cover
Contact Name
Aflahun Fadhly Siregar
Contact Email
Aflahun.92@gmail.com
Phone
+6281375989766
Journal Mail Official
somasi@ceredindonesia.or.id
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Somasi (Sosial Humaniora Komunikasi)
ISSN : -     EISSN : 27236641     DOI : -
Jurnal SOMASI dimaksudkan untuk menyebarluaskan informasi karya ilmiah kepada para akademisi dan praktisi yang berminat di bidang Sosial Humaniora dan Komunikasi
Articles 123 Documents
PENGARUH PEMBERIAN POC BATANG PISANG DAN BOKASHI KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TERUNG PUTIH (Solanum melongena L) Julia, Hilda; Sinaga, Muhammad Irfan; Lubis, Efrida
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v4i2.1026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian poc batang pisang dan bokashi kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi terung putih (Solanum melongena L). Penelitain ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yang diteliti yaitu pemberian POC batang pisang (P) yang diberikan dengan 4 taraf yaitu P0 = kontrol. P1 = 400 ml/tanaman, P2 = 500 ml/tanaman P3 = 600 ml/tanaman, dan pemberian bokashi kotoran sapi (B) yang diberikan dengan 4 taraf yaitu B0 (kontrol, B1 = 100 g/tanaman, B2 = 150 g/tanaman dan B3 = 200 g/tanaman. Terdapat 16 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali sehingga menghasilkan 48 plot. Jumlah tanaman seluruhnya 240 tanaman dengan jumlah sampel 144 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan POC batang pisang berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, umur berbunga, jumlah buah per plot dan berat bauh per plot pada pertumbuhan dan produksi terung putih. Adanya Bokashi Kotoran Sapi berpengaruh pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah buah per plot dan berat buah per plot, tetapi tidak berpengaruh terhadap umur berbunga pada pertumbuhan dan produksi tanaman terung putih. Tidak ada interaksi antara pemberian POC batang pisang dan Bokashi Kotoran Sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung putih.
Pengaruh Model Pembelajaran Make A Match Terhadap Hasil Belajar Akuntansi Pada Siswa Smks Rokita Sari Bangun Purba Marnoko, Marnoko; Purba, A Padila
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar akuntansi siswa kelas XI SMKS Rokita Sari Bangun Purba. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Make A Match Terhadap Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran-1 SMKS Rokita Sari Bangun Purba pada materi pokok jurnal Umum Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimental dengan bentuk penelitian one group pretest posttest design, dengan yang melibatkan satu kelas yaitu seluruh anggota populasi siswa kelas XI Administrasi perkantoran-1. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji t dalam menguji hipotesis yang diperoleh nilai Thitung adalah 19,203 dan nilai Ttabel dengan derajat kebebasan df 1 (jumlah variabel bebas) = 28-1= 27, dengan alpha = 0,05 yaitu Ttabel = 1,703. Maka dapat disimpulkan Thitung > Ttabel yaitu 19,203 > 1,703. Sehingga disimpulkan bahwa hipotesis yang diterima adalah  Ha artinya “Ada Pengaruh Model pembelajaran Make A Match terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas XI Administrasi Perkantoran-1 SMK Swasta Rokita Sari Bangun Purba
UJI PUPUK ORGANIK HAYATI DENGAN TIGA VARIETAS PADI DILAHAN BATANG KUIS MEDAN Wicaksono, Makruf; Mahmudah; Ramadhani, Elrisa; Sasvita, Wikka; Herawaty
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v4i2.1040

Abstract

Abstrak Padi merupakan bahan pangan utama di Indonesia. Varietas padi Inpari merupakan varietas unggul yang berumur genjah dan produksinya yang tinggi serta respon terhadap pemupukan. Pupuk merupakan bahan unsur hara yang terpenting untuk pertumbuhan tanaman padi tetapi ketersediaanya sering terjadi kelangkaan sehingga diperlukan terobosan untuk mengatasi kebutuhan pupuk kimia, dengan melakukan inovasi teknologi tepat guna yang dapat memanfaatkan pupuk hayati yang bisa didapat dari hasil sisa tanaman. mendapatkan Varietas padi yang tepat untuk dikembangkan di Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2023 sampai Januari 2024 di Batang Kuis Medan. Metode Rancangan Acak Kelompok factorial dengan dua perlakuan yang diteliti faktor pertama yakni Pupuk Organik Hayati dengan taraf 1.5 L/air (H0), 2 L/air (H1) dan 2,5 (H2) sedangkan faktor kedua Varietas dengan taraf  varietas Inpari 32 (I1), Inpari 33 (I2) dan Inpari (I3). Pemberian pupuk organik hayati dan varietas memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan produksi ubinan sedangkan interkasi pupuk organik Hayati dan varietas tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan dan produksi ubinan.
FUNGSI KOORDINASI VERTIKAL KEPEMIMPINAN LURAH DALAM PROGRAM SERAM DI KOTA MEDAN Khairiah, Nalil; Nasution, Nabila Muntaza
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 5 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v5i1.1085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi koordinasi vertikal kepemimpinan lurah dalam program SERAM di Kota Medan. SERAM adalah singkatan dari Seser Sampah Malam, suatu program penanganan sampah yang dilaksanakan mengacu pada Peraturan Wali Kota Medan Nomor 26 Tahun 2019 Tentang Kebijakan dan Strategi Daerah Kota Medan Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Untuk melaksakan program tersebut, maka diperlukan koordinasi di tingkat kelurahan agar penanganan sampah rumah tangga dapat berhasil secara efektif dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koordinasi yang dilakukan oleh lurah pada program SERAM sudah berfungsi dengan melibatkan petugas dan warga seperti komunikasi yang intens, motivasi dan pengarahan dari lurah pada setiap kesempatan pertemuan dengan warga. Namun ada beberapa kendala pelaksanaan program ini, yakni kurangnya pengawasan, pengetahuan dan sosialisasi tentang pemilahan sampah kepada masyarakat, kurangnya sarana dan prasarana tempat sampah sehingga program SERAM ini harus dilaksanakan secara berkelanjutan.
PENGGUNAAN BONEKA TANGAN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMBELAJARAN BAGI ANAK TK ZAHRAH HUMAIRAH DESA HUTA RAO KABUPATEN ASAHAN Riska, Cinta Widya; Elvita Yenni
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 5 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v5i1.1087

Abstract

Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk membantu terlaksananya proses belajar dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan memberikan manfaat yang baik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar ternyata dapat dikaitkan dengan kajian bidang ilmu komunikasi, yaitu melihat bagaimana proses komunikasi interpersonal yang dilakukan guru kepada anak didik dengan menggunakan boneka tangan sebagai media komunikasi pembelajaran di TK Zahrah Humairah. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi interpersonal guru kepada anak dan untuk mengetahui hambatan komunikasi antara guru dengan anak TK Zahrah Humairah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Narasumber penelitian terdiri dari 5 (lima) orang diantaranya 3 (orang) guru dan 2 (dua) orang tua murid. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka hasil dari penelitian ini adalah komunikasi interpersonal guru dan anak berjalan dengan baik dan langsung mendapatkan umpan balik dari anak. Hal itu dikarenakan sebelum menggunakan media boneka tangan rasa ingin tahu anak tidak seperti setelah menggunakan media boneka tangan. Dan ketika menerapkan teori komunikasi pembelajaran yang bersifat komunikatif, persuasif, edukatif dan repretif maka dapat menambah minat belajar anak dan anak menjadi sering bertanya pada saat guru menerapkan teori komunikasi dengan media boneka tangan
PENGARUH REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP MOTIVASI KERJA PEMANEN KELAPA SAWIT DI PT. ABDI BUDI MULIA KEBUN TELUK PANJI 4 Astuti, Linda Tri Wira; Silalahi, Firman R.L.; Herawaty; Abiyyu, Fariq
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 5 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v5i1.1088

Abstract

Motivasi kerja karyawan khususnya di dunia perkebunan terbentuk dari adanya reward dan punishment dalam suatu instansi perusahaan. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi kerja pemanen di PT.ABM Kebun Teluk Panji 4 dan mengkaji pengaruh reward dan punishment terhadap motivasi kerja pemanen di PT. ABM Kebun Teluk Panji 4. Pengkajian ini dilaksanakan di PT. Abdi Budi Mulia Kebun Teluk Panji 4 Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhan Batu Selatan Provinsi Sumatera Utara pada bulan Desember 2022 sampai dengan Februari 2023. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi, dan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala Likert dan Regresi Linear Berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat motivasi kerja karyawan pemanen kelapa sawit di PT. ABM Kebun Teluk Panji 4 tergolong sangat tinggi, dengan nilai 90 %. Variabel yang berpengaruh nyata terhadap motivasi kerja karyawan pemanen yaitu variabel reward (X1), sedangkan variabel punishment (X2) tidak berpengaruh.
KEBERDAYAAN PETANI PADI SAWAH DALAM PENERAPAN CLIMATE SMART AGRICULTURE (CSA) DI KECAMATAN TELUK MENGKUDU KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Wicaksono, Makruf; Pakpahan, Tience Elizabeth; Yusuf, Mukhtar; Rosnaidi, Ar Ra’uf Zaky
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 5 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v5i1.1089

Abstract

Ar Ra’uf Zaky Rosnaidi, Nirm. 01.01.18.041. Keberdayaan Petani Padi Sawah dalam Penerapan Climate Smart Agriculture (CSA) di Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai. Sektor pertanian bertanggung jawab langsung terhadap 14% emisi gas rumah kaca global. Kecamatan Teluk Mengkudu merupakan kecamatan yang mengikuti program Climate Smart Agriculture (CSA). Jenis pengkajian ini adalah pengkajian kuantitatif yang bersifat deskriptif, yaitu untuk menggambarkan keadaan berdasarkan data-data nyata yang ada di lapangan. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan metode Simple Random Sampling jumlah sampel adalah 88 orang petani yang tergabung dalam program Climate Smart Agriculture (CSA). Tingkat Keberdayaan Petani Padi Sawah dalam Penerapan Climate Smart Agriculture (CSA) di Kecamatan Teluk Mengkudu yang mendapatkan keberdayaan petani padi sawah sebesar 72,43% (63 orang). Pengujian ini menggunakan tingkat signifikan 0,01 dan diperoleh untuk ttabel sebesar 2,637. Hasil uji F yang diperoleh adalah variabel independen (karakteristik petani, tingkat kosmopolitan, akses informasi, partisipasi, peran penyuluh dan sikap mental) berpengaruh signifikan hasil uji t variabel karakteristik petani (X1) berpengaruh sangat nyata dengan nilai thitung 5,549 dari ttabel 2,637 variabel tingkat kosmopolitan (X2) berpengaruh sangat nyata dengan nilai thitung 2,673 ttabel 2,637 variabel partisipasi (X4) berpengaruh nyata dengan nilai thitung 2,640 ttabel 2,637.
Kebijakan Diskresi Dan Pertanggungjawaban Pejabat Pemerintahan Dalam Memutuskan Kebijakan Publik Taufiqurrahman, Mhd
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 5 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v5i2.1153

Abstract

Diskresi adalah kebebasan untuk memilih atau menentukan tindakan yang dianggap paling sesuai dalam situasi tertentu, yang tidak diatur secara rinci oleh peraturan perundang-undangan. Diskresi biasanya diakui dalam konteks peraturan yang memberikan mandat kepada pejabat untuk menilai situasi dan mengambil tindakan yang relevan, seperti undang-undang atau peraturan pemerintah. Kebijakan diskresi merupakan salah satu aspek penting dalam administrasi pemerintahan. Diskresi memberi wewenang kepada pejabat publik untuk mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan tertentu, yang tidak diatur secara eksplisit oleh hukum. Mardjono menjelaskan bahwa diskresi adalah kebebasan atau wewenang yang dimiliki oleh pejabat administrasi untuk mengambil keputusan dalam situasi tertentu yang tidak diatur secara eksplisit oleh hukum. Diskresi diperlukan untuk menghadapi keadaan yang tidak terduga dan memberikan respons yang tepat. Diskresi dalam konteks hukum administrasi negara merupakan konsep penting yang memberikan fleksibilitas kepada pejabat publik untuk mengambil keputusan dalam situasi yang tidak diatur secara jelas oleh hukum. Menurut hukum administrasi negara meskipun diskresi memberi kebebasan, keputusan yang diambil tetap harus sesuai dengan prinsip legalitas dan tidak boleh bertentangan dengan hukum yang berlaku. Penggunaan diskresi juga harus memperhatikan prinsip keadilan dan kepentingan publik. Pejabat harus bertindak adil dan tidak diskriminatif dan penggunaan diskresi harus dapat dipertanggungjawabkan. Pejabat publik harus mampu menjelaskan dan membuktikan bahwa keputusan yang diambil didasarkan pada pertimbangan yang rasional dan objektif serta keputusan yang diambil melalui diskresi sebaiknya dikomunikasikan secara jelas kepada publik untuk menjaga kepercayaan dan memastikan partisipasi masyarakat. Pengertian Diskresi Pejabat Pemeritahan merupakan kebijaksanaan pejabat pemerintahan dalam memutuskan sesuatu perbuatan/tindakan tanpa berdasarkan ketentuan-ketentuan peraturan, undangundang atau hukum yang berlaku tetapi atas dasar kebijaksanaan, pertimbangan atau keadilan. Kedudukan Diskresi bagi Pejabat Pemerintahan merupakan keputusan/tindakan diterapkan bagi Pejabat pemerintahan dalam mengatasi persoalan konkrit yang dihadapi oleh penyelenggaraan pemerintahan didalam peraturan perundang undangan yang memberikan pilihan, tidak mengatur, tidak sempurna atau tidak jelas dan atau adanya stagnasi pemerintahan. Diharapkan Diskresi Pejabat Pemeritahan memiliki kepastian hukum, sehingga tercipta rasa aman dan nyaman dalam mengambil kebijakan tanpa dibanyagi rasa takut terhadap pemidanaan. Kedudukan Diskresi bagi Pejabat Pemerintahan tidak perlu ragu dalam mengambil keputusan/tindakan untuk tetap mengacu pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal pertanggungjawaban atas keputusan diskresi dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu: (1) sebagai tanggung jawab jabatan, dan (2) sebagai tanggung jawab pribadi. Sebagai tanggungjawab jabatan, apabila bertindak untuk dan atas nama jabatan (ambtshalve) yang di dalamnya tidak ada unsur maladministrasi. Sebagai tanggungjawab pribadi, apabila dalam penggunaan wewenang tersebut terdapat unsur maladministrasi. Setiap penyelenggaraan urusan pemerintahan yang didalamnya ada unsur maladministrasi dan merugikan warga negara, tanggung jawab dan tanggung gugatnya dibebankan kepada pribadi orang yang melakukan tindakan mal administrasi tersebut
Dampak Kebijakan Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) Terhadap Kesadaran Hukum Masyarakat Untuk Menunaikan Kewajiban Membayar Pajak Manik, Toga; Harianto, Dedi
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 5 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v5i2.1154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dampak kebijakan pengampunan Pajak (tax amnesty) terhadap kesadaran hukum masyarakat untuk menunaikan kewajiban membayar pajak. Metode penelitian adalah penelitian hukum normative dan data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari bahan yang diperoleh dan bersumber dari penelitian studi kepustakaan berupa literatur-literatur, karya ilmiah (hasil penelitian), peraturan perundang-undangan, jurnal, intranet. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa, pertama : Tidak tercapainya target penerimaan pajak dapat disebabkan rendahnya kesadaran hukum wajib pajak akan kewajiban untuk membayar pajak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, penghindaran pajak, perlawanan dari wajib pajak dan kepatuhan wajib pajak masih tergolong sangat rendah. Kedua : kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) bertujuan meningkatkan penerimaan pajak yang antara lain akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan. Ketiga : Dampak kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) menimbulkan ketidak adilan terhadap wajib pajak patuh, mengingat bahwa fasilitas perpajakan tax amnesty justru diperuntukkan untuk wajib pajak yang tidak patuh sehingga dapat mempengaruhi perilaku wajib pajak yang menyebabkan kesadaran hukum wajib pajak untuk membayar pajak semakin turun dengan melakukan penundaan pembayaran pajak dan dapat menimbulkan sikap wajib pajak yang sengaja tidak segera membayar pajak dengan harapan akan ada pengampunan pajak di kemudian hari sehingga menyebabkan penerimaan negara atas pajak semakin menurun.
Analisis Sosiologi Hukum Pada Kenaikan Tarif Ppn Terhadap Daya Beli Masyarakat Kelas Menengah Lee, Marcella; Harianto, Dedi
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 5 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v5i2.1155

Abstract

Pajak Pertambahan Nilai merupakan suatu kewajiban yang harus dibayar oleh subjek pajak sesuai undang-undang yang berlaku. Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) memiliki dampak terhadap daya beli masyarakat kelas menengah di Indonesia, khususnya berdasarkan kelompok pengeluaran. Dampak kenaikan tarif PPN terhadap inflasi dan perekonomian secara keseluruhan terutama pada tahun 2025 yang akan kembali naik sebesar 1% memungkinkan terjadinya perlambatan perekonomian dan memperparah ketimpangan sosial di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap daya beli masyarakat menengah. Dalam menyikapi kebijakan kenaikan tarif PPN masyarakat kelas menengah dapat mempengaruhi dinamika ketidaksetaraan sosial dalam perspektif hukum sosial karena memiliki peran penting dalam perekonomian sebagai konsumen yang mempunyai kerentanan perubahan barang atau jasa akibat kebijakan tersebut. Bukan hanya masyarakat sebagai konsumen, pelaku usaha juga menghadapi tantangan dalam menyesuaikan diri dengan biaya tambahan yang harus dibayarkan kepada pemerintah. Sehingga pentingnya kita untuk mengukur dampak tersebut sebagai pencegahan aspek yang tidak diinginkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan fokus data sekunder pada tahun 2022-2024. Hasil Penelitian mengidentifikasi bahwa kenaikan tarif PPN berpengaruh negatif terhadap tingkat kepercayaan konsumen, rasio konsumsi per kelompok pengeluaraan, dan tingkat inflasi.

Page 9 of 13 | Total Record : 123