cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Pertumbuhan Varietas Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz.) pada Perlakuan Irigasi Simulasi Kondisi Bulan Kering Hardiani, Siti; Suwarto; Hapsari, Dhika Prita
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 2 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i2.51536

Abstract

Ubi kayu atau singkong tumbuh di berbagai daerah dan jenis tanah. Produktivitas ubi kayu bervariasi antar daerah karena perbedaan varietas dan lingkungan. Curah hujan yang rendah pada kondisi bulan kering menyebabkan cekaman kekeringan pada pertumbuhan ubi kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons tiga varietas ubi kayu yang diberi irigasi sebagai simulasi pada kondisi bulan kering. Ubi kayu ditumbuhkan dalam media polibag dalam rumah kaca di Kebun Percobaan Cikabayan, IPB Bogor. Tiga varietas ubi kayu Mangu, Genjah Bayam, dan IR Jonggol ditanam dan disiram pada 98.1 mL per hari per polibag (setara curah hujan 60 mm per bulan) dan 130.8 mL per hari per polibag (setara curah hujan 80 mm per bulan). Tidak ada pengaruh interaksi varietas dan penyiraman tanaman terhadap variabel pertumbuhan ubi kayu. Variabel pertumbuhan ubi kayu berbeda antara varietas dan penyiraman tanaman. Pada umur 12 minggu setelah tanam (MST), tinggi tanaman Genjah Bayam lebih rendah dibandingkan varietas lainnya. Mangu memiliki jumlah lobus terbanyak pada 8 MST, bobot dari batang, tangkai daun, dan daun varietas Mangu paling tinggi. Penyiraman 130.8 mL per hari per polibag menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun menempel, diameter batang, tangkai daun, dan tinggi tanaman berdaun lebih tinggi daripada 98.1 mL per hari per polibag. Kata kunci: curah hujan rendah, interaksi, kekeringan, respons pertumbuhan, singkong
Dosis dan Cara Penempatan Pupuk pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Varietas Numbu Khotimah, Herliana Husnul; Suwarto
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.51577

Abstract

Sorgum merupakan tanaman serealia yang berpotensi menjadi pangan alternatif. Produktivitas sorgum masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan menentukan dosis pupuk dan cara penempatan pupuk yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman sorgum. Penelitian ini dilakukan selama enam bulan, yaitu Februari-Juli 2019 di Kebun Percobaan Cikabayan, Laboratorium Pengujian, dan Laboratorium Pasca Panen Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktorial. Faktor utama yaitu dosis pupuk terdiri atas 25%, 50%, dan 100% dari dosis acuan yang digunakan (261 kg Urea, 100 kg SP-36, dan 150 kg KCl ha-1) dan faktor kedua yaitu cara penempatan pupuk (penempatan pupuk sepanjang larikan di antara barisan tanaman dan penempatan pupuk sepanjang larikan di luar masing-masing barisan tanaman). Pemberian dosis pupuk 25% dari dosis acuan yang digunakan dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman sorgum pada 8 dan 10 MST. Pemberian pupuk sepanjang larikan di luar masing-masing barisan tanaman dapat meningkatkan pertumbuhan jumlah daun tanaman sorgum pada 2 MST. Pupuk dapat diberikan di setiap baris tanaman atau dalam satu baris antara dua baris tanaman. Dosis pupuk anorganik untuk sorgum varietas Numbu di tanah Latosol Darmaga; dengan kandungan N-total sedang (0.21%), P total sangat tinggi (147.06 mg P2O5 100g-1) dan K-total rendah (19.05 mg K2O 100g-1) yang diberi pupuk kandang 10 ton ha-1 dan dolomit 2 ton ha-1, dapat diberikan dengan dosis lebih rendah sampai 25% dari acuan. Kata kunci: dosis pupuk, penempatan pupuk, pertumbuhan
Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Nitrogen Memengaruhi Pertumbuhan dan Hasil Padi Ketan Grendel (Oryza sativa L. var glutinosa) Haq, Awfil; Santosa, Edi; Ritonga, Arya Widura
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.51579

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh jarak tanam dan dosis nitrogen (N) terhadap pertumbuhan dan hasil padi ketan grendel (Oryza sativa L. var glutinosa). Penelitian dilaksanakan di Desa Jatisari, Karawang, Jawa Barat yang berada pada ketinggian 25.6 m dpl pada Januari-Juni 2022. Penelitian menggunakan rancangan split plot dengan dua faktor yaitu jarak tanam sebagai petak utama (20 cm x 20 cm, 25 cm x 25 cm, 30 cm x 30 cm, dan 40 cm x 40 cm) dan dosis N sebagai anak petak (0, 45, 90, 135, dan 180 kg N ha-1). Kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 40 cm x 40 cm dan dosis N 180 kg N ha-1 merupakan kombinasi terbaik karena dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan, warna daun, jumlah anakan produktif, bobot kering sampel, bobot gabah hampa, jumlah bulir per malai, dan hasil ubinan (GKP) yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain. Dengan demikian, jarak tanam dan dosis tersebut direkomendasikan untuk dikaji lebih lanjut dalam rangka mendukung produktivitas padi ketan grendel. Kata kunci: dosis rekomendasi, jarak tanam, komponen hasil, pemupukan nitrogen
Pengaruh Frekuensi Pemberian NPK terhadap Kualitas Buah Jeruk Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.) Kurniawan, Nafi’; Susanto, Slamet; Matra, Deden Derajat
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.51580

Abstract

Pamelo atau jeruk besar (Citrus maxima (Burm.) Merr.) merupakan salah satu jenis jeruk di Indonesia yang mempunyai ukuran buah lebih besar dibandingkan dengan jenis jeruk lain. Produksi dan kualitas buah pamelo masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi selera konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan rekomendasi frekuensi pemupukan NPK yang tepat untuk meningkatkan kualitas buah pamelo. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan IPB dan Laboratorium pascapanen AGH dari bulan Desember 2019 sampai Juni 2020. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan satu faktor yaitu frekuensi pemupukan yang terdiri atas 4 perlakuan, yaitu kontrol tanpa pemupukan (P1), pemupukan setiap 2 minggu (P2), 4 minggu (P3), dan 8 minggu (P4), dengan dosis setiap aplikasi 0.5 kg per tanaman. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Hasil menunjukkan bahwa tanaman dari perlakuan P3 menunjukkan hasil nyata lebih tinggi bobot buah, diameter buah dan lingkar buah dibandingkan kontrol. Bobot bagian buah secara proporsional meningkat dengan semakin tingginya bobot buah. Proporsi bagian dapat dimakan (BDD) berkisar antara 62-64% tidak berbeda nyata antar perlakuan. Perlakuan frekuensi pemupukan tidak berpengaruh nyata pada kandungan PTT, ATT dan vitamin C. PTT berkisar antara 9,8-10,6 °Brix, ATT berkisar antara 0.49-0.64%, Vitamin C berkisar antara 36.6-38.0 mg 100 g-1. Jumlah tunas vegetatif dan generatif yang muncul selama periode perkembangan buah sangat rendah, tidak menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan. Kata kunci: bagian dapat dimakan, kualitas eksternal, kualitas internal, pupuk majemuk, varietas Nambangan
Pemangkasan Meningkatkan Produktivitas Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex. A. Froehner) di Malang, Jawa Timur Atikah, Nurhati; Suhartanto, Muhammad Rahmad; Wachjar, Ade
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 2 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i2.51583

Abstract

Pemangkasan merupakan kegiatan penting di perkebunan kopi untuk mempertahankan produktivitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemangkasan pemeliharaan terhadap produktivitas kopi Robusta di Malang, Jawa Timur. Penelitian berlangsung dari bulan Januari hingga Juni 2021. Pengamatan yang dilakukan adalah tinggi tanaman, cabang produktif, proporsi jumlah cabang produktif, tunas udara, jumlah cabang, tandan, dan buah. Tanaman diamati dari 3 blok berbeda yang mewakili setiap kelas kebun dengan tahun tanam yang sama yaitu 2013. Data yang diperoleh, dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan kuantitatif. Hasil analisis kuantitatif diuji menggunakan metode uji t-student pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan jumlah cabang, tandan, dan buah kopi ditentukan oleh kegiatan pemangkasan. Pemeliharaan pemangkasan dengan cara penjarangan berpengaruh positif terhadap jumlah cabang produktif dan hasil buah yang maksimal. Pemangkasan pemeliharaan dapat meningkatkan produktivitas sebesar 73%. Kata kunci: cabang produktif, produktivitas, tunas udara
Potensi Ekstrak Daun Eucalyptus pellita F. Muell sebagai Bioherbisida Pascatumbuh Audina, Mia; Guntoro, Dwi
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.51585

Abstract

Penggunaan bioherbisida untuk mengendalikan gulma merupakan salah satu upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan. Zat alelopati tumbuhan dapat dijadikan sebagai bioherbisida yang ramah lingkungan. Daun Eucalypthus pellita mengandung zat alelopati yang dapat digunakan sebagai bioherbisida. Penelitian laboratorium dilaksanakan untuk mengungkap potensi zat alelopati dari ekstrak daun E. pellita sebagai bioherbisida pasca tumbuh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2016 di Laboratorium Ekotoksikologi Limbah dan Agen Hayati, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian dan Green House Kebun Percobaan Cikabayan Institut Pertanian Bogor. Percobaan disusun dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan satu faktor dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas lima konsentrasi yaitu 0 (kontrol), 100, 200, 300, dan 400 g L-1. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ekstrak daun E. pellita dapat menghambat pertumbuhan tinggi, jumlah daun, fitotoksisitas dan meningkatkan persentase kerusakan pada gulma Asystasia gangetica dan Borreria alata pada konsentrasi 30% dan gulma Cyperus brevifolius pada konsentrasi 40%. Ekstrak daun E. pellita tidak mempengaruhi pertumbuhan spesies Eleusin indica. Kata kunci: alelopati, gulma daun lebar, pengendalian, rumput, ekstraksi air
Pengaruh Ukuran Rimpang dan Media Tanam terhadap Viabilitas dan Vigor Bibit Monstera (Monstera deliciosa) Ramadhanti, Ayomi Ida; Suhartanto, Muhammad Rahmad
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.51662

Abstract

Monstera (Monstera deliciosa) merupakan tanaman hias yang sedang populer di Indonesia selama beberapa tahun. Pembibitan monstera dapat ditingkatkan dengan pemilihan ukuran rimpang dan media tanam yang paling baik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 hingga Januari 2020 di Kebun Percobaan Cikabayan, Laboratorium Pengujian Mutu Benih, dan Laboratorium Fisiologi dan Kesehatan Benih. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah ukuran rimpang yang terdiri dari 3 taraf berdasarkan diameter, yaitu ukuran kecil (0.7 cm hingga <1.7 cm), sedang (≥1.7 cm hingga ≤2 cm), dan besar (>2 cm hingga 4 cm). Faktor kedua adalah media tanam yang terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam (1:1:1) dan campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir (1:1:1). Bibit yang berasal dari benih rimpang berukuran besar memiliki persentase hidup, panjang daun, bobot basah rimpang, bobot kering rimpang, dan bobot kering tunas yang lebih tinggi daripada bibit yang berasal dari benih rimpang sedang dan kecil. Media tanam campuran sekam menghasilkan bibit dengan persentase hidup, kecepatan patah dormansi, persentase bertunas, panjang akar, bobot kering akar, bobot basah tunas dan bobot kering tunas yang lebih tinggi daripada media campuran pasir. Kata kunci: araceae, pasir, sekam padi mentah, tunas
Keragaman Genetik Karakter Agronomi dan Amilosa Populasi Sorgum F3 Hasil Persilangan Pulut 3 x Soraya 3 Wardhani, Azhahara Putri Kusuma; Wirnas, Desta
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.53055

Abstract

Penggunaan sorgum sebagai alternatif pangan di Indonesia belum cukup berkembang karena tekstur sorgum yang pera kurang disukai masyarakat. Perbaikan terhadap kualitas biji sorgum perlu dilakukan untuk memperoleh sorgum berbiji pulen dan diterima masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi keragaman genetik pada populasi F3 sorgum hasil persilangan Pulut 3 x Soraya 3 serta seleksi cepat genotipe sorgum dengan kadar amilosa rendah. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli 2022 hingga Desember 2022 di Kebun BBPSI Biogen, Cimanggu, , Kota Bogor, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata karakter kuantitatif yang beraneka ragam. Jumlah gen yang terlibat terbagi menjadi dua macam yaitu banyak dan sedikit gen. Aksi gen yang muncul yaitu epistasis. Hasil pewarnaan pada endosperma biji menunjukkan sebagian besar sorgum populasi F3 bertipe waxy. Kata kunci: aksi gen, epistasis, seleksi, Sorghum bicolor, staining
Pengaruh Naungan terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Genotipe Cabai Rawit (Capsicum annuum L.) Alhidayah, Destya; Chozin, Muhamad Achmad; Ritonga, Arya Widura
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.53527

Abstract

Percobaan ini dilakukan untuk melihat pengaruh naungan, genotipe dan interaksi antara genotipe dengan naungan terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa genotipe cabai rawit, selain itu untuk mengkonfirmasi kembali tingkat toleransi naungan dari beberapa genotipe cabai rawit. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, Dramaga, Bogor, Jawa Barat pada bulan November 2021 sampai bulan Maret 2022. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) pola tersarang, dengan petak utama naungan dan anak petak berupa 3 genotipe cabai rawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan paranet 55% menyebabkan peningkatan tinggi tanaman, tinggi dikotomus, lebar tajuk, lebar daun dan panjang daun. Naungan paranet 55% juga menyebabkan penurunan bobot buah per tanaman, produktivitas, fruitset, jumlah bunga dan jumlah buah pada tanaman cabai rawit yang diamati. Genotipe G4 (F8.145291-14-9-3-12-1) dan G7 (Genie) memiliki bobot buah per tanaman, produktivitas, umur berbunga, fruitset, tinggi tanaman, tinggi dikotomus dan ukuran daun yang lebih tinggi dibandingkan dengan genotipe G3 (F10.160291-3-12-5-51-1-1- 2-2-1). Interaksi antara genotipe dan tingkat naungan terdapat pada karakter panjang buah, diameter buah dan panjang daun. Genotipe cabai rawit G4 dan G7 termasuk genotipe cabai rawit yang moderat toleran naungan, sedangkan genotipe cabai rawit G3 termasuk genotipe cabai yang peka naungan berdasarkan produksi relatifnya. Genotipe G4 dan G7 memiliki konsistensi yang sama dengan penelitian sebelumnya, dimana genotipe G4 memiliki tingkat toleransi yang lebih tinggi terhadap naungan dibandingkan dengan genotipe G3 dan G7 tetap menjadi genotipe yang moderat toleran naungan. Kata kunci: Intensitas cahaya rendah, fruitset, produktivitas
Respons Beberapa Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) terhadap Frekuensi Penyiangan Gulma Nafis, Farhan Abdillah; zaman, sofyan; Lontoh, Adolf Pieter
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 2 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i2.54369

Abstract

Kehadiran gulma pada tanaman budidaya kacang tanah dapat menekan pertumbuhan, perkembangan, dan produktivitas tanaman kacang tanah. Penggunaan varietas dan penyiangan gulma merupakan salah satu upaya dalam menekan pertumbuhan gulma pada areal lahan kacang tanah. Penelitian ini bertujuan mempelajari respons beberapa varietas kacang tanah terhadap frekuensi penyiangan gulma untuk membandingkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktorial yang terdiri atas dua faktor yaitu varietas kacang tanah (Hypoma 1, Talam 1, dan Tasia 2) dan frekuensi penyiangan gulma (tanpa penyiangan, penyiangan 1 kali, dan penyiangan 2 kali). Hasil penelitian menunjukkan varietas tidak berpengaruh terhadap bobot kering total gulma, jumlah daun, jumlah polong hampa, bobot segar tanaman, dan produktivitas. Perlakuan frekuensi penyiangan berpengaruh nyata terhadap bobot kering gulma, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar dan kering kacang tanah, jumlah polong, bobot kering polong, dan produktivitas. Perlakuan penyiangan 2 kali memberikan hasil pertumbuhan dan produktivitas secara signifikan yang berbeda nyata dengan frekuensi penyiangan lainnya dengan rata-rata produktivitas tertinggi 2.4 ton ha-1. Interaksi kedua faktor pada hasil tanaman kacang tanah berpengaruh nyata pada jumlah polong total dan jumlah polong isi. Kompetisi gulma yang semakin tinggi pada tanaman kacang tanah dapat menekan pertumbuhan dan produktivitas tanaman kacang tanah. Kata kunci: Hypoma 1, kompetisi, polong, produktivitas, Talam 1, Tasia 2