cover
Contact Name
Ilham Wira Aristy
Contact Email
jurnalpromotor@uika-bogor.ac.id
Phone
+6282244870305
Journal Mail Official
jurnalpromotor@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Universitas Ibn Khaldun Jl. KH. Sholeh Iskandar KM. 2 Bogor 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26547899     EISSN : 26548127     DOI : http://dx.doi.org/10.32832/pro
Core Subject : Health,
Jurnal ini adalah wadah mahasiswa untuk Meningkatkan ketrampilan dan wadah informasi penelitian kesehatan bagi akademisi. Praktisi masyakarakt dan pemamgku kebijakan. Selain itu jurnal ini merupakan karya tulis ilmiah mahasiswa yang diharapkan dapat memeberikan masukan dan manfaat untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat
Articles 257 Documents
GAMBARAN FAKTOR SOSIO DEMOGRAFI PADA AKSEPTOR KB MKJP DI KELURAHAN CIBOGOR KECAMATAN BOGOR TENGAH TAHUN 2019 Rini Andriyani; Tika Noor Prastia; Wina Rachmania
PROMOTOR Vol 2, No 6 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v2i6.3139

Abstract

Ledakan penduduk merupakan masalah penting yang dialami oleh negara berkembang terutama di Indonesia. Besarnya jumlah dan laju pertumbuhan penduduk mengakibatkan tingkat kesehatan memburuk, tingkat pendidikan rendah, dan pengangguran meningkat. Untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dilaksanakan program KB untuk mengatur kelahiran anak dan mewujudkan keluarga yang berkualitas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode cross-sectional. Populasi yaitu pasangan usia subur yang menggunakan KB MKJP berjumlah 91 orang. Besar sampel penelitian sama dengan total populasi. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dari PK BKKBN. Teknik analisis yaitu univariat dengan menggunakan software pengolah data statistik. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat di Kelurahan Cibogor menggunakan IUD (84,6%), tingkat pendidikan istri tamat SMA (45,1%), tingkat pendidikan suami tamat SMA (52,7%), pekerjaan istri paling banyak lain-lain (39,6), pekerjaan suami pegawai swasta (38,5%), usia kawin pertama yaitu usia ≥ 21 tahun, paritas 2 anak (58,2%), dan tempat pelayanan di puskesmas (59,3%). Mayoritas masyarakat di Kelurahan Cibogor menggunakan kontrasepsi IUD dibanding MOW, MOP dan implan maka disarankan perlu analisis lebih lanjut untuk mengetahui hubungan sosio demografi dengan  penggunaan KB MKJP.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECELAKAAN KERJA TERTUSUK JARUM SUNTIK ATAU BENDA TAJAM LAINNYA PADA PERAWAT DI RSUD LEUWILIANG KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018 Sylvia Puspitasari; Supriyanto .; Rubi Ginanjar
PROMOTOR Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v2i2.1803

Abstract

Petugas kesehatan berisiko tertular penyakit dari darah/cairan tubuh (bloodborne pathogen) melalui berbagai cara, salah satunya melalui luka tusuk jarum atau yang dikenal dengan istilah Needle Stick Injury (NSI). Risiko yang dapat terjadi jika tertusuk jarum dapat menimbulkan infeksi HBV(Hepatitis B Virus), HCV (Hepatitis C Virus) dan HIV (Human Immunodeficiency Virus). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja tertusuk jarum suntik atau benda tajam lainnya pada Perawat di RSUD Leuwiliang Kabupaten Bogor tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 71 orang. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan menganalisis data dengan uji statistik chisquaremenggunakan perangkat lunak aplikasi statistic (SPSS 16). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tindakan tidak aman (p-value = 0,461), kondisi tidak aman (p-value = 0,301, masa kerja (p-value = 0,757), pengetahuan (p-value = 0,190), pengawasan (p-value = 0,090)dengan kecelakaan kerja tertusuk jarum suntik atau benda tajam lainnya. Sedangkan untuk variabel lainnya, ada hubungan antara keterampilan (p-value = 0,010) OR = 0,237 (95% CI: 0,085-0,662), pelatihan (p value = 0,022) OR = 3,566 (95% CI: 1,313-9,688) dengan kecelakaan kerja tertusukjarum suntik atau benda tajam lainnya. Kesimpulan penelitian ini adalah kurangnya keterampilan dan pelatihan mempengaruhi perawat dalam kecelakaan kerja, karena keterampilan dan pelatihan dibutuhkan seseorang dalam setiap pekerjaan untuk meningkatkan kemampuan dan keahliannyasehingga mampu menyelesaikan tugas dengan baik dan dapat terhindar dari risiko kecelakaan kerja
HUBUNGAN PENGGUNAAN LEM DENGAN KONDISI FISIOLOGI PEKERJA HOME INDUSTRY DI RW04 KELURAHAN PAMOYANAN KOTA BOGOR TAHUN 2019 Bayu sugiri; Andi Asnifatima; Rahma Listyandini
PROMOTOR Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v3i1.3120

Abstract

Keluhan gangguan fisiologis pekerja dapat terjadi di lingkunan kerja home industry yakni keluhan kesehatan berupa gangguan fisiologis seperti mengantuk, sakit kepala, tremor, kebingungan dan ketidaksadaran. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui hubungan penggunaan lem dengan kondisi fisiologis pekerja di home industry bengkel sandal yang ada di RW 04 Kelurahann Pamoyanan, Kota Bogor. Desain penelitian ini menggunakan studi cross sectional dengan metode pengambilan sampel total sampling dengan responden sebanyak 69 pekerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara umur dengan kondisi fisiologis pekerja (p= 0,000), tingkat pendidikan (p= 0,000) dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) (p= 0,018) dengan kondisi fisiologi pekerja. Sedangkan variabel kebiasaan merokok, lama lama pajanan, frekuensi pajanan dan personal hygiene tidak ada hubungan dengan kondisi fisiologis pekerja. Kesimpulan penelitian ini semakin tinggi umur pekerja, semakin rendah tingkat pendidikan pekerja, dansemakin rendah tingkat penggunaaan Alat Pelindung Diri (APD) maka semakin tinggi risiko mengalami gangguan fisiologis. Disarankan penggunaan alat pelindung, pengaturan jam kerja terutama pada pekerja usia lebih dari 30 tahun dan sosialisasi bahaya benzene yang terkandung dalam lem yang digunakan dilingkungan home industry.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNIKAHAN DINI PADA PUS (PASANGAN USIA SUBUR) DI KELURAHAN PASIR JAYA KECAMATAN BOGOR BARAT KOTA BOGOR TAHUN 2018 Evita Yulivina; Fenti Dewi Pertiwi; Ichayuen Avianty
PROMOTOR Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v1i1.1428

Abstract

Pernikahan merupakan proses sakral dalam kehidupan manusia. Dari berbagai macam pernikahan terdapat satu fenomena mengenai pernikahan yaitu pernikahan dini. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan dini pada PUS (Pasangan Usia Subur) di Kelurahan Pasir Jaya Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor Tahun 2018. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional (potong lintang). Populasi 470 responden.Sampel dalam penelitian ini 50 responden dengan teknik simple random sampling. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner.Analisis data menggunakan uji T-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi pernikahan dini adalah pengetahuan p value = 0,042 , dan pendidikan p value = 0,045, sedangkan faktor lainnya tidak mempengaruhi pernikahan dini yaitu sosial ekonomi pendapatan orangtua p value = 0,058, budaya p value = 0,657 , lingkungan p value = 0,192, dan media p value = 0,310. Simpulan dalam penelitian ini adalah perlu adanya penyuluhan dari KUAKelurahan Pasir Jaya Kecamatan Bogor Barat tentang menikah dari umur atau batasan usia perkawinan dari undang-undang pernikahan dan menurut BKKBN tentang dampak pernikahan dini.
ANALISIS PROSES AKREDITASI PUSKESMAS SINDANG BARANG KOTA BOGOR TAHUN 2018 Amalia Suryani; Indira Chotimah; Rachma Hidana
PROMOTOR Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v2i2.1794

Abstract

Pada tahun 2019 akreditasi akan menjadi persyaratan PPK 1 sebagai provirder JKN. Akreditasi Puskesmas adalah upaya peningkatan mutu kinerja, melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu, sistem penyelengaraan pelayanan dan programserta penerapan manajemen resiko. Data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2017 menyatakan bahwa jumlah Puskesmas di indonesia yang telah terakreditasi sebanyak 4.223 Puskesmas dari 9.825 Puskesmas yang berada di indonesia. Untuk di wilayah kota bogor sendiri baru 10 puskesmas yangterakreditasi dari 25 puskesmas yang berada di wilayah kota bogor, dan pada tahun 2018 Dinas Kesehatan menargetkan 6 Puskesmas untuk terakreditasi salahsatunya puskesmas Sindang Barang.Dari buku laporan Jumlah kunjungan pasien di Puskesmas Kota Bogor tercatat bahwa Puskesmas Sindang Barang memiliki kunjungan pasien tertinggi di antara Puskesmas-Puskesmas yang berada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagai manaproses akreditasi Puskesmas Sindang Barang Kota Bogor dengan mengunakan metode deskriptif kualitatif dan pengumpulan data melalui observasi, telaah dokumen dan wawancara langsung terhadap informan. Informan berjumlah 5 orang dan instrumennya yaitu pedoman wawancara mendalam, daftar tilik obsrvasi serta daftar tilik telaah dokumen. Saran melakukan pelatihan tentangstandar dan instrumen akreditasi kepada seluruh karyawan di puskesmas dan meningkatkan Koordinasi antar karyawan
GAMBARAN KETERPAPARAN MEDIA BERKONTEN PORNOGRAFI PADA ANAK-ANAK PESERTA DIDIK KELAS 4, 5 DAN 6 DI SDN KAYU MANIS 2 KOTA BOGOR Dwi Rochmawati; Asri Masitha Arsyati; Supriyanto .
PROMOTOR Vol 2, No 5 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v2i5.2524

Abstract

ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN RAWAT JALAN DENGAN METODE IPA (IMPORTANCE PERFOMANCE ANALYSIS) DI PUSKESMAS BOGOR TENGAH KOTA BOGOR TAHUN 2018 Chairul Umam; Lilis Muchlisoh; Husnah Maryati
PROMOTOR Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v2i1.1784

Abstract

Salah satu upaya dalam bidang kesehatan adalah tersedianya pelayanan kesehatan yang berkualitas. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat. kepuasan pelayanan jasa kesehatan tercapai jika apa yang didapatkan pasien melebihi harapannya. Penelitian ini merupakan penelitian survey deskriptifdengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk melihat kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kesehatan, sehingga dapat diketahui unsur yang dipertahankan dan diperbaiki oleh puskesmas dan dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanannya. Metode yang digunakan dalam analisis adalah metode IPA (Importance Perfomance Analysis). Populasipenelitian adalah kunjungan pasien 2017 metode pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel yang diambil 100 orang. Pengumpulan data dimulai dari jam buka pendaftaran sampai selesai dilaksanakan. Instrument penelitian menggunakan kuesioner yang berisi 30 item. Hasil penelitian dianalisis dengan membandingkan harapan dan kenyataan yang menggambarkan tingkatkepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan dalam dimensi tangibles 95.05%, reliability 102.66%, emphaty 101.40%, responsiveness 97.00%, dan assurance 96.00%. Dengan tingkat kepuasan secara keseluruhan 98.58% dikategorikan memuaskan.Berdasarkan hasil studi disarankan agar melakukan evaluasi secara rutin setiap 6 bulan, perbaikan dengan memberikan pelatihan dan kerjasama dengan petugas dalam peningkatan kualitas pelayanan yang berfokus padakepuasan pasien.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS KARADENAN KECAMATAN CIBINONG KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018 Maya Rahmayati Matondang; T Abdul Madjid; Indira Chotimah
PROMOTOR Vol 2, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v2i4.2240

Abstract

Service quality yang tinggi merupakan faktor terpenting agar tercapainya mutu pelayanan kesehatan. Beberapa faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan adalah faktor tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan mutu pelayanan kesehatan di puskesmaskaradenan kecamatan cibinong kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 2.449 pasien. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 responden dengan teknik purposive sampling.Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Cara yang digunakan dalam menganalisa data menggunakan perangkat lunak aplikasi statistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor tangibles (p-value = 0,372), faktor reliability (p-value = 0,176), dan faktor responsiveness(p-value = 0,594) tidak terdapat hubungan dengan mutu pelayanan kesehatandi puskesmas karadenan. Sedangkan faktor assurance (p-value = 0,001), dan faktor emphaty (pvalue = 0,001) terdapat hubungan dengan mutu pelayanan kesehatan di puskesmas karadenan. Simpulan dalam penelitian ini yaitu pada variabel faktor tangibles, faktor reliability, dan faktor responsiveness tidak terdapat hubungan dengan mutu pelayanan kesehatan. Sedangkan pada variabel faktor assurance dan faktor emphaty terdapat hubungan dengan mutu pelayanan kesehatan di puskesmas karadenan.
GAMBARAN STATUS GIZI BERDASARKAN ANTROPOMETRI PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR Eny Dwimawati
PROMOTOR Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v3i1.3144

Abstract

Masalah gizi yaitu gizi kurang maupun gizi lebih, akan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, khususnya risiko terjadinya penyakit tidak menular. Bila masalah ini berlanjut hingga dewasa dan menikah akan berisiko mempengaruhi kesehatan janin yang dikandungnya. Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran status gizi berdasarkan antropometri tubuh. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bersifat observasional. Pengambilan sampel dilakukan secara probability sampling yaitu dengan teknik acak berdasarkan area (cluster random sampling). Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Ibn Khaldun Bogor semester 2 yang berjumlah 85 responden. Hasil penelitian menunjukkan  sebagian besar responden adalah remaja, yakni sebesar 88,2% dengan status gizi kurang sebesar 41,7% dan gizi normal/baik sebesar 47%, dan sisanya masuk dalam kategori dewasa yaitu 11,8% dengan status gizi kurang sebesar 4,7% dan yang mempunyai gizi normal/baik sebesar 7,1%. Sedangkan hasil penelitian berdasarkan perhitungan Body Mass Index (BMI) kategori underweight (10,6%), normal (54,1%), overweight (20%), dan obesitas (15,3).
EVALUASI PROGRAM TB PARU DI PUSKESMAS BELONG KOTA BOGOR TAHUN 2018 Indira Chotimah; Sari Oktaviani; Abdul Madjid
PROMOTOR Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v1i2.1594

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global. Sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan 2030, WHO menargetkan untuk menurunkan kematian akibat Tuberkulosis sebesar 90% dan menurunkan insidens sebesar 80% pada tahun 2030 dibandingkan dengan tahun 2014. Di Puskesmas Belong pada Tahun 2017 angka keberhasilan program TB Paru yaitu 55,56% dari target 90% yang telah di tentukan oleh Kementerian Kesehatan RepublikIndonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan informasi seacara mendalam mengenai Input, proses dan output pada program TB Paru di Puskesmas Belong Kota Bogor tahun 2018. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif , informan dalam penelitian ini terdiri dari 4 orang yaitu Penanggung jawab program TB Puskesmas Belong, petugas TB Puskesmas Belong, KepalaTU dan petugas Laboratorium. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman wawancara mendalam, daftar checklist observasi dan daftar checklist telaah dokumen. Hasil penelitian yang didapat dari komponen input dalam program TB Paru sudah optimal. Hasil dari komponen proses di Puskesmas Belong Kota Bogor belum Optimal. Penemuan kasus dan diagnosa penderita dilakukansecara aktif dan pasif, akan tetapi pasien ada yang sulit untuk mengeluarkan dahak. Pengobatanpenderita TB Paru sudah sesuai dengan pedoman TB Paru. Cross check di Puskesmas Belong tidaktersedia karena Puskesmas Belong adalah Puskesmas Satelit jadi, tidak bisa melakukan cross check.Sedangkan output dalam program TB Paru di Puskesmas Belong Kota Bogor dalam angkapenemuan sudah mencapai target sedangkan angka konversi dan angka kesembuhan belummencapai target yang ditentukan. Erorr Rate di Puskesmas Belong tidak ada karena yang melakukanerorr rate hanyadi puskesmas rujukan. Dalam upaya meningkatkan keberhasilan program Tb Paru diPuskesmas Belong Kota Bogor maka diperlukan perbaikan yaitu dengan dilakukan analisis manfaatdan ketepatan biaya agar diketahui anggaran program TB Paru yang dibutuhkan untuk mencapaitarget program. Pasien yang mangkir dari pengobatan harus dibuat perencanaan agar pasien tersebuttidak mangkir dari pengobatan dan menyelesaikan pengobatannya.

Page 4 of 26 | Total Record : 257