cover
Contact Name
puryantoro
Contact Email
agribiosjurnal@gmail.com
Phone
+6285258422060
Journal Mail Official
agribiosjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian - Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo Jawa timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Agribios
ISSN : 02150638     EISSN : 27237044     DOI : https://doi.org/10.36841/agribios.v18i2
AgriBios melingkupi semua aspek dalam disiplin ilmu pertanian yang meliputi: Agribisnis Agronomi Teknologi Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan Teknologi Hasil Pangan
Articles 246 Documents
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TERNAK SAPI POTONG PADA KELOMPOK PEMUDA BERKARYA II (STUDI KASUS DI DESA KENDIT, KECAMATAN KENDIT, KABUPATEN SITUBONDO) Achmad Muhammad; Gema Iftitah Anugerah Yekti
AGRIBIOS Vol 17 No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v17i2.616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan efisiensi usaha ternak sapi potong pada kelompok Pemuda Berkarya II. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja yang dilaksanakan di Desa Kendit Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara sensus. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Pendapatan dan Analisis B/C Ratio. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usaha ternak sapi potong Kelompok Pemuda Berkarya II yang diperoleh dari selisih antara hasil penerimaan dengan total biaya produksi adalah sebesar Rp 133.254.843,00 selama 1 tahun (periode januari 2016 – januari 2017). Dari hasil analisis pendapatan tersebut menunjukkan bahwa usaha ternak sapi potong Kelompok Pemuda Berkarya II secara finansial menguntungkan. Dari analisis sebelumnya telah diketahui bahwa pendapatan usaha ternak Kelompok Pemuda Berkarya II sebesar Rp 133.254.843. Dengan total biaya produksi sebesar Rp 720.825.157, maka akan didapatkan Net B/C Ratio sebesar : 0,19. Dari hasil analisis B/C Ratio di atas yang mana hasilnya 0,19 < 1, menunjukkan bahwa usaha ternak sapi potong Kelompok Pemuda Berkarya II tidak efisien dan tidak layak untuk dikembangkan.
ANALISA KELAYAKAN USAHATANI SEMANGKA NON BIJI DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN BANYUPUTIH KABUPATEN SITUBONDO Lukman Lukman; Gema Iftitah Anugerah Yekti
AGRIBIOS Vol 18 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v18i2.896

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besar pendapatan usahatani semangka non biji di Desa Sumberejo, mengetahui tingkat efisiensi usahatani semangka non biji di Desa Sumberejo dan mengetahui tingkat kelayakan usahatani semangka non biji di Desa Sumberejo Kecamatan Banyuputih. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani semangka non biji di di Desa Sumberejo Kecamatan Banyuputih yang berjumlah 28 orang, penarikan sampel menggunakan teknik sampel secara sensus atau sampling jenuh, yaitu pengambilan populasi untuk dijadikan sampel sehingga sampel yang diteliti adalah sebanyak 28 petani semangka non biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata usahatani semangka non biji menguntungkan, dimana pendapatan rata-rata mencapai Rp. 56.727.128,-. Efisiensi usahatani semangka non biji rata-rata efisien mencapai 3,93. Kelayakan untuk usahatani semangka non biji rata-rata layak untuk dikembangkan mencapai 3,93. Saran dari peneliti adalah petani harus berusaha mempertahankan bahkan meningkatkan usahatani semangka non biji karena memiliki prospek yang baik dan menguntungkan selama ini, menambah informasi mengenai teknis budidaya yang lebih modern, dan lebih memperhatikan manajemen budidaya semangka non biji
POLA KEMITRAAN UNTUK MENINGKATKAN USAHA DALAM PENGELOLAAN RUMPUT DI DESA GELUNG KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO Sulistyaningsih Sulistyaningsih
AGRIBIOS Vol 10 No 2 (2012): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Gelung terkenal sebagai daerah pantai dan wisata juga sekaligus sebagai daerah sentra produksi rumput laut sudah memiliki wadah atau sudah terbentuk kelompok tani rumput laut , namun adanya keterbatasan petani rumput laut dalam hal kelembagan yang masih belum berfungsi optimal ,produksi,pasca panen,permodalan dan pemasaran menjadi kendala yang harus dihadapi oleh petani rumput laut oleh karena itu diperlukan adanya pola kemitraan sebagai alternatif solusi dalam kegiatan usahanya.
ANALISIS MODEL SALURAN PEMASARAN PUPUK ORGANIK CAP MELON PADA UD. MURTA JAYA (Studi Kasus di Desa Juglangan Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo) Sadarman Waruwu; Yasmini Suryaningsih
AGRIBIOS Vol 14 No 2 (2016): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi alur pemasaran pupuk organik meon cop pada UD. Murta Tani Jaya. Analisa pendapatan produksi pada alur pemasaran pupuk organik cap melon di UD. Murta Tani Jaya. Anaisis besarnya margin pemasaran dan efisiensi pada pemasaran pupuk organik cap melon pada UD. Murta Tani Jaya. Metode yang digunakan adalah metode deskripsi dan sampling menggunakan metode snowball (snowball sampling). Pemasaran pupuk organik pada UD. Murta Tani Jaya memiliki 3 alur pemasaran atau 3 aur distribusi; (I) produsen- konsumen (II) produsen-pengecer-konsumen (III) produsen- pedagang kolektor- pedagang eceran-konsumen. Pendapatan tertinggi produsen pada alur pemasaran paling pendek dengan Rp. 338.23 / Kg. Margin pemasaran pada agen pemasaran memiliki margin pemasaran paling tinggi adalah produsen pada alur pemasaran pertama (Rp. 388.23 / Kg). hal ini menunjukkan bahwa agen pemasaran yang memiliki margin keuntungan tertinggi adalah produsen pada alur I. Alur pemasaran pupuk organik pada UD. Murta Jaya yang paling efisien adalah alur oemasaran I dengan level efisiensi 5.58%, selanjutnya alur pemasaran II dengan tingkat efisiensi 6,45% dan yang terkecil alur pemasaran III dengan tingkat efisiensi 10,08%.
ANALISA KOMPARATIF USAHA TANI PADI ORGANIK DAN PADI ANORGANIK (STUDI KASUS DI KELOMPOK TANI SUMBER JAYA DESA RAJEKWESI KECAMATAN KENDIT KABUPATEN SITUBONDO) Sutikno Sutikno
AGRIBIOS Vol 18 No 1 (2020): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v18i1.887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis penerimaan, (2) menganalisis pendapatan dan (3) menganalisis efisiensi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rajekwesi Kecamatan Kendit. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara langsung dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji independent sampel t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara usahatani padi organik dan padi anorganik dalam hal penerimaan, pendapatan dan efisiensi usaha tani.
ANALISA KOMPARATIF USAHATANI PADI ANTARA PENYIANGAN MANUAL DAN PENYIANGAN KIMIAWI (Studi Kasus Di Dsa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo) Lukman Hakim; Andina Mayangsari
AGRIBIOS Vol 13 No 2 (2015): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research purpose is to determine whether there are differences in rice production between manual weeding and chemical weeding, to determine differences in income between manual weeding and chemical weeding, and to determine the efficiency difference between manual weeding and chemical weeding. Method of determining the area of research is purposive method. Respondent committed intentionally that taking 20 farmers weeding users manually using random sampling techniques (random), and 20 farmers using chemical weeding user survey. Respondent is intended that the same sample, with a total of 40 respondents farmers. Data analysis method used is the (t test) to test the first hypothesis there is a difference between the rice production using manually weeding and using chemical weeding. To test the second hypothesis using the (t test) there is a difference between the revenue using manually weeding and using chemical weeding. And the R/C ratio for the third hypothesis test there is a difference between the efficiency of using manually weeding and chemical weeding. The results showed there are differences in production, income and efficiency of rice significantly between using a manually weeding and using chemical weeding.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NAIK – TURUNNYA HARGA CABAI MERAH MENURUT PENDAPAT PETANI DI KABUPATEN SITUBONDO (Studi Kasus di Desa Arjasa, Kec. Arjasa, Kab. Situbondo) Yoki Hendra Sugiarto; Yohanes Nangameka
AGRIBIOS Vol 11 No 2 (2013): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of research is describing the development trend of chili price in Situbondo and identifying factors that affect the price fluctuation of chili in Situbondo. Method of determining the research area is purposive method that is the research area is determined intentionally by consideration of the scale of chili production rate, sampling method was also conducted with purposive method with considering that the sample is the Situbondo farmers who commercialize red chili plant in 2012 or in the previous years, and the number of sample is 40 farmers. The data collected consist of primary data and secondary data obtained through interview and data from the relevant institution. Data analysis method that is used is multiple linear regression analysis method with dummy equation model to see how the development trend of the chili price in the research area, as well as using multiple linear regression factor analysis to identify factors that affect the price fluctuation of red chili in the research area. The research result shows the development of the chili price in Situbondo is fluctuative and tends to constant. The positive factors that influence price fluctuation of red chilies in Situbondo are seed price, chemical fertilizer price, pesticide price, mulch price, polybag price, weather/climate, celebration of religious feast days, and marketing cost.
PENGEMBANGAN PENANGKARAN BENIH TEBU (Saccharum officinarum L.) METODE SINGGLE BUD PLANTING UNTUK MENUNJANG SWASEMBADA GULA NASIONAL Endang Suhesti; Puryantoro Puryantoro; Yasmini Suryaningsih
AGRIBIOS Vol 17 No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v17i2.621

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Locancang, Desa Paowan, kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ketersediaan benih tebu unggul bersertifikat bagi petani melalui perluasan KBD di setiap Wilayah Kerja Pabrik Gula. Bahan tanam diperoleh dari Kebun Percobaan (KP) P3GI Pasuruan. Varietas yang ditanam adalah Varietas tebu unggul (PS 862). Pendekatan taksasi produksi mata tunas per hektar menggunakan persamaan regresi eksponensial sehingga akan diketahui kebutuhan benih berdasarkan luasan areal tanam dan dapat dibuat rekomendasi jumlah dan sebaran penangkar benih di wilayah Pabrik Gula di Kabupaten Situbondo. Taksasi produksi jumlah mata per hektar dapat dilakukan sebelum panen (umur tanaman 5 BST) dengan menggunakan regresi eksponensial. Metode ini diterapkan untuk system tanam bagal. Hasil penelitian menghasilkan jumlah batang rata-rata per hektar adalah 8.49 batang/m sehingga produksi mata tunas per hektar yang ditanam dengan metode bagal adalah 681.888,6 mata per ha. Jumlah ini dapat digunakan untuk benih tanam tebu KTG seluas 7.01 hektar. Untuk luas wilayah tanam PG. Wringin Anom adalah 924,0 ha membutuhkan benih untuk KTG sebanyak 88.704.000 mata tunas. Dengan metode bagal dapat dipenuhi dari luas lahan KBD 130,09 ha. Sementara untuk Wilayah Kerja PG. Pandji dengan luas tanam 124 ha membutuhkan benih sebanyak 11.956.060 mata tunas, dapat dipenuhi dari 17,53 ha lahan KBD, Dengan metode SBP kebutuhan benih dapat dipenuhi dari lahan KBD seluas 39,32 ha dengan dengan jumlah benih 1.108.800 mata. Untuk PG. kebutuhan benih tersebut dapat dipenuhi dari lahan KBD seluas 5.3 ha dengan jumlah benih yang ditanam sebanyak 149.451 mata tunas.
PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS GULA AREN (Study Kasus Di Desa Patemon Kec.Bungatan Kab. Situbondo) Bahrawi Bahrawi; Sulistyaningsih Sulistyaningsih; Sumarno Sumarno
AGRIBIOS Vol 13 No 1 (2015): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was determined the operating revenues of palm sugar, knowing palm sugar business development prospects in the Village of Patemon District of Bungatan. The method of determining the area of the research was purposive method because in the village of Patemon there are a lot of palm plants and there are 30 heads of families who do business with palm sugar making it easier to study. Results showed that the income of palm sugar producers in the Village Patemon District of Bungatan Regency of Situbondo favorably with averages revenue in a month Rp.1.764.000, -. Prospects for the development of palm sugar business is done in the Village of Patemon District of Bungatan Regency of Situbondo not feasible to be developed. Where in this prospect analysis B / C ratio to find the feasibility that will lead to the development prospects of palm sugar business. Based on the analysis of B / C ratio of the average obtained over a period of a month reached 0.28 so that the palm sugar business is not feasible to develop. Factors causing palm sugar business is not viable on a palm sugar prices are still low, the cost of purchasing palm juice and the amount of labor. For entrepreneurs should pay attention to the cultivation of palm sugar with the efforts of a simple way to get to a more modern way to get the maximum added value, improve marketing which usually only wait for customers who come marketed and sold in stalls / shops around the village Patemon increased sales to other areas such as traditional markets Bungatan, White Sand Situbondo sights even in the center by a product-by Situbondo that Patemon village can be recognized by people outside, to improve marketing can work well, note also that the product packaging palm sugar is made more attractive and looks more worthy to be sold and purchased society, this contributes to increase business because these products have long hereditary done and has even become a featured komuditi Village of Patemon District of Bungatan Regency of Situbondo.
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI DALAM MENERAPKAN USAHA TANI PADI ORGANIK (Studi kasus di Desa Seletreng Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo) Gijayana Aprilia Kartika Putri; Sulistyaningsih Sulistyaningsih
AGRIBIOS Vol 11 No 1 (2013): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan faktor umur, pendidikan, luas lahan dan kepemilikan lahan dengan pengambilan keputusan petani dalam menerapkan usahatani padi organik. Kegunaan penelitian ini sebagai informasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan sebagai penentu kebijakan daerah. Responden berjumlah 30 orang, yaitu 11 orang petani organik dan 19 orang petani anorganik. Faktor umur, pendidikan, luas lahan dan kepemilikan lahan diduga berhubungan dengan pengambilan keputusan bagi petani untuk berusahatani padi organik. Untuk menguji hipotesa tersebut digunakan analisa Chi Kuadrat (Chi Square) dengan kriteria pengujian ditetapkan harga � harga yang sebenarnya yang didapat dari sampel yang diambil dengan harga � harga yang diharapkan. Hasil analisa Chi Square menunjukkan bahwa ada hubungan antara umur, pendidikan, luas lahan dan kepemilikan lahan dengan pengambilan keputusan petani untuk menerapkan usahatani padi organik dengan tingkat kepercayaan 95%.

Page 4 of 25 | Total Record : 246