cover
Contact Name
Yohan Brek
Contact Email
yohanbrek74@gmail.com
Phone
+6281295123667
Journal Mail Official
jurnalpoimen@iakn-manad.ac.id
Editorial Address
Jl. Bougenville, Tateli I Kec. Mandolang,Minahasa Sulawesi Utara - Indonesia 9566
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling
ISSN : 27235645     EISSN : 27235637     DOI : -
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling (PJPK), adalah Jurnal Ilmiah dari Prodi Pastoral Konseling diambil dari istilah Yunani berarti “gembala” yang menjadi esensi dari output Pastoral Konseling sehingga mendapatkan outcome sebagai peneliti dalam kajian Teologi Pastoral Konseling yang berkualitas, kritis, inovatif, empati dan ilmiah serta tetap bersumber pada Yesus Kristus sebagai Gembala yang Baik dan sumber hikmat, POIMEN Jurnal Pastoral Konseling (PJPK) menerima artikel yang berkonsentrasi penelitian dibidang : Teologi Pastoral Konseling Studi Konseling Kristen Artikel yang dikirimkan adalah artikel yang belum pernah atau tidak sedang dalam proses publikasi dalam jurnal yang lain. Semua artikel yang terkirim wajib mengikuti petunjuk penulisan atau gaya selingkung yang telah ditetapkan. Karena itu semua artikel yang dikirim ke Jurnal POIMEN Jurnal Pastoral Konseling (PJPK) akan melewati tahapan review dengan menggunakan blind review, yang berfokus pada kebaruan hasil penelitian Teologi Pastoral Konseling.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 72 Documents
KONSELING PASTORAL DEFENSE MECHANISM PADA REMAJA PELAKU BULLYING Brek, Yohan; Gloria Gresia Lomboan
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 5 No. 2 (2024): Desember: POIMEN Jurnal Pastoral Konseling
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the defense mechanisms of adolescent bullies, the factors that cause adolescents to use bullying as a form of defense mechanism and how defense mechanisms can be utilized as a pastoral counseling strategy. This study used the descriptive qualitative method. The data were obtained from observations, interviews and literature studies related to defense mechanisms for bullying adolescents. Where the defense mechanisms in adolescent bullies are irrational, destructive and aggressive. This is caused by an ego that has not yet developed and matured, as well as the bullies relationship with family, parents, peers, school and church. Therefore, through pastoral counseling, the bullies as the counselee will be assisted and directed to use a healthy defense mechanism. Defense mechanisms such as repression, diversion, reaction formation, regression and sublimation will be used as a pastoral counseling strategy. So negative defense mechanisms can be trained and diverted by processing or dealing with anxiety and conflicts in healthier manners. Defense mechanism can also be used to help bullies to stop using bullying as a defense mechanism through its use as a pastoral counseling strategy.
Pendampingan Pendampingan Pastoral Terhadap Remaja yang Mengalami KDRT di Desa Saitnihuta: - Simamora, Gita
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 6 No. 1 (2025): Juni: POIMEN Jurnal Pastoral Konseling
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah fenomena yang sangat sering terjadi di lingkungan masyarakat. KDRT dilakukan dengan melakukan kekerasanbaik secara fisik, emosional, sosial dan psritual. Faktor penyebab KDRT diantaranya ialah faktor pengalaman masa lalu, rendahnya ekonomi keluarga, orangtua pecandu alkohol, tekanan pekerjaan dan anak yang susah menerima aturan. KDRT ini berdampak buruk bagi aspek holistik remaja diantaranya ialah fisik, mental, sosial dan yang paling berdampak ialah spritualnya. Remaja KDRT mengalami hal-hal yang sangat menjanggalkan seperi tidak percaya akan Tuhan, kehilangan makna hidup dan kurang termotivasi dalam melakukan aktivitas. Oleh karena itu, pendampingan pastoral hendak dilakukan oleh gereja untuk menanggulangi ganguan spritual remaja. Cara untuk mengatasi tersebut ialah gereja secara serius melakukan konseling dan merancang kegiatan yang mendukung penyembuhan spritual remaja korban KDRT seperti meditasi. Jika gereja tidak dapat menangani masalah tersebut, gereja perlu melakukan hubungan kerja dengan psikiater atau psikolog. Hal tersebut berguna untuk mendatangkan penyembuhan yang efektif bagi remaja korban KDRT.
PASTORAL ANAK ERA DIGITAL: PROBLEMATIKA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PASTORAL SEKOLAH MINGGU DI DESA PANDAN WANGI, PRIPINSI RIAU Santosa; Simamora, Ayu Sartika; Kasiati, Rima Indah
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 6 No. 1 (2025): Juni: POIMEN Jurnal Pastoral Konseling
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Minggu merupakan wadah pendidikan menumbuhkembangkan iman, spiritualitas dan karakter anak sebagai tulang punggung gereja masa depan. Oleh sebab itu, maka layanan pastoral konseling pada anak era digital penting diprogramkan dan dilakukan di setiap gereja. Penelitian ini menelaah problematika yang dihadapi gereja desa dalam menerapkan pastoral konseling pada anak Sekolah Minggu. Penelitian dilakukan di Gereja Gerakan Pentakosta, Gereja Pantekosta di Indonesia dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan, yang terletak di Desa Pandan Wangi, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Propinsi Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh bahwa problematika mendasar yang dihadapi gereja desa yaitu: terbatasnya kuantitas guru Sekolah Minggu dan terbatasnya kualitas melakukan pastoral anak. Melalui penelitian ini, strategi yang dapat dikembangkan oleh gereja desa memprogramkan dan melaksanakan pastoral anak antara lain: memberi pelatihan dan pendampingan Guru Sekolah Minggu bidang pastoral anak, menyusun visi dan misi gereja berpusat pada anak, melengkapi sarana prasarana terlaksananya pastoral anak, pastoral anak melalui pemanfaatan media sosial, dan membangun kerjasama atau kolaborasi dengan gereja atau lembaga kristiani dalam malakukan pastoral anak. Kata kunci: pastoral anak, Sekolah Minggu, pastoral Sekolah Minggu
KONSELING PASTORAL SEBAGAI RESPON TEOLOGIS TERHADAP KEBUTUHAN JEMAAT DI ERA MODERN Manurung, Haris Benaya; Paulus, Yanto
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 6 No. 1 (2025): Juni: POIMEN Jurnal Pastoral Konseling
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tekanan hidup modern berdampak pada kesejahteraan mental, emosional, dan rohani jemaat, memunculkan tantangan seperti konflik pernikahan, krisis identitas, serta pergumulan iman. Gereja memiliki tanggung jawab untuk menyediakan bimbingan pastoral yang tidak hanya berfokus pada pemecahan masalah psikologis, tetapi juga pada pemulihan rohani berbasis kasih dan kebenaran Kristus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur dan analisis teologis terhadap prinsip-prinsip bimbingan pastoral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling pastoral yang efektif harus berlandaskan pada kasih dan pemulihan dalam Kristus, pendampingan berbasis Firman Tuhan, serta keterlibatan komunitas gereja. Gereja perlu mengembangkan model bimbingan pastoral yang holistik melalui konseling individu, kelompok pendampingan, dan pelatihan pemimpin gereja. Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi bagi pengembangan teologi pastoral serta panduan bagi gereja dalam mengimplementasikan strategi konseling yang lebih relevan di era modern.
PERAN PENDAMPINGAN PASTORAL TERHADAP PASIEN DI RS HKBP BALIGE Butarbutar, Kesya; Lumban Gaol, Elisabeth; Sinaga, Geby; Silitonga, Derselli P.
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 6 No. 1 (2025): Juni: POIMEN Jurnal Pastoral Konseling
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pastoral care plays an important role in providing spiritual and emotional support for patients in hospitals. This study aims to analyze the role of pastoral care for patients at HKBP Balige Hospital and its impact on the psychological and spiritual conditions of patients. The research method used in this paper is a qualitative approach with interviews and direct observation of patients and pastoral care. The results of the study indicate that pastoral care helps improve inner peace, strengthen faith, and provide motivation for patients in dealing with their illnesses. In addition, pastoral care also plays a role in building harmonious relationships between patients, families, and medical personnel. Thus, pastoral care at HKBP Balige Hospital has a significant contribution in supporting patient recovery, both mentally and spiritually.
PENDAMPINGAN PASTORAL SEBAGAI WUJUD KASIH DALAM KELUARGA DI JEMAAT Kaensige, Mariska; Brek, Yohan; Raintung, Agnes BJ
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 6 No. 1 (2025): Juni: POIMEN Jurnal Pastoral Konseling
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan gereja dalam tradisi Kristen Protestan tidak hanya terbatas pada penyampaian liturgi atau kegiatan seremonial, melainkan mencakup kehadiran nyata dalam kehidupan umat, khususnya dalam mendampingi keluarga jemaat yang mengalami krisis. Pendampingan pastoral menjadi bentuk pelayanan yang menyentuh aspek spiritual, sosial, emosional, dan psikologis umat secara utuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dari jurnal-jurnal teologi terakreditasi tahun 2014–2025. Teknik analisis ini digunakan untuk menggali praktik dan makna pendampingan pastoral dalam kehidupan keluarga jemaat. Hasil studi menunjukkan bahwa pendekatan pastoral yang dilakukan secara relasional, empatik, dan haltual mampu menghadirkan kasih Kristus secara nyata, terutama dalam situasi duka, konflik keluarga, dan tekanan sosial. Budaya lokal seperti mapalus di Minahasa memperkuat model pendampingan dengan nilai gotong royong yang merefleksikan solidaritas Kristen. Pembahasan mengaitkan temuan dengan teori pastoral Howard Clinebell dan teologi pembebasan yang menekankan pembebasan spiritual dan sosial. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa gereja perlu terus mengembangkan pelayanan pendampingan pastoral yang inklusif dan transformatif sebagai panggilan untuk menjadi saluran kasih Kristus di tengah keluarga jemaat.
MENYATU DENGAN ALAM: MEMBANGUN KESADARAN EKO PASTORAL DALAM LINGKUNGAN KELUARGA
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 6 No. 2 (2025): Desember: POIMEN Jurnal Pastoral Konseling
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/pjpk.v6i2.2014

Abstract

Abstract This article discusses the importance of eco-pastoral awareness in the family context as an effort to address the increasingly urgent environmental crisis. Phenomena such as littering, deforestation, and water pollution reflect the low level of human ecological awareness, which not only damages the environment but also threatens the survival of future generations. Eco-pastoral, which integrates spiritual teachings with ecological responsibility, offers a strategic approach to building harmony between humans and nature. This study employs a qualitative method involving interviews, observations, and documentation to explore the role of families as the smallest social unit in instilling environmental preservation values. The findings indicate that families play a significant role in fostering eco-pastoral awareness through internal education and environmentally friendly practices, such as waste recycling and reducing plastic use. Moreover, the church, as a moral and spiritual institution, can contribute by educating congregations, promoting sustainable lifestyles, and integrating environmental issues into pastoral programs. This article recommends collaboration among families, churches, and communities to enhance collective awareness, encourage concrete actions, and drive cultural change toward environmental sustainability. Thus, ecological responsibility becomes an integral part of faith-based living and societal sustainability. Keywords : Eco-pastoral, ecological awareness, environmental preservation ABSTRAK Artikel ini membahas pentingnya kesadaran ekopastoral dalam konteks keluarga sebagai upaya mengatasi krisis lingkungan yang semakin mendesak. Fenomena seperti pembuangan sampah sembarangan, penggundulan hutan, dan pencemaran air mencerminkan rendahnya kesadaran ekologis manusia, yang tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga mengancam kelangsungan hidup generasi mendatang. Eko-pastoral, yang mengintegrasikan ajaran spiritual dengan tanggung jawab ekologis, menawarkan pendekatan strategis untuk membangun harmoni antara manusia dan alam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengeksplorasi peran keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran signifikan dalam menciptakan kesadaran ekopastoral melalui pendidikan internal dan praktik ramah lingkungan, seperti daur ulang sampah dan pengurangan penggunaan plastik. Selain itu, gereja sebagai institusi moral dan spiritual dapat berkontribusi dengan mengedukasi jemaat, mempromosikan gaya hidup berkelanjutan, serta mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam program pastoral. Artikel ini merekomendasikan kolaborasi antara keluarga, gereja, dan komunitas untuk meningkatkan kesadaran kolektif, mendorong tindakan nyata, dan menciptakan perubahan budaya menuju keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, tanggung jawab ekologis menjadi bagian integral dari kehidupan beriman dan keberlanjutan masyarakat. Kata Kunci : Ekopastoral, kedasaran ekologis, pelesatarian lingkungan
KONSELING INDIVIDU DALAM PROSES REHABILITASI NARKOBA
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 6 No. 2 (2025): Desember: POIMEN Jurnal Pastoral Konseling
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/pjpk.v6i2.2184

Abstract

Penyalahgunaan narkoba telah menjadi masalah global yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental, serta mengganggu sistem sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan (BNNP Sumsel) dalam upaya pencegahan narkoba, khususnya melalui program yang dilaksanakan di sekolah, desa, dan pada saat kegiatan Car Free Day (CFD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, terutama setelah mengikuti kegiatan penyuluhan di Desa Gasing dan CFD. Program pencegahan tersebut berhasil menarik minat masyarakat dan memperkuat partisipasi mereka dalam upaya pencegahan narkoba. Selain itu, program magang mahasiswa di BNNP Sumsel memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang kebijakan pencegahan narkoba. Kesimpulannya, upaya pencegahan narkoba berbasis masyarakat terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat, meskipun tantangan eksternal seperti lingkungan sosial masih menjadi hambatan signifikan yang perlu ditangani
Dari Penderitaan Menuju Pemulihan: Mazmur 34:19 sebagai Kerangka Teologis Konseling untuk Penyembuhan Luka Batin
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 6 No. 2 (2025): Desember: POIMEN Jurnal Pastoral Konseling
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/pjpk.v6i2.2491

Abstract

Fenomena luka batin merupakan salah satu bentuk penderitaan terdalam yang memengaruhi aspek spiritual, emosional, dan eksistensial manusia. Mazmur 34:19 menegaskan bahwa Tuhan dekat kepada orang-orang yang patah hati dan menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Penelitian ini bertujuan menggali nilai teologis dari teks tersebut sebagai kerangka konseling untuk penyembuhan luka batin. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan hermeneutik terhadap teks Mazmur 34:19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazmur 34:19 memuat tiga prinsip utama, yaitu pengakuan atas kerapuhan manusia, pemulihan sebagai karya Allah, dan pendampingan empatik sebagai wujud kehadiran ilahi. Ketiganya membentuk dasar bagi konseling Kristen yang memulihkan luka batin melalui pengalaman kedekatan Allah yang menyembuhkan dan memperbarui kehidupan manusia.
Keberadaan Tuhan Di Era Postmodern: Relevansi Argumen Anselmus Dan Lima Jalan Aquinas Bagi Teologi Kontemporer
POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Vol. 6 No. 2 (2025): Desember: POIMEN Jurnal Pastoral Konseling
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/pjpk.v6i2.2496

Abstract

Penelitian ini menelaah kembali relevansi argumen-argumen klasik tentang eksistensi Tuhan, seperti argumen ontologis Anselmus dan Lima Jalan Aquinas, dalam konteks postmodern yang ditandai oleh relativisme kebenaran, keberagaman budaya, serta kecenderungan skeptis terhadap klaim metafisik yang absolut. Dengan merenungkan kembali dasar-dasar rasional yang mendasari pemikiran kedua tokoh ini, studi ini menunjukkan bahwa gagasan-gagasan tradisional bukan hanya bersifat historis, melainkan juga memiliki daya tembus yang signifikan dalam menjawab tantangan teologis modern, terutama kritik dari ateisme baru dan paradigma penolakan terhadap kebenaran objektif yang kini marak dalam ranah akademik maupun publik. Melalui pendekatan analitis mendalam dan perbandingan teks-teks kunci dari kedua tokoh, penelitian ini mengungkapkan bahwa argumen-argumen klasik mampu menjadi fondasi filosofis yang kaya dan dinamis dalam memperkuat teologi kontemporer. Temuan kajian menunjukkan bahwa re-interpretasi dan pembaruan bukti-bukti tersebut tidak hanya memberikan kontribusi penting bagi pengembangan teologi alamiah dalam era postmodern, tetapi juga memperkuat ruang dialog antaragama dan menyediakan kerangka rasional yang kokoh untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan eksistensial dalam masyarakat yang pluralistik dan kritis saat ini.