cover
Contact Name
I Gede Boy Darmawan
Contact Email
igedeboy@staff.unila.ac.id
Phone
+6282376758013
Journal Mail Official
jgrs@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Geofisika Gedung L Fakultas Teknik Universitas Lampung Jalan Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung Lampung, Indonesia Kode Pos: 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Geosains dan Remote Sensing (JGRS)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 27223647     EISSN : 27223639     DOI : https://doi.org/10.23960/jgrs
Jurnal Geosains dan Remote Sensing (JGRS) merupakan jurnal ilmiah berkala di bidang geosains termasuk penginderaan jauh yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Universitas Lampung sebanyak 2 edisi yaitu setiap bulan Mei dan November dalam satu tahun. Artikel yang diterbitkan telah melalui proses blind review dan proses editorial sesuai dengan standar publikasi ilmiah. Topik artikel diutamakan dari hasil penelitian yang original dan penelaahan ilmu pengetahuan yang baru dari bidang ilmu geosains seperti sumber daya alam maupun mitigasi bencana termasuk pemanfaatan penginderaan jauh.
Articles 79 Documents
Identifikasi Jenis Fluida Pada Zona Target Hidrokarbon Berdasarkan Nilai Saturasi Air (Sw) di Lapangan Migas “BGS” Cekungan Jawa Timur Utara Bagus Sapto Mulyatno; Ordas Dewanto; Muhammad Sarkowi; Suharso
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 5 No 1 (2024): JGRS Edisi Mei
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.312

Abstract

Cekungan Jawa Timur Utara adalah back arc basin yang terkenal dengan kekayaan sumber daya hidrokarbonnya, menjadi fokus utama industri migas di Indonesia. Pada cekungan ini terdapat lapangan migas yang memiliki potensi signifikan dalam hal produksi minyak dan gas bumi. Untuk mengoptimalkan potensi ini, maka perlu pemahaman yang mendalam terkait jenis fluida yang ada pada reservoar. Salah satu parameter fisik yang penting dalam mengidentifikasi jenis fluida di dalam reservoar adalah nilai saturasi air (Sw). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis fluida berdasarkan nilai saturasi air pada 7 (tujuh) sumur yaitu BGS1, BGS2, BGS3, BGS4, BGS5, BGS6, dan BGS7. Penelitian ini menggunakan metode Well Logging dengan data log yang digunakan yaitu log gamma ray, log resistivitas, log porositas, dan log densitas. Berdasarkan hasil penelitian, pada Sumur BGS1 terdapat 5 zona dengan fluida minyak dan gas, sumur BGS2 terdapat 2 zona dengan fluida minyak dan gas, sumur BGS3 terdapat 2 zona dengan fluida minyak dan gas, sumur BGS4 terdapat 2 zona dengan fluida minyak, sumur BGS5 terdapat 1 zona dengan fluida minyak, sumur BGS6 terdapat 3 zona dengan fluida minyak dan gas, dan sumur BGS7 terdapat 1 zona dengan fluida minyak. Berdasarkan hasil analisis lapisan reservoar pada sumur BGS1, BGS2, BGS3, BGS4, BGS5, BGS6 dan BGS7 Cekungan Jawa Timur Utara secara umum didapatkan nilai saturasi air sebesar 20% - 70% dengan fluida gas-minyak.
Multidirectional Lineament Analysis from DEMNAS Digital Elevation Model, Application for Detection Permeability Zone Tulehu Geothermal Field, Central Moluccas Erwin Bakker
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 5 No 2 (2024): JGRS Edisi November
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.292

Abstract

The morphological lineament on the surface detected by satellite imagery expresses the geological structure in the form of faults, fractures, joints, and other geological structures. Identification of geological lineaments is useful for analyzing tectonic history, exploring geological resources, and mitigating geological disasters. Exploration of geological resources, one of which is geothermal, continues to be developed to meet the world's growing energy needs. Therefore, the main objective of this study is to extract lineaments using the multidirectional irradiation method from DEMNAS images applied to analyze the permeable zone in the Tulehu geothermal field, Central Moluccas. To optimally identify the geological lineament, lineament extraction is carried out using the multidirectional irradiation method from DEMNAS imagery which has a spatial resolution of 0.27 arcs, which is then quantified lineament density in a grid with an area of 1x1 km2. The quantification result of the highest lineament density is 3.47 km/km2. The permeability zone at the study site is at a lineament density value greater than 1.6 km/km2, which is associated with sedimentary rocks and lithological boundaries. Overall, the multidirectional method of DEMNAS images produces detailed visual images so that lineament extraction can be carried out optimally.
Spatial Analysis to Determine the Geothermal Potential Index: The Case Study of Dieng Geothermal Complex Dwi Wahyu Hardiyanto; Agung Setianto; Agung Harijoko
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 5 No 2 (2024): JGRS Edisi November
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.293

Abstract

The exploration is the activity of search areas that have the potential natural resources. Such as the exploration of geothermal potential. It can be using of spatial analysis. Spatial analysis can be base modeling of the geothermal potential in the research area. The analytic hierarchy process (AHP) is a fundamental analysis of the modeling data, where the comparison matrix from the analysis like surface temperature, lineament, and eruption center. The result of modeling in the Dieng volcanic complex has identified as the geothermal potential area. The potential area is around of G. Pakuwaja, G. Pangonan-Merdada, and G. Pagerkandang. So that the integration method of the modeling can be used as the method of the geothermal exploration activities.
Comparison of Vs30 Value from Microtremor Data Based on SPT Drill Test of Young Merapi Deposits in Opak River, Yogyakarta Adelia Saras Nugraheni; Agung Setianto; Hendy Setiawan
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 5 No 2 (2024): JGRS Edisi November
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.304

Abstract

The 2006 Yogyakarta earthquake was caused by the tectonic movement of the Opak Fault, which is located near the Opak River. This research conducts microtremor data processing and analysis using the Horizontal Vertical Spectral Ratio (HVSR) method and the Inversion method to determine dominant frequency (fo), amplification (Ao), and shear wave velocity to a depth of 30 meters (Vs30) in Opak River area as an effort in earthquake disaster mitigation. The purpose of this research is to compare the Vs30 value of the inversion method using layer parameters according to Standard Penetration Test (SPT) data from previous research and layer parameters according to the number of lithologies. The result presents that the Vs30 values around Opak River are in the range of 183 - 301 m/s and belong to the stiff soil site classification. The comparison shows that the Vs30 values in the two different layer parameters are both still in the stiff soil site classification and have a slight difference in Vs30 values. Thus, the use of microseismic data to determine the Vs30 value is a fast and efficient way to determine the subsurface geology of the study area.
Perhitungan Net Primary Productivity (NPP) Harian Menggunakan Model CASA Berbasis Citra Penginderaan Jauh di Kabupaten Muaro Jambi Muhammad Arrafi; Prima Widayani; Sanjiwana Arjasakusuma
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 5 No 2 (2024): JGRS Edisi November
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.305

Abstract

Perubahan alih fungsi lahan di Kabupaten Muaro Jambi terjadi secara masif, terutama akibat pembukaan lahan baru melalui metode pembakaran. Kebakaran hutan terbesar tercatat pada tahun 2019, menyebabkan gangguan ekosistem yang berlangsung beberapa tahun di Kabupaten Muaro Jambi. Net Primary Productivity (NPP) menjadi indikator kunci untuk mengukur dampak perubahan lingkungan, menjadikan studi ini sangat penting untuk pemantauan perubahan iklim dan pembangunan ekologi yang berkelanjutan. Umumnya NPP dihitung secara bulanan atau tahunan, namun perkembangan teknologi penginderaan jauh dapat digunakan untuk mengestimasi NPP dengan efektif dan efisien pada tingkat lanskap hingga tingkatan temporal yang pendek. Model CASA, yang umum digunakan, memanfaatkan radiasi efektif fotosintesis vegetasi dan energi cahaya aktual untuk memperkirakan NPP. Penelitian ini bertujuan mengaplikasikan model CASA untuk menghitung NPP harian di Kabupaten Muaro Jambi akibat kebakaran tahun 2019. Penelitian ini menghasilkan perhitungan nilai NPP harian dalam satuan gC/MJ-1 yang disesuaikan dengan waktu perekaman citra Landsat terbersih setelah kebakaran hutan tahun 2019.
Uji Perbandingan Metode Estimasi Curah Hujan Menggunakan Satelit Himawari: Metode Konvensional dan Machine Learning Floren Silvana Ayu Silalahi; Nur Mohammad Farda; Emilya Nurjani
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 5 No 2 (2024): JGRS Edisi November
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.333

Abstract

Salah satu tantangan yang sering dihadapi untuk mendapatkan estimasi curah hujan adalah keterbatasan pada data dengan resolusi spasial dan temporal yang tinggi sehingga penginderaan jauh hadir untuk mengatasi masalah tersebut. Pada penelitian ini, data penginderaan jauh telah dimanfaatkan dalam beberapa metode estimasi curah hujan konvensional, seperti Auto Estimator (AE), Insat Multispectral Rainfall Algorithm (IMSRA), Nonlinear Inversion (NI), dan Nonlinear Relation (NR). Tujuan pertama penelitian ini adalah untuk membandingkan keakuratan dari empat metode konvensional untuk menentukan model yang paling sesuai di wilayah Pulau Bali. Kemudian, tujuan kedua dari penelitian ini yaitu pengembangan metode estimasi curah hujan dengan memanfaatkan data dari satelit geostasioner terbaru, Himawari-8/9, dan data curah hujan permukaan dengan menggunakan salah satu algoritma machine learning (ML) yaitu Random Forest (RF). Proses pelatihan model RF dilakukan secara bertahap yaitu (i) penggambaran daerah hujan (ii) pengklasifikasian kelas hujan dan (iii) estimasi curah hujan. Hasil analisis kuantitatif pertama pada penelitian ini diketahui bahwa IMSRA merupakan metode terbaik yang dapat diterapkan untuk estimasi curah hujan di wilayah Pulau Bali dengan nilai rata-rata eror absolut dibawah 1 mm. Pada pengembangan metode yang memanfaatkan pendekatan ML memperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan dengan model IMSRA dengan nilai Mean Absolute Error (MAE) sebesar 0,31 yang mengalami perbaikan dibandingkan dengan nilai MAE sebesar 0,94 pada model IMSRA.
Geological Perspective as Karst Geotourism Potential: A Case Study of Vientiane Province, Laos Prananda Putra Adam; Suryantini; Idham Andri Kurniawan
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 5 No 2 (2024): JGRS Edisi November
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.346

Abstract

The Vientiane Province is located in the northern region of Laos and is primarily characterized by a karst environment. This area holds significant potential for geotourism, much of which remains largely unexplored. The blend of natural and cultural attractions makes this region appealing for visitors. Situated in the subduction zone between the Sibumasu and Indochina plates, this area gave rise to the Loei-Phetchabun volcanic belt during the Late Permian to Early Triassic periods. The interaction of these tectonic plates has resulted in a diverse array of rock types, minerals, and unique landforms. Such geological diversity is found in only a few places worldwide, emphasizing the need for conservation efforts, including the designation of this region as a geosite for ecotourism. The aim of this research is to examine the potential of karst landscapes for geotourism. Three selected geosites in the region Muang Met, Kasy, and Vang Vieng districts each have distinct characteristics that highlight different geological features, including karst environments, fault zones, spectacular rock outcrops, fossils, caves, temples, rivers, and cultural centers. We have developed guidelines for geotourism development in this area. As this geotourism study is preliminary, it is currently limited to a few locations, with other potential geotourism sites yet to be explored. To facilitate visitor access, we have created a travel route map and designated stop sites. An overview of each district, including potential challenges to geosite development, is provided in the discussion. Sustainable geotourism development in Vientiane Province is expected to have a positive impact on the local community's social and economic well-being. We hope this paper opens up new opportunities for ecotourism in Laos, potentially paving the way for the region to be recognized as a national geopark.
Pemodelan Struktur Geologi Bawah Permukaan Pulau Buru Berdasarkan Data Anomali Gaya Berat Listiawati; Muhardi; Perdhana, Radhitya
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 6 No 1 (2025): JGRS Edisi Mei
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.354

Abstract

Pulau Buru, Provinsi Maluku merupakan salah satu wilayah yang berada di Busur Banda dan memiliki struktur geologi yang cukup kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan struktur geologi bawah permukaan berdasarkan data anomali gaya berat. Peta anomali Bouguer lengkap diperoleh dari Pusat Survei Geologi (PSG), Bandung. Pengukuran data lapangan menggunakan dua buah gravimeter geodetic LaCoste and Romberg model G.646 dan G.240, dengan 71 titik pengamatan. Pemisahan anomali residual dan regional dilakukan menggunakan filter Butterworth. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anomali residual memiliki nilai antara -59 mGal hingga 58,3 mGal, yang tersebar secara acak. Nilai anomali rendah di Pulau Buru diduga berkorelasi dengan struktur sesar dan batuan berdensitas rendah, seperti batuan sedimen, sedangkan nilai anomali tinggi diduga berkorelasi dengan batuan berdensitas tinggi, seperti batuan metamorf, batuan terobosan, dan keberadaan batuan kerak samudera. Hasil pemodelan 2D menunjukkan bahwa lapisan bawah permukaan di Pulau Buru didominasi oleh batuan sedimen, batuan metamorf, dan batuan terobosan. Struktur geologi bawah permukaan di Pulau Buru terdiri dari sesar, sinklin, antiklin, dan struktur negative flower. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi studi lebih lanjut mengenai hubungan antara struktur geologi bawah permukaan dengan potensi sumber daya geologi di Pulau Buru.
Pengaruh Erupsi Gunung Semeru Terhadap Variasi Precipitable Water Vapor Menggunakan Pengukuran GPS Periode 2020 – 2023 Handoko, Eko Yuli; Mauida, Putra; Syaifullah, Syahru Alamsyah
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 6 No 1 (2025): JGRS Edisi Mei
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.356

Abstract

Gunung Semeru merupakan gunung api paling aktif di Indonesia dengan riwayat letusan sejak tahun 1800. Letusan gunung api dapat memengaruhi lapisan atmosfer akibat pelepasan abu dan gas dalam jumlah besar, yang berdampak pada lapisan troposfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati variasi kandungan uap air atau precipitable water vapor (PWV) di lapisan troposfer akibat erupsi Gunung Semeru pada periode 2020–2023. Analisis dilakukan menggunakan data PWV dari beberapa stasiun Global Positioning System (GPS) kontinu di sekitar Gunung Semeru, dengan estimasi PWV berbasis pengolahan data GPS menggunakan perangkat lunak GIPSY-X 2.1. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara peristiwa erupsi Gunung Semeru dan peningkatan kandungan uap air. Secara umum, pola variasi PWV selama erupsi menunjukkan peningkatan beberapa hari sebelum puncak erupsi, diikuti oleh penurunan bertahap pascaerupsi. Namun, dalam beberapa kejadian erupsi, pola yang berlawanan teramati, kemungkinan akibat pengaruh partikel SO₂ dan aerosol. Secara rata-rata, kandungan PWV meningkat sebesar 3,039% dalam tiga hari sebelum erupsi dan menurun sebesar 3,854% dalam tiga hari setelah erupsi pada periode 2020–2023.
Analisis Persebaran Zona Potensi Kawasan Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kecamatan Sambelia Menggunakan Metode Penginderaan Jauh dan Analisis Spasial Adi, Wiwit Bayu; Anshar, Aliful; Muladi, Agum
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 6 No 1 (2025): JGRS Edisi Mei
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.382

Abstract

Kecamatan Sambelia merupakan salah satu kecamatan yang kerap kali mengalami kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan, baik itu disebabkan oleh faktor alami maupun disebabkan oleh ulah manusia. Kecamatan Sambelia merupakan kecamatan yang berada di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dari permasalahan yang timbul, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran zona yang berpotensi rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan secara spasial. Adapun metode analisis yang digunakan memanfaatkan sistem informasi geografis (SIG) serta teknik analisis overlay, dengan memberikan bobot dan skor kepada setiap parameter variabel yang digunakan. Dari hasil analisis di dapatkan bahwa kelas rawan kebakaran hutan dan lahan yang ada di Kecamatan Sambelia terbagi menjadi 4, yaitu di antaranya kelas tidak rawan mempunyai persentase sebesar 36%, selanjutnya pada kelas rawan mempunyai persentase sebesar 3%, pada kelas cukup rawan sebesar 29% dan sedangkan pada kelas sangat rawan mempunyai nilai persentase sebesar 32%. Selain itu, hasil validasi juga menunjukkan bahwa penggunaan variabel curah hujan, persebaran titik hotspot, LST dan NDMI dapat digunakan sebagai alat ukur untuk menganalisis dan memprediksi distribusi persebaran potensi zona kawasan rawan terhadap karhutla secara spasial