cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
fakultaskesehatanunw@gmail.com
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
fakultaskesehatanunw@gmail.com
Editorial Address
http://e-abdimas.unw.ac.id/index.php/jhhs/about/editorialTeam
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS)
ISSN : -     EISSN : 26863812     DOI : https://doi.org/10.35473/jhhs.v2i1
Core Subject : Health,
Menerima hasil penelitian dalam bidang kesehatan, keperawatan, kebidanan, dan farmasi. Jurnal ini diterbitkan pada bulan Maret dan September
Articles 216 Documents
Program Pencegahan Kekerasan Seksual pada Remaja: Scoping Review: Sexual Abuse of Adolescents’ Prevention Program:Scoping Review Solehati, Tetti; Cecep Eli Kosasih; Ade Kirana; Anita Purnama; Dea Aulia Putri; Lidya Nazhifa Kusumah; Kinaya Vathia Zalva Niara; Nadila Vinri; Rizka Fauzia Rahmah
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.513

Abstract

Sexual abuse of adolescents is a serious global problem and a challenge for all countries because it can cause negative physical and psychological impacts on victims. Efforts to prevent sexual abuse of adolescents are needed to reduce the incidence of abuse of adolescents. to map the sexual abuse of adolescents’ prevention program. Research method: Scoping review research design. Article search using keywords from MeSH assisted by the Scopus, PubMed, and Springer databases based on inclusion criteria such as: in English, full text published between 2014-2024, topics about sexual abuse of adolescents are primary articles with experimental research designs, clinical trials, RCTs, quasi-experiments, and pre-experiments. The initial search found 318,227 articles. After screening, eight eligible articles were found, with eight sexual abuse of adolescents’ prevention intervention programs that affect the prevention of sexual abuse in dating physically and psychologically, sexual abuse, and adolescent skills in accessing information related to sexual health and communication. The adolescent’s prevention has been proven to be effective in preventing sexual abuse. However, based on the findings, there are still minimal studies on preventing sexual abuse of adolescents in Indonesia; therefore, it is recommended that further research be conducted on the application of forms of interventions to prevent adolescent sexual violence in Indonesia.   ABSTRAK Kekerasan seksual pada remaja (KSR) merupakan masalah global yang serius dan menjadi tantangan bagi semua negara karena dapat menimbulkan dampak negatif fisik dan psikologis pada korbannya. Diperlukan usaha pencegahan KSR untuk mengurangi kejadian KSR. Untuk memetakan program pencegahan KSR. Desain penelitian scoping review. Pencarian artikel menggunakan kata kunci dari MeSH yang dibantu database Scopus, PUBMED, dan Springer berdasarkan kriteria inklusi seperti: berbahasa Inggris, fullteks yang diterbitkan antara tahun 2014-2024, topik tentang KSR merupakan artikel primer dengan desain penelitian experimental, clinical trial, RCT, quasi experiment, pra eksperimen. Pencarian awal ditemukan 318.227 artikel. Setelah dilakukan screening, ditemukan delapan artikel eligible, dengan delapan program intervensi pencegahan KSR yang mempengaruhi pencegahan kekerasan seksual dalam pacaran secara fisik dan psikologis, kekerasan seksual, serta keterampilan remaja dalam mengakses informasi terkait kesehatan seksual dan komunikasi. Program pencegahan KSR yang terbukti efektif mencegah KSR. Namun, dari hasil temuan masih minim studi pencegahan KSR di Indonesia, oleh karena itu disarankan untuk penelitian selanjutnya melakukan penelitian tentang penerapan bentuk intervensi pencegahan kekerasan seksual remaja di Indonesia. 
Hubungan Self Efficacy dengan Perilaku Kepatuhan Diet Rendah Garam pada Lansia Penderita Hipertensi di Puskesmas Kartasura: The Relationship between Self Efficacy and Low Salt Diet Compliance Behavior in Elderly Patients with Hypertension at Kartasura Health Center Reviana, Fransisca; Sudaryanto, Agus
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.516

Abstract

One is said to be elderly if they are over sixty years old. typically referred to as hypertension, high blood pressure is a prevalent health problem elderly people typically deal with. Cutting the quantity of sodium (salt) you eat is one of the most often used dietary strategies to lower high blood pressure. Among the many factors influencing the effectiveness of a diet are a person's beliefs, attitudes, and degree of self-efficacy. This study sought to investigate the relationship between self-efficacy and behavior of following a low-salt diet. This study employs a cross-sectional approach and falls within a kind of quantitative research. Calculations using the Slovin formula revealed that the sample consisted of one hundred respondents. The technique used for sample was cluster sampling. Data analysis in this work used Spearman's Rho. With a p-value of 0.236, the results showed that self efficacy does not affect adherence to a low salt diet in controlling hypertension in the elderly. The results of this study imply that there is no relationship between self-efficacy and the behavior of implementing a low salt diet in controlling hypertension in the elderly at the Kartasura Health Center. This study found no relationship between the two variables, unlike most studies that found a relationship. Most previous studies have shown that self-efficacy is quite important in inspiring people to follow certain dietary guidelines, such as a low-salt diet. Elderly people may have a high level of self-efficacy, but if there is insufficient knowledge about diet or limited access to healthy food, their dietary adherence behavior will remain low.   ABSTRAK Seseorang dikatakan lansia jika mereka berusia di atas enam puluh tahun. Biasanya disebut sebagai hipertensi, tekanan darah tinggi adalah masalah kesehatan yang lazim dialami lansia. Mengurangi jumlah natrium (garam) yang Anda makan adalah salah satu strategi diet yang paling sering digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Di antara banyak faktor yang memengaruhi efektivitas diet adalah keyakinan, sikap, dan tingkat efikasi diri seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara efikasi diri dan perilaku mengikuti diet rendah garam. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dan termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif. Perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin menunjukkan bahwa sampel terdiri dari seratus responden. Teknik yang digunakan untuk sampel adalah cluster sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Spearman's Rho. Dengan nilai p-value sebesar 0,236, hasil penelitian menunjukkan bahwa self efficacy tidak berpengaruh terhadap kepatuhan terhadap diet rendah garam dalam mengendalikan hipertensi pada lansia. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa tidak ada hubungan antara efikasi diri dengan perilaku penerapan diet rendah garam dalam mengendalikan hipertensi pada lansia di Puskesmas Kartasura. Penelitian ini tidak menemukan adanya hubungan antara kedua variabel tersebut, tidak seperti kebanyakan penelitian yang menemukan adanya hubungan. Sebagian besar penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa efikasi diri cukup penting dalam menginspirasi orang untuk mengikuti pedoman diet tertentu, seperti diet rendah garam. Lansia mungkin memiliki tingkat self efficacy yang tinggi, namun apabila tingkat pengetahuan tentang diet tidak cukup atau keterbatasan akses makanan sehat perilaku kepatuhan diet mereka akan tetap rendah.
Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Minat dan Motivasi Nursepreneurship Mahasiswa Keperawatan: Factors Related to Nursing Students' Interests and Motivation for Nursepreneurship Musta'in, Mukhammad; Maksum; Susilo, Tri; Sugiarto, Heri
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.521

Abstract

Entrepreneurship is an activity to become productive that is not limited by space, time, place, age, and gender, including the field of nursing known as nursepreneurship. The spirit of nursepreneurship needs to be nurtured early on in nursing students considering the increasingly limited job vacancies in hospitals. This study aims to identify the factors related to the interest and motivation of nursing students in pursuing nursepreneurship. The research method is an analytical survey with a cross-sectional approach. The research subjects are sixth-semester students who have taken the nursepreneurship course, using total sampling technique with a total of 30 respondents. The research results showed that 83.3% of the respondents were female and 16.7% were male. The age of the respondents: 19 years 6.7%, 20 years 3.3%, 21 years 60%, 22 years 23.3%, 23 years 3.3%, and 24 years 3.3%. Parental entrepreneurship history: no 63.3% and yes 36.7%. The interest in nursepreneurship in the high category reached 83.3% and very high 16.7%, and the motivation for nursepreneurship in the high category reached 63.3% and very high 36.7%. The p-Value indicates the relationship between gender and interest in nursepreneurship is 0.183, the relationship between gender and motivation for nursepreneurship is 0.047, the relationship between parental entrepreneurship history and interest in nursepreneurship is 0.047, and the relationship between parental history and motivation for nursepreneurship is 0.238. The conclusion of the study is that the factors related to nursepreneurship motivation are gender, and the factor related to nursepreneurship interest is the entrepreneurial background of the parents. Further research is needed regarding other factors related to interest and motivation in nursepreneurship.   ABSTRAK Wirausaha merupakan kegiatan untuk menjadi produktif yang tidak terbatas pada ruang, waktu, tempat, usia, dan jenis kelamin, tak terkecuali bidang keperawatan yang dikenal dengan nursepreneurship. Jiwa nursepreneurship perlu dipupuk sejak dini pada mahasiswa keperawatan mengingat semakin terbatasnya lowongan pekerjaan keperawatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat dan motivasi mahasiswa keperawatan dalam mengikuti nursepreneurship. Metode penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan crossectional. Objek penelitian adalah mahasiswa semester VI yang telah mengambil mata kuliah nursepreneurship dengan teknik total sampling sejumlah 30 responden. Hasil penelitian didapatkan responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 83.3%, laki- laki 16.7%. Usia responden 19 tahun 6.7%, 20 tahun 3.3%, 21 tahun 60%, 22 tahun 23.3%, 23 tahu 3.3% dan 24 tahun 3.3%. Riwayat orangtua berwirausaha kategori tidak 63.3% dan ya 36.7%. Minat nursepreneurship kategori tinggi mencapai 83.3% dan sangat tinggi 16.7% dan motivasi nursepreneurship kategori tinggi 63.3% dan sangat tinggi 36.7%. Nilai p-Value didapatkan hubungan antara jenis kelamin dengan minat nursepreneurship sebesar 0.183, hubungan antara jenis kelamin dengan motivasi nursepreneurship sebesar 0.047, hubungan riwayat orang tua berwirausaha dengan minat nursepreneurship sebesar 0.047 dan hubungan riwayat orang tua dengan motivasi nursepreneurship 0.238. Simpulan penelitian yaitu faktor yang berhubungan dengan motivasi nursepreneurship yaitu jenis kelamin dan faktor yang berhubungan dengan minat nursepreneurship yaitu riwayat orang tua berwirausaha. Perlu penelitian lebih lanjut terkait faktor-faktor lain yang berhubungan dengan minat dan motivasi nursepreneurship.
Efektivitas Antibakteri Sabun Cair yang Mengandung Ekstrak Biji Pinang terhadap Propionibacterium acnes: Antibacterial Effectiveness of Liquid Soap Containing Areca Nut Extract against Propionibacterium acnes Erwiyani, Agitya Resti; Rusiana, Ermala; Indriyani, Niken
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.543

Abstract

Betel nuts contain secondary metabolites that have antibacterial activity. Cosmetic products that are often used as antibacterial agents are liquid soaps. The antibacterial potential of liquid soap against the bacterium Propionibacterium acnes (P. acnes) needs to be developed.P. acnes is a bacterium that plays a role in the formation of acne. The research aims to analyze the antibacterial activity and physical properties of palm seed extract liquid soap against P. acnes. The type of research used is experimental with a post-test control group design. The antibacterial activity test method used was the disk diffusion method. The liquid soap formulations, formulas 1, 2, and 3, contain extract concentrations of 1%, 3%, and 5%, respectively, and physical characteristics were observed on organoleptic parameters, pH, foam height, and viscosity over 28 days. The inhibition zone diameter data was analyzed using the One Way Anova and LSD statistical tests. Liquid soap formulas 1, 2, and 3 have organoleptic characteristics that are semi-viscous, brown in color, have a distinctive betel nut scent, and are homogeneous. Storage for 28 days showed no changes in organoleptic properties, pH value, foam height, and viscosity. Liquid soap formulas 1, 2, and 3 have antibacterial activity with average inhibition zone diameters of 14.1±0.59 mm (strong), 16.9±0.26 mm (strong), and 20.0±0.44 mm (very strong), respectively. The increase in the concentration of areca nut seed extract significantly affects the inhibition zone.   ABSTRAK Biji pinang mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri. Produk kosmetik yang sering digunakan sebagai antibakteri adalah sabun cair. Potensi antibakteri sabun cair terhadap bakteri Propionibacterium acnes (P. acnes) perlu dikembangkan. P. acnes merupakan bakteri yang berperan terhadap terbentuknya jerawat. Tujuan penelitian untuk menganalisis aktivitas antibakteri dan sifat fisik sabun cair ekstrak biji pinang terhadap P. acnes. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan desain post test control group design. Metode uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Formulasi sabun cair formula 1, 2 dan 3 mengandung konsentrasi ekstrak berturut – turut sebesar 1%, 3% dan 5% dilakukan pengamatan karakteristik fisik pada parameter organoleptis, pH, tinggi busa, dan viskositas selama 28 hari. Analisis data diameter zona hambat dilakukan menggunakan uji statistic One Way Anova dan LSD . Sabun cair formula 1, 2, dan 3 memiliki karakteristik organoleptis berbentuk semi kental, berwarna coklat, berbau khas pinang dan homogen. Penyimpanan selama 28 hari tidak menunjukkan perubahan organoleptis, nilai pH, tinggi busa dan viskositas. Sabun cair formula 1, 2, dan 3 memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat rata – rata berturut – turut sebesar 14,1±0,59 mm (kuat), 16,9±0,26 mm (kuat), dan 20,0±0,44 mm (sangat kuat). Peningkatan konsentrasi ekstrak biji pinang mempengaruhi zona hambat secara signifikan.
Gambaran Kesejahteraan Psikologis Lansia di Panti Wredha Merbabu Salib Putih Kota Salatiga: Description of the Psychological Well-being of the Elderly in Nursing Homes White Cross Merbabu, Salatiga City Liyanovitasari; Umi Setyoningrum
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.564

Abstract

The elderly period is marked by various changes, both in physical, psychological, and social aspects, which directly affect their physical and mental conditions. Physical changes that occur in the elderly often have an impact on their psychological condition. Psychological well-being can increase if the elderly get good support from family, friends, and the surrounding environment. The psychological well-being of the elderly is good if the aspects of self-acceptance, positive relationships with others, autonomy, mastery of the environment, having a purpose in life that provides direction and meaning in life, and self-growth are fulfilled. The purpose of this study was to determine the description of psychological well-being in the elderly at the Nursing Home. Method: The design of this study is descriptive quantitative. The population in this study were 105 elderly elderly who lived at the Salib Putih Nursing Home of Salatiga, 83 samples were selected using a purposive sampling technique. The measuring instrument used was the Ryff's Psychological Well Being questionnaire for psychological well-being. The data analysis used was univariate analysis. Results: Most respondents are in the elderly category, 63 respondents (75.9%), the gender of the respondents is mostly female, 53 respondents (63.9%), the education of the respondents is mostly high school, 51 respondents (61.4%), the length of stay in the nursing home, most respondents are more than 1 year, 72 respondents (86.7%). Most of the elderly have moderate psychological well-being, 45 respondents (54.2%). Suggestion: In order for the psychological well-being of the elderly to be fulfilled, the elderly must improve positive relationships with others and be able to accept their shortcomings. ABSTRAK Masa lansia ditandai oleh berbagai perubahan, baik dalam aspek fisik, psikologis, maupun sosial, yang secara langsung memengaruhi kondisi tubuh dan mental mereka. Perubahan fisik yang terjadi pada lansia seringkali berdampak pada kondisi psikologis mereka. Kesejahteraan psikologis dapat meningkat apabila lansia mendapatkan dukungan baik dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitarnya. Kesejahteraan psikologis lansia baik apabila terpenuhi aspek penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, memiliki tujuan hidup yang memberikan arah dan makna dalam kehidupan, dan pertumbuhan diri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kesejahteraan psikologis pada lansia di Panti Wredha. Desain penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini lansia yang bertempat tinggal di Panti Wredha Merbabu Salib Putih Salatiga sejumlah 105 lansia, dipilih sejumlah 83 sampel dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Ryff’s Psychological Well Being untuk kesejahteraan psikologis. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil : Sebagian besar responden memiliki usia kategori lanjut usia tua sebanyak 63 responden (75,9%), jenis kelamin responden sebagian besar perempuan sebanyak 53 responden (63,9%), pendidikan responden sebagian besar SMA sejumlah 51 responden (61.4%), lama tinggal di panti sebagian besar responden lebih dari 1 tahun sebanyak 72 responden (86.7%). Lansia sebagian besar memiliki kesejahteraan psikologis kategori sedang sebanyak 45 responden (54.2%). Lansia memiliki kategori kesejahteraan psikologis sedang. Kesejahteraan psikologis lansia agar terpenuhi maka lansia harus meningkatkan hubungan positif dengan orang lain, dan dapat menerima kekurangan dirinya.
Optimasi Metode Pembuatan Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Ekstrak Jahe Emprit (Zingiber Officinale Var Arrum): Optimization of Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Manufacturing Method for Emprit Ginger Extract (Zingiber Officinale Var Arrum) Salsabiela Dwiyudrisa Suyudi; Rissa Laila Vifta
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.565

Abstract

Antioxidant activity of Ginger Emprit (Zingiber Officinale Var Arrum) with the presence of flavonoid compounds with low solubility and permeability characteristics that can be overcome with self-nanoemulsifying drug delivery system (SNEDDS). The purpose of this study is to determine the effect of speeds using a high-pressure homogeniser on the characteristics of SNEDDS Ginger Emprit (Zingiber Officinale Var Arrum). The method of preparation was carried out with a mixture of VCO, Tween 80, and PEG 400 (1:5:1) and Emprit Ginger Extract at speeds of 5000, 10,000 and 15,000 rpm for 15 minutes. The analysis of the result was carried out statistically using SPSS ANOVA the Kruskal-Wallis test and Mann-Whitney test. The characteristics of SEDDS are seen from the particle size, PDI value, transmittance percentage, and emulsification time. The results showed that the SNEDDS preparation had emulsification times of 9.767 seconds, 13.903 seconds, and 6.126 seconds, particle sizes of each formula is 129.326 nm, 265.20 nm, and 279.60 nm, transmittance percentages of each formula is 46.658%, 23.729%, and 23.575%, and polydispersity index values are 0.964, 0.822, and 0.554. The results of statistical analysis showed that there was a significant difference between speeds of 10.000 rpm and 15.000 rpm.   ABSTRAK Aktivitas antioksidan jahe emprit (Zingiber Officinale Var Arrum) dipengaruhi oleh senyawa flavonoid dengan sifat kelarutan dan permeabilitas yang rendah sehingga dapat diperbaiki dengan sistem penghantaran SNEDDS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kecepatan pembuatan menggunakan homogenizer tekanan tinggi terhadap karakteristik SNEDDS Jahe Emprit. Metode pembuatan dilakukan dengan mencampurkan VCO, Tween 80, dan PEG 400 (1:5:1) dan Ekstrak Jahe Emprit pada kecepatan 5000, 10.000 dan 15.000 rpm selama 15 menit. Analisa Hasil Pengujian dilakukan secara statistika menggunakan SPPS ANOVA dan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Karakteristik SNEDDS dilihat dari ukuran droplet, nilai PDI, persen transmitan, dan waktu emulsifikasi. Hasil menunjukkan bahwa sediaan SEDDS memiliki waktu emulsifikasi 9,767 detik, 13,903 detik, dan 6,126 detik, ukuran droplet masing-masing formula 129,326 nm, 265,20 nm, dan 279,60 nm, persen transmittan masing-masing formula 46,658%, 23,729%, dan 23,575%, dan nilai indeks polidispersitas adalah 0,964, 0,822, dan 0,554. Hasil analisa statistika menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kecepatan 10.000 rpm dan 15.000 rpm
Analisis Kesesuaian Pelayanan Farmasi Klinik di Apotek Sumber Waras Kota Salatiga terhadap Permenkes RI No 73 Tahun 2016: Analysis Of The Conformity Of Clinical Pharmacy Services At Sumber Waras Pharmacy, Salatiga City Towards The Regulation Of The Minister Of Health Of The Republic Of Indonesia No. 73 Of 2016 Nabila Ghassani Adani; Oktianti, Dian
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.566

Abstract

Clinical pharmacy services in pharmacies have an important role in ensuring the rational and appropriate use of drugs by patients. Pharmaceutical Service Standards are established to serve as guidelines for the implementation of quality pharmaceutical services. The guideline referred to in this study is Permenkes RI No. 73 of 2016. This study aims to analyze the level of conformity of pharmaceutical services at Sumber Waras Pharmacy with established standards. This study used an analytical descriptive approach with data collection techniques direct observation of pharmacists. Data collection was carried out by sampling 85 prescriptions. The data were analyzed and presented in percentage form to assess the level of conformity to various aspects of service standards, such as prescription review and dispensing. The study showed that Sumber Waras Pharmacy had a good category with a percentage in the aspects of prescription review of 100% and drug dispensing of 100%. The level of conformity of clinical pharmacy services in the aspects of prescription review and prescription service at Sumber Waras Pharmacy, Salatiga City is in the good category.   ABSTRAK Pelayanan farmasi klinik di apotek memiliki peran penting untuk memastikan penggunaan obat yang rasional dan tepat kepada pasien. Standar Pelayanan Kefarmasian yang ditetapkan untuk menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pelayanan farmasi yang berkualitas. Adapun pedoman yang diacu dalam penelitian ini adalah Permenkes RI No 73 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian pelayanan farmasi di Apotek Sumber Waras dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan teknik pengambilan data observasi langsung terhadap apoteker. Pengambilan data dilakukan dengan sampling sebanyak 85 resep. Data dianalisis dan disajikan dalam bentuk persentase untuk menilai tingkat kesesuaian terhadap berbagai aspek standar pelayanan, seperti pengkajian resep dan dispensing. Penelitian menunjukkan bahwa Apotek Sumber Waras memiliki kategori baik dengan persentase dalam aspek pengkajian resep 100% dan dispensing obat 100%. Tingkat kesesuaian pelayanan farmasi klinik dalam aspek pengkajian resep dan pelayanan resep Apotek Sumber Waras Kota Salatiga dalam kategori baik.
Kecemasan pada Lansia dengan Hipertensi di Wilayah Puskesmas Tuntang: Anxiety in the Elderly with Hypertension in the Tuntang Health Center Area Nailan Najuha; Suwanti
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.568

Abstract

Hypertension is one of the common health problems experienced by the elderly. The prevalence of hypertension sufferers in the elderly continues to increase from year to year. Being diagnosed with hypertension not only has an impact on the physical condition but also experiencing excessive anxiety about complications of the disease which can affect daily life. The purpose of this study was to describe of anxiety level in the elderly with hypertension at the Tuntang Health Center. The design of this study used quantitative design with an analytical descriptive approach. Sampling using purposive sampling obtained a sample of 85 respondents. Data collection using the Geriatry Anxiety Scale (GAS) instrument. Data analysis was carried out using univariate analysis tests displayed in frequency distribution. The results of the study found that elderly people with mild anxiety levels were 2 respondents (2.4%), moderate anxiety levels were 30 respondents (35.3%), and severe anxiety levels were 53 respondents (62.3%), Data analysis was carried out using univariate analysis tests. The results of this study were dominated by a high level of anxiety in 53 respondents (62.3%). It is hoped that officers from the health center can provide community education to the founders of hypertension about how to deal with anxiety experienced by respondents   ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dialami oleh lansia. Prevalensi penderita hipertensi pada lansia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Terdiagnosa penyakit hipertensi tidak hanya berdampak pada kondisi fisik tetapi juga pada kondisi psikologis lansia, seperti kecemasan. Lansia dengan hipertensi sering mengalami kecemasan berlebihan terhadap komplikasi penyakit, yang dapat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Tuntang. Desain penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 85 responden. Pengambilan data menggunakan instrumen Geriatry Anxiety Scale (GAS), Analisis data dilakukan menggunakan uji analisis univariat ditampilkan dalam distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan lansia dengan tingkat kecemasan ringan sebanyak 2 responden (2,4%), tingkat kecemasan sedang sebanyak 30 responden (35,3%), tingkat kecemasan berat sebanyak 53 responden (62,3%). Hasil penelitian ini didominasi oleh tingkat kecemasan berat sebesar  53 responden (62,3%).  Diharapkan tenaga kesehatan dari puskesmas dapat memberikan edukasi pada penderita hipertensi tentang cara menangani kecemasan yang dialami pada responden.
Evaluasi Kualitas Mutu Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Karangayung I dari Perspektif Pasien: Evaluation of the Quality of Pharmaceutical Services at Karangayung I Health Center from the Patient's Perspective Amilia Krislinanda; Dyahariesti, Niken
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.569

Abstract

The level of patient satisfaction with the quality of a service can be used as an indicator of the quality of a health facility. The health center is the first referral health facility for the community to obtain health services, so the health center's quality must be guaranteed. One of them is the Karangayung I health center. This study aims to determine the level of satisfaction with outpatient pharmaceutical services at the Karangayung I Health Center from the patient's perspective. This study uses quantitative descriptive methods and uses a cross-sectional design. Using 95 respondents who meet the inclusion and exclusion criteria of the study. Data analysis uses univariate data analysis to determine the level of patient satisfaction with the quality of pharmaceutical services. The instrument used is a questionnaire. The results of the study showed the level of respondent satisfaction in the responsiveness dimension of 90.9%, the assurance dimension of 91.9%, the empathy dimension of 88.8%, the reliability dimension of 91.7% and the tangibles dimension of 86.8%. The quality of service at Karangayung Health Center is quite good, as seen from the level of patient satisfaction of 90% in the very satisfied category.   ABSTRAK Tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas suatu pelayanan dapat dijadikan indikator  dari kualitas mutu suatu fasilitas kesehatan.  Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan  rujukan pertama masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan, maka  kualitas mutu  puskesmas harus terjamin. Salah satunya puskesmas Karangayung I. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian rawat jalan di Puskesmas Karangayung I dari prespektif pasien. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dan menggunakan desain cross-sectional. Menggunakan 95 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Analisis data menggunakan analisis data univariate untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan responden pada dimensi ketanggapan (responsiveness) 90,9%, dimensi jaminan (assurance) 91,9%, dimensi perhatian (empathy) 88,8%, dimensi kehandalan (reliability) 91,7% dan dimensi tampilan fisik (tangibles) 86,8%. Mutu pelayanan di Puskesmas Karangayung termasuk bagus, terlihat  dari tingkat kepuasan pasien  sebanyak 90% berada pada kategori sangat puas.
Pengaruh Sleep Hygiene terhadap Kualitas Tidur Lansia dengan Insomnia: The Effect of Sleep Hygiene on Sleep Quality in Elderly with Insomnia Fiktina Vifri Ismiriyam; Wulansari
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.578

Abstract

The elderly are an age group that is very susceptible to insomnia. A Javanese proverb says that the elderly will "ngerti dowone bengi", because many elderly people experience sleep disorders such as difficulty starting to sleep, waking up in the middle of sleep and difficulty going back to sleep or waking up in the early hours of the morning which is called insomnia and this interferes with the quality of sleep in the elderly. There are several nursing interventions to improve sleep quality in the elderly, one of which is doing personal hygiene before going to bed. Personal hygiene that is done before going to bed is known as sleep hygiene. The purpose of this study was to determine the effect of sleep hygiene on sleep quality in the elderly who experience insomnia. The research design used was pre-experimental. A sample of 46 elderly respondents who experienced insomnia was taken using purposive sampling techniques. Measurement of sleep quality in the elderly with insomnia was carried out before and after the intervention, namely sleep hygiene for 21 days. Data analysis using the Wilcoxon analysis technique. The results showed that there was a positive effect of the application of sleep hygiene on the quality of sleep in the elderly who experienced insomnia (α <0.5). The conclusion of this study is that sleep hygiene can be used in the elderly with insomnia problems. Nurses are recommended to motivate the implementation of sleep hygiene in patients or clients who experience insomnia. Implications for nursing are the implementation of sleep hygiene in elderly clients with insomnia.   ABSTRAK Lanjut usia  adalah kelompok usia yang sangat rentan mengalami masalah insomnia. Pepatah Jawa mengatakan lansia akan “ngerti dowone bengi”, karena banyak lansia mengalami gangguan tidur seperti susah untuk memulai tidur, bangun ditengah waktu tidur dan susah untuk tidur kembali atau terbangun saat masih dini hari yang disebut insomnia dan ini mengganggu kualitas tidur lansia. Intervensi keperawatan untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia ada beberapa dan salah satunya melakukan kebersihan diri sebelum tidur. Kebersihan diri yang dilakukan sebelum tidur dikenal dengan sleep hygiene. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh sleep hygiene terhadap kualitas tidur pada lansia yang mengalami insomnia. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen. Sampel sebanyak 46 responden lansia yang mengalami insomnia yang diambil dengan tehnik purposive sampling. Pengukuran  kualitas tidur lansia dengan insomnia dilakukan sebelum dan sudah intervensi yaitu sleep higiene selama 21 hari. Analisa Data dengan tehnik analisis wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh positif dari penerapan sleep higiene terhadap kualitas tidur lansia yang mengalami insomnia (α<0,5). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sleep higiene dapat digunakan pada lansia dengan masalah insomnia. Perawat direkomendasikan untuk memotivasi penerapan sleep hygiene pada pasien atau klien yang mengalami insomnia. Implikasi untuk keperawatan adalah penerapan sleep hygiene pada klien  lansia insomnia.