cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
pppmsyedza@gmail.com
Phone
+6282384992512
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes SYEDZA Saintika Padang Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
jurnal abdimas saintika
ISSN : 2746797X     EISSN : 27154424     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Abdimas Saintika adalah jurnal scientific yang ditulis dalam bahasa Indonesia diterbitkan setiap Januari dan Agustus, proses submission manuscript dibuka setiap tahun. Submission manuscript dilakukan dengan metode Double Blind Peer Review dan Editorial Review sebelum diterima dan di publikasi. Jurnal Abdimas Saintika hanya menerima manuscript dalam bidang: Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, KB, Kebidanan Komunitas dan Reproduksi) Keperawatan (Keperawatan Anak, Medical Bedah, Jiwa, Gerontik, Komunitas, Gawatdarurat, Maternitas dan Manajemen) Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular, Kesehatan Reproduksi, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Kebijakan Publik) Biomedik (Farmako Kinetik dan Farmako Dinamik) Teknologi Laboratorium Medik Managemen Informasi Kesehatan
Articles 372 Documents
EFEKTIFITAS TERAPI GUIDED IMAGERY TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST APPENDIKTOMI DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Angraini, Siska Sakti; Diana Morika, Honesty; Marlinda, Roza; Herlina MP, Andika
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30636

Abstract

ABSTRAK Nyeri akut merupakan salah satu keluhan utama yang sering dialami pasien setelah menjalani tindakan operasi, termasuk pada pasien pasca-usus buntu. Penanganan nyeri pascaoperasi yang tidak adekuat dapat menghambat proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu metode non farmakologis yang efektif dalam mengatasi nyeri adalah terapi guide imagery , yaitu teknik relaksasi yang memanfaatkan kekuatan imajinasi positif untuk menurunkan persepsi nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien. Tujuan kegiatan penyuluhan kesehatan ini adalah untuk menerapkan terapi guide imagery sebagai upaya menurunkan nyeri akut pada pasien pasca-usus buntu di ruang bedah wanita RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui edukasi dan pendampingan langsung kepada pasien yang telah menjalani operasi apendiktomi. Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari pada bulan Oktober 2025, meliputi pemberian edukasi tentang konsep guide imagery , penekanan teknik relaksasi pernapasan dan imajinasi terpandu, serta pendampingan praktik terapi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 10 pasien pasca-appendiktomi yang mengikuti terapi, sebanyak 8 pasien (80%) mengalami penurunan tingkat nyeri dari skala sedang (4–6) menjadi ringan (1–3) setelah dilakukan terapi guide imagery selama 15–20 menit. Pasien juga melaporkan peningkatan kenyamanan dan relaksasi setelah intervensi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terapi guide imagery efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan nyeri akut pada pasien pasca operasi usus buntu. Disarankan agar terapi ini diterapkan secara rutin oleh perawat di ruang bedah sebagai bagian dari manajemen nyeri pascaoperasi. Kata kunci: Terapi guide imagery , nyeri akut, pasca-usus buntu, manajemen nyeri, terapi nonfarmakologis                                                                 ABSTRAK Nyeri akut merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami pasien pasca menjalani prosedur pembedahan, termasuk kasus pasca apendektomi. Manajemen nyeri pasca operasi yang tidak memadai dapat memperlambat proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu metode nonfarmakologis yang efektif untuk mengurangi nyeri adalah terapi imajinasi terbimbing, yaitu teknik relaksasi yang memanfaatkan imajinasi positif untuk menurunkan persepsi nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menerapkan terapi imajinasi terbimbing sebagai upaya mengurangi nyeri akut pada pasien pasca apendektomi di bangsal bedah wanita RSUP Dr. M. Djamil Padang. Kegiatan ini dilakukan melalui edukasi dan pendampingan langsung kepada pasien yang telah menjalani apendektomi. Program ini dilaksanakan selama satu hari pada bulan Juli 2025, yang terdiri dari edukasi konsep imajinasi terbimbing, demonstrasi teknik relaksasi napas dan imajinasi terbimbing, serta sesi praktik terbimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 pasien pasca-apendektomi yang berpartisipasi, 8 pasien (80%) mengalami penurunan intensitas nyeri dari tingkat sedang (4–6) menjadi tingkat ringan (1–3) setelah 15–20 menit terapi imajinasi terbimbing. Pasien juga melaporkan peningkatan rasa nyaman dan relaksasi setelah intervensi. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa terapi imajinasi terbimbing efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri akut pada pasien pasca-apendektomi. Terapi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin oleh perawat di bangsal bedah sebagai bagian dari manajemen nyeri pascaoperasi.Kata kunci: imajinasi terbimbing, nyeri akut, pasca apendektomi, manajemen nyeri, terapi nonfarmakologis 
IMPLEMENTASI MODEL PENYULUHAN KOMPREHENSIF TENTANG PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIK DI SMK NEGERI 6 PADANG Suherlin, Nicen; Febristi, Anisa; Erlinengsih, Erlinengsih
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30687

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik (PGK) merupakan gangguan progresif fungsi ginjal yang berlangsung lebih dari tiga bulan dan dapat menyebabkan komplikasi serius pada kesehatan. Berdasarkan RISKESDAS 2023, prevalensi PGK di Sumatera Barat mencapai 0,4%, dengan Kota Padang sebesar 0,3%. Pada usia remaja (<30 tahun), prevalensi PGK masih relatif rendah yakni 0,05-0,1%, namun tren peningkatan risiko pada kelompok ini perlu mendapatkan perhatian khusus. PengabdianKesehatan Masyarakat  ini mengimplementasikan model penyuluhan komprehensif menggunakan metode interaktif, media audiovisual, dan diskusi kelompok pada siswa SMK Negeri 6 Padang. Hasil sosialisasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan terhadap PGK dan faktor risikonya dengan nilai  rata rata peningkatan dari 54,16 menjadi 87,45. Kesimpulan, kegiatan berjalan sesuai harapan dengan jumlah peserta 31 orang siswa dan 3 orang guru. Penyuluhan ini diawali dengan Pembukaan, Pre Test dan Pemberian materi dari dosen Akper Baiturrahmah dan dilanjutkan dengan Pemutaran video dan dilanjutkan dengan Post Test dan Penutupan. Model penyuluhan komprehensif ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap promotif-preventif pada remaja sehingga perlu diintegrasikan dalam program edukasi kesehatan di sekolah menengah.Kata kunci: Penyakit gagal ginjal kronik, penyuluhan komprehensif, remaja, edukasi kesehatan
PENTINGNYA PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) SECARA RUTIN OLEH REMAJA PUTRI Manila, Hartati Deri
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30649

Abstract

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yaitu belajar melihat dan memeriksa payudara sendiri setiap bulan. Kanker adalah salah satu jenis penyebab kematian pada kaum perempuan. Kanker payudara adalah pembunuh nomor dua bagi perempuan, langkah penting yang harus dilakukan oleh perempuan terutama remaja untuk menurunkan angka kejadian kanker payudara pada stadium akhir adalah dengan cara mengetahui tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dimana dapat mendeteksi kanker payudara secara dini. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di SMPN 43 Padang. Waktu pengabdian masyarakat ini 3 Oktober 2025. Pengetahuan dan demonstrasi dimulai dari pembagian leaflet kemudian memberikan informasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri. Setelah itu melakukan monitoring dan evaluasi. Ditemukan bahwa meningkatnya pengetahuan remaja terhadap pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri. Diharapkan agar orangtua dapat memberi motivasi kepada remaja putri untuk rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DAN IBU BALITA MELALUI PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN DENGAN GIZI SEIMBANG DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DIDESA TANJUNG AGUNG KABUPATEN MUARA ENIM TAHUN 2024 dahliana, dahliana; Miskiyah, Miskiyah; Jamila, Jamila; Nurayuda, Nurayuda
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30523

Abstract

Kesehatan merupakan hak dasar bagi setiap manusia dan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia, sehingga meningkatnya perhatian terhadap kesehatan ditujukan untuk mencegah terjadinya malnutrisi (salah gizi) dan resiko gizi kurang. Berbagai kasus kekurangan gizi anak balita di Indonesia merupakan tanda lemahnya sistem ketahanan pangan. Dalam hal ini, status gizi balita menjadi penting karena merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kesakitan dan 561 kematian. Secara epidemiologi telah terbukti bahwa kurang gizi, baik ringan atau berat berhubungan dengan tingginya angka kematian. Soekirman (2000) menyatakan bahwa terdapat hubungan yang erat antara status gizi dengan perkembangan mental anak terutama pada anak usia dini. Kekurangan gizi dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan dan gangguan perkembangan mental anak. Anak-anak yang menderita gizi kurang sebagian besar akan menjadi generasi dengan potensi intelektual dan produktivitas rendah sehingga tidak mampu bersaing dalam era globalisasi. Pertumbuhan dihubungkan dengan penambahan jumlah dan besar sel tubuh dandapat dilihat dari berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat kelompok dosen Prodi DIII Kebidanan Muara Enim dilaksanakan di Desa Tanjung Agung. Dengan jumlah kader 30 orang Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegitan ini adalah metode ceramah dan Tanya jawab serta praktik/demonstrasi di DesaTanjung Agung. Target capaian adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan Kader posyandu tentang Pemberdayaan kader Posyandu dan ibu balita melalui praktik pemberian makanan dengan gizi seimbang dalam upaya pencecahan Stunting yang diukur dengan mengunakan Kuisioner dengan melakukan prestest dan postest
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG BAHAYA NARKOBA PADA REMAJA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 LINGGO SARI BAGANTI Irman, Veolina; Indah Sari Dewi, Ratna; Patricia, Helena; Apriyeni, Emira; Cristina Rahayu Ningrum, Dwi; Rezky, Mutia; Eliza, Eliza
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30688

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius bagi perkembangan remaja, terutama karena rendahnya pengetahuan mereka tentang bahaya narkoba. Di Sumatera Barat, tercatat persentase desa dengan kasus peredaran narkoba tertinggi nasional yaitu 27,92%, dan banyak pelajar yang belum memahami bahaya narkoba sehingga rentan terhadap penyalahgunaan. Oleh karena itu, diperlukan pendidikan kesehatan yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja. Selain itu upaya berkelanjutan dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan dengan melibatkan berbagai pihak terkait untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai bahaya narkoba. Pengembangan metode edukasi yang inovatif dan media pembelajaran yang tepat menjadi kunci untuk mencapai hasil yang optimal.Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Narkoba, Remaja
PENGEMBANGAN MODUL EDUKASI DIET KETOGENIK BERBASIS DUKUNGAN SOSIAL DAN SELF-EFFICACY KELUARGA UNTUK MENURUNKAN RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DI TINGKAT PRIMER WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BUAYA Novita Yusuf, Rahmi; Sandra, Rhona; Sari, Imrah; Rika Nofia, Vino; Sakti Anggraini, Siska; Diana Morika, Honesty
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30635

Abstract

ABSTRAK Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia yang banyak dipengaruhi oleh pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta rendahnya dukungan sosial dalam penerapan gaya hidup sehat. Salah satu pendekatan yang saat ini mulai dikembangkan dalam pencegahan PJK adalah diet ketogenik, yaitu pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak sehat yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), meningkatkan kolesterol baik (HDL), dan mengontrol berat badan. Namun, keberhasilan penerapan diet ini sangat bergantung pada dukungan keluarga dan keyakinan diri (self-efficacy) individu dalam menjalankannya secara konsisten.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengembangkan dan mengimplementasikan modul edukasi diet ketogenik berbasis dukungan sosial dan self-efficacy keluarga dalam upaya menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Metode pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan interaktif kepada kader dan keluarga dengan risiko tinggi PJK di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya. Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari pada bulan Agustus 2025, meliputi sesi edukasi gizi, pelatihan penyusunan menu ketogenik, serta diskusi kelompok terarah untuk memperkuat dukungan sosial antaranggota keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 32 peserta keluarga yang mengikuti program, menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 2,6 menjadi 4,3 (naik 5%), rata-rata skor sikap dan self efficacy meningkat dari 2,8 menjadi 4,1 (naik 57%) dan rata-rata peningkatan keseluruhan mencapai 61% melebihi standar minimal 20% efektivitas program edukasi yang mengalami peningkatan pengetahuan dan motivasi dalam menerapkan pola makan ketogenik serta menunjukkan peningkatan self-efficacy keluarga dalam mendukung perubahan perilaku sehat. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul edukasi diet ketogenik berbasis dukungan sosial dan self-efficacy keluarga efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan keluarga untuk menerapkan gaya hidup sehat guna menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Disarankan agar modul ini digunakan secara berkelanjutan sebagai media edukasi promotif dan preventif di tingkat layanan primer.Kata kunci: Diet ketogenik, dukungan sosial, self-efficacy, penyakit jantung koroner, edukasi kesehatan                                                                  ABSTRACTCoronary heart disease (CHD) is one of the leading causes of death in Indonesia, largely influenced by unhealthy eating habits, lack of physical activity, and low social support in adopting a healthy lifestyle. One of the approaches currently being developed for CHD prevention is the ketogenic diet, a low-carbohydrate and high-healthy-fat eating pattern that can help reduce levels of low-density lipoprotein (LDL), increase high-density lipoprotein (HDL), and maintain body weight. However, the success of this diet strongly depends on family support and individual self-efficacy in adhering to the regimen consistently. The purpose of this community service activity was to develop and implement ketogenic diet education module based on family social support and self-efficacy as an effort to reduce the risk of coronary heart disease. The activity was carried out through interactive counseling and training sessions for health cadres and families at high risk of CHD in the working area of Lubuk Buaya Public Health Center. The program was conducted for one day in August 2025, consisting of nutrition education sessions, ketogenic meal planning workshops, and focus group discussions aimed at strengthening social support among family members. The results showed that among 32 participating families, there was a significant increase in the average knowledge score from 2.6 to 4.3 (an increase of 65%), while the average attitude and self-efficacy scores rose from 2.8 to 4.1 (an increase of 57%). The overall improvement reached 61%, exceeding the minimum standard of 20% program effectiveness. These results indicate that the ketogenic diet education module based on family social support and self-efficacy effectively increased participants’ knowledge, motivation, and readiness to adopt a healthy lifestyle to prevent coronary heart disease. It is recommended that this module be implemented sustainably as a promotive and preventive educational medium at the primary healthcare level.Keywords: ketogenic diet, social support, self-efficacy, coronary heart disease, health education
PEMERIKSAAN STATUS GIZI DAN KADAR HAEMOGLOBIN REMAJA PUTRI SMPN 3 BATANG KAPAS PESISIR SELATAN Sukmayenti, Sukmayenti; Pasalina, Putri Engla
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30684

Abstract

 Secara nasional, prevalensi anemia pada remaja putri masih tinggi. Data penelitian tahun 2025 menunjukkan prevalensi anemia pada remaja putri bervariasi antar daerah dan kelompok usia. Prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia dengan umur 5 sampai 14 tahun sebesar 26,4% dan 18,4% pada umur 15-24 tahun. Remaja putri berisiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan remaja laki-laki karena perempuan mengalami menstruasi setiap bulan sehingga banyak kehilangan zat besi. Pada remaja sebagian besar kasus anemia gizi disebabkan oleh defisiensi zat besi, defisiensi vitamin A, vitamin C, asam folat, vitamin B12, atau karena kekurangan zat gizi secara umum. Anemia pada remaja putri menjadi berbahaya apabila tidak ditangani dengan baik, terutama untuk persiapan hamil dan melahirkan. SMPN 3 Batang Kapas merupakan salah satu SMPN yang berada di kabupaten Pesisir Selatan. Siswa di SMPN 3 Batang Kapas di dominasi oleh siswa perempuan dibanding laki- laki. Pemeriksaan status gizi dan kadar haemoglobin (HB) pada remaja putri dilakukan dengan tujuan agar terdeteksi remaja putri yang mengalami anemia dan status gizi kurang sehingga bisa segera diberikan penanganan lebih lanjut. Metode pelaksanaan  kegiatan yaitu dengan melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan sehingga dapat diketahui indeks masa tubuh (IMT) dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan kadar HB. Setelah dilakukan pemeriksaan kemudian remaja putri di berikan edukasi dan rekomendasi sesuai hasil pemeriksaan yang didapatkan.  Berdasarkan hasil pemeriksaan status gizi didapatkan 44,2% remaja putri dengan berat badan kurang berdasarkan IMT, 16,7% kelebihan berat badan dan 1,3% obesitas. Dari pemeriksaan kadar HB diketahui 27,5% remaja putri dengan anemia.Kata Kunci: Status Gizi, kadar haemoglobin, remaja putri
SOSIALISASI PADA IBU HAMIL TENTANG PENTINGNYA SERIBU HARI PERTAMA KEHIDUPAN TERHADAP PENCEGAHAN STUNTING DI PUSKESMAS KOMBA KABUPATEN JAYAPURA Lestari, Tiyan Febriyani; Lestari, Susi; Utami, Arum Surya; Utami, Fetty Satu Ryan; Putri, Harlinda Widia
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30672

Abstract

Stunting is a condition of growth failure in toddlers, resulting from chronic malnutrition, resulting in the child being too short for their age. This malnutrition primarily occurs during the First 1,000 Days of Life (HPK), from the fetus to 23 months of age. Stunting impacts a child's physical and cognitive development, which can continue into adulthood and can affect the quality of life and productivity, thus threatening the quality of Indonesia's human resources and the nation's competitiveness. The purpose of this community service activity is to increase knowledge about the importance of the first thousand days of life in preventing stunting. The socialization method in this activity is through lectures, discussions, questions and answers, and giving questionnaires before and after the socialization. The results of this study showed an increase in knowledge of pregnant women after the socialization. Conclusion: This socialization has been proven to increase knowledge about the importance of the first thousand days of life regarding stunting prevention.
EDUKASI PENERAPAN KOMPRES RAJA (REBUSAN AIR JAHE) SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER UNTUK MENGURANGI NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TM III DI UNIVERSITAS BAITURRAHMAH Rahmi, Fani Syinthia; Devita, Hendri; Sari, Nirmala; Faisal, Afrah Diba
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30720

Abstract

Nyeri punggung merupakan permasalahan kesehatan dan kenyamanan ibu hamil TM III, ditemukan 7 dari 10 ibu hamil mengalami nyeri punggung di tahun 2024. Nyeri punggung disebabkan oleh tekanan pada punggung ibu karena perubahan fisiologis dimasa kehamilan juga dipengaruhi oleh perubahan hormon relaksin yang berfungsi dalam peregangan ligamen dan sendi ibu dibagian panggul dan menyebabkan rasa nyeri pada punggung bagian bawah. Pemberian terapi non farmakologi menjadi salah satu solusi dari permasalahan yang dirasakan ibu selama hamil seperti pemberian kompres hangat dengan rebusan air jahe. Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk edukasi nyeri punggung ibu hamil TM III dan pemanfaatan jahe sebagai bahan yang mudah ditemukan untuk mengatasi nyeri punggung. Ibu hamil yang menjadi peserta edukasi ini berjumlah 15 orang dan peserta memahami tentang cara pengolahan, jumlah air dan jahe yang digunakan serta peralatan yang dipakai untuk kompres punggung ibu. Pentingnya kegiatan ini dilakukan agar ibu hamil dapat menjalankan proses kehamilan yang nyaman serta mempersiapkan mental yang stabil untuk menghadapi persalinan. Diharapkan bidan dapat melakukan edukasi ini secara berkala dan berkelanjutan terkait pemanfaatan bahan sekitar untuk mengatasi ketidaknyamanan fisik ibu hamil TM III. Kata Kunci: Nyeri Punggung, Jahe, kompres hangat
PENINGKATAN PENGETAHUAN PASIEN TENTANG GAYA HIDUP YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPERTENSI Transyah, Chichi Hafifa; Budiarti, Ira Sri; Trevia, Reni
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30789

Abstract

Penderita hipertensi perlu menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten untuk membantu menurunkan dan mengendalikan tekanan darah serta mencegah komplikasi serius. Perubahan gaya hidup yang disarankan meliputi mengurangi konsumsi garam, lemak jenuh, dan makanan olahan, serta memperbanyak asupan buah, sayur, dan makanan tinggi serat. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk melakukan peningkatan pengetahuan pasien tentang gaya hidup yang mempengaruhi kejadian hipertensi. Metode yang digunakan dengan melakukan penyuluhan langsung kepada pasien dan keluarga yang berkunjung ke poli penyakit dalam RS Tk III Reksodiwiryo Padang pada tanggal 6 April 2023 pukul 10.00 WIB untuk pengobatan lanjutan. Sebelum dilakukan penyuluhan pasien dan keluarga diberikan terlebih dahulu  kuesioner untuk megetahui sejauh mana tingkat pemahaman responden terhadap penyakit hipertensi. Jumlah peserta penyuluhan sebanyak 23 orang yang terdiri dari pasien dan keluarga pasien. Hasil Pengabdian didapatkan terjadinya peningkatan pengetahuan responden lebih dari 90%. Simpulan bahwa dengan adanya kegiatan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga. Disaran melalui pihak Rumah Sakit agar lebih meningkatkan pemberian informasi dengan melakukan penyuluhan kepada pasien dan keluaga tentang kejadian hipertensi.Kata Kunci: hipertensi, pasien, gaya hidup