cover
Contact Name
Ikhsan Maulana
Contact Email
ikhsanmaulana@unpas.ac.id
Phone
+6282240875738
Journal Mail Official
jurnal.humanitas@unpas.ac.id
Editorial Address
Jl. Lengkong besar No. 6-8 Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 16932358     EISSN : 26569353     DOI : 10.23969/humanitas
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITASadalah wahana pengembangan kajian bidang kesejahteraan sosial dalam kerangka ilmiah akademik serta dalam kerangka pragmatis terapan. Jurnal Humanitas menerima naskah tulisan yang berisikan hasil penelitian dan studi konseptual. Hasil penelitian berupa analisis mengenai berbagai perkembangan empirik berdasarkan teori serta konsep dalam ranah kajian kesejahteraan sosial. Studi konseptual berupa studi mendalam mengenai perkembangan empirik dan teori maupun konsep dalam ranah kajian ilmu kesejahteraan sosial. Adapun teori dan konsep yang digunakan dibagi menjadi dua yaitu berbasis tematik maupun berbasis intervensi.
Articles 85 Documents
PEMBERDAYAAN PENYANDANG DISABILITAS PADA PROGRAM PERMATABRAVE CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BANK PERMATA TBK Wahyudi, Ayuananda
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 5 No. 2 (2023): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial : HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v5i2.8079

Abstract

The right to access to work is one of the problems for persons with disabilities, many of them cannot find work due to their low educational background and lack of skills. Through empowerment such as the Corporate Social Responsibility (CSR) program that exists in every company, it can help persons with disabilities in meeting their daily needs by becoming worker or employee in a company. One company that has a CSR program for people with disabilities is Permata Bank. So based on this background, researchers are encouraged to conduct in-depth research on Corporate Social Responsibility (CSR), so that this thesis will be entitled: "Empowerment of Persons with Disabilities in PT Bank Permata Tbk's PermataBRAVE Corporate Social Responsibility (CSR) Program." This study aims to describe the results of implementing the empowerment of persons with disabilities in the PermataBRAVE CSR program at PT Bank Permata Tbk. The research method used is a qualitative descriptive approach with a purposive sampling informant selection technique. Data collection techniques in this study used in-depth interviews, observation and documentation. Based on the results of research that has been conducted regarding the empowerment of persons with disabilities in the PermataBRAVE CSR program at PT Bank Permata Tbk. , the PermataBRAVE program has activities for 1 month where later persons with disabilities have access to be able to work at PermataBank for 6 months with different divisions.
IMPLEMENTASI PSIKOTERAPI TERHADAP WARGA BINAAN SOSIAL DI PSBL HARAPAN SENTOSA 1 CENGKARENG Putri, Salwa Nadila
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 5 No. 2 (2023): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial : HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v5i2.8795

Abstract

Orang Dengan Masalah Kejiwaan bila tidak mendapat penanganan khusus serta tepat guna dan dibiarkan berkeliaran begitu saja akan menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat. Hal iniah yang menjadikan munculnya stigma negatif masyarakat terhadap Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK). Pada tahap awal, setelah penjaringan yang dilakukan oleh P3S (Satuan Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial), khususnya yang berada di daerah Jakarta, para ODMK tersebut dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 ataupun 2, yang selanjutnya. Selanjutnya, setelah dilakukan asesmen kondisinya, mereka kemudian dipindahkan ke Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1, 2, ataupun 3. Para ODMK yang terkena penjaringan tersebut dinamakan Warga Binaan Sosial. Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 yang terletak di Jalan Kemuning Raya, Cengkareng Barat, Jakarta Barat merupakan panti yang menampung Para WBS tersebut untuk dirawat. Warga binaan ini perlu mendapatkan penanganan melalui prikoterapi untuk mengurangi masalah gangguan kejiwaan yang dialaminya. Psikoterapi merupakan metode yang berfungsi untuk membantu klien/WBS untuk mengembalikan keberfungsian sosialnya. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan berdasarkan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk melihat bagaimana implementasi program-program yang ada di PSBL Harapan Sentosa 1 dalam kaitannya dengan psikoterapi bagi warga binaan Sosial dalam meraih kembali keberfungsian sosial mereka.
PERAN ORANGTUA DALAM MENDUKUNG KEBERFUNGSSIAN SOSIAL DISABILITAS TULI (STUDI KASUS PADA MAHASISWI TULI UNIVERSITAS PGRI ARGOPURO JEMBER) Namira Fadia Haya; Purwowibowo; Mayangsari, Wahyuni
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 5 No. 2 (2023): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial : HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v5i2.9526

Abstract

Penyandang disabilitas memerlukan perhatian, penanganan, dan pendidikan khusus untuk dapat menjalankan fungsi sosialnya, tentunya hal ini tidak lepas dari peran yang diberikan oleh orangtua. Artikel ini memfokuskan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis peran orangtua dalam mendukung keberfungsian sosial penyandang disabilitas Tuli. Orangtua berperan aktif dalam memberikan dukungan, berupa antar jemput anak sekolah, memberikan laptop untuk menunjang potensi, memberikan pendampingan saat lomba, memberikan motivasi, dan menghargai pendapat anak, dan peran partisipatif dalam menyediakan guru les; orangtua juga beperan aktif dalam memberikan pendidikan berupa pengajaran kata dan komunikasi, pengajaran moral, dan pengajaran agama; dan Peningkatan kapasitas anak Tuli berupa upaya untuk menyembuhkan, peningkatan kapasitas dalam komunikasi, dan peningkatan kapasitas dalam desain grafis.
PERAN UNITED NATIONS PROGRAM ON HIV/AIDS (UNAIDS) DAN PEKERJA SOSIAL DALAM PENANGANAN ISU HIV/AIDS DI INDONESIA Hardi, Hardiana Syaban
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 5 No. 2 (2023): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial : HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v5i2.9616

Abstract

HIV/AIDS telah menjadi suatu ancaman besar bagi masyarakat dunia. Virus ini telah berkembang dengan cepat hampir di seluruh dunia. HIV/AIDS tidak mengenal batasan sehingga peningkatan virusnya dalam suatu negara akan menimbulkan dampak yang luas. Untuk itulah kita memerlukan suatu tindakan bersama lintas negara untuk mengatasi masalah ini. Salah satu wujud nyata nya adalah dengan dibentuknya United Nations Program on HIV/AIDS (UNAIDS). UNAIDS merupakan pimpinan global dalam penanganan kasus HIV/AIDS. UNAIDS membuat program – program yang mungkin dapat dilakukan untuk setiap negara yang memiliki urgensi terhadap permasalahan virus tersebut. Selain itu peran dari seorang pekerja sosial pun dibutuhkan dalam proses pendampingan bagi ODHA. Semua yang dilakukan oleh UNAIDS ataupun pekerja sosial memiliki kesamaan tujuan yang mengharapkan dengan semua program atau tindakan yang dilakukan, dapat mengurangi ataupun menekan angka penyebaran virus HIV/AIDS. Kata Kunci: Peran, UNAIDS, Pekerja Sosial, HIV/AIDS, Indonesia
PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH REMAJA PEREMPUAN (STUDI KASUS PADA REMAJA AKHIR DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENIKAH) Nisai, Humaerah
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 5 No. 2 (2023): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial : HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v5i2.9706

Abstract

Pengambilan keputusan merupakan suatu proses dalam hidup individu untuk memilih berbagai pilihan terhadap suatu permasalahan tertentu berdasarkan berbagai faktor yang dimiliki individu. Pengambilan keputusan dalam pernikahan khususnya yakni suatu proses pemilihan berbagai alternatif untuk memutuskan menjalin suatu ikatan dengan seseorang yang bersifat jangka panjang. Pengambilan keputusan yang dilaksanakan oleh remaja perempuan yang sedang berada di masa remaja akhir tentunya memiliki karakteristik tertentu, dikarenakan adanya tantangan serta tugas-tugas perkembangan yang mereka miliki seiring dengan mempertimbangkan kesiapan-kesiapan ketika akan melakukan pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif guna mendeskripsikan pengambilan keputusan oleh remaja perempuan yang berada di masa remaja akhir untuk menikah berdasarkan faktor-faktor pengaruhnya yakni circumstances, preferences, emotions, actions, beliefs, dan values. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara sebagai data primer lalu studi literatur sebagai data sekunder untuk mendukung hasil penelitian ini. Kasus dari penelitian ini adalah remaja perempuan yang berada di rentang umur 18-22 tahun dengan studi kasus yang telah menikah karena atas dasar kemauan dari diri sendiri, dan karena adanya perjodohan oleh orang tua. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pengaruh pengambilan keputusan masing-masing kasus utama yakni diantaranya dikarenakan telah mencapai kemandirian untuk memilih jalan hidup kedepan, keinginan untuk menikah muda, kesiapan emosional untuk melanjutkan hubungannya ke tahap yang lebih serius, kesiapan finansial dari pasangan, kriteria yang dimiliki pasangan yang dianggap ideal, pandangan dan perasaan yang positif terhadap pernikahan, tujuan hidup untuk dapat membangun keluarga sejak muda, dan keyakinan bahwa pernikahan merupakan bentuk ibadah.
FENOMENA PERNIKAHAN DINI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP POLA PENGASUHAN ANAK Putri, Dela Salsabila; Nurwati, Nunung
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 6 No. 1 (2024): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial : HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v6i1.2826

Abstract

Pernikahan dini merupakan sebuah perkawinan dibawah umur yang target persiapannya belum bisa dikatakan maksimal baik secara fisik, mental, dan juga materi. Pernikahan usia dini adalah masalah kependudukan yang masih banyak terjadi di indonesia hingga saat ini. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus karena hal ini mempunyai dampak dikemudian hari nya. Terdapat faktor- faktor yang mendorong pernikahan dini dapat terjadi dari aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan dan lain-lain. Dampak yang bisa dirasakan dari pernikahan dini ialah dapat mempengaruhi pola pengasuhan anak nya kelak karena didasari dengan kurangnya kesiapan mental dari orang tua nya. karena sebagai orang tua kelak harus dapat memberikan pola pengasuhan yang tepat terhadap anak karena ini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak baik secara fisik maupun psikologis nya. Kata kunci : pernikahan dini, dampak pernikahan dini, pola asuh
KETERKAITAN ANTARA PERNIKAHAN DINI DENGAN KEHARMONISAN KELUARGA DAN POLA PENGASUHAN ANAK Nabila, Nurul Izza
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 6 No. 1 (2024): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial : HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v6i1.2830

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pernikahan dini terhadap keharmonisan keluarga dan pola pengasuhan anak. Maraknya pernikahan dini menjadi sebuah permasalahan yang terjadi di Indonesia. Rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya pernikahan dini sehingga akan meningkatkan kasus hamil di luar nikah. Pernikahan dini merupakan sebuah pernikahan di bawah umur, dimana pasangan tersebut belum memiliki kesiapan secara fisik, mental, dan juga materi. Di umur yang masih belia, seperti umur para remaja, mereka belum memiliki emosi yang stabil. Kestabilan emosi sangat diperlukan dalam membina rumah tangga. Apabila pasangan rumah tangga memiliki emosi yang tidak stabil, akan menimbulkan keretakkan hubungan di antara pasangan tersebut, bahkan bisa berdampak kepada anak-anaknya. Pengasuhan anak yang dialami oleh pasangan pernikahan usia dini juga belum memadai karena keterbatasan pendidikan yang dimiliki oleh orang tuanya. Padahal, pola pengasuhan orang tua kepada anaknya sangatlah penting bagi perkembangan kepribadian sang anak. Artikel ini akan membahas apa saja faktor- faktor yang menyebabkan terjadinya pernikahan usia dini dan bagaiaman pengaruhnya terhadap keharmonisan keluarga dan pola pengasuhan anak.
PERKAWINAN DINI DAN KAITANNYA DENGAN PENDIDIKAN SEKSUAL Aufar, Alma Fildzah; Nurwati, Nunung
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 6 No. 1 (2024): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial : HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v6i1.2846

Abstract

Perkawinan merupakan salah satu tahapan besar dalam hidup untuk membentuk suatu keluarga dan memulai kehidupan baru. Perkawinan diatur dalam seperangkat peraturan hukum agama, hukum negara juga adat istiadat yang di antaranya memiliki batasan umur untuk pasangan diperbolehkan melaksanakan perkawinan. Batasan umur ini sebagai salah satu indikator kesiapan pasangan selain dari kesiapan fisik, psikis, hingga finansial. Tetapi kenyatannya kasus pernikahan dini masih menjadi salah satu permasalahan, khususnya di Indonesia. Hal ini karena akibat atau resiko dari perkawinan dini sendiri yang dapat menyebabkan permasalahan-permasalahan lainnya. Artikel ini mencoba mengkaji upaya penanganan dan pencegahan perkawinan dini dengan melihat kepada aspek pendidikan seksual.
KONDISI PSIKOSOSIAL PADA ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM DI LPKA KELAS II KOTA BANDUNG Nurwahyuliningsih, Eka
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 6 No. 1 (2024): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial : HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v6i1.3777

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang kondisi psikososial pada anak berhadapan dengan hukum di LPKA Kelas II Kota Bandung, untuk mendeskripsikan faktor apa saja yang mempengaruhi kondisi psikososial anak berhadapan dengan hukum, untuk mendeskripsikan pelayanan sosial yang diberikan kepada anak berhadapan dengan hukum, dan untuk mendeskripsikan implikasi praktik pekerja sosial terhadap anak berhadapan dengan hukum di LPKA Kelas II Kota Bandung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pemilihan informan yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi dokumentasi, dan studi lapangan. Jumlah informan dalam penelitian ini terdiri dari tiga orang informan utama yaitu anak berhadapan dengan hukum dan satu orang informan profesi yaitu staf pembinaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi psikososial pada anak berhadapan dengan hukum itu tidak sama. Kondisi psikososial anak dapat dipengaruhi oleh pengalaman dan tingkah laku dari lingkungan sosialnya, serta anak berhadapan dengan hukum memiliki konsep diri negatif terhadap dirinya. Pada kondisi psikologis menunjukkan bahwa terdapat perubahan dalam kondisi emosi anak sebelum dan sesudah masuk ke lembaga pembinaan. Kemudian mereka memiliki interaksi dan relasi sosial yang baik dengan lingkungannya. Rekomendasi ditujukan kepada pemerintah dan pihak lembaga pembinaan khusus anak, pihak masyarakat dan keluarga.
IMPLEMENTASI TUJUAN ORGANIZATIONAL PADA PEDOMAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PARIWISATA DI DESA WISATA CIBUNTU Maria, Gisela Adio Ros
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 6 No. 2 (2024): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v6i2.8344

Abstract

Konsep tujuan organizational pada evaluasi kebijakan dilakukan untuk mengetahui peran dan kepentingan yang dilakukan oleh suatu kelembagaan, baik pemerintah maupun swasta dalam mengimplementasikan suatu kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi tujuan organizational pada Pedoman PNPM Mandiri Pariwisata di Desa Wisata Cibuntu. Penelitian ini dilakukan di Desa Wisata Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis data sekunder yang diperoleh dari laporan kegiatan desa wisata, potensi desa, dan data sekunder lain hasil kajian literatur artikel dan jurnal yang relevan. Disamping itu, peneliti melakukan observasi secara langsung dan melakukan indepth interview kepada para stakeholder yang terlibat dalam aktivitas pengembangan Desa Wisata Cibuntu. Analisis dilakukan berdasarkan peran stakeholder atau organisasi yang terlibat dalam aktivitas pengembangan Desa Wisata Cibuntu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Cibuntu dalam mengimplementasikan tujuan organizational pada Pedoman PNPM Mandiri Pariwisata berfokus pada tiga aspek, yakni peran pemerintah, pembentukan kelembagaan masyarakat, dan kemitraan dengan stakeholder. Adapun peran pemerintah, yakni memberikan motivasi kepada masyarakat, pendampingan, monitoring, dan perizinan. Kemudian pembentukan kelembagaan yang terjadi, yakni Kompepar atau Pokdarwis dan Sanggar Karuhun Manggung dimana keduanya mendukung proses pelaksanaan pengembangan masyarakat di Desa Wisata Cibuntu. Sedangkan kemitraan dengan stakeholder yang terjadi, yaitu dengan STP Trisakti pada setiap aspek dan tahap pengembangan desa wisata yang terjadi. Dengan demikian, aktivitas yang dilakukan oleh berbagai stakeholder dapat menggambarkan bentuk implementasi terhadap kebijakan yang dimaksudkan.