cover
Contact Name
Trisno Subekti
Contact Email
lppm@stikesdhb.ac.id
Phone
+6285220045869
Journal Mail Official
lppm@stikesdhb.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jakarta No. 75 Antapani Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sehat Masada
ISSN : 19792344     EISSN : 25025414     DOI : https://doi.org/10.38037
Core Subject : Health,
Sehat Masada adalah sebuah Jurnal untuk menampung hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan kesehatan, khususnya tentang Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, dan Refraksi Optisi. Jurnal ini terbit dua kali setahun (Januari dan Juli).
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal" : 40 Documents clear
Hubungan Tingkat Kepuasan Ibu Hamil Dengan Pemeriksaan Kehamilan Di Puskesmas Jatinangor Fardilla Elba; Gita Noor Syifa
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i2.130

Abstract

Kemkes-WHO-HOGSI 2012, data kualitas ANC di Puskesmas mengenai pemeriksaan fisik umum dan obstetrik 59,38%, melakukan konseling sekitar 45%, melakukan pemeriksaan penunjang rutin 19,69%, melakukan pemeriksaan penunjang bila ada indikasi 52,50% dan memberikan suplemen dan imunisasi 73,13%. Hal ini menyangkut kepuasan pasien sehingga menjadi bagian penting dan diperlukan untuk mengukur mutu suatu pelayanan. Informasi kesehatan saat ini dengan mudah didapatkan, semakin banyak masyarakat yang mengetahui tentang kesehatan maka semakin banyak tuntutan yang diinginkan oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan tingkat kepuasan ibu hamil tentang pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Jatinangor. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan jumlah sampel sebanyak 101 orang ibu hamil di Puskesmas Jatinangor 2016. Pengambilan sampel dengan accidental sampling. Pada penelitian ini digunakan kuesioner sebagai cara untuk pengumpulan data penelitian dan menggunakan analisis non-parametrik dengan korelasi rank spearman. Hasil penelitian ini didapatkan responden cenderung puas terhadap pemeriksaan kehamilan sebanyak 50.5%. Setelah diuji dengan statistik analisis bivariat terdapat hubungan tingkat kepuasan ibu hamil dengan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Jatinangor. Karena pada peneitian ini terdapat hubungan signifikan antara nilai skor total dari lima dimensi dengan kepuasan karena nilai sig < 0.05 dan corelation coefficient bernilai 0.867. Simpulan pada penelitian ini yaitu pemeriksaan kehamilan yang berkualitas berhubungan dengan kepuasan ibu hamil. Ini artinya secara keseluruhan kepuasan ibu hamil memiliki hubungan dengan pemeriksaan kehamilan berdasarkan dimensi kenyataan/ wujudannya (tangible), dimensi kehandalan (realibility), dimensi daya tangkap (responsiveness), dimensi jaminan (assurance) dan dimensi perhatian (empathy).
Profil Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemberian Makanan Pendamping Asi (MPASI) Pada Bayi 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Padasuka Kota Bandung Maya Indriati; Kartika Ningsih
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i2.131

Abstract

ASI merupakan makanan tunggal bagi bayi pada 6 bulan pertama usianya, namun pada kenyataannya masih terdapat sebagian ibu yang menyusui bayinya tidak secara eksklusif. Beberapa alasan yang menyebabkan ibu tidak memberikan ASI eksklusif yaitu ASI dianggap tidak mencukupi, ibu bekerja diluar rumah, beranggapan bahwa susu formula lebih baik dan kekhawatiran tubuh ibu menjadi gemuk. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis gambaran pengetahuan ibu hamil tentang dampak pemberian makanan tambahan pada bayi 0-6 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan teknik pengambilan data accidental sampling. Sampel penelitian berjumlah 53 orang ibu hamil, pengumpulan data menggunakan keusioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan karakteristik ibu hamil diketahui sebanyak 75% berumur 20-35, sebanyak 52,8% responden berpendidikan SMA, sebanyak 56,6% responden memiliki paritas 2-3 dan sebanyak 64,2% responden tidak bekerja, berdasarkan pengertian makanan pendamping ASI, sebanyak 49,1% berpengetahuan baik sedangkan berdasarkan dampak pemberian makanan pendamping ASI, sebanyak 47,2% berpengetahuan cukup.
Peran Penasihat Akademik (PA) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Mahasiswi Program Studi Diploma Tiga Kebidanan Stikes Dharma Husada Bandung Dian Purnama Sari; Nurlelah Aprilia S. Iskandar
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i2.132

Abstract

Dalam melaksanakan kewajiban mahasiswa perlu mendapatkan haknya sehingga terjadi keseimbangan antara hak dan kewajiban yang telah tertulis dalam Tata Tertib Pergaulan Mahasiswa di Kampus untuk menghindari mahasiswa dalam terlibat masalah selama proses perkualihan. Permasalahan akademik yang dihadapi mahasiswa tidak hanya mencakup tentang pengesahan dan konsultasi FRS, tetapi juga menyangkut permasalahan pribadi mahasiswa dalam menjalankan pembelajaran misalnya penurunan hasil belajar, kesulitan dalam menerima pembelajaran atau masalah seputar motivasi belajar. Oleh karena itu, pihak intsitusi memberikan tugas kepada setiap dosen sebagai pembimbing atau Penasihat Akademik (PA). Seorang PA harus mampu memberikan solusi untuk permasalahan mahasiswa tersebut. Penelitian bertujuan mengetahui peran penasihat akademik (PA) dalam peningkatan prestasi belajar mahasiswi Program Studi Diploma Tiga Kebidanan STIKes Dharma Husada Bandung. Metode penelitian adalah kuantitatif. Subjek penelitian kuantitatif adalah 86 dan kualitatif 42 informan secara simple random sampling. Penelitian dilakukan di STIKes Dharma Husada Bandung pada bulan Maret 2019. Uji analisis menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian ada hubungan antara peran pembimbing akademik dengan prestasi belajar mahasiswa (p= 0,000). Simpulan, frekuensi, kualitas bimbingan akademik, dan motivasi belajar mahasiswa baik sesuai panduan bimbingan akademik mahasiswa, upaya dosen pembimbing akademik dalam meningkatkan motivasi, serta hasil yang telah dicapai dari pelaksanaan layanan bimbingan belajar baik.
Perlindungan Hukum terhadap Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dihubungkan dengan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Sartika Dewi
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i2.133

Abstract

Rumah tangga seharusnya adalah tempat berlindung bagi seluruh anggota keluarga. Namun, pada kenyataannya, justru banyak rumah tangga menjadi tempat penderitaan dan penyiksaan karena terjadi tindakan kekerasan. Pengertian KDRT dalam UU No 23/2004 PKDRT “Setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikplogos, dan atau pelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengertian dari KDRT dan bagaimana Perlindungan Hukum korban KDRT. Metode penelitian yuridis normatif yaitu dengan mengkaji atau menganalisis data skunder yang berupa bahan-bahan hukum sekunder dengan memahami hukum sebagai penelitian kepustakaan, yaitu penelitian terhadap data sekunder. Dampak yang diakibatkan karena KDRT berimbas pada kesehatan dan kebahagiaan individu yang berefek pada kesejahteraan perempuan dalam komunitas. Dampak perempuan yang mengalami kekerasan menunjukan adanya yang serius pada kesehatan perempuan. Segala bentuk tindak kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suami baik secara fisik maupun psikis dapat berdampak serius bagi kesehatan seorang perempuan.
Determinan Pemeriksaan Payudara pada Mahasiswa STIKes Dharma Husada Bandung Tuti Surtimanah; Irfan Nafis Sjamsuddin; Metha Dwi Tamara
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i2.134

Abstract

Background: In 2018 global data showed 24.2% new cases of breast cancer in women with 15% died, while in Indonesia 58,256 new cases of breast cancer with 22,692 died. Breast cancer at a young age has a unique clinical and biological picture is more aggressive with an unfavorable prognosis, so the breast examination at a young age is very important. Institute of health students are young people as prospective health workers need to give examples in breast examination, where it didn’t known how the breast examination is done so far. Objective: To determined the determinant factors and practiced of breast examination.. Methods: A cross-sectional study design with data collection through filled out questionnaires about breast examination, breast cancer literacy, individual characteristics. Data were analyzed univariate, bivariate, and multivariate. Results: As much 55.6% students had a high level of literacy about breast cancer. Literacy and gender are determinants of breast self-examination, literacy and family cancer history are determinants of clinical breast examination, age is a determinant of breast ultrasound practiced. Path analysis shows the direct effect of literacy on breast examination at the intermediate level. Research results are expected to be useful in compiling messages to increase breast cancer literacy as a determinant that can be sought to change
Penyelidikan Epidemiologi Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan di Kampung Cijoho RW 01 Desa Sirnamekar Kabupaten Sukabumi Tahun 2019 Yeni Suryamah
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i2.135

Abstract

Setiap makanan selalu mengalami proses penyediaan bahan mentah, pengolahan, penyimpanan dan distribusinya sampai di meja makan yang berisiko terjadinya keracunan, baik keracunan karena pangan itu sendiri beracun atau adanya bahan racun yang mencemari makanan. Keracunan pangan sering dikaitkan dengan pengelolaan atau penyimpanan makanan yang tidak atau kurang higienis. Faktor perilaku merupakan hal yang berperan penting dalam berbagai kasus. selain itu faktor lingkungan dengan kondisi sanitasi yang tidak memadai atau kurang memenuhi syarat kesehatan juga berpengaruh dengan berbagai kejadian keracunan pangan. Tujuan penyeldikan epidemiologi ini adalah untuk memperoleh gambaran dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian KLB Keracunan pangan di Kampung Cijoho RW 01 Desa Sirnamekar Kecamatan Tegalbuled Kabupaten Sukabumi. Desain studi ini menggunakan deskriptif Cohort Historical dengan waktu pengumpulan data dimulai pada Jumat 15 Nopember 2019 hingga 19 Nopember 2019. Populasi penelitian adalah seluruh kasus keracunan makanan di Wilayah Kampung Cijoho RW 01 Desa Sirnamekar Kecamatan Tegalbuled Kabupaten Sukabumi. sedangkan sampel terdiri dari kasus yang memenuhi kriteria kasus dan kontrol yang memenuhi kriteria control yaitu orang yang memakan makanan syukuran namun tidak menjadi sakit. Hasil penyelidikan epidemiologi didapatkan bahwa Attack rate KLB keracunan pangan terbesar pada jenis kelamin perempuan (0.041%) dan kelompok umur 15->60 tahun (0.029%). Case Fatality Rate pada KLB Keracunan Pangan sebesar 0.027. Gejala terbanyak pada kejadian KLB keracunan pangan ini adalah gejala mual 77.9% (60 orang) dan diare 67.5% (52 orang). Kurva epidemik pada kejadian KLB ini berbentuk common source dengan rentang masa inkubasi 30 menit sampai dengan 79.5 jam, dengan mean inkubasi 12,51 jam. Berdasarkan masa inkubasi diperoleh informasi bahwa agent penyebab penyakit yang memungkinkan adalah bakteri E.colli. Berdasarkan jenis makanan yang dimakan, dicurigai bahwa makanan yang berisiko menyebabkan keracunan adalah bihun, dengan selisih attack rate sebesar 0.12. Hasil pemeriksaan rapid test pada alat masak didapatkan hasil positif mengandung residu glukosa dan residu protein. Rekomendasi antara lain diperlukan adanya penguatan Program sanitasi lingkungan, Peningkatan kembali sosialisasi dari perangkat daerah yang menangani kesehatan lingkungan serta meningkatkan kembali pola partisipasi masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat.
Persepsi Terhadap Penyakit pada Pasien Hemodialisis di Bandung Sri Hartati Pratiwi; Eka Afrima Sari; Titis Kurniawan
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i2.136

Abstract

Gagal ginjal terminal yang dialami pasien hemodialisis dapat menimbulkan berbagai perubahan dalam kehidupannya. Persepsi yang positif terhadap penyakit dapat membantu pasien hemodialisis dalam menerima keadaannya dan meningkatkan motivasi untuk menjalankan berbagai tindakan pengobatan. Apabila pasien hemodialisis memiliki persepsi yang negatif terhadap penyakit, maka akan cenderung mudah mengalami berbagai masalah psikologis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi terhadap penyakit pada pasien hemodialisis di Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan kepada pasien hemodialisis di salah satu Rumah Sakit di Bandung. Teknik sample yang digunakan adalah consecutive sampling sebanyak 126 orang. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis dan memiliki tanda-tanda vital yang stabil. Instrumen yang digunakan untuk mengukur persepsi terhadap penyakit adalah kuesioner persepsi penyakit singkat (Brief-IPQ) yang dikembangkan oleh Broadbant, et.al. tahun 2005, dan sudah dilakukan back translate ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hemodialisis memiliki persepsi terhadap penyakit yang negatif (50,4%). Sebagian besar pasien merasakan berbagai dampak penyakit terhadap kehidupannya dan mengalami perubahan secara emosional semenjak mengalami gagal ginjal terminal. Persepsi terhadap penyakit yang negatif pada pasien hemodialisis dapat mempengaruhi kualitas hidup, angka kesakitan dan capaian pengobatan yang dijalaninya. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan keluarga dan sosial. Petugas kesehatan khususnya perawat diharapkan dapat memberikan edukasi dan konseling pada pasien hemodialisis untuk meningkatkan persepsi pasien terhadap penyakit.
Perbandingan Kualitas Air Mata Antara Pengguna Dan Non Pengguna Lensa Kontak Arief Witjaksono; Ranie Khairunnisa
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i2.146

Abstract

The use of contact lenses can cause dry eyes, it is caused by mechanical irritation of the meibomian gland. The meibomian gland produces a layer of fat which functions to inhibit evaporation of the tear layer. Disruption of the function of the meibomian gland causes the tear layer to evaporate quickly. Contact lenses also reduce the sensitivity of the eye surface so that the tear layer production reflex decreases. Increased evaporation accompanied by a decrease in tear production causes most contact lens users to experience dry eyes. The purpose of this study is to find out the difference in the quality of tears between users and non-contact lens users. Case control design with observational techniques has been conducted. This study used a schirmer test and observational sheet. The results of the study showed that of the 20 active contact lens users 14 (70.0%) had dry eyes and 3 (15.0%) of 20 non-contact lens users had dry eyes. Statistically Independent T-Test r = 0.00 <0.005 there is a difference between the quantity of tears of users and non contact lens users. It is recommended to pay attention to the use of contact lenses for long usage, usage period and lubricant on contact lenses so as not to cause complications in the use of contact lenses and dry eyes.
Deskripsi Tata Letak Proyektor Dan Pencahayaan Di Ruang Kelas Serta Keluhan Kelelahan Mata Mahasiswa/i Anggit Nugroho; faisal Syahrian
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i2.148

Abstract

Kelelahan mata ( asthenopia ) merupakan gangguan fungsi penglihatan. penyebab dan gejalanya sangat majemuk yang melibatkan faktor fisik , fisiologis, psikologis, faktor sosial. Ruang kelas yang ergonomis merupakan hal penting dalam menciptakan proses belajar mengajar. Faktor yang mempengaruhi aspek ergonomis dari layar proyektor, meliputi sudut pandang (visual angle) dan kecerahan. Tujuan penelitian ini untuk Deskripsi Keluhan Kelelahan Mata Mahasiswa/i Terhadap Tata Letak Proyektor, Pencaayaan di Ruang Kelas STIKes Dharma Husada Bandung Tahun 2019. Metode Penelitian ini bersifat deskriptif, menggunakan data primer, melalui instrumen kuesioner, Jumlah sample 100. Data terkumpul dianalisis secara univariat. Hasil penelitian di 7 ruang kelas STIKes Dharma Husada Bandung, pencahayaannya belum memenuhi standar(144 lux). Pengukuran letak proyektor sudut horizontal dan vertikal masih di bawah standar. Keluhan Kelelahan mata yang terjadi di STIKes Dharma Husada Bandung tertinggi diantaranya bahu terasa nyeri sebanyak 84 responden (84 %) dan paling sedikit keluhan pusing disertai mual sebanyak 28 responden (28 %). Pencahayaan ruang kelas sesuai standar serta tata letak proyektor sesuai dengan sudut vertikal dan horiontal sehingga dapat mengurangi keluhan kelelahan mata mashasiswa/i STIKes Dharma Husada Bandung.
Chronic Sorrow Dan Quality Of Life Pada Pasien Dengan Diabetic Foot Ulcer (DFU) Putri Puspitasari
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i2.149

Abstract

Pendahuluan : Diabetic Foot Ulcer (DFU) merupakan komplikasi jangka panjang yang umum ditemukan pada pasien Diabetes Mellitus (DM). Penurunan kualitas kesehatan, proses penyembuhan yang lambat, ancaman amputasi, serta ancaman kematian berdampak terhadap keadaan psikologis yang buruk bagi penderita DFU. Keadaan emosi yang mungkin timbul pada pasien dengan penyakit kronis seperti DFU adalah perasaan chronic sorrow dan Quality Of Life yang kurang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat keadaan chronic sorrow dan quality of life pada pasien dengan DFU serta secara spesifik melihat hubungan antara chronic sorrow dengan quality of life pasien dengan DFU Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain analytic correlative dan rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional study. Tujuan penelitian ialah untuk menganalisis hubungan antara chronic sorrow dan kualitas hidup pada pasien dengan DFU. Sampel penelitian adalag 46 Responden. Hasil dan kesimpulan: hasil penelitian menunjukan dari 46 responden 29 (63,04 %) mengalami keadaan chronic sorrow dan diantara 46 responden 27 (58,7 %) mengalami keadaan kualitas hidup yang kurang baik. Responden yang mengalami chronic sorrow memiliki kualitas hidup yang kurang baik sebesar 78,13 % dan kualitas hidup yang baik sebesar 21,87 % dengan p= 0,000 lebih kecil dari α= 0,05, yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan bermakna antara keadaan chronic sorrow dan quality of life.

Page 1 of 4 | Total Record : 40