cover
Contact Name
Muh Yaasiin Raya
Contact Email
yasin.raya@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285343981818
Journal Mail Official
el-iqtishady@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No.63, Romangpolong, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
El-Iqtishady
Core Subject : Economy, Social,
EL-IQTHISADI : JURNAL HUKUM EKONOMI SYARIAH, FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM IS TO PROVIDE A VENUE FOR ACADEMICIANS, RESEARCHERS, AND PRACTITIONERS FOR PUBLISHING THE ORIGINAL RESEARCH ARTICLES OR REVIEW ARTICLES. THE SCOPE OF THE ARTICLES PUBLISHED IN THIS JOURNAL DEALS WITH A BROAD RANGE OF TOPICS IN THE FIELDS: ECONOMIC LAW SHARIA ECONOMIC LAW / ISLAMIC ECONOMIC LAW ECONOMIC CRIMINAL LAW ECONOMIC CIVIL LAW INTERNATIONAL ECONOMIC LAW
Articles 253 Documents
ANALISIS STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN PENGRAJIN BATIK JAMBI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI SEBERANG KOTA JAMBI Rizkiyah Hairunnisa; Rafiqi; Muhammad Roihan; Ridhwan
El-Iqthisadi Vol 7 No 2 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/el-iqthisady.v7i2.61861

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji strategi yang dapat digunakan dalam meningkatkan pendapatan pengrajin batik Jambi di kawasan Seberang Kota Jambi, dengan tujuan akhir mendukung kesejahteraan masyarakat melalui perspektif ekonomi Islam. Industri batik Jambi berperan signifikan dalam ekonomi daerah, tidak hanya sebagai penyedia lapangan pekerjaan tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya lokal. Meski demikian, para pengrajin masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan akses ke pasar, kekurangan modal, lemahnya manajemen usaha, serta rendahnya pemanfaatan teknologi modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif  dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Proses analisis dilakukan menggunakan pendekatan SWOT untuk mengidentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi UMKM batik Jambi. Hasil Penelitian ini memperlihatkan bahwa strategi yang relevan untuk diterapkan mencakup peningkatan mutu produk, diversifikasi motif dan desain, pemanfaatan pemasaran digital, peningkatan keterampilan pengrajin melalui pelatihan, serta penguatan etika bisnis berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Penerapan strategi tersebut diyakini mampu memperkuat daya saing batik Jambi, memperluas pasar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan agar pengrajin batik Jambi lebih responsif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika pasar, serta tetap menjunjung nilai keadilan, keberkahan, dan kehalalan dalam kegiatan usahanya sesuai dengan prinsip ekonomi Islam. Kata Kunci: Strategi, Pendapatan Pengrajin, Batik Jambi, Analisis Swot, Perspektif Ekonomi Islam.   Abstract This study was conducted to examine strategies that can be implemented to increase the income of Batik Jambi artisans in the Seberang Kota Jambi area, with the ultimate goal of supporting community welfare through the perspective of Islamic economics. The Batik Jambi industry plays a significant role in the regional economy, not only as a provider of employment opportunities but also as a medium for preserving local cultural heritage. However, artisans are still faced with several challenges, including limited market access, lack of capital, weak business management, and low utilization of modern technology. This research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The analysis process was carried out using the SWOT approach to identify the strengths, weaknesses, opportunities, and threats influencing Batik Jambi SMEs. The findings show that relevant strategies to be applied include improving product quality, diversifying motifs and designs, utilizing digital marketing, enhancing artisans’ skills through training, and strengthening business ethics based on Islamic principles. The implementation of these strategies is believed to strengthen the competitiveness of Batik Jambi, expand market reach, and ultimately improve community welfare. Thus, this study recommends that Batik Jambi artisans become more responsive to technological developments and market dynamics while upholding the values of justice, blessing (barakah), and halal practices in their business activities in accordance with Islamic economic principles. Keywords: Strategy, Artisan Income, Batik Jambi, SWOT Analysis, Islamic Economic Perspective.
PENGARUH ATRAKSI, AKSEBILITAS DAN AMENITAS TERHADAP MINAT KEMBALI WISATAWAN KE DESTINASI HALAL ACEH Khairizal Wahid; Muhammad Zulhilmi; Jalaluddin
El-Iqthisadi Vol 8 No 1 (2026): Juni
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/el-iqthisady.v8i1.65700

Abstract

Abstrak Pariwisata merupakan sektor strategis yang memiliki peran signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta pembangunan sosial masyarakat. Dalam konteks tersebut, minat kunjungan ulang (revisit intention) menjadi indikator penting yang menentukan keberlanjutan dan daya saing suatu destinasi, khususnya pada pengembangan pariwisata halal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor atraksi, aksesibilitas, dan amenitas terhadap minat revisitasi destinasi wisata halal di Aceh, dengan fokus kajian pada Kota Banda Aceh dan Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data primer dikumpulkan dari 305 wisatawan sebagai responden. Teknik analisis data yang digunakan meliputi regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik secara parsial maupun simultan, variabel atraksi (coef. 0.185 & thitung 2.900), Aksesibilitas (coef. 0.095 & thitung 1.844) dan amenitas (coef. 0.032 & thitung 0.650) berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat revisitasi wisata halal di Aceh. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan komponen daya tarik wisata, kemudahan akses, serta ketersediaan fasilitas yang memadai merupakan faktor kunci dalam meningkatkan minat kunjungan ulang wisatawan dan mendukung pengembangan destinasi wisata halal yang berkelanjutan. Kata Kunci: Atraksi Wisata, Aksesibilitas, Amenitas, Minat Revisitasi, Pariwisata Halal Aceh.   Abstract Tourism is a strategic sector that has a significant role in encouraging economic growth and social development of the community. In this context, interest in revisit intent is an important indicator that determines the sustainability and competitiveness of a destination, especially in the development of halal tourism. This study aims to analyze the influence of attraction, accessibility, and amenity factors on the interest in revisiting halal tourist destinations in Aceh Province, with a focus on the study on Banda Aceh City and Sabang City. This study uses a quantitative approach with a survey method, where primary data was collected from 305 tourists as respondents. The data analysis techniques used included multiple linear regression with the help of IBM SPSS Statistics 25 software. The results showed that both partially and simultaneously, the variables of attraction (coef. 0.185 & tcount 2,900), Accessibility (coef. 0.095 & tcount 1.844) and amenities (coef. 0.032 & tcount 0.650) had a positive and significant effect on the interest in halal tourism revisitation in Aceh Province. These findings confirm that strengthening the components of tourist attractions, ease of access, and the availability of adequate facilities are key factors in increasing tourist interest in returning visits and supporting the development of sustainable halal tourist destinations. Keywords: Attractions, Accessibility, Amenities, Revisitation Interest, Halal Tourism, Aceh Province
PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM ATAS PEMALSUAN CEK SEBAGAI SURAT BERHARGA: STUDI KASUS ISABELLA ANGELLIA YOHANES Rizki Mohamad Eka Marsa Sadjat
El-Iqthisadi Vol 7 No 2 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/el-iqthisady.v7i2.66451

Abstract

Abstrak Pemalsuan cek sebagai surat berharga merupakan pelanggaran yang tidak hanya menimbulkan akibat pidana, tetapi juga berdampak pada stabilitas hubungan hukum dalam dunia perdagangan. Instrumen cek, sebagai alat pembayaran yang diatur dalam hukum dagang, menuntut adanya kepastian, kepercayaan, dan keaslian untuk menjamin kelancaran transaksi bisnis. Kasus pemalsuan cek oleh Isabella Angellia Yohanes menjadi gambaran penting mengenai kerentanan praktik perdagangan terhadap penyalahgunaan surat berharga. Penelitian ini bertujuan menganalisis prtanggungjawaban hukum pelaku pemalsuan cek dalam prespektif hukum dagang, khususnya terkait sifat cek sebagai surat berharga, sambil menekankan peran bank sebagai pihak yang harus memverifikasi keaslian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlunya penguatan mekanisme verifikasi elektronik dan pendidikan hukum dagang untuk mencegah praktik serupa, guna menjaga integritas sistem surat berhaga di era digital. Kata Kunci: Pemalsuan cek, pertanggung jawaban hukum, surat berharga.   Abstract Check forgery as a negotiable instrument is a violation that not only results in criminal consequences, but also impacts the stability of legal relationships in the world of commerce. Checks, as a means of payment regulated by commercial law, require certainty, trust, and authenticity to ensure the smooth running of business transactions. The case of check forgery by Isabella Angellia Yohanes is an important illustration of the vulnerability of commercial practices to the misuse of negotiable instruments. This study aims to analyze the legal liability of check forgery perpetrators from a commercial law perspective, particularly in relation to the nature of checks as negotiable instruments, while emphasizing the role of banks as parties responsible for verifying authenticity. This study concludes that there is a need to strengthen electronic verification mechanisms and commercial law education to prevent similar practices, in order to maintain the integrity of the negotiable instrument system in the digital era. Keywords: Check fraud, legal liability, negotiable instrument.