cover
Contact Name
asyim As'ari
Contact Email
hasyim.asari22@gmail.com
Phone
+6285655904034
Journal Mail Official
j.biosense@gmail.com
Editorial Address
PROGRAM STUDI BIOLOGI, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI Jn. Ikan Tongkol No. 22 Kertosari Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biosense
ISSN : -     EISSN : 26226286     DOI : https://doi.org/10.36526/biosense.v6i01.2010
Jurnal Biosense menitikberatkan pada publikasi hasil penelitian biologi dan ilmu terapan bidang biologi. Artikel ilmiah dalam lingkup biologi yang meliputi: botani, zoologi, mikrobiologi, genetika, fisiologi, dan konservasi, sedangkan lingkup ilmu terapan biologi meliputi: Kesehatan/kedokteran, Pertanian, dan perikanan. Artikel yang dipublikasikan adalah artikel hasil penelitian, kajian ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan uraian tugas.
Articles 167 Documents
PENGARUH PENGENCERAN AIR KELAPA MUDA DAN MADU KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP MOTILITAS DAN MORFOLOGI SPERMATOZOA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Alsya Az Zahra; Febi Permata Jingga; Nurul Fathya; Yusni Atifah
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i1.4994

Abstract

Preservasi spermatozoa merupakan langkah penting dalam teknologi reproduksi ikan untuk mendukung program budi daya dan pelestarian spesies. Air kelapa muda memiliki komposisi elektrolit dan mineral yang mirip dengan cairan fisiologis, sehingga menjadi solusi pengencer alami yang potensial untuk pengawetan spermatozoa. Glukosa dalam madu berfungsi sebagai sumber energi untuk mempertahankan motilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengenceran dengan air kelapa muda dan konsentrasi madu yang berbeda terhadap motilitas dan morfologi spermatozoa ikan nila. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Jenis pengencer yang digunakan terdiri dari air kelapa muda dan madu dengan berbagai konsentrasi, yaitu 0%, 3%, 6%, dan 9%. Data yang diperoleh mencakup motilitas (%) dan morfologi kemudian dianalisis secara statistik dengan One-way ANOVA dan morfologi spermatozoa ikan nila. Nilai kepercayaan data adalah 95% dengan nilai P-value <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengenceran air kelapa muda dan madu dengan dosis 3% berpengaruh terhadap motilitas spermatozoa ikan nila selama 7 hari penyimpanan. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk pengawetan spermatozoa.
LITERATUR REVIEW: SENYAWA AKTIF TUMBUHAN YANG EFEKTIF SEBAGAI PESTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT TANAMAN Nadia; Chatri, Moralita; Advinda, Linda; Putri, Dwi Hilda
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i1.5028

Abstract

Abstrak Perlunya pengendalian penyakit tanaman yang ramah lingkungan mendorong dikembangkannya fitopestisida berbahan aktif senyawa tanaman. Senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan minyak atsiri terbukti efektif mengendalikan patogen tanaman sekaligus mengurangi efek negatif pestisida kimia. Senyawa tersebut berasal dari bagian tumbuhan seperti akar, batang, daun, bunga dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis artikel terkait efektivitas senyawa aktif pada tanaman sebagai pestisida nabati. Perancangan menggunakan literatur review yang dikumpulkan melalui mesin pencari seperti PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Kriteria artikel yang digunakan adalah artikel terbitan tahun 2019 hingga 2024 yang membahas tentang penggunaan pestisida tanaman untuk mengendalikan penyakit tanaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa senyawa aktif pada tanaman dapat menghambat pertumbuhan patogen dengan berbagai cara, misalnya dengan merusak membran sel patogen, mengganggu metabolisme, dan menghentikan beberapa enzim. Oleh karena itu, pestisida nabati dapat digunakan untuk pertanian organik dan kelestarian lingkungan.
ASOSIASI BIVALVIA PADA VEGETASI MANGROVE DI MANGROVE CENTER BENGKAK (MCB) KECAMATAN WONGSOREJO KABUPATEN BANYUWANGI: ASOSIASI BIVALVIA PADA VEGETASI MANGROVE DI MANGROVE CENTER BENGKAK (MCB) KECAMATAN WONGSOREJO KABUPATEN BANYUWANGI Faizi, Ahmad Nur; Ardiyansyah, Fuad; As'ari, Hasyim
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 2 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i2.5030

Abstract

Bivalvia merupakan kelas dari filum Moluska, yang umumnya terdiri dari kelompok kerang-kerangan. Bivalvia memiliki habitat alami dengan karakteristik tanah berlumpur. Secara ekologi bivalvia dapat digunakan sebagai bioindikator perairan dan organisme filter feeding, secara ekonomi bivalvia dapat digunakan sebagai salah satu sumber protein, bahan pakan ternak, bahan industri, perhiasan, bahan pupuk, dan bahan obat-obatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepadatan populasi serta asosiasi bivalvia pada vegetasi Mangrove Center Bengkak (MCB), Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan analisis data indeks keanekaragaman, indeks kepadatan, indeks dominansi, indeks kemerataan dan korelasi. Hasil dari analisis indeks keanekaragaman 1,60 dengan jumlah tersebut kategori keanekaragaman tergolong rendah, indeks kepadatan yang ditemukan sebesar 0,28 yang termasuk kategori kepadatan rendah, indeks dominansi didapatkan sebesar 0,23 masuk ketegori dominansi rendah, indeks kemerataan sebesar 2,87 dapat dikategorikan dalam kemerataan tinggi. Penelitian ini juga mengukur faktor abiotik yang termasuk pH air, suhu air, salinitas air, oksigen terlarut, kecerahan air dan kecepatan arus.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK SISIK IKAN LEMURU (Sardinella lemuru) DI TEMPAT PENDARATAN IKAN MUNCAR DAN PULAU SANTEN BANYUWANGI Soleha, Fiah Maratuh; As'ari, Hasyim; Ardiyansyah, Fuad
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 3 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i3.5031

Abstract

Ikan lemuru (Sardinella lemuru) adalah salah satu jenis ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak digunakan oleh masyarakat. Ikan ini sangat kaya akan nutrisi, menyediakan banyak protein, asam amino, serta asam lemak omega-3 dan omega-6. Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) merupakan ikan pelagis yang dapat ditemukan di perairan pantai yang dangkal dan kadang-kadang di perairan laut yang lebih dalam, dengan kadar garam yang cukup tinggi. Ciri-ciri makro dan mikro dari sisik ikan memiliki peran penting dalam proses klasifikasi dan identifikasi spesies. Selain itu, karakteristik sisik ikan (Sardinella lemuru) juga dapat membantu dalam menentukan jenis kelamin dan rekam jejak pertumbuhannya, serta memperkirakan usia ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sisik ikan lemuru (Sardinella lemuru) dari lokasi pendaratan ikan Muncar dan Pulau Santen Banyuwangi, serta untuk mengamati perbedaan karakteristik sisik dari ikan lemuru (Sardinella lemuru) yang berasal dari Pendaratan Ikan Muncar dan Pulau Santen Banyuwangi. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif yang melibatkan pengamatan sampel ikan lemuru (Sardinella lemuru) dalam dua tahap, yaitu tahap makro dan mikro, serta mencakup bagian dorsal, ventral, dan caudal ikan tersebut. Analisis dilakukan terhadap sisik ikan menggunakan mikroskop dan menggunakan uji-t berpasangan dengan software (SPSS). Hasil analisis data menunjukkan bahwa kadar nutrisi di perairan Selat Bali Muncar lebih baik dibandingkan dengan kadar nutrisi di perairan Selat Bali Pulau Santen. Dengan menggunakan sisik ikan lemuru (Sardinella lemuru) dari kedua lokasi penelitian, para peneliti menemukan circuli, radii , dan focus, terutama pada sisik bagian punggung dan ekor.
EKSISTENSI MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN KAWASAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) TELUK SIRIH : Makrozoobentos Merina, Gusna; Junialdi, Rezi; Sari, Mistia; Mursyid, Ahmad; Alponsin; Aryzegovina, Reffi
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 2 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i2.5092

Abstract

Operasional dari PLTU ini akan memberikan dampak terhadap kualitas air disekitarnya. Salah satunya gangguan biota air. Dengan adanya pembongkaran batu bara di laut sebagai bahan bakar dan juga adanya pembuangan air bahang ke laut, kegiatan ini tentunya berdampak terhadap makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kualitas air berdasarkan eksistensi komunitas makrozoobentos dan menganalisa factor fisika kimia air. Penelitian ini menggunakan metode survey dan pengkoleksian langsung. Lokasi pengambilan sampel terdiri dari 2 titik sampel yaitu di inlet dan outlet PLTU Teluk Sirih dengan 3 kali ulangan pada masing-masing stasiun. Hasil penelitian ditemukan makrozoobentos sebanyak 16 jenis terdiri dari jenis Bivalvia, 7 jenis Gastropoda, 2 jenis Malacostraca, dan 6 jenis masuk dari kelas Polychaeta. Kepadatan populasi bentos pada outlet adalah 429 ind/m2 sedangkan kepadatan pada inlet adalah 528 ind/m2. Indeks keanekaragaman pada titik outlet yaitu 2,815 dan inlet adalah 2,727. Berdasarkan indeks keanekaragaman makrozoobentos, maka kondisi perairan Teluk Sirih dalam kondisi baik dan stabil. Berdasrkan indeks kemerataan menunjukan makrozoobentos tersebar merata dengan nilai mendekati 1, dan indeks dominansi mendekati nol, artinya tidak ada makrozoobentos yang mendominasi. Kualitas air seperti kecerahan dan Total suspense Solid (TSS) menunjukan kualitas air bersih dan jernih, suhu didapatkan 24,6 dan 24,7oC, pH berkisar dari 7,76-8,18, Salinitas 19,2 ‰ dan Total Organik Karbon (TOK) 62,5-62,6 mg/L.
PENGARUH PEMBERIAN BIOSAKA DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) Hafizah, Ummi; Selvia, Irda Nila; Idris, M.
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 2 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i2.5101

Abstract

Vitamin A, yang ditemukan dalam konsentrasi sangat tinggi pada pakcoy, membantu menjaga kesehatan kornea. Karena penggemarnya yang setia dan risiko kehilangannya yang kecil, vitamin A mungkin sangat bermanfaat bagi pakcoy. Rendahnya kesuburan tanah yang dikarenakan pupuk anorganik yang berlebihan merupakan faktor yang membuat rendahnya produksi pakcoy di Indonesia. Oleh karena itu, penggunaan biosaka dan pupuk organik diharapkan bisa memperbaiki struktur tanah serta penyerapan hara oleh tanaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perlakuan biosaca dan pupuk organik terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) serta kombinasi biosaca dan pupuk organik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni dan Agustus 2024 di Jalan Sunda, Desa Bakaran Batu No. 007, Dusun III, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua komponen dan tiga kali ulangan. Dengan tiga taraf pemberian 1 ml/liter air (B1), 2 ml/liter air (B2), dan 3 ml/liter air (B3), biosaca sebagai faktor pertama. Pupuk organik sebanyak 25 ton/ha (P1), 35 ton/ha (P2), dan 45 ton/ha (P3) sebagai komponen kedua. Analisis varians dan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) α = 5% digunakan untuk menguji data yang terkumpul. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah daun tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) meningkat secara signifikan ketika biosaca diberikan; perlakuan optimal adalah 2 mililiter per liter air (B2). Jumlah daun pada tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) meningkat secara signifikan ketika pupuk organik diberikan; perlakuan optimal adalah 45 ton/ha (P3). Laju pertumbuhan relatif tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) dipengaruhi secara signifikan oleh pemberian biosaka dan pupuk organik; perlakuan optimal adalah 2 mililiter per liter air dan 25 ton per hektar (B2P1).
ANALISIS KERAPATAN VEGETASI HUTAN DI GUNUNG PADANG UNTUK MEMAHAMI EKOSISTEM Nurlita, Dwi; Irma Leilani Eka Putri; Moralita Chatri
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 2 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i2.5124

Abstract

Kerapatan adalah jumlah dari individu setiap spesies yang ditemukan dalam petak contoh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tumbuhan serta kerapatan vegetasi yang ada digunung padang, Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung dengan menggunakan analisis vegetasi di lapangan yaitu pendekatan transek kuadrat plot bertingkat. Plot bertingkat (Nested Quadrat) ditempatkan secara acak sebanyak 10 plot menyesuaikan dengan kondisi lokasi pengambilan data. Hasil menunjukkan bahwa plot 2 × 2 m didominasi oleh Poaceae, dengan Ehrharta erecta sebagai spesies terbanyak. Plot 5 × 5 m didominasi oleh Acanthaceae dan Arecaceae, dengan Megaskepasma erythrochlamys, Myristica fragrans, dan Piper aduncum memiliki kerapatan tertinggi (0,8000). Sementara itu, plot 10 × 10 m didominasi oleh Malvaceae, dengan Hibiscus tiliaceus sebagai spesies utama. Temuan ini dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan tata guna lahan, dengan area berkerapatan tinggi lebih sesuai untuk pertanian dan area berkerapatan rendah lebih cocok untuk pemukiman atau industri.
Uji In Silico Peptida Bioaktif dari Protein Miosin Ikan Nila (Oreochromis niloticus) sebagai Antibiofilm Terhadap Staphylococcus aureus Prasetyo, Angga; Rasmiyana
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 2 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i2.5132

Abstract

Salah satu produk turunan dari ikan nila yaitu peptida bioaktif dari protein miosin. Peptida bioaktif dapat berperan aktif di bidang kesehatan yaitu sebagai antibiofilm terhadap Staphylococcus aureus, bakteri penyebab infeksi pada manusia. Metode yang digunakan mencakup pemotongan protein menggunakan enzim pepsin dan tripsin, prediksi kelarutan, toksisitas, serta aktivitas antibiofilm menggunakan berbagai web server. Hasil penapisan menunjukkan 10 peptida yang memenuhi kriteria kelarutan yang baik dalam air, non-toksik, dan memiliki aktivitas antibiofilm. Analisis docking molekuler menggunakan AutoDock Vina menunjukkan bahwa 9 peptida memiliki nilai binding affinity (∆G) lebih negatif dibandingkan dengan cefotaxime sebagai ligan referensi, dengan nilai ∆G terendah mencapai -12,0 kcal/mol. Penelitian ini menunjukkan bahwa peptida bioaktif dari protein miosin ikan nila memiliki potensi sebagai antibiofilm terhadap S. aureus, yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam aplikasi teknologi hijau dan formulasi bio-sanitizing. Uji lanjutan secara in vitro perlu dilakukan untuk mengonfirmasi potensi antibiofilm dari peptida yang dihasilkan.
ANALISIS VARIASI GENETIK PADA KERANG Anadara MENGGUNAKAN MARKER RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) Siregar, Elsa Manora; Idami, Zahratul; Dur , Sajaratud
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 2 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i2.5136

Abstract

Di Indonesia, kerang Anadara dikenal dengan nama umum kerang bulu dan kerang darah. Informasi mengenai variasi genetik spesies ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sidik jari DNA kerang Anadara guna mengidentifikasi polimorfisme dan variasi genetik antar individu dan antarpopulasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis keragaman genetik pada populasi kerang Anadara menggunakan aplikasi teknik sidik jadi DNA, jenis primer yang efektif untuk mengidentifikasi pola polimorfisme, dan menentukan kekerabatan yang terbentuk dari teknik sidik jari DNA menggunakan marker Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) menggunakan enam primer yaitu, OPD 20, OPC 02, OPA 2, OPA 13, UBC 101 dan UBC 456. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik RAPD berhasil mengidentifikasi variasi genetik yang signifikan antar individu kerang Anadara. Total 27 pita DNA teramati dengan ukuran berkisar antara 200-3000 pasang basa. Tingkat polimorfisme mencapai 100% dengan rata-rata 5-8 pita polimorfik perprimer. Terdapat satu primer monomorfik dan satu primer tidak ter amplifikasi. Tingkat kemiripan genetik antar individu bervariasi dari 0,68 hingga 1.00, mengindikasikan keragaman genetik yang substantial. Dendogram hasil analisis menunjukkan pengelompokan yang jelas berdasarkan hasil yang di dapatkan dalam PCR-RAPD. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode RAPD efektif dalam mengungkap variasi genetik kerang Anadara. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam memahami struktur genetik spesies.
ANALISIS POLIMORFIK GENETIK DNA IKAN MAS KOKI GENUS Carrasius MENGGUNAKAN METODE RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) Fadhilah, Nurul; Idami, Zahratul; Dur, Sajaratud
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 2 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i2.5137

Abstract

Ikan mas koki (Carrasius auratus) adalah ikan memiliki ciri khas yang tersendiri. Keunikan dan keragamannya dapat diukur dari warna yang cemerlang, bentuk dan kelengkapan fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui primer yang efektif, polimorfik genetik DNA dan kekerabatan pada Carrasius auratus yang terdapat di pembudidayaan ikan hias, Binjai Utara dengan menggunakan metode RAPD dengar enam primer yaitu OPA 13, UBC 101, UBC 456, OPD 20, OPA 02 dan OPC 02. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini diantaranya isolasi DNA menggunakan Kit Favorgen, amplifikasi PCR, dan elektroforesis. Hasil penelitian menunjukkan primer yang teramplifikasi dan menghasilkan pita polimorfik adalah primer OPA 13, OPA 02 dan OPD 20. Jumlah pola pita dari hasil amplifikasi primer tersebut sebanyak 32 pita dengan panjang basa yang berkisar antara 100 bp – 1500 bp. Pita yang muncul kemudian diterjemahkan kedalam data biner dan dianalisis dengan program NTSYS versi 2.02. Menunjukkan bahwa kekerabatan terdekat adalah pada ikan mas koki jenis Ryukin dan Oranda dengan memiliki koefisien 0,74 atau sebesar 74%, sedangkan kekerabatan jauh pada Ikan Mas Koki Rachu dan Teleskop dengan koefisien sebesar 0,75 atau sebesar 75%. Dari data hasil panjang pita 900 bp, 600 bp, 400 bp, 300 bp 200 bp dan 100 bp dari komponen pertama memiliki peran penting dalam pengelompokkan Carrasius auratus dalam dendogram.