cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Manajemen Produksi Kelor (Moringa oleifera Lam.) Organik di Blora, Jawa Tengah Yudhi, Joshinjitsu Fatirizqina; Kartika, Juang Gema; Sukma, Dewi
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 3 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i3.51338

Abstract

Kelor termasuk komoditas hortikultura tropis yang memiliki banyak manfaat dan dapat dijadikan sebagai alternatif pemenuhan pangan fungsional. Kegiatan penelitian bertujuan untuk mendapatkan data dan mengevaluasi pengelolaan tenaga kerja pada sistem budidaya kelor dengan menghitung efisiensi penggunaan tenaga kerja. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2019 di Blora, Jawa Tengah. Kebutuhan tenaga kerja dihitung berdasarkan jumlah HOK realisasi pada setiap jenis pekerjaan. Jenis pekerjaan yang dapat diamati meliputi pemupukan, pemanenan, pengendalian hama, serta pengendalian gulma dan pembumbunan. Jumlah HOK yang dimiliki perusahaan adalah 1,800 HOK, sedangkan HOK realisasi yang dihitung di lapangan berjumlah 1,491 HOK sehingga kebutuhan tenaga kerja lebih kecil dibandingkan dengan realisasi yang ada pada perusahaan. Kelebihan tenaga kerja pada perusahaan disebabkan oleh jam kerja yang dibebankan perusahaan lebih kecil dibandingkan jam kerja standar. Peningkatan efisiensi tenaga kerja dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah tenaga kerja menjadi 5 orang dan penambahan jam kerja efektif menjadi 7 jam. Kata kunci : efisiensi tenaga kerja, jam kerja, jenis pekerjaan
Pertumbuhan Berbagai Jenis Bahan Perbanyakan Sidaguri (Sida rhombifolia) pada Beberapa Komposisi Media Tanam Sofiana, Annisa; Kurniawati, Ani; Purwono
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.51384

Abstract

Sidaguri (Sida rhombifolia) merupakan tanaman berkhasiat obat dari famili malvaceae yang masih jarang dibudidayakan. Pengambilan sidaguri dari alam untuk memenuhi kebutuhan industri obat secara terus menerus mengancam keberadaan sidaguri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bahan perbanyakan, komposisi media tanam, dan interaksi keduanya untuk menghasilkan bibit dengan pertumbuhan optimal dan efisien. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktorial dengan tiga ulangan. Terdapat tiga perlakuan jenis bahan perbanyakan yaitu benih, setek batang, dan setek pucuk serta empat komposisi media tanam yaitu tanah, tanah + kompos, tanah + kompos + arang sekam, dan tanah + kompos + pasir (1:1 v/v). Setiap satuan percobaan terdapat 10 tanaman sehingga total terdapat 360 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perlakuan yang menghasilkan bibit paling baik berdasarkan pengaruh jenis bahan perbanyakan, namun komposisi media tanam dan interaksi kedua faktor tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata. Bahan perbanyakan yang baik digunakan sebagai bahan perbanyak sidaguri yaitu setek batang yang menunjukkan hasil paling baik pada daya tumbuh (56.67%), tinggi tanaman (29.4 cm), dan jumlah cabang (3.5) yang dicapai pada umur 8 MST. Kata kunci: bahan perbanyakan, diferensiasi sel, malvaceace, media tanam
Pengelolaan Gulma Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Negeri Lama Selatan, Sumatera Utara Nasution, Annisa Andrini; Sopandie, Didy; Lontoh, Adolf Pieter
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.51386

Abstract

Pengelolaan gulma pada kelapa sawit dibutuhkan untuk meningkatkan keefektifan pengendalian gulma dan memperbaiki produktivitas kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari hingga Mei 2022 yang berlokasi di Kebun Negeri Lama Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari jenis gulma dominan dan teknik pengendaliannya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perhitungan NJD, gulma yang dominan adalah Cynodon dactylon (L.) (36.43%), Asystasia gangetica (L.) T. Anderson (25.24%), Echinochloa colona (L.) (17.29%), dan Cleome rutidosperma (17.15%). Hasil pengamatan lain mengindikasikan bahwa kegiatan kalibrasi belum diterapkan sesuai dengan standar kebun berdasarkan hasil uji t- student pada taraf 5%. Metode penerapan herbisida untuk dosis (rata-rata 0.27 L per tanaman), lebar semprot (rata-rata 116 cm), cara semprot, dan bahan aktif yang dipakai sudah memenuhi standar ketepatan kebun berdasarkan hasil uji t-student pada taraf 5%. Waktu aplikasi belum terlaksana dengan tepat. Pengelolaan gulma yang dilaksanakan telah mempertimbangkan aspek keberlanjutan ekologis melalui pemilihan bahan aktif, pemanfaatan gulma penting (Nephrolepis biserrata), dan implementasi aturan dalam penggunaan bahan kimia. Dosis 0.5 kg ha-1 metil metsulfuron sangat efektif untuk mengendalikan gulma Asystasia gangetica secara total pada hari ke-20 HSA. Keterampilan aplikasi waktu semprot dipengaruhi oleh usia pekerja berdasarkan analisis F-tukey pada taraf 5%. Pengawasan terhadap kondisi alat penting dilakukan untuk mengoptimalkan keefektifan pengendalian gulma. Kata kunci: kalibrasi, NJD, keterampilan kerja
Evaluasi Mutu Benih Jagung (Zea mays L.) Berdasarkan Perbedaan Tata Letak Benih pada Tongkol Bayubaskara, Muhammad Fito; Qadir, Abdul
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 2 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i2.51426

Abstract

Jagung termasuk ke dalam salah satu komoditas yang sangat prospektif. Data menunjukkan adanya peningkatan penggunaan jagung yang signifikan dari tahun 2014 hingga 2017. Ketersediaan benih jagung hibrida maupun bersari bebas masih menjadi masalah petani di daerah-daerah terpencil. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh panjang tongkol dan letak benih terhadap mutu benih jagung. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret hingga Juli 2019 bertempat di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu panjang tongkol dan letak benih. Faktor panjang tongkol terdiri dari 3 taraf, yaitu <16 cm, 16-18 cm, dan >18 cm. Letak benih terdiri dari 5 taraf, yaitu T1 (pangkal tongkol), T2 (antara pangkal dengan tengah tongkol), T3 (tengah tongkol), T4 (antara tengah dan ujung tongkol), dan T5 (ujung tongkol). Hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa letak benih dan panjang tongkol berpengaruh secara nyata pada peubah bobot 1000 butir, benih berukuran >8 mm, benih berbentuk pipih sempurna dan persentase radicle emergence. Benih yang terletak di T4 pada semua panjang tongkol memiliki peubah benih berukuran >8 mm, benih berbentuk pipih sempurna, bobot 1000 butir, dan persentase radicle emergence yang lebih tinggi dari letak benih lainnya. Kata kunci: mutu fisik, mutu fisiologis, radicle emergence.
Manajemen Pengendalian Gulma Tanaman Cengkeh (Syzygium Aromaticum L.) Di Kebun Branggah Banaran, Blitar Darin, Sabaiq Yuhfadh Djiwangga; Zaman, Sofyan; Budiman, Candra
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.51427

Abstract

Gulma sangat berpengaruh terhadap produktivitas yang ada di lahan perkebunan termasuk pada komoditas cengkeh. Penurunan produksi diakibatkan karena adanya kompetisi nutrisi antara tanaman utama dan gulma. Penelitian bertujuan untuk menganalisis proses pengendalian gulma di Kebun Branggah Banaran, Blitar terutama mengenai manajemen pengendalian gulma tanaman cengkeh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2022. Kondisi gulma di Kebun Branggah Banaran pada golongan tanaman B2, C1 dan C2 didominasi oleh gulma rumput Digitaria sanguinalis dan Pseudelephantopus spicatus pada golongan tanaman A1, A2 dan B1. Pekerja pengendalian gulma masih banyak yang belum mematuhi kelengkapan APD yang ditetapkan perusahaan. Perbandingan efektivitas biaya pengendalian gulma pada TBM dan TM menunjukkan bahwa metode kimiawi lebih efektif dengan rasio sebesar 1.24:1. Keberagaman gulma setiap tahun pangkas mempengaruhi kegiatan pengelolaan kerja pengendalian gulma secara umum. Keberagaman gulma mempengaruhi waktu pengendalian, metode pengendalian, kemampuan penyemprot serta efisiensi biaya pengendalian. Kata kunci: analisis vegetasi, cengkeh, efektivitas biaya, gulma, herbisida
Manajemen Pemanenan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Tandun, Kabupaten Kampar, Riau Wahyudi, Trio; Supijatno; Lontoh, Adolf Pieter
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 2 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i2.51430

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Upaya peningkatan produksi dan produktivitas kelapa sawit dapat dilakukan dengan memperbaiki manajemen produksi melalui kegiatan panen yang baik. Penelitian ini dilaksanakan di Perkebunan Tandun, Kabupaten Kampar, Riau, pada bulan Januari hingga Mei 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis perencanaan panen, pelaksanaan panen, dan evaluasi panen. Data hasil pengamatan dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif dengan menggunakan rata-rata, persentase, dan uji komparatif (t-student). Kegiatan panen di kebun Tandun sudah berjalan cukup baik, terlihat dari hasil produksi harian yang sesuai dengan taksasi produksi dengan nilai varians rata-rata di bawah 5%, kapasitas panen rata-rata sudah mencapai tandan buah segar (TBS) dan memiliki nilai jual yang tinggi, serta pengangkutan buah dengan truk sudah sesuai dengan kapasitas. Namun demikian, beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan seperti rotasi panen yang masih pendek, realisasi panen yang tidak sesuai dengan rencana panen perlu dievaluasi, kepatuhan penggunaan helm yang masih di bawah 100%, kualitas buah mentah yang masih di atas standar yaitu 1.51% dari batas toleransi 1%, masih ditemukannya kehilangan hasil dari buah yang tidak terkumpul dan buah yang belum matang saat panen masih ditemukan saat inspeksi areal panen. Kata kunci: kehilangan hasil, perencanaan panen, produksi
Pengaruh Ukuran Benih terhadap Mutu Kecambah Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Varietas Vima 4 dan Vimil 1 Rolin, Nadia; Zamzami, Ahmad; Qadir, Abdul
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.51528

Abstract

Konsumsi kacang hijau nasional terus meningkat sehingga peningkatan produksi perlu dilakukan dengan meningkatkan produktivitas tanaman. Produktivitas tanaman dapat ditingkatkan salah satunya dengan menggunakan benih bermutu tinggi. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh ukuran benih terhadap mutu kacang hijau varietas Vima 4 dan Vimil 1. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pengolahan Benih, Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih, serta Laboratorium Biofisika Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor pada bulan Januari-April 2022. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu ukuran benih dengan empat taraf ukuran (besar, sedang, kecil dan campuran). Benih varietas Vima 4 memiliki diameter (besar: ≥0.43 cm; sedang: 0.39-0.42 cm; kecil: ≤0.38 cm; campuran: 0.38≥ x ≥0.43) serta varietas Vimil 1 memiliki diameter (besar: ≥0.38 cm; sedang: 0.33- 0.37 cm; kecil: ≤0.34 cm; dan campuran:0.34≥ x ≥0.38). Hasil penelitian menunjukkan daya berkecambah dan indeks vigor benih kacang hijau varietas Vima 4 tidak berbeda nyata antara benih berukuran besar dan sedang. Ukuran benih tidak berpengaruh nyata terhadap persentase perkecambahan dan indeks vigor kacang hijau varietas Vimil 1, namun berpengaruh nyata terhadap nilai daya hantar listrik. Benih berukuran besar memiliki laju imbibisi paling tinggi. Viabilitas dan vigor benih hasil seleksi dengan air screen cleaner memperlihatkan bahwa yang lebih baik terdapat pada benih berukuran besar dan sedang. Kata kunci: diameter benih, imbibisi, perkecambahan, vigor
Pengelolaan Peperomia (Peperomia sp.), Begonia (Begonia sp.), Bromelia (Neoregelia schultesiana), dan Hortensia (Hydrangea macrophylla) di Bogor, Jawa Barat Susanto, Renaldy; Suketi, Ketty; Susanto, Slamet
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.51529

Abstract

Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–Juli 2021 di Bogor, Jawa Barat. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan tanaman hias khususnya peperomia, bromelia, begonia, dan hortensia. Kegiatan pengelolaan tanaman hias mencakup jadwal produksi mulai dari persiapan tanam hingga siap panen dan kriteria panen tanaman. Pengamatan tanaman Peperomia obtusifolia, Neoregelia schultesiana, dan Hydrangea macrophylla meliputi jumlah daun dan tinggi tanaman. Pengukuran tanaman Peperomia argyreia dan Peperomia caperata meliputi jumlah tunas. Pengukuran Begonia ‘orococo’ meliputi panjang daun, lebar daun, dan jumlah daun. Kegiatan budidaya tanaman hias yang dilakukan meliputi persiapan media tanam, pembibitan, penyiraman, pemupukan, pengendalian hama penyakit, panen, dan pascapanen. Hasil pengamatan pada tanaman Peperomia obtusifolia, Neoregelia schultesiana, dan Begonia ‘orococo’ yang menggunakan metode perbanyakan stek batang tergolong cepat, sedangkan Peperomia caperata dan Peperomia argyreia yang diperbanyak dengan menggunakan metode stek daun memiliki pertumbuhan yang lambat sehingga selama penelitian tanaman tidak memenuhi kriteria pemasaran. Hydrangea macrophylla memiliki umur panen rata-rata sekitar 15 MST. Kemampuan teknis mahasiswa meningkat dalam pengelolaan tanaman hias. Hasil analisis usahatani dengan asumsi luasan 200 m2 pada Peperomia obtusifolia, Peperomia argyreia, Peperomia caperata, Begonia ‘orococo’, dan Neoregelia schultesiana menunjukkan hasil R/C rasio >1 yang berarti menguntungkan. Kata kunci: analisis usaha tani, kriteria panen, pembibitan tanaman hias, stek daun, stek batang
Uji Vigor Benih Cabai (Capsicum sp.) dengan Metode Radicle Emergence Menggunakan Analisis Citra Digital Wirianto, Hafidz Ade; Budiman, Candra; Suhartanto, Rahmad
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.51533

Abstract

Penggunaan metode radicle emergence sebagai uji vigor benih cabai dilakukan untuk mendapatkan waktu pengujian mutu benih yang lebih cepat dan akurat. Penerapan teknologi pengolahan citra digital dengan software image-J bertujuan untuk mendapatkan data kuantitatif informasi benih berupa diameter/panjang benih, dan panjang radikula pada setiap interval pengamatan. Pengamatan kemunculan radikula dilakukan selama tiga jam sekali dimulai pada interval 72 jam hingga 126 jam. Uji vigor radicle emergence yang telah ditetapkan ISTA adalah mengamati perkecambahan benih yang memiliki panjang radikula sebesar 2 mm untuk menduga mutu benih yang diuji. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati jumlah benih yang memiliki empat kategori panjang radikula yaitu ≥ 1 mm, ≥ 2 mm, ≥ 50%panjang benih(PJB), dan ≥ panjang benih (PJB), dan melakukan analisis korelasi pada beberapa tolok ukur mutu benih di laboratorium (daya berkecambah, indeks vigor, potensi tumbuh maksimum, dan kecepatan tumbuh) dan di persemaian (jumlah daun, tinggi tanaman, dan persentase daya tumbuh). Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan citra digital pada kategori panjang radikula ≥ 1mm (interval 84 jam) dan ≥ 2 mm (interval 93 jam) memiliki korelasi yang kuat dengan tolok ukur vigor benih, sedangkan pada kategori panjang radikula ≥ 50% PJB dan ≥ PJB hanya memiliki korelasi yang kuat dengan indeks vigor dan kecepatan tumbuh. Kata kunci: daya berkecambah, kecepatan tumbuh benih, korelasi, panjang radikula
Manajemen Pemupukan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Labuhanbatu, Sumatera Utara Tambunan, Elsass Riela; Ahmad Junaedi; Agusta, Herdhata
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.51535

Abstract

Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan penting yang potensial untuk dibudidayakan. Pemeliharaan pada tanaman kelapa sawit khususnya pemupukan memerlukan biaya yang tinggi sehingga perlu diperhatikan peningkatan efisiensi dan efektivitas pada penerapannya. Penelitian dilaksanakan di Labuhanbatu, Sumatera Utara yang berlangsung dari Januari–Mei 2022. Penelitian bertujuan untuk menganalisis sistem manajemen pemupukan kelapa sawit yang efektif dan efisien. Pengamatan pemupukan dilakukan pada penerapan kaidah 5T (tepat jenis, tepat dosis, tepat cara, tepat waktu dan tepat tempat). Data dianalisis menggunakan uji t-student. Berdasarkan hasil pengamatan, manajemen pemupukan sudah dijalankan dengan baik sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh kebun. Penerapan sistem tempat pengeceran pupuk meningkatkan kualitas pemupukan dan mempermudah proses pelangsiran pupuk. Ketepatan dosis aplikasi pupuk pada pemupukan HGFB mencapai persentase 95.5% dan pada pemupukan MOP mencapai persentase dan 92.8%. Realisasi aplikasi pupuk sudah sesuai dengan rekomendasi waktu pemupukan. Cara pengaplikasian pupuk juga sudah baik, rata–rata presentasi cara pemupukan HGFB dan MOP yaitu 95.5% dan 92.1%. Tempat pemupukan juga sudah diaplikasikan sesuai standar kebun (50 cm), rata–rata jarak aplikasi pupuk dari pokok pada pemupukan HGFB yaitu 54.9 cm dan MOP yaitu 52.9 cm. Kata kunci: efisiensi, keefektifan, kelapa sawit, ketepatan, pemupukan