cover
Contact Name
Adi Susanto
Contact Email
adisusanto@untirta.ac.id
Phone
+6285217302904
Journal Mail Official
leuit@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Jakarta Km. 4 Pakupatan Serang Banten
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Leuit, Journal of Local Food Security
ISSN : -     EISSN : 27160300     DOI : http://dx.doi.org/10.37818/leuit.v1i1
Core Subject : Agriculture,
Leuit, Journal of Local Food Security is peer-review and open access scientific journal that publishes significant and important research from all area food security. The scope of the research results published in this journal also relates to the main pillars of food security, such as food availability, food accessibility, food utility and food stability
Articles 56 Documents
Produktivitas dan Komposisi Hasil Tangkapan Jaring Apollo di PPN Karangantu untuk Pangan Berkelanjutan Hery Sutrawan Nurdin
Leuit (Journal of Local Food Security) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Unggulan Iptek Ketahanan Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37818/leuit.v3i2.17355

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu merupakan salah satu sentra produksi perikanan. Salah satu alat tangkap yang beroperasi di PPN Karangantu yaitu jaring apollo. Permasalahan pada jaring apollo umumnya yaitu memiliki hasil tangkapan sampingan yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktifitas serta komposisi hasil tangkapan jaring apollo di PPN Karangantu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2021 di PPN Karangantu. Metode yang digunakan yaitu dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan mengikuti operasi penangkapan secara langsung sebanyak 30 trip. Data yang dikumpulkan berupa data berat dan ukuran hasil tangkapan yang kemudian dilakukan analisis komposisi hasil tangkapannya serta produktivitas jaring apollo. Hasil penelitian menunjukkan jumlah hasil tangkapan sampingan dari jaring apollo lebih besar dibandingkan dengan hasil tangkapan utama. Hal ini mengindikasikan jaring apollo kurang selektif. Produktivitas jaring apollo rata-rata yaitu 38,24 kg/trip dengan hasil tangkapan utama berupa cumi (Loligo sp). Hasil tangkapan sampingan jaring apollo terdiri dari 23 jenis yang umumnya berupa jenis ikan ekonomis penting.
KARAKTERISTIK JELLY DRINK DARI ANGGUR LAUT (Caulerpa sp) DENGAN VARIASI KONSENTRASI KARAGENAN Aditia, Rifki Prayoga
Leuit (Journal of Local Food Security) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Unggulan Iptek Ketahanan Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37818/leuit.v4i1.19534

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi dan menentukan formulasi terbaik konsentrasi karagenan dan mengetahui konsentrasi karagenan terbaik pada minuman jelly drink dari anggur laut. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan salah satu faktor yaitu variasi konsentrasi karagenan 0%; 0,3%; 0,5%; dan 0,7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi karagenan berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, serat kasar, viskositas, dan uji organoleptik tekstur. Perlakuan terbaik jelly drink anggur laut yaitu dengan penambahan konsentrasi karagenan 0,5% dengan kadar air 83,5%, kadar abu 0,67%, serat kasar 0,16%, viskositas 1483 cP. Nilai uji hedonik warna 8,13 (sangat suka), rasa 6,43 (agak suka), tekstur 7,27 (suka), dan aroma 6,20 (agak suka).
FASE POST MORTEM FILLET IKAN NILA DENGAN PENGAWET DARI EKSTRAK BIJI PICUNG (Pangium edule Reinw) PADA PENYIMPANAN SUHU DINGIN Aris Munandar
Leuit (Journal of Local Food Security) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Unggulan Iptek Ketahanan Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37818/leuit.v4i1.19912

Abstract

Picung mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri sehingga dapat dijadikan bahan pengawet fillet ikan nila. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan fase post mortem fillet ikan nila dengan pengawet dari ekstrak biji picung terbaik. Penelitian dibagi menjadi dua tahap, yaitu uji fitokimia ekstrak biji picung dan penentuan fase post mortem fillet ikan nila. Fillet ikan nila direndam ke dalam larutan ekstrak picung dengan konsentrasi 0% (kontrol), 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% selama 30 menit, lalu disimpan pada suhu dingin. Pengamatan terhadap mutu organoleptik dilakukan setiap hari untuk menentukan fase post mortem selama 14 hari. Ekstrak biji picung teridentifikasi mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan fenol hidrokuinon yang berperan sebagai antibakteri. Fase rigor mortis pada konsentrasi 20-100% terjadi 2-3 hari lebih lambat dibandingkan 0% (kontrol). Fillet ikan nila dengan konsentrasi 60-80% mengalami fase post rigor akhir pada hari ke-13. Fillet pada konsentrasi 100% berwarna coklat kehijauan akibat dari tingginya konsentrasi ekstrak. Konsentrasi 60% dan 80% memiliki daging putih agak kehijauan dan bau khas picung. Berdasarkan uraian di atas, konsentrasi ekstrak biji picung terbaik untuk digunakan sebagai pengawet adalah 60%.
PENAMBAHAN KAPUR TOHOR (CaO) PADA MEDIA PEMELIHARAAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) Anton Aldino Trijaway; Achmad Noerkhaerin Putra; Mustahal Mustahal
Leuit (Journal of Local Food Security) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Unggulan Iptek Ketahanan Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37818/leuit.v4i1.19897

Abstract

Molting is the most crucial phase in the development and growth of crayfish. The purpose of this study was to evaluate the effect of increasing the dose of CaO in the rearing medium on the growth and survival rate of crayfish (C.quadricarinatus). The freshwater crayfish used had an average weight of 4.85 ± 0.86 g and a length of 3.17 ± 0.15 cm. Lobsters were reared in an aquarium (60x30x40 cm) filled with 15 units with density of 20 liters. The study was experimental in nature with data analysis in the form of a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications, namely 0 mg/L (P0) treatment, 5 mg/L (P1) treatment, 15 mg treatment /L (P2), 30 mg/L (P3) treatment. The results showed that the weight SGR value in treatment P0 was 0.005 %.g/day, P1 was 0.011 %.g/day, P2 was 0.001 %.g/day, and T3 was 0.001 %.g/day. While the long SGR value in treatment P0 was 0.017 %.cm/day, P1 was 0.015 %.cm/day, P2 was 0.02 %.cm/day and P3 was 0.015 %.cm/day. The addition of lime at different doses (0, 5, 15 and 30 mg/L) in the rearing medium had no effect on growth, chemical composition, calcium content and water quality of crayfish.
Effect of Substitution Kurisi Fish (Nemipterus sp.) for Milk Fish Satay Production Bhatara Ayi Meata; Dwi Mulyani; Sakinah Haryati; Aris Munandar; Ginanjar Pratama; Rifki Prayoga Aditia; Afifah Nurazizatul Hasanah; Devi Faustine Elvina Nuryadin
Leuit (Journal of Local Food Security) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Unggulan Iptek Ketahanan Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37818/leuit.v4i1.19641

Abstract

Milkfish satay is a traditional fishery product originating from the Serang area, Banten Province. The main problem with milkfish satay is that the raw material for milkfish is very expensive. Innovation in making milkfish satay can be done by substituting meat from other fish. The purpose of this study was to determine the best formulation of milkfish satay with a combination of milkfish and kurisi fish, and to determine the nutritional content of milkfish satay with a combination of milkfish and kurisi fish. Determination of the best formulation of milkfish satay with the addition of kurisi fish and determining its nutritional value. The formulations tested in the main research were A(100% DB + 0% DK), B(75% DB + 25% DK), C(50% DB + 50% DK), D(25% DB + 75% DK) , E(0% DB + 100% DK). This study was analyzed by organoleptic tests (appearance, color, taste, aroma and texture), proximate (protein, fat, water and ash), microbiology (TPC). Microbiological data were analyzed by means of one-way ANOVA and the organoleptic test was carried out by the Kruskal-Wallis test. If significantly different results were obtained, then Duncan's further test was carried out.
Stategi Peningkatan Ketahanan Pangan Dalam Kaitan Perencanaan Indonesia Destiana Putri
Leuit (Journal of Local Food Security) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Unggulan Iptek Ketahanan Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37818/leuit.v4i1.21036

Abstract

Ketahanan pangan merupakan salah satu tantangan penting yang dihadapi oleh Indonesia, sebuah negara kepulauan dengan populasi yang besar. Dalam menghadapi tantangan seperti perubahan iklim, fluktuasi harga pangan global, dan ketergantungan terhadap impor pangan, diperlukan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia. Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, perencanaan yang terintegrasi dan holistik menjadi kunci untuk menghadapi kompleksitas isu ketahanan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi peningkatan ketahanan pangan dalam kaitan perencanaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan mengumpulkan data dan informasi dari berbagai sumber literatur dan kebijakan pangan terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi peningkatan ketahanan pangan di Indonesia melibatkan beberapa aspek, antara lain produksi pangan, distribusi pangan, aksesibilitas pangan, dan keberlanjutan pangan. Dalam perencanaan, penting untuk memperhatikan kesinambungan antara sektor serta menggali potensi lokal dan memanfaatkan teknologi inovatif untuk meningkatkan produksi dan distribusi pangan. Dalam analisisnya, perlunya kerjasama dari berbagai pihak dan sektor terkait sangat mempengaruhi keberhasilan dalam implementasi strategi peningkatan ketahanan pangan. Dengan perencanaan strategis yang komprehensif, diharapkan ketahanan pangan di Indonesia dapat ditingkatkan, sehingga masyarakat dapat mengakses pangan yang cukup, bergizi, dan beragam secara berkelanjutan.
Identifikasi Awal Bakteri Kandidat Probiotik Asal Usus ikan Nila dengan Metode Uji Gram Menggunakan KOH 3% Agung, S.Pi, M.Si, Lukman Anugrah; Hermawan, Dodi; Herjayanto, Muh.
Leuit (Journal of Local Food Security) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Unggulan Iptek Ketahanan Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37818/leuit.v5i1.24851

Abstract

Bakteri probiotik adalah bakteri potensial yang dapat meningkatkan pertumbuhan serta imunitas ikan melalui berbagai mekanisme seperti sekresi enzim pencernaan serta peningkatan aktivitas fagositik. Bakteri probiotik dapat diisolasi dari usus ikan. Namun, banyaknya mikroorganisme dari usus ikan membuat sulit untuk mengetahui bakteri mana yang paling potensial sebagai probiotik pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode uji KOH 3% gram dalam mengidentifikasi bakteri asal usus ikan nila sebagai kandidat probiotik pada ikan. 
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI DAERAH BANTEN GUNA MENGATASI KETAHANAN PANGAN Rayhan, Ahmad; Nizar, Alfi Syachruk; Lalarawalata, Juheni
Leuit (Journal of Local Food Security) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Unggulan Iptek Ketahanan Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37818/leuit.v5i1.24632

Abstract

Ancaman terganggunya ketahanan pangan akibat dari banyaknya konversi lahan yang signifikan,  Banten  yang tadinya swasembada beras kini menjadi daerah yang mengimpor beras dari daerah lain. Terjadinya alih fungsi lahan pertanian pangan ke lahan non pertanian secara umum disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan kebijakan PLP2B di Provinsi Banten, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif serta dengan menguji validitas data yang diperoleh peneliti dengan membandingkan data yang diperoleh melalui proses observasi, dan pengumpulan dokumen. Hasil nya menunjukan belum adanya implementasi di Provins Banten walaupun terdapat Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) adalah Provinsi Banten melalui Perda No. 2 Tahun 2011 tentang rencana tata ruang Provinsi Banten. Perda RTRW menyebutkan peruntukan lahan pertanian seluas 216.577 Ha berserta peruntukan komoditasnya. Di dalamnya juga ditetapkan 4 Kabupaten untuk pengembangan lahan pertanian berkelanjutan yaitu Kabupaten Lebak. Kabupaten Pandegelang, Kabupaten Serang dan Kota Serang.
PENGARUH PENGAWET KARBOKSIMETIL KITOSAN PADA BAKSO IKAN KURISI (Nemipterus japonicus) PADA PENYIMPANAN SUHU RUANG Khutwah, Rahma Malmus Fatin; Haryati, Sakinah; Aditia, Rifki Prayoga
Leuit (Journal of Local Food Security) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Unggulan Iptek Ketahanan Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37818/leuit.v5i1.24673

Abstract

Japanese threadfin bream is one the low economic fish which is quite abundant in Banten Province but utilization of its product processing is still not optimal. One of the fishery product that can be made is fish meatballs. This study aims to determine the optimal concentration of carboxymethyl chitosan in Japanese threadfin bream meatballs during room temperature storage. This research used a completely randomized 2 factorial and 2 replications. The first factor is the CMC concentration which consists of 4 levels, namely 0%, 1%, 2% and 3%. The second factor is storage time which consists of 5 levels, namely days 0, 1, 2, 3 and 4. The research results showed that the use of 1% CMC could increase the shelf life of meatballs by 2 days based on the Total Plate Count (TPC), pH, organoleptic test and physical test.
KARAKTERISASI PROFIL SENSORI DAN KIMIA DONAT DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii azis, Muhammad Amirruddiin; Surilayani, Dini; Haryati, Sakinah; Munandar, Aris
Leuit (Journal of Local Food Security) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Unggulan Iptek Ketahanan Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37818/leuit.v4i2.22608

Abstract

Indonesia had become one of the world's main producers of seaweed with most of the species Kappaphycus alvarezii and Gracillaria sp. Donuts are included in the bakery product category. With the addition of seaweed flour in the manufacture of donuts, it is expected to increased the fiber content in the donuts, because seaweed had a relatively high fiber content, so it can improve digestive function. This study aimed to determined the best formulation of the addition of K. alvarezii seaweed flour to donuts. This study used a completely randomized design (CRD) with 2 replications. The treatment in this study was the addition of K. alvarezii seaweed flour which was different with 5 levels namely: 0%, 10%, 20%, 30% and 40%. The quality parameters analyzed were the hedonic test, including colour, aroma, taste and texture. Donuts with the best hedonic test were tested for crude fiber content and proximate tests, namely moisture content, ash content, fat content, protein content, and carbohydrate content. The addition of 10% seaweed powder (D1) was the best treatment with hedonic taste (3.36 ± 0.55), aroma (3.10 ± 0.80), color (3.83 ± 0.79), and texture (4.06 ± 0.63). Based on the chemical properties test, namely crude fiber content (0.14%) and proximate namely water content (25.61%), ash content (2.53%), fat content (15.91%), protein content (2.61%) )%, and carbohydrate content (53.34%). The addition of seaweed powder to donut production affects the hedonic and chemical characteristics of donuts.