cover
Contact Name
Intan Kurniawati Pramitaningrum
Contact Email
jurnalmitrakesehatan@stikesmitrakeluarga.ac.id
Phone
+6282136005597
Journal Mail Official
jurnalmitrakesehatan@stikesmitrakeluarga.ac.id
Editorial Address
STIKes Mitra Keluarga,jl pengasinan,margahayu,bekasi timur
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mitra Kesehatan
ISSN : 25803379     EISSN : 27160874     DOI : 10.47522
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Mitra Kesehatan adalah jurnal yang memuat artikel penelitian di bidang kesehatan. Fokus penelitian yang dipublikasikan terkait dengan aspek: Bidang Gizi Klinis Bidang Gizi Masyarakat Pangan dan Gizi Inovasi Pangan Hematologi Parasitologi Biokimia Laboratorium Kesehatan Teknologi Laboratorium Farmakologi Farmasi Keperawatan Jiwa Keperawatan Anak Keperawatan Maternitas Keperawatan Medikal Bedah Keperawatan Keluarga Keperawatan Komunitas Jurnal Mitra Kesehatan diharapkan mampu menjadi media publikasi hasil penelitian bagi dosen dan mahasiswa yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas terutama dalam bidang kesehatan. Jurnal Mitra Kesehatan diterbitkan 2 kali dalam setahun (bulan juni dan Desember)
Articles 196 Documents
GAMBARAN FAKTOR RISIKO PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DI POLI JANTUNG RSAL dr. MINTOHARJO Susanti, Devi; yanti, Lastri
Jurnal Mitra Kesehatan Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data World Health Organisastion Tahun 2012 menunjukkan bahwa sebanyak 17.5 juta orang meninggal dunia akibat penyakit jantung koroner. Berbagai faktor risiko yang menyebabkan terjadinya Penyakit Jantung Koroner. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko yang menyebabkan penyakit jantung koroner di RSAL Dr. Mintohardjo Jakarta. Metode yang digunakan adalah desain cross-sectional dengan menggunakan kuesioner kepada 95 pasien yang kontrol rawat jalan di poli Jantung RSAL. Dr Mintohardjo Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar berusia ≥ 55 tahun sebanyak 65 orang, berjenis kelamin laki-laki sebanyak 53 orang dan tidak memiliki riwayat merokok sebanyak 52 orang. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah faktor risiko yang dapat dimodifikasi pada penderita penyakit jantung koroner adalah perokok pasif sedangkan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah usia ≥ 55 tahun dan jenis kelamin laki-laki. Penelitian ini menjadi dasar untuk penelitian berikutnya dan diharapkan mengindentifikasi factor risiko lainnya dalam jumlah sampel yang lebih besar.
ASUPAN ZAT GIZI PADA IBU HAMIL ANEMIA DAN KADAR FERITIN RENDAH Muhammad Nur Hasan Syah; Hasnah Supiah; Anang S. Otoluwa; Nurhaedar Jafar; Burhanuddin Bahar
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v1i1.2

Abstract

Pendahuluan: Pola konsumsi wanita di Indonesia pada umumnya mengandung zat besi kualitas rendah. Sumber bahan makan lebih banyak dari bahan sayuran dimana kadar zat besi pada sumber nabati diketahui memiliki kualitas besi yang rendah dan untuk penyerapan memerlukan bantuan zat pendorong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan asupan zat gizi pada ibu hamil berdasarkan kadar hemoglobin dan kadar feritin. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 71 ibu hamil. Pengumpulan data selama 2 bulan, September – Oktober 2012. Pemeriksaan Hemoglobin dilakukan dengan cara cyanmethemoglobin dan kadar besi dengan menggunakan metode HPLC. Hasil: Hasil yang diperoleh adalah 32,4% anemia dan 5,6% memiliki kadar feritin rendah. Berdasarkan analis pada kedua kondisi memiliki asupan energi rendah, yaitu 42% Angka Kecukupan Gizi (AKG). Asupan protein cukup sekitar 70% AKG dan 68% AKG. Aupan zat gizi mikro dibagi  menjadi dua bagian, vitamin E, vitamin C, tiamin, riboflavin, niasin, dan seng memiliki asupan yang rendah yaitu 20-50% AKG. Bagian lainnya, folat dan besi memiliki asupan sangat rendah yaitu <20% AKG. Kesimpulan: Asupan zat gizi pada ibu hamil anemia dan kadar feritin rendah memperlihatkan asupan yang rendah dibanding AKG. Disarankan ibu hamil dapat diberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang konsumsi makanan bergizi seimbang.
GAMBARAN PENGETAHUAN PARA IBU MENGENAI BORAKS DAN FORMALIN DI LINGKUNGAN PENGASINAN Elfira Maya Sari; Siti Nurfajriah
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v1i1.3

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu – ibu terhadap boraks dan formalin yang terkandung didalam makanan sebagai bahan pengawet berbahaya. Metode: Lokasi penelitian berada di wilayah pengasinan, bekasi timur dengan sampel berjumlah 30 orang ibu. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai dengan Mei 2016. Desain penelitian menggunakkan analitik kuantitatif intervensi, pengumpulan dan pengolahan data secara manual berupa hasil scoring pengetahuan. Hasil: Dari 30 orang responden 62.5% memiliki pengetahuan cukup, 21,9% persen memiliki pengetahuan kurang dan sisanya memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai bahan pengawet berbahaya. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan sebanyak 20 (62,5%) responden memiliki pengetahuan yang cukup tentang jajanan kebutuhan pokok yang mengandung bahan pengawet berbahaya dan masih ada pengetahuan yang kurang sebesar 21,9%.
SKRINNING RHIZOBAKTERI MANGROVE Rhizosphora Sp. PENGHASIL AMILASE Siti Nurfajriah; Maulin Inggraini; Noor Andryan Ilsan
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v1i1.4

Abstract

Pendahuluan: Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang kaya akan nutrisi karena dipengaruhi oleh pasang surut air laut, asupan air tawar dari daratan, akumulasi mineral, dan aktivitas mikroorganisme. Kondisi tersebut menghasilkan ekosistem yang unik dan memiliki keanekaragaman mikroorganisme. Rhizobakteri adalah bakteri yang hidup pada daerah rhizosfer dan membentuk koloni pada sistem perakaran tumbuhan. Rhizobakteri diketahui memiliki bermacam enzim, salah satunya antara lain enzim amilase. Enzim amilase banyak digunakan di industri makanan, tekstil, dam kertas. Metode: Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan menskrining amilase yang dihasilkan rizhobakteri dari tanaman mangrove dan bakteri serasah pada mangrove Rhizophora Sp. Isolasi bakteri dilakukan dengan seri pengenceran yang ditumbuhkan dalam medium zobell. Skrinning aktivitas amilase dilakukan dengan menumbuhkan bakteri dalam medium zobell agar yang mengandung pati. Hasil: Isolat rhizobakteri yang berhasil diisolasi dari tumbuhan mangrove muda, mangrove tua, dan serasah berjumlah 42 isolat. Hasil skrining menunjukkan 30 isolat mampu menghasilkan a-amilase. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa isolat Rhizobakteri mangrove yang berhasil diisolasi dari akar tanaman mangrove Pulau Bira Kepulauan Seribu sebanyak 42 isolat dan 30 isolat menghasilkan enzim a-amilase. Isolat yang paling banyak menghasilkan enzim tersebut berasal dari rhizobakteri tanaman mangrove muda dan zona bening yang yang terbesar yaitu 7 mm.
ANALISA BETA KAROTEN PADA SAYURAN LOKAL DI INDONESIA Afrinia Eka Sari; Elfira Maya Sari
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v1i1.5

Abstract

Pendahuluan: Potensi sayuran sebagai antioksidan sangat besar mengingat sayur termasuk kedalam menu utama makan yang dikonsumsi setiap hari. Antioksidan memiliki fungsi untuk mencegah terbentuknya radikal bebas yang terjadi akibat pencemaran atau polusi. Metode: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa kandungan beta karoten pada sayuran lokal di Indonesia dengan cara kuantitaif menggunakkan alat spektrofotometri dengan panjang gelombang 350 – 550 nm. Sampel yang digunakan adalah wortel, labu kuning, bayam merah, jagung, kol ungu, terong ungu, bit merah, cabai merah, tomat dan bayam. Pengukuran sampel dibandingkan dengan standar beta karoten murni, pengukuran dilakukan triplo. Hasil: Pengukuran seri larutan standar beta karoten dimulai dari konsentrasi 1,5 ppm, 3 ppm dan 5 ppm diperoleh R = 0.985. Kesimpulan: Dari hasil pengukuran sampel diperoleh bahwa urutan kandungan beta karoten dari yang tertinngi adalah cabai merah, wortel, jagung manis, bayam merah, labu kuning, tomat, bayam hijau, bit merah, kentang, terong ungu.
PERANAN FAUNA LALAT DALAM BIDANG KESEHATAN DI PASAR TRADISIONAL KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Intan Kurniawati Pramitaningrum
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v1i1.6

Abstract

Pendahuluan: Lalat merupakan salah satu serangga yang berperan dalam masalah kesehatan sebagai vektor mekanik penyakit. Lalat memiliki kebiasaan hidup di sanitasi buruk seperti pasar. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran sanitasi pasar tradisional di Kabupaten Sleman, Daetah Istimewa Yogyakarta, mengetahui fauna lalat, hubungan sanitasi pasar dengan parasit usus yang ditemukan pada tubuh lalat, mengetahui hubungan sanitasi pasar dengan parasit usus, mengetahui hubungan kepadatan lalat dengan jumlah pasasit usus dan mengetahui kemampuan lalat sebagai vektor mekanik setelah dipaparkan dengan tinja yang mengandung parasit usus. Metode: Penelitian ini bersifat obeservasional dan eksperimental. Lalat dikoleksi dari 6 pasar tradisional menggunakan sweep net selama 3 hari dan diperiksa parasit ususnya di Laboratorium Parasitologi UGM. Data dianalisis dengan Fisher’s Exact Test (a=0,05). Pasar Cebongan, P. Sleman dan P. Condongcatur memiliki sanitasi baik, sedangkan P. Gamping, P. Godean dan P. Ngino memiliki sanitasi buruk. Fauna lalat yang ditemukan adalah M. domestica ,C.megacephala dan Sarcophaga spp. Hasil: Parasit usus tidak ditemukan dari tubuh  lalat yang dikoleksi. Kepadatan lalat tidak memiliki hubungan dengan jumlah parasit usus pada tubuh lalat. Kesimpulan: Lalat M. domestica mampu berperan sebagai vektor mekanik setelah dipaparkan dengan tinja yang mengandung parasit usus.
EFEK TERAPI MUSIK & DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI, FREKUENSI NADI, FREKUENSI PERNAPASAN PADA PASIEN KANKER PARU Aprillia Veranita; Ni Luh Widani; Wilhelmus Hary Susilo
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v1i1.7

Abstract

Pendahuluan: Kanker paru adalah pertumbuhan sel yang tidak terkendali pada paru-paru yang sering menimbulkan nyeri dan sesak napas. Manajemen nyeri yang tepat diperlukan untuk menangani respon nyeri.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik & Deep Breathing Exercise (DBE) terhadap penurunan nyeri, frekuensi nadi dan pernapasan pada pasien kanker paru. Metode: Penelitian ini merupakan studi  quasi experimental pre-post test with control group dengan teknik purposive sampling ,terdiri dari 86 responden kelompok intervensi dan 22 kelompok kontrol di RSUP Persahabatan. Nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis yang digunakan adalah Uji regresi linear berganda, Paired sampel t-test,  Independent t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukan perbedaan bermakna nilai skala nyeri, frekuensi pernapasan dan nadi  sebelum dan sesudah intervensi terapi musik dan Deep Breathing Exercise (DBE) (p=0,000). Kesimpulan: Penurunan skala nyeri, frekuensi pernapasan dan nadi kelompok intervensi lebih besar dari pada kelompok kontrol. Penelitian ini merekomendasikan terapi musik & DBE sebagai intervensi mandiri keperawatan untuk mengurangi nyeri kanker paru.
CITRA TUBUH NEGATIF CENDERUNG MENURUNKAN ASUPAN GIZI PADA REMAJA PEREMPUAN Alfi Fairuz Asna; A. Fahmi A. Tsani; M. Juffrie
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v1i1.8

Abstract

Pendahuluan: Remaja adalah periode transisi yang melibatkan perubahan perkembangan fisiologis, psikologis, dan sosial yang dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan cenderung menjadi obesitas di masa dewasa. Pada masa remaja ada perubahan fisik, biologis, dan kognitif, cepat dan drastis. Perubahan yang cepat ini membuat respons remaja yang sangat memperhatikan bentuk tubuh mereka dan ingin menurunkan berat badannya. Untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh, asupan makanan dan aktivitas fisik di kalangan remaja perempuan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional, pada 140 siswa SMU di Yogyakarta. Citra tubuh diukur dengan gambar tubuh-34 kuesioner; asupan makanan yang diukur dengan recall 24 jam yang dilakukan selama 3 hari, mewakili hari kerja dan akhir pekan, dan aktivitas fisik yang diukur dengan aktivitas recall.Data dianalisis dengan uji-T. Hasil: Ada 22,14% wanita muda yang diketahui mengalami ketidakpuasan dengan citra tubuh. T-test menunjukkan bahwa, ada hubungan yang signifikan antara citra tubuh dan asupan gizi (p<0,05). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan secara statistik antara citra tubuh dengan asupan gizi.
PEMBUATAN ROTI TAWAR SUBTITUSI TEPUNG UBI UNGU Tri Marta Fadhilah
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v1i1.9

Abstract

Pendahuluan: Roti Tawar merupakan roti yang terbuat dari adonan tepung terigu tanpa menggunakan telur dengan gula sedikit. Pemanfaatan bahan lokal ubi ungu pada pembuatan roti tawar bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas, tingkat kesukaan dan mengetahui kandungan antosianin. Metode: Desain eksperimen yang digunakan desain acak sempurna dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode penilaian subjektif dan objektif. Analisisi deskriptif prosentasi digunukan untuk menganalisis kesukaan dari roti tawar subtitusi tepung ubi ungu. Hasil: Roti tawar yang dihasilkan terdapat adanya perbedaan kualitas yang ditinjau dari aspek warna (dalam dan luar), aroma, rasa dan tekstur. Hasil yang banyak disukai yaitu roti tawar subtitusi tepung ubi ungu 10%. Kandungan zat anthosianin dan serat paling tinggi terdapat pada roti tawar subtitusi tepung ubi ungu 30% yaitu 235,89 mg zat anthosianin dan 2,34% serat. Kesimpulan: Kesimpulan bahwa semakin banyak pemberian tepung ubi ungu pada pembuatan roti tawar maka akan mempengaruhi kualitas hasil roti tawar dan semakin tinggi kandungan zat antosianin dan serat pada roti tawar.
FAKTOR KEJADIAN IN-STENT RE-STENOSIS PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER Devi Susanti; Elly Nurachmah; Tuti Herawati
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v1i1.10

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Jantung Koroner adalah penyakit yang diakibatkan penyempitan pembuluh darah koroner akibat aterosklerosis. Salah satu penatalaksanaan Penyakit Jantung Koroner adalah pemasangan stent untuk mengatasi sumbatan pada pembuluh darah jantung. Tindakan tersebut dapat berulang apabila terjadi sumbatan pada lokasi pembuluh darah yang terpasang stent atau disebut in-stent re-stenosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor – faktor yang berhubungan dengan tindakan PCI berulang. Metode: Desain penelitian menggunakan desain non eksperimental jenis cross sectional analitik. Responden sebanyak 70 orang, diperoleh melalui teknik consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (chi square dan uji t tidak berpasangan) serta multivariat (regresi logistik berganda). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat merokok memiliki hubungan yang signifikan dan merupakan faktor dominan dengan tindakan PCI berulang. Kesimpulan: Implikasi hasil penelitian dalam keperawatan  peningkatan peran perawat sebagai pendidik dalam memberikan pendidikan kesehatan tentang in-stent re-stenosis khususnya pengendalian faktor risiko khususnya kebiasaan merokok pada pasien yang terpasang stent dalam mencegah re-stenosis.

Page 5 of 20 | Total Record : 196