cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
pppmsyedza@gmail.com
Phone
+6282384992512
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes SYEDZA Saintika Padang Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
jurnal abdimas saintika
ISSN : 2746797X     EISSN : 27154424     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Abdimas Saintika adalah jurnal scientific yang ditulis dalam bahasa Indonesia diterbitkan setiap Januari dan Agustus, proses submission manuscript dibuka setiap tahun. Submission manuscript dilakukan dengan metode Double Blind Peer Review dan Editorial Review sebelum diterima dan di publikasi. Jurnal Abdimas Saintika hanya menerima manuscript dalam bidang: Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, KB, Kebidanan Komunitas dan Reproduksi) Keperawatan (Keperawatan Anak, Medical Bedah, Jiwa, Gerontik, Komunitas, Gawatdarurat, Maternitas dan Manajemen) Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular, Kesehatan Reproduksi, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Kebijakan Publik) Biomedik (Farmako Kinetik dan Farmako Dinamik) Teknologi Laboratorium Medik Managemen Informasi Kesehatan
Articles 369 Documents
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DOKTER KECIL DI SDN 01 DANGUANG-DANGUANG KEC.GUGUAK KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Sari Setiarini; Anisa Febristi
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 1 (2020): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v2i1.862

Abstract

Dokter kecil adalah siswa yang memenuhi kriteria dan telah terlatih untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya. Dokter kecil merupakan istilah yang sering dikenal di lingkungan sekolah dasar. Keberadaan Unik Kesehatan Sekolah (UKS) memiliki fungsi yang sangat vital. Saat ini UKS yang dimiliki oleh mitra menempati ruang yang bergabung dengan perpustakaan dengan peralatan yang minimal. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 12 Maret 2018, dari hasil wawancara pengusul dengan kepala sekolah didapatkan fenomena yaitu tingginya kesakitan pada siswa sekolah dasar pada saat pembelajaran. Hal ini didukung dengan fakta permasalahan dari bulan Januari sampai dengan Maret 2018  banyak ditemukan siswa yang sakit dan meninggalkan proses pembelajaran dikelas (keluhannya meliputi: demam, pusing, lemas, mual-muntah, nyeri perut, diare, luka lecet karena jatuh saat bermain di jam istirahat dan saat olahraga).Guru olah raga sebagai penanggung jawab UKS tidak memiliki tim yang dapat segera memberikan pertolongan pertama pada kesakitan maupun kecelakaan. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) merupakan suatu upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau paramedik Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan buku panduan P3K ramah anak dalam meningkatkan keterampilan P3K siswa dalam mewujudkan sekolah sehat. Selama ini pelatihan dokter kecil SDN 01 Danguang-Danguang belum pernah diikutkan dalam pelatihan dan pendampingan dokter kecil. Tujuan yang ingin dicapai dengan pendampingan dokter kecil adalah agar siswa dapat menjadi penggerak hidup sehat di sekolah,di rumah dan lingkungannya, serta siswa dapat menolong dirinya sendiri, sesama siswa dan orang lain untuk hidup sehat.
LAWAN COVID-19: STIKES SYEDZA SAINTIKA SALURKAN HAND SANITIZER SEBAGAI WUJUD PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Niken ,; Eliza Arman; Honesty Diana Morika
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 1 (2020): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v2i1.573

Abstract

Langkah awal Satgas Penanggulangan Dampak Covid-19 dalam menangani penyebaran Covid-19 ini adalah dengan pembuatan hand sanitizer. Ketersediaan produk pencuci tangan menjadi barang langka di tengah ancaman pandemi Covid-19.  Tujuan kegiatan ini yaitu melakukan upaya pencegahan COVID-19 melalui penggunaan Hand Sanitizer. Metode yang digunakan meliputi beberapa tahap yaitu tahap persiapan  yang meliputi penyiapan alat dan bahan, proses produksi meliputi pencampuran bahan-bahan menjadi produk hand sanitizer, dan proses pengemasan yang meliputi memasukan hand sanitizer yang sudah jadi ke dalam botol-botol kecil berukuran 20 ml serta labeling merek hand sanitizer, dan selanjutnya proses pendistribusian melalui klinik Medika Saintika.Adapun kesimpulan dari kegiatan ini yaitu civitas akademika sudah mampu membuat hand sanitizer dengan profesional, proses pendistribusian hand sanitizer berjalan dengan lancar, dan masyarakat puas dan terbantu dengan pemberian hand sanitizer secara gratis oleh Stikes Syedza Saintika dalam rangka upaya pencegahan wabah Covid-19. Kata kunci : Hand sanitizer, Covid-19, Produksi  ABSTRACT The initial step of the Covid-19 Impact Management Task Force in dealing with the deployment of Covid-19 is by making hand sanitizers. The availability of handwashing products has become a rare commodity amid the threat of the Covid-19 pandemic. The purpose of this activity is to make efforts to prevent COVID-19 through the use of Hand Sanitizer. The method used includes several stages, namely the preparation stage which includes the preparation of tools and materials, the production process includes mixing the ingredients into hand sanitizer products, and the packaging process which includes inserting the ready-made hand sanitizer into small bottles measuring 20 ml and labeling hand sanitizer brand, and then the distribution process through Saintika Medika clinic. As for the conclusion of this activity, the academic community has been able to make hand sanitizers professionally, the hand sanitizer distribution process runs smoothly, and the community is satisfied and is helped by providing free hand sanitizers by Stikes Syedza Saintika in the context of efforts to prevent the Covid-19 outbreak. Keywords: Hand sanitizer, Covid-19, Production
EDUKASI KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN Tiurmaida Simandalahi; Nike Puspita Alwi; Indah Komala Sari; Andika Herlina Marda Prawata
Jurnal Abdimas Saintika Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v1i1.468

Abstract

sangat besar dan merugikan. Kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan bencana dapatmeningkatkan tindakan individu dalam melindungi dan menyelamatkan diri dari bahayabencana. Upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa/siswiterhadap bencana gempa bumi adalah dengan memberikan edukasi melalui pendidikankesehatan tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi. Tujuan darikegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar tentangkesiapsiagaaan bencana gempa bumi. Metoda yang digunakan adalah memberikanpendidikan kesehatan melalui ceramah, diskusi, game, simulasi dengan kelompoksasaran siswa kelas III dan IV SDN 12 Naras 1 Kota Pariaman. Hasil kegiatan iniadalah terjadinya peningkatan pengetahuan siswa dimana sebelum dilakukan pendidikankesehatan adalah 4,4, dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan adalah 6,9.Diharapkan agar sekolah selalu memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan bencanagempa bumi melalui kurikulum pendidikan sekolah, dan melakukan pengembanganedukasi dengan memberikan pelatihan kesiapsiagaan bencana yang berkoordinasidengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pariaman.
EDUKASI KESEHATAN KERJA PADA KELOMPOK NELAYAN Ria Desnita; Defrima Oka Surya; Vivi Syofia Sapardi
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 2 (2020): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v2i2.838

Abstract

Nelayan merupakan salah satu profesi yang memiliki risiko terjadinya masalah kesehatan. Banyak permasalahan kesehatan yang terjadi pada nelayan sebagai akibat perilaku, kecelakaan kerja dan lingkungan kerja yang tidak sehat dan aman. Nagari Lakitan Selatan adalah sebuah desa yang secara geografis terletak di pesisir pantai barat Sumatera. Sebagian besar penduduk (90%) bekerja sebagai nelayan. Dari hasil survey awal ditemukan berbagai masalah kesehatan yang terjadi pada nelayan di Nagari Lakitan Selatan diantaranya penyakit kulit, gatal, tertusuk tulang ikan, diare dan bahkan meninggal akibat tetanus. Masalah kesehatan nelayan ini terjadi akibat rendahnya pengetahuan, pola hidup dan perilaku yang tidak mendukung keselamatan dan kesehatan kerja. Masalah kesehatan kerja pada nelayan diatasi dengan pembinaan kesehatan kerja pada nelayan salah satunya dengan memberikan edukasi kesehatan dan keselamatan kerja bagi nelayan. Edukasi kesehatan kerja pada kelompok nelayan di Lakitan Selatan dilaksanakan pada hari Minggu, 1 November 2020. Jumlah peserta yang hadir pada saat edukasi adalah 15 orang nelayan. Metode yang dilakukan adalah memberikan edukasi secara tatap muka menggunakan power point. Setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan nelayan sebesar 73,3% sudah memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan dan keselamatan kerja. Diharapkan nelayan dapat menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja sehingga dapat terhindar dari kecelakaan kerja dan derajat kesehatannya meningkat.
Training Of Lay Basic Life Support To Persit Mother In Denkesyah 02.04.02 Jambi Suryadi Imran; Erwinsyah ,
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 1 (2020): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v2i1.568

Abstract

Background: Regional Health Detachment 02.04.02 Jambi is a unit of the Army Health Unit under the Health of Military Region II / Sriwijaya which has a territorial health area in Jambi Province. Its characteristics are the mother wife of the Denkesyah army 02.04.02 Jambi is a very heterogeneous military community group, consisting of various tribes and races originating from all over Indonesia, the main activity of the Denkesyah 02.04.02 is to provide services and health insurance for the entire army and the army and family in the health field. its main task is to provide health support in every activity organized by the Korem in Jambi Province. with a high level of activity and can sometimes experience emergency situations in their families, so there is a need for understanding and knowledge of the handling and first aid of the emergency emergency cases, such as emergency cases can be in the form of household trauma cases such as poisoning and household accidents. The results of the survey found that ± 80% of mothers did not have knowledge about handling first aid in emergency cases, and about 60% of mothers did not know and understand handling emergency cases with the basic life support (BHD) method. Method: Training analysis model using two stages, pre-test and post-test, to find out the level of knowledge, attitudes and psychomotor of the trainees as many as 20 mothers Persit Denkesyah 02.04.02 Jambi. Research Results: There is Description of an increase in knowledge, attitudes and psychomotor after attending this training Jambi. Conclusion: The ability of a mother with the skills of a mother is influenced by the aspects of knowledge, attitudes and psychomotor that are structured in providing basic life support to emergency cases in the household. Keywords: Knowledge, attitude and psychomotor aspects, in providing basic life support
PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DAN PEMBAGIAN SEMBAKO PADA ANAK DI PANTI ASUHAN MAHABBATUL HAQ TANJUNG UMA BATAM Asfri Sri Rahmadeni; Nahrul Hayat; Resi Novia; Dedi Siska; Didi Yunaspi
Jurnal Abdimas Saintika Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v1i1.485

Abstract

Pola Hidup Bersih dan Sehat merupakan semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat. Tujuan pengabdian  ini adalah meningkatkan pengetahuan dan memotivasi anak-anak panti dan pengasuh mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat. Metoda yang diunakan dalam pengabdian ini menggunakan media audiovisual dan leaflet. Kegiatan ini dilakukan dipanti asuhan Mahabbatul Haq Tanjung Uma Batam yang dilakukan pada bulan Mei 2019 dengan jumlah peserta 35 orang. Proses pengabdian ini akan diberikan pre tes dan post tes pada anak-anak dengan menggunakan instrumen yang dibuat oleh pengabdi berdasarkan materi yang diberikan. Hasil kegiatan pengetahuan peserta meningkat dari 34% menjadi 66%, kegiatan ini bermanfaat untuk anak-anak, serta diharapkan pada pengasuh panti untuk lebih memperhatikan pola hidup bersih dan sehat anak-anak panti.
PEMBERDAYAAN PKK RT 02 GARONGAN WONOKERTO TURI APLIKASI PENGOLAHAN JAHE MERAH UNTUK KESEHATAN BERBASIS EKONOMI MICRO Ekatrina Wijayanti; Suparmi Suparmi; Hildagardis Meliyani Erista Nai; Tatik Pujiastuti
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 2 (2020): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v2i2.812

Abstract

AbstractJahe memiliki nama ilmiah Zingiber offcinale. Jahe merah adalah tanaman obat yang mudah tumbuh di berbagai kondisi. Jahe memiliki kandungan gingerol yang dapat meningkatkan fungsi otak, mengatasi alzheimer, mengatasi infeksi, antiinflamasi dan antioksidan. Sebagian besar masyarakat Desa Garongan mencari penghasilan dengan menanam salak dan melihara ikan. Namun, pada saat ini terutama pada masa pendemi covid-19, mereka mengalami kondisi sulit panen salak. Hampir satu tahun mereka tidak berhasil panen karena banyak kena hama. Mereka memiliki lahan yang cukup untuk menanam jahe. Wanita-wanita Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga  di Desa Garongan mengolah jahe menjadi minuman kesehatan yang dinamai JAMEGA. Produk jahe tersebut dapat dipasarkan karena Desa Garongan merupakan desa wisata. Berat setiap kemasan produk jahe  adalah 100 gram. Pemasaran telah dilakukan melalui media sosial dan kalangan keluarga. Strategi pemasaran mempertimbangkan pemilihan pasar, perencanaan produk, penerapan harga, sistem distribusi dan komunikasi pemasaran. Dari hasil pemasaran selama dua minggu, mereka telah memiliki saldo sebesar Rp 762.000 dari hasil 1 kelompok yang telah aktif memproduksi. Mereka menyatakan bahwa mereka puas dan bahagia karena produk mereka laku. Mereka juga telah mengolah produk lain seperti kunyit asam, jahe ditambah wedag uwuh yang diolah menggunakan gula merah. Produk tersebut dikirim  ke wilayah Sumatera Selatan, Bali, Jakarta dan Bandung. Kata kunci: jahe ,olahan jahe, pemasaran  Ginger has the scientific name Zingiber officinale. Red ginger is a medicinal plant that grows readily in various conditions. Ginger contains gingerol which can increase brain function, treat Alzheimer's, fight infections, anti-inflammatory, and antioxidants. Most of the people in the Garongan Village earn money by planting snake fruit and raising fish. However, at this time, especially during the Covid-19’ pandemic, they were experiencing difficult conditions for harvesting snake fruits. They haven’t had a good harvest in almost a year because of pests. They have enough land to grow ginger plants. The women of the Empowerment of Family Welfare in Garongan Village process ginger into a health drink called JAMEGA. This ginger product can be marketed because Garongan Village is a tourist village. The weight of each ginger product package is 100 grams. Marketing has been carried out through social media and among families. Marketing strategy considered market selection, product planning, pricing, distribution systems, and marketing communications. From the marketing results for two weeks, they already have a balance of Rp. 762,000 from the results of one group that had been actively producing. They stated that they are satisfied and happy that their product is sold. They have also processed other products such as tamarind turmeric, ginger plus wedang uwuh which are processed using brown sugar. These products are sent to the regions of South Sumatra, Bali, Jakarta, and Bandung.  Keyword : Ginger, ginger product, marketing 
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG HIPERTENSI Novita Amri
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 2 (2020): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v2i2.803

Abstract

Hipertensi merupakan keadaan ketika tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg. Hipertensi sering menyebabkan perubahan pada pembuluh darah yang dapat mengakibatkan semakin tingginya tekanan darah. Di Indonesia banyaknya penderita hipertensi diperkirakan 15 juta orang tetapi hanya 4% yang merupakan hipertensi terkontrol. Prevalensi 6-15% pada orang dewasa, 50% diantaranya tidak menyadari sebagai penderita hipertensi sehingga mereka cenderung untuk menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui faktor resikonya, dan 90% merupakan hipertensi esensial. Saat ini penyakit degeneratif dan kardiovaskuler sudah merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Tujuan Kegiatan Ini dapat  meningkatkan pengetahuan  masyarakat Desa Tanjung Muda tentang Hipertensi. Metode yang digunakan ceramah/penyuluhan, simulasi, dan diskusi. Kegiatan ini menghasilkan pengetahuan masyarakat tentang Hipertensi. Diharapkan masyarakat mampu memahami tentang Hipertensi, penyebab Hipertensi, tanda dan gejala Hipertensi, akibat lanjut Hipertensi, makanan yang tidak boleh dimakan, dan obat tradional Hipertensi.
SOSIALISASI PEMILAHAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK PADA SISWA SD 05 TIGO TANJUNG TALAWI Oktariyani Dasril; Resi Fitri Yuni
Jurnal Abdimas Saintika Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v1i1.473

Abstract

Sampah merupakan bagian dari kehidupan manusia. Sampah adalah benda atau zat sisa yangsudah tidak terpakai. Seharusnya sampah mendapat perhatian dan penanganan yang serius. Namunkarena kurangnya pengertian masyarakat dan pemerintah, juga kurangnya biaya dan pendapatansebagian besar masyarakat, maka masalah sampah sering terabaikan.Saat ini sebagian besarmasyarakat telah mengetahui dampak buruk sampah, antara lain menyebabkan banjir, penyakit danbau yang dapat mengganggu kehidupan, tapi hal ini tidakdiimbangi oleh perilaku masyarakatnyasendiri.Perubahan perilaku dapat dilakukan melalui kebiasaan yang dipraktikan sejak usia sekolah.Pembelajaran bagi anak usia sekolah merupakan tahapan penting untuk pembiasaan perilaku. Kegiatanpengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang sampahyang dimulai sejak usia sekolah. Tujuan ini diwujudkan dengan cara memberikan informasi mengenaisampah pada siswa SD 05 Tigo Tanjung desa Batu Tanjung Talawi, Sawahlunto. Metode yangdigunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi dan praktik memilah sampah. Diharapkanmelalui kegiatan ini anak-anak SD 05 Tigo Tanjung mampu mengenal, membedakan sertamempraktikan memilah sampah. Hasil kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan kebiasaananak-anak dalam membuang sampah pada tempatnya
PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA WANITA Rahmi Novita Yusuf; Niken Niken; Dewi Fransisca
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 2 (2020): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v2i2.853

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan masalah yang penting untuk mendapatkan perhatian terutama di kalangan remaja. Masa remaja diwarnai oleh pertumbuhan, perubahan, munculnya berbagai kesempatan, dan seringkali menghadapi risiko-risiko kesehatan. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman dan informasi baru terhadap remaja putri khusus kesehatan reproduksi remaja.  Metode yang digunakan adalah dengan ceramah dan diskusi. Dengan hasil kegiatan adalah edukasi berjalan sesuai dengan rencana dengan banyaknya remaja yang bertanya. Adapun kesimpulan dari kegiatan ini yaitu edukasi berjalan lancar dan tepat waktu, remaja memahami materi yang disajikan oleh pengaji tentang kesehatan reproduksi remaja.

Page 3 of 37 | Total Record : 369