cover
Contact Name
Obing Katubi
Contact Email
jurnalmasyarakati@gmail.com
Phone
+6281319021904
Journal Mail Official
jurnalmasyarakati@gmail.com
Editorial Address
Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK)-LIPI Gedung Widya Graha Lantai 9, Jalan Gatot Subroto Nomor 10 Jakarta Selatan.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Masyarakat Indonesia
ISSN : 01259989     EISSN : 25025694     DOI : https://doi.org/10.14203/jmi.v44i2
Artikel yang dimuat dalam Jurnal Masyarakat Indonesia dapat berbasis hasil penelitian maupun pemikiran, dengan fokus bahasan yang berkaitan dengan perihal masyarakat Indonesia. Tiap terbitan memiliki tema yang berbeda-beda dan dapat ditelaah dari berbagai disiplin ilmu berdasar sudut pandang keahlian penulis. Jurnal Masyarakat Indonesia mengutamakan tulisan tentang isu dan tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia yang dikaji dari berbagai sudut pandang ilmu-ilmu sosial kemanusiaan. Artikel yang dikirim ke Jurnal Masyarakat Indonesia, dapat ditulis, baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. Isi Jurnal Masyarakat Indonesia meliputi artikel ilmiah, ringkasan disertasi, dan review buku-buku terbaru dalam bentuk artikel.
Articles 268 Documents
BEYOND PROSUMPTION: PRAKTIK PROSUMSI PENULIS KONTEN DALAM PLATFORM NEWS AGGREGATOR UC NEWS Maruti Asmaul Husna Subagio; Budi Irawanto
Masyarakat Indonesia Vol 44, No 1 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v44i1.796

Abstract

Kemunculan teknologi Web 2.0 memungkinkan para pengguna internet tidak lagi terbatas menjadi konsumen yang mampu membaca, menjelajah, dan mengonsumsi konten internet saja. Lebih dari itu, kini pengguna dapat terlibat aktif menjadi konsumen sekaligus produsen (prosumer). Salah satu platform digital yang menjadi tren dalam satu dekade terakhir adalah news aggregator. Penelitian ini akan menjawab pertanyaan tentang bagaimana para penulis konten di aplikasi UC News, salah satu news aggregator terbesar di Indonesia, melakukan aktivitas produksi-konsumsi (prosumsi) tulisan-tulisan sebagai bagian dari digital labor (pekerja digital). Adapun tujuan penelitian ini ialah menganalisis praktik-praktik prosumsi yang dilakukan oleh penulis konten UC News dikaitkan dengan posisinya sebagai pekerja digital. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi virtual untuk memeroleh gambaran tentang kebudayaan digital yang termediasi internet. Data didapatkan dari jawaban pertanyaan terbuka kepada 6 orang informan yang dipilih berdasarkan variasi gender, tingkat keaktifan, dan lama keterlibatan menjadi penulis konten UC News. Selain itu, data sekunder penulis dapat dari konten-konten tulisan yang dihasilkan para informan di media UC News. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa para penulis konten melakukan praktik prosumsi dengan cara yang beragam. Mulai dari mencari sendiri informasi tulisan (witness journalism) hingga mengolah informasi yang ada di media maupun literatur untuk dibuat tulisan baru. Peneliti juga menemukan bahwa bentuk kapitalisme era prosumer tidak sebatas memengaruhi penulis konten melakukan aktivitas produksi dan konsumsi saja -seperti yang diketahui sebelumnya- namun juga meluas pada distribusi dan marketisasi oleh para user sendiri.
AGAMA, ETNISITAS, DAN PERUBAHAN POLITIK DI MALUKU: REFLEKSI TEORETIK DAN HISTORIS Cahyo Pamungkas
Masyarakat Indonesia Vol 40, No 1 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v40i1.105

Abstract

Artikel ini merupakan salah satu hasil studi literatur dari penelitian ethnoreligious conflict yang diselenggarakan oleh Radboud University Nijmegen, Belanda pada tahun 2011. Artikel ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut: (1) bagaimanakah hubungan antara unsur-unsur budaya terutama agama dan etnisitas dengan kompetisi politik menurut teori identitas sosial? (2) Bagaimanakah perkembangan lembaga-lembaga keagamaan di Maluku beserta konsekuensi-konsekuensi politik dan budaya yang menyertainya? (3) Bagaimana kita menggunakan teori identitas sosial untuk menganalisis dinamika politik di Maluku pada masa sekarang, terutama berkaitan dengan polarisasi agama dan etnisitas? Teori identitas sosial menyebutkan bahwa identifikasi kelompok adalah prasyarat utama untuk mendorong lahirnya favoritism kelompoknya sendiri dan permusuhan terhadap anggota-anggota kelompok lain. Agama dan etnisitas sebagai akibatnya memiliki konsekuensi secara teoretik sebagai sumber hubungan yang bersifat konfliktual antara kelompok-kelompok agama dan suku. Namun, dinamika politik kontemporer di Maluku sesudah konflik berakhir, menunjukkan bahwa polarisasi agama dalam politik tidak lagi menonjol dibandingkan beberapa periode sebelum konflik komunal. Sebagai implikasi teoretiknya, beberapa elemen dari teori identitas sosial kurang lagi relevan untuk menganalisa hubungan antara agama atau dalam politik kontemporer.Kata kunci: Agama, etnisitas, dan politik.
TEKNIKALISASI PEMETAAN WILAYAH ADAT: KETAHANAN SOSIAL BUDAYA ORANG SUMURI DI KABUPATEN TELUK BINTUNI, PROVINSI PAPUA BARAT I Ngurah Suryawan
Masyarakat Indonesia Vol 42, No 2 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v42i2.671

Abstract

This article aims to analyze the impacts of increasing bussiness investment in Sumuri District, Bintuni Bay, West Papua Province. One of the company social responsbility (CSR) is mapping the customary rights to identify some areas that would become business’s location. As the results, it appears the complexity issues that connect social and cultural resistance to the technicalization of mapping problems. Territorialising indigenous community’sterritories happens and they were trapped in the processes of regulation prepared by the local government and investors. The most difficult challenge is to clear up the process of mapping technicalization that has become into the state and investor perpsectives. Therefore, this article attempts to explore social processes in negotiations between technicalization ofclan territories and expectations of local communities on sociocultural changes. Inthis contestation, imagination about the customs and cultures involved in the current sociocultural changes and the setting becomes very problematic and risky. So, this article is necessary to find out which social and cultural resilience are the local communities expect.Keyword: technicalization processes, mapping, clan territories, conflict, socio-cultural resilienceABSTRAKArtikel ini menganalisis berbagai dampak yang ditimbulkan dari penetrasi investasi di Distrik Sumuri, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Salah satu hal yang dilakukan perusahaan adalah pemetaan hak-hak ulayat marga untuk mengidentifikasi wilayah yang menjadi lokasi perusahaan. Pada momen inilah muncul kompleksitas persoalan yang menghubungkan ketahanan sosial budaya komunitas tempatan dengan teknikalisasipermasalahan pemetaan ini. Teritorialisasi wilayah-wilayah adat terjadi begitu saja dan komunitas tempatan terjebak dalam proses pengaturan yang dipersiapkan oleh negara dan perusahaan. Tantangan terberat pemetaan partisipatif adalah menjernihkan proses teknikalisasi dan pengaturan yang menjadi perspektif dari negara dan perusahaan. Artikel ini mencoba mendalami apa yang terjadi dalam negosiasi antara proses teknikalisasi pemetaan wilayah adat tersebut dengan harapan-harapan yang terbangun dalam diri orang Sumuri tentang perubahan sosial budaya. Dalamkontestasi inilah, imajinasi tentang melibatkan adat dan budaya dalam arus perubahan sosial budaya dan pengaturan menjadi sangat problematik dan riskan. Sehubungan dengan hal itu, artikel ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan sosial budaya apa yang mereka (orang-orang Sumuri) harapkan.Kata kunci: teknikalisasi, pemetaan, wilayah adat, konflik, ketahanan sosial buday
UPAYA MENGELOLA KERAGAMAN DI INDONESIA PASCA REFORMASI Muhammad Fakhry Ghafur
Masyarakat Indonesia Vol 37, No 2 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v37i2.644

Abstract

Persoalan keragaman (agama, budaya, adat, bahasa dan sebagainya)merupakan fenomena yang telah ada sejak awal sejarah Indonesia.Anthony Reid (1990) dalam bukunya Southeast Asia in the Age ofCommerce mengatakan bahwa interaksi budaya dan agama di Indonesiasudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, bahkan sebelum munculnyakerajaan Sriwijaya di Palembang ataupun Majapahit di Jawa Timur.Karenanya tidaklah mengherankan jika di Indonesia tumbuh berbagaimacam agama, budaya, suku bangsa dan etnis. Hubungan lintas budayadan agama masyarakat Indonesia sejak dulu telah mampu menghasilkansikap pluralis dan toleran dalam menyikapi perbedaan budaya danagama. Respons positif atas pluralitas yang diwariskan oleh pendahulubangsa ini, oleh founding fathers kita dijadikan sebagai motto nasional,yakni Bhineka Tunggal Ika, yang biasa diterjemahkan sebagai kesatuandalam keragaman. Motto ini menunjukkan kesadaran pendiri bangsa iniatas realitas kemajemukan yang terdapat di Indonesia.
REKONSTRUKSI IDENTITAS ETNIK: SEJARAH SOSIAL POLITIK ORANG PAKPAK DI SUMATERA UTARA 1958 - 2003 Budi Agustono
Masyarakat Indonesia Vol 37, No 1 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v37i1.609

Abstract

This dissertation aims to analyze the history of the Pakpak people who havebeen marginalized politically, economically and culturally in the midst ofToba Batak domination since their settlement in Pakpak between the early20th to early 21st centuries. The result of the research indicates that power maynot only defne and revitalize identity, but it is also capable of constructingidentity. The reconstruction of ethnic identity may occur because in additionto the existing defnition of ethnicity, customary laws and tradition, there isan opportunity for the Pakpak elite to use their power to manipulate ethnicsentiment.Keywords: identity, power, Pakpak, and North Sumatera
KEPUTUSAN MIGRASI PEKERJA MUDA KE KOTA SORONG - PAPUA BARAT Hidayati, Inayah
Masyarakat Indonesia Vol 45, No 2 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v45i2.838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pengambilan keputusan migrasi pekerja muda ke Kota Sorong. Secara umum, penelitian ini akan membahas proses pengambilan keputusan untuk memahami berbagai faktor yang memengaruhi migran, khususnya yang berpendidikan tinggi, bermigrasi ke Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Para migran berpendidikan tinggi tersebut kemungkinan memiliki berbagai pertimbangan  ketika memilih Kota Sorong sebagai daerah tujuan migrasi mereka. Data yang dikumpulkan merupakan data kualitatif dari wawancara dan didukung oleh kajian pustaka. Panduan disusun untuk memfasilitasi wawancara dan menghasilkan pemahaman yang lebih baik tentang perilaku migrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pentingnya memahami migrasi tidak sekedar sebagai suatu proses linear hanya untuk kepentingan ekonomi, namun faktor-faktor non ekonomi juga berpengaruh dalam pembuatan keputusan migrasi. 
DAMPAK EKONOMIS PENAMBANGAN EMAS BAGI MASYARAKAT MANDOR, KALIMANTAN BARAT William Chang
Masyarakat Indonesia Vol 38, No 1 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v38i1.301

Abstract

Gold mining has been an important livelihood for majority of the local people in Mandor, West Kalimantan. The history of gold mining in this area can be traced back to the Dutch period. The luxurious life of local sultans and the Dutch government at that time were supported by the Chinese gold miners. After the independence, gold mining has been contributing to the improvement of socio-economic life of the local people. The local gold miners used their income from gold to start new businesses such as warung or rubber plantation. The local government has prohibited local gold miners to use mercury in their production process, as it can have adverse effect on the environment. This paper describes how the gold mining activity in Mandor has improved the socioeconomic life of the people in Mandor with the cost of environmental degradation. Keywords: Penambang emas, kesejahteraan masyarakat, Mandor
MENERUSKAN HIDUP SETELAH KERUSUHAN: INGATAN KOLEKTIF DAN IDENTITAS ETNIS MADURA PASCA KEKERASAN ANTARETNIS DI KOTA SAMPIT, KALIMANTAN TENGAH Herry Yogaswara
Masyarakat Indonesia Vol 42, No 1 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v42i1.664

Abstract

The PhD dissertation project is about to explore Maduranese who returned to Sampit after the communal violence of February 2001. Sampit is a small town in the district of Kotawaringin Timur of the province Central Kalimantan, Indonesia. The communal violence well known as kerusuhan or riot started from February 18, 2001 in the town of Sampit and spill-over to other city and districts in Central Kalimantan. Hundred peoples were killed, mostly Maduranese and thousands Madurenese leave Central Kalimantan by forced. They became internally displace person (IDP) in several districts and cities in Southern Kalimantan and East Java, mostly in the Madura Island. The framework of this thesis is relationship among collective memory, historicity and identity. The thesis would like to confirmed hypothesis which collective memory is shaping identity. Locus of study was town of Sampit, in the district of Kotawaringin Timur. However, to have wider perspective, the researcher visited city and other districts in Central Kalimantan; districts in South Kalimantan as neighbor province and Madura island in East Java. Result of the research are understanding narratives of riots including waves of migration in and out of Sampit; causes of riot; identities of Maduranese and efforts of Maduranese returned to Sampit. Collective memory is a strategy for Maduranese returned to Sampit through mechanism of remembering and forgetting.Keywords: collective memory, historicity, identity, communal violence, and Sampit of Central Kalimantan ABSTRAKDisertasi ini bertujuan mengetahui orang-orang Madura yang kembali pasca-kekerasan antaretnis di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Kekerasan antaretnis yang sering disebut kerusuhan itu terjadi pada 18 Februari 2001, dari Sampit dan menyebar ke kota dan kabupaten-kabupaten di Kalimantan Tengah. Kerusuhan telah menyebabkan tewasnya ratusan penduduk Sampit, terutama dari kelompoketnis Madura. Selain itu, terjadi migrasi paksa orang-orang Madura ke luar Provinsi Kalimantan Tengah. Kerangka konseptual penelitian ini melihat keterkaitan antara ingatan kolektif, kesejarahan, dan identitas. Tesis utamanya adalah ingatan kolektif membentuk identitas (collective memories shaping identity). Lokus studinya di Kota Sampit, tetapi kemudian melihat-lihat situasi di kota dan kabupaten-kabupaten lain di Kalimantan Tengah; kota dan kabupaten di Kalimantan Selatan; serta Kabupaten Sampang di Pulau Madura. Hasil penelitian menunjukkan narasinarasi tentang lima gelombang migrasi orang Madura masuk dan keluar dari Sampit, narasi penyebab kerusuhan, penghilangan identitas, dan upaya kembali orang-orang Madura ke Sampit. Ingatan kolektif merupakan strategi untuk kembali ke Sampit melalui mekanisme mengingat (remembering) dan melupakan (forgetting).Kata Kunci: ingatan kolektif, kesejarahan, identitas, kekerasan komunal, dan Sampit Kalimantan Tengah
THE INSTITUTIONALISATION OF MACRO ECONOMIC MEASUREMENT IN INDONESIA BEFORE THE 1980s Pierre van der Eng
Masyarakat Indonesia Vol 39, No 2 (2013): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v39i2.634

Abstract

Macro-economic measurement goes back to the seventeenth century and becamecommon practice in Western countries since the late-nineteenth century. Since then, thecomposition of some of the largest economies in Asia, particularly India and Japan,was also probed. And since the 1940s government agencies in many Asian countrieshad responsibility for the development and implementation of consistent nationalaccounting practices to assist the planning of economic development. While thiswas in principle also the case in Indonesia, it took into the 1970s before consistentprocesses of macro- economic measurement were put in place that facilitated theanalysis of long-term economic growth. The paper asks why this was the case. It findsthat institutional discontinuities and limited resources prevented the establishment ofconsistent and well-defined national accounting practices until well into the 1970s.Keywords: National accounts, Economic growth, Macro-economic measurement
A MALAYSIAN PERSPECTIVE ON DECOLONIZATION: LESSONS FOR INDONESIA? J. Thomas Linbald
Masyarakat Indonesia Vol 39, No 2 (2013): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v39i2.600

Abstract

The great regime change in Indonesian history, represented by independence anddecolonization, had profound implications for the state apparatus, in particular in itsrelationship to the economy. This contribution seeks to widen our perspective on suchchange in Indonesia by reviewing evidence from the experience of adjacent Malaysia.Particular attention is given to the indigenization of the government bureaucracy -Indonesianisasi in Indonesia, Malayanization in Malaysia - before as well as in theimmediate aftermath of independence. Our findings underscore the recent consensusin the international literature that the way in which the process of decolonizationoccurred had enormous consequences for subsequent performance. This article arguesthat Indonesia could have reaped considerable benefit if in a position to apply theMalaysian model of indigenizing the institution of the state.Keywords: Decolonization, Indigenization, Malayanization, Indonesianisasi

Page 5 of 27 | Total Record : 268


Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 49, No 2 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 49, No 1 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 48, No 2 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 48, No 1 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 47, No 2 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 47, No 1 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 46, No 2 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 46, No 1 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 45, No 2 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 45, No 1 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 44, No 2 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 44, No 1 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 43, No 2 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 43, No 1 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 42, No 2 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 42, No 1 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 41, No 2 (2015): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 41, No 1 (2015): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 40, No 2 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 40, No 1 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 39, No 2 (2013): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 39, No 1 (2013): Majalah Ilmu-ilmu Sosial Indonesia Vol 38, No 2 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 38, No 1 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 37, No 2 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 37, No 1 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 36, No 2 (2010): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 36, No 1 (2010): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia More Issue