cover
Contact Name
Priyo Sambodo
Contact Email
igkojei@unipa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
igkojei@unipa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan, Universitas Papua Jalan Gunung Salju, Amban, Manokwari, Papua Barat - 98314
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Papua
ISSN : 27468656     EISSN : 27468666     DOI : https://doi.org/10.46549/igkojei
Articles cover the results of community service and empowerment activities related to the application of science and technology (IPTEK) from various fields of sciences and have relevance to the fields of human development, management of rural and coastal areas with local wisdom, economic development, entrepreneurship, cooperatives, creative industries, micro small and medium enterprises (UMKM) including agriculture and veterinary, engineering, education, social humanities, socio-economics, computers, and health. This journal was first published in 2020. This journal was published 3 times a year, in February, June and October.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 153 Documents
Konservasi terumbu karang dengan bioreeftek di Perairan Kampung Bakaro Manokwari Papua Barat: Coral reefs conservation with bioreeftech in the Beach of Bakaro Village Manokwari West Papua Mogea, Rina; Noya, Alce I.; Tururaja, Tresia S.; Lamadi, Rahmat; Tandililing, Jeanifer G.; Puspasari, Aninda; Maahury, Sevian A.; Bakri, Iskandar
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i3.479

Abstract

ABSTRACT  Bakaro Beach is one of the beach tourist destinations in Manokwari and is known as a fish calling place. Unfortunately this place was damaged due to fishing using bombs or tubas. The aim of this service activity is to provide an understanding of the importance of coral reef ecosystems and how to restore coral reefs using bioreeftek, ie technology that uses coconut shells as a medium for attaching coral planula larvae to form new individuals (coral). This is done to create new habitat or restore damaged coral. This technology is easy because it uses simple tools, using coconut shells as the main material and the process is not difficult, besides all the materials used are environmentally friendly. Coconut shells function as a place or container for coral planula larvae to settle after the larvae attach to the coconut shell substrate and are then transferred to damaged coral reefs. With the development of bioreeftek, it has become a new focus in preserving coral reef ecosystems.  Keywords: Coral Reef Restoration; Bioreeftek; Coconut Shells; Bakaro Beach; Environmental Conservation   ABSTRAK Pantai Bakaro tempat ini sebagai salah satu destinasi wisata pantai yang ada di Manokwari dan dikenal dengan tempat pemanggilan ikan.  Sayangnya tempat ini mengalami kerusakan akibat pengambilan ikan dengan menggunakan bom atau tuba. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu memberi pemahaman mengenai pentingnya ekosistem terumbu karang dan cara melakukan pemulihan terumbu karang dengan bioreeftek yaitu teknologi yang memakai tempurung kelapa sebagai media menempelnya larva planula karang sampai membentuk individu baru (karang). Hal ini dilakukan untuk menciptakan habitat baru atau memulihkan kembali karang yang rusak.  Teknologi ini mudah sebab menggunakan alat sederhana yaitu tempurung kelapa sebagai bahan utama dan proses pengerjaannya tidak sulit, disamping itu juga semua bahan yang digunakan ramah lingkungan. Tempurung kelapa berfungsi untuk tempat atau wadah dari larva planula karang menetap setelah larvanya menempel pada subtrat tempurung kelapa maka dipindahkan ke terumbuh karang yang rusak. Dengan menggembangkan bioreeftek ini menjadi tumpuan baru dalam melestarikan ekosistem terumbu karang. Kata kunci: Pemulihan Terumbu Karang; Bioreeftek; Tempurung Kelapa; Pantai Bakaro; Pelestarian Lingkungan 
Pengembangan kampung ekowisata Ayapokiar Tambrauw melalui Tridharma Universitas Papua: Development of Ayapokiar Tambrauw Ecotourism Village Through Tridharma University of Papua Fatem, Sepus M.; Wambrauw, Yustina L. D.; Arung Padang, Dina; Ayomi, Adomina; Sebayang, Sri R.; Fatem, Desmina F.; Ahoren, Calista; Krey, Sarah D. D.
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i3.480

Abstract

ABSTRACT  Community Service “Program Pengembangan Kampung Ekowisata” is a manifestation of the Papua University Higher Education, namely community service. Community service is a form of knowledge that is expressed theoretically in college to be applied in real life in the Ayapokiar village community, so that the knowledge gained can be applied and developed in the life of the wider community. In general, this program is hoped that can contribute to the development of the Cenderawasih bird watching tourist village, especially for improving the welfare of indigenous communities as guardians and owners of forests and the Cenderawasih bird habitat. The activities that was done were: 1) providing food for villagers, 2). health check activities for the community, 3) students carry out teaching activities in elementary school, 4). providing stationery gifts for elementary school children, and 5). ecotourism guide counseling of Paradisea minor.  Keywords: Ayapokiar Village; Bird Watching; Community Service; Community Welfare; Ecotourism   ABSTRAK Program Pengembangan Kampung Ekowisata di Kampung Ayapokiar Kabupaten Tambrauw merupakan salah satu wujud Tridharma Perguruan Tinggi Universitas Papua. Program ini sebagai bentuk implementasi ilmu teoritis di perguruan tinggi untuk diterapkan dalam kehidupan nyata masyarakat Kampung Ayapokiar sehingga ilmu yang diperoleh dapat dikembangkan dalam kehidupan masyarakat luas. Program yang dilakukan adalah: 1) pemberian bahan makanan kepada masyarakat, 2) pemeriksaan kesehatan gratis, 3) mahasiswa mengajar di SD YPPK Ayapokiar, dan 4) Pembagian alat tulis untuk anak SD YPPK Ayapokiar, dan 5) penyuluhan pemandu ekowisata burung Cenderawasih kecil. Secara umum, program ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan kampung ekowisata pengamatan burung Cenderawasih kecil sekaligus bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat adat sebagai pemilik hutan habitat burung Cenderawasih kecil di Kampung Ayapokiar, Distrik Miyah, Kabupaten Tambrauw. Kata kunci: Ekowisata; Kampung Ayapokiar; Kesejahteraan Masyarakat; Pengamatan Burung; Pengabdian Masyarakat
Pelatihan penguatan ekonomi lokal berbasis smart economy pada Desa Sukajadi - Muaraenim: Training on strengthening the local economy based on smart economy in Sukajadi - Muaraenim Village Andriyani , Titi; Miskiyah, Neneng; Andriyani, Titi; Purwati, Purwati
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i3.492

Abstract

ABSTRACT  Strengthening the family economy is carried out to reduce poverty levels and improve the welfare of the community. Strengthening the economy in a region is expected to increase community productivity. Strengthening the family and regional economy can be done by using the concept of a smart economy, which combines sustainable, environmentally friendly and innovative economic approaches, including high-productivity economies, global economic growth, competition, economic progress, economic prosperity, innovation, sustainable employment, and the digital economy. The purpose of this community service is to increase the insight of Doyan Ngemil Chips Business Owners about how to innovate and be creative in marketing their products by utilizing the availability of human resources and raw material resources available in the community as well as utilizing website-based information technology in promoting and marketing their products. The training methods used are tutorial methods, question and answer methods, and practice methods. The result of this service is that the participants understand the material that has been presented by the Sriwijaya State Polytechnic Service Team and can use/practice how to use the Website application properly. Conclusion: This training activity ran smoothly and according to what was planned. If in the future there are obstacles or shortcomings in the application that has been made, the team from the Police will discuss with the participants to correct the existing shortcomings.  Keywords: Digital Economy; Family Economy; Innovation; Marketing; Smart Economy   ABSTRAK Penguatan ekonomi keluarga dilakukan untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraaan masyrakat. Penguatan perekonomian di suatu daerah diharapkan akan meningkatan produktivitas masyarakat. Penguatan ekonomi keluarga dan daerah bisa dilakuan dengan menggunakan Konsep ekonomi cerdas yaitu menggabungkan pendekatan ekonomi berkelanjutan, ramah lingkungan dan inovatif, termasuk ekonomi dengan produktivitas tinggi, pertumbuhan ekonomi global, persaingan, kemajuan ekonomi, kemakmuran ekonomi, inovasi, lapangan kerja berkelanjutan, dan ekonomi digital.  Tujuan dari pengabdian kepada masyarkat ini adalah menambah wawasan Pemilik Usaha Keripik Doyan Ngemil mengenai cara berinovasi dan berkreativas dalam memasarkan produk-produknya dengan memanfaatkan ketersediaan sumber daya manusia dan sumber daya  bahan-bahan baku yang tersedia di lingkungan masyarakat serta memanfaatkan teknologi informasi berbasis website dalam mempromosikan dan memasarkan produk-produknya. Metode pelatihan yang digunakan adalah metode tutorial, metode tanya jawab, metode praktik. Hasil dari pengabdian ini adalah para peserta mengerti tentang materi yang telah dipaparkan oleh Tim Pengabdian Politeknik Negeri Sriwijaya dan dapat menggunakan/mempraktekkan cara menggunakan aplikasi Website dengan baik. Kesimpulan: Kegiatan pelatihan ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang direncanakan. Apabila dikemudian hari ada kendala atau kekurangan pada aplikasi yang sudah dibuat maka Tim dari Polsri akan melakukan diskusi dengan para peserta untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada. Kata kunci: Ekonomi Cerdas; Ekonomi Digital; Ekonomi Keluarga; Inovasi; Pemasaran
Mendekonstruksi mitos budaya pada pembangunan desa wisata Gintangan di Banyuwangi: Deconstructing cultural myths in the development of the Gintangan tourist village in Banyuwangi Gede Yoga Kharisma Pradana; Ida Bagus Putu Wira Diana; Dedy Sumardi; Gema Sukana Putra; Putu Ayu Permatasari; I Gusti Agung Ngurah Dharma Suyasa
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i1.613

Abstract

ABSTRACT  Deconstructing cultural myths in the Gintangan Tourism Village is a focus in efforts to strengthen local tourism competitiveness during the IPBI TPPP Master's p.c.s activities in the village of Gintangan. The Gintangan people already have solutions for developing local tourism potential based on cultural myths. However, it turns out that some of them are reluctant to local brand tourism commodities because of cultural myths. The issues are : 1) What is the impact of Gintangan cultural myths?; 2) How does diffrance respond to Gintangan cultural myths?; 3) How is a new construction being built amid Gintangan cultural myths in the development of the Gintangan tourist village?. These issues were resolved using qualitative methods. The results show : 1) Gintangan cultural myths have had impacts on collective pride, economic enablers, bamboo innovation, bamboo weaving education centers, bamboo houses, bamboo-themed meeting halls, bamboo-themed costume designs, bamboo festivals, symbolic dependencies, and product branding.; 2) Cultural myths are diffracted by suspending old solutions and designing new ones while analyzing the situation, opening counseling services, providing assistance in the creation of tourism commodities, and ensuring and perfecting new solutions to the problems of improving the quality of tourism village development desired by the actors. 3) New construction for the development of Gintangan Tourism Village in the form of promotional innovation designs, human resource capacity building designs, and tourism facility designs based on strategically developed local tourism capital to revitalize the local brand image competitiveness of Gintangan Tourism Village. Keywords: deconstruction, cultural myths, tourism village, Gintangan, Banyuwangi.   ABSTRAK  Dekonstruksi Mitos Budaya pada pembangunan Desa Wisata Gintangan merupakan sebuah konsentrasi dalam usaha penguatan daya saing wisata lokal selama kegiatan pengabdian S2 TPPP IPBI kepada masyarakat desa Gintangan. Masyarakat desa Gintangan telah memiliki solusi pengembangkan potensi wisata lokal berdasarkan mitos budaya. Akan tetapi, ternyata diantara mereka enggan membranding komoditi wisata dengan identitas lokal karena mitos budaya. Permasalahannya : 1) Apa dampak mitos budaya Gintangan?; 2) Bagaimana tindakan diffrance atas mitos budaya Gintangan?; 3) Bagaimana konstruksi baru ditengah praktik mitos budaya dalam pembangunan desa wisata Gintangan?. Permasalahan ini diselesaikan dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil analisis kegiatan menunjukan : 1) Mitos budaya Gintangan telah berdampak positif terhadap collective pride, economic enabler, inovasi karya bambu, pusat edukasi kerajinan anyaman bambu, griya bambu, balai pertemuan bermotif bambu, model kostum bermotif bambu, festival bambu, depedensi simbolik, branding produk yang sangat potensial menjadi bagian dari pembangunan nilai kualitas desa wisata Gintangan.; 2) Diffrance mitos budaya dilakukan dengan menangguhkan solusi lama dan rancangan solusi baru sambil melakukan analisis situasi, membuka layanan konseling, melakukan pendampingan pembuatan komoditi wisata, memastikan dan menyempurnakan solusi baru untuk masalah peningkatan kualitas pembangunan desa wisata yang diinginkan pelaku.; 3) Konstruksi baru untuk pembangunan Desa Wisata Gintangan berupa rancangan inovasi promosi, rancangan peningkatan kapasitas SDM dan rancangan sarana wisata berbasis modal wisata lokal yang strategis dikembangkan untuk merevitalisasi daya saing brand image lokal dari desa wisata Gintangan. Kata kunci: Dekonstruksi, Mitos Budaya, Pembangunan Desa Wisata, Gintangan, Banyuwangi. 
Pemberdayaan peternak kambing Dukuhmencek melalui pendekatan pentahelix untuk mendukung ketahanan pangan lokal: Empowerment of goat farmers in Dukuhmencek through a pentahelix approach to support local food security Endang Suprihati; Andi Estetiono; Miyayu Soneta Sofyan; Tika Widiastuti; Eka Puspa Dewi; Nizar Hosfaikoni Hadi; Pandu Dwi Prasetyo; Muhammad S. A. Priyanata; Mohammad F. Q Akbar
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i1.615

Abstract

ABSTRACT  The sheep farming subsector plays a strategic role in supporting national food security but continues to face challenges related to productivity, animal health, and waste management. This article documents a community engagement program based on the pentahelix model implemented in Dukuhmencek Village, Jember Municipality, which aims to enhance sheep farmers' capacity through the synergy of academia, community, government, social institutions, and business actors. The program was conducted from June to August 2025 through a series of training and mentoring activities covering forage and silage production, animal health, farm management, the development of Standard Operating Procedures (SOPs), and the utilisation of livestock waste into bio-organic fertiliser. The method employed was a participatory approach involving interactive training, hands-on practice, and evaluation through pre- and post-tests. The evaluation results indicate significant improvements in knowledge, including silage (58.3%), animal health and farm management (38.3%), SOP development (47.9%), and bio-organic fertiliser (32.9%). Furthermore, farmers successfully practised technical skills such as vitamin injection, deworming, and the production of environmentally friendly organic fertiliser. The program has contributed to strengthening farmers’ professionalism, reducing environmental impacts, and diversifying income sources. These findings highlight that the pentahelix approach is not only relevant for enhancing individual capacity but also effective in strengthening sustainable livestock ecosystems at the village level.  Keywords: Bio-organic; Community empowerment; Food security; Pentahelix; Sheep farming      ABSTRAK  Subsektor peternakan kambing memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, namun masih menghadapi kendala produktivitas, kesehatan ternak, dan pengelolaan limbah. Artikel ini mendokumentasikan program pengabdian masyarakat berbasis model pentahelix yang dilaksanakan di Desa Dukuhmencek, Kabupaten Jember, dengan tujuan meningkatkan kapasitas peternak kambing melalui sinergi akademisi, masyararakat, pemerintah, yayasan sosial, dan pebisnis. Dalam rangka mencapai ketahanan pangan, dilakukan serangkaian pelatihan dan pendampingan mencakup pengolahan pakan (hijauan dan silase), kesehatan ternak, manajemen kandang, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta pemanfaatan limbah menjadi pupuk bio-organik. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pelatihan interaktif, praktik lapangan, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, antara lain silase (58,3%), kesehatan ternak dan manajemen kandang (38,3%), SOP (47,9%), dan pupuk bio-organik (32,9%). Selain itu, peternak mampu menguasai keterampilan teknis seperti penyuntikan vitamin, pemberian obat cacing, serta produksi pupuk organik ramah lingkungan. Program ini berimplikasi pada penguatan profesionalisme peternak, pengurangan dampak lingkungan, serta diversifikasi sumber pendapatan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan pentahelix tidak hanya relevan dalam meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga efektif memperkuat ekosistem peternakan berkelanjutan di tingkat desa. Kata kunci: Bio-organik; Ketahanan pangan; Pengabdian masyarakat; Pentahelix; Peternakan kambing.
Pengembangan potensi hutan mangrove melalui pemberdayaan masyarakat pesisir Kabupaten Teluk Bintuni: Developing the potential of mangrove forests through the empowerment of coastal communities in Teluk Bintuni Regency Risdianto Risdianto; Hans F. Z. Peday; Andre B Arep; Ade O. Samber; Nadia Fadila; Adinda N. Putri; Marsia A. R. Rumatray; Herry Ayatanoy
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i1.629

Abstract

ABSTRACT  This community service activity aimed to empower coastal communities through the development of mangrove forest resource potential in Sarbe Village, Kuri District, Teluk Bintuni Regency, West Papua. The program was designed to improve community capacity in identifying, inventorying, and planning the sustainable utilisation of local natural resources, especially mangrove and coastal resources. The activity was carried out through observation, socialisation, interviews, surveys, technical training, and participatory inventory of village resource potential. The results showed that Sarbe Village has diverse natural resource potential with high economic value, including mangrove crabs, fish, shrimp, shellfish, mangrove wood, mangrove litter, ant nest plants, orchids, sago, sago caterpillars, game animals, handicrafts, plantation crops, fruits, and freshwater fish. These resources have long been utilised by the community for subsistence and small-scale economic activities. However, their development remains constrained by limited market access, high transportation costs, and the low capacity of local communities in value-added processing and resource management. This activity identified several priority resources that can be sustainably developed to strengthen the local economy. Continued assistance in product processing, market strengthening, and community-based resource management is needed to ensure that the development of mangrove potential contributes more effectively to the welfare of coastal communities.  Keywords: mangrove forest potential; coastal community empowerment; local resources; sustainable management; Teluk Bintuni   ABSTRAK  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir melalui pengembangan potensi sumber daya hutan mangrove di Kampung Sarbe, Distrik Kuri, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengidentifikasi, menginventarisasi, dan merencanakan pemanfaatan sumber daya alam lokal, khususnya sumber daya mangrove dan kawasan pesisir, secara berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi, sosialisasi, wawancara, survei, pelatihan teknis, dan inventarisasi partisipatif terhadap potensi sumber daya kampung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kampung Sarbe memiliki potensi sumber daya alam yang beragam dan bernilai ekonomi tinggi, meliputi kepiting bakau, ikan, udang, kerang, kayu bakau, serasah bakau, tanaman sarang semut, anggrek, sagu, ulat sagu, hewan buruan, kerajinan tangan, tanaman perkebunan, buah-buahan, dan ikan air tawar. Sumber daya tersebut selama ini telah dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan hidup sehari-hari maupun kegiatan ekonomi skala terbatas. Namun, pengembangannya masih dihadapkan pada kendala akses pasar, tingginya biaya transportasi, dan belum optimalnya kapasitas masyarakat dalam pengolahan hasil dan pengelolaan sumber daya. Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi sejumlah potensi prioritas yang layak dikembangkan secara lestari untuk memperkuat ekonomi lokal. Pendampingan lanjutan dalam pengolahan hasil, penguatan pemasaran, dan pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat masih diperlukan agar pengembangan potensi mangrove dapat lebih efektif meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Kata kunci: potensi hutan mangrove; pemberdayaan masyarakat pesisir; sumber daya lokal; pengelolaan lestari; Teluk Bintuni
Pelatihan pengolahan pakan unggas organik berbasis limbah ikan pada KWT Citra Lestari, Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru: Technical guidance on organic poultry feed processing based on fish waste in KWT Citra Lestari, Sungai Besar Village, South Banjarbaru District, Banjarbaru City Dharmawati Siti; Aam Gunawan; Sugiarti Sugiarti; Rizkie Elvania
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  This community service programme aimed to empower the Citra Lestari Women Farmers Group in Sungai Besar, South Banjarbaru District, Banjarbaru City, through training on processing fish waste into organic poultry feed in the form of fish meal and fish silage. The activity was conducted in August 2025 and involved 20 participants from diverse occupational backgrounds, most of whom were small-scale livestock keepers. The programme employed a participatory approach consisting of initial interviews, theoretical training, demonstrations, and hands-on practice. Evaluation was carried out through pre-test and post-test, observation of participants’ practical skills, and proximate analysis of the products. The results showed that participants’ understanding of the training materials increased to the range of 75%–85%. Participants were generally able to identify suitable raw materials, understand the basic principles of fish waste processing, and produce fish meal and fish silage with acceptable physical qualities. The proximate analysis indicated that the fish meal contained 53.7% crude protein, while the fish silage contained 27.88% crude protein. About 50% of participants expressed willingness to continue applying the technology after the programme. These findings indicate that fish-waste-based feed processing training can strengthen community capacity, improve local resource utilisation, and support the development of alternative poultry feed at the community level.  Keywords: fish waste; fish meal; fish silage; organic poultry feed; women farmers group   ABSTRAK  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani Citra Lestari di Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, melalui pelatihan pengolahan limbah ikan menjadi pakan unggas organik dalam bentuk tepung ikan dan silase ikan. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2025 dengan melibatkan 20 peserta yang memiliki latar belakang profesi beragam, meskipun sebagian besar berprofesi sebagai peternak. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi wawancara awal, pelatihan teoritis, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan peserta selama praktik, serta uji proksimat terhadap produk yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman peserta terhadap materi meningkat hingga berada pada kisaran 75%–85%. Peserta umumnya mampu mengenali bahan baku yang layak, memahami prinsip dasar pengolahan limbah ikan, serta menghasilkan tepung ikan dan silase ikan dengan mutu fisik yang baik. Hasil uji proksimat menunjukkan bahwa tepung ikan mengandung protein 53,7%, sedangkan silase ikan mengandung protein 27,88%. Sebanyak 50% peserta menyatakan keinginan untuk melanjutkan penerapan teknologi setelah kegiatan berakhir. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan pengolahan limbah ikan dapat memperkuat kapasitas masyarakat, meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal, dan mendukung pengembangan pakan alternatif bagi unggas pada tingkat kelompok.  Kata kunci: limbah ikan; tepung ikan; silase ikan; pakan unggas organik; kelompok wanita tani
Sosialisasi pemilihan dan pemeriksaan hewan kurban berprinsip ASUH bagi takmir masjid di Kabupaten Sidoarjo: Socialization of ASUH-compliant selection and inspection of qurban animals for mosque committees in Sidoarjo Regency Agus Widodo; Siti E. Rochmi; M. Gandul Atik Yuliani; Lita R. Yustinasari
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i1.636

Abstract

ABSTRACT  This community service program aimed to improve the knowledge and practical skills of mosque committees and local community members in selecting and inspecting qurban animals in accordance with the ASUH principles (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) in Sidoarjo Regency. The activity was carried out at Masjid Al Ihsan, Pesona Sekar Gading Housing Complex, Sekardangan Village, and involved 25 participants consisting of mosque committee representatives and housewives. The program applied an educative and practical approach through counseling sessions, antemortem and postmortem examination training, supervised slaughtering practice, and hygienic meat handling and packaging. Evaluation was conducted using pre-test, post-test, questionnaires, and direct observation during the implementation process. The results showed an increase in participants’ understanding of zoonotic diseases by 40%, antemortem examination by 50%, slaughtering techniques by 40%, postmortem examination by 35%, recognition of healthy meat and organs by 35%, and hygienic meat packaging by 40%. Participants were actively involved in both discussion and practice sessions, indicating strong interest and relevance of the topic to community needs. The program was effective in strengthening community capacity to support the implementation of healthy, hygienic, and safe qurban practices in line with the ASUH principles. Keywords: qurban animals; ASUH; antemortem; postmortem; meat hygiene   ABSTRAK  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis takmir masjid serta masyarakat dalam pemilihan dan pemeriksaan hewan kurban sesuai prinsip aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) di Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Al Ihsan, Perumahan Pesona Sekar Gading, Kelurahan Sekardangan, dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas perwakilan takmir masjid dan ibu rumah tangga. Program dilaksanakan melalui pendekatan edukatif dan aplikatif berupa penyuluhan, pelatihan pemeriksaan antemortem dan postmortem, pendampingan penyembelihan, serta praktik penanganan dan pengemasan daging secara higienis. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, angket, dan pengamatan langsung selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang penyakit zoonosis sebesar 40%, pemeriksaan antemortem sebesar 50%, teknik penyembelihan sebesar 40%, pemeriksaan postmortem sebesar 35%, pengenalan ciri daging dan jeroan yang sehat sebesar 35%, serta teknik pengemasan daging yang higienis sebesar 40%. Peserta terlibat aktif dalam diskusi maupun praktik, yang menunjukkan tingginya minat dan relevansi topik dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini efektif dalam memperkuat kapasitas masyarakat untuk mendukung pelaksanaan kurban yang sehat, higienis, dan aman sesuai prinsip ASUH.  Kata kunci: hewan kurban; ASUH; antemortem; postmortem; higienitas daging
Pelatihan peremajaan kakao berbasis grafting pada petani Mujir Aibone Ransiki Manokwari Selatan: Grafting-based cocoa rejuvenation training For Mujir Aibone Farmers In Ransiki Manokwari Suparno, Antonius; Parari, Trisday; Prabawardani, Saraswati; Sutiharni , Sutiharni; Mawikere, Nouke L.; Daeng, Baso; Noya, Alce I.; Purbokurniawan, Purbokurniawan; Paisey, Elda K.; Ningsi, Ratna; Wibawati, Zarima; Nurlailah, Nurlailah; Dare, Darius; Febrianto, Sudi; Litaay, Gabriella
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i2.620

Abstract

ABSTRACT   Cocoa (Theobroma cacao L.) is an important plantation commodity in Indonesia, including West Papua, but its productivity at smallholder level remains low due to suboptimal crop management, use of low-performing planting materials, and aging trees. This community service program aimed to improve farmers' capacity to rejuvenate old cocoa stands through grafting techniques. The activity was conducted on July 17, 2025, in the cocoa field of a member of the Mujir Aibone farmer group, Ransiki, South Manokwari Regency, and implemented through short lectures, field demonstrations, and supervised hands-on practice of side and top grafting. The results showed high participation and strong enthusiasm among farmers, most of whom had no prior experience with grafting. Follow-up evaluation two weeks after training indicated an average grafting success rate of 80%, suggesting that this technique is feasible and promising for accelerating cocoa rejuvenation and supporting productivity improvement in smallholder plantations.  Keywords: Cocoa; Grafting; Productivity; Rejuvenation; Training   ABSTRAK   Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan penting di dunia maupun Indonesia, termasuk Papua. Namun, produktivitas kakao rakyat masih relatif rendah akibat teknik budidaya yang belum optimal, penggunaan bahan tanam nonunggul, serta dominasi tanaman tua yang telah melewati masa produktif. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah peremajaan melalui teknik grafting dengan memanfaatkan entres dari varietas atau klon unggul nasional. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan sambung samping dan sambung pucuk pada tanaman kakao dewasa untuk mempercepat peremajaan kebun. Metode pelaksanaan meliputi ceramah singkat, demonstrasi lapang, dan praktik langsung di kebun petani. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juli 2025 di kebun anggota Kelompok Tani Mujir Aibone, Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat. Hasil pengabdian menunjukkan minat dan partisipasi petani yang tinggi, serta peningkatan kemampuan peserta dalam mempraktikkan teknik sambung samping dan sambung pucuk. Kata kunci: Grafting; Kakao; Pelatihan; Peremajaan; Produktivitas
Pendampingan dan pelatihan pembuatan PGPR kepada petani tanaman hortikultura di kampung Kwau : Guidance and training in PGPR production for farmers in Kwau village Ruimassa, Reymas; Ayuningtias, Nandini; Pribadi, Hayu S.P.; Nurlailah, Nurlailah
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i2.621

Abstract

ABSTRACT  Plant pests and diseases threaten horticultural production in Kwau, where farmers often rely on synthetic pesticides without adequate understanding of safe use, human and environmental risks, or pesticide resistance. This community engagement introduced plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) as a biological approach to plant pest organisms, using local materials to lower cost and reduce travel to Manokwari for chemical purchases. Sessions at the Kwau village hall and a demonstration in a farmer’s garden delivered plain-language guidance on PGPR concepts, simple production, and safe application. Farmers participated actively and responded enthusiastically, indicating greater awareness of biological control and a practical entry point for using PGPR. Lasting benefits will depend on structured follow-up with farmers and local institutions. Keywords: Kwau; Mentoring; Organic; Plant disease; Rhizobacteria   ABSTRAK  Hama dan penyakit tanaman mengancam usahatani hortikultura di Kampung Kwau; petani banyak memakai pestisida sintetis tanpa pemahaman memadai tentang pemakaian aman, risiko kesehatan dan lingkungan, serta resistensi. Pengabdian ini memperkenalkan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai alternatif hayati pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan memakai bahan lokal guna menekan biaya dan ketergantungan pada pembelian pestisida kimia di Manokwari. Pelatihan di Balai Kampung Kwau dilanjutkan demonstrasi di kebun petani dengan penyampaian bahasa sehari-hari tentang konsep PGPR, pembuatan sederhana, dan aplikasi aman. Peserta antusias dan aktif, menandakan peningkatan kesadaran pengendalian hayati dan titik awal praktik PGPR. Manfaat berkelanjutan bergantung pada pendampingan lanjutan bersama mitra setempat. Kata kunci: Kwau; Organik; Pendampingan; Penyakit tanaman; Rhizobacteria

Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 2 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat More Issue