cover
Contact Name
Slamet Riyadi
Contact Email
slametriyadi_pro@yahoo.com
Phone
+6282287147873
Journal Mail Official
slametriyadi_pro@yahoo.com
Editorial Address
Jl Medan - Tj. Morawa, Km 13, Gang Darmo, Desa Bangun Sari Kec Tanjung Morawa - Kab. Deli Serdang - Sumatera Utara
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Waraqat : Jurnal Ilmu_Ilmu Keislaman
ISSN : 25025856     EISSN : 26559196     DOI : https://doi.org/10.51590/waraqat.v5i2.125
Core Subject : Religion, Education,
WARAQAT: Journal of Islamic Studies is a refereed publication devoted to research articles, reports, and book reviews concerned with the Islamic Studies. This journal dedicated to enhancing and disseminating scholarly work in the field of Islamic Studies WARAQAT: Journal of Islamic Studies publishes articles in Islamic Studies, especially studies on Alquran, hadis, theology, philosophy, Islamic law, education, and history.
Articles 184 Documents
Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Covid-19 Melalui Tazkiyatun Nafs Muhammad Mush'ab M; Unik Hanifah Salsabila; Annisa Dwi Mukarromah Hanindraswari; Annisa’ A-syadza; Vika Sarika
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 5 No. 2 (2020): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v5i2.118

Abstract

Pandemi Covid-19 sangat gencar dikalangan dunia. Covid-19 ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh jenis corona virus baru yaitu Sars-CoV-2, yang dilaporkan pertama kali di Wuhan Tiongkok pada tanggal 31 Desenber 2019. Pada tanggal 30 Januari 2020 Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan wabah Covid-19 adalah keadaan darurat kesehatan masyarakat perhatian Internasional. Datangnya Covid-19 di Indonesia sejak maret, pemerintah mengumumkan untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah dari rumah agar dapat mengurangi penyebaran Covid-19. Virus Covid-19 berdampak langsung pada kesehatan fisik dan menjadi ancaman kesehatan mental yang sangat besar. Dengan aktivitas dirumah selama kurang lebih delapan bulan ini dapat mempengaruhi kejiwaan seseorang. Setiap masalah apapun yang dihadapi seorang muslim dikembalikan Al-Qur’an, As-Sunnah maupun Ijtihad para ulama yang menjadi acuan untuk mengobatinya. Tazkiyatun nafs merupakan metode banyak dikalangan ulama yang membahas tentang ilmu jiwa serta menyucikan dari berbagai masalah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka melalui buku, jurnal, dan hasil penelitian lapangan yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menjaga kesehatan mental melalui tazkiyatun nafs yang terdiri hati, pikiran, dan ruh terkontrol dengan baik akan menciptakan kualitas diri yang stabil, serta berlandaskan terhadap iman.
Esensi Metode Pendidikan: Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Bahrul Ulum
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 5 No. 2 (2020): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v5i2.123

Abstract

Metode pendidikan merupakan jembatan yang bisa menghubungkan pendidik dengan peserta didik, seandainya metode ini tidak ada pendidik akan kesulitan dalam menerapkan kurikulum dan tujuan yang ingin dicapainya.Dari uraian singkat diatas dapat kami simpulkan beberapa hal, yaitu ternyata dalam dunia pendidikan memiliki banyak metode pendidikan. Karena dalam pendidikan seorang pendidikan tidak hanya mengenal satu karakter orang saja tetapi banyak karakter, hal ini menyebabkan ketika pendidik sedang mengajar akanmenghadapi masalah yang berbeda-beda.Semoga bermanfaat bagi kita semua, khususnya generasi muda yang akan terjun dimasyarakat tentunya harus mempunyai bekal yang matang dan baik. Metode pendidikan sangat penting dalam dunia pendidikan, untuk itu setiap pendidik hendaknya mengetahui tentang metode pendidikan. Bukan saja secara formal tetapi yang tidak formal pun harus diketahui. Banyak para ahli pendidikan dahulu maupun sekarang memformulasikan metode pendidikan, tetapi pada kenyataannya memiliki satu tujuan yaitu membentuk manusia yang terdidik. Pendidikan Islam dalam pelaksanaannya membutuhkan metode yang tepat untuk menghantarkan kegiatan pendidikannya kearah tujuan yang dicita-citakan.
آداب طالب العلم في قصة موسى والخضر: دراسة تحليلية من سورة الكهف الآية ٦٠-٨٢ Abdul aziz shidiq Abdul aziz shidiq
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 5 No. 2 (2020): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v5i2.125

Abstract

فإن العلم إرث الأنبياء، وكان حصوله يرفع درجة صاحبه عند الله. فصاحب العلم مكرم عند الله ثمّ عند الناس. ولكن العلم النافع هو العلم الذي يورث صاحبه العمل، لأنّ العلم لابدّ له من العمل. وكذلك في التلقي بالعلم، فينبغي لطالب العلم أن يتأدب فيه. فالآداب من الأمور المهمة التي ينبغي أن يتحل بها الطالب في طلبه للعلم.نظرا من أهمية الآداب في طلب العلم، رأى الباحث أن يستخرج فوائد عن الآداب في قصة تعلم نبي الله موسى عند الخضر عليهما السلام المذكورة في سورة الكهف الآية 60-82. والهدف من عملية هذا البحث هو معرفة آداب طالب العلم المضمون في سورة الكهف الآية 60-82 في قصة موسى والخضر، ومعرفة الارتباط بين العمل بآداب طالب العلم والنجاح في التعلم.هذا البحث يعتبر من البحوث المكتبية، والطريقة لجمع البيانات هي منهج التوثيق. ويستخدم الباحث منهج المدخلَ الاستقرائي العامي لتحليلها.والنتيجة التي حصلها الكاتب هي الأول: ما يتعلق بالآداب في طلب العلم وهي العزم والحرص والهمة العالية في طلب العلم، والتحلي بالرفق، والصبر على التعلم، والتلطف في الكلام أمام الأستاذ والتأدب معه، وطاعة الأستاذ، والرجوع إلى الحق، والرحلة في طالب العلم، والعمل بالأهم فالأهم والجمع بينهما أفضل، والتـأني والتثبت وعدم الاستعجال على حكم شيئ، والتواضع وعدم الاستكبار وسلامة القلب من الحسد، وعدم الحياء في طرح السؤال واجتناب إكثاره، والوفاء والعمل بالشروط والأنظمة. والثاني، أنّ هناك الارتباط بين العمل بآداب طالب العلم والنجاح في التعلم.
Tanggung Jawab Nafkah Oleh Suami PNS Beragama Islam Terhadap Istri yang Dicerai Berdasar PP No 10 Tahun 1983 di Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Agama Padang eskarni ushalli
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 5 No. 2 (2020): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v5i2.126

Abstract

Nafkah is all someone's expenses for people who are responsible for meeting the basic needs needed. Nafkah is divided into two, namely a living for oneself and Nafkah for others. One of the Nafkah for other people is to the wife as a result of marriage. Thus nafkah has a mandatory legal basis. The author uses this type of empirical juridical research, namely a study that uses materials or secondary data as initial data, then continues with primary data. The problems discussed in this paper are How is the responsibility of a husband of Muslim civil servants to divorce wives according to PP. 10 of 1983 regarding marriage and divorce for civil servants, how judges consider the responsibility for living by the husband of a Muslim civil servant towards divorced wives And How is the View of Islamic Law on PP No. 10 of 1983 and the decision of the Religious Court judge regarding the responsibility for nafkah by the husband of Muslim civil servants towards divorced wives. In this paper, the result of research is that the judge is of the opinion that this rule is not directly related to the case settlement process in court, but seen from the arguments presented in the text, it is not explained that there is a determination of the amount and period for providing nafkah, there is the way to do ijtihad or legal discovery for the sake of there is benefit.
Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita di Masa Pandemi Covid-19 Datul Ishmi
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 1 (2021): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v6i1.128

Abstract

This study aims to find out the implementation of PAI learning in two extraordinary schools, namely SLB Koto Agung and SLB Negeri 1 Pulau Punjung. This type of research is qualitative research, the source of research data is pai teachers in both SLB research places, and learners, data analysis techniques used are comparisons. The results showed that in SLB Koto Agung and SLB N 1 Pulau Punjung the implementation of learning using the 2013 curriculum, and the learning methods applied were methods.ceramah, demonstrasi,.tanya answer, drill, repetition, and assignment. There are similarities in the implementation of PAI learning in both SLB, namely the type of curriculum used, while the differences in general are in the implementation of learning during the pandemic, SLB Koto Agung does not do online learning but offline and does not visit, the assignment is by parents picking up questions to school, and within a week children do face-to-face to school, SLB Koto Agung gets good support from parents of students. Meanwhile, SLB N 1 Pulau Punjung in the implementation of PAI learning during the pandemic visited in turn, and the support from parents was less so providing support as well as in SLB Koto Agung.
Pembinaan Keagamaan dalam Lingkungan Keluarga Pengasuh Anak Korban Perceraian Mimi Delfia; Syaflin Halim; Rahmi
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 1 (2021): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v6i1.131

Abstract

Children Divorce victims are faced with a variety of life problems that boil down to their future, to realize a bright future inseparable from education, this study aims to describe how the methods used as well as the material that the caregiver's family teaches to the child of the divorce victim in the family environment. This research was conducted with qualitative approach, data source consisting of parents of child caregivers divorce victims, children who are victims of divorce, public figures who are purposively selected. Data collection techniques are carried out by observation, interviews and documentation studies. The results prove that there are several methods used by the caregivers of divorce victims in teaching Islam in the family environment such as the method of nudity, the method of story of the total method of pysik response. Adapaun Islamic religious material taught to children of divorce victims in the family environment is related to faith, worship, morals, but this material is not systematically regulated and not taught in stages
Ontologi Eksistensialisme: Antara Religiusitas dan Non-Religiusitas : (Studi Pemikiran Mulla Shadra dan Jean Paul Sartre) Lukman Fajariyah
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 1 (2021): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v6i1.132

Abstract

The discussion on the field of ontology in philosophical studies always has its own uniqueness. Ontology as a science that discusses the nature of all things stimulates humans to always think and reflect so that in the long span of ontology studies many figures will play a role in that field. Characters who contribute to thinking about nature have their own characteristics. This is represented by figures Mulla Sadra and Jean Paul Sartre. This paper intends to explore the thoughts of Mulla Shadra and Jean Paul Sartre regarding ontology studies by using a comparative approach, where researchers compare or compare the two thoughts of these figures in revealing differences and similarities. The research method used in this paper is a qualitative-descriptive method to clearly describe the object. The findings in this paper are; First, Sadra's existential ontology emphasizes more on the aspect of religiosity in which all the existences in the universe are small parts of God's existence, meaning that all existence depends on its source, namely God. Meanwhile, Secondly, Sartre's existential ontology places more emphasis on human freedom as the main actor in life. According to him, the existence of humans with their freedom is absolute without interference from God (non-religious/atheist), even humans create their own functions and goals.
Konsep dan Teori Belajar dalam Perspektif Pendidikan Islam Wagiman Manik
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 1 (2021): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v6i1.139

Abstract

Belajar merupakan kebutuhan pokok atau kebutuhan primer yang diperlukan oleh manusia. Kemudian konsep dan teori belajar menurut perspektif pendidikan Islam dilakukan melalui proses belajar, sehingga manusia dapat mengetahui banyak hal yang terkait dengan lingkungan sekitarnya, dan dengan hal tersebut mereka mampu untuk bertahan diri dan mampu mengembangkan diri. Kemampuan belajar ini pulalah yang membuat manusia berbeda dan istimewa dibandingkan dengan makhluk-makhluk yang lainnya. Manusia yang awalnya tidak mengetahui apa-apa yang mampu mengembangkan potensi diri mereka dengan proses belajar, baik itu potensi jasmaniah maupun potensi rohaniah, potensi intelegensi maupun psikomotor. Proses belajar yang dilakukan manusia dilakukan sepanjang hayat mereka, meskipun belajar tersebut tidak dilakukan di dalam lembaga-lembaga tertentu, tetap saja manusia akan selalu belajar sepanjang hidup mereka lewat pengalaman-pengalaman yang mereka rasakan, peristiwa dan kejadian yang mereka saksikan dan juga cerita-cerita yang di turunkan dari waktu ke waktu.
Wawasan Alquran tentang Peserta Didik Nunzairina
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 1 (2021): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v6i1.144

Abstract

Alquran merupakan pedoman hidup bagi manusia dalam mengatur kehidupan dari berbagai aspek mulai dari aspek sosial, ekonomi, ibadah, pendidikan dan lain sebagainya. Banyak terdapat dalam Alquran tentang kisah-kisah dalam proses pembelajaran terhadap nabi terdahulu seperti kisah Nabi Musa bertemu dengan Nabi Khaidir, kisah Nabi Isa, kisah Nabi Yahya, kisah Nabi Ibrahim dan Luqmanul Hakim yang diabadikan dalam Alquran tentang mendidik anaknya menjadi anak yang selalu ingat kepada Allah SWT dan selalu mengingatkan jangan menyekutukan Allah SWT serta memerintahkan anaknya selalu berbuat kebaikan, menegakkan kebenaran serta menjadi peserta didik yang baik dan berakhlakul karimah. Peserta didik merupakan salah satu komponen penting dalam suatu proses pendidikan Islam. Peserta didik artinya orang yang ikut serta dalam proses pendidikan. Di dalam proses belajar mengajar peserta didik merupakan pihak yang memiliki tujuan, pihak yang memiliki cita- cita yang ingin dicapai secara optimal. Peserta didik akan menuntut dan melakukan sesuatu agar tujuan belajarnya dapat terpenuhi. Jadi dalam proses belajar mengajar peserta didiklah yang harus diperhatikan. Konsep peserta didik dalam perspektif Islam memiliki karakteristik tersendiri yang sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam itu sendiri. Karakteristik ini akan membedakan konsep peserta didik dalam pandangan pendidikan lainnya. Hal itu juga dapat ditelusuri melalui tugas dan persyaratan ideal yang harus dimiliki oleh seorang peserta didik yang dikehendaki oleh Islam. Tentu semua itu tidak terlepas dari landasan ajaran Islam itu sendiri, yaitu Alquran dan Hadis yang menginginkan perkembangan peserta didik tidak bertentangan dengan ajaran kedua landasan tersebut sesuai dengan pemahaman manusia.
Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Rumah Quran Aisyah Radhiallahu anha Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa Ramadhan 1442 H, 2021 M. Fakhrurrozi Fakhrurrozi
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 1 (2021): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v6i1.145

Abstract

Community service activities held at Rumah Quran Aisyah Radhiallahu anha call and invite the souls of daa'iyah who should be present in every Muslimah. The student of KKL STAI As-Sunnah named this service program with “wardah” (color the Ramadan with blessings) which is adapted to the nuances of the holy month Ramadan. This year, Rumah Quran held a program with the theme of "kurma" (achieve Ramadan with the Qur'an), which is an activity to memorize one juz of the Al-Qur’an on 25 days and it’s only devoted to women and children. This program is divided into two categories; offline and online. The purpose of this activity is to increase Muslimah’s enthusiasm in achieving the greatness of the Al-Qur'an in Ramadan, and also to be able to manage their time in this holy month. In addition to the Al-Qur'an memorization program activities, there is also a daurah "Tazkiyatun Nafs" on every Friday via WhatsApp group, Live Streaming on Facebook and Instagram. Supporting activities in this Ramadan program is "memorizing the hadith of al-Arba'in an-Nawawiyah" which is held by online and many conversations for children. For other additional online activities, the student of Kkl STAI As-Sunnah hold a daurah women's fiqh study on weekends via zoom. Students of STAI As-Sunnah participated to success this entire program by becoming the organizing committee. As the closing of all activities, there was a competition for hifdzil Qur'an, hifdzil hadith, and breaking the fast with the offline "kurma" participants.

Page 9 of 19 | Total Record : 184