cover
Contact Name
I Gede Boy Darmawan
Contact Email
igedeboy@staff.unila.ac.id
Phone
+6282376758013
Journal Mail Official
jgrs@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Geofisika Gedung L Fakultas Teknik Universitas Lampung Jalan Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung Lampung, Indonesia Kode Pos: 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Geosains dan Remote Sensing (JGRS)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 27223647     EISSN : 27223639     DOI : https://doi.org/10.23960/jgrs
Jurnal Geosains dan Remote Sensing (JGRS) merupakan jurnal ilmiah berkala di bidang geosains termasuk penginderaan jauh yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Universitas Lampung sebanyak 2 edisi yaitu setiap bulan Mei dan November dalam satu tahun. Artikel yang diterbitkan telah melalui proses blind review dan proses editorial sesuai dengan standar publikasi ilmiah. Topik artikel diutamakan dari hasil penelitian yang original dan penelaahan ilmu pengetahuan yang baru dari bidang ilmu geosains seperti sumber daya alam maupun mitigasi bencana termasuk pemanfaatan penginderaan jauh.
Articles 79 Documents
Estimasi Potensi Indeks Bahaya Bencana Banjir dan Longsor di Kabupaten Pesawaran Agustina, Lea Kristi; Nadzir, Zulfikar Adlan; Simarmata, Nirmawana
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 6 No 1 (2025): JGRS Edisi Mei
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.383

Abstract

Bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor sering terjadi di Indonesia karena iklimnya yang tropis. Khususnya di kabupaten Pesawaran di Provinsi Lampung, di mana banjir sering terjadi dalam sepuluh tahun terakhir. Tahun 2008–2019 menyumbang lebih dari 60% dari semua banjir tersebut. Ketika area yang biasanya kering menjadi tergenang air, banjir terjadi. Ini sering terjadi karena limpasan air permukaan yang melebihi kapasitas saluran pembuangan atau karena air hujan yang tidak dapat meresap ke dalam tanah. Banjir dan longsor sering dikaitkan karena keduanya berkaitan dengan kondisi air di atas dan bawah permukaan. Hujan luar biasa dapat menyebabkan fenomena ini, serta kegiatan manusia seperti alih fungsi lahan dan penebangan pohon. Selama periode tersebut, Kabupaten Pesawaran mengalami 143 kejadian bencana, 102 di antaranya adalah banjir, termasuk banjir genangan, bandang, dan rob. Bencana ini menyebabkan 3 orang meninggal dan 1 orang luka-luka, dan menyebabkan kerusakan fisik pada 232 rumah rusak berat dan 1.040 rumah rusak ringan. Selain itu, terjadi 19 longsor, yang menyebabkan kerusakan ringan pada 12 rumah. Selain itu, bencana ini menimbulkan masalah penyebaran penyakit dan sumber air, sehingga indeks bahaya diperlukan untuk mendukung kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat.
Analisis Kualitas Air Tanah Akuifer Bebas Menggunakan Metode Indeks Pencemaran (IP) dan Water Quality Index (WQI) di Kota Semarang, Jawa Tengah Anggraeni, Wahyu Dini; Santi, Narulita; Putranto, Thomas Triadi; Widiarso, Dian Agus
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 6 No 1 (2025): JGRS Edisi Mei
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.417

Abstract

Air tanah menjadi salah satu kebutuhan masyarakat, Kota Semarang setidaknya membutuhkan air bersih sebanyak 61,7 m3 setiap tahunnya. Oleh karena itu, kualitas air tanah harus diperhatikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, geomorfologi, hidrogeologi, kualitas air tanah, serta faktor yang berpengaruh terhadap kualitas air tanah di Kota Semarang tepatnya pada 11 kecamatan. Sebanyak 30 sampel sumur gali dilakukan analisis menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan Water Quality Index (WQI) dengan standar baku mengacu pada Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 dan WHO (2022). Hasil penelitian menunjukkan keterdapatan litologi aluvium dan konglomerat di daerah penelitian, bentuk lahan terbagi menjadi bergelombang landai denudasional, bergelombang miring denudasional, dan berbukit bergelombang denudasional, sedangkan aliran muka air tanah daerah penelitian menuju ke arah utara tepatnya ke arah Laut Jawa. Kualitas air tanah dengan metode IP menunjukkan nilai 0,61-7,96 dimana terbagi menjadi 3 kategori yakni kondisi baik, cemar ringan, dan cemar sedang. Kualitas air tanah berdasarkan metode WQI dengan standar baku Permenkes (2023) menunjukkan nilai 33,5-1458,36, sedangkan standar baku WHO (2022) menunjukkan nilai 19,59-978,96, kedua standar baku menunjukkan kualitas air tanah terbagi menjadi kategori sangat baik, baik, buruk, sangat buruk, dan tidak layak minum. Air tanah dengan kualitas relatif baik terdapat pada Kecamatan Ngaliyan dan Gajahmungkur.
Studi Geoteknik Pada Kasus Rekonstruksi Mudcell Menjadi Area Reklamasi PT. Mifa Bersaudara Rezky, Danu Mirza; Zulkarnaen, Bayu Putra
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 6 No 1 (2025): JGRS Edisi Mei
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.442

Abstract

Pengembangan konstruksi disposal menjadi topik menarik di kalangan praktisi dan akademisi dunia pertambangan, dimana tantangan baru muncul dalam pembentukan disposal agar sesuai dengan desain dan stabil (tidak failure). Studi kasus tersebut hadir pada PT. Mifa Bersaudara dimana area bukaan tambang yang sudah mine out, kemudian dijadikan lokasi untuk material lumpur (mudcell), dan sekarang lokasi tersebut akan di tutup untuk dijadikan in pit dump sekaligus area reklamasi. Beberapa event crack (failure) yang terjadi dan terekam oleh alat monitoring pada saat memulai penutupan Mudcell menjadi perhatian bagi Geotechnical Engineer untuk membuat studi komprehensif agar rekonstruksi disposal berjalan lancar dan aman. Pendekatan analisis balik, uji laboratorium serta tracking historical dumping-an dilakukan untuk mendapat model geoteknik dan properties material yang akurat. Rekonstrusi disposal dapat dilakukan dengan membuat counterweight (lift up 3 m jalan reklamasi existing), pemindahan paritan keluar boundary dari mudcell, serta pengaturan arah dumping material saat penutupan mudcell. Hasil yang didapatkan yaitu mudcell berhasil ditutup dan dijadikan in pit dump sekaligus area reklamasi yang sudah di tanami tanaman dengan luasan 10 Ha. Stagging plan beserta arah penelitian lanjutan dari studi kasus ini akan di jabarkan lebih lanjut pada paper ini.
Evaluation of Digital Terrain Model (DTM) Accuracy Using Terrestrial Laser Scanning (TLS) in Flat and Steep Topographies Febriyanto, Atri; Munajat, Thoriq Zein; Prasetyo, Yudo; Yusuf, Muhammad Adnan
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 6 No 2 (2025): JGRS Edisi November
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.425

Abstract

The advancement of geospatial technology has enabled various methods to produce high-accuracy Digital Terrain Models (DTMs), including Terrestrial Laser Scanning (TLS). This study evaluates the accuracy of TLS-derived DTMs in areas with varying topography at Universitas Diponegoro, Semarang. Data collection involved TLS, Total Station, and Leveling for georeferencing and accuracy assessment. The analysis included DTM visualization, RMSEz and LE90 calculations, and paired t-tests. Results show the TLS-derived DTM meets Class 1 accuracy standards for a 1:1000 map scale. Visualization demonstrated TLS's ability to represent both steep and flat terrain in detail, including contours and breaklines. The statistical test yielded a p-value of 0.710, indicating no significant difference between TLS and terrestrial data. The evaluated accuracy metrics are essential for assessing the reliability of TLS in real-world mapping. The results confirm TLS's capability to produce consistent and detailed terrain models, supporting its use in high-precision spatial applications such as infrastructure planning, environmental monitoring, and disaster mitigation. Therefore, TLS is a reliable method for generating high-quality DTMs across diverse topographic conditions.
Analisis Pengaruh Intertropical Convergence Zone (ITCZ) dan Fenomena Cuaca Global terhadap Banjir di Kabupaten Wonogiri Tanggal 12 Februari 2023 Lumbantoruan, Alva Josia; Amri, Sayful
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 6 No 2 (2025): JGRS Edisi November
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.435

Abstract

Curah hujan ekstrem di Kabupaten Wonogiri yang menyebabkan banjir pada tanggal 12 Februari 2023 yang disebabkan oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara menyeluruh faktor-faktor yang mempengaruhi cuaca di wilayah Indonesia, dari skala global hingga lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif pada beberapa faktor, seperti El Nino Southern Oscilation (ENSO), Dipole Mode (DM), Madden Jullian Oscillation (MJO), sistem monsun Asia-Australia, dan kondisi labilitas udara atas di lokasi kajian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat MJO aktif pada fase 3-6 dari tanggal 20 Januari 2023 hingga 23 Februari 2023, sehingga meningkatkan suplai uap air ke wilayah Indonesia. Selain itu, adanya Intertropical Convergence Zone (ITCZ) di wilayah Indonesia memicu terjadinya konvergensi angin di wilayah Wonogiri dan sekitarnya. Hasil analisis transpor kelembapannya juga menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut meningkatkan transpor kelembapan ke wilayah Indonesia dan terjadi konvergensi transpor kelembapan di wilayah kajian. Faktor-faktor tersebut memicu kondisi udara atas di wilayah Wonogiri dan sekitarnya menjadi labil, sehingga semakin meningkatkan potensi terbentuknya awan konvektif yang menjadi penyebab hujan yang lebih dari 100 mm/hari di wilayah tersebut.
Analisis Kondisi Geologi dan Rumusan Sejarah Geologi Desa Bojong dan Sekitarnya, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah Zain, Muhammad Fairuz; Wijanarko, Alif Habibi
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 6 No 2 (2025): JGRS Edisi November
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.475

Abstract

Desa Bojong dan sekitarnya, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah secara fisiografis termasuk dalam Zona Kendeng. Penelitian ini dilakukan untuk memahami kondisi dan proses geologi daerah penelitian yang berukuran 4x5 km. Penelitian didahului dengan studi literatur dan analisis data sekunder yang menghasilkan peta geomorfologi dan interpretasi awal struktur geologi. Pengambilan data lapangan sebagai data primer selanjutnya diolah menghasilkan peta-peta, analisis stratigrafi, analisis struktur geologi, serta identifikasi petrografi dan paleontologi. Seluruh analisis ini diintegrasikan untuk merekonstruksi sejarah geologi daerah penelitian. Satuan geomorfologi terbagi menjadi tiga, yaitu Punggungan Homoklin Wonosegoro terdenudasi rendah, Lembah Homoklin Wonosegoro terdenudasi sedang, dan Dataran Denudasional Wonosegoro terdenudasi kuat. Stadia daerah penelitian diklasifikasikan dalam stadia dewasa. Satuan batuan dibagi menjadi tiga, yaitu Batulempung Karbonatan yang terendapkan pada Kala Miosen Tengah, kemudian secara selaras pada Kala Miosen Akhir-Pliosen terendapkan Batupasir Karbonatan, serta pada Kala Holosen terendapkan Satuan Lempung-Kerikil secara tidak selaras. Berdasarkan karakteristik fasies, lingkungan pengendapan terdiri dari dua fase, yaitu lower fan dan channeled suprafan lobes. Struktur geologi yang ditemukan meliputi lipatan berorientasi barat-timur, sesar dekstral berorientasi timur laut-barat daya, serta kekar gerus. Pola sesar pada daerah penelitian memiliki kesamaan dengan pola meratus.
Facies and Sequence Stratigraphy Analysis of Carbonate Formation in “ANDRI” Field, Offshore Indonesian Basin: Impacts on Reservoir and Hydrocarbon Quality Harfiandri, Muhammad Said; Setiawan, Budhi; Rochmana, Yogie Zulkurnia; Arieffiandhany, Riezal
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 6 No 2 (2025): JGRS Edisi November
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.481

Abstract

The Baturaja Formation in the northern West Java Basin is the focus of many oil and gas exploration and production activities, mainly due to its significant reservoir potential. The formation consists of Early Miocene-aged carbonate sedimentary layers with good hydrocarbon reservoir characteristics, distribution, and quality. This study aims to identify the reservoir characteristics and hydrocarbon prospective zones of carbonate formation through integrated facies analysis, sequence stratigraphy, diagenetic processes, and petrophysical evaluation. This research uses qualitative and quantitative methods, where the qualitative stage starts with lithological interpretation from core data and thin sections of rock. Furthermore, quantitative analysis is carried out to calculate reservoir properties based on petrophysical analysis such as shale volume, porosity, permeability, and water saturation. The results show that the shoal reef facies exhibit higher hydrocarbon potential than the lagoonal facies, with greater maximum hydrocarbon thickness and more consistent hydrocarbon distribution. This follow the characteristics of the shoal reef facies, which have grain supported characteristics with low clay matrix content, a high degree of pore connectivity and high permeability Diagenetic process also plays an important role in the formation of porosity and permeability, where the shoal reef facies with fossiliferous packstone lithofacies exhibit good porosity and permeability, such as intercrystalline, intraparticle, and fracture porosity.This is due to the depositional process of the facies in a high-energy environment with abundant carbonate production growth rate.
Korelasi antara NDVI dan Potensi Air Tanah: Validasi Model SIG Multiparameter di DAS Mahakam Hilir, Indonesia Sumaamijaya, Adithya Kresna; Pujaretna, Auliya Dewi Ayu; Hariri, Farhan Fahrezi; Rohmat, Dede; Nurrohman, Andy Wibawa
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 6 No 2 (2025): JGRS Edisi November
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.510

Abstract

Sub-DAS Mahakam Hilir di Kalimantan Timur mengalami degradasi lingkungan akibat deforestasi, alih fungsi lahan, dan aktivitas antropogenik yang memengaruhi ketersediaan air tanah. Penelitian ini memodelkan potensi air tanah menggunakan pendekatan overlay multiparameter berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan mempertimbangkan curah hujan, jenis tanah, geologi, kemiringan lereng, tutupan lahan, dan NDVI. NDVI dihitung dari citra Sentinel-2 dan diklasifikasikan menjadi lima kelas. Validasi menggunakan 29 titik sumur bor menunjukkan akurasi model sebesar 89,7%. Daerah berpotensi tinggi berada di dataran rendah berendapan aluvial, sedangkan wilayah berbatu keras menunjukkan potensi rendah. Analisis NDVI tahun 2020–2025 menunjukkan penurunan kerapatan vegetasi sebesar 9,56%. Hasil korelasi menunjukkan hubungan yang sangat lemah dan tidak signifikan antara potensi air tanah dan NDVI (R² = 0,1018). Hal ini menunjukkan bahwa kerapatan vegetasi tidak berbanding lurus dengan potensi air tanah, dan faktor geologi serta topografi lebih dominan memengaruhinya.
Karakteristik Kondisi Geologi di Kelurahan Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat Terhadap Potensi Bahaya Likuifaksi Pasambo, Novrianto; Patandianan, Eric Arung; Mayzarah, Erikha Maurizka
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 6 No 2 (2025): JGRS Edisi November
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.534

Abstract

Likuifaksi merupakan salah satu fenomena bencana yang dapat terjadi dari adanya kejadian gempa bumi. Likuifaksi dapat mengakibatkan lapisan tanah seolah-olah menyerupai cairan terlebih pada lapisan tanah berpasir. Penelitian ini bertujuan Menganalisis jenis dan kondisi litologi serta kedalaman muka air tanah berdasarkan pemetaan permukaan dan pengukuran menggunakan metode geolistrik 2D, menganalisis faktor pemicu dan pengontrol terjadinya likuifaksi serta membuat peta zona bahaya likuifaksi pada Kelurahan Ransiki, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat. Secara administrasi, lokasi penelitian terletak pada Kelurahan Ransiki, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat. Penelitian ini terdiri dari tahap pendahuluan, tahap survei lapangan, tahap penelitian lapangan, tahap pengolahan dan analisis data, serta tahap penyusunan laporan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah; metode geolistrik Resistivity 2D, metode pemetaan permukaan, metode AHP dan metode Weighted Overlay. Penelitian ini menghasilkan zona potensi bahaya likuifaksi tinggi ditandai dengan zona daerah yang berwarna merah (1.463,26 ha), nilai yang diperoleh dari hasil overlay peta 3,42-5. Zona bahaya likuifaksi rendah ditandai dengan daerah yang berwarna kuning (111,15 ha), nilai yang diperoleh dari hasil overlay peta 1,82-3,41. Zona yang tidak berpotensi terjadinya bahaya likuifaksi ditandai dengan daerah yang berwarna hijau (501,34 ha), nilai yang diperoleh dari hasil overlay peta adalah 0,21-1,81.