cover
Contact Name
Ikhsan Maulana
Contact Email
ikhsanmaulana@unpas.ac.id
Phone
+6282240875738
Journal Mail Official
jurnal.humanitas@unpas.ac.id
Editorial Address
Jl. Lengkong besar No. 6-8 Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 16932358     EISSN : 26569353     DOI : 10.23969/humanitas
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITASadalah wahana pengembangan kajian bidang kesejahteraan sosial dalam kerangka ilmiah akademik serta dalam kerangka pragmatis terapan. Jurnal Humanitas menerima naskah tulisan yang berisikan hasil penelitian dan studi konseptual. Hasil penelitian berupa analisis mengenai berbagai perkembangan empirik berdasarkan teori serta konsep dalam ranah kajian kesejahteraan sosial. Studi konseptual berupa studi mendalam mengenai perkembangan empirik dan teori maupun konsep dalam ranah kajian ilmu kesejahteraan sosial. Adapun teori dan konsep yang digunakan dibagi menjadi dua yaitu berbasis tematik maupun berbasis intervensi.
Articles 79 Documents
PERAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN PT. TELKOM DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN KIARACONDONG KOTA BANDUNG RIANY LAILA NURWULAN
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 1 No. 1 (2019): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tulis ini merupakan bagian dari hasil penelitian, bertujuan untuk memperoleh gambaran, mendeskripsikan dan menganalisis tentang Peran tanggung jawab sosial perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh PT. Telkom di Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung. Konsep yang digunakan adalah konsep tanggung jawab sosial perusahaan, konsep peran pelaku perubahan, dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan dalam penelitian adalah kualitatif, dan pemilihan informan dilaksanakan dengan teknik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran tanggung jawab sosial perusahaan PT. Telkom dilaksanakan sebagai peran fasilitatif, peran edukasional, peran representatif, dan peran teknikal. Peran fasilitatif; bahwa tanggung jawab sosial perusahaan memberikan fasilitas bagi mitra binaan untuk mengembangkan usahanya. Peran edukasional; dilaksanakan melalui pelatihan kewirausahaan dan pengembangan kreatifitas, Peran representatif; sudah terlaksana namun masih ada hal yang belum terlaksana dengan baik, yaitu kurangnya relasi antara perusahaan dengan pihak pemerintahan kecamatan. hal ini diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan terutama dalam kegiatan administrasi. Peran teknikal terlaksana mulai dari pengumpulan proposal permohonan bantuan, pemeriksaan administrasi, survey sampai dengan realisasi pemberian bantuan. Dengan demikian secara keseluruhan peran tanggung jawab sosial perusahaan PT. Telkom sudah dilaksanakan dengan baik. Sebagai hasil dari terlaksananya peran tanggung jawab sosial perusahaan adalah terpenuhinya empowerment index pada pelaku UMKM.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERHADAP KELOMPOK PENGGERAK PARIWISATA DI KAMPUNG ADAT BANCEUY KABUPATEN SUBANG Ikhsan Maulana; Yuyun Yuningsih
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 2 No. 2 (2020): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v2i2.3169

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pemberdayaan Masyarakat Terhadap Kelompok Penggerak Pariwisata di kampung Adat Banceuy Kabupaten Subang”. Pelaksanaan program Ekowisata ini dilaksanakan oleh lembaga PKPU Human Initiative JABAR sebagai mitra kerja, Program itu sengaja dirancang untuk meningkatkan potensi wisata yang ada di kampung adat banceuy, serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Sasaran program ekowisata ini adalah para pemuda pengangguran, putus sekolah, tokoh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan informasi tentang pemberdayaan masyarakat di kampung adat banceuy melalui program ekowisata, serta untuk memperoleh data dan informasi tentang keberfugsian sosial Kelompok penggerak pariwisata di kampung adat banceuy dan untuk memperoleh data dan informasi tentang hubungan antara pemberdayaan masyarakat dengan keberfungsian sosial kelompok penggerak pariwisata di kampung adat banceuy. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis, dan teknik pengumpulan data adalah angket, observasi non partisipan dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok penggerak pariwisata yang menerima manfaat program ekowisata di Lembaga PKPU Human Initiative JABAR sebanyak 61 pemuda dan masyarakat. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Skala dalam penelitian ini menggunakan skala ordinal. Untuk pengujian hipotesis menggunakan statistik uji Rank Spearman (rs). Hasil penelitian menujukan bahwa terdapat hubungan atau korelasi yang kuat dan searah, bahwa Hubungan antara pemberdayaan masyarakat dengan keberfungsian sosial kelompok penggerak pariwisata kampug adat banceuy sangat tinggi, sehingga dapat dikatakan bahwa pemberdayaan masyarakat kelompok penggerak pariwisata yang menerima manfaat program ekowisata berhubungan dengan keberfungsian sosial.
ETHNOPEDAGOGY: SUNDANESE LEADERSHIP VALUES: Ethnopedagogy, Sundanese leadership values,. Ali Ali Anwar; Jajang Hendar Hendrawan
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 1 No. 2 (2019): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is conducted due to the increasing tendency of degradation in leadership attitude and behavior among the people in the society. Such degradation of leardership attitude and behavior, as shown both in efforts in becoming a leader and after being a leader, goes against the core values of the past leaders. Such a condition results from the society that has ignored the cultural values that uphold ethics and the harmony of life with nature. As a result, this studi is aimed to reveal the values of local widom in Sundanese leadership by means of collecting, orienting, and interpreting the values of Sundanese local wisdom particularly in the aspect of leadership. This sudy concludes that Sundanese leadership values are derived from oral and written traditions, namely cageur (healhty), bageur (good-hearted), bener (righteous), pinter (clever), singer (adept), teger (optimistic), pangger (tenacious), cangker (strong), and wanter (confident), which are then passed on the younger generations by means of an educational process known as ethnopedagogy.
MARJINALISASI MASYARAKAT PEDESAAN Studi di Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang Muhammad Fedryansyah
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 1 No. 1 (2019): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research focuses on marginal communities in the countryside. Marginal communities who are poor, among others, are caused by the impacts of development, lack of local government attention to the survival of rural communities, shifting jobs and failure to get jobs and creating a businesses then make the community poorer. This study aims to describe the condition of poverty in marginalized communities by taking the case in Cipacing Village, Jatinangor District, Sumedang Regency. Cipacing village has the most disadvantaged families compared to other villages in Jatinangor Sub-district. Understanding of marginal communities in this study uses the marginal dimension according to Perlman, namely marginal social, marginal culture, marginal economy, and marginal politics. This study uses qualitative methods with descriptive analysis, data collection in research using interviews and secondary data such as the results of other studies, books, and other documentation. The number of informants involved in this study were 6 people who were poor families in Cipacing Village. The result of this study is that marginalized communities have indeed lost their rights since the development. In addition, development also has an impact on people's lives, especially in the field of environment and community welfare. The conclusions raised from this study include that the poor in Desa Cipacing are seen from the marginal dimension of society. From the social dimension, there are not many people in Cipacing Village involved in the development within their area. From the cultural dimension, the community is not ready when there is a shift in employment from the agricultural sector to the industrial sector. Then from the economic dimension, limitations in resources result in people being unable to fight capital ownership. Furthermore, from the political dimension the community also still cannot access their rights in development planning.
PENGARUH COVID 19 TERHADAP MORTALITAS DAN KETENAGAKERJAAN DI INDONESIA: PENGARUH COVID 19 TERHADAP MORTALITAS DAN KETENAGAKERJAAN DI INDONESIA Faishal Nur Arafa; Nunung Nurwati
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 2 No. 2 (2020): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corona virus adalah salah satu penyakit menular, corona virus merupakan penyakit yang menular begitu cepat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menegluarkan status peringatan akan darurat kesehatan global akibat dari pandemi virus corona yang begitu cepat alur penyebarannya. Dengan terjadinya pandemic covid-19 mempunyai pengaruh kedalam peningkatan mortalitias in Indonesia dengan hadirnya virus corona dan juga dampak lain dari covid-19. Dengan penyebaran yang begitu cepat membuat Negara yang ada di dunia termasuk Indonesia menerapkan kebijakan untuk mengurangi angka penyebaran seperti melakukan lockdown atau pembatasan sosial beskala besar (PSBB) kebijakan yang dilakukan bertujuan untuk menekan laju persebaran virus corona agar para korban positif corona tidak semakin meluas dan kematian semakin tinggi. Dengan adanya kebijakan ini tak luput membuat beberapa sektor ekonomi sperti perusahaan industri yang mengalami kerugian karena dampak dari virus corona yang mengharuskan untuk berdiam dirumah dan bekerja dari rumah mengakibatkan beberapa sektor pekerjaan harus terhenti. Dengan adanya pandemi Covid-19 mengakibatkan berbagai macam permasalahan multi dimensi salah satunya permasalahan dalam faktor ekonomi. Krisis ekonomi dapat dialami oleh Indonesia akibat dari pandemi virus corona ini. Kata kunci : Covid-19, kebijakan, tingkat mortalitas, perekonomian.
Implementasi Strengths-Perspective dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Miskin Marcelino Vincentius Poluakan; Nandang Mulyana; Hadiyanto A. Rachim
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 2 No. 1 (2020): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pemberdayaan masyarakat miskin merupakan salah satu strategi pemerintah dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. Program pemberdayaan masyarakat miskin yang efektif seharusnya membuat setiap sasarannya menjadi mandiri, berdaya, sustainable, terlibat atau berpartisipasi dalam pembangunan, serta memiliki ketahanan dalam menghadapi permasalahan kemiskinan atau untuk keluar dari jerat kemiskinan. Untuk mencapai nilai-nilai di atas, program pemberdayaan masyarakat miskin perlu memuat strengths-persepctive di dalamnya. Tulisan ini akan membahas pentingnya strengths-perspective sebagai sebuah paradigma baru dalam pekerjaan sosial dalam program pemberdayaan masyarakat miskin untuk mencapai cita-cita yang diharapkan yaitu menyelesaikan permasalahan kemiskinan. Tulisan ini akan menggunakan studi literatur berupa buku, artikel, dan sumber lain yang relevan dengan topik yang dibahas. Dari hasil kajian, prinsip strengths-perspective sangat diperlukan dalam sebuah program pemberdayaan masyarakat miskin. Selanjutnya, dibutuhkan upaya untuk mengimplementasikan strengths-perspective terutama dalam analisis kebijakan atau program pemberdayaan masyarakat miskin dengan menggunakan kerangka analisis kebijakan sosial yang strengths-based.
KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL TUNARUNGU DI KELURAHAN BATUNUNGGAL KOTA BANDUNG Yamnah Octaviany; Yuyun Yuningsih
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 1 No. 2 (2019): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan mendeskripsikan mengenai kemampuan interaksi sosial tunarungu, faktor penghambat tunarungu dalam melakukan interaksi sosial serta bagaimana implikasi praktis pekerjaan sosial dalam menangani tunarungu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di Kelurahan Batununggal Kota Bandung. Informan penelitian adalah tunarungu, orang tua dari tunarungu, tokoh masyarakat serta tenaga kesejahteraan sosial sebagai informan sekunder. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi non partisipan. Hasil penelitian secara kualitatif dengan menggunakan analisis koding dan kategorisasi serta keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan interaksi sosial tunarungu di Kelurahan Batununggal secara umum masih kurang berjalan dengan baik karena dalam melakukan interaksi sosial dengan orang lain khususnya orang normal pada umumnya tunarungu mengalami kesulitan yang disebabkan oleh faktor yang mempengaruhinya seperti perasaan rendah diri, keterbatasan bahasa dan kosakata, tidak memahami bahasa isyarat, tidak mampu membaca gerak bibir orang lain. Faktor eksternal yang mempengaruhi tunarungu meliputi kurangnya pemahaman dari orang tua dan masyarakat pada umumnya, mendapatkan cemoohan dari orang lain, dan kondisi kesehatan baik dari tunarungu maupun dari orang tua yang mengalami kesehatan kurang baik sehingga mempengaruhi kemampuan interaksi sosial tunarungu. Rekomendasi ini ditujukan kepada tunarungu, keluarga, masyarakat serta tenaga kesejahteraan sosial dan pemerintah.
MODEL PELAYANAN REHABILITASI SOSIAL ORANG DENGAN HIV DI INDONESIA Moch Zaenal Hakim
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 1 No. 1 (2019): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v1i1.1474

Abstract

Problems faced by People Living With HIV (PLWH) not only health problems, but also social problems. Efforts to deal with PLWH are carried out through the social rehabilitation process. So far, social rehabilitation carried out by the Ministry of Social Affairs of the Republic of Indonesia towards PLWH is very limited. Overall, from 2009 to 2014, the Ministry of Social Affairs was only able to rehabilitate 160 people who were carried out through the ODH Social Rehabilitation Institution located in Sukabumi West Java. Thus, the services provided are far from expected. Therefore, to improve the quality and expansion of the range of services it is necessary to develop the Social Institution for PLWH Social Rehabilitation. This research was conducted to design a model of social rehabilitation services for PLWH in Indonesia. The study was conducted by examining the standards of public services and special services available at the Social Institution for PLWH Social Rehabilitation in Sukabumi. The method used research and development method. Data resource derived from social workers in social rehabilitation institution, Ministry of Social Affairs, The National AIDS Commission and Pelita Ilmu Jakarta Foundation. The result generally showed that Social Rehabilitation Institution for PLWH had common and specific standards, but still has limitation in human resources, basic social services and service range. Therefore it needs improvement various capacity, especially social workers both in quality and quantity.
DAMPAK PERNIKAHAN USIA DINI TERHADAP PERCERAIAN DI INDONESIA Fachria Octaviani; Nunung Nurwati
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 2 No. 2 (2020): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka Pernikahan Usia Dini menunjukkan bahwa pemberdayaan tentang peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah masih rendah. Fenomena sosial mengenai pernikahan dini di Indonesia merupakan salah satu faktor yang sering terjadi di tanah air, baik pernikahan dini yang terjadi di pedesaan maupun perkotaan. Hal ini dapat terjadi karena kesederhanaan pola pikir masyarakat sehingga masalah ini akan terjadi secara terus menerus. Selain itu, beberapa faktor pendukung seperti Pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya sangat berpengaruh dengan dilakukannya pernikahan usia dini. Fenomena pernikahan usia dini akan menimbulkan beberapa dampak yang akan dirasakan oleh mereka yang melakukannya serta keluarga yang menikahkannya. Dilihat secara psikologis, pernikahan dini tidak baik untuk dilakukan karena akan mempengaruhi pola pikir serta tingkah laku pasangan muda mudi ini. Kondisi emosional mereka yang dinilai masih labil akan berdampak pada pertengkaran dan berujung dengan perceraian dalam rumah tangga. selain perceraian, pasangan pernikahan usia muda juga akan mengalami resiko kematian ibu dan bayi yang cukup tinggi. Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan atau informasi terkait apa saja dampak yang akan ditimbulkan oleh pernikahan usia dini
PERAN MODAL SOSIAL DALAM PELAKSANAAN DANA DESA DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN AIR PERIUK KABUPATEN SELUMA Suparman Suparman; Agus Setyanto
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 3 No. 1 (2021): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v3iI.3613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukenali tentang modal sosial yang ada di masyarakat Desa Sukamaju berperan dalam melancarkan program Dana Desa sebagai proyek yang ditujukan untuk mereduksi kemiskinan yang ada pada masyarakat Desa. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa modal sosial telah berperan sebagai bonding perekat dalam menjembatani terlaksananya program pembangunan desa melalui dana desa yang diperoleh dari APBN, terlihat dari kegiatan yang diselenggarakan berjalan sesuai dengan aspirasi dari masyarakat desa. Namun demikian modal sosial berperan negatif dalam menjaga keberlanjutan program BunDes, yaitu ada keengganan untuk memberikan sanksi pada debitur yang macet. Selain juga program pemberdayaan belum sepenuhnya berjalan sebagaimana mestinya. Ketergantungan pada dana desa menjadi penentu berjalan program. Hal ini dikarenakan pemahaman tentang konsep pemberdayaan yang sempit dari perangkat desa. Pemberdayaan diidentikkan dengan bantuan dana.