cover
Contact Name
Isyatul Hazar Awaliyah
Contact Email
syaegelskatigh@yahoo.co.id
Phone
+6282315783899
Journal Mail Official
lppmstikesbinaputera@gmail.com
Editorial Address
LPPM STIKes Bina Puter Banjar Lt. 2 Jl. Mayjen Lili kusumah No.33 Sumanding Wetan No. 33 Kota Banjar
Location
Kota banjar,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
ISSN : 26205955     EISSN : 27470911     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif (p-ISSN) 2620-5955 (e-ISSN) 2747-0911 Established in 2018 with a printed journal publication system, Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif has shifted from print to the Open Journal Systems (OJS) which the publication is issued online since 2020. Therefore, writers, readers, and students can access this journal at any time. The Jurnal Kesehatan Mandiri is meant to be a media for scientific studies of research results, thoughts, and critical-analysis studies regarding health research such as Midwifery, Environmental Health Sciences, Nursing, Nutrition, Dental Nursing, and Health Promotion Sciences, Medicine, Pharmacy, Health Analysis, Physiotherapy, Electromedical, Medical Records, Occupational Health and Safety, Information Technology related to health.
Articles 40 Documents
HUBUNGAN NYERI DENGAN ACTIVITY DAILY LIVING PADA LANSIA YANG MENGALAMI ARTHRITIS RHEUMATOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANCAH KABUPATEN CIAMIS Suriany Suriany
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MEROKOK DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD KOTA BANJAR Nandang Wahyu
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PJK merupakan penyakit degeneratif yang menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Jumlah kasus PJK mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu faktor risiko PJK adalah kebiasaan merokok. Nikotin dan CO dalam asap rokok menyebabkan penyumbatan dan penyempitan yang dapat menghambat aliran darah pada arteri koronaria yang merupakan penyebab utama terjadinya PJK. RSUD Kota Banjar merupakan salah satu rumah sakit yang memiliki fasilitas klinik jantung. Berdasarkan data kunjungan rawat jalan, tahun 2007 rata-rata kunjungan pasien yang menderita PJK adalah 92 pasien tiap bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengan PJK pada pasien rawat jalan di RSUD Kota Banjar. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan kasus kontrol. Sampel kasus adalah pasien rawat jalan yang menderita PJK (berdasarkan data rekam medik pasien) yang sedang berobat di Klinik Jantung RSUD Kota Banjar pada saat penelitian dilaksanakan sebanyak 53 orang. Sampel kontrol adalah pasien rawat jalan yang bukan menderita PJK (berdasarkan data rekam medik pasien) yang sedang berobat di RSUD Kota Banjar pada saat penelitian dilaksanakan sebanyak 53 orang. Sampel diambil secara purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat, bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan nilai Odds Ratio (OR) serta multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan PJK setelah dikendalikan variabel usia. Nilai OR adalah 5,885: 95% CI 2,118 – 16,345. Upaya yang diperlukan untuk mencegah PJK adalah dengan peningkatan kewaspadaan terhadap terjadinya PJK sedini mungkin, dengan berusaha tidak melakukan kebiasan merokok.
PENGARUH POLA AKTIVITAS FISIK DAN KETURUNAN TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 3 BANJAR TAHUN 2017 Oman Rokhman
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

. Saat ini gizi lebih dan obesitas merupakan epidemik di negara maju, seperti Australia, New Zealand, Singapura dan dengan cepat berkembang di negara berkembang, terutama populasi kepulauan Pasifik dan negara Asia tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola konsumsi, aktivitas fisik, keturunan dan faktor risiko yang dominan terhadap kejadian obesitas pada anak sekolah dasar negeri 3 Banjar di Kota Banjar. Jenis penelitian ini adalah kasus – kontrol dengan sampel penelitian adalah anak sekolah dasar yang berusia 10 – 12 tahun, kelas IV, V dan VI sebanyak 196 sampel masing – masing : 98 kasus dan 98 kontrol. Pengambilan sampel dilakukan secara stratified random sampling, analisa data dilakukan dengan uji statistik univariat, bivariat dan multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian pada analisa bivariat menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara asupan energi (p = 0,0001; OR = 28,36), asupan lemak (p = 0,0001; OR = 24,59), asupan protein (p = 0,0001; OR = 2,72), frekuensi makan (p = 0,0001; OR = 59,33), jenis makanan (p = 0,0001; OR = 34,15), aktivitas sedang (p = 0,0001; OR = 17,33), aktivitas berat (p = 0,0001; OR = 26,41), status gizi bapak (p = 0,001; OR = 3,63), status gizi ibu (p = 0,004 OR = 2,68), terhadap kejadian obesitas pada siswa sekolah dasar negeri 3 Banjar. Hasil uji regresi logistik sebagai variabel yang paling dominan yang berpengaruh terhadap kejadian obesitas adalah variabel asupan lemak (OR = 96,46). Kejadian obesitas pada siswa sekolah dasar negeri 3 Banjar, dipengaruhi oleh variabel asupan lemak, asupan energi, frekuensi makan, jenis makanan dan aktivitas fisik terutama aktivitas fisik berat dan sedang, sedangkan variabel keturunan tidak berpengaruh. Sesuai dengan hasil penelitian disarankan untuk menggiatkan kembali monitoring status gizi siswa melalui UKS yang telah ada, mengadakan penyuluhan pola hidup sehat secara berkala, penyuluhan gizi.
PENGARUH PELAKSANAAN DISTRAKSI MUSIK KLASIK TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST HERNIORAPHY DI RUMAH SAKIT SE-KOTA BANJAR Sri Wianti
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk atau cara mengatasi nyeri secara non farmakologis adalah distraksi. Distraksi adalah memfokuskan perhatian pasien pada sesuatu selain nyeri. Ada empat tipe distraksi, yaitu distraksi visual, misalnya membaca atau menonton televisi. Distraksi auditori, misalnya mendengarkan musik. Distraksi taktil, misalnya menarik nafas dan massase. Distraksi kognitif, misalnya bermain puzzle (Smeltzer & Bare, 2006). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksana distraksi musik klasik terhadap intensitas nyeri pada pasien post hernioraphy di Rumah Sakit se-Kota Banjar. Hasil penelitian yaitu yaitu nyeri pada saat pre test bahwa dari 20 responden paling banyak dengan nyeri kategori sedang sebesar 55,0 % atau sebanyak 11 orang, nyeri pada saat post test dapat diketahui bahwa dari 20 responden paling banyak dengan nyeri kategori sedang sebesar 90,0% atau sebanyak 18 orang, ada pengaruh pelaksanaan distraksi musik klasik terhadap intensitas nyeri pada pasien post hernioraphy di Rumah Sakit se-Kota Banjar dengan p value sebesar 0,005 lebih kecil dari =0,05.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TINGKAT KESEGARAN JASMANI PADA USIA 12-14 TAHUN DI SMP NEGERI 1 BANJAR Muntiati Sri Handani
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesegaran jasmani sangat bermanfaat bagi anak untuk menunjang kapasitas kerja fisik dan meningkatkan daya tahan kardiovaskuler, yang salah satunya dipengaruhi oleh komposisi tubuh. Saat ini prevalensi obesitas meningkat tajam di seluruh dunia seiring dengan menurunnya aktivitas fisik. Di Indonesia belum banyak penelitian yang menghubungkan Tingkat Kesegaran jasmani (TKJ) dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian cross sectional dilakukan pada 80 anak SMP Negeri 1 Banjar. TKJ dinilai menggunakan ACSPFT ( Asian Committee on the Standardization of Physical Fitness Test ) dan dikategorikan menjadi baik sekali, baik, sedang, kurang, kurang sekali. Dilakukan pengukuran antropometri, kadar hemoglobin dan pengisian kuesioner aktivitas fisik APAQ. Analisis menggunakan uji korelasi Spearman. Dari 80 subyek penelitian yang terdiri dari 46 anak laki -laki dan 34 anak perempuan, didapatkan TKJ baik 1,2%, sedang 13,8%, kurang 25%, dan kurang sekali 60%. Tak seorang pun anak obesitas yang memiliki tingkat kesegaran jasmani baik atau sedang. Didapatkan hubungan negatif antara IMT dengan TKJ baik pada anak laki-laki ( r = - 0,666 ; p = 0,000 ) maupun pada anak perempuan (r = - 0,442 ; p=0,009).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TB PARU PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATARUMAN II KOTA BANJAR Isyeu Sriagustini
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penyakit menular sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dan menjadi penyebab kesakitan dan kematian utama khususnya dikalangan masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok rentan. Salah satu penyebab utama kesakitan di negara-negara berkembang adalah penyakit tuberkulosis paru (TB paru). Penyakit TB paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, kuman tersebut biasanya masuk kedalam tubuh manusia melalui udara pernapasan ke dalam paru kemudian menyebar dari paru ke bagian tubuh lainnya. Melihat semakin banyaknya penularan penyakit TB paru pada anak maka perlu dilakukan penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru pada anak. Dalam analisis ini dilakukan pengujian statistik dengan Chi-square dan perhitungan Odds Ratio (OR). Faktor risiko yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian TB paru pada anak berdasarkan analisis multivariat yaitu riwayat kontak penderita TB paru BTA positif (p=0,010 dan OR=4,020 CI 95%=1,404-11,508) dan status gizi (p=0,002 dan OR=4,576 CI 95%=1,735-12,066).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DROP OUT IMUNISASI DPT PADA BAYI USIA 2-11 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJAR I KOTA BANJAR Isma Nurfitri
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu program dalam Pembangunan Nasional Indonesia yang berwawasan kesehatan adalah program imunisasi. Program imunisasi di Indonesia penting kedudukannya dalam upaya mencapai Indonesia Sehat tahun 2010. Drop out imunisasi dapat diartikan bayi yang tidak mendapat imunisasi lengkap dengan mendeteksi bayi yang mendapat imunisasi DPT-1 tetapi tidak terdeteksi pada imunisasi campak, sedangkan drop out imunisasi DPT yaitu bayi yang tidak diimunisasi lengkap DPT dengan mendeteksi bayi yang mendapat imunisasi DPT-1 tetapi tidak terdeteksi pada imunisasi DPT-3. Drop out imunisasi di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup besar yaitu dari 1,48% pada tahun 2005 menjadi 9,3% pada tahun 2006. Permasalahan tingginya angka drop out imunisasi DPT perlu ditanggulangi, sedangkan untuk dapat menanggulangi permasalahan tersebut perlu diketahui terlebih dahulu berbagai faktor yang berhubungan dengan kejadian drop out imunisasi DPT. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat yang bersifat dikotomi dan menghitung nilai OR, dilakukan dengan menggunakan uji Chi- Square. Faktor-faktor yang berhubungan dengan drop out imunisasi DPT pada bayi usia 2-11 bulan yaitu variabel pengetahuan, sikap, status pekerjaan, tingkat pendapatan keluarga, kemudahan mencapai tempat pelayanan imunisasi, dukungan tokoh masyarakat dan dukungan petugas kesehatan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPADATAN NYAMUK ANOPHELES DI KABUPATEN PANGANDARAN Ide Suhendar
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit malaria sampai saat ini ternyata masih menjadi masalah kesehatan umum yang utama di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang. Faktor kesehatan lingkungan fisik, kimia, biologis, dan sosial budaya sangat berpengaruh terhadap penyebaran penyakit malaria di Indonesia. Kemampuan bertahannya penyakit malaria disuatu daerah ditentukan oleh berbagai faktor yang meliputi adanya parasit malaria, nyamuk Anopheles, manusia yang rentan terhadap infeksi malaria, lingkungan dan iklim (Prabowo, 2004). Penelitian ini bertujuan unltuk menganalisis beberapa faktor yang berhubungan dengan kepadatan nyamuk Anopheles di Kabupaten Pangandaran. Penelitian akan dilakukan uji analisis Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dinding rumah, kawat kasa, langit-langit, tempat perindukan nyamuk, vegetasi sekitar rumah, pakaian tergantung, penggunaan obat nyamuk, penggunaan kelambu, kebiasaan keluar rumah malam hari, penyuluhan dan penyemprotan dengan kepadatan nyamuk Anopheles.
GAMBARAN PERANAN KELUARGA TERHADAP PERILAKU HIDUP SEHAT LANJUT USIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWAHARJA II KOTA BANJAR TAHUN 2017 Fenty Rosmala
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menua adalah proses alami yang disertai penurunan fungsi organ tubuh, perubahan emosi secara psikologi dan kemunduran kognitif sehingga untuk menjalankan aktivitas lansia sering mengalami hambatan. Keluarga yang mempunyai lansia, perlu meningkatkan kepedulian dan perannya dalam melayani mereka agar lansia bisa nyaman dan bahagia dalam menjalani hidupnya. Peranan keluarga dalam pembinaan lansia berupa memenuhi kebutuhan ekonomi, psikososial dan kesehatan fisik, nutrisi makanan serta berupaya mendorong lansia agar tetap berperilaku hidup sehat sehingga tercapai kualitas hidup lansia yang optimal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei deskriptif yang bertujuan menggambarkan peranan keluarga terhadap perilaku hidup sehat lansia di wilayah kerja Puskesmas Purwaharja II Kota Banjar Tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan upaya yang dilakukan keluarga dalam mengingatkan lansia agar selalu menjaga kebersihan mulut (92,5%) dan gigi (89,6%), menganjurkan lansia untuk menyikat gigi dua kali sehari (87,7%), mengingatkan mencuci rambut (67,9%), mengingatkan memotong kuku (72,6%), menjaga kebersihan mata (93,4%), mengingatkan menjaga kebersihan alat kemaluan (88,7%), menyediakan penerangan di ruang tidur lansia (99,1%) dan menyiapkan ventilasi yang baik di ruang tidur lansia (99,1%).
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KADARZI (KELUARGA SADAR GIZI) DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 3-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJAR I KOTA BANJAR S Supriyatun
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 4 | Total Record : 40