cover
Contact Name
Johan Winarni
Contact Email
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Phone
+6281314950038
Journal Mail Official
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Editorial Address
Jalan RS Fatmawati, Cipete Selatan, Cilandak, RT.6/RW.5, Cipete Sel., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12410 +62 21-7693262/7657156
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Akrab (Aksara agar Berdaya)
ISSN : 25800795     EISSN : 27162648     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL AKRAB (Aksara agar Berdaya) adalah jurnal untuk mempublikasikan tulisan ilmiah populer, hasil penelitian/pengkajian, dan pengembangan model pembelajaran di bidang pendidikan nonformal, khususnya pendidikan keaksaraan dan pengembangan budaya baca masyarakat. Pengguna Jurnal adalah tenaga fungsional dari unsur Perguruan Tinggi, UPT PAUD dan Dikmas. Sanggar Kegiatan Belajar, dan para praktisi pendidikan nonformal. Jurnal Akrab diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jurnal AKRAB menerima seluruh hasil penelitian dan pengembangan model pembelajaran meliputi bidang: Pendidikan keaksaraan dasar Pendidikan keaksaraan usaha mandiri Pendidikan multikeaksaraan Pengembangan budaya baca dan literasi masyarakat
Articles 224 Documents
Pengantar Redaksi: Tema Kita: Literasi Sains Tim Redaksi; Abdul Kahar
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i1.170

Abstract

INTERVENSI PEMBELAJARAN SAINS UNTUK MEMBANGUN KEAKSARAAN DASAR Apriyanti Wulandari
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i1.171

Abstract

Kemampuan literasi berkaitan dengan memaknai informasi yang membutuhkan syarat penguasaan aksara (membaca, menulis, dan berhitung). Keaksaraan dasar sebagai bentuk layanan pendidikan bagi masyarakat tuna aksara dapat dilakukan dengan pendekatan sains untuk membangun sikap ilmiah dan kritis, serta tanggap terhadap perkembangan sains di kehidupannya. Kendala pendidikan keaksaaan dasar yang utama adalah rendahnya motivasi belajar peserta didik. Selain itu, penyelenggaraa program yang masih belum berorientasi pada lokalitas juga menjadi kendala tersendiri. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi program dengan pendekatan kualitatif dengan dukungan data kuantitatif Penelitian dilakukan di Kabupaten Cirebon pada dua PKBM. Data penelitian diperoleh melalui kuestioner, diskus terfokus, dan data sekunder. Penelitian ini bertujuan memotret implementasi pendidikan keaksaraan dasar yang terjadi selama ini untuk dilakukan evaluasi rekomendasi perbaikan pelaksanaan selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan keaksaraan dasar sangat dipengaruhi oleh intervensi yang dilakukan oleh pendidik melalui proses pembelajaran. Salah satu bentuk intervensi yang dinilai efektif adalah dengan mengintegrasikan kompetensi keaksaraan dasar dengan sains. Sains di sini dikaitkan dengan kesehatan, kegunaan dan keefektifan biaya produk dan teknologi baru; tentang penggunaan energi, air, dan sumber daya alam terbatas lainnya; dan tentang lingkungan lokal dan global.
EFEKTIVITAS PENGUNAAN MEDIA BELAJAR UNTUK PENUMBUHAN LITERASI SAINS TEMA KESEHATAN LINGKUNGAN: (Pengkajian pada Kelompok Belajar Pendidikan Keaksaraan Dasar Kampung Cireundeu Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat) Agus Ramdani
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i1.172

Abstract

Pembelajaran literasi sains merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan peserta didik supaya mempunyai kapasitas menggunakan pengetahuan ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan dan menarik kesimpulan berdasarkan fakta dan data untuk memahami alam semesta dan membuat keputusan dari perubahan yang terjadi karena aktivitas manusia dan lingkungannya. Pengkajian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media belajar untuk menumbuhkan kemampauan literasi sains kesehatan lingkungan pada 40 (empat puluh) orang peserta didik keaksaraan dasar di Kampung Cireundeu. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan efektivitas antara media belajar yang diciptakan oleh peserta didik, media belajar dari lingkungan sekitar, dan media belajar poster yang dibuat oleh pendidik untuk memfasilitasi penyampaian materi belajar kesehatan lingkungan..
ANALISIS KEGIATAN LITERASI SAINS PADA PEMBELAJARAN MULTIKEAKSARAAN Dadang Sunarwan
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i1.173

Abstract

Literasi sains merupakan kemampuan menggunakan pengetahuan sains dalam mengidentifi kasi dan memperoleh pengetahuan baru, menggambarkan fenomena ilmiah dan menarik kesimpulan berdasarkan fakta. Kegiatan-kegiatan yang dapat dikembangkan dalam literasi sains, antara lain mengenal alam sekitar dan lingkungan, mengenal fenomena alam, belajar bersama dengan alat peraga sains, pengenalan hidup sehat, dll. Berkaitan dengan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji tentang kegiatan peserta didik program pendidikan multikeaksaraan dalam melakukan literasi sains berdasarkan tema kesehatan dan olahraga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik menggunaikan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik secara konten sains mengenal sejumlah materi kesehatan dan olahraga sebagai penjabaran lebih lanjut dari identifi kasi dan hasil identifi kasi masalah melalui fasilitasi tutor. Dalam hal proses sains, peserta didik dapat mempergunakan langkah keterampilan proses secara sederhana berdasarkan kadiah ilmiah mulai dari mengajukan pertanyaan, menjawab suatu pertanyaan atau memecahkan masalah, mengidentifi kasi dan menginterpretasi bukti serta membuat kesimpulan. Peserta didik mempunyai kemampuan secara berurut dari terbesar hingga terkecil dalam hal membuat pertanyaan (58%), mengumpulkan bukti (57%), menginterpretasikan bukti dan membuat kesimpulan (50%).
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN 42 Jurnal AKRAB! Volume VI Edisi 1/Mei/2018 ARTIKEL MULTIKEAKSARAAN DENGAN TEMA PENGEMBANGAN SENI DAN BUDAYA PADA KOMUNITAS SUKU BANJAR Nunung Nurazizah; NFN Rusmilawati; Wulan Surandika
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i1.174

Abstract

Tema pengembangan seni dan budaya didasari oleh kondisi lingkungan masyarakat tempat pembelajaran agar membantu masyarakat dalam melestarikan budaya lokal setempat. Panduan pembelajaran mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator penilaian, alokasi waktu, sistem penilaian dan sumber/bahan/alat belajar yang didesain berkontek lokal dan bahan ajar sesuai permasalahan dan potensi setempat yang ditulis dalam dua bahasa yaitu Bahasa Banjar dan Bahasa Indonesia. Penyusunan bahan ajar, panduan pembelajara dan panduan penilaian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (reseach and development). Ujicoba dalam penelitian pengembangan ini dilakukan di SPNF SKB Balangan (sebagai kelompok treatment) dan PKBM Serumpun Kabupaten Hulu Sungai Selatan (sebagai kelompok control) dari Agustus sampai Oktober 2017. Uji validitas konseptual produk bahan ajar pendidikan multikeaksaraan tema seni dan budaya sub tema kearifan budaya lokal diperoleh dengan perhitungan rata-rata (mean) 73% , tingkat validitas tinggi. Uji kemenarikan dan keterbacaan konseptual diperoleh dengan perhitungan rata-rata (mean) 69,89% , tingkat kemenarikan dalam kategori cukup. Dampak dari penerapan bahan ajar ini agar peserta didik dapat meningkatkan kemampuan keberaksaraannya dan adanya perubahan perilaku menjaga dan melestarikan budaya lokal
STRATEGI MENUMBUHKAN BUDAYA BACA BERBASIS CERITA RAKYAT PADA PESERTA DIDIK MULTIKEAKSARAAN DI PKBM ENTER KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT Muhamad Affandi
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i1.175

Abstract

Tulisan ini merupakan suatu deskripsi terhadap implementasi strategi menumbuhkan budaya baca melalui pendekatan cerita rakyat di PKBM Enter, Kabupaten Kotawaringin Barat. Melalui penerapan treatment ini, diharapkan mampu mencapai dua hal secara simultan, yaitu meningkatnya keberaksaraan penduduk dan terdokumentasikannya cerita rakyat, baik secara tertulis maupun online. Aktivitas ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif; dimana sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 20 orang peserta didik pendidikan multikeaksaraan dengan rentang usia 25-31 tahun (sampel total). Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen angket dan wawancara, atau yang biasa disebut dengan multi instruments. Melalui kajian ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa peserta didik mendapatkan beberapa pengetahuan berupa cerita masyarakat Dayak dan berbagai keterampilan alternatif yang baru. Fenomena tentang kebermanfaatan cerita rakyat dalam kaitannya dengan kemampuan sosialisasi para peserta didik. Selama proses pembelajaran, peserta didik banyak berinteraksi dan bertukar pendapat dengan orang lain, baik sesama peserta didik, tutor maupun pengelola PKBM.
MEMACU IDE KREATIF DENGAN KEBIASAAN MEMBACA MELALUI KEMAH BACA MINGGUAN BAGI IBU-IBU DI KEPULAUAN NIAS Sarwo Edy
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i1.176

Abstract

Kemah Baca Mingguan bertujuan memacu ide kreatif dengan membangun kebiasaan membaca yang ditujukan bagi ibu-ibu dikepulauan Nias. Kegiatan kemah baca yang lokasinya berpindah pindah setiap minggunya selama 12 kali kegiatan dimasing masing Kelurahan/Desa, melibatkan ibu-ibu dan anak-anak kelurahan Gunung Sitoli Kota dan desa Siwalubanua 2, desa Idanoi Kepulauan Nias. Subjek pengkajian berjumlah 20 orang yang diacak dari ibu-ibu pengunjung dimasing masing lokasi kegiatan. Pengumpulan data menggunakan instrument penilaian sikap dalam membaca, diawal dan diakhir program dan ide kreatif hasil membaca diukur saat akhir program. Hasil kajian ratarata terhadap sikap awal sebesar32,1 dan sikap akhir sebesar 35,4 membuktikan adanya peningkatan sebesar 3,3. Sejalan dengan kecilnya peningkatan perubahan sikap membaca tersebut kehadiran ide kreatif juga mempengaruhinya dengan tingkat penilaian hasil membaca membaca berupa keterampilan membuat produk yang dapat dipasarkan dominan pada nilai 5 yakni produk yang dihasilkan jumlahnya dapat diperbanyak dengan kualitas seperti pada umumnya dan kadang terjual kadang tidak terjual dalam waktu kurang 1 minggu. Setelah dilakukan analisis dengan uji t metode wilcoxon dengan aplikasi SPSS didapat simpulan kemah baca mingguan efektif untuk meningkatkan kebiasaan membaca dalam upaya memacu ide kreatif. Hasil kajian ini baru diukur pada kelompok ibu-ibu dan belum dimasyarakat lainnya yang senantiasa hadir berkat persaingan aktif kelompok penggerak untuk menujukkan dirinya sebagai penggiat andal. Hal memberikan informasi bahwa bila konsep kemah baca minggu di selenggarakan dibanyak tempat dan aspek penyelenggaraan dipenuhi dipastikan mampu memacu ide kreatif dengan meningkat kebiasaan membacanya.
PEMBELAJARAN KEAKSARAAN BERBASIS BUDAYA LOKAL BAGI WARGA BUTA AKSARA M. Ali Latif
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i1.177

Abstract

Penelitian bertujuan untuk membuktikan efektivitas pembelajaran keaksaraan berbasis bahasa ibu dalam menuntaskan buta aksara di daerah pesisir kecamatan Galesong Utara. Penelitian ini termasuk jenis eksprimen dengan rancangan post-test-pre-test design. Berdasarkan hasil analisis data ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran keaksaraan berbasis budaya lokal dinyatakan efektif meningkatkan kompetensi keaksaraan warga belajar, melalui ketercapaian ketuntasan hasil belajar keaksaraan, dan aktivitas warga belajar dalam pembelajaran yang lebih aktif, dinamis dan kreatif.pembe
MODEL PENDIDIKAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL BERBASIS MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PADA DIRI WARGA BELAJAR Sri Hapsari
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i1.178

Abstract

Kajian ini ditulis untuk memberikan gambaran teoritis pendidikan keaksaraan fungsional yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Keaksaraan fungsional adalah cara untuk mengembangkan kemampuan seseorang dalam menguasai pengetahuan dasar dan keterampilan yang diperlukan oleh setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari serta memanfaatkan potensi lingkungan sekitar. Selama ini, pendidikan keaksaraan identik hanya memberikan pelajaran membaca, menulis, dan berhitung. Padahal pendidikan keaksaraan fungsional diarahkan dan dikembangkan untuk merangsang warga belajar dalam berpikir, khususnya berpikir kreatif. Kemampuan berpikir ini akan membantu warga belajar dalam memanfaatkan aksara yang sesuai dengan peran sosial yang dimilikinya. Dengan demikian, pendidikan keaksaraan akan berdampak luas pada masyarakat, baik di bidang sosial, ekonomi, dan budaya.
Pengantar Redaksi: Tema Kita: Literasi Finansial Tim Redaksi; Abdul Kahar
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i2.179

Abstract