cover
Contact Name
Ikhsan Maulana
Contact Email
ikhsanmaulana@unpas.ac.id
Phone
+6282240875738
Journal Mail Official
jurnal.humanitas@unpas.ac.id
Editorial Address
Jl. Lengkong besar No. 6-8 Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 16932358     EISSN : 26569353     DOI : 10.23969/humanitas
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITASadalah wahana pengembangan kajian bidang kesejahteraan sosial dalam kerangka ilmiah akademik serta dalam kerangka pragmatis terapan. Jurnal Humanitas menerima naskah tulisan yang berisikan hasil penelitian dan studi konseptual. Hasil penelitian berupa analisis mengenai berbagai perkembangan empirik berdasarkan teori serta konsep dalam ranah kajian kesejahteraan sosial. Studi konseptual berupa studi mendalam mengenai perkembangan empirik dan teori maupun konsep dalam ranah kajian ilmu kesejahteraan sosial. Adapun teori dan konsep yang digunakan dibagi menjadi dua yaitu berbasis tematik maupun berbasis intervensi.
Articles 79 Documents
ANALISIS KEBIJAKAN KEMENTRIAN SOSIAL TENTANG PROGRAM KEWIRAUSAHAAN SOSIAL DI KECAMATAN CILEBAR KABUPATEN KARAWANG Dini Nadila
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 4 No. 2 (2022): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v4i2.6226

Abstract

Program Kewirausahaan Sosial (ProKUS) adalah program kewirausahaan bagi keluarga miskin dan rentan yang mengkombinasikan kegiatan bisnis dan sosial serrta pendekatan bisnis untuk mencegah dan mengatasi resiko sosial dan masalah sosial (Kepdirjendayasos Nomor 651/045.3/KP T s/10/2021). Tujuan program untuk menciptakan kemandirian serta memutus ketergantungan keluarga miskin dan rentan terhadap bantuan sosial (Kepdirjendayasos Nomor 651/045.3/KPTs/10/2021) Kementerian Sosial mengembangkan tugas melaksanakan berbagai program inovasi termasuk pemberdayaan sosial di samping perlindungan dan jaminan sosial. Kemandirian dapat dicapai jika penerima bantuan memiliki jiwa kewirausahaan sosial yang semakin menguat. Kewirausahaan sosial adalah kewirausahaan yang memiliki visi dan misi untuk menyelesaikan masalah sosial dan/atau memberikan perubahan positif pada masyarakat dan/atau lingkungan dan menginvestasikan kembali sebagian besar keuntungannya untuk mendukung visi dan misi tersebut. Pendekatan bisnis yang ditujukan untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam mencegah dan mengatasi resiko sosial dan masalah sosial terutama yang berkaitan dengan kemiskinan dan pengangguran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamalisis bagaimana proses Kebijakan Kementrian Sosial Tentang Program Kewirausahaan Sosial Di Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang. Di tinjau dari proses KPM PKH dalam melaksanakan program kewirausahan sosial yang di dampingi oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sebagai pendamping sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis. data di lakukan dengan cara reduksi data, klarifikasi data, verifikasi data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan 6 (enam) aspek di atas, maka KPM ProKUS dikelompokkan menjadi kategori pemula, kategori berkembang dan kategori maju. Di KPM Kecamatan Cilebar terdapat dua kategori yaitu kategori pemula sebanyak 14 KPM dan kategori berkembang sebanyak 3 KPM. Program ini diharapkan dapat memutus ketergantuangan KPM kepada bantuan sosial dan menciptakan serta meningkatkan jiwa kewirausahaan sosial dan kemandirian usaha.
IMPLEMENTASI CSR MELALUI PROGRAM KAMPUNG BERSERI ASTRA (KBA) OLEH PT ASTRA INTERNASIONAL TBK Ekawanti
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 4 No. 2 (2022): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v4i2.6238

Abstract

Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) adalah kegiatan perusahaan berupa tanggung jawab baik dalam sosial, ekonomi, maupun lingkungan terhadap kesejahteraan pegawai perusahaan maupun masyarakat sekitar dengan berlandaskan kebijakan etika atau praktik bisnis. Perusahaan PT. Astra International Tbk melakukan kegiatan CSR sudah sejak puluhan tahun lalu dan akan tetap melanjutkan kegiatan CSR mereka. Salah satu program unggulan CSR mereka adalah Program Kampung Berseri Astra (KBA) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan cara berkolaborasi antara masyarakat dan perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi CSR PT. Astra International Tbk melalui program Kampung Berseri Astra (KBA). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur dengan jenis data sekunder. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa tipe implementasi yang dilakukan di program KBA adalah community assistance dan community empowerment. Ditemukan juga program KBA memiliki motivasi pada corporate philanthropy. KATA KUNCI: Corporate Social Responsibility, Implementasi, Kampung Berseri Astra.
TINGKAT KESEJAHTERAAN SOSIAL KELUARGA PENARIK BECAK MOTOR DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Habibah, Astri
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 5 No. 1 (2023): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v5i1.4698

Abstract

Motorized rickshaw pullers are jobs in the informal sector in the transportation sector. Working as a motorcycle rickshaw puller does not require special skills, it's just being able to ride a motorcycle. Motorcycle rickshaw pullers have been classified as poor people because of the decreasing number of customers due to many people who already have their own vehicles and are getting more and more difficult during the COVID-19 pandemic. The purpose of this study was to determine the impact of the COVID-19 pandemic on the welfare level of motorcycle rickshaw drivers where the presence of the COVID-19 pandemic made it difficult for rickshaw drivers to get passengers because schools and train stations which are usually places to look for passengers were closed. However, motorized rickshaw pullers must continue to work in the midst of the COVID-19 pandemic in order to earn income. This type of research is classified as descriptive research with a qualitative approach to see the level of welfare of motorized rickshaw pullers in the midst of the COVID-19 pandemic. Data collection methods used are interviews, observation and literature study. Sources of data used are primary data in the form of interviews and observations and secondary data in the form of literature study. This study found that the level of welfare of a family who pulled a motorcycle rickshaw in the midst of the COVID-19 pandemic based on indicators from the BBKBN showed that the level of welfare was classified as a pre-prosperous family by taking into account several aspects such as income, food, clothing, housing, health, education, and savings. Due to COVID-19, the income of a family who pulls a motorcycle rickshaw is sometimes not enough to meet the needs of daily life.
PELAYANAN SOSIAL BERBASIS PANTI BAGI ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA Putri, Nadila Auludya Rahma
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 5 No. 1 (2023): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v5i1.5486

Abstract

Kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang cukup signifikan di seluruh dunia, bahkan di Indonesia. National Institute of Mental Health (NIMH) menyebutkan bahwa skizofernia merupakan salah satu dari lima belas penyebab dari kecacatan di seluruh dunia, selain itu penderita gangguan jiwa dalam bentuk skizofernia ini memiliki resiko lebih besar untuk melakukan bunuh diri. Di Indonesia sendiri melihat banyaknya faktor dari sisi biologis, psikologis, sosial, serta keanekaragaman penduduk mengakibatkan kepada bertambahnya kasus gangguan jiwa yang tentunya akan berdampak kepada penambahan beban negara serta produktivitas manusia dalam jangka panjang akan mengalami penurunan. Penanganan bagi ODGJ tersebut dapat berupa pelayanan sosial dari lembaga, yayasan, panti, maupun rumah sakit kejiwaan yang menangani pasien dengan gangguan jiwa. Gangguan jiwa adalah sebuah manifestasi dari bentuk penyimpangan perilaku seseorang yang ditimbulkan dari adanya distorsi emosi yang mengakibatkan ketidakwajaran dalam bertingkah. Stigma kurang baik yang melekat pada orang yang mengalami gangguan jiwa dan berkembang di masyarakat, menjadi sebuah tantangan tersendiri. Hal ini dikarenakan kondisi tersebut akan memperhambat orang yang mengalami gangguan jiwa dalam berbaur dan berinteraksi bersama masyarakat luas. Oleh karena itu hadirnya pelayanan rehabilitasi sosial di dalam panti, menjadi sebuah cara agar orang yang mengalami gangguan jiwa dapat kembali menjalankan keberfungsian sosial serta memberikan edukasi kepada keluarga serta masyarakat.
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM MENUNJANG KESEHATAN MASYARAKAT SEBAGAI PENCAPAIAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) (STUDI KASUS DI FINLANDIA) Miranti, Yurika Shafa; Nisai, Humaerah
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 5 No. 1 (2023): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v5i1.5772

Abstract

SDGs atau Sustainable Development Goals hadir untuk menjadi penuntun dalam tujuan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di dunia. Salah satu aspek dari SDGs adalah SDGs No. 3 yang mengemukakan tentang kehidupan sehat dan sejahtera dari masyarakat dunia. Salah satu negara yang dinilai berhasil dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan dari masyarakatnya adalah Finlandia, yang dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia. Banyak faktor yang mendukung hasil tersebut, seperti biaya pelayanan kesehatan yang disubsidi oleh pemerintah melalui pajak, sistem Health in All Policies, dan Health 2015. Artikel ini bertujuan untuk meneliti peran yang dimiliki oleh pekerja sosial dalam sistem pelayanan kesehatan tersebut. Selanjutnya didapatkan hasil bahwa terdapat 7 peran umum dari pekerja sosial yang dapat diimplementasikan dalam berjalannya sistem pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Finlandia, sistem pelayanan kesehatan, pekerja sosial di kesehatan
KEMAMPUAN DISABILITAS NETRA DALAM MEMANFAATKAN SUMBER MEDIA PEMBELAJARAN DI BALAI REHABILITASI SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS SENSORIK NETRA KOTA BANDUNG Marizka, Marizka Aura Aqilla
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 5 No. 1 (2023): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v5i1.6265

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kemampuan Disabilitas Netra Dalam Memanfaatkan Sumber Media Pembelajaran di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Kota Bandung” Disabilitas netra termasuk pada disabilitas fisik. Teknologi pendukung yang biasa di kenal untuk membantu disabilitas handphone dan komputer yang menggunakan audio untuk memberitahu arahan dalam pengguanya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana kemampuan disabilitas netra dalam memanfaatkan sumber media pembelajaran, mendeskripsikan bagaimana hambatan dan upaya dalam memanfaatkan sumber media pembelajaran dan mendeskripsikan bagaimana implikasi praktis dan teoretis dari hasil penelitian dalam pengembangan ilmu kesejahteraan sosial. Penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan phenomenology, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumen. Subjek penelitian berjumlah 6 orang, yakni 4 disabilitas netra, 1 pekerja sosial dan 1 fasilitator. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi data, adapun teknik analisis data yang peneliti gunakan adalah koding dan kategorisasi, penelitian dilakukan di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Kota Bandung. Hasil yang diperoleh dalam penelitian adalah Kemampuan disabilitas netra dalam memanfaatkan sumber media pembelajaran kemampuan intelektual disabilitas netra dalam berfikir terdiri dari menghafal fitur-fitur aplikasi yang digunakan sebagai media pembelajaran, kemampuan fisik disabilitas netra utuk melakukan keterampilan dalam penggunaan teknologi secara mandiri serta kecekatan. Disabilitas netra memiliki hambatan dalam menerjemahkan gambar dan grafik, upaya yang dilakukan mereka mencari tau sendiri kendalanya dimana dan membenarkannya sendiri atau meminta bantuan kepada orang awas. Peran BRSPDSN adalah memberikan penanganan untuk membantu membangun kemandirian bagi disabilitas netra agar bisa melaksanakan keberfungsian sosial mereka dalam masyarakat.
DAMPAK PELAKSANAAN SOSIALISASI TERHADA PARTISIPASI BERSEKOLAH ANAK TIDAK SEKOLAH (ATS) MELALUI PROGRAM GERAKAN KEMBALI BERSEKOLAH (GKB) DI KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH Zakya Khaerunissa; Laila Nurwulan, Riany
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 5 No. 1 (2023): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v5i1.7202

Abstract

Penelitian ini berjudul Dampak Pelaksanaan Sosialisasi terhadap Partisipasi Bersekolah Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui Program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) Di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan hasil penelitian yang menggambarkan seberapa besar dampak pelaksanaan sosialisasi program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) terhadap partisipasi bersekolah Anak Tidak Sekolah (ATS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menggambarkan pelaksanaan program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB), partisipasi bersekolah Anak Tidak Sekolah (ATS) terhadap program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB), hambatan dalam pelaksanaan program GKB dan upaya dalam menghadapi hambatan, dan implikasi praktis dan teoritis pekerja sosial dalam menangani Anak Tidak Sekolah (ATS). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi literatur. Pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis komponensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dalam pelaksanaan program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) terdapat 3 alur pelaksanaanya, yaitu pendataan, pengembalian, pendampingan dan pemantauan; 2) Dampak program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) yang ada di Kabupaten Brebes memiliki dampak, tetapi belum sepenuhnya berhasil terhadap peningkatan partisipasi bersekolah; 3) Dalam pelaksanaan program GKB terdapat beberapa hambatan, yaitu dari faktor data, faktor kepemerintahan, dan faktor anggaran dana. Adapun upaya yang dilakukan dalam menghadapi hambatan tersebut, yaitu sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan; 4) Peran pekerja sosial dalam menangani Anak Tidak Sekolah (ATS) adalah sebagai penghubung, fasilitator, dan motivator.Kata Kunci: Anak Tidak Sekolah (ATS), Program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB), Partisipasi Bersekolah
PENGORGANISASIAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERNIKAHAN ANAK DI KAMPUNG ADAT BANCEUY KECAMATAN CIATER KABUPATEN SUBA Gunawan, Uga Pratama; Anwar, Ali; Muflihati, Abidah
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 5 No. 1 (2023): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v5i1.7423

Abstract

Kampung Adat Banceuy merupakan salah satu Kampung Adat yang masih memegang teguh nilai dan adat budaya Sunda. Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM dalam usaha pencegahan stunting dilihat bahwa beberapa faktor penyebab harus ditangani, salah satu faktor penyebab stunting adalah dampak dari adanya pernikahan anak. Kampung Adat Banceuy memandang bahwa perlu adanya upaya penguatan kepada masyarakat dan usaha - usaha pencegahan atau preventif untuk mencegah masyarakat dari berbagai kerentanan sosial yang dapat muncul. Sebagai pemicu stunting, Pernikahan anak juga sangat erat kaitannya dengan pola dan gaya hidup masyarakat, sehingga dipandang perlu adanya upaya untuk membina perilaku anak muda khususnya anak muda dalam upaya mencegah kasus pernikahan anak di masyarakat Kampung Adat Banceuy. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk melihat bagaimana pencegahan pernikahan dini dengan pengorganisasian masyarakat terhadap kelompok masyarakat adat kampung adat banceuy. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengorganisasian masyarakat kampung adat melalui tokoh-tokoh kuncinya dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap sebuah isu permasalahan yang sedang diangkat. Selain itu, pengorganisasian masyarakat dengan menjadikan tokoh masyarakat sebagai motor penggerak masyarakat dapat secara efektif dan masif mendorong masyarakat guna terlibat dalam berbagai kegiatan yang dilakukan guna mencegah isu masalah pernikahan anak yang sedang diangkat. Pelibatan masyarakat secara aktif dalam usaha pencegahan pernikahan anak juga menitik beratkan peran dari pemuda sendiri selaku sasaran serta aktor utama dalam perubahan yang ingin dicapai. Pemuda dilibatkan juga dalam berbagai kegiatan yang ada secara langsung guna membina mereka agar dapat menjadi agen-agen perubahan dimasyarakat serta mempengaruhi anak-anak lainnya untuk turut serta terlibat dalam gerakan yang sedang dilaksanakan. Kata Kunci : Pernikahan Anak, Pengorganisasian Masyarakat, Kampung Adat Banceuy
Konsep Diri Tuna Netra Di SLBA Budi Nurani Kota Sukabumi: Kata kunci: Konsep Diri, Tuna Netra, Sekolah Luar Biasa (SLB) Indah Rizki Amanah
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 2 No. 1 (2020): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v2i1.3314

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Konsep Diri Tuna Netra di SLB-A Budi Nurani Kota Sukabumi. Konsep diri merupakan penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri atau evaluasi diri sejauh mana seseorang mengetahui dirinya. Konsep diri terbentuk karena adanya interaksi dengan lingkungan sosial. Konsep diri dapat dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman hidup seseorang. Konsep diri merupakan bagian dari kondisi psikologis yang dimiliki oleh semua orang, tidak terkecuali seseorang dengan disabilitas tuna netra. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai Konsep Diri Tuna Netra di SLB-A Budi Nurani Kota Sukabumi, untuk mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi Konsep Diri Tuna Netra di SLB-A Budi Nurani Kota Sukabumi, Untuk mendeskripsikan faktor yang menghambat Konsep Diri Tuna Netra di SLB-A Budi Nurani Kota Sukabumi, Serta untuk mendeskripsikan implikasi teoritis dan praktis pekerjaan sosial dalam meningkatkan Konsep Diri Tuna Netra di SLB-A Budi Nurani Kota Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pemilihan informan yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik: 1) Studi dokumen, 2) Studi lapangan, yang mana peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi nonpartisipan. Jumlah informan dalam penelitian ini terdiri dari tiga orang informan utama yaitu siswa tuna netra dan dua orang guru di SLB-A Budi Nurani. Hasil penelitian menunjukan Konsep diri siswa tuna netra di SLB-A Kota Sukabumi cukup baik. Hal ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan sosial serta adanya peranan orang lain dalam hidup mereka. Informan menunjukan adanya gambaran positif mengenai diri mereka dan dapat menerima diri mereka. Namun ada juga yang menjadi hambatan mereka yaitu dari kondisi psikologis seperti perasaan minder serta dari kondisi sosial seperti kesulitan dalam beradaptasi maupun perlakuan buruk dari masyarakat kepada mereka. Rekomendasi ditujukan kepada informan siswa dan guru, orang tua informan, masyarakat, pemerintah serta lembaga terkait dengan tuna netra. Kata kunci: Konsep Diri, Tuna Netra, Sekolah Luar Biasa (SLB)
PERSPEKTIF KONSTRUKSIONIS SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS SENSORIK NETRA TERHADAP LEMBAGA WYATA GUNA Nabila Nurhaliza
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 5 No. 2 (2023): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial : HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v5i2.7798

Abstract

Wyata Guna pada awalnya merupakan lembaga pelayanan sosial yang berfokus pada penyandang disabilitas sensorik netra. Dengan adanya Permensos No. 3 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Direktorat Jendral Rehabilitasi Sosial mengakibatkan adanya perubahan bentuk lembaga menjadi sentra layanan sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perspektif konstruksionis sosial penyandang disabilitas sensorik netra terhadap lembaga Sentra Wyata Guna. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi data oleh empat kategori informan, yakni penyandang disabilitas sensorik netra, penerima manfaat kategori PPKS non-netra, pekerja sosial, dan pihak lembaga. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penyandang disabilitas sensorik netra melakukan interaksi sosial kepada pihak-pihak yang ada di Sentra Wyata Guna, dengan melakukan komunikasi verbal dan non-verbal serta kontak sosial secara langsung dan tidak langsung. Interaksi sosial tersebut membentuk sebuah makna yang diyakini secara bersama-bersama yaitu melihat lembaga Sentra Wyata Guna sebagai sebuah lembaga pelayanan sosial yang menjalankan program secara inklusi. Realitas sosial yang terbentuk melalui tahap eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi ialah penyandang disabilitas sensorik netra mengidentifikasikan dirinya menjadi bagian dari lembaga Sentra Wyata Guna sebagai lingkungan sosialnya.