cover
Contact Name
Johan Winarni
Contact Email
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Phone
+6281314950038
Journal Mail Official
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Editorial Address
Jalan RS Fatmawati, Cipete Selatan, Cilandak, RT.6/RW.5, Cipete Sel., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12410 +62 21-7693262/7657156
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Akrab (Aksara agar Berdaya)
ISSN : 25800795     EISSN : 27162648     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL AKRAB (Aksara agar Berdaya) adalah jurnal untuk mempublikasikan tulisan ilmiah populer, hasil penelitian/pengkajian, dan pengembangan model pembelajaran di bidang pendidikan nonformal, khususnya pendidikan keaksaraan dan pengembangan budaya baca masyarakat. Pengguna Jurnal adalah tenaga fungsional dari unsur Perguruan Tinggi, UPT PAUD dan Dikmas. Sanggar Kegiatan Belajar, dan para praktisi pendidikan nonformal. Jurnal Akrab diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jurnal AKRAB menerima seluruh hasil penelitian dan pengembangan model pembelajaran meliputi bidang: Pendidikan keaksaraan dasar Pendidikan keaksaraan usaha mandiri Pendidikan multikeaksaraan Pengembangan budaya baca dan literasi masyarakat
Articles 224 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI EKONOMI KELOMPOK BELAJAR KEAKSARAAN USAHA MANDIRI DI DESA PABUARAN KECAMATAN SUKAMAKMUR BOGOR JAWA BARAT Adi Irvansyah
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i2.180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi ekonomi masyarakat desa Pabuaran Kecamatan Sukamkur Kabupaten Bogor Jawa Barat. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksploratif melalui pendekatan induktif. Penelitian eksploratif yaitu ingin menggali tingkat kemampuan literasi ekonomi masyarakat. Responden penelitian ini ialah kelompok belajar Keaksaraan Usaha Mandiri yang memiliki usaha mikro..Hasil penelitian menunjukan bahwa pada saat mengelola keuangan usaha mikro dan mengelola keuangan keluarga tidaklah dilakukan perencanaan berupa pembuatan bisnis plan dan dalam mengelola keuangan keluarga belum mampu membuat skala prioritas antara keinginan dan kebutuhan. Literasi ekonomi masyarakat Desa Pabuaran Kecamatan Sukamakmur, terlihat dengan cara masyarakat mengoptimalkan sumber daya ekonomi keluarga dan mengelola usaha mikro yang dijalankan oleh masyarakat.
IMPLEMENTASI PENGELOLAANKEUANGAN PASCA PEMBELAJAR LITERASI KEUANGAN PESERTA DIDIK KUM Dadang Sunarwan
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i2.181

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang kegiatan peserta didik program pendidikan keaksaraan usaha mandiri dalam melakukan implementasi literasi keuangan hubungannya dengan kemampuan mengelola keuangan. Komponen yang dianalisis terkait dengan implementasi membuat perencanaan keuangan melalui fasilitasi tutor pasca pembelajaran dan komponen kedua terkait dengan implementasi pengelolaan keuangan peserta didik secara mandiri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, perolehan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mempunyai kemampuan yang baik sebatas membuat perencanaan keuangan berdasarkan aspek menentukan keinginan, menentukan skala prioritas, mengevaluasi kesehatan keuangan, mencatat harta dan utang serta mencatat penerimaan-pengeluaran. Terkait dengan komponen implementasi pengelolaan keuangan peserta didik secara mandiri, rata-rata mempunyai kemampuan berada pada kondisi cukup baik berdasarkan aspek melakukan prioritas belanja (memenuhi kebutuhan pokok seperti pengadaan bahan pokok, kebutuhan pendidikan), menyesuaikan belanja dengan perencanaan, kegiatan menabung, kegiatan investasi (mengikuti arisan) dan kegiatan berbagi (infak/sodaqoh). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwa peserta didik dalam implementasi pengelolaan keuangan berada pada kondisi cukup baik. Hanya masih terkendala oleh faktor internal-kebiasaan dan kemampuan mengendalikan diri dan faktor eksternal- fluktuasi harga kebutuhan.
LITERASI FINANSIAL WARGA MULTIKEAKSARAAN MELALUI PEMBELAJARAN MANAJEMEN KEUANGAN PERSONAL Tri Widayati
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i2.182

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan keuangan pada warga multikeaksaraan, yaitu pola hidup konsumtif yang tidak proporsional yang tidak sesuai dengan kemampuan pendapatan. Oleh sebab itu pengetahuan mengenai literasi fi nansial menjadi keharusan sehari-hari, sehingga menjadi life skill yang perlu dimiliki oleh setiap individu. Pendidikan keuangan pribadi (personal fi nance) masih jarang dilakukan. Manajemen keuangan personal merupakan bagian dari pengetahuan keuangan dasar sangat diperlukan oleh warga multikeaksaraan. Pembelajaran manajemen keuangan personal menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran dalam pendidikan multikeaksaraan. Pembelajaran lebih difokuskan pada pengenalan pengelolaan keuangan secara bijak dan mampu mengontrol keuangan serta dapat membedakan kebutuhan dan keinginan. Kegiatan dalam manajemen keuangan personal meliputi perencanaan, implementasi dan evaluasi keuangan. Pengetahuan dan keterampilan terkait dalam tiga kegiatan tersebut menjadi materi pokok dalam pembelajaran manajemen keuangan personal bagi warga multikeaksaraa, yaitu (1) pencatatan aset/harta yang dimiliki; (2) pencatatan semua pemasukan dan pengeluaran; (3) identifi kasi pengeluaran rutin bulanan dan tahunan; (4) menyusun rencana pengeluaran; (5) menabung secara periodik; dan (6) perencanaan program untuk masa depan. Kata kunci : Literasi Finansial, Multikeaksaraan, Manajemen keuangan personal
KONSUMEN CERDAS: PENERAPAN KURIKULUM MULTIAKSARA BERMUATAN LITERASI KEUANGAN Apriyanti Wulandari
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i2.183

Abstract

ingkat konsumsi penduduk Indonesia yang tinggi di satu sisi dapat menggerakkan ekonomi, namun disisi lain mengkhawatirkan untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Saat ini sudah mulai terjadi pergeseran pola konsumsi di masyarakat dengan penurunan kebutuhan primer dan meningkatnya kebutuhan sekunder. Pola konsumsi ini mencemaskan dengan tingkat literasi keuangan 29.66% namun memiliki akses ke layanan keuangan 59.74% yang disinyalir membuat konsumen mengambil keputusan keuangan tanpa mengetahui dampaknya. Praktik kurikulum multiaksara bermuatan literasi keuangan didasarkan pada kajian dari berbagai dokumen. Dokumen yang dikaji meliputi dokumen kebijakan, teori, dan hasil-hasil penelitian yang terkait kurikulum multikeaksaraan dan literasi keuangan. Melalui kajian ini didapatkan suatu bentuk implementasi literasi keuangan melalui pembelajaran pendidikan multikeaksaraan. Pendidik perlu memahami bentuk, isi, dan tujuan pendidikan multiaksara bermuatan literasi keuangan dengan menyeimbangkan antara theoria dan phronesis. Tujuan literasi keuangan adalah untuk membentuk prilaku keuangan yang ujungnya mencapai kesejahteraan keuangan. Mengukur prilaku keuangan seseorang saat ini masih sebatas pada pengukuran sebelum dan setelah mengikuti program, yang belum menghubungkan pengetahuan dan prilaku keuangan. Kebutuhan literasi keuangan semakin meningkat sering bertambahnya usia, sehingga melalui pendidikan multiaksara saja tidak cukup. Peserta didik harus diarahkan untuk memotivasi diri mengikuti perkembangan informasi terkait literasi keuangan dari sumber-sumber belajar yang terpercaya secara mandiri.
MERAWAT KEBERAKSARAAN MELALUI MUATAN LITERASI KEUANGAN DALAM KURIKULUM MULTIAKSARAAN SEBAGAI UPAYA KEBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN Maria Listiyanti
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i2.184

Abstract

Kemiskinan yang menyasar pada penduduk perdesaan justru dialami oleh nelayan dan petani, dua sektor sumber daya terkaya yang menjadi andalan Indonesia. Di sisi lain, dalam kemiskinan, perempuan merupakan kelompok yang paling rentan dalam penduduk miskin. Indikator kerentanan terlihat dari rata-rata lama sekolah perempuan yang cukup rendah dibanding laki-laki. Pendidikan yang rendah berdampak pada kemandirian perempuan secara ekonomi, keterbatasan dalam berpedapat, dan tidak memiliki posisi tawar yang tinggi. Peningkatan kapasitas perempuan melalui pemberdayaan perempuan penting menjadi agenda pengentasan kemiskinan. Pintu masuk dalam pemberdayaan perempuan adalah akses sumber daya ekonmi agar mandiri secara ekonomi, memiliki penghargaan positif yang memungkinkan mereka untuk mempertahankan keadaan dari tantangan apa pun dan untuk berkontribusi terhadap berbagai kegiatan pembangunan. Permasalahan utama dalam implementasi kurikulum multiaksara adalah belum mengaitkan materi-materi keberaksaraan dengan pemberdayaan perempuan yang fokus pada penguatan ekonomi keluarga dengan materi-materi literasi keuangan. Kajian ini menyoroti implementasi kurikulum multiaksara yang bermuatan literasi keuangan dan pendekatan pemberdayaan perempuan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi dokumen dari beragam sumber. Hasil kajian berupa rekomendasi terkait pilihan pendekatan dan panduan dalam melaksanakan pendidikan pemberdayaan perempuan.
PEMBELAJARAN LITERASI KEUANGAN BAGI PEREMPUAN RENTAN Jaenal Mutakim; Elais Retnowati
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i2.185

Abstract

Perempuan Indonesia biasanya bukan kepala keluarga yang bisa mengambil keputusan secara mandiri. Keputusan biasanya dilakukan oleh kepala keluarga atau laki-laki yang dianggap sebagai pemimpin. Perempuan meskipun terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif dalam keluarga, namun karena ketimpangan peran gender menjadikan kontribusi perempuan dianggap hanya sebagai penambah dan sampingan. Kegiatan belajar literasi keuangan bagi komunitas perempuan ekonomi rentan adalah kegiatan pembelajaran yang bersifat bimbingan yang tujuannya memberikan pendalaman materi terkait dengan perencanaan dan pengelolaan keuangan, penguatan motivasi, serta penilaian hasil pembelajaran. Pembelajaran literasi keuangan yang dilakukan memperhatikan tiga komponen utama dalam pembelajaran, yaitu input (masukan), proses, dan output (hasil). Langkah pembelajaran literasi keuangan dilakukan melalui kegiatan: pertemuan awal dengan warga belajar; pelaksanan kegiatan pembelajaran yang terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup; evaluasi pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik; penilaian dan tindak lanjut pembelajaran.
MANFAAT LITERASI FINANSIAL TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHA MIKRO: (Studi Kasus Pada Usaha Kuliner Siomay Ikan Patin Alumni KUM di Kawasan Puntun Kota Palangka Raya) Muhamad Affandi
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i2.186

Abstract

Literasi fi nansial secara singkat merupakan tingkatan pengetahuan dan kemampuan seseorang untuk mengelola keuangan dengan didasari atas berbagai sumberdaya maupun potensi yang dimilikinya. Asumsi dasar dari tulisan ini ialah paradigma masyarakat umum bahwa kemampuan mengelola keuangan akan berdampak besar pada keberlanjutan usaha seseorang, dimana tingkatan kemampuan seseorang dalam mengelola keuangan akan menjadi salah satu kunci sukses dalam mengembangkan usahanya. Pertanyaan yang timbul dari kajian ini ialah bagaimana manfaat literasi fi nansial terhadap keberlanjutan usaha mikro? Oleh karena itu tulisan ini mendeskripsikan salah satu studi kasus ketahanan usaha alumni program keaksaraan dengan memanfaatkan nilai-nilai literasi fi nansial. Aktivitas ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode deskriptif, yang didasari pada hasil interview dengan informan, yang tidak lain adalah alumni program keaksaraan usaha mandiri yang sudah menjalankan usaha kuliner siomay ikan patin. Hasil analisis data yang dilakukan menyimpulkan bahwa melalui literasi fi nansial yang baik maka pelaku usaha mikro pada tingkatan pemula sekalipun akan mampu menyusun konsep berupa analisis usaha, aktivitas pemasaran, promosi sekaligus membuat keputusan bisnis yang berorientasi pada jangka panjang, dalam rangka keberlanjutan usahanya. Melalui kajian ini, diharapkan mampu menjadi data awal terkait dengan pemanfaatan nilai-nilai literasi fi nansial secara praktis demi menjaga keseimbangan dan keberlangsungan usaha mikro, apapun jenis usahanya.
HINDARI INVESTASI BODONG DENGAN LITERASI FINANSIAL Annas Firdausi
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i2.190

Abstract

Literasi finansial adalah pengetahuan, kemampuan, keahlian, dan keyakinan diri masyarakat dalam mengelola keuangannya dengan cara yang benar dan bertanggung jawab. Literasi finansial menjadi solusi dalam menyaring berbagai efek negatif dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Banyak produk/jasa keuangan yang muncul dengan modus yang berbeda-beda. Akibatnya, semakin sulit menentukan mana investasi yang sah dan mana investasi bodong. Literasi finansial menjadi penting karena sangat sedikit masyarakat Indonesia yang benar-benar mengetahui produk/ jasa keuangan yang ada, fitur-fiturnya, lembaga pengelola, serta resikonya. Kajian ini merupakan penelitian studi kepustakaan yakni dengan pengambilan data melalui data sekunder yang ada dan studi pustaka yang terkait dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa Literasi finansial adalah ‘senjata’ ampuh untuk meminimalisir korban investasi bodong yang semakin marak di masyarakat. Dengan literasi finansial, masyarakat mampu mengenali tanda bahaya dari tawaran investasi yang datang, mampu merencanakan keuangannya secara benar, dan mampu memanfaatkan pengetahuan dan kemampuannya dalam mengambil keputusan secara finansial. Pada akhirnyam literasi finansial diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, karena mereka bisa mengakses sumber-sumber daya ekonomi dan menggunakannya dengan cara yang benar. Literasi finansial dapat ditingkatkan dengan edukasi terhadap masyarakat untuk lebih hatihati mengenali produk/jasa keuangan, mengenali investasi yang cocok, mengenali lembaga investasi yang sah, edukasi literasi finansial sejak usia dini, sosialisasi secara luas kepada masyarakat dengan media yang tepat, serta mendorong partisipasi masyarakat. Literasi finansial sangat diperlukan sebagai modal bagi masyarakat untuk bisa meningkatkan taraf hidupnya, karena dengan pengetahuan, keahlian, dan kepercayaan diri masyarakat bisa memanfaatkan sumber daya ekonomi yang ada dengan benar untuk kesejahteraannya.
MELALUI PARENTING EKONOMI MENJADIKAN ORANG TUA DI PAUD MELEK LITERASI KEUANGAN Redi Awal Maulana
Jurnal AKRAB Vol. 9 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v9i2.191

Abstract

Peran Orangtua sebagai pertama dan utama dalam memberikan pengetahuan sejak dini mengenai literasi keuangan menjadi sangatlah penting. Begitu pun pendidikan anak usia dini sebagai lembaga pendidikan anak yang orangtua berada didalamnya sebagai salah satu komponen keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu diperlukan sebuah komitmen antara sekolah dan orangtua dalam menanamkan berbagai nilai literasi keuangan didalam kehidupan anak-anak baik dilembaga ataupun di lingkungan rumah. Penulisan ini merupakan sebuah kajian literatur tentang literasi keuangan sebagai salah satu upaya dalam mempersiapkan berbagai program-program literasi keuangan khususnya bagi orangtua di lingkungan pendidikan anak usia dini.
Pengasuhan Anak Berbasis Kearifan Lokal AGUSTINUS HARTONO
Jurnal AKRAB Vol. 2 No. 2 (2011): Agustus 2011
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v2i2.193

Abstract

Parenting berbasis kearifan lokal dipahami sebagai pola pengasuhan anak dengan menggunakan metode yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak, mengandung nilai-nilai luhung, serta berasal dan hidup di tengah lingkungan dimana orang tua tinggal. Berdasarkan pemahaman ini, permainan rakyat dan dongeng merupakan dua metode yang sesuai dengan kriteria ini. Permainan rakyat dan dongeng menyimpan nilai­ nilai atau kearifan lokal yang sangat berguna bagi pembentukan karakter dan perilaku anak. Selain itu, permainan rakyat dan dongeng sangat efektif untuk mengembangkan segala dimensi anak sebagai manusia. Permainan rakyat dan dongeng, dengan demikian, tidak hanya membentuk karakter anak, tetapi juga dapat mengembangkan dimensi kognisi, psikomotorik, sosial, bahkan spiritual anak. Lebih jauh, pengasuhan dengan menggunakan permainan rakyat. dan dongeng berupaya untuk melestarikan budaya asli indonesia di tengah gempuran permainan dan cerita-cerita import.