cover
Contact Name
Bambang Setiawan
Contact Email
setiawan89.bambang@gmail.com
Phone
+6282316031146
Journal Mail Official
prophetic.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perjuangan, Sunyaragi, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal
ISSN : 26543958     EISSN : 26850702     DOI : http://dx.doi.org/10.24235/prophetic.v1i01
Prophetic is journal that is focussed on professionalism, empathy, and Islamic counseling. It focus on scientific publication of research study, literature review, and case study which are related to the issues in the area of Islamic guidance and counseling. The journal is published regularly twice a year.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019): Juni" : 10 Documents clear
Kolaborasi Konseling dengan Kesehatan Jiwa Asriyanti Rosmalina
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 2, No 1 (2019): Juni
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v2i1.4752

Abstract

Pesatnya perkembangan di segala bidang telah memberikan dampak yang signifikan bagi seluruh umat manusia. Perkembangan bidang teknologi, komunikasi dan transportasi memungkinkan individu untuk berinteraksi atau berkomunikasi dengan individu lain, bahkan di belahan dunia lain dengan mudah. Di sisi lain ternyata melahirkan dampak yang kurang menguntungkan, yaitu makin menggejalanya berbagai problema yang bersifat kompleks, baik bersifat personal atau sosial. Kehidupan yang terlalu berorientasi pada kemajuan dalam bidang material (pemenuhan kebutuhan biologis) telah menelantarkan supra empiris manusia sehingga terjadi pemiskinan ruhaniyah dalam dirinya.Kata Kunci: Konseling; Kesehatan; Jiwa.
Hubungan antara Konformitas Teman Sebaya dan Asertivitas dengan Perilaku Merokok pada Siswa di SMPN 2 Sleman Eka Aryani
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 2, No 1 (2019): Juni
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v2i1.4758

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dan asertivitas dengan perilaku merokok di SMP N 2 Sleman. Metode penelitian menggunakan pendekatan korelasional. Subjek penelitian berjumlah 247 siswa SMP N 2 Sleman. Instrumen penelitian dengan skala konformitas teman sebaya (35 item dan α= 0,879), skala asertivitas (45 item dan α=0,890), dan skala perilaku merokok (41 item dan α= 0,891). Uji hipotesis dengan rumus product moment dan ANOVA yang sebelumnya diawali dengan uji normalitas (0,125, 0,462, dan 0,164 > 0,05), uji linearitas (0,176 dan 0,817 > 0,05). Hasil penelitian korelasi ganda menunjukkan nilai Fhitung (76,677) > Ftabel (3,04). Artinya, ada hubungan yang signifikan antara konformitas teman sebaya dan asertivitas dengan perilaku merokok.  Nilai tersebut didukung dengan nilai koefisien determinan sebesar 0,386, artinya besarnya sumbangan efektif yang diberikan variabel konformitas teman sebaya dan variabel asertivitas terhadap perilaku merokok adalah sebesar 38,6%, sedangkan sisanya 61,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata Kunci: Konformitas Teman Sebaya; Asertivitas; Perilaku Merokok.
Bimbingan Konseling Islam bagi Perilaku Peserta Didik Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Cirebon Asep Kurniawan
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 2, No 1 (2019): Juni
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v2i1.4708

Abstract

Bimbingan dan Konseling Islam selama ini masih belum banyak diterapkan di lembaga pendidikan. Padahal hal ini berfungsi membantu peserta didik untuk berperilaku yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Bimbingan Konseling Islam terhadap perilaku peserta didik di MTsN 1 Kota Cirebon. Jenis penelitian ialah kuantitatif. Populasinya ialah 301 peserta didik MTsN 1 Kota Cirebon 2018-2019 dengan sampel 177. Instrumen pengumpulan data ialah kuesioner. Teknik analisis data: uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, dan regresi dengan bantuan SPSS for Windows 24.0. Temuan penelitian: (1) terdapat pengaruh yang sedang Bimbingan Konseling Islam terhadap Perilaku Individu peserta didik. (2) Terdapat pengaruh yang cukup pada Bimbingan Konseling Islam terhadap perilaku sosial peserta didik. (3) Terdapat pengaruh yang sedang pada Bimbingan Konseling Islam terhadap perilaku individu dan sosial peserta didik. Kata Kunci: Bimbingan Konseling Islam; Perilaku; Peserta Didik.
Pemikiran Anwar Sutoyo tentang Konseling Islam untuk Kesehatan Mental Agung Saputra; Muzaki Muzaki
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 2, No 1 (2019): Juni
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v2i1.4753

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dampak negatif dari era globalisasi yang membawa dampak pembauran peradaban dan kebudayaan antar bangsa serta membawa dampak bergesernya masyarakat agraris ke masyarakat industri sehingga banyak didapati individu-individu yang melupakan unsur kerohanian yang ada dalam dirinya.  Mereka akhirnya terjebak dengan permaslahan duniawi juga paham materialistik dan individualistik yang berpengaruh negatif dalam segi-segi kehidupan manusia. Apabila kondisi seperti ini dibiarkan begitu saja, maka akan membuat manusia kehilangan akal sehatnya, kehilangan nuraninya, kehilangan masa depannya, bahkan membuat hidupnya tidak bermakna dalam artian mengalami kemlaratan dan kesengsaraan jiwa baik di dunia maupun di akhirat kelak. Melihat keadaan seperti ini, akhirnya Anwar Sutoyo memberikan sebuah bantuan berupa layanan konseling Islami sebagai proses pemberian bantuan untuk belajar mengembangkan fitrah dan atau kembali kepada fitrahnya sebagai manusia. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konseling Islami menurut Anwar Sutoyo adalah sebuah bantuan terhadap individu untuk mengembangkan fitrahnya sebagai manusia dengan cara memberdayakan potensi iman dan akal serta semua kemampuan yang dimiliki individu tersebut. Konseling Islami untuk kesehatan mental individu adalah mencapai kondisi kesadaran spiritual yang tinggi, menanamkan pemahaman mengenai kesadaran diri dan penerimaan diri, membantu memodifikasi tingkah laku, dan membantu memiliki keterampilan sosial serta aksi sosial. Kata Kunci: Konseling Islami; Pemikiran Anwar Sutoyo; Kesehatan Mental.
Pentingnya Keterampilan Mempertahankan dan Menyelamatkan Diri (Survival and Safety Skills) pada Anak Muhibbu Abivian
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 2, No 1 (2019): Juni
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v2i1.4707

Abstract

Kemampuan bertahan hidup dan menyelamatkan diri (survival and safety skills) pada anak dibutuhkan untuk bertahan hidup dan kemampuan keselamatan diri dalam menghadapi hal-hal yang dapat membahayakan dirinya dari berbagai macam kejahatan, baik yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal oleh anak maupun kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang yang dianggap dekat oleh anak. Sehingga, anak dituntut memiliki kemampuan dan pengetahuan menjaga diri dari berbagai ancaman yang ia temui. Anak usia SD juga sering mengalami kecelakaan fisik. Ia terkadang sering jatuh baik dari sepeda maupun sedang berjalan, bertabrakan ketika berlari-lari, keseleo, dan sebagainya sehingga kesehatanya terganggu. Survival and safety skills merupakan salah satu bagian keterampilam motorik anak, selain keterampilan sosial, bermain dan keterampilan sekolah. Konselor/ guru pembimbing sebagai orang dewasa yang berada pada lingkungan perkembangan anak juga memiliki tanggung jawab untuk ikut serta mengembangkan keterampilan survival and safety skills pada anak. Proses bimbingan untuk anak lebih fokus terhadap upaya fasilitasi, upaya untuk mempermudah dan mempercepat pemahaman anak akan sebuah situasi atau keterampilan. Oleh karena itu bimbingan kepada anak lebih menitikberatkan pada proses bukan hasil. Pada proses tersebutlah konselor dan orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk pola pikir anak. Bagi seorang anak guru pembimbing adalah perekayasa lingkungan yang mampu membuat susana belajar menjadi sangat menyenangkan dan dapat dipahami anak dengan baik. Termasuk di dalamnya belajar tentang bagaimana cara meningkatkan keterampilan mempertahankan dan menyelamatkan diri (survival and safety skills). Kata Kunci: Survival Skills; Safety Skill; Anak.
Peran Pembimbing Konseling Islam dalam Menangulangi Konflik, Stres, Trauma dan Frustrasi Eha Julaeha
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 2, No 1 (2019): Juni
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v2i1.4754

Abstract

Pada dasarnya setiap manusia pasti tak pernah lepas dari konflik, stress, trauma bahkan frustasi. Baik yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Hal-hal tersebut sangatlah lumrah. Karena manusia merupakan makhluk sosial. Yang bisa dikatakan selalu membutuhkan relasi dengan orang lain. Namun dalam menjalin relasi tersebut bisa menimbulkan suatu dampak, entah itu dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif seperti seseorang bisa lebih luas mengenal satu sama lain, mendapatkan wawasan yang baru, dan lain sebagainya. Sedangkan dampak negatifnya yaitu bisa menimbulkan permasalahan jika teijadi ketidakseimbangan dalam relasi tersebut. Dan dari masalah itulah akan muncul konflik yang mengakibatkan seseorang menjadi stress, trauma bahkan frustasi. Akan tetapi bukan berarti manusia harus takut akan permasalahan tersebut, lantas tidak ingin menjalin relasi dengan lingkungan disekitarnya. Karena permasalahan itu sudah merupakan hal yang selalu melekat dalam hidup manusia. Kata Kunci: Pembimbing Konseling Islam; Stress; Trauma; Frustasi.
Pengembangan Komik Edukatif tentang Dampak Pacaran pada Remaja Palasara Brahmani Laras
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 2, No 1 (2019): Juni
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v2i1.4748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media komik edukatif tentang dampak pacaran pada remaja kelas 8 Sekolah Menengah Pertama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (RnD). Prosedur penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, 7) revisi produk, 8) uji coba pemakaian, 9) revisi produk, 10) produksi masal. Komik edukatif dikembangan sebagai salah satu alternatif media dalam proses layanan Bimbingan dan Konseling. Hasil uji validasi desain meliputi uji validasi ahli materi sebesar 78,12%, hasil uji validasi ahli media sebesar 91,18%, dan hasil uji validasi ahli layanan bimbingan dan konseling sebesar 100%. Tahap selanjutnya adalah tahap uji coba lapangan utama dengan subjek 10 siswa dengan hasil sebesar 86,67%, dan tahap uji coba lapangan operasional dengan subjek 30 siswa sebesar 89,35%. Berdasarkan hasil uji penilaian tersebut komik edukatif ini dapat dikategorikan “sangat baik” dengan rentang nilai 75–100 yang menjadi kriteria patokan dalam penilaian pengembangan ini. Dengan demikian hasil temuan komik edukatif tentang dampak pacaran pada remaja yang telah diuji cobakan pada siswa kelas 8 Sekolah Menengah Pertama dikategorikan layak digunakan sebagai media dalam pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling. Kata Kunci: Komik Edukatif; Layanan Informasi; Pacaran Remaja.
Self-Instruction Training untuk Meningkatkan Resiliensi Siswa Sekolah Menengah Atas Anggi Azzi Purnama
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 2, No 1 (2019): Juni
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v2i1.4755

Abstract

Resiliensi merupakan faktor esensial dalam perkembangan hidup remaja. rendahnya resiliensi pada remaja menjadikan remaja yang rentan (vulnerable adolescence) dan remaja yang rentan memiliki kecenderungan yang tinggi untuk menjadi remaja yang bermasalah. Tujuan akhir penelitian ini menghasilkan program pelatihan self-instruction training untuk meningkatkan resiliensi siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode penelitian quasi experimen dengan desain non-equivalent pretest-posttest control group. Dalam pelaksanaanya, penelitian ini melalui tiga langkah utama, yakni (1) langkah pertama adalah mengungkap kondisi awal/ profil umum resiliensi siswa; (2) langkah kedua, perumusan program pelatihan self-instruction untuk meningkatkan resiliensi siswa; dan (3) langkah ketiga pengujian efektivitas penerapan program pelatihan self-instruction untuk meningkatkan resiliensi siswa. Penelitian menemukan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori cukup resilien dengan tingkat kecenderungan resiliensi yang dominan ditunjukkan oleh remaja adalah tingkatan sedang, atau rata-rata (average), atau moderat. Setelah pelaksanaan intervensi, resiliensi siswa meningkat terutama pada aspek efikasi diri, penilaian realistis terhadap lingkungan, problem solving, dan planning & goal setting. Hal ini menandakan program pelatihan self-instruction secara empirik efektif dalam meningkatkan resiliensi siswa. Kata Kunci: Self-Instruction Training; Resiliensi Siswa; Remaja.
Konseling Pendidikan Seks dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Anak (KSA) Ruwanti Wulandari; Jaja Suteja
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 2, No 1 (2019): Juni
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v2i1.4751

Abstract

Kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia akhir-akhir ini semakin marak terjadi. Kekerasan seksual, tidak saja terjadi pada laki-laki namun juga pada anak perempuan. Pelaku dari kekerasan seksual dapat berasal dari orang lain yang tidak di kenal anak, namun juga terkadang justru dari keluarga dekat. Kasus kekerasan seksual di Kabupaten Cirebon sendiri setiap tahun mengalami peningkatan. Berdasar data Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cirebon, pada tahun  2015 setidaknya terjadi 49 kasus kekerasan terhadap anak. Jumlah itu meningkat dibanding 2014 yang tercatat 34 kasus. Dalam kebanyakan kasus tersebut, para pelaku mayoritas merupakan orang yang dikenal korban seperti tetangga, teman, hingga saudara korban.Dari masalah di atas, salah satu penyelesaiannya melalui kegiatan konseling pendidikan seks. Pendidikan seks pada anak dilaksanakan meliputi beberapa aspek antara lain : pertama, pengajaran yakni penjelasan tentang organ reproduksi laki-laki dan perempuan, kehamilan, ihtilam (mimpi basah), haid dan keputihan. Kedua,  Penyadaran yakni menanamkan rasa malu pada anak, mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata, mendidik anak agar tidak melakukan ikhtilat  dan khalwat, memilihkan tayangan televisi yang baik buat anak. Ketiga, penerangan yakni menjelaskan tentang IMS. Kesimpulan dari penelitian ini menghasilkan temuan bahwa pelaksanaan konseling pndidikan seks yang dilakukan oleh seorang konselor terhadap klien memiliki peranan yang sangat penting dalam prevensi kekerasan seksual anak. Kegiatan konseling pendidikan seks dilakukan tidak hanya sebagai upaya membantu mengatasi masalah klien yang berkaitan dengan seksualitasnya, melainkan berkaitan juga dengan upaya-upaya pendidikan dalam meningkatkan kesadaran akan masa depannya. Kata Kunci: Konseling Pendidikan Seks; Prevensi; Kekerasan Seksual Anak.
Konseling Rasional Emotif Perilaku untuk Meningkatkan Penerimaan Diri pada Remaja Hamil Diluar Pernikahan Fanny Septiani Rahayu
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 2, No 1 (2019): Juni
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v2i1.4756

Abstract

Persoalan yang terjadi pada remaja saat ini semakin kompleks dan perlu adanya penanganan segera dari berbagai pihak, salah satu persoalan remaja yang terjadi adalah kehamilan di luar pernikahan. Kehamilan di luar  pernikahan memuat persoalan yang sangat rumit bagi remaja, terutama bagi mereka yang terlibat langsung di dalamnya. Oleh karena itu merupakan masalah yang sangat menarik. Kehamilan di luar pernikahan merupakan salah satu dampak dari perilaku seks bebas yang melanda remaja dan akhir-akhir ini yang cenderung meningkat. Remaja yang melakukan hubungan seksual pranikah sehingga mengakibatkan kehamilan di luar nikah disebabkan karena rendahnya harga diri, rendahnya pengetahuan tentang seksualitas dan, pengaruh norma kelompok sebaya yang dianutnya, status hubungan, serta rendahnya keterampilan interpersonal khususnya perempuan untuk bersikap asertif yakni sikap tegas untuk mengatakan tidak terhadap ajakan melakukan hubungan seks dari teman kencannya. Dalam membantu remaja yang memiliki kemampuan penerimaan diri rendah  akibat adanya kehamilan yang terjadi diluar pernikahan, diperlukan adanya  peran konseling. Peran konseling sangat penting, terutama dalam membantu individu mencapai proses perkembangan yang optimal. Seorang konselor menggunakan salah satu alternatif konseling yang dapat dilakukan yaitu konseling Rational-Emotif-Behavioral Therapy (REBT). Kata Kunci: Konseling Rasional Emotif Perilaku; Penerimaan Diri; Remaja.

Page 1 of 1 | Total Record : 10