cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
PEDOMAN PUBLIKASI BULETIN AGROHORTI Editor Buletin Agrohorti
Buletin Agrohorti PEDOMAN PENULISAN BULETIN AGROHORTI
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.454 KB) | DOI: 10.29244/agrob...%p

Abstract

PEDOMAN PUBLIKASI BULETIN AGROHORTIBuletin Agrohorti  merupakan media  on-line  untuk publikasi tulisan asli yang berkaitan dengan budidaya tanaman secara luas,  berupa hasil penelitian, analisis kebijakan, atau review,  dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.  Naskah yang diterima adalah  naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi dalam jurnal ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Kemunduran Benih Kedelai Akibat Pengusangan Cepat Menggunakan Alat IPB 77-1 MM dan Penyimpanan Alami Syarifa Mustika; Muhamad Rahmad Suhartanto; Abdul Qadir
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.091 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.1-10

Abstract

Kemunduran benih ditandai dengan penurunan vigor, viabilitas, dan peningkatan asam lemak bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penurunan viabilitas, vigor dan peningkatan asam lemak bebas benih kedelai Varietas Anjasmoro  dan Wilis antara benih yang telah diusangkan menggunakan Alat Pengusangan Cepat (APC) IPB 77-1 MM dengan penyimpanan alami dan untuk mengetahui hubungan antara viabilitas dan vigor dengan asam lemak bebas. Penelitian terdiri atas dua percobaan yaitu penyimpanan alami dan pengusangan. Penyimpanan alami terdiri atas 5 waktu penyimpanan yaitu 0, 2, 4, 6, 8 minggu dan pengusangan  terdiri atas 5 waktu pengusangan 0, 15, 30, 45, 60 menit. Hasil menunjukkan bahwa adanya kesesuaian (korelasi nyata) laju penurunan viabilitas dan vigor antara penyimpanan alami selama 8 minggu dengan pengusangan selama 60 menit, sedangkan pada asam lemak bebas tidak adanya kesesuaian (korelasi tidak nyata) antara penyimpanan alami selama 8 minggu (diasumsikan setelah penyimpanan selama 8 minggu terjadi peningkatan asam lemak bebas) dengan pengusangan selama 30 menit (Anjasmoro) dan 15 menit (Wilis). Viabilitas dan vigor dengan asam lemak bebas berkorelasi negatif, artinya semakin tinggi asam lemak bebas maka viabilitas dan vigor semakin rendah.
Evaluasi Karakter Agronomi dan Analisis Kekerabatan 10 Genotipe Lokal Kacang Hijau (Vigna radiata L. Wilczek) Indah Dwi Putri; Surjono Hadi Sutjahjo; Edison Jambormias
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.808 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.11-21

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L. Wilczek) merupakan salah satu tanaman Leguminosae yang cukup penting di Indonesia. Permasalahan yang sering muncul pada budidaya kacang hijau adalah tidak serempaknya panen sehingga membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang lebih banyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi karakter agronomi 10 genotipe lokal kacang hijau dan menganalisis jarak genetik antar genotipe-genotipe tersebut berdasarkan karakter kuantitatif dan kualitatif. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Leuwikopo Dramaga, Bogor pada bulan April hingga Agustus 2013, dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yang terdiri atas 10 genotipe kacang hijau lokal dan satu varietas nasional sebagai pembanding dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe-genotipe yang diuji berbeda nyata dengan pembanding pada komponen pertumbuhan, komponen umur tanaman, dan komponen produksi. Genotipe LL3 merupakan genotipe dengan keragaan terbaik (berdasarkan parameter: komponen produksi, komponen umur tanaman, dan komponen keserempakan panen), diikuti LL4, LWL, dan LKH. Berdasarkan analisis jarak genetik, genotipe-genotipe yang diuji mengelompok menjadi empat kelompok (berdasarkan karakter kuantitatif) dan tiga kelompok (berdasarkan karakter kualitatif).
Perlakuan Benih Cabai (Capsicum annuum L.) dengan Rizobakteri untuk Mengendalikan Phytophthora capsici, Meningkatkan Vigor Benih dan Pertumbuhan Tanaman Abubakar Ibrahim; Satriyas Ilyas; Dyah Manohara
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.621 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.22-30

Abstract

Perlakuan benih menggunakan rizobakteri sebagai alternatif  pengganti penggunaan bahan kimia untuk mengendalikan penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan (1) menyeleksi keefektifan isolat rizobakteri dalam menghambat pertumbuhan Phytophthora capsici secara in vitro, dan (2) mempelajari pengaruh perlakuan benih menggunakan rizobakteri terhadap pertumbuhan P. capsici, vigor benih dan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini terdiri atas dua tahap percobaan, kedua percobaan tersebut menggunakan rancangan acak lengkap. Percobaan satu (pesemaian) terdiri atas lima taraf yaitu perlakuan benih dengan rizobakteri ST116B, ST156, E3, metalaksil, dan tanpa perlakuan (kontrol). Percobaan dua (di rumah kaca) terdiri atas enam taraf yaitu perlakuan rizobakteri ST116B, ST156, E3, metalaksil, kontrol positif, dan kontrol negatif. Terdapat 7 rizobakteri dari 23 isolat yang diuji yaitu ST156, E3, ST116B, ST81, SK7, ST116, dan ST109B menghambat pertumbuhan P. capsici secara in vitro. Perlakuan benih dengan rizobakteri ST116B, ST156, dan E3 nyata meningkatkan vigor benih pada tolok ukur indeks vigor. Perlakuan benih terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman (jumlah daun) dan berpotensi mengendalikan penyakit busuk phytophthora pada tanaman cabai adalah dengan rizobakteri ST116B.
Ketahanan Penyakit Antraknosa terhadap Cabai Lokal dan Cabai Introduksi Abdul Hakim; Muhammad Syukur; . Widodo
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.112 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.31-36

Abstract

Penyakit yang menyebabkan rendahnya produktivitas cabai di Indonesia adalah antraknosa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan genotipe tanaman cabai yang tahan terhadap penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum acutatum. Penelitian ini dilakukan di lapangan dan laboratorium, menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak, satu faktor dan dua ulangan. Isolat Colletotrichum acutatum yang digunakan adalah BGR 027, PYK 04 dan BKT 05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe IPB C15 memiliki ketahanan paling baik terhadap tiga isolat Colletotrichum acutatum. Genotipe ini merupakan salah satu sumber untuk sifat ketahanan cabai terhadap penyakit antraknosa. Genotipe introduksi lebih mendominasi untuk sifat ketahanan dan keragaan daya hasil daripada genotipe lokal. Dengan demikian perlu dilakukan eksplorasi untuk mendapatkan genotipe lokal yang tahan antraknosa.
Pengaruh Jarak Tanam dan Jenis Stek Terhadap Kecepatan Penutupan Arachis pintoi Krap. & Greg. Sebagai Biomulsa Pada Pertanaman Tomat (Licopersicon esculentum M.) Yudi Febrianto; Muhamad Achmad Chozin
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.937 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.37-41

Abstract

Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Cikabayan Darmaga Bogor dari bulan Desember 2011- Mei 2012. Tujuan penelitian untuk mempelajari pengaruh jenis stek dan jarak tanam tanam terhadap kecepatan penutupan A. pintoi dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman tomat. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari 2 faktor yaitu jenis stek ( pangkal, tengah, pucuk) dan jarak tanam tanam ( K1: 20 cm x 20 cm; K2:20 cm x 15 cm; K3: 20 cm x 10 cm; K4: 20 cm x 5 cm). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan jarak tanam dan jenis stek  nyata dapat meningkatkan persen penutupan tanah, sedangkan interaksinya tidak berpengaruh nyata. Perlakuan K4 dan K3 lebih cepat penutupanya disbanding K2 dan K1. Perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan komponen hasil tanaman tomat. Penutupan dapat mengurangi berat kering gulma dan mampu meningkatkan bobot buah tomat  per tanaman.
Pengeringan Dan Penyimpanan Serbuk Sari Mentimun (Cucumis Sativus L.) Serta Pemanfaatannya Dalam Produksi Benih Hibrida Rotua Melisa Sidabutar; Endah Retno Palupi; Karyadi Wanafiah
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.769 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.42-48

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh penurunan kadar air selama pengeringan dengan daya berkecambah serbuk sari mentimun KE014 dan kemampuannya dalam produksi benih hibrida. Percobaan pertama dan kedua, serbuk sari KE014 dikeringkan selama 8, 16, dan 24 jam dalam MgCl2, setelah itu disimpan selama 56 hari dalam ultrafreezer. Daya berkecambah diamati selama pengeringan dan penyimpanan. Pada percobaan tiga, serbuk sari KE014 di penyimpanan, digunakan dalam penyerbukan untuk produksi benih hibrida. Hasil menunjukkan, pengeringan serbuk sari selama delapan jam menurunkan kadar air secara nyata dari 12.05% menjadi 6.71%, sedangkan daya berkecambah meningkat dari 10.16% menjadi 25.60%. Pengeringan lebih lama tidak menurunkan kadar air secara signifikan. Pengeringan selama 8 jam mempertahankan daya berkecambah serbuk sari selama 56 hari penyimpanan. Pengeringan serbuk sari KE014 meningkatkan kemampuannya dalam pembentukan buah dan biji, tetapi tidak untuk daya berkecambah dan bobot 1000 butir benih. Oleh karena itu, serbuk sari KE014 perlu dikeringkan minimum selama 8 jam setelah panen untuk dapat disimpan dan digunakan dalam produksi benih hibrida.
Induksi Kalus dan Embrio Somatik Tanaman Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) Reza Ramdan Rivai; Ali Husni; Agus Purwito
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.693 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.49-58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh protokol yang tepat dalam menginduksi kalus dan embrio somatik tanaman jambu biji merah.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor pada bulan September 2012 sampai dengan bulan Maret 2013. Penelitian tersusun atas dua percobaan yaitu percobaan pertama merupakan induksi kalus dan percobaan kedua merupakan induksi embrio somatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media dengan perlakuan zat pengatur tumbuh R1 (5 mg l-1 2.4-D), R3 (5 mg l-1 2.4-D + 1 mg l-1 BAP) dan R6 (2.5 mg l-1 2.4-D + 2 mg l-1 2-iP) merupakan perlakuan terbaik untuk menginduksi kalus kompak pada 4 minggu setelah tanam (MST), sedangkan untuk menginduksi kalus remah didapatkan media dengan perlakuan zat pengatur tumbuh terbaik yaitu R5 (5 mg l-1 2.4-D + 2 mg l-1 2-iP). Embrio somatik primer terbentuk pada perlakuan R2E4 (2.5 mg l-1 2.4-D dipindahkan ke 1 mg l-1 2.4-D + 2 mg l-1 2-iP) dan perlakuan R5E4 (5 mg l-1 2.4-D + 2 mg l-1 2-iP dipindahkan ke 1 mg l-1 2.4-D + 2 mg l-1 2-iP) masing-masing pada 12 dan 16 MST.
Viabilitas Benih Melon (Cucumis Melo L.) pada Kondisi Optimum dan Sub-Optimum Setelah Diberi Perlakuan Invigorasi . Novita; Faiza C Suwarno
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.599 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.59-65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan invigorasi  dengan menggunakan GA3 dan air kelapa pada benih melon yang  memiliki viabilitas rendah dan tinggi di kondisi optimum dan sub-optimum (kekeringan). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Institut Pertanian Bogor dari bulan Februari hingga Desember 2012. Penelitian ini terdiri dari dua percobaan yaitu percobaan invigorasi pada kondisi optimum dan percobaan invigorasi pada kondisi sub-optimum. Setiap percobaan disusun dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor yang pertama yaitu tingkat viabilitas, daya berkecambah rendah (60%-75%) dan daya berkecambah tinggi (80%-95%). Faktor yang kedua adalah perlakuan invigorasi (kontrol, air kelapa, GA3 80 ppm, GA3 100 ppm, kombinasi air kelapa dan GA3 80 ppm dan kombinasi air kelapa dan GA3 100 ppm). Variabel yang diamati adalah indeks vigor, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, potensi tumbuh maksimum dan berat kering kecambah normal. Hasil dari percobaan menunjukkan bahwa pada kondisi optimum semua perlakuan invigorasi dapat meningkatkan indeks vigor  dari 16.67% menjadi 30.67%-48% kecuali perlakuan GA3 100 ppm. Perlakuan dengan GA3 80 ppm dan GA3 100 ppm mampu meningkatkan daya berkecambah benih melon  tingkat viabilitas rendah dari 72% menjadi 85.33% dan 88%. Pada kondisi sub-optimum semua perlakuan invigorasi tidak mampu meningkatkan viabilitas benih melon.
Simulasi Uji Baru Unik Seragam dan Stabil (BUSS) Pisang (Musa spp.) di Kebun Percobaan Pasir Kuda, Bogor Alifiya Herwitarahman; . Sobir
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.828 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.66-74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat unik, seragam dan stabil (BUSS) pada tujuh varietas pisang yaitu ambon hijau (AHM), cavendish (CVS), kepok kuning (KKU), kepok unti sayang (KUS), pisang ungu (PUG), pisang lampung (PLP), dan pisang mas kirana (PMK) sebagai simulasi uji BUSS untuk permohonan hak Perlindungan Varietas Tanaman. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Pasir Kuda, Bogor. Pengolahan data dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Aksesi dilaksankan pada seluruh bagian tanaman yang dibagi dengan beberapa bagian pengamatan yaitu bagian batang, tanaman, daun, peduncle, tandan, rachis, jantung dan buah menggunakan panduan pengamatan TG UPOV 123. Simulasi ini menghasilkan 50 karakter beda dari 52 karakter pada TG UPOV di antara varietas yang diuji dengan pembanding. Perbedaan tersebut menyatakan bahwa pisang yang diuji memiliki kategori unik.Keseragaman dan kestabilan dilihat dari tidak adanya off type pada varietas pisang yang diuji dan sumber bahan tanam yang diperbanyak secara vegetatif.Perbedaan karakter yang didapat digunakan untuk mendapatkan varietas contoh.Varietas contoh ini berperan untuk pembuatan pedoman pelaksanaan uji selanjutnya.

Page 3 of 44 | Total Record : 434