cover
Contact Name
Ikhsan Maulana
Contact Email
ikhsanmaulana@unpas.ac.id
Phone
+6282240875738
Journal Mail Official
jurnal.humanitas@unpas.ac.id
Editorial Address
Jl. Lengkong besar No. 6-8 Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 16932358     EISSN : 26569353     DOI : 10.23969/humanitas
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITASadalah wahana pengembangan kajian bidang kesejahteraan sosial dalam kerangka ilmiah akademik serta dalam kerangka pragmatis terapan. Jurnal Humanitas menerima naskah tulisan yang berisikan hasil penelitian dan studi konseptual. Hasil penelitian berupa analisis mengenai berbagai perkembangan empirik berdasarkan teori serta konsep dalam ranah kajian kesejahteraan sosial. Studi konseptual berupa studi mendalam mengenai perkembangan empirik dan teori maupun konsep dalam ranah kajian ilmu kesejahteraan sosial. Adapun teori dan konsep yang digunakan dibagi menjadi dua yaitu berbasis tematik maupun berbasis intervensi.
Articles 79 Documents
PRAKTIK BAIK PEDAGOGI KESEJAHTERAAN SOSIAL Andayani
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 7 No. 1 (2025): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v7i1.22586

Abstract

Kesejahteraan Sosial adalah ilmu sekaligus praktik pertolongan yang membantu invividu, kelompok dan masyarakat serta sistem sosial yang lebih besar untuk meningkatkan keberfungisan sosial dan keadilan sosial. Untuk mengajarkan ikmu dan praktik tersebut di konteks pendidikan tinggi, diperlukan pedagogi atau strategi pembelajaran yang tepat. Bagaimanapun, karena sifat keilmuannya yang merupakan ilmu sosial, terapan, multidisiplin memdorong dosen untuk dapat menerjemahkan teori-teori ke dalam metode praktis-aplikatif. Penelitian ini melibatkan dosen dan mahasiswa Prodi Ilmu Kesejaheraan Sosial UIN Sunan Kalijaga dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Matakuliah yang diteliti adalah matakuliah bermuatan praktik, baik yang terkait dengan intervensi mikro, mezzo dan makro serta praktikum. Hasil penelitian menemukan bahwa dosen telah menerapkan metode pembelajaran andragogi atau student-centered, experiential learning.
PENGEMBANGAN SISWA MELALUI PEMBELAJARAN GRAPHOLOGI DI SMU PASUNDAN 3 KOTA BANDUNG Yuningsih, Yuyun; Riany Laila Nurwulan
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 7 No. 1 (2025): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v7i1.23532

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menumbuhkan minat siswa untuk menambah pengetahuan dan pemahaman terkait metode untuk mengetahui karakteristik seseorang dengan menggunakan grafologi. Sifat dan watak seseorang dapat diketahui dari gerak-geriknya, baik dari cara seseorang berjalan, raut wajah maupun tulisan tangan. Karena itu manusia memiliki sifat dan karakter yang unik. Khusus mengenai grafologi, yakni sebagai seni membaca tulisan tangan, merupakan salah satu instrumen dalam menganalisis karakteristik seseorang, dapat dipelajari oleh semua orang, termasuk oleh siswa SMA yang akan menjadi tambahan pengetahuan bagi mereka. Manfaatnya bagi siswa SMA, mereka dapat mengetahui karakteristiknya dan dapat memprediksi minatnya untuk melanjutkan studi. Pengembangan siswa dalam pengetahuannya oleh Tim Pelaksana PKM melalui pengenalan grafologi dilaksanakan di SMU Pasundan 3 Kota Bandung dengan pertimbangan bahwa siswa/siswi di sekolah ini cukup memiliki minat untuk mendapatkan pengetahuan baru. Harapannya adalah dengan bertambahnya pengetahuan siswa, mereka dapat memiliki ketrampilan untuk mengetahui karakteristik seseorang melalui keterampilan menganalisis lewat tulisan tangan. Tujuan lainnya adalah melalui analisis grafologi, dapat diketahui minat dalam bidang pendidikan maupun bidang pekerjaan, sehingga terdapat kesesuaian antara karakteristik individu dengan bidang pendidikan maupun bidang pekerjaan. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa siswa siswi SMA 3 Pasundan memiliki minat yang cukup besar terhadap pelatihan analisis grafologi, dapat mengikuti pembelajaran grafologi, memahami mengenai pengetahuan grafologi, dan dapat berlatih analisis grafologi.
APLIKASI GREEN SOCIAL WORK DALAM PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL PADA PROGRAM CSR PT. JNE – HI JABAR DI KELOMPOK TANI ISTIQOMAH KOTA BANDUNG Riany Laila Nurwulan
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 7 No. 1 (2025): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v7i1.23534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aplikasi Green Social Work dalam praktik pekerjaan sosial pada program CSR bidang lingkungan di Kelompok Tani Istiqomah Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program CSR bidang lingkungan telah mengintegrasikan beberapa aspek Green Social Work, seperti peningkatan kesadaran lingkungan, pengembangan praktik pertanian berkelanjutan, dan peningkatan kualitas hidup. Penelitian ini juga menemukan bahwa program CSR bidang lingkungan telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan praktik pekerjaan sosial yang berkelanjutan dan adil. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan praktik pekerjaan sosial yang berkelanjutan dan adil, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai acuan bagi perusahaan dan organisasi lainnya dalam mengembangkan program CSR yang berkelanjutan dan adil. Selain itu, penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori dan praktik Green Social Work dalam konteks Indonesia.
DUKUNGAN SOSIAL GURU DAN ORANG TUA PADA PENYANDANG DISABILITAS NETRA DI SLB BC MULTAHADA RANCAEKEK Margaretha, Angelique
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 7 No. 2 (2025): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v7i2.24099

Abstract

Penyandang disabilitas netra menghadapi banyak kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal belajar dan mengembangkan diri. Ketidakmampuan dalam melihat membuat mereka menghadapi kesulitan untuk mendapatkan informasi visual, yang merupakan bagian penting dari proses belajar. Akibatnya, mereka membutuhkan pendekatan khusus dan dukungan yang kuat dari orang-orang di sekitar mereka, terutama guru dan orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai bagaimana dukungan sosial yang diberikan oleh guru dan orang tua pada penyandang disabilitas netra, hambatan dalam proses memberikan dukungan sosial, solusi, dan juga implikasi praktis dan teoretis pekerja sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu (1) wawancara mendalam, (2) observasi, (3) studi dokumen. Informan kunci dari penelitian ini ada 4 yaitu guru dan orang tua penyandang disabilitas netra dan informan sekunder sejumlah 3 orang yaitu anak penyandang disabilitas netra. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa dukungan sosial yang diberikan oleh guru dan orang tua pada anak penyandang disabilitas netra didominasi dengan pemberian dukungan sosial emosional berupa pemberian motivasi, perhatian, dan kata-kata positif sebagai upaya peningkatan kepercayaan diri penyandang disabilitas netra, dukungan sosial sering diberikan secara verbal. Hambatan yang dialami adalah kesulitan mengontrol emosi, dan komunikasi yang baik, solusi dari hambatan yang dirasakan adalah dengan sabar menahan emosi, mengontrol diri, dan membangun komunikasi yang santai supaya anak dapat menerima arahan, nasehat dengan baik tanpa merasakan sakit hati.
RUMAH PINTAR SEBAGAI INOVASI SOSIAL: MEMBANGUN HARAPAN ANAK DI TENGAH KETIMPANGAN AKSES PENDIDIKAN Muhammad Aufar; Aurelia Serbina Sitepu; Arifah Ulayya; Rangga Wijaya; Fajar Utama Ritonga
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 7 No. 2 (2025): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v7i2.28168

Abstract

Ketimpangan terhadap akses pendidikan saat ini masih sangat terasa terutama bagi masyarakat di wilayah padat penduduk seperti di kawasan Medan Amplas, Kota Medan, ketimpangan pendidikan ini menjadikannya salah satu tantangan pemerintah dalam membangun sumber daya manusia. Anak-anak dari kaum marginal sering kali tidak mendapat akses pendidikan yang baik dan layak, baik itu secara kualitas maupun kesempatan untuk mendapatkan pendidikan. Rumah Pintar YAFSI, hadir sebagai inisiatif dari Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI), berupa inovasi sosial yang berbasis komunitas untuk memberikan ruang pembelajaran alternatif di luar sekolah bagi anak-anak yang terpinggirkan. Rumah Pintar YAFSI menggunakan pendekatan berbasis community organizing dan community development, untuk pelibatan masyarakat Rumah Pintar YAFSI menggunakan metode Appreciative Community Mobilization (ACM), program ini tidak hanya berfokus pada aspek kognitif saja, tetapi juga berfokus pada penguatan karakter dan pemberdayaan komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan medeskripsikan peran dari pekerja sosial di Rumah Pintar YAFSI, Sumatera Utara. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan untuk memahami proses alur masuk dan peran pekerja sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pekerja sosial disini sebagai pendidik sebaya berjalan dengan baik dan dilakukan secara sistematis. Dalam menangani klien, pekerja sosial juga berkolaborasi dengan beberapa stakeholder yang ada. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi sosial semacam Rumah Pintar, melakukan pendekatan yang humanis, dan melibatkan elemen masyarakat dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi ketimpangan pendidikan di wilayah perkotaan, serta memberikan kontribusi positif terhadap pekerja sosial yang menjadi pendidik sebaya.    The disparity in access to education is still very evident, especially for communities in densely populated areas such as Medan Amplas, Medan City. This educational disparity is a significant challenge for the government in developing human resources. Children from marginalized communities do not have access to good and adequate education, both in terms of quality and opportunity. Rumah Pintar YAFSI, an initiative of the Fajar Sejahtera Indonesia Foundation (YAFSI), is a community-based social innovation. It provides alternative learning spaces outside of school for marginalized children. YAFSI Smart House employs a community organizing and community development approach to engage the community. It uses the Appreciative Community Mobilization (ACM) method, focusing on cognitive, character development, and community empowerment. This study identifies and describes the role of social workers at the Rumah Pintar YAFSI in North Sumatra. A qualitative approach with a descriptive method was used to understand the intake process and the role of social workers. The study results indicate that social workers carry out their role as peer educators effectively and systematically. In handling clients, social workers also collaborate with various stakeholders. These findings definitively show that social innovations like Rumah Pintar, which take a humanistic approach and involve community elements, can effectively address educational inequality in urban area and contribute positively to social workers who serve as peer educators.
FEAR OF MISSING OUT (FoMO) SHOPEE PAYLATER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN SOSIAL PEREMPUAN DI MAMPANG PRAPATAN Nazira Azza Herviana; Elisa Kurniadewi
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 7 No. 2 (2025): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v7i2.30772

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Fear of Missing Out (FoMO) dalam penggunaan layanan Shopee PayLater serta dampaknya terhadap kesejahteraan sosial perempuan usia produktif di wilayah perkotaan. FoMO yang dialami pengguna terutama bersifat ekonomis, yakni ketakutan kehilangan kesempatan diskon dan promo dalam ekosistem digital yang didorong oleh norma sosial dan tekanan media. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan teknik analisis tematik. Informan terdiri dari empat perempuan pengguna aktif Shopee PayLater yang berdomisili di Kelurahan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumtif yang dipicu oleh FoMO diperkuat oleh rendahnya literasi keuangan dan norma sosial digital, bukan semata-mata karena faktor gender. Penggunaan Shopee PayLater yang tidak terkontrol dapat menurunkan kesejahteraan sosial melalui akumulasi utang, stres, dan disfungsi sosial. Sebaliknya, jika digunakan secara bijak, layanan ini dapat menjadi alat pemberdayaan ekonomi perempuan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami keterkaitan antara dinamika psikososial, konsumsi digital, dan kesejahteraan sosial perempuan di era finansialisasi digital.
BENTUK DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP ISTRI YANG BEKERJA MENCAPAI WORK-LIFE BALANCE (STUDI DESKRIPTIF DI RUMAH SAKIT PUSAT PERTAMINA JAKARTA) Dama Nararya, Argya
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 7 No. 2 (2025): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v7i2.32414

Abstract

Istri yang bekerja memiliki tantangan dalam menyeimbangkan antara tuntuntan pekerjaan dan keluarga. Berdasarkan fenomena tersebut dibutuhkannya dukungan sosial karena sistem jam kerja yang shift dimana para pekerja akan mendapatkan giliran untuk bekerja antara shift pagi, siang dan malan dalam periode yang diterapkan oleh Rumah Sakit Pusat Pertamina yaitu tiga hari kerja dan satu libur yang memiliki dampak yang signifikan pada wanita yang bekerja. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis bentuk dukungan sosial terhadap istri yang bekerja untuk mencapai work life balance. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, melibatkan wawancara mendalam dan observasi terhadap istri yang bekerja di Rumah Sakit Pusat Pertamina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga, teman dekat, dan rekan kerja berfungsi dalam memberikan dukungan sosial berupa dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasi, dan dukungan jaringan sosial pada istri yang bakerja. Dukungan ini terbukti membantu mengurangi tekanan kerja, meningkatkan kesejahteraan psikologis, dan mendukung harmonisasi antara tanggung jawab pekerjaan dan keluarga agar work life balance pada istri yang bekerja dapat tercapai. KATA KUNCI: istri yang bekerja, dukungan sosial, work life balance   ABSTRACT Working wives have challenges in balancing the demands of work and family. Based on this phenomenon, social support is needed because of the shift work hour system where workers will get turns to work between morning, afternoon and night shifts in the period implemented by Pertamina Central Hospital, namely three working days and one day off, which has a significant impact on working women. The purpose of this study was to determine, describe, and analyze the form of social support for working wives to achieve work-life balance. This study used a qualitative approach with a descriptive type, involving in-depth interviews and observations of working wives at Pertamina Central Hospital. The results showed that family, close friends, and coworkers functioned in providing social support in the form of emotional support, instrumental support, information support, and social network support for working wives. This support has been shown to help reduce work pressure, improve psychological well-being, and support harmonization between work and family responsibilities so that work-life balance for working wives can be achieved. KEYWORDS: working wives, social support, work life balance
PROGRAM PEMBERDAYAAN ORANG TUA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN ANAK STUNTING MELALUI PENGOLAHAN MENU BERGIZI DI KELURAHAN CIGADUNG Sumardhani
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 7 No. 2 (2025): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v7i2.33151

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak yang rendah dibandingkan standar usianya, akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,6%, dan di Kota Bandung sebesar 19,3%. Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler, merupakan salah satu wilayah dengan kasus stunting cukup tinggi. Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai gizi seimbang, pola asuh, dan keterampilan mengolah makanan bergizi berbahan lokal menjadi faktor penyebab yang signifikan.Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan orang tua yang memiliki anak stunting atau berisiko stunting melalui pelatihan pengolahan menu bergizi berbasis bahan pangan lokal. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan gizi, demonstrasi pengolahan makanan, dan pendampingan rumah tangga selama tiga bulan (Mei–Juli 2025) dengan melibatkan 30 orang tua. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan post-test pengetahuan gizi, observasi penerapan menu bergizi, serta pengukuran status gizi anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan gizi dari 54,3 menjadi 82,8 (peningkatan 52,5%), penerapan variasi menu bergizi oleh 90% peserta, dan perbaikan status gizi pada 70% anak peserta sesuai kurva pertumbuhan WHO. Keberhasilan program dipengaruhi oleh metode pembelajaran interaktif, dukungan kader posyandu, serta pemanfaatan bahan pangan lokal yang terjangkau. Program ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua, mengubah perilaku pemberian makan, serta memperbaiki status gizi anak. Model intervensi ini berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan prevalensi stunting tinggi.
MODAL SOSIAL DALAM PROGRAM PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN BENCANA DI KAMPUNG PELANGI KELURAHAN DAGO KOTA BANDUNG Gunawan, Uga Pratama
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 7 No. 2 (2025): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v7i2.33235

Abstract

Bencana sering kali mengganggu kehidupan normal masyarakat dan memerlukan upaya penanggulangan, penyelamatan, dan pemulihan untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan. Kesiapsiagaan bencana sangat penting untuk mengurangi dampak dari suatu bencana yang mungkin terjadi, serta untuk mempercepat pemulihan setelah bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi – strategi pengembangan modal sosial dalam usaha peningkatan kesiapsiagaan bencana di Kampung Pelangi Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif dalam mengidentifikasi strategi pengembangan modal sosial dalam usaha peningkatan kesiapsiagaan bencana di Kampung Pelangi Kota Bandung. Ditemukan bahwa kampung pelangi memiliki modal sosial yang baik pada aspek bonding capital, bridging capital, dan linking capital. Maka dari itu disusun beberapa upaya peningkatan modal sosial dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di kampung pelangi dengan cara mengembangkan beberapa strategi taktis dan strategis yang menyasar ketiga aspek tersebut.