cover
Contact Name
Isyatul Hazar Awaliyah
Contact Email
syaegelskatigh@yahoo.co.id
Phone
+6282315783899
Journal Mail Official
lppmstikesbinaputera@gmail.com
Editorial Address
LPPM STIKes Bina Puter Banjar Lt. 2 Jl. Mayjen Lili kusumah No.33 Sumanding Wetan No. 33 Kota Banjar
Location
Kota banjar,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
ISSN : 26205955     EISSN : 27470911     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif (p-ISSN) 2620-5955 (e-ISSN) 2747-0911 Established in 2018 with a printed journal publication system, Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif has shifted from print to the Open Journal Systems (OJS) which the publication is issued online since 2020. Therefore, writers, readers, and students can access this journal at any time. The Jurnal Kesehatan Mandiri is meant to be a media for scientific studies of research results, thoughts, and critical-analysis studies regarding health research such as Midwifery, Environmental Health Sciences, Nursing, Nutrition, Dental Nursing, and Health Promotion Sciences, Medicine, Pharmacy, Health Analysis, Physiotherapy, Electromedical, Medical Records, Occupational Health and Safety, Information Technology related to health.
Articles 40 Documents
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM MENSTIMULASI BAHASA DENGAN KEMAMPUAN BICARA ANAK USIA 1 TAHUN DI DESA PAMARICAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAMARICAN KABUPATEN CIAMIS Yayi Siti Haeriyah
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periode penting dalam perkembangan anak adalah masa balita, karena masa ini perkembangan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Dalam perkembangan anak terdapat masa kritis dimana diperlukan rangsangan dan stimulasi yang berguna agar potensi anak berkembang. Melatih bicara anak sejak dini akan membantu kemampuan komunikasi anak. Setiap apa yang dikatakan oleh orang tua, akan tersimpan di memori otak anak dan suatu saat anak akan meniru apa yang dia perolehnya, baik itu yang diajarkan orang tua maupun oleh orang- orang disekitarnya.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang memiliki usia 1 Tahun sebanyak 56 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling, sehingga kesleuruhan populasi semua dijadikan sampel. Dari hasil analisa terlihat bahwa dari 31 ibu yang memiliki pengetahuan baik semuanya memiliki kemampuan bicara yang baik pula yaitu sebanyak 31 responden (96.9%), dari 20 ibu yang memiliki pengetahuan cukup dalam menstimulasi Bahasa semuanya anaknya memiliki kemampuan bicara yang kurang yaitu sebanyak 20 responden (95.2%), dan sisanya dari 4 ibu yang memiliki pengetahuan kurang semuanya memiliki kemampuan bicara yang kurang yaitu sebanyak 4 responden (16.7%) dengan hasil p-value sebesar 0,000. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dalam menstimulasi bahasa dengan kemampuan bicara anak usia 1 tahun.
HUBUNGAN PERAN IBU DALAM MEMEMENUHI KEBUTUHAN ASUPAN GIZI BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA KARYAMUKTI KECAMATAN PATARUMAN KOTA BANJAR Muntiati Sri Handini
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi anak usia di bawah lima tahun (balita) sesungguhnya dalam beberapa tahun terakhir ini cenderung membaik. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi kekurangan gizi pada balita turun menjadi 18,4 persen. Sementara itu data dari Dinas Kesehatan Kota Banjar mengenai jumlah bayi dan balita di Kota Banjar pada tahun 2015 mencapai 19866 jiwa, dengan jumlah gizi buruk sebanyak 6 jiwa dan gizi kurang sebanyak 127 jiwa yang tersebar di beberapa wilayah di Kota Banjar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik, yaitu tipe penelitian yang menggambarkan masalah keperawatan yang terjadi pada kasus tertentu berhubungan dengan distribusinya. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita (usia 4-5 tahun) sebanyak 190 di Desa Karyamukti Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan cara random sampling dan didapat 66 sampel. Hasil analisa data menunjukan bahwa dari 66 responden yang yang berperan positif terhadap asupan gizi balita memiliki balita dengan gizi baik sebanyak 39 responden (100.0%), sedangkan ibu yang memiliki peran negatif terhadap asupan gizi balita sebanyak 18 responden (66.7%) memiliki gizi sedang dan kurang, dan hanya 9 balita (33.3%) yang memiliki gizi baik.Kesimpulannya ada hubungan yang signifikan antara peran ibu dalam memenuhi kebuthan gizi balita (usia 4-5 tahun) dengan status gizi balita di Desa Karyamukti Kecamatan Pataruman Kota Banjar dengan p-value sebesar 0.000 lebih kecil dari 0,05.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TUBERKULOSIS PARU DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS LANGENSARI 2 KOTA BANJAR Oman Rokhman
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis Paru sampai saat ini masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat dan secara global masih menjadi isu kesehatan global di semua negara. Faktor penunjang kepatuhan berobat adalah pengetahuan, rendahnya faktor pengetahuan memberi gambaran terhadap ketidak tahuan akan informasi yang berkaitan dengan masalah kesehatan terutama penyakit tuberkulosis paru. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Tuberkulosis Paru dengan kepatuhan berobat pada pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Langensari 2 Kota Banjar.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional menggunakan rancangan hubungan atau asosiasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Pasien TB paru BTA (+) periode 6 bulan terakhir di Puskesmas Langensari 2 Kota Banjar sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Dari hasil analisa univariat sebesar (57.5%) memiliki pengetahuan baik, sebesar (30.0%) pengetahuan cukup, dan sebesar (12.5%) pengetahuan kurang. Dari aspek kepatuhan berobat menunjukkan bahwa sebesar (65.0%) patuh dalam pengobatan Tuberkulosis Paru, dan sebesar (35.0%) tidak patuh dalam pengobatan tuberkulosis paru. Sedangkan dari analisis bivariat bahwa dari 23 responden yang berpengetahuan baik lebih banyak yang kepatuhan berobatnya patuh yaitu sebanyak 23 orang (88.5%) dengan hasil p-value sebesar 0,000.Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien Tuberkulosis Paru dengan kepatuhan berobat. Saran bagi penderita diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang cara minum obat dengan waktu yang benar dan lebih patuh lagi dalam menjalani pengobatan penyakit tuberkulosis paru sampai tuntas selama 6 bulan serta lebih mengetahui jenis-jenis obat tuberkulosis paru.
GAMBARAN SIKAP IBU HAMIL RESIKO TINGGI TERHADAP PEMERIKSAAN ANTENATAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LANGENSARI I KOTA BANJAR Supriyatun Supriyatun
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan antenatal care oleh Ibu hamil di sarana kesehatan yang disediakan Pemerintah dan swasta belum sepenuhnya mencapai hasil atau target yang diharapkan. Hal ini tergambar dari jumlah kunjungan Ibu hamil untuk pelayanan antenatal di beberapa daerah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sikap ibu hamil resiko tinggi terhadap pemeriksaan antenatal di Wilayah Kerja Puskesmas Langensari I Kota Banjar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil resiko tinggi sebanyak 31 orang. Tekhnik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling (sensus), sehingga sampel yang ditelitisebanyak 31 ibu. Hasil penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Langensari I Kota Banjar menunjukkan sikap ibu hamil terhadap tujuan pemeriksaan antenatal mayoritas kategori negatif yaitu 21 orang (67,7%), sikap terhadap manfaat pemeriksaan antenatal kategori negatif yaitu 23 orang (74,2%), sikap terhadap frekuensi pemeriksaan antenatal kategori negatif yaitu 23 orang (74,2%). Sehingga sikap ibu hamil terhadap pemeriksaan antenatal di Wilayah Kerja Puskesmas Langensari I Kota Banjar mayoritas kategori negatif yaitu 22 orang (72%).
PERBANDINGAN TINGKATAN HIPERTENSI PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI PRIMER SEBELUM DAN SESUDAH MELAKUKAN SENAM LANSIA DI KELURAHAN BOJONGKANTONG KECAMATAN LANGENSARI KOTA BANJAR Ide Suhendar
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia akan dialami secara alamiah oleh setiap orang yang mencapai tingkat tersebut. Dengan bertambahnya usia maka kemampuan fisik dan mental, termasuk kontak sosial otomatis berkurang. Aspek kesehatan lansia seyoganya lebih diperhatikan mengingat kondisi anatomi dan faal organ-organ tubuhnya tidak sesempurna ketika berusia muda. Senam lansia adalah olahraga ringan dan mudah dilakukan, tidak memberatkan yang diterapkan pada lansia. Aktifitas olahraga ini akan membantu tubuh agar tetap bugar dan tetap segar karena melatih tulang tetap kuat, mendorong jantungbekerja optimal dan membantu menghilangkan radikal bebas yang berada di dalam tubuh. Jenis dan ranangan penelitian yang digunakan adalah desain deskriftif bersifat comparative study yaitu metode dengan cara membandingkan persamaan untuk mencari faktor-faktor apa atau situasi bagaimana yang menyebabkan timbulnya peristiwa tertentu. Hasil analisa data bahwa rata-rata perbedaan tekanan darah lansia sebelum dilakukan aktivitas fisik senam lansia adalah 3.6071 dengan standar deviasi 0.73733. pada pengukuran kedua setelah dilakukan aktivitas fisik senam lansia didapatkan nilai rata-rata 2.2143 dengan standar deviasi 0.91721, sedangkan rata-rata tekanan darah pre dan post aktivitas fisik senam lansia didapatkan nilai rata-rata tekanan darah sistol 160.3 mmHg dan rata-rata diastol sebesar 95.3 mmHg, dan rata-rata tekanan darah post senam lansia didapatkan nilai rata-rata tekanan darah sistol 136.7 mmHg, dan nilai rata-rata tekanan darah diastol sebesar 85.0 mmHg. Kesimpulannya ada perbedaan tingkatan hipertensi pada lansia penderita hipertensi primer sebelum dan sesudah melakukan senam lansia di Kelurahan Bojongkantong Kecamatan Langensari Kota Banjar, dengan menggunakan Uji T didapatkan nilai p-value sebesar 0,000.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM PERAWATAN KESEHATAN DENGAN PERILAKU PEMENUHAN GIZI PADA PENDERITA TUBERCULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATARUMAN 3 KOTA BANJAR Isma Nurfitri
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EFEKTIFITAS KEPADATAN ECENG GONDOK (EICHORRNIA CRASSIPES) TERHADAP PENURUNAN KADAR BOD (BIOLOGICAL OXYGEN DEMAN) PADA LIMBAH CAIR DOMESTIK DI DESA BINANGUN KECAMATAN PATARUMAN KOTA BANJAR Isyeu Sriagustini
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah rumah tangga dari waktu ke waktu volume nya semakin besar, sejalan dengan semakin meningkatnya aktivitas manusia.Konsekuensinya akan semakin berat beban badan air yang di jadikan tempat pembuangan air limbah rumah tangga dan berpotensi sebagai penyebab terjadinya pencemaran lingkungan. BOD (Biological oxygen demand) merupakan salah satu indikator zat pencemar limbah cair rumah tangga dengan kadar maksimum baku mutu 30 mg/l. Penurunan kadar BOD merupakan usaha untuk mengurangi terjadinya pencemaran dan salah satu usahanya menggunakan eceng gondok. Menurut Metcalf dan Eddy (2003), yang dimaksud air limbah (waste water) adalah kombinasi dari cairan – cairan dan sampah – sampah (air yang berasal dari daerah pemukiman, perkantoran, perdagangan, dan industri) bersama – sama dengan air tanah, air pemukiman dan air hujan yang mungkin ada. Peneliti ini mencoba bereksperimen menurunkan kadar BOD dengan menggunakan kepadatan eceng gondok berdasatkan banyaknya kepadatan (5 rumpun, 8 rumpun, 15 rumpun) dengan 4 kali pengulangan selama 7 hari percobaan. Dengan populasi dalam penelitian ini yaitu semua air limbah yang dihasilkan dari Penampungan Air Limbah Domestik Secara Komunal di Rt 03 Rw 01 Desa Binangun Kecamatan Pataruman Kota Banjar dengan jumlah pengguna 44 KK atau Rumah, Sampel Berdasarkan perhitungan dengan mengunakan rumus, maka diketahui jumlah replika minimal untuk penelitian ini yaitu sebesar 4 replika untuk setiap kepadatan sehingga menjadi 12 sampel penelitian. Tiap sampel peneliti mengambil sebanyal 5000 ml sehingga pada penelitian ini jumlah air limbah domestik yang dijadikan sampel sebanyak 20.000 ml.Menggunakan uji statistik one way anova hasilnya menunjukan bahwa kepadatan eceng gondok tidak efektif terhadap penurunan kadar BOD dengan nilai P = 0.788 > P Value = 0,05.
EFEKTIVITAS BERAT ARANG TEMPURUNG KELAPA TERHADAP PENURUNAN KANDUNGAN BIOCHEMICAL OXYGEN DEMAND, CHEMICAL OXYGEN DEMAND DAN TOTAL SUSPENDED SOLID LIMBAH CAIR PABRIK TAHU DI DESA BALOKANG Fenty Rosmala
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair tahu yang dihasilkan memiliki kandungan zat organik yang sangat tinggi dikarenakan bahan dasar dari pembuatan tahu adalah kacang kedelai. Air limbah tahu memiliki kadar pencemar yang sangat tinggi seperti Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solid (TSS) yang melebihi Baku Mutu Permen LH Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah. Apabila langsung dibuang ke badan air dapat menumbulkan pencemaran lingkungan maka harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu salah satu alternatifnya dengan penggunaan arang aktif dari tempurung kelapa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada berat arang tempurung kelapa yang efektif terhadap penurunan kandungan BOD, COD dan TSS limbah cair pabrik tahu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (quasi experimen) dengan membandingkan pengaruh pemberian suatu perlakuan (treatment) serta melihat berapa besar pengaruh perlakuannya. Desain penelitian yang digunakan pretest dan posttest. Banyaknya perlakuan yang dilakukan 4 kali dengan 5 kali pengulangan. Perlakuan pertama arang tempurung kelapa yang digunakan sebanyak 0.5 kg, perlakuan kedua 1 kg, perlakuan ketiga 1.5 kg dan perlakuan keempat 2 kg. Masing-masing perlakuan membutuhkan sampel limbah cair tahu sebanyak 5 liter. Sehingga pada penelitian ini membutuhkan air limbah tahu sebanyak 100 liter. Teknik sampling pada penelitian ini adalah menggunakan sampel sesaat (grap sampel). Variabel penelitian meliputi variabel independen dan dependen. Variabel independen pada penelitian ini adalah berat arang tempurung kalapa dan variabel dependen adalah kandungan BOD, COD dan TSS. Analisis data yang digunakan adalah Repeated Anova dan uji perbandingan ganda. Hasil analisis data dengan uji repeated anova menunjukan terdapat pengaruh pemberian arang tempurung kelapa terhadap kandungan BOD, COD dan TSS limbah cair pabrik tahu dengan nilai p value > 0,05. Adapun berat arang yang efektif untuk menurunkan kandungan BOD, COD dan TSS berada sampai batas baku mutu yang telah ditetapkan yaitu 2 kg. Dan yang disarankan untuk pemilik usaha pabrik tahu untuk melakukan pengolahan limbah sebelum dibuang ke lingkungan, agar mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.
GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB WANITA PASANGAN USIA SUBUR TIDAK MEMILIH METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LANGENSARI I KOTA BANJAR Heni Masri
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya pemerintah dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk adalah melalui pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) bagi pasangan usia subur (PUS). Pengguna MKJP di Puskesmas Langensari I sebanyak 1039 askpetor dan Puskesmas Langensari II sebanyak 1.174 akseptor. Angka penggunaan MKJP termasuk rendah jika dibandingkan dengan sasaran secara Nasional dan provinsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor yang mempengaruhi pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Non MKJP di wilayah kerja Puskesmas Langensari I Kota Banjar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian 1.304 akseptor KB. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proporsional random sampling, dan didapat sampel sebanyak 93 orang. Hasil analisa data menunjukkan bahwa IbuPUS yang tidak memilih MKJP paling banyak usia antara 20-35 tahun yaitu sebanyak 59,1% (41 orang). Ibu PUS yang tidak memilih MKJP mempunyai paritas multi yaitu 66,7% (62 orang). Ibu PUS yang tidak memilih MKJP mempunyai pengalaman menggunakan alat kontrasepsi non MKJP yaitu 58,1% (54 orang).
PENGARUH DISPOSISI IMPLEMENTOR TERHADAP IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK DI LINGKUNGAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KOTA BANJAR PROVINSI JAWA BARAT Nandang Wahyu
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok sangat berbahaya dan merusak kesehatan baik bagi perokok aktif maupun orang- orang yang berada disekitar perokok tersebut. Tindak lanjut dari adanya dampak rokok bagi kesehatan manusia dan lingkungan maka pemerintah membuat peraturan tentang Kawasan Tanpa Rokok. Implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disposisi implementor terhadap implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Organisasi Perangkat Daerah Kota Banjar Provinsi Jawa Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kausalitas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala OPD di Kota Banjar sebanyak 29 orang. Tekhnik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling, oleh karena itu jumlah sampel yang akan diteliti sebanyak 29 orang. Hasil penelitian menunjukkan disposisi implementor di OPD Kota Banjar belum mencapai nilai maksimal.Implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Organisasi Perangkat Daerah Kota Banjar Provinsi Jawa Barat belum mencapai nilai maksimal. Ada pengaruh disposisi implementor terhadap implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Organisasi Perangkat Daerah Kota Banjar Provinsi Jawa Barat dengan t hitung sebesar 4,369 > t tabel 1,70 dan F hitung 19,092 > F tabel 4,210 serta nilai sig sebesar 0,000 < alpha 0,05. Perlunya sosialisasi pemberlakuan kebijakan KTR yang gencar termasuk penguatan Sumber Daya Manusia penegakan Perda Kawasan Tanpa Rokok.

Page 3 of 4 | Total Record : 40