cover
Contact Name
Riki Ruspianda
Contact Email
r.ruspianda@gmail.com
Phone
+6281374246124
Journal Mail Official
jurnalplanologidansipil@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Islam Kuantan Singingi Jl. Gatot Subroto KM. 7 Jake, Telukkuantan Kec. Kuantan Tengah, Kab. Kuantan Singingi, Provinsi Riau
Location
Kab. kuantan singingi,
Riau
INDONESIA
Jurnal Planologi dan Sipil (JPS)
ISSN : -     EISSN : 26562960     DOI : -
Jurnal Planologi dan Sipil (JPS) menerbitkan naskah ilmiah berupa hasil penelitian maupun artikel studi kepustakaan pada bidang ilmu : 1. Perencanaan Wilayah dan Kota yang meliputi : Ilmu Perencanaan, Ilmu Wilayah, Tata Ruang, Pengembangan wilayah/Kawasan, Tata Guna Lahan, Perkotaan, Perdesaan, Ilmu Lingkungan, Geografi dan Pemetaan. 2. Teknik Sipil mencakup beberapa bidang ilmu yaitu : Ilmu Struktur, Sumberdaya Air, Arsitektur, Transportasi, Manajemen Proyek, Jalan raya, dan Geoteknik.
Articles 50 Documents
IDENTIFIKASI POTENSI WILAYAH DESA PANGKALAN KECAMATAN PUCUK RANTAU KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Riki Ruspianda; Ria Asmeri Jafra; Retni Pratiwi
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 1 No 2 (2019): JPS Volume 1 Nomor 2, Agustus 2019
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi wilayah desa merupakan bagian penting dalam pembangunan sebuah desa. Dengan adanya potensi, sebuah desa dapat merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembangunan desanya. Hal ini sesuai dengan amanat dari UU No.6 tahun 2014 Tentang Desa. Dalam upaya mengurus urusan pemerintahannya sendiri dan kepentingan masyarakat, desa harus mengetahui potensi wilayah yang ada di desanya. Dengan mengetahui potensi wilayah desa, maka pengembangan desa akan menjadi lebih optimal. Selanjutnya, mengetahui potensi wilayah desa juga akan memberikan gambaran desa yang lebih spesifik. Gambaran desa yang spesifik tersebut akan memberikan ruang kepada kepada desa untuk menentukan arah pengembangan desa. Dalam penelitian yang dilakukan pada Desa Pangkalan Kecamatan Pucuk Rantau Kabupaten Kuantan Singingi dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif ini ditemukan bahwa Desa Pangkalan memiliki sumberdaya alam baik yang dapat diperbaharui, tidak dapat diperbaharui mapun sumberdaya alam yang tidak pernah habis. Selain itu, Desa Pangkalan juga memiliki potensi sumber daya manusia yang dilihat berdasarkan potensi kesehatan masyarakat, intelektual dan spriritual masyarakat Desa Pangkalan.
PERENCANAAN SALURAN DRAINASE DENGAN METODE RASIONAL (Studi Kasus Desa Kasang Kecamatan Kuantan Mudik) Ade Irawan
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 1 No 2 (2019): JPS Volume 1 Nomor 2, Agustus 2019
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drainase mempunyai arti mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Secara umum, drainase didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal. Drainase juga diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas. Tujuan dari penelitian ini untuk merencanaan Dimensi Drainase di Desa Kasang Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi. Data atau informasi yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Kuantan Singingi dan data primer diperoleh dari survey langsung di lapangan. Metode pengolahan data menggunakan perhitungan secara manual sesuai dengan metode rasional untuk menghitung Debit Banjir, dan rumus manning untuk Kecepatan saluran. Setelah dilakukan perhitungan debit banjir periode ulang 5 tahun maka didapat dimensi saluran ekonomis untuk saluran drainase utama adalah dengan lebar dasar B = 0.60 m dan tinggi saluran H = 0.80 m dengan penampang melintang saluran berbentuk persegi empat.
PENGARUH CBR TERHADAP DESAIN TEBAL PERKERASAN LENTUR JALAN KAMPUS UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI – KEBUN NENAS – TELUK KUANTAN Dwi Visti Rurianti
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 1 No 2 (2019): JPS Volume 1 Nomor 2, Agustus 2019
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perencanaan perkerasan jalan, tanah merupakan pondasi dasar yang sangat memegang peranan penting. Salah satu data tanah yang dibutuhkan dalam perencanaan pondasi perkerasan jalan adalah nilai CBR tanah. Nilai CBR tanah dapat diperoleh dengan melakukan Uji Dynamic Penetration Test (DCP). Tujuan penelitian adalah membandingkan tebal perkerasan jalan lentur dengan metode Bina Marga dan Metode AASTHO pada nilai CBR tanah dasar yang sama yang diperoleh dari uji Dynamic Cone Penetration. Metode penelitian merupakan metode riset atau pengujian lapangan dengan melakukan pengujian test DCP (Dynamic Cone Penetration), lokasi pengujian pada ruas Jalan kampus Universitas Islam Kuantan Singingi, dilaksanakan pada 4 titik, yaitu pada : STA 0+000 CBR nya 13,50%, STA 0+300 CBR nya 12,00%, STA 0+600 CBR nya 10,00%, STA 1+000 CBR nya 10,10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada nilai CBR tanah dasar yang sama maka tebal lapis perkerasan jalan dengan Metode AASHTO lebih besar atau lebih tebal daripada menggunakan Metode Bina Marga khususnya pada lapisan pondasi bawah perkerasan jalan lentur. Nilai CBR tanah 6,2%, dengan Metode Bina Marga diperoleh tebal perkerasan pondasi setebal 44 cm dan dengan Metode AASTHO setebal 49 cm.
POLA PERSEBARAN PERMUKIMAN PENDUDUK DI KECAMATAN PUCUK RANTAU KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Rikki Afrizal; Agus Candra
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 1 No 2 (2019): JPS Volume 1 Nomor 2, Agustus 2019
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang tinggi menyebabkan meningkatnya aktivitas manusia dalam memanfaatkan sumber daya lahan yang didorong oleh meningkatnya kebutuhan, sandang, pangan dan perumahan. Permukiman merupakan salah satu bentuk tempat tinggal manusia.Umumnya manusia akan tinggal berdekatan atau berkelompok dengan manusia lain yang memiliki kesamaan. Kecamatan Pucuk Rantau adalah salah satu kecamatan pemekaran dari Kecamatan Mudik. Kecamatan ini mengalami peningkatan penduduk sehingga daerah ini mengalami pemekaran pada tahun 2012. Dengan adanya perubahan peningkatan penduduk, maka secara tidak lansung dapat merubah pola permukiman penduduk di suatu wilayah terutama pada wilayah Kecamatan Pucuk Rantau. Dalam penelitian yang dilakukan pada Kecamata Pucuk Rantau Kabupaten Kuantan Singingi dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari pembahasan ini bahwa jenis pola permukiman yang terdapat di Kecamatan Pucuk Rantau yaitu pola permukiman memanjang dimana 50% dari jumlah desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Pucuk Rantau permukiman penduduk rata-rata mengkuti pola arah jalan. Pola perkembangan menurut analisis data bahwa Kecamatan Pucuk Rantau polanya mengelompok karena daerah ini mempunyai topografi yang bervariasi.
STRATEGI PENGEMBANGAN WILAYAH KABUPATEN KENDAL BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN Yeni Selfia
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 2 No 2 (2020): JPS Volume 2 Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah agar perekonomian masyarakat meningkat adalah dengan cara mengembangkan komoditas unggulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis komoditas unggulan pertanian tanaman pangan di tiap kecamatan yang ada di Kabupaten Kendal dan mengetahui strategi pengembangan komoditas unggulan pertanian tanaman pangan di Kabupaten Kendal. Komoditas unggulan didapatkan dengan analisis LQ (Location Quotient) dan strategi pengembangan komoditas unggulan pertanian tanaman pangan dengan analisis A’WOT yaitu kombinasi analisis antara metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil analisis LQ komoditas unggulan pertanian tanaman pangan yang paling unggul di 10 wilayah kecamatan di Kabupaten Kendal yaitu padi sawah. Terdapat pula 10 kecamatan yang hanya memiliki satu komoditas unggulan ditetapkan sebagai komoditas unggulan utama. Kecamatan Limbangan adalah kecamatan yang paling banyak memiliki jenis komoditas unggulan tanaman pangan yaitu padi sawah, padi gogo, ubi kayu, dan ubi jalar. Pengembangan komoditas unggulan pertanian tanaman pangan di Kabupaten Kendal berada pada posisi yang relatif kurang menguntungkan sehingga strategi yang harus dilakukan yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia setempat melalui pelatihan-pelatihan dan sosialisasi, introduksi teknologi pertanian tepat guna, agar praktek pertanian lebih efektif dan efisien, melaksanakan operasi pasar secara berkala dan memutus rantai distribusi yang terlalu panjang dan meningkatkan sistem dan tatakelola air yang baik.
ANALISIS SISTEM PENGELOLAHAN DAN DISTRIBUSI AIR BERSIH (UPTD-PAB) TERHADAP MASYARAKAT KOTA TELUK KUANTAN Agus Candra
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 2 No 1 (2020): JPS volume 2 Nomor 1, Februari 2020
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan suatu kota diiringi juga dengan peningkatan kebutuhan terhadap pelayanan air bersih perkotaan, sehingga pemerintah maupun swasta atau masyarakat dituntut untuk menyediakan prasarana air bersih ini dengan sebaik-baiknya. Kebutuhan ini cenderung meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan kualitas hidupnya yang mengalami peningkatan serta kegiatan perkotaan yang juga berkembang pesat. Kapasitas pelayanan air bersih adalah kemampuan produktif yang diberikan baik itu secara individual ataupun melalui sistem penyediaan air bersih perkotaan dalam memberikan pelayanan air bersih untuk masyarakat. Rendahnya kapasitas pelayanan air bersih di Kota Teluk Kuantan menyebabkan kualitas dan kuantitas serta kontinuitas pelayanannya belum memadai. Metode analisis yang dilakukan pada studi penelitian ini adalah Analisis ketersediaan, Analisis Kependudukan, Analisis Kebutuhan. Hasil Penelitian Jumlah air yang didistribusikan (UPTD-PAB) Kota Teluk Kuantan pada tahun 2019 sebesar 25.675 liter/hari atau 2.9 liter/detik. Sistem distribusi air bersih oleh UPTD-PAB) bagi masyarakat Kota Teluk Kuantan, diketahui adalah melalui sistem perpipaan. Sedangkan untuk sistem perpipaan tersebut dapat dikelompokkan kedalam dua bagian, pertama adalah sistem transmisi dan sistem jaringan distribusi. Sistem jaringan merupakan sistem yang berfungsi dalam mengalirkan air dari intake menuju instalasi pengelolaan air (IPA). Sistem Jaringan distribusi yang digunakan untuk instalasi pengolahan air adalah dengan melakukan pengumpulan pada intake dan kemudian dialirkan menuju isntalasi pengolahan air menggunakan sistem pompanisasi, hal tersebut dilakukan karena letak intake jauh lebih rendah .Secara keseluruhan dilihat dari berbagai aspek, penyediaan air bersih terhadap masyarakat di Kota Teluk Kuantan pada saat ini masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Teluk Kuantan.
PERHITUNGAN BANJIR RACANGAN MENGGUNAKAN METODE HSS GAMA I PADA DAS SIMUJUR Ade Irawan
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 2 No 1 (2020): JPS volume 2 Nomor 1, Februari 2020
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhitungan debit banjir rancangan yang akurat dapat membantu dalam perencanaan bangunan air. Teori hidrograf merupakan suatu cara untuk memprediksi besaran debit banjir rancangan pada sebuah Daerah Aliran Sungai (DAS). Hidrograf satuan dapat diperhitungkan apabila tersedia pasangan data debit aliran dan data curah hujan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah melakukan analisa debit banjir rancangan di Daerah Aliran Sungai Simujur Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi. Metode hidrograf satuan sintetik yang digunakan untuk penetapan debit rancangan menggunakan Hidrograf Satuan Sintetis Gama I dengan pengambilan data curah hujan maksimum tahunan dari Stasiun Pengukuran Curah Hujan Kuantan Mudik dari tahun 2007 sampai 2011 sebanyak 4 data hujan maksimum pertahun sehingga diperoleh 20 data hujan maksimum selama 5 tahun. Hasil dari penelitian membuktikan bahwa perhitungan debit banjir rancangan menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis gama I untuk Daerah Aliran Sungai Simujur dengan kala ulang 5 tahun sebesar 30,68 m3/detik, kala ulang 10 tahun sebesar 34,20 m3/detik, kala ulang 20 tahun sebesar 37,45 m3/detik, kala ulang 50 tahun sebesar 41,32 m3/detik, dan kala ulang 100 tahun sebesar 44,22 m3/detik, dengan waktu untuk mencapai puncak selama 2 jam dan waktu dasar selama 37 jam.
IDENTIFIKASI ARSITEKTUR BANGUNAN TRADISIONAL DESA LUBUK TERENTANG KECAMATAN GUNUNG TOAR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Ria Asmeri Jafra
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 2 No 1 (2020): JPS volume 2 Nomor 1, Februari 2020
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kuantan Singingi merupakan daerah yang baru berkembang. jika tidak diiringi dengan adanya upaya untuk melestarikan arsitektur tradisonal yang telah ditinggalkan selama ini, maka semua itu akan menimbulkan permasalahan baru dikemudian hari, Terutama pada arsitektur rumah tradisional. Dari sekian banyak Arsitektur tradisional yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi, di Desa Lubuk Terentang masih banyak berdiri Bangunan dengan bentuk Arsitektur Tradisional yang perlu di lestarikan, sehingga tidak terjadi kepunahan data dan informasi tentang Arsitektur Tradisional Desa Lubuk Terentang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Arsitektur Bangunan Tradisional yang ada di Desa Lubuk Terentang serta mengetahui berapa Banyak Bangunan yang masih digunakan sesuai fungsinya. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Dari penelitian ini ditemukan bahwa ada 14 bangunan yang memiliki Arsitektur Tradisional dengan rincian 2 bangunan berfungsi sebagai Rumah Suku, 1 Bangunan berfungsi sebagai Balai Pertemuan dan 11 Bangunan berfungsi sebagai Rumah Tinggal. Dari ke 14 bangunan tersebut 10 bangunan masih dihuni dan 4 bangunan lainnya tidak dihuni lagi karena dalam kondisi rusak.
PENGUJIAN KEANDALAN STRUKTUR KANTOR DINAS SOSIAL DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KABUPATEN KUANTAN SINGINGI YANG TELAH TERBAKAR Surya Adinata
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 2 No 1 (2020): JPS volume 2 Nomor 1, Februari 2020
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kuantan Singingi ini telah mengalami kebakaran pada hari Rabu 23 Agustus 2018 pukul 07:00 pagi sebelum sholat Idul Adha. Peneliti melakukan peninjauan dan pengujian terhadap struktur, arsitektur, dan utilitas pada gedung tersebut, sehingga kerusakan paling parah akibat lalapan si jago merah ini terlihat pada lantai II bangunan yang merupakan tempat Kepala Dinas dan sejumlah ruangan Kepala Bidang dan Staf. Sampai saat ini bangunan yang terbakar sudah tidak difungsikan dan terlihat terbengkalai. Peneliti bermaksud ingin mengetahui bagaimana kondisi bangunan gedung Dinas Sosial dan PMD yang terbakar tanggal 23 Agustus 2018 ini? Dan bagaimana pula kekuatan dan keandalan struktur bangunan seperti kolom, balok, lantai dan utilitas pada bangunan gedung Dinas Sosial dan PMD tersebut? Serta berapa kerugian finansialnya? Luas bangunan kantor ini adalah 372,96 m2. Kerusakan pada beton struktur gedung paska bakar Dinas Sosial dan PMD diantaranya ini adalah spalling adalah gejala melepasnya sebagian permukaan dalam bentuk lapisan tipis (beberapa cm). Crazing adalah gejala retak remuk pada permukaan beton. Cracking (retak) adalah pemuaian besi beton dari pada betonnya sendiri. Hammer test merupakan suatu alat pemeriksaan mutu beton tanpa merusak beton. Menggunakan metode ini akan diperoleh cukup banyak data dalam waktu yang relatif singkat dengan biaya murah. Jenis pengujian yang dilakukan adalah dengan palu beton atau Schmitd Hammer ini mengacu pada SNI 03-4430-1997. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan pasca terbakar pada gedung kantor Dinas Sosial dan PMD kabupaten Kuantan Singingi ini, didapatkan hasil analisa sebagai berikut: (1). Struktur bangunan gedung terdiri dari; (a). Pada lantai II struktur kuda-kuda, jendela, pintu dan plafond bangunan yang terbuat dari kayu serta atap seng telah terbakar sehingga tidak bisa digunakan lagi. Namun seluruh struktur utama bangunan beton pada kolom, balok dan lantai masih bagus dan dapat direnovasi atau digunakan kembali. (b). Berdasarkan uji struktur dihasilkan nilai pantul uji Hammer pada beton kolom lantai II didapatkan angka terbesar adalah 480,72 kg/cm2 dan terkecil sebesar 400,72 kg/cm2 serta ring balok adalah 300,72 kg/cm2. Sehingga mutu kuat desak karakteristik struktur beton masih memenuhi mutu beton. (2). Utilitas terdiri dari ; (a). Instalasi Papan Control dan MCB listrik telah rusak. (b). Instalasi listrik seperti kabel, stop kontak, fiting lampu telah terbakar. (3). Kerugian Finansial adalah sebesar Rp728.119.091,40.
ANALISIS PERHITUNGAN TRANSPORT SEDIMENT PADA HULU WADUK WONOGIRI Chitra Hermawan
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 2 No 1 (2020): JPS volume 2 Nomor 1, Februari 2020
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka melaksanakan kegiatan penataan sungai dan pembangunan prasarana pengendalian banjir dan untuk mendapatkan konstruksi yang layak sesuai dengan standar desain konstruksi yang berlaku, maka pekerjaan Survei, Investigasi Desain (SID) Sungai Bengawan Solo Hulu (Wonogiri-Jurug) sangat diperlukan guna pelaksanaan konstruksi selanjutnya, sehingga permasalahan banjir dapat segera diatasi. Maksud dari penelitian analisis sedimentasi adalah untuk melakukan investigasi dan pengumpulan data/informasi dalam mengenai sedimentasi yang masuk ke dalam sungai sehingga dapat dijadikan acuan bagi pengambil kebijakan yang dalam hal ini adalah pemerintah pusat melalui BBWS Bengawan Solo.Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi sumber erosi dan analisa erosi lahan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk melihat kondisi Hidrologi, Proses Erosi, Klasifikasi Erosi, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Erosi, Pendugaan Laju Erosi Berdasarkan Metode MUSLE, Indeks Erosivitas Hujan (Rw), Indeks Erodibilitas (K), Faktor Panjang Lereng (L) dan Kemiringan Lereng (S), Faktor Pengelolaan Tanaman (C) Dan Konservasi Tanah (P), Perkiraan Laju Sedimentasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Total Sedimen potensial Sungai bengawan Solo Hulu, Hasil Penambahan dari beberapa Anak Sungai yang Masuk yaitu 3046,519 m3/tahun.