Jurnal Akrab (Aksara agar Berdaya)
JURNAL AKRAB (Aksara agar Berdaya) adalah jurnal untuk mempublikasikan tulisan ilmiah populer, hasil penelitian/pengkajian, dan pengembangan model pembelajaran di bidang pendidikan nonformal, khususnya pendidikan keaksaraan dan pengembangan budaya baca masyarakat. Pengguna Jurnal adalah tenaga fungsional dari unsur Perguruan Tinggi, UPT PAUD dan Dikmas. Sanggar Kegiatan Belajar, dan para praktisi pendidikan nonformal. Jurnal Akrab diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jurnal AKRAB menerima seluruh hasil penelitian dan pengembangan model pembelajaran meliputi bidang: Pendidikan keaksaraan dasar Pendidikan keaksaraan usaha mandiri Pendidikan multikeaksaraan Pengembangan budaya baca dan literasi masyarakat
Articles
224 Documents
Peran Keluarga dalam Pengasuhan Anak Berwawasan Gender
HERIEN PUSPITAWATI
Jurnal AKRAB Vol. 2 No. 2 (2011): Agustus 2011
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51495/jurnalakrab.v2i2.146
Gender adalah isu yang 'seksi" di Indonesia. Tetapi, selama ini, gender selalu diartikan salah. Ada yang menyamakannya dengan feminisme sehingga terkesan seperti sebuah gerakan perlawanan terhadap dominasi laki-laki. Ada yang melihatnya sebagai "sekat" batas antara laki-laki dan perempuan sehingga gender selalu dikaitkan hanya dengan isu isu perempuan seperti TKW, pelacuran, perdagangan perempuan, dan sebagainya. Pandangan yang salah ini berdampak juga pada pengasuhan anak. Pola pengasuhan anak diterapkan secara berbeda terhadap anak laki-laki dan terhadap anak perempuan. Misalnya, anak laki-laki diajarkan keberanian dan kerja keras, sementara anak perempuan diajarkan kesantunan dan kelemahlembutan. Anak laki-laki diharapkan bekerja di luar rumah, sementara anak perempuan diarahkan untuk: menjadi penanggung jawab urusan rumah tangga. Pengasuhan anak responsif gender mencoba membalikkan fenomena ini. Berbasis pada pemahaman baru tentang gender, yakni gender sebagai keberpihakan kepada salah satu pihak yang belum beruntung atau terdiskriminasi secara sosial dan budaya, pengasuhan anak responsifgender tidak membedakan perlaku terhadap anak perempuan dan laki-laki. Dengan kata lain, meskipun secara kodrati berbeda, pemberlakuan terhadap anak perempuan dan laki-laki tidak boleh dibeda bedakan.
Memberi Penghargaan kepada Kaum Muda'
BUDI RAJAB
Jurnal AKRAB Vol. 2 No. 2 (2011): Agustus 2011
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51495/jurnalakrab.v2i2.147
Ada beberapa tuduhan yang dilontarkan kepada kaum muda kini. Pertama, kaum muda kini telah kehilangan rasa nasionalisme atau emosi kolektif yang bersifat mempersatukan. Kedua, kaum muda kini mulai melupakan nilai-nilai budaya bangsa sendiri dan, bahkan, mengadopsi gaya hidup dan budaya bangsa asing. Ketiga, di tengah arus globalisasi, kaum muda kini tampil hanya sebagai resipien pasif yang tidak kreatif dan tidak produktif. Fenomena ini tentu saja berbeda dengan kaum muda di era pergerakan. Pada era itu, kaum muda tidak hanya mengangkat senjata menolak asing, tetapi memproduksi atau mengkreasi emosi kolektif atau nasionalisme. Sumpah "bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbabasa satu" adalah bukti dari nasionalisme kaum muda kurun itu. Tentu saja, kita tidak bisa seratus persen menyalahkan kaum muda kini. Ada banyak faktor lain yang menjadi penyebab permodalan di atas, termasuk kebijakan negara yang kadang tidak begitu memihak pada kaum muda. Karena itu, tulisan ini menawarkan solusi sederhana tapi efektif. Nasionalisme kaum muda kini hanya bisa tumbuh jika negara dan masyarakat memfasilitasi kreativitas dan inovasi kaum muda serta memberi penghargaan (material dan immaterial) terhadap karya-karya inovatif mereka. Selanjutnya, penghargaan yang diberikan memupuk rasa bangga, dan kebanggaan adalah benih bagi kemunculan nasionalisme.
STRATEGI PENGEMBANGAN LITERASI TIK PADA OLD GENERATIONS DALAM PENDIDIKAN MULTIKEAKSARAAN
Tri Widayati
Jurnal AKRAB Vol. 8 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51495/jurnalakrab.v8i1.148
Literasi teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) pada old generations mempunyai nilai strategis dalam memperkuat life long education bagi peningkatan kemampuan dan keterampilan belajar sepanjang hayat. Strategi pengembangan literasi TIK pada old generations dilakukan dengan pengintegrasian strategi akselerasi literasi TIK dalam pendidikan multi keaksaraan. Strategi terdiri dari tiga tahapan, yaitu: (1) menciptakan konteks (demand change) dalam assessmen kebutuhan belajar yang ditindaklanjuti dengan penyusunan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran, (2) melibatkan teknologi (supply providing) dalam pembelajaran berbasis karya/produk, dan merubah perilaku (behaviour change), yang dapat dilihat dalam penilaian pembelajaran dan tindak lanjut (tingkat kematangan literasi TIK). Strategi ini mengupayakan terpenuhinya indikator pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan serta peningkatan literasi TIK secara beriringan.
DADA (DANA DARING) PELIBATAN NETIZEN DALAM PENDIDIKAN NONFORMAL UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Arie Ekadharma;
Chinta Darma;
Edi Rukmana
Jurnal AKRAB Vol. 8 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51495/jurnalakrab.v8i1.149
Dada (Dana Daring) merupakan sebuah model yang memberikan alternatif penggalangan dana pendidikan bagi penyelenggara program pemberdayaan perempuan melalui jaringan internet sekaligus memandu penyelenggaraan pembelajarannya. Dengan kata lain, model ini memformulasikan pola penyelenggaraan pemberdayaan perempuan melalui pendidikan peningkatan ekonomi dengan cara meningkatkan percaya diri peserta didik melalui pembelajaran, pemanfaatan teknologi informasi, pelibatan masyarakat dengan cloud funding, dan penggunaan dana bergulir dalam pembelajaran wirausaha. Salah satu fokus yang akan disempurnakan di dalam model ini adalah faktor “klasik” seperti permodalan yang sangat mempengaruhi jalannya program pemberdayaan. Oleh karena itu, model ini fokus pada upaya mencari celah permodalan yang fl eksibel dan tidak mengikat. Salah satu upaya yang dikembangkan adalah dengan memanfaatkan jaringan komunikasi melalui internet (daring). Konsep Model Dada adalah penggalangan dana melalui media daring atau dikenal dengan istilah cloud funding yaitu memanfaatkan potensi yang tersebar di masyarakat menjadi kegiatan yang lebih terfokus untuk merekontruksi kehidupan sosial masyarakat secara bersama-sama. Prinsipnya model Dada menyambungkan kepercayaan masyarakat, peserta didik, dan penyelenggara program. Ketiga pihak tersebut dimediasi internet yang dikelola oleh penyelenggara program melalui media sosial sebagai wadah untuk mengutarakan ide, menginformasikan aktivitas peserta didik dan penyebaran informasi di dunia maya agar dapat diakses secara global oleh masyarakat untuk berpartisipasi sebagai donatur. Pola penyelenggaraan terbagi menjadi tiga aktivitas. Aktivitas pertama adalah aktivitas pengelola sebagai penanggung jawab program, yaitu (1) aktivitas penggalangan dana dan (2) aktivitas pembelajaran. Aktivitas kedua, adalah aktivitas masyarakat, dalam berdonasi untuk aktivitas peserta didik. Aktivitas ketiga, adalah aktivitas aktif peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh pengelola dari bantuan donasi masyarakat. K
KEMAMPUAN LITERASI TIK TUTOR KEAKSARAAN DALAM PRAKTEK KEGIATAN PEMBELAJARAN DI KELOMPOK
Dadang Sunarwan
Jurnal AKRAB Vol. 8 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51495/jurnalakrab.v8i1.150
Kemampuan literasi teknologi, informasi dan teknologi (TIK) dituntut dimiliki oleh setiap orang siapapun dia termasuk tutor keaksaraan. Secara umum, tutor keaksaraan sudah mengetahui berbagai perangkat TIK seperti komputer/laptop/ipad dan smartphone. Hanya dalam penggunaannya belum tentu optimal apalagi diperuntukkan untuk kegiatan layanan pembelajaran. Oleh karena itu melalui penelitian ini ingin diketahui sejauh mana kemampuan tutor keaksaraan dalam literasi TIK tersebut dalam rangka meningkatkan mutu layanan pembelajaran keaksaraan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan teknik wawancara dan observasi diperoleh hasil di mana responden rata-rata cukup baik dalam literasi TIK-nya dilihat dari aspek kemampuan memanfaatkan teknologi, menguasi aplikasi perkantoran, mengerti internet, mengerti manajerial data pada perangkat TIK serta akrab dengan infokus. Hanya perlu ada upaya peningkatan literasi TIK untuk tutor keaksaraan tersebut melalui berbagai kegiatan berupa pelatihan, bimbingan teknis, dan workshop.
PENGARUH METODE PENYADARAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA WARGA BELAJAR KEAKSARAAN: (Studi Kasus pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat di Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi)
Cucu Sukmana
Jurnal AKRAB Vol. 8 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51495/jurnalakrab.v8i1.151
Penelitian ini bertujuan untuk : mendeskripsikan langkah-langkah dan metode penyadaran, menganalisis pengaruh dan mengetahui kelebihan dan kelemahan metode penyadaran dalam meningkatkan minat baca warga belajar pendidikan keaksaraan di PKBM se-Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Teori Metode Penyadaran Paulo Friere terdiri dari 2 indikator metode penyadaran yaitu: 1. Kampanye kemampuan baca tulis hitung 2. Kampanye pasca kemampuan baca tulis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Teknik analisis data adalah regresi sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah 200 warga belajar keaksaraan fungsional di 5 PKBM di Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi yang memiliki keterlibatan dalam program keaksaraan. Jumlah sampel yaitu sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa Uji korelasi dengan menggunakan Pearson Product Moment menghasilkan nilai korelasi 0,467 nilai ini menunjukkan cukup kuat pengaruh metode penyadaran terhadap meningkatnya minat baca warga belajar keaksaraan, dengan koefi sien determinasi sebesar 47% hal ini berarti bahwa minat baca warga belajar dipengaruhi oleh faktor penerapan metode penyadaran sebesar 47% sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini yaitu faktor sarana dan prasarana, kurikulum dan tenaga pendidik.Kesimpulan bahwa deskripsi langkah-langkah metode penyadaran yang dilakukan oleh tutor sesuai apa yang telah disusun oleh tim tutor dari fase I kampanye kemampuan baca tulis hitung dan fase II kampanye pasca kemampuan baca tulis. Pengaruh dari metode penyadaran memiliki pengaruh positif dan signifi kan terhadap minat baca warga belajar keaksaraan.
METODE PEMBELAJARAN MEMBUAT KOMIK DALAM UPAYA PENINGKATAN BUDAYA LITERASI DI PKBM MELATI INDONESIA
Fauzan Effendi
Jurnal AKRAB Vol. 8 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51495/jurnalakrab.v8i1.152
Penelitian ini bertujuan, pertama untuk mendeskripsikan keefektifan metode pembelajaran membuat komik dalam meningkatkan budaya membaca peserta didik PKBM Melati Indonesia, kedua untuk melakukan analisa kendala-kendala yang di alami dalam pelaksanaan metode pembelajaran membuat komik. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dikarenakan dilakukan pada latar yang alamiah dengan kontek suatu keutuhan. Manusia sebagai alat, bersifat deskriptif yang menggambarkan situasi dan pandangan dunia secara deskriptif dengan data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, diagram bukan angka, serta lebih mementingkan proses dari pada hasil. sifat penelitian ini ada tiga teknik pengumpulan data yang penulis lakukan dalam penelitian ini seperti apa yang disampaikan oleh Bogdan dan Biklen yaitu, (1) wawancara mendalam (in depth interview); (2) observasi partisipan (participant observation); dan (3) Studi dokumentasi. Hasil Peneltian ini menunjukkan bahwa, Metode yang diajarkan ke peserta didik terlihat ada peningkatan dalam budaya literasi di PKBM Melati Indonesia dan bahkan menghasilkan karya yang sudah diakui oleh masyarakat sekitar. Dari temuan tersebut artinya bahwa metode tersebut cukup efektif sekaligus metode ini bisa menambah atau melengkapi metode-metode pembelajaran yang sudah ada sebelumnya. Metode pembelajaran ini perlu penyempurnaan dan penggunaan di tempat lain yang mungkin bisa jadi ada dinamika lain dalam penerapan metode tersebut. Masih adanya kendalakendala dalam penerapannya, khususnya ketika dipakai dalam matapelajaran tertentu contohnya matematika yang berisi angka-angka.
PENYELENGGARAAN PROGRAM KEAKSARAAN USAHA MANDIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI BISNIS PESERTA DIDIK
Asep Saepudin;
Ahmad Ginanjar
Jurnal AKRAB Vol. 8 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51495/jurnalakrab.v8i1.153
Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) merupakan tindak lanjut dari keaksaraan dasar dalam rangka memberikan penguatan keberaksaraan agar peserta didik agar tidak kembali buta aksara setelah mengikuti program pendidikan keaksaraan dasar. Untuk itu diperlukan pendekatan lain yang dapat membantu peserta didik untuk terus belajar tanpa merasa diatur dalam sebuah proses pembelajara. Salah satunya adalah belajar efektif melalui intervensi kegiatan kewirausahaan bagi peserta didik program pendidikan keaksaraan, dengan penekanan pada peningkatan keterampilan komunikasi bisnis. Tujuan program keaksaran usaha mandiri adalah untuk meningkatkan kemampuan usaha mandiri dan mengaktualisasi berbagai potensi yang dimiliki peserta didik, termasuk kemampuan komunikasi bisnis, karena keterampilan komunikasi bisnis sangat diperlukan oleh peserta didik dalam menyelenggarakan kegiatan kewirausahaan mandiri. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah mengenai pengelolaan program keaksaraan usaha mandiri dalam meningkatkan kemampuan komunikasi bisnis peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) Penyelenggaraan program keaksaraan usaha mandiri (KUM) di SKB Kabupaten Cianjur; 2) Kemampuan komunikasi bisnis peserta didik dalam program keaksaraan usaha mandiri di SKB Kabupaten Cianjur; 3) Faktor pendukung dan penghambat pada program keaksaraan usaha mandiri di SKB Kabupaten Cianjur. Responden penelitian ini adalah pengelola 1 orang, Tutor 2 orang dan peserta didik 10 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Alat pengumpul data penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil Penelitian yang diperoleh yaitu deskripsi penyelenggaraan program keaksaraan melalui kegiatan usaha mandiri telah berhasil meningkatkan kemampuan komunikasi bisnis peserta didik dalam melakukan kegiatan usaha.
IMPLEMENTASI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BAGI ANAK PUTUS SEKOLAH
Iip Saripah
Jurnal AKRAB Vol. 8 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51495/jurnalakrab.v8i1.154
Anak putus sekolah umumnya berada pada rentang usia remaja. Pada usia ini, anak semakin dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya, mampu mengatasi berbagai permasalahan akibat interaksi dengan lingkungan sosialnya, serta mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku di masyarakat. Remaja dituntut untuk memiliki keterampilan-keterampilan sosial untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Kegagalan remaja beradaptasi dengan lingkungan dapat menyebabkan rasa rendah diri, dikucilkan dari pergaulan, dan cenderung berprilaku antisosial. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi, dan wawancara dengan 5 orang menjadi subjek penelitian. Temuan yang dilaksanakan mulai dari mereview dan menyajikan masalah dimana anak mampu mengidentifi kasi masalah sendiri dengan mencari solusi melalui pengalaman dan latihan dan akan diperoleh hasil yang bervariasi; menyusun strategi melalui bimbingan yang cukup dari tutor dalam memecahkan masalah; tutor mengajukan pertanyaan sebagai bentuk dukungan dalam menyelesaikan tugas anak, pada tahap akhir tutor meminta anak untuk mendiskusikan dan mengevaluasi solusi. Simpulannya adalah implementasi pelatihan kewirausahaan bagi anak putus sekolah sangat memiliki dampak yang baik terhadap kehidupan anak putus sekolah.Pelat
Pengantar Redaksi: Tema Kita: Literasi Budaya dan Kewargaan
Tim Redaksi;
Abdul Kahar
Jurnal AKRAB Vol. 8 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51495/jurnalakrab.v8i2.155