Mira Kurnia
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2211

Abstract

Rokok dapat menyebabkan berbagai macam kerusakan organ termasuk koklea sebagai organ pendengaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paparan asap rokok terhadap kerusakan koklea tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley secara histopatologis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan desain pos ttest only control group design dengan menggunakan 18 ekor tikus putih galur Sprague dawley yang dibagi ke dalam 2 kelompok dan diberi perlakuan selama 14 hari. K1 diberi makan minum biasa, K2 dipapar asap rokok 3 batang/hari selama 14 hari, Hasil kerusakan koklea pada terdapat kerusakan sebanyak K1: 27%; K2: 80%; setiap 9 preparat mikroskopis Data diuji dengan Uji Kolmogorov-Smirnov, didapatkan p=0,037 (p<α) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh paparan asap rokok terhadap koklea tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley secara histopatologis. Kata kunci: histopatologi, koklea, rokok
Mekanisme Ivabradine sebagai Terapi Gagal Jantung dengan Penurunan Fraksi Ejeksi Jhons Fatriyadi Suwandi; Giska Tri Putri; Puji Indah Permatasari
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2227

Abstract

Gagal jantun merupakan sindrom klinis yang kompleks dimana fungsi-fungsi jantung abnormal dengan gejala klinis dan tanda berupa berkurangnya curah jantung, paru, kongesti sistemik atau keduanya saat fase istirahat atau beraktivitas. Gagal jantung merupakan bagian akhir dari perjalanan penyakit jantung. Peningkatan prevalensi gagal jantung akan menambahkan beban sosio-ekonomi, dan akan terus bertambah akibat rehospitalisasi. Terapi pada gagal jantung ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, menurunkan gejala serta mengurangi angka rehospitalisasi. Pada pasien dengan gagal jantung dengan penurunan fraksi ejeksi dengan denyut jantung di atas 70 kali permenit, Ivabradine diindikasikan untuk mengoptimalkan terapi.Kata kunci: Gagal jantung, Ivabradine, Terapi
Korelasi Antara Kepadatan Parasit Dengan Status Hematologi Pada Penderita Malaria Di Wilayah Kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran Putu Ristyaning Ayu S; Km. Allan Wahyu Permana
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2873

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit yang banyak ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles sp. penyakit malaria disebabkan oleh infeksi parasit dalam genus plasmodium, infeksi malaria menyebabkan perubahan pada status hematologi yang berkaitan dengan tingkat endemisitas daerah, latar belakang hemoglobinopati, faktor demografis dan imunitas terhadap malaria, namun hal ini belum terlalu diketahui secara pasti karena proses patogenesis yang rumit. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekan potong lintang dengan jumlah subjek sebanyak 38 subjek dengan teknik pengambilan consecutive sampling. data yang diperoleh akan dianalisis dengan peranti lunak menggunakan uji korelasi Pearson.. Hasil penelitian menunjukkan 38 subjek penelitian didapatkan rata-rata angka kepadatan parasit pada subjek penderita malaria adalah 4.088 parasit/μL, rerata hemoglobin 13 g/dL, rerata hematokrit 40%, rerata leukosit 6,111sel/μL dan rerata trombosit 88,434 sel/μL. dari uji korelasi Pearson menunjukan adanya korelasi yang bermaksan antara kepadatan parasit dengan hemoglobin, hematokrit dan jumlah hitung trombosit (p=<0,05) namun tidak ditemukan korelasi yang bermakna antara kepadatan parasit dengan jumlah leukosit (p =>005). Kata Kunci: Malaria, Plasmodium, Hematologi