cover
Contact Name
A.Amirul Mu'minin
Contact Email
amirul.muminin@hangtuah.ac.id
Phone
+6282257527797
Journal Mail Official
fisheries@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Program Studi Perikanan, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah Jl. AR Hakim No. 150, Sukolilo, Keputih, Surabaya 60111 No. Telp.031-5945864, Fax: 031-5946261
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Fisheries : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : 26563746     EISSN : 26850664     DOI : http://dx.doi.org/10.30649/fisheries.v2i2
Aim : results of research or scientific articles from intellectuals, practitioners and students Scoope : social economy of fisheries, aquaculture, processing of fishery products, and utilization of fishery resources, and marine science
Articles 94 Documents
KEBERLANJUTAN PERIKANAN DARI ASPEK EKONOMI DI SURABAYA Firdinan, Andian Dio
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v6i2.92

Abstract

Perikanan di Surabaya memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian lokal, terutama bagi masyarakat pesisir. Namun, tantangan seperti overfishing, degradasi lingkungan, dan perubahan iklim mengancam keberlanjutan sektor ini. Artikel ini merupakan tinjauan literatur terhadap berbagai studi yang membahas keberlanjutan perikanan dari aspek ekonomi di Surabaya dan sekitarnya. Fokus utama adalah pada pendekatan bioekonomi, diversifikasi usaha, pemberdayaan nelayan, serta integrasi konsep ekonomi biru dan penghidupan berkelanjutan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa penguatan kapasitas nelayan, pengembangan usaha mikro, serta penerapan kebijakan berbasis data dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus menjaga kelestarian sumber daya perikanan. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan komunitas lokal untuk mewujudkan sistem perikanan yang berkelanjutan secara ekonomi di Surabaya
PERAN KEARIFAN LOKAL DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN BERKELANJUTAN Rahmatullah, Muhammad Fiqram; Rosana, Nurul
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v6i2.93

Abstract

Kearifan lokal memiliki peran penting dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan. Di masyarakat peisisir, berbagai praktik tradisional telah diwariskan secara turun-temurun untuk menjaga keseimbangan ekosistem perikanan. Metode penelitian yang digunakan adla pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengulas peran kearifan lokal dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan dengan cara review literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal memiliki peran yang penting dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan ekosistem. Praktik seperti penggunaan alat tangkap ramah lingkungan dan pengelolaan berbasis komunitas terbukti mendukung keberlanjutan sumberdaya perikanan. Oleh karena itu diperlukan sinergi antara kebijakan dan kearifan lokal yang diperkuat untuk memastikan kelestarian ekosistem perairan dan kesejahteraan nelayan
PENGARUH PENAMBAHAN SURIMI BANDENG (CHANOS CHANOS) TERHADAP KUALITAS TOPPOKI Wardani, Sukma Mutiara; Agustin, Titiek Indhira; Rosana, Nurul
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v6i2.94

Abstract

Ikan bandeng adalah ikan konsumsi yang sudah sangat populer di Asia Tenggara yang memiliki kandungan gizi dan protein yang sangat tinggi. Namun, ikan bandeng juga mempunyai kelemahan yaitu banyaknya duri yang tersebar di seluruh bagian daging ikan bandeng yang membuat masyarakat enggan mengkonsumsinya, sehingga perlu adanya inovasi guna meningkatkan minat konsumsi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kualitas toppoki dengan menambahkan surimi bandeng. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari penambahan surimi bandeng 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Hasil uji organoleptik di analisa dengan statistik non parametrik yaitu uji frieadman test, dan uji mann-whitney. Hasil organoleptik tertinggi dilanjut dengan uji kadar protein dan uji tekstur fisik toppoki. Hasil menunjukkan bahwa Toppoki yang memiliki nilai organoleptik yang paling tinggi pada perlakuan 50% surimi bandeng dengan nilai score organoleptik 4 yang menyatakan disukai oleh panelis, dengan kadar protein toppoki sebesar 7,39% dengan karakteristik tekstur fisik toppoki hardness 3845,336 g, springiness 0,751 mm, cohesiviness 0,377 m/dtk, dan chewiness 779,636 mm/g.
PEMANFAATAN PASTA CACING TANAH (Lumbricus rubellus) DALAM PAKAN BUATAN UNTUK PERTUMBUHAN DAN SINTASAN ELVER SIDAT (Anguilla bicolor) Ulfa, Indiana; Trisyani, Ninis
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v6i2.95

Abstract

Ikan sidat merupakan ikan komoditas ekspor dengan permintaan dengan harga jual yang tinggi. Benih ikan sidat masih mengandalkan dari alam, sehingga kegiatan budidaya pembesaran yang baik dan benar perlu dilakukan. Kendala budidaya ikan sidat yakni pertumbuhan yang lambat dan sintasan yang rendah. Pakan merupakan salah satu parameter yang penting dalam proses budidaya ikan sidat. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan laju pertumbuhan dan sintasan ikan sidat melalui penambahan cacing tanah dalam bentuk pasta dengan dosis yang berbeda pada pakan buatan ikan sidat. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan dosis tepung cacing tanah pada pakan yaitu 0%, 10%, 15%, 20%, 25%. Parameter yang diukur adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan sintasan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang nyata terhadap pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik, dosis pasta 25% dalam pakan memiliki nilai laju pertumbuhan terbaik.
EVALUASI TEKNIK PEMBENIHAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus) MENGGUNAKAN METODE SAPIH BENIH DI LOKA PERBENIHAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR (PBIAT) JANTI, KLATEN, JAWA TENGAH Diki Wahyudi, Diki Wahyudi; Ania Al Izza, Ania Al Izza
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 7 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v7i2.96

Abstract

Ikan nila merah (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas budidaya ikan air tawar yang telah dikonsumsi oleh berbagai lapisan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat. Ketersediaan benih ikan nila merah menjadi variabel penting untuk mendukung usaha budidaya ikan nila merah dalam skala massal. Upaya pembenihan ikan nila merah bertujuan untuk menjamin ketersediaan ikan nila merah sebagai pemenuhan kebutuhan protein hewani pada masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknik pembenihan ikan nila merah menggunakan metode sapih benih dan permasalahan yang dialami di Loka PBIAT Janti, Klaten, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada 26 Juni – 3 Agustus 2024. Metode pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi pustaka. Tahapan pembenihan meliputi persiapan kolam, pemberokan/recovery, seleksi induk dan pemijahan. Pemijahan dilakukan pada kolam dengan ukuran 10x25 m dengan lama pemijahan ± 6 bulan dan dilakukan pengambilan larva setiap hari pada H+10 pasca penebaran. Permasalahan yang diperoleh adalah tidak dilakukannya monitoring hama atau parasit pada kolam pemijahan dan aktivitas persiapan kolam yang tidak dilakukan sebagaimana mestinya.
Analisis Kesenjangan (Gap Analysis) antara Standar dan Implementasi HACCP di Perusahaan Pengalengan Rajungan (Portunus pelagicus) Risma Sari, Diva; Rosana, Nurul; Agustin, Titiek Indhira
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 7 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v7i2.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) pada perusahaan pengalengan rajungan, berdasarkan Peraturan BKIPM Nomor 32 Tahun 2023. Metode yang digunakan adalah benchmarking model Standard vs. Actual Performance untuk mengidentifikasi kesenjangan antara standar dan implementasi aktual. Hasil penelitian menunjukkan kesenjangan pada deskripsi produk yang belum mencantumkan karakteristik mikrobiologi, kimia, dan fisika, serta batasan bahaya yang tidak dijelaskan secara rinci. Kelompok pengguna belum menyebutkan kelompok rentan, dan tidak terdapat label alergen pada kemasan produk. Diagram alir proses juga tidak sesuai dengan praktik di lapangan akibat kerusakan mesin pengering. Penyebab kesenjangan antara lain kebiasaan tim HACCP menggunakan dokumen lama yang dianggap masih relevan, kurangnya pemahaman teknis, serta dominasi buyer dalam desain kemasan yang menyebabkan minimnya pencantuman informasi wajib seperti label alergen. Solusi yang diusulkan meliputi pembaruan dokumen HACCP, revisi diagram alir, penyesuaian label sesuai standar, serta pelatihan rutin dan audit internal berkala untuk memperkuat penerapan HACCP di perusahaan.
The THE EFFECT OF TRYPTOPHAN AMINO ACID SUPPLEMENTATION IN ARTIFICIAL FEED ON CANNIBALISM RATE, SURVIVAL RATE, AND GROWTH OF FRESHWATER LOBSTER (CHERAX QUADRICARINATUS) JUVENILES: THE EFFECT OF TRYPTOPHAN AMINO ACID SUPPLEMENTATION IN ARTIFICIAL FEED ON CANNIBALISM RATE, SURVIVAL RATE, AND GROWTH OF FRESHWATER LOBSTER (CHERAX QUADRICARINATUS) JUVENILES Sofwanudin, Ilham Hasbi; Nuhman; Trisyani, Ninis
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 7 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v7i2.99

Abstract

Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan komoditas akuakultur bernilai tinggi dengan prospek budidaya yang menjanjikan. Salah satu tantangan utama dalam pemeliharaan lobster air tawar muda adalah tingginya tingkat kanibalisme, terutama pada fase pergantian kulit (moulting), yang menyebabkan rendahnya tingkat kelangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan asam amino esensial triptofan pada pakan buatan terhadap tingkat kanibalisme, tingkat kelangsungan hidup (SR), dan pertumbuhan lobster air tawar muda. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dosis triptofan (0%, 2%, 4%, dan 6%) dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertambahan berat mutlak, tingkat kelangsungan hidup (SR), dan tingkat kanibalisme (CR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan triptofan 6% menghasilkan luaran terbaik, dengan berat rata-rata 18,47 g dan tingkat kanibalisme terendah 1%. Analisis statistik menggunakan ANOVA dan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) menunjukkan bahwa perlakuan 6% berbeda secara signifikan dibandingkan perlakuan lainnya (p < 0,05) dalam mengurangi kanibalisme dan meningkatkan pertumbuhan. Dapat disimpulkan bahwa penambahan triptofan 6% pada pakan buatan efektif dalam menekan kanibalisme dan meningkatkan pertumbuhan juvenil Cherax quadricarinatus, sehingga berpotensi meningkatkan keberhasilan budidaya. KATA KUNCI: Cherax quadricarinatus, triptofan, kanibalisme, tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan
MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN TERHADAP PERKEMBANGAN LARVA IKAN KERAPU CANTANG (Epinephelus sp.) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU (BPBAP) SITUBONDO Amalya, Tria
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 7 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v7i2.100

Abstract

Cantang Grouper (Epinephelus sp.) is a commodity being developed as a superior product for export with a fairly high economic value. The nature of this grouper is faster growing and easily adapts to various environmental conditions. However, there is a problem in Cantang Grouper cultivation, namely a high mortality rate during the transition period between consuming natural feed and artificial feed. Therefore, it is necessary to have feed management to adjust the feed to the needs of the fish so that the fish get the required nutrition. The purpose of this study was to determine the management of feeding on the development of Cantang Grouper larvae at the Brackish Water Aquaculture Center (BPBAP) Situbondo Regency, East Java. The research method was carried out by observing all activities related to feeding management on the development of Cantang Grouper larvae (Epinephelus sp.) then the results obtained were described to illustrate the findings. The results showed that the feed for Cantang Grouper larvae consisted of two types, namely natural feed and artificial feed given Ad libitum. Feeding of Cantang Grouper larvae was done by mixing feed or overlead. Next, the feed dosage was increased according to the age of the larvae, followed by their organ development and metabolism. The calculated Hatching Rate (HR) was 34% and 28%, below standard, while the Survival Rate (SR) was 21.61%, considered low. This was due to high stocking densities and cannibalism.
PREVALENSI PENYAKIT UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) YANG TERDETEKSI DI LABORATORIUM PT CJ FEED AND CARE SITUBONDO TAHUN 2023 Winarti, Wiwik; Nuhman; Trisyani, Ninis
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 7 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v7i1.106

Abstract

Budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) memiliki kontribusi yang besar dalam industri udang di Indonesia. Spesies udang ini lebih tahan penyakit, tersedia benur SPF, dapat dibudidayakan dengan padat tebar tinggi dan penggunaan pakan lebih efisien. Jenis penyakit yang dominan adalah WSSV, AHPND dan IMNV. Sampai saat ini belum ditemukan teknis pengobatan yang efektif. Uji penyakit WSSV, AHPND dan IMNV dengan real time PCR memberikan hasil kuantitatif yang akurat dan dapat diandalkan. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif. Hasil pengumpulan data selama tahun 2023 di laboratorium PT CJ Feed and Care Situbondo menunjukkan bahwa selama tahun 2023 penyakit AHPND memiliki prevalensi tertinggi di Jawa Timur dibanding penyakit lain sebesar 31,7%, secara bulanan prevalensi tertinggi terjadi pada bulan Juli 44,4% dan prevalensi terendah terjadi pada bulan November 24,3%. Prevalensi penyakit WSSV tahun 2023 sebesar 17,6% dimana prevalensi tertinggi terjadi pada bulan Juli 27,8% dan prevalensi terendah terjadi pada bulan Mei 10,0%. Prevalensi penyakit IMNV, selama tahun 2023 sebesar14,1% dimana prevalensi tertinggi bulan Juli 21,1% dan prevalensi terendah terjadi pada bulan April 7,7%.
PERFORMA PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP POST LARVA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) STADIA PL 4-10 DENGAN PEMEBERIAN Artemia sp. DAN PAKAN BUATAN Ginanjar; Nuhman; Subagio, Hari; Trisyani, Ninis
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 7 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v7i1.107

Abstract

Salah satu tantangan utama dalam produksi larva udang vaname adalah rendahnya kualitas post larva yang dihasilkan. Hal ini umumnya disebabkan oleh mutu dan kandungan nutrisi pakan yang belum dapat memenuhi kebutuhan optimal post larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup post larva udang vaname stadia PL 4-10 dengan pemberian pakan Artemia sp. dan pakan buatan powder, serta menentukan jenis pakan terbaik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei di CV. Sumber Hatchery Bangka menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga perlakuan dan lima ulangan, yaitu perlakuan A (pakan alami naupli Artemia sp. 100%), perlakuan B (pakan buatan powder 100%), dan perlakuan C (kombinasi pakan alami naupli Artemia sp. 50% dan pakan buatan powder 50%). Post larva ditebar dengan padat tebar 20 ekor/liter, total 10.000 ekor/bak. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertambahan panjang mutlak, kelangsungan hidup, dan kualitas air. Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil menunjukkan perlakuan C memberikan pertumbuhan berat mutlak tertinggi (0,009±0,001 g), berbeda nyata (p<0,05) dengan perlakuan A (0,008±0,001 g) dan B (0,007±0,001 g). Perlakuan C juga menghasilkan pertambahan panjang mutlak tertinggi (0,456±0,044 cm), berbeda nyata dengan perlakuan A (0,394±0,032 cm) dan B (0,386±0,047 cm). Kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan A (96±0,038%), diikuti perlakuan B (95±0,025%) dan C (91±0,037%). Kualitas air selama penelitian dalam kisaran optimal sesuai SNI 8678-4:2021 untuk pemeliharaan post larva udang vaname. Kesimpulannya, pakan kombinasi memberikan hasil pertumbuhan terbaik, sedangkan pemberian pakan alami 100% menghasilkan kelangsungan hidup tertinggi.

Page 9 of 10 | Total Record : 94