cover
Contact Name
Yassyir Maulana
Contact Email
yassyir_maulana@uniska-bjm.ac.id
Phone
+6281545773317
Journal Mail Official
jieom.journal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adhyaksa No. 2, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM)
ISSN : -     EISSN : 26208148     DOI : -
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) merupakan Jurnal Ilmiah Teknik Industri yang diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan November. Bidang fokus Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) adalah sebagai berikut : Supply Chain Management Research and Development Design Layout Quality Control Industrial Simulation Ergonomy Production Management Design Product (Tool, machine, etc) Project Management Maintenance Productivity Service Quality Management
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2025)" : 22 Documents clear
Penerapan Metode EOQ Dan Min-Max Dalam Manajemen Stok Material Di Warehouse PT. Kaltim Methanol Industri Harashta, Hafidz Raif; Tranggono, Tranggono
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v8i2.17507

Abstract

Persediaan yang efektif merupakan salah satu elemen penting dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen stok material consumable di warehouse PT. Kaltim Methanol Industri melalui penerapan metode Economic Order quantity (EOQ) dan Min-Max Inventory. Metode EOQ digunakan untuk menentukan kuantitas pemesanan yang optimal guna meminimalkan total biaya persediaan, sedangkan Min-Max Inventory membantu dalam menetapkan batas minimum dan maksimum stok untuk mencegah kekurangan atau kelebihan persediaan. Penelitian ini menganalisis data historis konsumsi material, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan untuk menghitung parameter optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kombinasi kedua metode ini berhasil meningkatkan efisiensi pengelolaan stok, mengurangi frekuensi pemesanan, menentukan jumlah pesanan yang optimal, serta mengoptimalkan tingkat persediaan material consumable. Implementasi sistem ini memberikan dampak positif terhadap efektivitas operasional dan penghematan biaya perusahaan.Kata Kunci: Economic Order quantity, Min-Max Inventory, Persediaan.
Penentuan Alternatif Strategi Mitigasi Risiko Kecelakaan Kerja Pada Industri Manufaktur Di PT. XYZ Dengan Mengintegrasikan Analytical Network Proccess (ANP)-TOPSIS Sugiono, Mohammad Cipto; Nurwildani, M Fajar; Siswiyanti, Siswiyanti; Zulfah, Zulfah
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v8i2.19983

Abstract

Pengelolaan manajemen risiko dalam industri manufaktur terkait risiko kecelakaan kerja memiliki peranan yang penting dalam menunjang proses produksi suatu perusahaan. PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang industri logam. PT. XYZ memiliki  permasalahan terkait risiko kecelakaan kerja yang terjadi pada bagian proses produksi, karena terdapat beberapa faktor penyebab kecelakaan kerja. Oleh karena itu, perlu diketahui penyebab yang memperngaruhi risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan menentukan mitigasi alternatif risiko kecelakaan kerja, dengan menentukan kriteria dan subkriteria yang menjadi penyebab risiko kecelakaan kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analytical Network Process (ANP) untuk menilai pembobotan dari setiap kriteria dan subkriteria yang telah teridentifikasi, kemudian dilanjutkan dengan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk merangking alternatif apa yang akan digunakan dalam mitigasi risiko kecelakaan kerja. Dengan hasil perangkingan alternatif yang tertinggi yaitu alternatif perbaikan pada SOP dan kontroling dengan hasil nilai preferensi 0,6281, kemudian alternatif memperbaiki standar penerapan K3 dengan nilai preferensi 0,4068, lalu yang terakhir alternatif training pekerja dengan nilai preferensi 0,2041.Kata Kunci:  Manajemen risiko, Kecelakaan kerja, mitigasi, ANP-TOPSIS   
Job Safety Analysis (JSA) Dengan Pendekatan FMEA Dan Fishbone Diagram Pada Pemasangan Scaffolding Dalam Proyek Instalasi Annulus Operating Access Wibowo, Nugroho Aji; Andivas, Marulan; Harits, Dimaz; Misrianto, Misrianto
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v8i2.17240

Abstract

Perusahaan yang beroperasi dalam industri minyak dan gas di Balikpapan terlibat dalam proyek instalasi Annulus Operating Access, mencakup pekerjaan seperti pengangkutan manual, pemasangan scaffolding, dan pembongkaran perancah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja dalam pemasangan scaffolding di PT. XYZ, yang beroperasi dalam bidang sektor minyak dan gas. Mengingat tingginya potensi bahaya dalam proyek ini, metode analisis yang digunakan meliputi analisis keselamatan kerja, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), serta diagram sebab-akibat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pre-job housekeeping memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) maksimal, yaitu 240, hal ini menandakan adanya risiko signifikan yang perlu segera ditangani. Rekomendasi perbaikan yaitu perlu peningkatan pelatihan keselamatan untuk memastikan pekerja memahami prosedur dan risiko, menggunakan APD, serta pengawasan kerja yang ketat. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan risiko kecelakaan dapat di minimalisir dan keselamatan pekerja meningkat, sehingga proyek dapat berjalan lancar. Kata Kunci:  Failure Mode and Effect Analysis, Fishbone diagram, Job Safety Analysis , Risiko keselamatan kerja, Scaffolding.
Pengendalian Kualitas pada Produksi Air Minum Dalam Kemasan Menggunakan Metode Failure Mode Effect Analysis di CV. XYZ Silalahi, Sindya Erwiyani; A. Gani, Subhan; Fatimah, Fatimah
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v8i2.16904

Abstract

CV. XYZ merupakan salah satu industri air minum dalam kemasan dengan produk utamanya adalah air siap minum dalam kemasan gelap (cup) volume 220 mililiter. Perusahaan ini telah menetapkan batas toleransi produk cacat sebesar 3% dari jumlah yang diproduksi, namun perusahaan sering mendapatkan produk cacat yang melewati batas toleransi yakni sebesar 7% selama rentang bulan Januari-Mei 2024. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir jenis cacat dan melakukan usulan perbaikan. Metode yang digunakan adalah diagram sebab-akibat (Fishbone diagram) dan FMEA. Diagram fishbone digunakan untuk mendidentifikasi akar masalah, sedangkan FMEA digunakan untuk menetapkan penyebab kegagalan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kepada responden yang berasal dari bagian produksi. Hasil penelitian mendapatkan bahwa jenis cacat tertinggi yaitu penutup (lid) kemasan cup bocor, diikuti dengan volume air dalam cup kurang, dan yang terakhir adalah pemasangan penutup plastik cup letaknya miring. Dengan menggunakan metode FMEA maka dapat diperoleh saran untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain dengan memastikan mesin sealing beroperasi pada suhu optimal, melakukan pengecekan kualitas plastik penutup sebelum digunakan, menggunakan kontrol otomatis untuk menyesuaikan aliran air berdasarkan level tangka, dan memastikan agar cup dan logo sesuai dengan spesifikasinya serta memastikan area disekitar sealing dan area penyimpanan penutup dibersihkan secara rutin. Kata kunci: Pengendalian Kualitas, Produk Cacat, FMEA, Diagram Sebab-Akibat, Air Minum Kemasan Cup  
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Menggunakan Pendekatan Economic Order Quantity Untuk Efisiensi Pemesanan Bahan Baku pada PT. Murni Mapan Makmur Purwosari Ardiansah, Ferizki; Asy'ari, Subchan
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v8i2.19976

Abstract

Menjaga ketersediaan bahan baku dalam jumlah tepat penting untuk kelancaran produksi dan pemenuhan permintaan pasar. PT. Murni Mapan Makmur Purwosari, perusahaan manufaktur plastik, menghadapi tantangan akibat fluktuasi permintaan yang menyebabkan kelebihan atau kekurangan stok. Hal ini mengganggu efisiensi produksi dan meningkatkan biaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Economic Order Quantity (EOQ) untuk mengevaluasi sistem persediaan. EOQ menghitung jumlah dan frekuensi pemesanan paling ekonomis dengan mempertimbangkan biaya pemesanan dan penyimpanan. Hasilnya, metode ini membantu perusahaan memesan bahan baku secara efisien dan mengurangi risiko kekurangan atau kelebihan stok.Kata Kunci:  Economic Order Quantity (EOQ), Pengelolaan Persediaan, Ketersediaan Bahan Baku.
Usulan Interval Waktu Preventive Maintenance Pada Work Station Granulation Unit System Di PT. OPQ Muhammad Inal Ilham; Sri Meutia; Syarifuddin Syarifuddin
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v8i2.16494

Abstract

Work Station Granolation Unit System merupakan sebuah work station yang berfungsi sebagai tempat finishing urea seed menjadi urea granule. Perusahaan sering mendapati masalah pada work station ini, permasalahan itu berupa terhambat atau bahkan berhentinya proses produksi. Hal ini disebabkan karena seringnya terjadi kerusakan tiba-tiba pada mesin operasi. Salah satu penyebabnya, dalam rentang waktu 2016 s/d 2023 terdapat 143 kerusakan yang terjadi dan menyebabkan downtime sebesar 1550 jam dengan rata-rata 10,839 jam/kerusakan. Kerusakan tersebut menyebabkan kerugian berupa kegagalan produksi urea granule sebesar 100.856,165 ton per periode 2016 s/d 2023 atau 45,16% per kerusakan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dilakukan preventive maintenance agar mencegah terjadinya kerusakan yang menyebabkan kegagalan produksi secara tiba-tiba. Berdasarkan pengolahan data, didapati interval waktu preventive maintenance, waktu perawatan yang optimum terhadap 25 komponen kritis.Kata Kunci:  Maintenance, Mean Time to Failure, Pareto, Preventive Maintenance
Pemanfaatan Gas Flaring Menjadi Produk Bahan Bakar Gas Sulardi, Sulardi; Nur Anugrah, Muhammad Sulchansyah
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v8i2.19081

Abstract

Salah satu permasalahan pada di lapangan produksi dan unit pengolahan minyak dan gas bumi adalah adanya gas hydrocarbonterbuang melalui gas flaring. Penelitian bertujuan memberikan gambaran proses pengolahan dan pemanfaatan gas flaringmenjadi produksi bahan bakar gas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan studi kasus di unit flare gas recovery system. Evaluasi value creation menggunakan metode analisis pancamutu quality, cost, delivery, safety dan moral. Hasil penelitian menunjukan inovasi pemanfaatan gas flaring dapat memproses 2.414.808 Nm3 gas flaring yang selama ini dibakar di flare stack menjadi produk bahan bakar gas (BBG) sebanyak 746.160 Nm3 dan produk komponen LPG sebanyak 9.415,44 Nm3 dengan total nilai value creation sebesar Rp. 6.820.795.998 dalam sebulan. Program inovasi energi terbarukan ini juga dapat mereduksi paparan gas terbuang di flare stack sebesar 75,41% gas flaring menjadi energi baru berupa bahan bakar gas.Kata kunci: Gas Flaring, Flare Gas Recovery System, Value Creation.
Perencanaan Agregat Dengan Metode Forecasting Model ARIMA dan Agregat Planning Heuristik Indah, A. Besse Riyani; Aswal, A Haedir; Ikasari S, Diniary; Mangngenre, Saiful; Busri, Nur Khaerani; BJ, Muhammad Facheruddin
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v8i2.19969

Abstract

Perencanaan produksi yang optimal sangat penting untuk meningkatkan efisiensi operasional, khususnya di industri manufaktur yang menghadapi fluktuasi permintaan. Penelitian ini dilakukan di PT. Ciomas Adisatwa Maros dengan tujuan mengoptimalkan produksi menggunakan metode forecasting ARIMA dan strategi perencanaan agregat heuristik. Data historis permintaan McDonald’s (Mcd R) digunakan sebagai dasar peramalan, dengan model ARIMA (1,1,1) terpilih sebagai model terbaik. Tiga skenario perencanaan agregat dianalisis yaitu existing, pengendalian tenaga kerja, dan pengendalian overtime. Hasil menunjukkan bahwa skenario pengendalian overtime memberikan efisiensi biaya tertinggi dengan penghematan sebesar 21,37% dibandingkan skenario existing. Kombinasi ARIMA dan metode heuristik terbukti efektif dalam menghasilkan perencanaan produksi yang efisien tanpa mengurangi kapasitas produksi. Temuan ini menjadi acuan penting bagi perusahaan dalam menyusun strategi produksi yang adaptif terhadap perubahan permintaan dan berkontribusi dalam peningkatan daya saing industri pengolahan pangan.Kata Kunci:  Perencanaan Agregat, ARIMA, Forecasting, Optimalisasi Produksi, Efisiensi Biaya
Penerapan Total Productive Maintanance Untuk Meningkatkan Efektivitas Mesin Steam Baglog Dengan Metode Overall Equipment Effectiveness Di UMKM Jamur Pak Saiful Alfiansyah, Muhammad Ilham; Asy'ari, Subchan
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v8i2.19999

Abstract

Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) dan pengukuran efektivitas mesin dengan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada proses budidaya jamur tiram. Mesin steam baglog yang digunakan untuk sterilisasi media tanam sering mengalami masalah seperti pemanasan yang kurang maksimal, konsumsi energi tinggi, dan kerusakan mendadak, yang mengganggu kelancaran produksi. Melalui penerapan TPM dan analisis OEE, efisiensi mesin diharapkan meningkat, waktu henti berkurang, dan kualitas hasil produksi membaik. Data dikumpulkan setiap bulan ntuk mengetahui penyebab utama penurunan efektivitas mesin. Hasil menunjukkan bahwa nilai OEE tertinggi mencapai 90,75% pada bulan April, dengan rata-rata 88,41%. Nilai ini menunjukkan bahwa mesin bekerja cukup efisien, meskipun masih diperlukan perbaikan dalam aspek perawatan. Penerapan strategi ini berpotensi meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya jamur tiram.Kata kunci : Total Productive Maintenance (TPM);Overall Equipment Effectiveness (OEE);mesin steam baglog;budidaya jamur tiram
Pemilihan Teknik Pengelasan Optimal antara MIG dan TIG Menggunakan Metode AHP Fathurrohman, Muhammad Viky; Adhi, Antono
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v8i2.19835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknik pengelasan yang optimal antara MIG (Metal Inert Gas) dan TIG (Tungsten Inert Gas) dalam proses produksi rangka bus di PT. Laksana Bus Manufaktur. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan mempertimbangkan tiga kriteria utama, yaitu kekuatan sambungan, efisiensi biaya, dan durasi waktu pengerjaan. Berdasarkan hasil perhitungan AHP, teknik MIG memperoleh bobot global sebesar 0,5863, lebih tinggi dibandingkan TIG yang hanya 0,3900. Kekuatan sambungan menjadi kriteria paling dominan dengan bobot 0,6333. Hasil ini menunjukkan bahwa teknik MIG lebih optimal untuk digunakan dalam skala produksi besar, meskipun TIG tetap relevan untuk aplikasi yang membutuhkan presisi tinggi. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi industri karoseri dalam menentukan metode pengelasan secara kuantitatif dan objektif.Kata Kunci:  pengelasan MIG, pengelasan TIG, AHP, pemilihan teknik, karoseri

Page 2 of 3 | Total Record : 22