cover
Contact Name
Priyo Sambodo
Contact Email
igkojei@unipa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
igkojei@unipa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan, Universitas Papua Jalan Gunung Salju, Amban, Manokwari, Papua Barat - 98314
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Papua
ISSN : 27468656     EISSN : 27468666     DOI : https://doi.org/10.46549/igkojei
Articles cover the results of community service and empowerment activities related to the application of science and technology (IPTEK) from various fields of sciences and have relevance to the fields of human development, management of rural and coastal areas with local wisdom, economic development, entrepreneurship, cooperatives, creative industries, micro small and medium enterprises (UMKM) including agriculture and veterinary, engineering, education, social humanities, socio-economics, computers, and health. This journal was first published in 2020. This journal was published 3 times a year, in February, June and October.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 143 Documents
Pelatihan dan pendampingan pembuatan mie bakso dari tepung sagu sebagai upaya pengembangan ekonomi jemaat pada ibu-ibu persekutuan wanita jemaat GKI Maranatha Kampung Yoboi, Klasis GKI Sentani, Kabupaten Jayapura: Training and assistance in making meatball noodles from sago flour as an effort to develop the congregation's economy for mothers of the GKI Maranatha Congregational Women's Fellowship, Yoboi Village, GKI Sentani Klasis, Jayapura Regency Cleopatriza T. F. Ruhulessin
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v4i2.356

Abstract

ABSTRACT  The GKI Inri Pulende congregation is one of the congregations on the shores of Lake Sentani. The use of sago as a local commodity for the economic development of families and congregations is one of the problems currently being faced. Sago is the staple food of the Sentani people, which is processed into a variety of foods in order to maintain this local food for the welfare of the people. One of the resistances carried out to maintain the religious and economic cultural values ​​of this local commodity is training and mentoring in the use of sago for the Women's Fellowship of the GKI Inri Pulende Congregation. The production of meatball noodles from sago flour is the right choice to deal with various food traps that can weaken the existence of sago as a cultural identity for the Sentani people in the modernization era. Meatball noodles from sago flour as traditional food with high cultural taste is very popular among various groups of village people. Two targets to be achieved from this activity are: Production of meatball noodles from sago flour as a substitute for ordinary flour and Creating a sago meatball stall business to improve the economy of families and congregations. Women who were trained in the process of making sago flour into the basic ingredient for making noodles actively participated in the activity until the end. They have been able to make meatball noodles from sago flour and tilapia fish meatballs with basic ingredients from sago flour.  Keywords: Congregational economy; Making meatball noodles; Sago flour; Training   ABSTRAK Jemaat GKI Inri Pulende merupakan salah satu jemaat yang berada di pesisir danau Sentani. Pemanfaatan sagu sebagai komoditas lokal bagi pengembangan ekonomi keluarga dan jemaat merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi saat ini. Sagu menjadi makanan pokok masyarakat Sentani, yang diolah menjadi aneka ragam pangan guna mempertahankan pangan lokal ini demi kesejahteraan masyarakat.   Salah satu resistensi yang dilakukan untuk mempertahankan nilai kultur religi dan ekonomi dari komuditas local ini adalah pelatihan dan pendampingan pemanfaatan sagu kepada Persekutuan Wanita Jemaat GKI Inri Pulende. Produksi mie bakso dari tepung sagu, menjadi pilihan yang tepat untuk menghadapi berbagai jebakan-jebakan pangan yang dapat memperlemah eksistensi sagu sebagai identitas kultur orang Sentani di era modernisasi. Mie bakso dari tepung sagu sebagai pangan tradisional yang bercita rasa budaya tinggi sangat digemari oleh berbagai kalangan masyarakat kampung. Ada dua target yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah: a. Produksi mie bakso dari tepung sagu penganti tepung biasa, b. Membuat usaha warung bakso sagu untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan jemaat. Ibu-Ibu yang dilatih proses pembuatan tepung sagu menjadi bahan dasar pembuatan mie aktif mengikuti sampai dengan akhir dari kegiatan. Mereka sudah dapat membuat mie bakso dari tepung sagu dan bakso ikan mujair dengan bahan dasar tepung sagu. Kata Kunci: Ekonomi jemaat; Pelatihan; Pembuatan mie bakso; Tepung sagu
Peningkatan fasilitas penangkaran penyu melalui pembuatan bak penangkaran, pondok wisata, dan media penyuluhan di Kampung Meinyumfoka Kabupaten Manokwari: Improvement of turtle captive breeding facilities through the construction of cultivation pond, gazebo, and extension media in Meiyunfoka Village, Manokwari Regency Ida Lapadi; Nurhani - Widiastuti; Fitriyah I. E. Saleh; Mudjirahayu Mudjirahayu; Bayu Pranata; Thomas F. Pattiasina; Emmanuel Manangkalangi; Vera Sabariah
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v4i2.380

Abstract

ABSTRACT  Turtles are reptiles that spend most of their lives in marine waters and will return to land to release their eggs at the location where they were hatched. However, changes in land use that cause damage to coastal habitats, catching turtles on land and taking their eggs as well as the threat of predators can cause a decrease in turtle populations. One effort to overcome this is through hatchling breeding activities as was done in Meinyumfoka Village, Manokwari Regency. The objective of the activity is to support community-based conservation through the provision of supporting facilities and community awareness. This activity begins with a site survey, observation and assistance with needs in the captive area, analysis of material needs and costs, organizational activities, and realization of a work plan. This activity was carried out in November-December 2021 in Meinyumfoka Village. The results achieved were the availability of one hatchling hatchery facility measuring 300 cm x 170 cm x 60 cm, three posters for turtle conservation socialization media, and one tourist gazebo. The addition of facilities to the turtle hatchery ecotourism area is expected to bring economic benefits to the surrounding community and also provide benefits for turtle conservation.  Keywords: Facilities; Hatchery; Meinyumfoka; Tourism; Turtle   ABSTRAK Penyu merupakan reptil yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di perairan laut dan akan kembali ke daratan untuk melepaskan telur di lokasi dimana pernah ditetaskan. Namun, pergeseran fungsi lahan yang menyebabkan kerusakan habitat pantai, penangkapan penyu di darat dan pengambilan telur serta ancaman predator dapat menyebabkan terjadinya penurunan populasi penyu. Salah satu upaya mengatasi hal ini adalah melalui aktivitas penangkaran tukik sebagaimana yang dilakukan di Kampung Meinyumfoka Kabupaten Manokwari. Tujuan kegiatan yaitu mendukung konservasi penyu berbasis masyarakat melalui penyediaan sarana pendukung dan penyadaran masyarakat. Kegiatan ini dimulai dengan survey lokasi, observasi dan identifikasi kebutuhan di area penangkaran, analisis kebutuhan bahan dan biaya, organisasi kegiatan, dan realisasi rencana kerja. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2021 di Kampung Meinyumfoka. Hasil yang dicapai yaitu tersedianya fasilitas bak penangkaran tukik berukuran 300 cm x 170 cm x 60 cm berjumlah satu buah, media sosialisasi konservasi penyu berupa poster sebanyak tiga buah, dan pondok wisata/gazebo sebanyak satu buah.  Penambahan fasilitas pada kawasan ekowisata penangkaran penyu ini diharapkan dapat mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar dan juga memberikan manfaat bagi konservasi penyu. Kata kunci: Fasilitas; Meinyumfoka; Penangkaran; Penyu; Wisata
Nugget daging kelinci sebagai alternatif protein hewani masyarakat Sekitar Cagar Alam Pegunungan Arfak: Rabbit meat nuggets as an alternative animal protein for Communities Around The Arfak Mountain Reserve Hotlan Manik; Fransiska R. V. Sitanggang; Freddy Pattiselanno; John Arnold Palulungan; Alnita Baaka; Angelina N. Tethool; Evi W. Saragih; Noviyanti Noviyanti; Noveling Inriani; Muhammad Junaidi; Merlyn N. Lekitoo
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v4i2.381

Abstract

ABSTRACT  Sigim and Sinaytousi Village communities are indigenous Papuans who live in buffer zones adjacent to Arfak Mountains Nature Reserve (CAPA). People with low of education, especially the economy, encourage community members close to the CAPA area to exploit forests to obtain animal food through poaching. Efforts to solve the problem using participative sociocultural approaches with transfer methods of science and technology, in the form of training and assistance in the production and processing of rabbit as an alternative animal protein. (2) Group partners have been able to implement a good rabbit breeding system through increased management and population capability through natural breeding systems, (3) nugget products rabbit meat has been accepted by the villagers. The activity is expected to be able to socialize the group's partners to the village area around the buffer area of arfak mountain nature reserve.  Keywords: Meat; Nuggets; Protein; Rabbit   ABSTRAK Masyarakat Kampung Sigim dan Sinaytousi merupakan suku asli Papua yang mendiami daerah penyangga yang berbatasan langsung dengan kawasan Cagar Alam Pegunungan Arfak (CAPA). Masyarakat dengan tingkat pendidikan yang rendah terutama ekonomi sehingga mendorong anggota masyarakat yang berdekatan dengan areal CAPA untuk mengeksploitasi hutan untuk mendapatkan pangan hewani melalui perburuan liar. Upaya pemecahan masalah tersebut menggunakan pendekatan sosiokultural partisipatif dengan metode transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, berupa pelatihan dan pendampingan dalam produksi dan pengolahan hasil ternak kelinci sebagai alternatif protein hewani. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut diantaranya adalah (1) Mitra kelompok telah mampu memproduksi nugget daging kelinci secara mandiri (2) Mitra kelompok telah mampu menerapkan sistim beternak kelinci yang baik melaui peningkatan kemampuan manajemen dan populasi melalui sistim perkawinan alami, (3) Produk nugget daging kelinci telah diterima oleh masyarakat kampung. Kegiatan diharapkan mampu disosialisasikan mitra kelompok ke daerah kampung sekitar kawasan penyangga cagar alam pegunungan arfak. Kata kunci: Daging; Kelinci; Nugget; Protein
Pengembangan industri pengolahan sagu skala rumah tangga di Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat: Development of home industry sago processing in Teluk Wondama Regency, West Papua Province Darma Darma; Reniana Reniana; Budi Santoso; Bertha Mangallo
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v4i2.384

Abstract

ABSTRACT  Development of small scale of sago processing based on community in West Papua Province has a bright prospect because it is supported by abundant sago palm resources as row material. Teluk Wondama is one of the regency in West Papua Province which has high potential of sago, unfortunately the potency have not utilized optimally. The ovjective of this program was to develop home industry sago processing in Distric Rasiei, Teluk Wondama Regency by application of mechanical sago processing machines. The methods used were introducing mechanical sago processing equipment followed by partner training and assistance to operate the machines for sago starch production. The results had been achieved from this program were (1) partner have new asset i.e. a set of sago processing equipment which consists of sago rasping machine variant-01 and stirrer rotary blade type of sago starch extraction machine, as well as supporting components such as starch sedimentation tank and water pump (2) partner have already changed their method in sago processing, from traditional method to mechanical one, (3) partner were able to operate the machine easily without any difficulties. During training and assistance, the machine was work properly and there was no technical constrains (4) fresh sago starch production capacity increase from 352 kg/week to 2.112 kg/week. Keywords: Home industry; Sago processing machine; Sago rasping machine; Teluk wondama   ABSTRAK Papua Barat memiliki prospek yang cerah karena didukung bahan baku yang melimpah berupa sumberdaya sagu. Teluk Wondama merupakan salah satu kabupaten di Papua barat dengan potensi sagu yang tinggi namun belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan dari program ini adalah untuk mengembangkan pengolahan sagu skala industri rumah tangga melalui penerapan mesin pengolahan mekanis di Distrik Rasiei, Kabupaten Teluk Wondama. Metode yang digunakan adalah mengintroduksi peralatan pengolahan sagu mekanis diikuti dengan pelatihan dan pendampingan mitra dalam pengoperasian mesin untuk produksi sagu. Hasil yang dicapai adalah (1) mitra memiliki asset baru berupa 1 paket mesin pengolahan sagu yang terdiri dari mesin parut sagu tipe silinder variant-01 dan mesin ekstraksi pati sagu tipe stirrer rotary blade beserta bagian pendukung berupa bak pengendapan pati dan pompa air, (2) mitra telah merubah metode pengolahan sagu dari cara tradisional ke mekanis, (3) mitra telah terampil mengoperasikan mesin-mesin pengolahan yang diintroduksi dan selama kegiatan berlangsung mesin berfungsi dengan baik tanpa kendala teknis, (4) kapasitas produksi pati sagu meningkat dari 352 kg/minggu menjadi 2.112 kg/minggu. Kata kunci: Industri rumah tangga; Mesin pengolahan sagu; Pemarut sagu; Teluk wondama
Program pemberdayaan masyarakat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di Kampung Inya Distrik Manokwari Utara Kabupaten Manokwari: Community empowerment program in supporting community welfare in Inya Village North Manokwari District Manokwari Regency Lukas Y. Sonbait; Nurhaidah I. Sinaga; Ikram Karim; Novena Silubun; Apner Sabloit; Yustina L. D. Wambrauw
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v4i2.388

Abstract

ABSTRACT  The implementation of the empowerment program was carried out in Inya village, North Manokwari District, Manokwari Regency. The expected output is the community's understanding of the potential possessed in the village which has an impact on changing behavior and improving community health and education. In implementing it, the team together with the community looked at the village strategic plan and budget that could be used for synergy between IDM and RPJMkam. There are several activities carried out in the fields of education, health and socio-culture as well as developing the entrepreneurial spirit of the community. The people of Inya Village were very enthusiastic about participating in the program, both in theory and in field practice. The development of village PUSTU is one of the efforts to improve the health status of the community. Beach processing efforts for tourist areas are part of utilizing village potential to support the welfare of the village community.  Keywords: Community welfare; Inya village; Social services   ABSTRAK Pelaksanaan program pemberdayaan dilaksanakan di Kampung Inya, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari. Luaran yang diharapkan adalah terjadinya pemahaman masyarakat terhadap potensi yang dimiliki di kampung yang berdampak pada perubahan perilaku dan peningkatan kesehatan dan pendidikan masyarakat. Dalam pelaksaanannya tim bersama masyarakat bersama-sama melihat renstra dan anggaran kampung yang dapat digunakan untuk sinergi antara IDM dan RPJMkam. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan baik dibidang Pendidikan, kesehatan dan sosial budaya serta mengembangkan jiwa wirausaha masyarakat. Masyarakat kampung Inya sangat antusias mengikuti program baik teori maupun praktek lapangan. Pembangunan PUSTU kampung merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat. Upaya pengolahan pantai untuk kawasan wisata adalah bagian dari memanfaatkan potensi kampung untuk pendukung kesejahteraan masyarakat  kampung. Kata kunci: Kampung Inya; Kesejahteraan masyarakat; Layanan sosial
Pendampingan pembuatan video edukasi pengolahan sampah organik di TPS 3R “Uwuh Wiguna” Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan: Assistance of educational videos production on organic waste processing at TPS 3R "Uwuh Wiguna" Tawanganom Village, Magetan District, Magetan Regency Doni Susanto; Erny Untari; Aan Z. Muttaqin; Vina K. Ayu; Musthofa N. Fikri
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v4i2.389

Abstract

ABSTRACT  This community service activity was carried out to provide counseling, mentoring and training in making educational videos to the community in Tawanganom Village, Magetan District, Magetan Regency. This was done because TPS 3R "Uwuh Wiguna" experienced obstacles, namely waste that was not optimally absorbed by the TPS because not all residents had become TPS members due to lack of education about waste management. besides that there is still a lack of public awareness that waste can be recycled and can be used as compost. Video collection and making activities are carried out from the start of waste collection until the waste becomes compost that is ready for use by the surrounding community. It is hoped that the counseling, mentoring and training can educate the people of Tawanganom Village so that waste is optimally utilized.  Keywords: Assistance; Counseling; Education; Waste   ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk memberikan penyuluhan, pendampingan dan pelatihan pembuatan video edukasi kepada masyarakat di Desa Tawanganom, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan. Hal ini dilakukan karena TPS (Tempat Pengolahan Sampah) 3R “Uwuh Wiguna” tersebut mengalami kendala yakni sampah yang belum optimal dapat terserap oleh TPS tersebut karena belum semua warga menjadi anggota TPS yang disebabkan kurangnya edukasi mengenai pengolahan sampah. selain itu masih kurangnya kesadaran masyarakat bahwa sampah dapat didaur ulang dan dapat dijadikan pupuk kompos. Kegiatan pengambilan dan pembuatan video dilaksanakan dari mulai pengambilan sampah sampai sampah menjadi pupuk kompos yang siap digunakan masyarakat sekitar. Diharapkan dengan adanya penyuluhan, pendampingan dan pelatihan dapat mengedukasi masyarakat Desa Tawanganom sehingga sampah dimanfaatkan secara optimal. Kata kunci: Edukasi; Penyuluhan; Pendampingan; Sampah
Pendampingan penyusunan satuan pelajaran bagi pengajar sekolah minggu di Jemaat GKI Pengharapan Jayapura: Assistance for the development of study unit for sunday school teachers at GKI Pengharapan Jayapura Congratulations Benyamin Mofu
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v4i3.401

Abstract

ABSTRACT  This community service activity (PKM) aims to increase understanding of the preparation of learning units in accordance with the GKI Sunday school curriculum in Tanah Papua for Sunday school teachers at the GKI Pengharapan Congregation in Jayapura. The method used in this community service activity is the Participatory Action Research (PAR) method. This activity was attended by 31 Sunday school teachers from 3 learning classes, namely: kindergarten / small child class teachers, Tanggung children class teachers and youth class teachers. Sunday School teachers come from nine (9) Rayon ministries in the GKI Pengharapan Congregation in Jayapura. The stages in compiling Sunday School learning units consist of determining the Kerugma or Core News in Bible reading, creating learning objectives and compiling Sunday School learning units. After mentoring activities to compile Sunday school lesson units for Sunday school teachers, there was a fundamental change for teachers.  Keywords: Curriculum; Lesson unit; Sunday school teacher   ABSTRAK Kegiatan penulisan kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang penyusunan satuan pembelajaran sesuai dengan kurikulum sekolah minggu GKI di Tanah Papua bagi pengajar sekolah minggu di Jemaat GKI Pengharapan Jayapura. Metode yang digunakan pada kegiatan penulisan masyarakat ini adalah metode Participatory Action Research (PAR). Kegiatan ini diikuti oleh 31 pengajar sekolah minggu dari 3 kelas belajar, yakni: pengajar kelas TK/Anak Kecil, Pengajar pada kelas anak Tanggung dan Pengajar kelas anak remaja. Pengajar Sekolah Minggu berasal dari sembilan (9) Rayon pelayanan di Jemaat GKI Pengharapan Jayapura. Tahapan dalam menyusun satuan pembelajaran Sekolah Minggu terdiri dari menentukan Kerugma atau Inti Berita dalam pembacaan Alkitab, membuat tujuan pembelajaran dan menyusun satuan pembelajaran sekolah minggu. Setelah dilakukan kegiatan pendampingan menyusun satuan pelajaran sekolah minggu pada pengajar sekolah minggu maka terjadi perubahan mendasar bagi pengajar sekolah minggu, yakni: 1) Pengetahuan peserta tentang cara menentukan kerugma atau inti berita dalam pembacaan Alkitab menigkat; 2) Peningkatan cara menyusun pelajaran sekolah minggu yang inovatif dan kreatif; 3) Adanya perubahan dalam mendorong potensi dan perkembangan anak di Jemaat GKI Pengharapan Jayapura. Kata kunci: Kurikulum; Pengajar; Satuan pelajaran
Edukasi pemanfaatan media sosial untuk berbisnis pada siswa SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong: Education of social media use for business to student in SMA Negeri 2, Sorong Regency Nur A. Khairunisa; Sabaria; Tri Danuwijaya
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v4i3.403

Abstract

ABSTRACT  Social media is an important tool for almost all lines in society, including being used for business. This community service program is motivated by the large number of students who own and use social media, and mostly only as a channel to communicate with friends and family. In fact, the function of social media has become increasingly widespread, including for business purposes. This community service program aims to add to the positive benefits of social media owned by SMA Negeri 2 Sorong Regency students, namely for online business activities. Discussion of social media in this activity was limited to Instagram. This educational activity is carried out in the form of lectures and questions and answers. The results of this community service activity received a positive response from the students, this was shown by the enthusiasm of the students in participating in this lecture and the many questions asked by students regarding the use of social media for doing business.  Keywords: Instagram marketing; Online business; Social media   ABSTRAK Media sosial adalah sarana penting pada hampir semua lini dalam masyarakat, termasuk dapat dimanfaatkan untuk berbisnis. Program pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh banyaknya para siswa yang memiliki dan menggunakan media sosial, dan kebanyakan hanya sebagai saluran untuk berkomunikasi dengan teman dan keluarga. Padahal sebenarnya fungsi media sosial telah menjadi semakin luas, termasuk untuk  sarana berbisnis. Program pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk menambah manfaat positif dari media sosial yang dimiliki siswa-siswi SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong, yaitu untuk kegiatan berbisnis online. Pembahasan media sosial dalam kegiatan ini hanya terbatas pada instagram. Kegiatan edukasi ini dilakukan dalam bentuk ceramah dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat respon positif dari para siswa-siswi, hal ini ditunjukkan oleh antusias para siswa-siswi dalam mengikuti ceramah ini dan banyaknya pertanyaan yang diajukan para siswa terkait pemanfaatan media sosial untuk berbisnis. Kata kunci: Bisnis online; Instagram marketing; Media sosial
Penerapan budidaya hijauan pakan melalui pertumbuhan leguminosa merambat pada praktikum mahasiswa di kebun hijauan makanan ternak: Application of forage cultivation through the development of cover crop leguminosae in a forage garden by students Diana Sawen; Lambertus E. Nuhuyanan; Bambang Tj. Hariadi; Onesimus Yoku; Caroline D. Ariana; Mikael G. Sallosa; Yohanis P. E. A. Nurak; Norma Y. Nouwenik; Bayu Rifai; Linkolin Soe; Yoppy Kafiar; Emma F. Kendy; Jeinuddin M. R. M. Iha; Agustinus Y. Vuin; Gaby Fonataba; Daud Keiya; Rika L. A. Waliana; M. Abdurahim
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v4i3.404

Abstract

ABSTRACT  Providing forage for livestock in adequate quantities and continuously available is the aim of forage cultivation. This student project was carried out to provide education based on practice and offer forage cultivation information for the farmer. Three species of legume have been planted which consist of Arachis glabrata, Centrosema pubescens, and Clitoria ternatea. Those legume are good quality forage for the livestock. Descriptive methods has been applied  with trial plot of legume and direct observation on the field. The project has been carried out in the animal farm of the Faculty of Animal Husbandry of Papua University in Manokwari. The porject run for three months. The results showed that simultaneously, the three legume species increased plant growth and growth rates in the form of the number of leaves, the number of tillers, and the length of the tendrils, which increased with the time of observation. Forage cultivation actually aims to provide forage of good quality in adequate quantities and continuously available for livestock according to their needs. This learning program actually also aims to provide education to students participating in the course and, in general, to breeders about how to cultivate forage in the form of creeping leguminosae, including Arachis glabrata, Centrosema pubescens, and Clitoria ternatea. The method used is descriptive, with the techniques of making demonstration plots or observation plots, discussion, and direct observation. The activity lasted for 3 months and was located in the HMT plantation area owned by the Faculty of Animal Husbandry, UNIPA Manokwari. The results showed that simultaneously, the three legume species increased plant growth and growth rates in the form of the number of leaves, the number of tillers, and the length of the tendrils, which increased with the time of observation.  Keywords: Cover crop legume; Forages; Growth   ABSTRAK   Budidaya hijauan pakan ternak sebenarnya bertujuan untuk menyediakan hijauan pakan yang berkualitas baik, dengan jumlah yang memadai dan tersedia berkesinambungan bagi ternak sesuai dengan kebutuhannya. Program pembelajaran ini sebenarnya juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa peserta mata kuliah dan juga secara umum kepada peternak tentang bagaimana melakukan budidaya hijauan pakan berupa leguminosa merambat, diantaranya Arachis glabrata, Centrosema pubescens dan Clitoria ternatea. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pembuatan demplot atau petak pengamatan, diskusi dan observasi langsung. Kegiatan berlangsung selama 3 bulan yang berlokasi di lahan kebun HMT milik Fakultas Peternakan UNIPA Manokwari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa secara simultan ketiga spesies legume memberikan peningkatan pertumbuhan tanaman dan laju pertambahan berupa jumlah daun, jumlah anakan dan panjang sulur yang semakin besar seiring dengan waktu pengamatan. Kata kunci: Hijauan pakan; Legume cover crop; Pertumbuhan
Pelatihan teknologi grafting pada petani kakao di Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan Provinsi Papua Barat: The training of grafting techniqe for cocoa farmers in Oransbari, South Manokwari Regency, West Papua Province Antonius Suparno; Saraswati Prabawardani; Imam Widodo; Paulus Chadikun
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v4i3.409

Abstract

ABSTRACT  Many cocoa trees in the farmer’s garden are old and unproductive or the trees are still at a productive age but the yield is not optimal due to poor quality of planting material. One way to overcome this problem is by grafting techniques, both top grafting and side grafting, using grafted materials from superior cocoa clones. This training was aimed to improve the technical skill and knowledge of the farmers in the cocoa grafting techniques with the ultimate objectives are to improve cocoa yield and quality. The training activity was held on July 18, 2023 at the Oransbari Plantation Seed and Plant Protection Center, Oransbari, West Papua. The training was attended by 19 cocoa farmers. This activity was conducted using the lecture method in the class room and the direct practice in the Balai's cocoa garden. The results of training activities showed the high enthusiasm of farmers in participating this training. The farmers are motivated to continue and improve in managing their cocoa farms. In addition to this training, farmers also discussed about the cocoa pod borer (CPB) pests that damaged and reduced their cocoa bean yields. The suggestion for solving this pest problem is by applying the mechanical control. Mechanical CPF control techniques had been well explained to the farmer participants and are expected to be implemented by the farmers simultaneously so that CPB pests are no longer haunting cocoa farmers in Oransbari.  Keywords: Cacao; Grafting; Oransbari; Training   ABSTRAK Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman yang telah lama dikenal dan dibudidaya oleh petani perkebunan di tanah Papua khususnya Papua Barat. Petani telah merasakan pentingnya hasil tanaman kakao dalam mendukung pendapatan keluarga. Namun demikian banyak pohon kakao yang telah tua dan tidak produktif atau tanaman masih pada usia produktif tetapi hasilnya tidak optimal akibat bahan tanam bibitnya kurang berkualitas.  Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan teknik grafting baik sambung pucuk maupun sambung samping dengan menggunakan entres dari klon kakao unggul. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan pengetahuan petani dalam teknik penyambungan (grafting), dengan tujuan akhir untuk meningkatkan hasil dan mutu kakao. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2023 bertempat di Balai Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Oransbari. Kegiatan diikuti oleh 19 petani kakao di Oransbari.  Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah yang dilakukan di dalam ruang pertemuan dan praktek langsung di kebun kakao milik Balai. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa petani sangat antusias dalam mengikuti pelatihan, karena dengan adanya pelatihan ini petani termotivasi untuk memperbaiki dan terus mengelola kebun kakaonya. Di samping beberapa hal yang berhubungan dengan materi pelatihan, petani juga mendiskusikan mengenai penanggulangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK) yang telah merusak dan menurunkan hasil biji kakao. Tenik penanggulangan PBK secara mekanis telah dijelaskan dengan baik dan diharapkan dapat diterapkan oleh petani secara serempak sehingga hama PBK tidak lagi menghantui petani kakao di Oransbari. Kata kunci: Grafting; Kakao; Oransbari; Pelatihan

Page 9 of 15 | Total Record : 143