cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
fakultaskesehatanunw@gmail.com
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
fakultaskesehatanunw@gmail.com
Editorial Address
http://e-abdimas.unw.ac.id/index.php/jhhs/about/editorialTeam
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS)
ISSN : -     EISSN : 26863812     DOI : https://doi.org/10.35473/jhhs.v2i1
Core Subject : Health,
Menerima hasil penelitian dalam bidang kesehatan, keperawatan, kebidanan, dan farmasi. Jurnal ini diterbitkan pada bulan Maret dan September
Articles 237 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Ketepatan Penggunaan Obat Anti Hiperkolesterolemia pada Pasien di Apotek Kecamatan Kaliwungu Kudus: The Relationship between Knowledge Level and the Appropriate Use of Anti-Hypercholesterolemia Drugs in Patients at the Kaliwungu District Pharmacy in Kudus Ika Sinta Indriani; Zaenal Fanani; Emma Jayanti Besan
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.722

Abstract

Hypercholesterolemia is a lipid metabolism disorder characterized by elevated total blood cholesterol levels and is one of the major risk factors for cardiovascular disease. The proper use of antihypercholesterolemic drugs is essential to achieve therapeutic success, and one of the factors assumed to influence it is the patient’s level of knowledge. This study aimed to determine the relationship between the level of knowledge and the appropriateness of antihypercholesterolemic drug use among patients at pharmacies in Kaliwungu District, Kudus. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design. Samples were selected using purposive sampling, involving 103 respondents who met the inclusion criteria. Data were collected using validated and reliable questionnaires, then analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that most respondents had a moderate level of knowledge, namely 55 respondents (53.4%), while the appropriateness of drug use was also mostly in the moderate category, namely 63 respondents (61.2%). The bivariate analysis showed χ² = 17.079 with a p-value = 0.002 (p < 0.05), indicating a significant relationship between the level of knowledge and the appropriateness of antihypercholesterolemic drug use. It can be concluded that the better the patient’s level of knowledge, the more appropriate the use of antihypercholesterolemic drugs tends to be.   ABSTRAK Hiperkolesterolemia merupakan gangguan metabolisme lemak yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total dalam darah dan menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Ketepatan penggunaan obat anti hiperkolesterolemia sangat penting untuk mencapai keberhasilan terapi, dan salah satu faktor yang diduga mempengaruhi adalah tingkat pengetahuan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan ketepatan penggunaan obat anti hiperkolesterolemia pada pasien di 15 apotek Kecamatan Kaliwungu Kudus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 103 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 55 orang (53,4%), sedangkan ketepatan penggunaan obat sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 63 orang (61,2%). Hasil uji bivariat menunjukkan nilai χ² = 17,079 dengan p-value = 0,002 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan ketepatan penggunaan obat anti hiperkolesterolemia. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik tingkat pengetahuan pasien, maka akan semakin tepat penggunaan obat anti hiperkolesterolemia.
Pengetahuan Ibu Berhubungan dengan Kelengkapan Imunisasi Lanjutan pada Balita Usia 37 s/d 60 Bulan di Puskesmas Arga Mulya: Mothers' Knowledge Regarding Follow-Up Immunization Completeness in Toddlers Aged 37 to 60 Months at Arga Mulya Community Health Center Manik, Santini; Isfaizah
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.609

Abstract

Low coverage of follow-up immunizations in toddlers is caused by parental behavior. Knowledge plays an important role in shaping a person's behavior, whereby people with low knowledge about immunization tend not to believe in the benefits of immunization for children. There are still mothers in the Arga Mulya Community Health Center working area who do not provide follow-up immunizations for their toddlers, even though health workers have provided education and counseling through the integrated health service post (posyandu). The purpose of this study was to determine the relationship between mothers' knowledge and the completeness of follow-up immunizations in toddlers aged 37-60 months at the Arga Mulya Community Health Center. The research design used was quantitative with a cross-sectional survey approach. The population consisted of all mothers with toddlers aged 37 to 60 months, totaling 209 mothers. The sampling technique used was non-probability sampling with a purposive sampling approach that met the inclusion and exclusion criteria, resulting in a sample of 68 respondents. The results showed that the majority of mothers had sufficient knowledge about follow-up immunizations, with 31 mothers (45.6%) having adequate knowledge; the majority had completed follow-up immunizations, with 39 mothers (57.4%) having done so; and there was a relationship between mothers' knowledge about follow-up immunizations and the completion of follow-up immunizations, with a p-value of 0.017. Mothers must pay attention to their children's health, one of which is by providing follow-up immunizations so as to reduce unexpected risks for toddlers.   ABSTRAK Rendahnya cakupan imunisasi lanjutan pada balita disebabkan oleh perilaku orang tua. Pengetahuan memegang peranan penting dalam pembentukan perilaku seseorang, di mana orang dengan pengetahuan yang rendah tentang imunisasi cenderung tidak percaya pada manfaat imunisasi bagi anak. Masih ditemukan ibu di wilayah kerja Puskesmas Arga Mulya yang tidak melakukan imunisasi lanjutan bagi balitanya, meskipun petugas kesehatan sudah melakukan edukasi dan penyuluhan melalui posyandu. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan pengetahuan ibu  dengan kelengkapan imunisasi lanjutan pada balita usia 37-60 bulan di Puskesmas Arga Mulya. Desain penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional survey. Populasinya yaitu seluruh ibu yang memiliki balita usia 37 s.d. 60 bulan sejumlah 209 ibu. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan jenis pendekatan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga didapatkan sampel 68 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan ibu tentang imunisasi lanjutan mayoritas pada pengetahuan cukup sebanyak 31 ibu (45,6%); gambaran kelengkapan imunisasi lanjutan mayoritas telah melengkapi imunisasi lanjutan sejumlah 39 ibu (57,4%); dan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi lanjutan dengan kelengkapan imunisasi lanjutan dengan nilai p-value 0,017. Ibu wajib dan harus memperhatikan kesehatan anaknya, salah satunya dengan pemberian imunisasi lanjutan sehingga dapat mengurangi risiko yang tidak diharapkan bagi balita.
Optimasi Formulasi Granul Effervescent Ekstrak Etanol 96% Buah Murbei (Morus nigra L.): Optimization of Effervescent Granule Formulation of 96% Ethanol Extract of Mulberry Fruit (Morus nigra L.) Maharani, Rizxan Auria; Hasriyani; Fahrudin Arif
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.710

Abstract

Mulberry fruit (Morus nigra L.) is known to contain phenolic compounds, particularly flavonoids and tannins, which possess pharmacological effects such as antioxidant, antibacterial and antidiabetic properties. This study aims to formulate effervescent granules from mulberry fruit extract and evaluate the tannin content. This is a quantitative study using an experimental method. Tannin content was determined using the Folin-Ciocalteu method via the formation of a coloured complex, which was analysed by UV-Vis spectrophotometry. Mulberry fruit extraction was carried out using the maceration method with 96% ethanol as the solvent at a ratio of 1:10, yielding a yield of 16.2%. The effervescent granules were formulated in three extract concentration variations: F1 (5%), F2 (10%) and F3 (15%). Evaluation of the preparations included organoleptic testing, homogeneity, flow time (<10 seconds), angle of repose (25°–40°), compressibility (<20%), solution pH (5–7), dissolution time (<5 minutes) and moisture content (<5%). The results of the study showed that the tannin content in the extract was 67.68 mg GAE/g and in the effervescent granules it ranged from 8.50 to 14.96 mg GAE/g. These results indicate that the mulberry fruit extract was successfully formulated into effervescent granules that meet quality requirements and exhibit an increasing tannin content as the extract concentration rises.   ABSTRAK Buah murbei (Morus nigra L.) diketahui mengandung senyawa fenolik terutama flavonoid dan tanin yang memiliki efek farmakologis seperti antioksidan, antibakteri dan antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan granul effervescent ekstrak buah murbei dan mengevaluasi kadar tanin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimental. Penetapan kadar tanin dilakukan menggunakan metode Folin-Ciocalteu melalui pembentukan kompleks berwarna yang dianalisis dengan spektrofotometri UV-Vis. Ekstraksi buah murbei dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dengan perbandingan 1:10 dan menghasilkan rendemen sebesar 16,2. Granul effervescent diformulasikan dalam tiga variasi konsentrasi ekstrak yaitu F1 (5%), F2 (10%) dan F3 (15%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, waktu alir (<10 detik), sudut diam (25o-40o), kompresibilitas (< 20%), pH larutan (5-7), waktu larut (< 5 menit) dan kadar air (< 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar tanin pada ekstrak adalah 67,68 mg GAE/g dan granul effervescent dalam rentang 8,50 sampai 14,96 mg GAE/g. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak buah murbei berhasil diformulasikan menjadi granul effervescent yang memenuhi persyaratan mutu dan memiliki kadar tanin yang meningkat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self-Care Management pada Penderita Hiv/Aids (ODHA) di Puskesmas Bergas: The Relationship Between Family Support and Self-Care Management in HIV/AIDS Patients (ODHA) at Bergas Community Health Center Luluk Sri Nurhalizha; Liyanovitasari
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.723

Abstract

Self-care management is the ability of people living with HIV/AIDS (PLWHA) to manage their health independently through adherence to ARV therapy, health decision-making, adoption of a healthy lifestyle, and daily condition monitoring. This ability is important for maintaining immune status, preventing complications, and improving quality of life during long-term treatment. Its implementation is influenced by external factors, especially family support, which helps PLWHA cope with physical, psychological, and social problems, thereby contributing to the success of self-care management. This study aims to determine the relationship between family support and self-care management in PLWHA. This study used a quantitative method with a correlational descriptive design through a cross-sectional approach. The population consisted of all HIV/AIDS patients undergoing ARV therapy, with a sample of 144 respondents using total sampling technique. The instruments used were the family support questionnaire (MSPSS Family) and self-care management. Data analysis was performed univariately and bivariately using Spearman Rank correlation test. The results showed that most respondents had high levels of family support (130 respondents, 90.3%) and high levels of self-care management (135 respondents, 93.8%). Bivariate analysis showed a significant relationship between  family support and self-care management in HIV/AIDS patients at the Bergas Community Health Center with a p-value < 0.001 and a correlation coefficient of r = 0.762. Family support plays an important role in improving the ability of PLWHA to manage their own self-care. Therefore, family involvement in PLWHA service and assistance programs is necessary to improve the success of self-care management and the quality of life of patients. ABSTRAK Self-care management adalah kemampuan penderita HIV/AIDS (ODHA) dalam mengelola kesehatannya secara mandiri melalui kepatuhan terapi ARV, pengambilan keputusan kesehatan, penerapan gaya hidup sehat, dan pemantauan kondisi harian. Kemampuan ini penting untuk menjaga status imun, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup selama pengobatan jangka panjang. Pelaksanaannya dipengaruhi faktor eksternal, terutama dukungan keluarga, yang membantu ODHA menghadapi masalah fisik, psikologis, dan sosial sehingga berperan dalam keberhasilan self care management. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan Self-care management pada ODHA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional melalui pendekatan Cross Sectional. Populasi adalah seluruh penderita HIV/AIDS yang menjalani terapi ARV, dengan sampel 144 responden menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dukungan keluarga (MSPSS Family) dan self care management. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga dalam kategori tinggi sebanyak 130 responden (90,3%) dan self care management dalam kategori tinggi sebanyak 135 responden (93,8%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan self-care management pada penderita HIV/AIDS di Puskesmas Bergas dengan nilai p-value 0,001 dan koefisien korelasi r = 0,762.  Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan ODHA dalam mengelola perawatan diri secara mandiri. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan keluarga dalam program pelayanan dan pendampingan ODHA untuk meningkatkan keberhasilan self-care management dan kualitas hidup penderita.
Analisis Daya Hambat Minyak Atsiri Getah Pinus Merkusi (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Menggunakan Metode Difusi Sumuran: Inhibitory Activity Analysis of Merkusi Pine Resin Essential Oil (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese) Against Streptococcus mutans Using the Well Diffusion Method Lestari, Merli Puja; Hasriyani; Sunnah, Istianatus
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.724

Abstract

Dental caries is a highly prevalent infectious disease closely associated with the activity of Streptococcus mutans. The use of synthetic antibacterial agents such as chlorhexidine and topical antibiotics is common; however, prolonged use may lead to adverse effects and bacterial resistance. This has prompted the development of natural-based antibacterial alternatives, including pine resin essential oil (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese). This study aimed to evaluate the in vitro antibacterial activity of pine resin essential oil against S. mutans. Antibacterial activity was assessed using the well diffusion method at concentrations of 10%, 15%, and 20%. Ampicillin and 10% DMSO served as positive and negative controls, respectively. Inhibition zone diameters were measured after 24 hours of incubation at 37°C and analyzed using one-way ANOVA followed by Tukey’s HSD test. Phytochemical screening revealed the presence of terpenoids (α-pinene and δ-3-carene), alkaloids, and flavonoids. The results demonstrated that the inhibition zone diameters against S. mutans at concentrations of 10%, 15%, and 20% were 13,65 ± 2,15 mm; 15,92 ± 1,75 mm; and 20,37 ± 3,46 mm, respectively. These findings indicate that antibacterial activity increased significantly with increasing concentration (p<0.05).   ABSTRAK Karies gigi merupakan penyakit infeksi dengan prevalensi tinggi yang berkaitan erat dengan aktivitas bakteri Streptococcus mutans. Upaya pencegahan umumnya dilakukan melalui penggunaan agen antibakteri sintetis seperti chlorhexidine dan antibiotik topikal, namun penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serta resistensi bakteri. Kondisi ini mendorong pengembangan alternatif antibakteri berbasis bahan alam, salah satunya minyak atsiri getah pinus merkusi (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antibakteri minyak atsiri getah pinus merkusi terhadap S. mutans secara in vitro. Uji antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan variasi konsentrasi minyak atsiri sebesar 10%, 15%, dan 20%. Ampicilin digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO10% sebagai kontrol negatif. Diameter zona hambat diukur setelah inkubasi 24 jam pada suhu 37°C dan dianalisis menggunakan One Way ANOVA dilanjutkan uji Tukey HSD. Skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan terpenoid (α-pinene dan δ-3-carene), alkaloid dan flavonoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter zona hambat terhadap S. mutans pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20% masing-masing sebesar 13,65 ± 2,15 mm; 15,92 ± 1,75 mm; dan 20,37 ± 3,46 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan signifikan daya hambat bakteri seiring kenaikan konsentrasi (p<0,05).  
Analisis Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2: Analysis of the Effect of Medication Adherence on Blood Glucose Levels in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Natasya Ayu Lestari; Oktianti, Dian
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.726

Abstract

The prevalence of type 2 diabetes mellitus continues to rise, which will impact patients’ quality of life. Patient adherence to medication is a key factor in controlling blood glucose levels. The objective of this study was to determine the relationship between medication adherence and blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. This study employed a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 35 patients with type 2 diabetes mellitus enrolled in the Prolanis program, selected using total sampling. Medication adherence was measured using the pill count method, while fasting blood glucose levels were obtained from clinical examination results. The results of this study indicate that a majority of patients demonstrated medication adherence in the compliant category (94.3%) and uncontrolled blood glucose levels (74.3%). The Spearman’s test showed a p-value of 0.406 > 0.05, indicating no significant association between the two variables. The correlation coefficient was 0.145, suggesting a positive but very weak relationship between the two variables. The conclusion of this study is that patients’ blood glucose levels are not solely influenced by medication adherence; therefore, additional interventions such as education for patients and their families are necessary.   ABSTRAK Prevalensi Diabetes melitus tipe 2 terus meningkat sehingga akan berdampak pada kualitas hidup pasien. Kepatuhan pasien dalam minum obat menjadi salah satu faktor penting dalam pengendalian kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan minum obat terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 35 pasien diabetes melitus tipe 2 peserta Prolanis di Puskesmas Ambarawa yang diambil menggunakan teknik total sampling. Kepatuhan minum obat diukur dengan metode pill count, sedangkan kadar gula darah puasa diperoleh dari hasil pemeriksaan klinis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian pasien memiliki kepatuhan minum obat dalam kategori patuh (94,3%) dan kadar gula darah yang tidak terkontrol (74,3%). Uji Spearman menunjukkan nilai p-value 0,406 > 0,05, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antar dua variabel, hasil korelasi menunjukkan nilai 0,145, sehingga hubungan kedua variable memiliki arah yang positif dan sangat lemah. Kesimpulan penelitian ini adalah kadar gula darah pasien tidak hanya dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat, sehingga diperlukan intervensi lain seperti edukasi kepada pasien dan keluarganya.
Efektivitas Latihan Kaki terhadap Kualitas Hidup pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Sebuah Studi Kuasi-Eksperimental: Effectiveness of Foot Exercise on Quality of Life in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus: A Quasi-Experimental Study Aulia , Nabila Zidni; Rosalina
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.729

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease that not only impacts metabolic aspects but also multidimensionally impacts patients' quality of life. This study aims to analyze the effect of foot exercise intervention on quality of life in patients with type 2 diabetes mellitus, as a non-pharmacological approach that is easily implemented in care practices. This study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach. Respondents consisted of patients with type 2 diabetes mellitus who met the inclusion criteria and the WHOQOL-BREF quality of life measurement instrument. The foot exercise intervention was delivered in a structured manner for 2 weeks, and analysis was performed to compare changes before and after the intervention using an independent t-test. The results showed a significant improvement in patients' quality of life after the foot exercise intervention, with a p-value of 0.000. This improvement was seen in various domains, particularly physical and psychological aspects. Physiologically, the improvement in quality of life was influenced by changes in peripheral circulation, glycemic control, and reduced neuropathic pain. Psychologically, physical activity contributed to improved mood, self-confidence, and the ability to adapt to chronic illness. Overall, foot exercise has been shown to be an effective non-pharmacological intervention in improving the quality of life of patients with type 2 diabetes mellitus. The implications of this study emphasize the importance of integrating physical activity into evidence-based care. This intervention contributes not only to clinical aspects but also to improving patients' holistic well-being.   ABSTRAK Diabetes Mellitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang tidak hanya berdampak pada aspek metabolik, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup pasien secara multidimensional. Penelitian ini dilakukan di puskesmas adanya peningkatan kasus DM serta  didasarkan pada ketersediaan populasi yang relevan serta kemudahan dalam implementasi intervensi nonfarmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi senam kaki terhadap kualitas hidup pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2, sebagai salah satu pendekatan nonfarmakologis yang mudah diterapkan dalam praktik keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test control group. Responden terdiri dari pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi, instrumen pengukuran kualitas hidup WHOQOL-BREF. Intervensi senam kaki diberikan secara terstruktur selama 2 minggu, dan analisis dilakukan untuk membandingkan perubahan sebelum dan sesudah intervensi dengan t-test independent. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kualitas hidup pasien setelah diberikan intervensi senam kaki dengan nilai p-value 0,000. Peningkatan ini terlihat pada berbagai domain, terutama aspek fisik dan psikologis. Secara fisiologis, perbaikan kualitas hidup dipengaruhi oleh peningkatan sirkulasi perifer, kontrol glikemik, serta penurunan nyeri neuropatik. Secara psikologis, aktivitas fisik berkontribusi pada peningkatan suasana hati, kepercayaan diri, dan kemampuan adaptasi terhadap penyakit kronis. Secara keseluruhan, senam kaki terbukti sebagai intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya integrasi aktivitas fisik dalam praktik keperawatan berbasis bukti. Intervensi ini tidak hanya berkontribusi pada aspek klinis, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan holistik pasien.

Filter by Year

2019 2026