cover
Contact Name
asyim As'ari
Contact Email
hasyim.asari22@gmail.com
Phone
+6285655904034
Journal Mail Official
j.biosense@gmail.com
Editorial Address
PROGRAM STUDI BIOLOGI, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI Jn. Ikan Tongkol No. 22 Kertosari Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biosense
ISSN : -     EISSN : 26226286     DOI : https://doi.org/10.36526/biosense.v6i01.2010
Jurnal Biosense menitikberatkan pada publikasi hasil penelitian biologi dan ilmu terapan bidang biologi. Artikel ilmiah dalam lingkup biologi yang meliputi: botani, zoologi, mikrobiologi, genetika, fisiologi, dan konservasi, sedangkan lingkup ilmu terapan biologi meliputi: Kesehatan/kedokteran, Pertanian, dan perikanan. Artikel yang dipublikasikan adalah artikel hasil penelitian, kajian ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan uraian tugas.
Articles 167 Documents
ESTIMASI SERAPAN KARBON DAN NILAI JASA LINGKUNGAN PADA HUTAN MANGROVE BLOK JATI PAPAK TAMAN NASIONAL ALAS PURWO Firmansyah, Moh.
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 4 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i4.5288

Abstract

Global warming is a critical issue currently faced worldwide, primarily driven by the increase in greenhouse gas emissions resulting from the combustion of fossil fuels due to human activities. Mangrove ecosystems play a vital role in mitigating climate change by absorbing carbon dioxide. Alas Purwo National Park is one of the habitats with a promising ecosystem for carbon sequestration. This study aims to examine the carbon sequestration potential and the environmental service value of mangrove trees in Alas Purwo National Park. A non-destructive, non-harvesting method was employed, with data collected using the quadrant transect method that spanned from the back zone to the front zone of the mangrove area. Five plots measuring 20 x 20 meters were established at each sampling station. Carbon analysis was conducted using an allometric equation approach to estimate the aboveground biomass (AGB). The results showed that the total mangrove carbon stock in Alas Purwo National Park, specifically aboveground carbon, amounted to 4.604,373 tons per hectare. The total value of the environmental services provided was estimated at IDR 1,128,232.11. Sonneratia alba contributed the highest carbon stock, reaching 367.806 per individual, while Ceriops tagal contributed the lowest, at only 6.172. Based on these findings, there is a need for continued conservation efforts of the mangrove ecosystem, enhancement of carbon sequestration potential, and strengthened climate change mitigation strategies.
PENGARUH SALINITAS AIR TAWAR DAN AIR LAUT TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA MENCIT (Mus musculus L.) Rahmi, Angelika; Mauliza, Rani; Farma, Siska Alicia
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 4 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i4.5669

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan pengaruh salinitas air tawar dan air laut terhadap kadar hemoglobin pada mencit (Mus musculus L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dimana menggunakan 15 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu: kelompok kontrol (K), kelompok P1 dengan perlakuan berenang di air tawar dan kelompok P2 dengan perlakuan berenang di air laut. Pengamatan dari kadar hemoglobin menggunakan metode sahli. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil dimana rerata kadar hemoglobin mencit yang diberi perlakuan berenang di air tawar yaitu: 5,62 g/dL dan pada air laut yaitu: 5,76 g/dL sedangkan untuk perlakuan kontrol yaitu: 8,625 g/dL. Dari penelitian ini dapat disimpulkan salinitas air dapat mempengaruhi hemoglobin pada mencit (Mus musculus L.) yang mana dapat menurunkan kadar hemoglobin mencit (Mus musculus L.) Kata kunci: Mus musculus L.; hemoglobin,; darah; salinitas Abstract This study aims to determine and prove the effect of fresh water and seawater salinity on hemoglobin levels in mice (Mus musculus L.). The method used in this study was an experimental method with a completely randomized design (CRD) which used 15 male mice which were divided into 3 groups, namely: the control group (K), group P1 with the treatment of swimming in fresh water and group P2 with the treatment of swimming. in seawater. Observation of hemoglobin levels using the Sahli method. Based on the results of the study, it was found that the average hemoglobin level of mice treated with swimming in fresh water was: 5.62 g/dL and in seawater, namely: 5.76 g/dL while for the control treatment, namely: 8.625 g/dL. From this study it can be concluded that water salinity can affect hemoglobin in mice (Mus musculus L.) which can reduce hemoglobin levels in mice (Mus musculus L.) Keywords: Mus musculus L; hemoglobin; blood; salinity
OPTIMASI SUHU ANNEALING MARKA MOLEKULER SIMPLE SEQUENCE REPEAT (SSR) UNTUK STUDI KERAGAMAN GENETIK Aglaonema pictum (Roxb.) Kunth Maharani, Fira Shabrina Bintang; Hariri, Muhammad Rifqi; Turhadi, Turhadi
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 4 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i4.5695

Abstract

Aglaonema pictum (Roxb.) Kunth merupakan tanaman hias populer di dunia karena memiliki variasi corak warna daun. Studi tentang keragaman genetik A. pictum masih jarang dilakukan, sehingga upaya ini perlu dilakukan. Salah satu penanda molekuler yang dapat digunakan untuk mengetahui keragaman genetik yaitu Simple Sequence Repeats (SSR). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi optimum pada primer SSR untuk studi keragaman genetik A. pictum. Metode yang digunakan adalah pengumpulan sampel, ekstraksi DNA menggunakan cetyltrimethylammonium bromide (CTAB), amplifikasi DNA menggunakan primer SSR (OSR13, RM10, RM6470, OSR14, MRG2172_RT2172, MRG2153_RGP2153, RM249, RM100, MRG2881_RT2881, dan RM7240) dengan menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) pada kisaran suhu 52-54℃, 55-59℃, 47.2-50.9℃, dan 47.6-50.4℃, elektroforesis dan dokumentasi gel agarosa, serta analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua dari sembilan primer SSR (RM249 dan RM7240) dapat diamplifikasi dengan baik pada suhu 49,3 ˚C dan 52,6 ˚C. Kedua suhu tersebut mengindikasikan suhu optimum yang dapat mengamplifikasi DNA sampel A. pictum. Sementara itu, primer OSR13, RM10, RM6470, OSR14, MRG2172_RT2172, MRG2153_RGP2153, RM100, MRG2881_RT2881 tidak berhasil teramplifikasi dengan baik dan spesifik pada rentang suhu annealing yang digunakan dalam penelitian ini.
ANKILOSTOMIASIS PENYAKIT TROPIS TERABAIKAN: TINJAUANLITERATUR TENTANG EPIDEMIOLOGI, MANIFESTASI KLINIS,DIAGNOSIS, DAN STRATEGI PENGENDALIAN Irawati, Nur Bebi Ulfah; Hermawati, Luluk; Hilizza Awalina Zulfa; Prameswari , Yuda Nabella; Damayanti , Putri; Furqoni , Abdul Hadi
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 4 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i4.5721

Abstract

Ankilostomiasis merupakan penyakit parasitik yang disebabkan oleh cacing Ancylostoma duodenal dan Necator americanus, dan tergolong sebagai salah satu penyakit tropis terabaikan (Neglected Tropical Diseases, NTDs). Penyakit ini endemik di wilayah tropis dan subtropis, terutama di daerah dengan sanitasi lingkungan buruk dan kebiasaan tidak menggunakan alas kaki. Meskipun dapat ditangani dengan obat anthelmintik seperti albendazol dan mebendazol, reinfeksi sering terjadi karena akar masalah lingkungan dan sosial belum terselesaikan. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara komprehensif literatur ilmiah terkini mengenai agen penyebab, siklus hidup, epidemiologi, manifestasi klinis,diagnosis, serta strategi pencegahan dan pengendalian ankilostomiasis. Penelitian ini merupakan systematic literature review yang mengidentifikasi dan menganalisis literatur tahun 2014–2025 mengenai ankilostomiasis pada manusia, meliputi agen penyebab, siklushidup, prevalensi, manifestasi klinis, metode diagnosis, serta strategi pencegahan dan pengendalian, dengan seleksi artikel dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA. Ankilostomiasis berkontribusi signifikan terhadap beban penyakit kronis melalui dampak seperti anemia defisiensi besi, gangguan tumbuh kembang anak, dan penurunan kapasitas produktif masyarakat. Diagnosis dini masih menjadi tantangan karena gejala yang tidak spesifik, sementara upaya pengendalian memerlukan intervensi lintas sektor, termasuk edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, perbaikan sanitasi, serta program deworming massal. Pengendalian ankilostomiasis tidak dapat mengandalkan terapi farmakologis semata, tetapi harus disertai dengan pendekatan lingkungan dan sosial yang menyeluruh. Strategi terpadu sangat diperlukan untuk menurunkan prevalensi dan memutus siklus penularan, terutama diwilayah endemis.
STUDI KERAGAMAN INVERTEBRATA LAUT DI PANTAI PASIR PUTIH PANGANDARAN DAN PEMANFAATAN OLEH MASYARAKAT Tri Al Rizqi, Idnur; Ajwa Saputra, Inarotul; Zahra Andiningtiyas, Aurell; Nur Fitriany, Syalma; Arestiana, Rima; Fadilah Noor, Meiry
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 4 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i4.5726

Abstract

Pantai Pasir Putih Pangandaran merupakan salah satu wilayah pesisir Indonesia yang memiliki potensi keanekaragaman hayati tinggi, khususnya invertebrata laut. Namun, kajian ilmiah terkait keanekaragaman dan pemanfaatannya oleh masyarakat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis invertebrata laut serta menganalisis bentuk pemanfaatannya oleh masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui eksplorasi pesisir dan wawancara. Hasil menunjukkan adanya empat filum utama, yaitu Echinodermata, Mollusca, Cnidaria, dan Arthropoda, yang dimanfaatkan sebagai sumber pangan, kerajinan, obat tradisional, dan bioindikator. Temuan ini mencerminkan keterkaitan antara kekayaan biodiversitas laut dan praktik pemanfaatan berbasis pengetahuan lokal yang berpotensi mendukung konservasi berkelanjutan. Pasir Putih Beach in Pangandaran is one of Indonesia's coastal areas with high marine biodiversity, particularly marine invertebrates. However, scientific studies on species diversity and local utilization remain limited. This study aims to identify marine invertebrate species and analyze their use by local communities. A qualitative approach was applied through coastal exploration and interviews. The results revealed four main phyla: Echinodermata, Mollusca, Cnidaria, and Arthropoda, which are utilized as food, handicrafts, traditional medicine, and natural bioindicators. These findings highlight the strong connection between marine biodiversity and local ecological knowledge that supports sustainable conservation practices.
DENSITAS SPIKULA ANGGOTA HOLOTHUROIDEA SEBAGAI AGEN BIOASESMEN PENCEMARAN MERKURI DI LAMPON KABUPATEN BANYUWANGI Susintowati; Baiturohman , Moh.; Nugrahani , Magdalena Putri
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 4 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i4.5964

Abstract

Exploration of the effects of mercury pollution in the Lampon estuary is still necessary, after there were indications of impacts on several bioindicator species. This study used spicule density of members of the order Holothuroidea as a bioassessment agent for the pollutant. Data collection on Holothuroidea populations was carried out using a quantitative descriptive method, using transects and 4 m2 quadrat plots. The species diversity index was analyzed using the Shannon-Weinner index. The main data collection locations were at the Lampon estuary and the rocky coast of Lampon, while control data was taken from the rocky coast of Rajegwesi, Merubetiri National Park. Spicule density was obtained by maceration of specimen tentacle organs, then spicules were observed and counted using a binocular microscope. The environmental parameters measured were water temperature, sediment temperature, water pH, water salinity, and dissolved oxygen (DO) in the water. The results showed that the diversity index of each study location was relatively low; the diversity index in Lampon was 0,838 and the diversity index in Rajegwesi was 0,826. A one-way ANOVA analysis showed no significant difference in spicule density in Holothuria leucospilota, but there was a significant difference in spicule density in Leucosynapta sp. at both locations. The suspected effects of mercury pollution on members of the Holothuroidea still require further investigation, although spicule density can be used as an agen of bioassessment.
EKSPLORASI KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN BERPOTENSI PESTISIDA NABATI DI JALUR PENDAKIAN GUNUNG SANGGABUANA KARAWANG: EKSPLORASI KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN BERPOTENSI PESTISIDA NABATI DI JALUR PENDAKIAN GUNUNG SANGGABUANA KARAWANG Perkasa, Dimas; Novitriyani, Ega; Yuandini, Dini
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 4 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i4.6056

Abstract

Gunung Sanggabuana merupakan kawasan pegunungan di Kabupaten Karawang dengan vegetasi yang beragam dan masih relatif alami. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis tumbuhan liar serta menganalisis parameter ekologi komunitas tumbuhan di sepanjang jalur pendakian. Metode yang digunakan yaitu transek jalur dengan 15 titik pengamatan (plot 2 × 2 m) pada interval 100 meter dilengkapi analisis indeks dominansi, indeks keanekaragaman Shannon-Wiener dan kerapatan vegetasi. Hasil penelitian mencatat 27 spesies tumbuhan dengan nilai keragaman tertinggi ditemukan pada titik yang lembap dan minim gangguan. Beberapa spesies yang ditemukan diketahui dari literatur memiliki kandungan senyawa bioaktif di antaranya Chromolaena odorata, Hyptis capitata, dan Synedrella nodiflora. Temuan ini menjadi dasar awal untuk pemetaan keanekaragaman tumbuhan liar yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut dalam bidang pertanian. Selain itu, hasil ini juga memperkuat pentingnya konservasi in situ di kawasan Gunung Sanggabuana untuk pelestarian plasma nutfah lokal.