cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
fakultaskesehatanunw@gmail.com
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
fakultaskesehatanunw@gmail.com
Editorial Address
http://e-abdimas.unw.ac.id/index.php/jhhs/about/editorialTeam
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS)
ISSN : -     EISSN : 26863812     DOI : https://doi.org/10.35473/jhhs.v2i1
Core Subject : Health,
Menerima hasil penelitian dalam bidang kesehatan, keperawatan, kebidanan, dan farmasi. Jurnal ini diterbitkan pada bulan Maret dan September
Articles 216 Documents
Audio Hypnocomfort Pregnancy Terbukti Efektif Meningkatkan Kualitas Tidur Ibu Hamil di Puskesmas B, Kab. S: Audio Hypnocomfort Pregnancy Proven Effective in Improving Sleep Quality of Pregnant Women at Health Center B, Kab. S Nurul Jannah; Mulya Virgonita I Winta; Margaretha Maria Shinta Pratiwi; Gunavathy Selvarajh
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.608

Abstract

Sleep disturbances are common complaints among pregnant women due to physiological and psychological changes during pregnancy. One non-pharmacological approach to improve sleep quality is the hypnocomfort pregnancy audio therapy, a relaxation technique using positive suggestions delivered through audio media. This study aimed to analyze the effectiveness of hypnocomfort pregnancy audio therapy on the sleep quality of pregnant women at Bergas Public Health Center, Semarang Regency. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach was employed. The sample consisted of 40 pregnant women in their second and third trimesters, selected using purposive sampling, and divided into intervention and control groups. The intervention group received hypnocomfort pregnancy audio therapy for 20 minutes each night for 14 consecutive days, while the control group received routine care. Sleep quality was measured using the Pregnancy Sleep Quality Index (PSQI). analysis showed a significant improvement in sleep quality in the intervention group (p < 0.05) compared to the control group. Hypnocomfort pregnancy audio therapy was proven effective in improving the sleep quality of pregnant women. In conclusion, this technique can be recommended as a safe, simple, and cost-effective non-pharmacological intervention for managing sleep disturbances in pregnant women in primary health care settings   ABSTRAK Gangguan tidur merupakan keluhan umum pada ibu hamil akibat perubahan fisiologis dan psikologis selama kehamilan. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur adalah terapi audio hypnocomfort pregnancy, yaitu teknik relaksasi berbasis sugesti positif melalui media audio. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi audio hypnocomfort pregnancy terhadap kualitas tidur ibu hamil di Puskesmas Bergas, Kabupaten Semarang. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Sampel terdiri dari 40 ibu hamil trimester II–III yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan terapi audio hypnocomfort pregnancy selama 20 menit setiap malam selama 14 hari, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan perawatan rutin. Kualitas tidur diukur menggunakan Pregnancy Sleep Quality Index (PSQI). Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kualitas tidur yang signifikan pada kelompok intervensi (p < 0,05) dibandingkan kelompok kontrol. Terapi audio hypnocomfort pregnancy terbukti efektif meningkatkan kualitas tidur ibu hamil. Kesimpulannya, teknik ini dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah, dan murah untuk mengatasi gangguan tidur pada ibu hamil di fasilitas pelayanan primer.
Efektivitas Kombinasi Emulgator Tween 80, Lesitin Soya dan Sorbitol terhadap Stabilitas Emulsi Minyak Biji Labu Kuning (Cucurbita moschata D.): Effectiveness of the Emulsifier Combination of Tween 80, Soy Lecithin, and Sorbitol on the Emulsion Stability of Pumpkin Seed Oil (Cucurbita moschata D.) Sunnah, Istianatus; Anggraeni, Nafa; Fadiyah, Ghina Atika; Erwiyani, Agitya
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.570

Abstract

Pumpkin seed oil (Cucurbita moschata D.) has many benefits because it contains active substances as antioxidants and is beneficial for health. There is not much use of pumpkin seed oil as a health supplement for oral consumption. There needs to be a formulation innovation to facilitate its oral use, one of which is in the form of an emulsion. The purpose of this study was to evaluate the physical quality and stability of the combination of emulsifiers in the MBLK emulsion components. The pumpkin seed oil used was oil from the soxhletation process, then phytochemical screening was carried out. Emulsion formulation A was formed using 3 emulsifiers, soya lecithin, tween 80 and xanthan gum. Formula B used emulsifiers, sorbitol, tween 80 and xanthan gum. The physical qualities evaluated included homogeneity, viscosity, pH, particle size and emulsion type. The stability of the preparation was evaluated by storing the emulsion for 7 days at room temperature. Data analysis used Anova One Way. Based on the results of the study, formula A is homogeneous, brownish white, thicker, viscosity 108-146 cP; pH 6.125-6.51; and particle size 152-767.8 µm, type. Formula B is thinner, milky white, homogeneous, particle size 73.193-131.08 µm, pH 6.67-7.073; viscosity 111.67- 136.67 cP. Both formulas have the type M / A. Storage for 7 days at a temperature of 25⁰C and a temperature of 10⁰C, emulsion formulas A and B did not experience phase separation after centrifugation. The results of the study can be concluded that formula B is the most stable emulsion formula compared to formula A. There is no significant difference in pH, viscosity and particle size between combinations of emulsion emulsifiers.   ABSTRAK Minyak biji labu kuning (Cucurbita moschata D.) memiliki banyak khasiat karena mengandung zat aktif sebagai antioksidan serta bermanfaat untuk kesehatan. Belum banyak penggunaan minyak biji labu kuning sebagai bahan tambahan kesehatan untuk dikonsumsi secara oral.  Perlu adanya inovasi formulasi untuk mempermudah penggunaannya secara oral salah satunya dalam bentuk emulsi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi mutu fisik serta stabilitas kombinasi emulgator dalam komponen emulsi MBLK. Minyak biji labu kuning yang digunakan merupakan minyak hasil proses soxhletasi kemudian dilakukan skrining fitokimia.Formulasi emulsi A dibentuk menggunakan 3 emulgator lesitin soya,tween 80 dan xanthan gum. Formula B menggunakan emulgator sorbitol, tween 80 dan xanthan gum. Mutu fisik yang dievaluasi antara lain homogenitas, viskositas,pH, ukuran partikel dan tipe emulsi. Stabilitas sediaan dievaluasi dengan melakukan penyimpanan emulsi selama 7 hari pada suhu ruang. Analisis data menggunakan Anova One Way.  Berdasarkan hasil penelitian, formula A homogen, berwarna putih kecoklatan, lebih kental, viskositas108-146 cP; pH 6,125-6,51; dan ukuran partikel 152-767,8 µm,tipe. Formula B lebih encer, warna putih susu, homogen, ukuran partikel 73,193-131,08µm, pH 6,67-7,073; viskositas 111,67- 136,67cP. Kedua formula memiliki tipe M/A. Penyimpanan selama 7 hari pada suhu 25⁰C dan suhu 10⁰C, formula emulsi A dan B tidak mengalami pemisahan fase setelah dilakukan sentrifugasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa formula B merupakan formula emulsi paling stabil dibandingkan dengan formula A. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada pH, viskositas dan ukuran partikel antar kombinasi emulgator emulsi.
Analisis Gaya Hidup dan Pola Makan dengan Tekanan Darah Sistolik pada Pekerja Pabrik di Wilayah Kabupaten Semarang: Analysis of Lifestyle and Dietary Patterns with Systolic Blood Pressure in Factory Workers in Semarang Regency Dwi Paramita; Tri Qhotizah; Fiona Damayanti; Eunike Darlane Christela; Fatiha Cahya Dewangi; Sri Lestari
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.546

Abstract

High blood pressure is a serious health problem that is often faced by factory employees. Risk factors that can influence blood pressure include lifestyle factors and unhealthy eating patterns and lack of physical activity. The aim of this research was to determine lifestyle and eating patterns on blood pressure in factory workers in the Semarang district. This research uses a descriptive observational method with a cross sectional approach. The sampling technique used is a non-probability technique. The population in this study were factory workers in the Semarang district, totaling 98 respondents. Univariate and bivariate data analysis using the Spearman Rank test. These results show a p value = 0.000 < 0.05 so there is a relationship between smoking habits and blood pressure. p value = 0.025 < 0.05 so there is a relationship between excessive salt consumption and blood pressure, p value = 0.016 < 0.05 so there is a relationship between physical activity and blood pressure.   ABSTRAK Tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan serius yang sering dihadapi oleh pegawai pabrik, faktor resiko yang dapat mempengaruhi tekanan darah diantaranya adalah faktor gaya hidup dan pola makan tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gaya hidup dan pola makan terhadap tekanan darah pada pekerja pabrik di wilayah kabupaten semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik non-probability. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja pabrik yang ada di wilayah kabupaten semarang dengan sumlah sampel 98 responden. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji Spearman Rank. Hasil ini menunjukan nilai p value = 0,000 < 0,05 sehingga terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan tekanan darah. nilai p value = 0,025 < 0,05 sehingga Terdapat hubungan antara Konsumsi garam yang berlebih dengan tekanan darah, nilai p value = 0,016 < 0,05 sehingga terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah.
Analisis Faktor Ibu yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Pekalongan: Analysis of Maternal Factors Associated with the Incidence of Stunting in Toddlers at the Karanganyar Community Health Center, Pekalongan Regency Isfaizah; Lilin Suryaningsih
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.567

Abstract

Stunting is a child health problem faced by Indonesia and has an impact on the quality of life of children. The prevalence of stunting in Indonesia in 2022 was 21.6% which was caused by multiple factors. One of the factors that influence stunting is maternal factors, namely age, medical history, nutritional status during pregnancy, and history of exclusive breastfeeding. The purpose of this study was to determine maternal factors related to the incidence of stunting in toddlers at the Karanganyar Health Center, Pekalongan Regency. The research design used correlational analytics with a case-control approach. The study population for the case group was all mothers of stunted toddlers at the Karanganyar Health Center, Pekalongan Regency in January 2025, totaling 44 people. The research sample was mothers of stunted toddlers at the Karanganyar Health Center, Pekalongan Regency in January 2025, totaling 44 people with purposive sampling and a 1:1 ratio, where 44 stunted toddlers and 44 non-stunted toddlers. The research instrument used a questionnaire. Data analysis used frequency distribution and chi square. The results of the study showed that the case group was known to have 77.3% at-risk age, 59.1% non-risk medical history, 79.1% maternal nutrition at risk, 79.1% history of exclusive breastfeeding at risk. The control group was known to have 50% at-risk age, 81.8% non-risk medical history, 77.3% nutritional status at risk, 52.3% history of exclusive breastfeeding at risk. There was a relationship between age (p: 0.015, OR: 3.4), maternal medical history (p: 0.035, OR: 3.1), pregnancy nutritional status (p: 0.000, OR: 28.4), and history of exclusive breastfeeding (p: 0.004, OR: 4.3) with the incidence of stunting at the Karanganyar Health Center, Pekalongan Regency. The incidence of stunting was influenced by age, medical history, pregnancy nutritional status and history of exclusive breastfeeding. It is necessary to increase preventive measures through education about the ideal gestational age, nutritional preparation before pregnancy through education with prospective brides and grooms and the provision of Fe tablets and supervision of taking Fe tablets to prospective brides, carrying out IMD and motivating mothers to provide exclusive breastfeeding.   ABSTRAK Stunting merupakan  masalah kesehatan anak yang dihadapi Indonesia dan menimbulkan dampak bagi kualitas hidup anak. Prevalensi stunting di Indonesia tahun 2022 sebesar 21,6% yang disebabkan multifaktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi stunting adalah faktor ibu yaitu usia,  riwayat penyakit, status gizi kehamilan, riwayat pembreian ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor ibu yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan case control. Populasi penelitian untuk kelompok kasus adalah seluruh ibu dari balita stunting di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Pekalongan pada bulan Januari 2025 sebanyak 44  orang. Sampel penelitian adalah ibu dari balita stunting di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Pekalongan pada bulan Januari 2025 sebanyak 44 orang  dengan purposive sampling dan perbandingan 1:1, dimana 44 balita stunting dan 44 balita tidak stunting. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner.  Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan kelompok kasus diketahui 77,3% usia beresiko,  59,1% riwayat penyakit tidak  berisiko, 79,1% gizi ibu berisiko, 79,1% riwayat pemberian ASI eksklusif berisiko.  Kelompok kontrol diketahui 50% usia tidak beresiko, 81,8% riwayat penyakit tidak beresiko, 77,3% status gizi tidak beresiko, 52,3% riwayat pemberian ASI eksklusif tidak berisiko. Ada hubungan usia (p: 0,015, OR: 3,4), riwayat penyakit ibu (p: 0,035, OR: 3,1), status gizi kehamilan (p: 0,000, OR: 28,4), dan riwayat pemberian ASI eksklusif (p: 0,004, OR: 4,3) dengan kejadian stunting di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Pekalongan. Kejadian stunting dipengaruhi oleh usia, riwayat penyakit, status gizi kehamilan dan riwayat pemberian ASI eksklusif. Perlu meningkatkan langkah-langkah pencegahan melalui edukasi tentang umur kehamilan yang ideal, persiapan gizi sebelum kehamilan melalui edukasi dengan calon pengantin dan pemberian tablet Fe dan pengawasan minum tablet Fe pada calon pengantin, melakukan IMD dan memotivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif.
Peran Keikutsertaan Ibu dalam Kelas Ibu Balita terhadap Pengetahuan dan Sikap Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA): The Role of Mothers' Participation in Mother and Toddler Classes on Knowledge and Attitudes of Infant and Child Feeding (PMBA) Zahrotussalamah; Veftisia, Vistra; Khayati, Yulia Nur
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.604

Abstract

Nutritional problems among children under five remain a global health concern. Data from (UNICEF dkk., 2023) show that 12.33% of under-five children worldwide are undernourished. In Indonesia, the 2023 Indonesia Health Survey reported a prevalence of 12.9%, with 5.42% in Central Java Province and 6.6% in Semarang Regency (Central Java Health Office & BPS Semarang, 2023). At the subdistrict level, 1.8% of children in Bergas were found to be undernourished (Bergas Public Health Center, 2024). One of the main contributing factors is suboptimal Infant and Young Child Feeding (IYCF), influenced by limited maternal knowledge and negative attitudes. To address this, the government launched the mother and toddler class program to improve mothers’ knowledge and attitudes toward IYCF. However, in Karangjati Village, participation in the program remains low, which correlates with poor knowledge and negative attitudes. Preliminary data from five mothers with children aged 6–24 months showed that two (40%) who actively participated in the class had good knowledge and positive attitudes, while three (60%) who were less active demonstrated the opposite. This study aimed to examine the relationship between maternal participation in the class and their knowledge and attitudes toward IYCF. Using a correlational analytic design with a cross-sectional approach, the study involved 78 mothers selected through the Slovin formula and purposive sampling, with 72 meeting the inclusion criteria of participating in the program between July and December 2024. Data were collected via questionnaires and analyzed using the chi-square test. Results showed that 73.6% of mothers were not active in the class, 48.6% had good knowledge, and 43.1% had neutral attitudes. There was a significant relationship between participation and both knowledge (p = 0.044) and attitudes (p = 0.005), indicating that higher participation contributes to improved maternal knowledge and attitudes in IYCF practices. ABSTRAK Masalah gizi pada balita masih menjadi perhatian global yang mendalam, berdasarkan data UNICEF dkk. (2023) yang mencatat 12,33 % balita di dunia mengalami gizi kurang. Survei Kesehatan Indonesia (2023) menunjukkan prevalensi gizi kurang sebesar 12,9 % di Indonesia, dengan angka di Provinsi Jawa Tengah mencapai 5,42 % dan Kabupaten Semarang 6,6 % (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah & Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang 2023). Pada tingkat kecamatan, 1,8 % balita di Kecamatan Bergas dilaporkan mengalami gizi kurang (Puskesmas Bergas, 2024). Hal tersebut dipengaruhi oleh masalah Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang belum optimal dikarenakan kurangnya pengetahuan dan sikap ibu yang negative menjadi salah satu penyebab utama. Upaya pemerintah untuk memperbaiki kondisi tersebut diwujudkan melalui program kelas ibu balita yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam PMBA, tetapi pelaksanaannya di Desa Karangjati masih menunjukkan partisipasi ibu yang rendah, sehingga pengetahuan ibu tetap kurang dan sikap cenderung negatif. Dari lima ibu yang memiliki balita usia 6–24 bulan, terdapat dua orang (40 %) aktif mengikuti kelas, menunjukkan pengetahuan baik serta sikap positif dalam PMBA, sedangkan tiga orang (60 %) yang tidak aktif memiliki pengetahuan kurang dan sikap negative dalam PMBA. Kondisi ini mendorong penelitian mengenai hubungan keikutsertaan ibu pada kelas ibu balita dengan pengetahuan dan sikap ibu dalam PMBA. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu ibu yang memilik balita usia 6-24 bulan sejumlah 356 ibu dan sampel 78 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin, kemudian dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi, yaitu ibu yang menjadi sasaran kelas pada Juli-Desember 2024, sehingga terkumpul 72 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan analisis data menggunakan uji chi‑square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden tidak aktif mengikuti kelas ibu balita (73,6%), sebanyak 48,6% memiliki pengetahuan yang baik, dan 43,1% menunjukkan sikap netral dalam PMBA. Uji statistik membuktikan keikutsertaan ibu berkorelasi signifikan dengan pengetahuan (p = 0,044) maupun sikap (p = 0,005), sehingga dapat disimpulkan bahwa keikutsertaan aktif pada kelas ibu balita berkontribusi terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam Pemberian Makan Bayi dan Anak.
Hubungan Keterjangkauan Pelayanan Kesehatan Primer dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Daerah Tertinggal Puskesmas Pimping, Kalimantan Utara: The Relationship between Accessibility of Primary Health Care Services and Medication Compliance in Hypertension Patients in Underdeveloped Areas of Pimping Community Health Center, North Kalimantan Rismawati, Diah Hening; Susilo, Eko
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.613

Abstract

Hypertension is a chronic condition that requires long-term management through lifestyle changes and/or continuous use of antihypertensive medications (World Health Organization, 2021). This study aims to analyze the relationship between access to health care services and the level of medication adherence among hypertensive patients in the remote area of Pimping Public Health Center, Bulungan Regency, North Kalimantan. This is a quantitative study with a correlational design using a cross-sectional approach. The study population consisted of all hypertensive patients receiving health services at Pimping Public Health Center, totaling 94 patients. The sample comprised 77 respondents selected through purposive sampling. The research instruments included a health service access questionnaire and the Modified Morisky Adherence Scale (MMAS). Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The majority of respondents (71 people or 92.2%) reported that access to health care services was not easy. All respondents demonstrated low adherence to hypertension medication. There was a statistically significant relationship between access to health care services and the level of medication adherence among hypertensive patients in the remote area of Pimping Public Health Center, Bulungan Regency, North Kalimantan, with a p-value of 0.022 (<0.05). ABSTRAK Hipertensi adalah kondisi kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang melalui perubahan gaya hidup dan/atau penggunaan obat antihipertensi secara terus menerus (World Health Organization, 2021) . Keberhasilan program terapi hipertensi terkendala oleh faktor keterjangkauan pelayanan kesehatan primer, terutama di wilayah tertinggal dengan kondisi geografis sulit dan keterbatasan sumber daya kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan keterjangkauan pelayanan kesehatan terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi di daerah tertinggal Puskesmas Pimping, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif yang rancangannya menggunakan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Pimping, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara sejumlah 94 pasien. Sampel penelitian ditentukan sejumlah 77 responden yang diambil dengan tehnik purposive sampling. Alat ukur penelitian menggunakan kuesioner akses pelayanan kesehatan dan Kuesioner Modifed Morisky Adherence Scale (MMAS). Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square. Sebagian besar responden, yaitu 71 orang (92,2%), menyatakan bahwa akses terhadap pelayanan kesehatan tidak mudah. Seluruh responden memiliki kepatuhan rendah dalam minum obat hipertensi. terdapat hubungan antara akses pelayanan kesehatan terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi di daerah tertinggal Puskesmas Pimping, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dengan nilai p 0,022 <0,05.
Evaluasi Tingkat Pengetahuan Pasien di Apotek Puri Farma Mengenai Beyond Use Date (BUD) pada Sediaan Farmasi: Evaluation of Patient Knowledge Level at Puri Farma Pharmacy Regarding Beyond Use Date (BUD) on Pharmaceutical Preparations Silva Hati Nurani; Oktianti, Dian; Riska Aninda Putri; Lutfia Nur Latifah; Yolanda Listyana Basuki
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.633

Abstract

Many patients still show some inconsistencies in the use of medicines, particularly regarding the shelf life of pharmaceutical preparations. These inconsistencies occur due to patients' lack of understanding of the expiration date or Beyond Use Date (BUD) of pharmaceutical preparations. his study aims to analyze the level of knowledge of patients at Puri Farma Pharmacy in Salatiga regarding the BUD of pharmaceutical preparations. The research method used was quantitative non-experimental with a descriptive analytical design and a cross-sectional approach. he data were processed using Microsoft Excel. Research data were obtained directly through a questionnaire consisting of 14 statements regarding the BUD. The questionnaire was tested for validity and reliability before use. A total of 75 patients participated in this study. The results of this study showed that 72% of patients were aged ≤ 25 years and female. There were two questions that were answered correctly by 96% of respondents, namely those related to storage temperature, and there was one question that was only answered correctly by 60% of respondents, namely regarding dry syrup preparations that have undergone reconstitution and can be used for a maximum of 7-14 days. The conclusion of this study was that 13 respondents (17.33%) had sufficient knowledge and 62 respondents (82.67%) had good knowledge. This shows the importance of conducting education on the Expiration Date (BUD).   ABSTRAK Banyak pasien masih menunjukkan beberapa ketidaksesuaian dalam penggunaan obat, khususnya terkait masa pakai sediaan farmasi. Ketidaksesuaian tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman pasien terhadap batas waktu penggunaan obat atau Beyond Use Date (BUD) sediaan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan pasien di Apotek Puri Farma Salatiga mengenai BUD pada sediaan farmasi. Metode penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimental dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Data diolah menggunakan microsoft excel. Data penelitian diperoleh secara langsung melalui kuesioner yang terdiri dari 14 pernyataan mengenai BUD. Kuesioner diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Responden yang ikut serta dalam penelitian ini sebanyak 75 pasien. Hasil penelitian ini diketahui 72% pasien berusia ≤ 25 tahun dengan jenis kelamin perempuan. Terdapat 2 pertanyaan yang dijawab benar oleh 96% responden yaitu terkait dengan suhu penyimpanan dan terdapat 1 pertanyaan yang hanya dijawab benar oleh 60% responden, yaitu mengenai obat sediaan sirup kering yang mengalami rekonstitusi maksimal digunakan 7-14 hari. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh hasil 13 responden (17,33%) yang memiliki pengetahuan cukup dan 62 responden (82,67%) berpengetahuan baik. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya dilakukan penyuluhan mengenai BUD.
Karakteristik Fisik Formula Nanoliposom Minyak Biji Alpukat (Percea americana Mill): Physical Characteristics of Avocado Seed Oil (Persea americana Mill) Nanoliposome Formulation Abdul Aziz; Vania, Yoshe; Arina Shaleha, Shinta; Naela Amalia, Berlian; Miftakhur Rohmah, Riska; Sunnah, Istianatus
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.648

Abstract

Nanoliposomes are nanoparticle technology that has a topical drug delivery system composed of a phospholipid bilayer membrane. The shape of nanoliposomes can penetrate into the layer intracellularly through the lipid network in the stratum corneum. Avocado seed oil (Persea americana Mill) contains secondary metabolites such as flavonoids, saponins, terpenoids, steroids, tannins and fatty acids that have health benefits so that for optimal use it can be made in nanoliposomes. The purpose of this study was to evaluate the physical characteristics of avocado seed oil nanoliposomes. This research method began with producting avocado seed oil produced from the extraction process by the soxhletation method using n-hexane solvent. Phytochemical screening were carried out qualitatively. Nanoliposomes were made using the thin layer hydration method using 1 lipid bilayer. The physical quality test of nanoliposomes included organoleptic, pH, viscosity, particle size, polydispersity index and transmittance percentage. The results of the physical quality evaluation were presented descriptively. The results of qualitative phytochemical screening showed that avocado seed oil contains flavonoids, saponins, and tannins. The physical characteristics of nanoliposomes are semi-solid, brown in color, distinctive odor, pH 6.68 ± 0.02; viscosity 3.358 ± 130.39 cps, particle size 531.83 ± 12.40 nm; PDI 0.123 ± 0.05. Based on these results, it can be concluded that the physical characteristics of avocado seed oil nanoliposomes meet the requirements, the particle size of the resulting nanoliposomes is included in the category of Large Unilamelar Vesicles and is distributed homogeneously monodisperse. Based on the particle size, the nanoliposomes cannot penetrate the stratum corneum.   ABSTRAK Nanoliposom merupakan teknologi nanopartikel yang memiliki sistem penghantaran obat secara topikal yang tersusun oleh membran fosfolipid bilayer. Nanoliposom dapat berpenetrasi ke dalam lapisan secara intraseluler melalui jaringan lipid pada stratum corneum. Minyak biji alpukat (Persea americana Mill) memiliki senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, terpenoid, steroid, tanin dan asam lemak yang memiliki manfaat untuk kesehatan sehingga untuk optimalisasi penggunaan dibuat bentuk nanoliposom. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi karakteristik fisik nanoliposom minyak biji alpukat. Metode penelitian dimulai dengan produksi minyak biji alpukat melalui proses ekstraksi dengan metode soxhletasi menggunakan pelarut n-heksan. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif. Pembuatan nanoliposom menggunakan metode hidrasi lapis tipis menggunakan 1 lipid bilayer. Uji mutu fisik nanoliposom meliputi organoleptis, pH, viskositas, ukuran partikel, indeks polidispersi dan persentase transmittan. Hasil evaluasi mutu fisik disajikan secara deskriptif. Hasil skrining fitokimia secara kualitatif, minyak biji alpukat mengandung flavonoid, saponin, tanin. Karakteristik fisik nanoliposom memiliki bentuk semi padat, warna coklat, bau khas, pH 6,68±0,02; viskositas 3.358±130,39 cps, ukuran partikel 531,83±12,40 nm; PDI 0,123±0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa karakteristik fisik nanoliposom minyak biji alpukat memenuhi syarat. Ukuran partikel nanoliposom yang dihasilkan termasuk kategori Large Unilamelar Vesicles dan terdistribusi homogen monodispersi. Berdasarkan ukuran partikel sediaan nanoliposome tidak dapat menembus stratum corneum.
Identifikasi Kandungan Mikroplastik dan Histologis Usus Ikan Belanak di Tambak Desa Mororejo: Identification of Microplastic Content and Histology of Mullet Intestines in Mororejo Village Ponds Bq. Nabila; Jatmiko Susilo; Brigita Afrillia; Riksa Ariyani; Abigail Wulandari
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.577

Abstract

Microplastics pose a significant threat to the environment and public health, as they can contaminate ecosystems and cause toxicity in the human gastrointestinal tract when continuously ingested. This study aims to identify the presence of microplastics and histological changes in the intestines of fish in the ponds of Mororejo Village, Kaliwungu, Kendal.This study employed an experimental method with a qualitative approach. This research is a correlational analytic study that identifies the types and quantities of microplastics found in fish intestines. The data obtained were analyzed using Pearson correlation test. The results revealed the presence of microplastics in the form of fibers (25.93%), fragments (62.96%), and films (11.11%) in the fish intestines. Therefore, it can be concluded that the most predominant type of microplastic found in the fish intestines was fragments. Furthermore, a strong correlation was identified between the abundance of microplastics and both the length and weight of mullet fish, with a statictically significant p-value (p < 0.05).   ABSTRAK Mikroplastik merupakan ancaman besar bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat karena dapat mencemari lingkungan serta menimbulkan toksisitas bagi saluran pencernaan manusia jika terus-menerus dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan mikroplastik dan perubahan histologis pada usus ikan di Tambak Desa Mororejo, Kaliwungu Kendal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan mengidentifikasi jenis dan jumlah mikroplastik dalam usus ikan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Korelasi pearson. Hasil analisis ditemukan adanya kandungan mikroplastik pada usus ikan dalam bentuk fiber (25,93%), fragmen (62,96%), dan film (11,11%). Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa jenis mikroplastik terbanyak pada usus ikan yaitu fragmen. Selain itu, ditemukan adanya korelasi yang kuat antara kelimpahan mikroplastik dengan panjang ikan belanak dan bobot ikan dengan nilai p signifikansi secara statistik (p<0,05).
Pengaruh Walking Exercise terhadap Kadar Gula Darah (GDP dan G2PP) pada Orang Dewasa yang Mengalami Prediabetes: The Effect of Walking Exercise on Blood Sugar Levels (FBS and FBS) in Adults with Prediabetes Febyolla Dia Angelyna; Suwanti
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.646

Abstract

An imbalance in blood glucose levels can lead to prediabetes, which if not properly managed, may progress to type 2 diabetes mellitus. Complications of type 2 diabetes include cardiovascular problems (heart disease, stroke), nerve damage (neuropathy), kidney damage (nephropathy), diabetic retinopathy, diabetic ulcers, as well as an increased risk of skin and oral infections, and hyperosmolar hyperglycemic coma. Walking exercise has been shown to improve insulin sensitivity and lower blood glucose levels; however, its effectiveness in individuals with prediabetes still requires further investigation. This study aimed to determine the effect of walking exercise on blood glucose levels (fasting blood glucose/FPG and 2-hour post prandial blood glucose/2hPPG) in adults with prediabetes. This quasy-experimental study used a pre-test and post-test control group design involving 24 respondents selected through purposive sampling, consisting of 12 respondents in the intervention group and 12 respondents in the control group. The walking exercise was performed for 30 minutes per day, three consecutive days per week, covering a distance of 3 kilometers, and blood glucose levels were measured using an Accu-Chek glucometer. Data were analyzed using an independent t-test. The results showed a significant difference in blood glucose levels (FPG and 2hPPG) before and after the intervention in the intervention group, while no significant difference was found in the control group (p-value = 0.001 < 0.05). It was concluded that walking exercise has a significant effect on reducing blood glucose levels (FPG and 2hPPG) (p-value = 0.001 < 0.05), and it is recommended as a preventive strategy against type 2 diabetes mellitus.   ABSTRAK Ketidakseimbangan kadar gula darah dapat menyebabkan kondisi prediabetes. Kondisi ini apabila tidak dilakukan penanganan dengan baik akan berisiko berkembang menjadi diabetes mellitus tipe 2. Komplikasi diabetes tipe 2 meliputi masalah jantung dan pembuluh darah (penyakit jantung, stroke), kerusakan saraf (neuropati), kerusakan ginjal (nefropati), masalah retinopati diabetik, luka diabetik), serta peningkatan risiko infeksi kulit dan mulut, dan koma hiperglikemik hiperosmolar. Walking exercise bermanfaat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah, namun efektivitasnya pada prediabetes masih perlu diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh walking exercise terhadap kadar gula darah (GDP dan D2PP) pada orang dewasa dengan prediabetes. Desain penelitian menggunakan quasy-experimental dengan pendekatan pre-test post-test with control group design. Penelitian ini melibatkan 24 responden yang dipilih secara purposive sampling, dengan 12 responden (kelompok intervensi) dan 12 responden (kelompok control). Walking exercie dilakukan dengan durasi 30 menit/hari yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut selama satu minggu dengan jarak tempuh 3 km dan alat ukur gula darah menggunakan Accu Check glucometer. Uji analisis menggunakan uji t-test independent. Ada perbedaan kadar gula darah (GPP dan G2PP) sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi, dan tidak ada perbedaan yg signifikan gula darah (GPP dan G2PP) pada kelompok kontrol (p-value=0,001<0,05). Ada pengaruh yang signifikan walking exercise terhadap kadar gula darah (GPP dan G2PP) (p-value=0,001<0,05). Walking exercise direkomendasikan sebagai strategi pencegahan diabetes mellitus.