cover
Contact Name
asyim As'ari
Contact Email
hasyim.asari22@gmail.com
Phone
+6285655904034
Journal Mail Official
j.biosense@gmail.com
Editorial Address
PROGRAM STUDI BIOLOGI, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI Jn. Ikan Tongkol No. 22 Kertosari Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biosense
ISSN : -     EISSN : 26226286     DOI : https://doi.org/10.36526/biosense.v6i01.2010
Jurnal Biosense menitikberatkan pada publikasi hasil penelitian biologi dan ilmu terapan bidang biologi. Artikel ilmiah dalam lingkup biologi yang meliputi: botani, zoologi, mikrobiologi, genetika, fisiologi, dan konservasi, sedangkan lingkup ilmu terapan biologi meliputi: Kesehatan/kedokteran, Pertanian, dan perikanan. Artikel yang dipublikasikan adalah artikel hasil penelitian, kajian ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan uraian tugas.
Articles 167 Documents
PENGARUH APLIKASI URIN SAPI SERTA JUMLAH RUAS TERHADAP PERTUMBUHAN STEK KOPI ROBUSTA (Coffea canepohora L.) Cinantya, Devina; Rosdiana, Eva; Setyoko, Ujang; Nugroho, Setyo Andi; Fadillah, Anggita Rizky; Agustin, Ayu
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 3 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i3.5509

Abstract

The cultivation of Coffea canephora (robusta coffee) in Indonesia has undergone substantial growth in recent years. Propagation of robusta coffee can be achieved through both vegetative and generative methods; however, vegetative propagation via stem cuttings is the most widely adopted technique among coffee farmers. The success of stem cutting propagation is influenced by various factors, including the number of nodes per cutting and the application of growth-stimulating substances such as cow urine. This study aimed to assess the effects of cow urine concentration and the number of stem nodes on the growth performance of robusta coffee cuttings. A factorial experiment was conducted using a Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors. The first factor was cow urine concentration at three levels: 30% (U1), 45% (U2), and 60% (U3). The second factor was the number of nodes per cutting: 3 nodes (R1), 4 nodes (R2), and 5 nodes (R3), with each treatment combination replicated three times. The results demonstrated that the combination of 30% cow urine and four-node cuttings significantly enhanced the percentage of successful establishment. Moreover, the 30% cow urine treatment significantly improved shoot emergence rate, shoot length, and stem diameter. In contrast, the 60% concentration only showed a significant effect on leaf length.
OPTIMASI KOMBINASI KAYU SECANG, JAHE, DAN STEVIA DALAM MENINGKATKAN KANDUNGAN TOTAL FENOL: OPTIMASI KOMBINASI KAYU SECANG, JAHE, DAN STEVIA DALAM MENINGKATKAN KANDUNGAN TOTAL FENOL Arum, Mentari Sekar; Bumi, Candra; Mualimin, Lulus; Mujayanah, Ani Rosa Putri Ayu
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 3 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i3.5540

Abstract

Tanaman herbal telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional karena kandungan senyawa bioaktifnya, terutama fenol yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Di antara tanaman tersebut, kayu secang (Caesalpinia sappan), jahe (Zingiber officinale), dan stevia (Stevia rebaudiana) dikenal memiliki potensi aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi kombinasi ketiga bahan tersebut guna meningkatkan kandungan total fenol dalam formulasi minuman herbal. Pendekatan eksperimen menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) dengan rancangan Central Composite Design (CCD). Proses ekstraksi dilakukan melalui metode infusa pada suhu terkendali, dan kandungan fenol dianalisis menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa kayu secang memberikan pengaruh kuadratik yang sangat signifikan (p < 0,0001) terhadap peningkatan kadar fenol, sedangkan jahe dan stevia tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan baik secara individu maupun interaksi. Model regresi yang dihasilkan signifikan (p = 0,0014) dan sesuai dengan data eksperimen. Grafik kontur menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi menengah antara kayu secang dan jahe menghasilkan kadar fenol tertinggi. Sementara itu, stevia lebih berperan sebagai pemanis alami tanpa kontribusi signifikan terhadap senyawa fenolik. Hasil ini menunjukkan bahwa pengoptimalan proporsi kayu secang dan jahe dapat secara signifikan meningkatkan potensi antioksidan minuman herbal, serta mendukung pengembangan produk fungsional berbasis bahan alami lokal.
ANALISIS BIBLIOMETRIK TANAMAN UMBI GADUNG (Dioscorea hispida) Rohim; Nabila Nur’arifah; Neng Sri Mulyani; Tri Cahyanto; Afriansyah Fadillah
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 3 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i3.5637

Abstract

Umbi gadung (Dioscorea hispida) merupakan salah satu sumber pangan lokal yang memiliki potensi tinggi sebagai alternatif dalam menghadapi tantangan ketahanan dan keberlanjutan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren dan sebaran penelitian terkait gadung melalui pendekatan bibliometrik dengan menggunakan database Scopus. Data dari tahun 1990-2020 dikumpulkan dan dianalisis menggunakan perangkat lunak OpenRefine dan VOS Viewer untuk memetakan hubungan antar topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fokus utama penelitian terbagi menjadi tiga klaster, yaitu: pengolahan umbi dan faktor anti-nutrisi, aplikasi dalam industri kosmetik, dan potensi sebagai bioherbisida dalam konteks keanekaragaman hayati lokal. Selain itu, analisis distribusi institusi menunjukkan dominasi institusi dari Asia Tenggara, terutama Malaysia dan Indonesia. Visualisasi kepadatan istilah juga menunjukkan topik-topik populer dan potensi penelitian yang belum banyak dieksplorasi. Studi ini memberikan dasar penting untuk pengembangan lebih lanjut dalam pemanfaatan Dioscorea hispida sebagai komoditas multifungsi yang berkelanjutan.
DAYA HAMBAT EKSTRAK BIJI MANGGA (Mangifera indica L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Salmonella typhi Arisandi, Desto; Lesmono, Inez Melani; Hidayat, Tsamrotul Fuadah; Octiria, Nessa; Muhajir, Nurlaili Farida
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 3 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i3.5714

Abstract

Resistensi obat dalam pengobatan penyakit infeksi seperti demam tifoid menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pada saat ini. Keterediaan bahan alam yang melimpah yang diketahui berpotensi sebagai antibakteri serta perkembangan teknologi berperan penting dalam penemuan berbagai jenis alternatif antibiotik yang dapat digunakan untuk mengatasi penanganan penyakit. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kemampuan ekstrak biji mangga untuk menghambat pertumbuhan Salmonella typhi. Jenis penelitian ini yaitu true experiment dengan rancangan posttest only control group design. Penelitian ini dilakukan di laboratorium STIKES Guna Bangsa Yogyakarta pada Juli-Oktober 2023. Metode difusi digunakan untuk menguji aktivitas antibakteri berbagai konsentrasi ekstral biji mangga (20%,40%, 60%, 80%, dan 100%). Kloramfenikol digunakan sebagai kontrol positif terhadap zona hambat Salmonella typhi. Zona hambat pertumbuhan Salmonella typhi pada media Muller Hinton pada konsentrasi 40% (6 mm), 60% (6 mm), 80% (7 mm), dan 100% (8 mm) dengan kekuatan daya hambat pada kategori sedang. Pengujian kontrol positif menggunakan klorampenikol 30 μg menunjukkan adanya zona hambat sebesar 14 mm dengan kekuatan daya hambat pada kategori kuat, sedangkan kontrol negatif menggunakan akuades tidak terdapat adanya zona hambat pertumbuhan bakteri.
INOVASI BIOPLASTIK BAHAN DASAR BATANG PISANG KEPOK RAMAH LINGKUNGAN Habibi, Mohammad Wildan
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioplastik merupakan plastik yang dapat diperbaharui karena senyawa-senyawa penyusunnya berasal dari tanaman seperti pati, selulosa, dan lignin serta hewan seperti kasein, protein dan lipid. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi batang pisang kepok sebagai bioplastik. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen laboratoris. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bioplastik yang dihasilkan dari bahan serbuk batang pisang kepok dengan variasi volume gliserol mampu terdegradasi dalam kurun waktu 6 – 12 hari sehingga dapat dikatakan produk bioplastik ini ramah pada lingkungan serta mengurangi resiko pencemaran lingkungan.
PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN KAKAP (Lates calcarifer) dengan UKURAN PAKAN yang BERBEDA di PT. SURI TANI PEMUKA (STP) UNIT MARINE FISH POND SOBO, BANYUWANGI Febrian, Navila Eka
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 4 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i4.5263

Abstract

This study aims to examine the effect of feed size on the growth of barramundi (Lates calcarifer) cultivated at PT Suri Tani Pemuka, Banyuwangi. The experiment utilized two feed sizes, small (7 mm) and large (20 mm), administered twice daily. The results showed that small-sized feed led to a higher average weight gain of 3.90 grams compared to large-sized feed, which only achieved 3.43 grams. Small feed, with a higher protein content (50-52%), is easier to digest, promoting better nutrient absorption efficiency and optimal fish growth. This study highlights the importance of selecting the appropriate feed size to enhance the efficiency of barramundi cultivation. Further research is recommended to explore various feed sizes and types as well as to evaluate the impact of water quality on fish growth.
KEANEKARAGAMAN DAN DOMINANSI PLANKTON DI TAMBAK IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) PT. SURI TANI PEMUKA (STP) SOBO, BANYUWANGI Nuriyah, Sinta
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 4 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i4.5265

Abstract

This study aims to identify the diversity and dominance of plankton in white snapper (Lates calcarifer) ponds at PT. Suri Tani Pemuka, Banyuwangi, and to analyze the effect of water quality on the presence of plankton. The study was conducted from 13 to 26 December 2024, with sampling in two pond plots, namely Plot 26 A and Plot 28 B. The results showed that in Plot 26 A there was a high dominance of Chlorella species in phytoplankton and Brachionus in zooplankton, which indicated less than optimal water quality and reduced diversity. In contrast, Plot 28 B showed better water quality, with more balanced plankton diversity and dominance of Euplotes in zooplankton. These findings confirm that the presence of diverse plankton is an indicator of good water quality, which supports ecosystem stability and aquatic productivity. This study is expected to provide insight into fish pond management and aquatic resource conservation.
ANALISIS KONTAMINASI COLIFORM PADA AIR LIMBAH DOMESTIK Imamah, Nur
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 4 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i4.5266

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia hal tersebut dikarenakan manusia sangat bergantung pada air baik untuk minum maupun dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Sekitar tiga per empat bagian dari tubuh manusia terdiri dari air dan tidak seorang pun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Selain itu, air juga dipergunakan untuk memasak, mencuci, mandi, dan keperluan sehari-hari lainnya. Sangat penting bagi kita untuk menjaga sumber air dari pencemaran. Salah satu bentuk pencemaran yang sering ditemukan adalah kontaminasi air limbah domestik. Air limbah domestik dapat menjadi sumber pencemaran mikrobiologis yang berdampak pada kesehatan masyarakat apabila tidak diolah dengan baik. Sampel air limbah diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah Banyuwangi dengan prosedur inokulasi pada media Lactose Broth (LB) dan Brilliant Green Lactose Broth (BGLB), diikuti inkubasi dan pembacaan hasil berdasarkan pembentukan gas dan kekeruhan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi total bakteri Coliform dalam sampel mencapai 1.100 APM/100 ml, masih berada di bawah ambang batas baku mutu sebesar 3.000 APM/100 ml sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016. Dengan demikian, air limbah domestik yang diuji dinyatakan memenuhi standar yang berlaku. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemantauan berkala terhadap air limbah domestik untuk mencegah pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan masyarakat.
HUBUNGAN KUALITAS AIR TERHADAP EKTOPARASIT PADA IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) DI TAMBAK SOBO Munir, Muh. Syahrul
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 4 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i4.5273

Abstract

Barramundi (Lates calcarifer) is one of the leading marine aquaculture commodities in Indonesia. One of the main challenges in farming white snapper is fish mortality caused by ectoparasite infestations. Ectoparasite infestations are closely linked to environmental factors within aquaculture systems. This study aims to identify the types of ectoparasites found in white snapper (Lates calcarifer) ponds, to assess the water quality conditions at PT. Suri Tani Pemuka, Sobo Unit, and to analyze the correlation between water quality parameters and the prevalence of identified ectoparasites. The sampling method used was simple random sampling across six pond units. Data collection was conducted through direct observation and field surveys. The results revealed the presence of two ectoparasites: Dactylogyrus sp. and Cryptocaryon irritans. Water quality conditions in the white snapper ponds at PT. Suri Tani Pemuka, Sobo Unit, showed that parameters such as temperature, dissolved oxygen, pH, and salinity were within the optimal range for white snapper aquaculture. However, nitrite and ammonia levels exceeded the optimal standards. The correlation analysis between water quality parameters and the prevalence of Dactylogyrus sp. indicated no significant relationship for temperature, dissolved oxygen, salinity, pH, nitrite, or ammonia. In contrast, the correlation between water quality parameters and the prevalence of Cryptocaryon irritans showed that temperature, dissolved oxygen, nitrite, and ammonia had no significant correlation, whereas pH and salinity exhibited a significant correlation with the prevalence of Cryptocaryon irritans.
ANALISIS KELIMPAHAN BIVALVIA DI KAWASAN BLOK JATI PAPAK TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PEREKONOMIAN LOKAL Kurniawan, Ridho
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 4 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i4.5274

Abstract

Alas Purwo National Park in Banyuwangi Regency possesses extensive mangrove forests, including Pangpang Bay Kucur Resort in the Jati Papak Block. This mangrove ecosystem serves as habitat for various marine organisms, including Bivalvia. This research was conducted from November to December 2024, aiming to analyze abundance, identify Bivalvia species, and assess their contribution to the local community's economy, particularly shellfish collectors. The research employed purposive sampling through transects and plotting. Sampling locations were divided into three stations: Mangrove Trail, Ngaseman, and Curah Wuluh, with each station containing four transects, and each transect having 5 plots of 2 × 2 m in size, with 5-meter distances between transects and plots. Measured abiotic parameters included temperature, salinity, and pH. The research found 11 species from 8 families, with Isognomon ephippium and Brachidontes exustus being the dominant species with very high abundance. The species diversity index was classified as low, with the highest value at station 3 (0.724) and the lowest at station 1 (0.716). Socio-economically, Bivalvia contributes as a food source and seasonal income for surrounding communities, especially during low tide. This research emphasizes the importance of sustainable management to maintain the stability of mangrove ecosystems as habitat for marine organisms, particularly Bivalvia, and to improve the welfare of local communities.