cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalppkn@unpam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalppkn@unpam.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pamulang
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 23020865     EISSN : 2621346X     DOI : 10.32493/jpkn
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan merupakan media komunikasi dan publikasi artikel ilmiah berdasarkan hasil penelitian dan kajian pustaka bagi para akademisi, praktisi, dan peneliti dalam bidang kewarganegaraan dan pendidikan. Jurnal mulai diterbitkan pada tahun 2014 dalam bentuk cetak dan pada tahun 2017 mulai diterbitkan secara online maupun cetak.Fokus dan ruang lingkup kajian: 1) pancasila dan kewarganegaraan; 2) pendidikan pancasila dan kewarganegaraan; 3) hukum dan ketatanegaraan; 4) perundang-undangan dan kebijakan publik; dan 5) pendidikan dan pembelajaran
Articles 218 Documents
FUNGSI PERLINDUNGAN KONSUMEN JASA ASURANSI ATAS PENGGUNAAN KLAUSULA BAKU DI INDONESIA MENGACU PADA UNDANG-UNDANG NO.8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN Robian, Abi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 Maret 2017
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v4i1.y2017.p23-36

Abstract

AbstrakKontrak kerjasama asuransi antara konsumen dengan produsen asuransi pada umumnya menggunakan perjanjian baku (standart contract) yang isinya secara sepihak ditetapkan oleh perusahaan asuransi tanpa melibatkan konsumen, dengan alasan efektivitas serta efisiensi. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis, dengan menggunakan pendekatan juridis normatif. Data yang telah terkumpul, baik bahan hukum primer, bahan hokum sekunder maupun bahan hokum tertier diolah dan dibahas dengan menggunakan analisis normativ kualitatif, serta menganalisanya berawal dari premis umum kemudian berakhir pada suatu premis khusus. Hasil penelitian menujukan, produsen asuransi secara seragam memberlakukan kontrak baku dengan beberapa klausul pengecualian (clause exonerasi) pada setiap kontrak pertanggunganya. Seluruh subtansi dari kontrak pertanggungan ditentukan sepihak oleh produsen asuransi yang posisinya lebih kuat dari konsumen, sehingga antara hak dan kewajiban dalam kontrak tidak seimbang, serta cendrung memposisikan pemegang polis pada posisi tawar yang lemah. Selain itu jarang sekali para calon konsumen asuransi terlebih dahulu mempelajari substansi dari kontrak (polis), sehingga tidak mengherankan jika di kemudian hari setelah kontrak berlangsung, banyak sekali terjadisengketa yang bersumber dari ketidak sefahaman atas kontrak pertangungan. Atas dasar inilah, maka perlu adanya suatu penyelesaian sengketa asuransi ini, baik melalui lembaga peradilanformal (litigasi) seperti Pengadilan Umum, dan Pengadilan Agama, maupun melalui lembaga penyelesaian diluar Peradilan formal (Non litigasi), berupa Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), seperti Arbitrase, Mediasi, konsiliasi, atau musyawarah mufakat kekeluargaan.Kata Kunci : Perlindungan konsumen, Klausula baku, Asuransi
IMPEACHMENT Prayitno, Suko
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 Maret 2017
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v4i1.y2017.p37-54

Abstract

AbstrakSistem ketatanegaraan Indonesia mensyaratkan dilakukannya pemilihan umum dalam hal mengisi jabatan Presiden.Mekanisme tersebut merupakan sebuah mekanisme hukum. Dalam sistem ketatanegaraan ketika pengisian jabatan Presiden melalui sebuah proses hukum, harusnya pemberhentian Presiden juga harus melalui proses hukum. Namun yang terjadi pada sejarah pemberhentian Presiden di Indonesia proses yang dilakukan merupakan sebuah proses politik dengan menjatuhkan Presiden dengan alasan politik semata. Penelitian ini mengkaji mekanisme pemberhentian Presiden di Indonesia Pasca Amandemen UUD 1945. Penelitian menunjukkan bahwa, hasil yang didapatkan dari buah pemikiran amandemen UUD 1945 dalam kaitannya dengan pemakzulan Presiden adalah, perubahan mekanisme pemakzulan dari proses politik ke proses hukum. Kemudian dengan adanya MK sebagai Forum Previlegiatum, maka pendapat DPR yang merupakan pendapat politik menjadi sebuah pendapat hokum. Kata kunci: Impeachment, Tata Negara, Indonesia
MATERI CIVIC EDUCATION MAMPU MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK Jaya, Herdi Wisman
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 Maret 2017
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v4i1.y2017.p55-64

Abstract

AbstrakMateri Pendidikan Kewarganegaraan (civic education) mampu membentuk karakter peserta didik di kelas VIII salahsatu MTs swasta di Kecamatan, Pamulang, Kota Tangerang-Selatan. Tujuan Pendidikan merupakan bagian dari kebutuhan setiap manusia untuk meningkatkan martabat manusia dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang merupakan sumber daya utama dalam pembangunan yang lebih maju. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei yang merupakan bagian dari penelitian deskriptif kuantitatif. Data penelitian diambil menggunakan teknik random sampling dari jumlah populasi sebanyak 52 peserta didik. Dari populasi ditetapkan sampel sebanyak 34 peserta didik. Instrument yang digunakan dalam pengumpulan data adalah berupa kuesioner dan nilai raport. Hasil Materi pendidikan kewarganegaraan mempunyai hubungan yang signifikan  membentuk karakter peserta didik. Dari perhitungan hasil hipotesis yang dilakukan  dengan menggunakan rumus korelasi product moment  diperoleh harga indeks korelasi rhitung sebesar 2,345 sementara rtabel 0,339. Ini berarti rhitung lebih besar dari rtabel (2,345 ˃ 0,339 ). Selanjutnya untuk mengetahui tingkat keberartian kedua variabel tersebut diperoleh hasil thitung pada taraf signifikansi    ( É‘ ) = 0,05 sebesar 5,96 dan ttabel 1,697 dengan demkian thitung lebih besar daripada ttabel ( 5,96 ˃ 1,697 ). Hasil ini menunjukan bahwa koefisien korelasi product moment signifiken positif yang searah. Dalam hal ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa materi pendidikan kewarganegaran mampu membentuk karakter peserta didik, seperti halnya di MTs swasta daerah Pamulang Kota Tangerang Selatan.Kata kunci: Materi pendidikan kewarganegaraan, karakter peserta didik
PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIF LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR METODE PEKERJAAN SOSIAL JAKARTA Murbaetty, Nunuk Sri
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 Maret 2017
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v4i1.y2017.p65-76

Abstract

AbstrakArtikel ini memberikan pemaparan tentang upaya meningkatkan hasil siswa melalui belajar metode cooperatif learning dalam meningkatkan  sikap sosial peserta didik. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan dua silkus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi atau evaluasi dan refleksi yang dilakukan disetiap silkus. Secara psikologis peserta didik di kelas XI PS2 adalah anak yang telah masuk masa pubertas atau dari masa anak-anak ke masa dewasa oleh karena itu mereka harus bisa menganalisis dan  memandang terhadap sesuatu itu menyeluruh dengan penghayatan secara totalitas. Atas dasar itulah, sehingga kegiatan pembelajaran yang sesuai untuk mereka adalah model pembelajaran dengan pendekatan cooperatif learning, dan suasana pembelajarannya pun diciptakan yang menyenangkan. Sehubungan dengan model pembelajaran dengan pendekatan cooperatif learning merupakan strategi pembelajaran yang lebih banyak melibatkan peserta didik dalam menggali materi harus mandiri, karena teman sebaya merupakan nara sumber untuk peserta didik lainnya, maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengukur sejauh mana efektifitas konsep pembelajaran dengan pendekatan cooperatif learningitu dapat memotivasi belajar peserta didik untuk kreatif yang berdampak kepada hasil belajar yang optimal. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini mengikuti prosedur yang di mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan/tindakan pengamatan, observasi atau evaluasi  dan diakhiri dengan refleksi guna menentukan dilanjutkan atau sudah cukup tindakan penelitian itu. Dilihat dari hasil analisa data, bahwa dari silkus satu ke siklus berikutnya yaitu sikus dua  menunjukan hasil yang terus menerus meningkat. Kata Kunci: Metode Cooperatif learning, psikologi peserta didik, sikap sosial, pekerjaan sosial.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF MELALUI PENERAPAN MODEL LOGIKA PROPOSISIONAL DAN LOGIKA PREDIKAT Hayati, Eti
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 2 September 2017
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v4i2.y2017.p77-84

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena mahasiswa dalam setiap aktivitas perkuliahan selalu melakukan kegiatan menulis untuk menyelesaikan tugas-tugas perkuliahannya. Namun, berdasarkan observasi diketahui bahwa mahasiswa secara umum belum memperhatikan secara detail mengenai kohesi, koherensi dan pemanfaatkan jenis-jenis logika atau penalaran sebagai sarana berfikir ilmiah secara tepat dalam setiap kegiatan menulis. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf melalui model logika proposisional dan logika predikat. Penelitian ini merupakan penelitian campuran dengan metode penelitian tindakan di Universitas Negeri Jakarta. Data penelitian ini diambil pada mahasiswa jurusan Biologi yang berjumlah 35 mahasiswa dan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui pengamatan dan hasil tes mahasiswa. Hasil analisis dan interprestasi data, ditemukan adanya peningkatan terhadap kemampuan menulis paragraf mahasiswa. Secara kuantitatif, ditemukan bahwa kemampuan mahasiswa paragraf meningkat dari kegiatan siklus I hingga siklus III. Maka, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis paragraf mahasiswa dapat ditingkatkan menggunakan model logika proposisional dan logika predikat. Bagi dosen sangat disarankan menggunakan model logika proposisional dan logika predikat sebagai salah satu model dalam meningkatkan kemampuan menulis paragraf. Selain itu, juga direkomendasikan kepada peneliti lain agar menggunakan penelitian ini sebagai bahan bagi penelitian selanjutnya.
HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN METODE DEMONSTRASI DAN METODE DISKUSI Alinurdin, Alinurdin; Putra, Ricky Avianto
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 2 September 2017
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v4i2.y2017.p85-100

Abstract

Salah satu komponen keberhasilan pembelajaran adalah penggunaan metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik materi dan peserta didik serta kemampuan guru dalam penggunaan metode tersebut. Metode demonstrasi jarang digunakan oleh guru karena dianggap sulit dalam penerapannya, sehingga guru kebanyakan menggunakan metode ceramah, tanya jawab atau diskusi. Oleh karena itu maka dilakukan penelitian untuk membandingkan hasil belajar dengan metode demonstrasi dan diskusi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang membandingkan hasil belajar dengan metode demonstrasi dan metode diskusi dengan sampel 2 rombel di kelas VIII di SMP Negeri 21 Kota Tangerang Selatan. Dengan demikian penelitian ini menggunakan desain eksperimental jenis post test equivalent group, yaitu desain dengan memberikan post test setelah kedua kelas diberi perlakuan. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil belajar peserta didik yang berasal dari kelompok pembelajaran dengan metode demonstrasi rata-rata 84,5 dengan standar deviasi 8,39 dan kelompok peserta didik dengan metode pembelajaran diskusi rata-rata skor 59,73.  Maka, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan peserta didik yang menggunakan metode demonstrasi lebih tinggi dibandingkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan peserta didik yang menggunakan metode diskusi. Oleh karena itu disarankan bagi guru Pendidikan Kewarganegaraan untuk dapat menerapkan metode demonstrasi dalam proses pembelajaran sehingga diperoleh hasil belajar yang lebih tinggi.
PENGELOLAAN KOMPLAIN (KELUHAN) MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG BAIK DI KOTA SEMARANG Wiyanto, Wiyanto
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 2 September 2017
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v4i2.y2017.p101-120

Abstract

The purpose of this study is to find out the problems that cause complaints, complaints management of society and business undertook Semarang city government to overcome obstacles in the management of community complaints in an attempt to realize good government in the city of Semarang. This research is a qualitative research. The research location is centered on Public Service Complaint Handling Center (P5) Semarang City. The source of data comes from the in-depth interviews conducted with employees P5, documents and questionnaires. Data were collected through interviews, documentation, and observation. To ensure the validity of the data the researchers used triangulation techniques and then performed the analysis. The results of this study indicate that the problem that raises the complaints in the community is the service both services and non-services from service providers (government of Semarang City) not in accordance with community expectations. In addition, complaints arise due to service providers and service users who violate the rights of other service users. Model of community resolving as an outcome of this research. Suggestion for government officials needs to pay attention and support the community to improve the services provided. For the next researchers who conduct an integrated academic study of various disciplines.
PENYELESAIAN SENGKETA PEMBATALAN PERNIKAHAN KARENA ADANYA PENIPUAN STATUS ISTRI Haryanti, Amelia
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 2 September 2017
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v4i2.y2017.p121-134

Abstract

Artikel ini membahas mengenai proses penyelesaian sengketa pembatalan perkawinan karena adanya penipuan mengenai status istri. Metode yang di gunakan adalah metode Yuridis Normatif yang bertujuan untuk mendiskripsikan proses penyelesaian sengketa pembatalan perkawinan karena adanya penipuan mengenai status istri. Data primer penelitian ini adalah putusan Pengadilan Agama Makasar Nomor 1098/Pdt.G/2011/PA.Mks. Data sekunder adalah bahan yang memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer, pendapat pakar hukum, dan jurnal-jurnal ilmiah yang ada hubungannya dengan perkara permohonan pembatalan perkawinan karena adanya penipuan mengenai status istri. Hasil pengamatan  putusan Pengadilan Agama Makasar Nomor 1098/Pdt.G/2011/PA.Mks. adalah dalam menentukan pembuktian hakim mempertimbangkan alat bukti yang Pemohon ajukan di persidangan. Sedangkan dalam menentukan putusan hakim menjatuhkan putusan verstek dengan mengabulkan permohonan Pemohon. Dan sebagai akibat hukum karena pembatalan perkawinan adalah perkawinan antara Pemohon dan Termohon dianggap tidak pernah ada, dan putusan pembatalan perkawinan tersebut berlaku surut terhadap anak luar kawin.
SENJAKALA PUSAT SUMBER BELAJAR DI PERGURUAN TINGGI Rahmadi, Imam Fitri
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 2 September 2017
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v4i2.y2017.p135-144

Abstract

Learning resources center (LRC) was being a place for developing learning systems, training regarding learning skills and instructions, and providing learning resources in university. However, at this time, the LRC existence in university tended to decrease compared to the condition at its establishment. This article discusses the decrease of the LRC existence, particularly regarding the opportunity of the LRC implementation that is reviewed from the formal basis, policies, and funding sources based on the results of the evaluation research by CIPP evaluation model. The research was conducted in the State University of Jakarta’s learning resources center by a questionnaire which is implements stratified random sampling toward 212 students and 100 lecturers, non-participatory observation, interview with the stakeholders, and documents study of the LRC since 1986 to 2015. The data were analyzed by statistical descriptive and qualitative. The research found that the opportunity for LRC implementation is very weak, due to no a substantively supportive policy and insufficient funding source, even though at the time of its establishment has a strong formal basis. A very weak opportunity could lead to the stunned of LRC in university. Hence, stakeholders should formulate policies that substantially support, and strive fixed and adequate funding sources to reinforce the opportunity of LRC implementation in university for the future.
KONSEP CRITICAL PEDAGOGY HENRY A. GIROUX Utami, Ichwani Siti; Alfian, Adam
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 2 September 2017
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v4i2.y2017.p145-154

Abstract

This article to discuss the critical pedagogy Henry A. Giroux, trough a philosophical-historical approach with the type of literature study. Giroux is one of the thinkers as well as developing critical pedagogy, the author tries to describe the concept of critical pedagogy Henry A. Giroux in some of his works. Critical pedagogy is not the new discourse in the scientific field of education in Indonesian, but the authors consider it necessary to reintroduce the concept of critical pedagogy, especially for those who focus on critical theory studies that have been developed by Frankfurt School. And describes the discourse of implementation of critical pedagogy for the advancement of Indonesian education.