cover
Contact Name
Yohan Brek
Contact Email
yohanbrek74@gmail.com
Phone
+6281295123667
Journal Mail Official
jurnalpoimen@iakn-manad.ac.id
Editorial Address
Jl. Bougenville, Tateli I Kec. Mandolang,Minahasa Sulawesi Utara - Indonesia 9566
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling
ISSN : 27235645     EISSN : 27235637     DOI : -
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling (PJPK), adalah Jurnal Ilmiah dari Prodi Pastoral Konseling diambil dari istilah Yunani berarti “gembala” yang menjadi esensi dari output Pastoral Konseling sehingga mendapatkan outcome sebagai peneliti dalam kajian Teologi Pastoral Konseling yang berkualitas, kritis, inovatif, empati dan ilmiah serta tetap bersumber pada Yesus Kristus sebagai Gembala yang Baik dan sumber hikmat, POIMEN Jurnal Pastoral Konseling (PJPK) menerima artikel yang berkonsentrasi penelitian dibidang : Teologi Pastoral Konseling Studi Konseling Kristen Artikel yang dikirimkan adalah artikel yang belum pernah atau tidak sedang dalam proses publikasi dalam jurnal yang lain. Semua artikel yang terkirim wajib mengikuti petunjuk penulisan atau gaya selingkung yang telah ditetapkan. Karena itu semua artikel yang dikirim ke Jurnal POIMEN Jurnal Pastoral Konseling (PJPK) akan melewati tahapan review dengan menggunakan blind review, yang berfokus pada kebaruan hasil penelitian Teologi Pastoral Konseling.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 62 Documents
PENGHORMATAN DAN DUKACITA: ANALISIS PASTORAL KONSELING TERHADAP TRADISI PEMASANGAN LILIN PADA TEMPAT KECELAKAAN DI MANADO Yohan Brek; Fani Sapoh
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Pastoral Konseling, Fakultas Teologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article explores the role of pastoral counseling in supporting the candle-lighting tradition at accident sites in Manado. With the rising traffic accident rates in North Sulawesi, the tradition of lighting candles at accident locations has become an important means for the community to express grief, respect, and solidarity with the victims and their families. Through a qualitative approach, this study employs a case study design to understand the meaning and processes behind the candle-lighting tradition and how pastoral counseling can assist individuals and communities in the grieving process. The research findings indicate that the candle-lighting tradition in Manado not only serves as a tribute to the deceased but also strengthens community bonds and raises awareness about traffic safety. Pastoral counseling plays a crucial role by offering holistic support, both emotional and spiritual, helping families find meaning in their loss and gain strength through faith. Through case studies and individual narratives, this article demonstrates the effectiveness of pastoral counseling in supporting the grieving process. The main challenge lies in understanding and respecting cultural values and local traditions, requiring pastoral counselors to be sensitive to local cultural practices. This research contributes to the literature by filling the gap regarding the integration of local traditions with pastoral counseling practices. The findings emphasize the importance of education and training for pastoral counselors to understand cultural values and local traditions to provide more effective support. Thus, this article offers new insights into how pastoral counseling can be effectively applied to support the grieving process within the context of local traditions.
PASTORAL COUNSELING FOR SERVANTS OF GOD FAMILIES IN MANADO WHO EXPERIENCING EMOTIONAL DIVORCE Agnes BJ Raintung; Daniel Susanto; Novita P Sianturi
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Pastoral Konseling, Fakultas Teologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The family is an institution that cannot be separated from problems. The problems faced by the family can lead the family to an emotional divorce. This emotional divorce is a much more severe condition than a physical or legal divorce. This condition is even more severe if it occurs in a family of God’s servants, because they bear a double burden related to their status. For this reason, it is necessary to think about pastoral counselling for family who experience emotional divorce. This research was conducted using a qualitative method through a case study approach. It is hoped that the findings in this study can provide an understanding of family pastoral counselling for those who experience emotional divorce so that the impact of emotional divorce on family members can be minimized.
IMPLEMENTASI PELAYANAN PASTORAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SPIRITUAL JEMAAT BERBASIS PENDIDIKAN KRISTEN DI GMIT LANUD ELTARI Lake, Dina Weli Ornace; Hendrik A. E. Lao; Andrian Wira Syahputra
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Pastoral Konseling, Fakultas Teologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul "Implementasi Pelayanan Pastoral dalam Pembentukan Karakter Spiritual Jemaat Berbasis Pendidikan Kristen di GMIT Lanud Eltari." Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana pelayanan pastoral dapat berperan dalam pembentukan karakter spiritual jemaat melalui pendekatan pendidikan Kristen di GMIT Lanud Eltari. Inti permasalahan yang diangkat adalah efektivitas pelayanan pastoral dalam meningkatkan karakter spiritual jemaat, yang mencakup aspek-aspek seperti keimanan, ketaatan, dan pengabdian dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pastor dan jemaat, observasi partisipatif, serta analisis dokumen terkait. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif-analitik untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pastoral yang berfokus pada pendidikan Kristen secara signifikan berkontribusi dalam pembentukan karakter spiritual jemaat. Pendekatan yang dilakukan meliputi pengajaran Alkitab yang mendalam, konseling pastoral, dan kegiatan-kegiatan rohani yang mendukung pengembangan spiritual jemaat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi pelayanan pastoral yang berbasis pendidikan Kristen di GMIT Lanud Eltari berhasil membentuk karakter spiritual jemaat yang lebih kuat dan kokoh, serta meningkatkan keterlibatan jemaat dalam kegiatan gerejawi dan kehidupan spiritual sehari-hari. Penelitian ini memberikan rekomendasi agar gereja terus mengembangkan program pelayanan pastoral yang integratif dan berbasis pendidikan Kristen untuk memperkuat karakter spiritual jemaat di masa mendatang.      
PENDAMPINGAN PASTORAL KEPADA LANSIA YANG HIDUP SENDIRI DI JEMAAT HKBP BALIGE Aprilia, Aprilia Rut Margaret Panjaitan
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Pastoral Konseling, Fakultas Teologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadaan lansia yang hidup sendiri dapat mempengaruhi segala aspek yang ada dalam diri lansia. Banyaknya lansia yang hidup sendiri di HKBP Balige dikarenakan kehilangan pendamping hidup dan ditinggal oleh anak-anak mereka karena sudah menikah dan masih sekolah. Lansia yang hidup sendiri sudah sulit untuk melakukan aktivitas karena faktor daya tahan tubuh yang sudah menurun. Tidak hanya karena daya tahan tubuh yang sudah menurun karena penuaan, lansia merasa beda dari komunitas lingkungannya, lansia juga sering menyendiri. Lansia yang tinggal sendiri lebih rentan merasa sedih karena kondisi yang menyendiri di rumah. Aspek fisik dan psikis dapat mempengaruhi aspek yang lainnya sehingga dalam aspek spiritual lansia merasa bahwa tidak ada yang memperdulikan mereka. Walaupun demikian lansia yang tidak produktif lagi juga memiliki kerinduan untuk datang ke gereja, namun keadaan fisik mereka membuat lansia tidak dapat pergi ke gereja, hal ini lah yang harus diperhatikan oleh pelayan gereja dalam memperhatikan pelayanan kepada lansia yang tidak dapat datang ke gereja.  
KONSELING PASTORAL: JEMBATAN PEMAHAMAN BUDAYA MAENGKET DALAM TEOLOGI KONTEKSTUAL Frieska Putrima Tadung; Fernanda Frisky Palit; Gladys Masoara; Lira In Makanoneng; Julieva Angelia Takasihaeng
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Pastoral Konseling, Fakultas Teologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pastoral counseling serves as a crucial bridge for understanding Maengket culture within the framework of contextual theology. This research investigates the integration of the rich social and religious values of Maengket culture into contemporary counseling practices. Using a qualitative approach, the study reveals that incorporating local cultural elements into pastoral counseling not only enhances the spiritual bond between counselors and clients but also aids in preserving Minahasan cultural heritage amidst the forces of globalization. The findings indicate that contextual pastoral counseling offers a deeper understanding and greater relevance for both individuals and communities as they navigate modern life challenges. Furthermore, this approach reinforces social solidarity and care, which are fundamental aspects of pastoral practice within Minahasa society.
“Masamper: Seni Vokal Sangihe Talaud sebagai Media Pelestarian Budaya dan Pendukung Pastoral Konseling Kontekstual” Samuel Wailan Leonard Wanget; Lumenta, Anita; Christian Onsu; Rhea Salsa Natalia Susmantoyo
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Pastoral Konseling, Fakultas Teologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masamper, a distinctive vocal art form endemic to the Sangihe Talaud community of North Sulawesi, holds significant cultural and spiritual value. Rooted in oral tradition and predating Christian influence, Masamper has evolved to incorporate elements of diatonic music introduced by 19th-century Dutch missionaries. This fusion has made it an integral part of local church services. As a cultural expression, Masamper embodies social, aesthetic, and religious values, contributing to community harmony and identity. A pastoral counseling perspective suggests that Masamper can facilitate emotional recovery, introspection, and communal solidarity. This tradition serves as an effective medium for theological exploration, healing, and reconciliation within church settings. By integrating Masamper into congregational life, pastoral care becomes more contextual, relevant, and transformative, enabling communities to both cherish their cultural heritage and address contemporary challenges. Masamper transcends its status as a mere tradition; it is a spiritual expression that fortifies the faith and identity of the community. This qualitative study, employing a literature review approach, delves into the history, function, and role of Masamper within the Sangihe Talaud community. The analysis reveals that Masamper plays a crucial role in preserving local traditions in the face of globalization and serves as a vehicle for conveying moral and theological values. In church services, Masamper functions as a medium of worship and spiritual instruction. Its poetry, imbued with Gospel values, significantly impacts congregational understanding.
KONSELING PASTORAL DEFENSE MECHANISM PADA REMAJA PELAKU BULLYING Brek, Yohan; Gloria Gresia Lomboan
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Pastoral Konseling, Fakultas Teologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the defense mechanisms of adolescent bullies, the factors that cause adolescents to use bullying as a form of defense mechanism and how defense mechanisms can be utilized as a pastoral counseling strategy. This study used the descriptive qualitative method. The data were obtained from observations, interviews and literature studies related to defense mechanisms for bullying adolescents. Where the defense mechanisms in adolescent bullies are irrational, destructive and aggressive. This is caused by an ego that has not yet developed and matured, as well as the bullies relationship with family, parents, peers, school and church. Therefore, through pastoral counseling, the bullies as the counselee will be assisted and directed to use a healthy defense mechanism. Defense mechanisms such as repression, diversion, reaction formation, regression and sublimation will be used as a pastoral counseling strategy. So negative defense mechanisms can be trained and diverted by processing or dealing with anxiety and conflicts in healthier manners. Defense mechanism can also be used to help bullies to stop using bullying as a defense mechanism through its use as a pastoral counseling strategy.
Pendampingan Pendampingan Pastoral Terhadap Remaja yang Mengalami KDRT di Desa Saitnihuta: - Simamora, Gita
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Pastoral Konseling, Fakultas Teologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah fenomena yang sangat sering terjadi di lingkungan masyarakat. KDRT dilakukan dengan melakukan kekerasanbaik secara fisik, emosional, sosial dan psritual. Faktor penyebab KDRT diantaranya ialah faktor pengalaman masa lalu, rendahnya ekonomi keluarga, orangtua pecandu alkohol, tekanan pekerjaan dan anak yang susah menerima aturan. KDRT ini berdampak buruk bagi aspek holistik remaja diantaranya ialah fisik, mental, sosial dan yang paling berdampak ialah spritualnya. Remaja KDRT mengalami hal-hal yang sangat menjanggalkan seperi tidak percaya akan Tuhan, kehilangan makna hidup dan kurang termotivasi dalam melakukan aktivitas. Oleh karena itu, pendampingan pastoral hendak dilakukan oleh gereja untuk menanggulangi ganguan spritual remaja. Cara untuk mengatasi tersebut ialah gereja secara serius melakukan konseling dan merancang kegiatan yang mendukung penyembuhan spritual remaja korban KDRT seperti meditasi. Jika gereja tidak dapat menangani masalah tersebut, gereja perlu melakukan hubungan kerja dengan psikiater atau psikolog. Hal tersebut berguna untuk mendatangkan penyembuhan yang efektif bagi remaja korban KDRT.
PASTORAL ANAK ERA DIGITAL: PROBLEMATIKA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PASTORAL SEKOLAH MINGGU DI DESA PANDAN WANGI, PRIPINSI RIAU Santosa; Simamora, Ayu Sartika; Kasiati, Rima Indah
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Pastoral Konseling, Fakultas Teologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Minggu merupakan wadah pendidikan menumbuhkembangkan iman, spiritualitas dan karakter anak sebagai tulang punggung gereja masa depan. Oleh sebab itu, maka layanan pastoral konseling pada anak era digital penting diprogramkan dan dilakukan di setiap gereja. Penelitian ini menelaah problematika yang dihadapi gereja desa dalam menerapkan pastoral konseling pada anak Sekolah Minggu. Penelitian dilakukan di Gereja Gerakan Pentakosta, Gereja Pantekosta di Indonesia dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan, yang terletak di Desa Pandan Wangi, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Propinsi Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh bahwa problematika mendasar yang dihadapi gereja desa yaitu: terbatasnya kuantitas guru Sekolah Minggu dan terbatasnya kualitas melakukan pastoral anak. Melalui penelitian ini, strategi yang dapat dikembangkan oleh gereja desa memprogramkan dan melaksanakan pastoral anak antara lain: memberi pelatihan dan pendampingan Guru Sekolah Minggu bidang pastoral anak, menyusun visi dan misi gereja berpusat pada anak, melengkapi sarana prasarana terlaksananya pastoral anak, pastoral anak melalui pemanfaatan media sosial, dan membangun kerjasama atau kolaborasi dengan gereja atau lembaga kristiani dalam malakukan pastoral anak. Kata kunci: pastoral anak, Sekolah Minggu, pastoral Sekolah Minggu
KONSELING PASTORAL SEBAGAI RESPON TEOLOGIS TERHADAP KEBUTUHAN JEMAAT DI ERA MODERN Manurung, Haris Benaya; Paulus, Yanto
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Pastoral Konseling, Fakultas Teologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tekanan hidup modern berdampak pada kesejahteraan mental, emosional, dan rohani jemaat, memunculkan tantangan seperti konflik pernikahan, krisis identitas, serta pergumulan iman. Gereja memiliki tanggung jawab untuk menyediakan bimbingan pastoral yang tidak hanya berfokus pada pemecahan masalah psikologis, tetapi juga pada pemulihan rohani berbasis kasih dan kebenaran Kristus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur dan analisis teologis terhadap prinsip-prinsip bimbingan pastoral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling pastoral yang efektif harus berlandaskan pada kasih dan pemulihan dalam Kristus, pendampingan berbasis Firman Tuhan, serta keterlibatan komunitas gereja. Gereja perlu mengembangkan model bimbingan pastoral yang holistik melalui konseling individu, kelompok pendampingan, dan pelatihan pemimpin gereja. Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi bagi pengembangan teologi pastoral serta panduan bagi gereja dalam mengimplementasikan strategi konseling yang lebih relevan di era modern.