cover
Contact Name
Ikhsan Maulana
Contact Email
ikhsanmaulana@unpas.ac.id
Phone
+6282240875738
Journal Mail Official
jurnal.humanitas@unpas.ac.id
Editorial Address
Jl. Lengkong besar No. 6-8 Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 16932358     EISSN : 26569353     DOI : 10.23969/humanitas
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITASadalah wahana pengembangan kajian bidang kesejahteraan sosial dalam kerangka ilmiah akademik serta dalam kerangka pragmatis terapan. Jurnal Humanitas menerima naskah tulisan yang berisikan hasil penelitian dan studi konseptual. Hasil penelitian berupa analisis mengenai berbagai perkembangan empirik berdasarkan teori serta konsep dalam ranah kajian kesejahteraan sosial. Studi konseptual berupa studi mendalam mengenai perkembangan empirik dan teori maupun konsep dalam ranah kajian ilmu kesejahteraan sosial. Adapun teori dan konsep yang digunakan dibagi menjadi dua yaitu berbasis tematik maupun berbasis intervensi.
Articles 85 Documents
ANALISIS KEBIJAKAN PROGRAM ASISTENSI REHABILITASI SOSIAL (ATENSI) DI SENTRA WYATA GUNA KOTA BANDUNG BERDASARKAN PERATURAN MENTERI SOSIAL NOMOR 7 TAHUN 2022 Zaidan, Fadhil Akmali
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 6 No. 2 (2024): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v6i2.9622

Abstract

Pada penelitian ini membahas tentang program ATENSI di Sentra Wyata Guna Kota Bandung sebagai desain program dari Peraturan Menteri Sosial Nomor 7 Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memberikan pemahaman mendalam tentang implementasi kebijakan sosial dalam program rehabilitasi sosial tersebut. Penelitian ini melibatkan empat informan terkait program ATENSI untuk mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, serta studi literatur dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu wawanncara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pilihan kebijakan yang diambil dari ke empat dimensi tersebut adalah Selective, Intangible and Limited, Public, Private, and Free Standing, serta fixed amount block grant. Nilai yang muncul pada pilihan tersebut adalah Equity, Adequacy, Effectivness, serta Cost-Effectivness. program ATENSI di Sentra Wyata Guna Kota Bandung menghadapi berbagai tantangan dalam penyelenggaraan layanan sosial, namun tetap berfokus pada memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan efisien bagi penerima manfaat. Penting untuk mempertimbangkan alokasi dana yang optimal dengan prinsip cost-effectiveness untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi program ATENSI dalam mencapai tujuan mensejahterakan masyarakat.
POLA ASUH DAN AKTUALISASI DIRI: SUATU INTERNALISASI FILOSOFI PENDIDIKAN RABINDRANANTH TAGORE DALAM POLA PENGASUHAN ANAK Effendi, Yusuf
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 6 No. 1 (2024): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial : HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v6i1.12336

Abstract

Parenting patterns are the basis that influence a child's growth and development. The parenting model applied to children will determine how children develop in physical, psychological and social aspects. The focus of the research will refer to efforts to internalize Rabindranath Tagore's educational philosophy which includes five points, namely freedom, harmony, active communication with man and nature, creative self-expression and internationalism into a practical parenting model. This research uses a qualitative research method with a library research approach which is sharpened by descriptive studies. This research found that the five points of Tagore's method, if internalized in a parenting pattern model, will produce a new parenting pattern model that produces a method that emphasizes self-respect for children, children's freedom to actualize themselves, instilling an attitude of caring for the natural and social environment in children and emphasizing the role of parents in providing motivation and appreciation.
PERILAKU ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PALASARI KECAMATAN CIATER KABUPATEN SUBANG Ikhsan Maulana; Yuningsih, Yuyun; Sumardhani
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 6 No. 1 (2024): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial : HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v6i1.13184

Abstract

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah. Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global. WHO mengusulkan target global penurunan kejadian stunting pada anak dibawah usia lima tahun sebesar 40 % pada tahun 2025, namun diprediksikan hanya 15-36 negara yang memenuhi target tersebut. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji kebijakan penanggulangan kejadian stunting dan intervensi yang dilakukan dari kebijakan tersebut. Penelitian ini memfokuskan pada Perilaku Orang Tua Dalam Pencegahan Stanting Di Desa Palasari Kecamatan Ciater Kab Subang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, merupakan suatu cara dalam meneliti untuk mengungkapkan permasalahan dengan cara menggambarkan serta menjelaskan fenomena pada masa sekarang yang terjadi sesuai dengan fakta yang ada di lapangan, sehingga dapat menghasilkan data yang dituangkan kedalam sebuah tulisan ilmiah. Informan pada penelitian ini adalah Ibu-Ibu hamil dan ibu yang memiliki balita, kader posyandu, di desa Padasuka Kec Ciater Kab Bandung.
PENANGGULANGAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS SEBAGAI TOLAK UKUR KESEJAHTERAAN SOSIAL DI KOTA BANDUNG Paliama, Silvia
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 6 No. 2 (2024): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v6i2.13645

Abstract

ABSTRAK Gelandangan dan pengemis adalah masalah yang persisten di setiap kota besar, termasuk Kota Bandung. Meskipun pemerintah telah berusaha menangani masalah ini, upaya tersebut belum mencapai hasil yang diinginkan. Gelandangan dan pengemis masih terlihat di pusat kota secara rutin. Kebijakan yang diterapkan pemerintah tampaknya tidak efektif karena gelandangan terus bertambah. Ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan tidak tepat dan tidak memberikan manfaat yang signifikan. Meskipun telah dilakukan pendekatan represif dan pemberian pelatihan keterampilan, efeknya hanya bersifat sementara. Pemerintah Kota Bandung belum melakukan strategi yang berfokus pada akar permasalahan, yaitu keluarga. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan adalah penanganan dengan pendekatan intervensi berbasis keluarga. KATA KUNCI: Gelandangan, Pengemis, Kesejahteraan, Sosial. ABSTRACT Strangers and beggars are a persistent problem in every big city, including Bandung. Although the government has tried to deal with the problem, the effort has not achieved the desired results. Trappers and beggars are still seen in the city center routinely. The government's policies seem to be ineffective as the runaways continue to rise. This suggests that the strategy used is inappropriate and does not provide significant benefits. Despite repressive approaches and skill training, the effects are only temporary. The Government of Bandung has not implemented a strategy that focuses on the root of the problem, namely the family. Therefore, the solution offered is treatment with a family-based intervention approach. KEY WORDS: Wanderers, Beggars, Welfare, Social.
PENGGUNAAN TEORI KONSEP DIRI SEBAGAI INTERVENSI PEKERJA SOSIAL UNTUK PENANGANAN PADA PERMASALAHAN PSIKOLOGIS REMAJA Cinta Regyna
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 6 No. 2 (2024): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v6i2.14771

Abstract

Intervensi pekerja sosial menggunakan teori konsep diri merupakan salah satu penanganan yang efisien untuk menangani permasalahan psikologis remaja, yang mana sebagian besar permasalahan remaja generasi milineal dan generasi Z ialah krisis identitas terhadap dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah seberapa efisien penerapan konsep diri dalam intervensi pekerja sosial untuk penanganan pada psikis remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini penulis menggunakan metode studi litertur melalui jurnal-jurnal dari peneliti sebelumnya. Hasil yang didapatkan, seorang individu yang mengalami krisis identitas dlam sudut pandang kesejahteraan, individu tersebut dapat dikategorikan sebagai individu yang belum sejahtera secara psikologis. Factor yang mempengaruhi konsep diri pada diri individu adalah interaksi sosial, pengalaman hidup, peran dan nilai budaya, evalusi dari orang lain, perkembangan psikologis, serta dari tuntutan dari orang sekitar. Kesimpulan dari penulisan artikel ini adalah bahwasannya teori konsep diri dapat digunakan sebagai salah satu cara dalam intervensi pekerjaan sosial untuk membangun kesadaran terhadap individu akan kekurangan dan kelebihan individu tersebut agar dapat berfungsi sosial kembali dengan baik dan dapat dikatakan sebagai individu yang sejahtera secara psikis.
COMPARISON BETWEEN INDONESIA AND ASUTRALIA IN ADDRESSING POVERTY AND INCOME INEQUALITY DURING INDONESIA POST REFORMATION ERA 1998-2018 Dharma, Budhi
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 6 No. 2 (2024): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v6i2.17770

Abstract

This article discusses the comparison of how developing and developed countries deal with poverty and income inequality. Developing country is represented by Indonesia and Australia from another side. Using systematic review as a methodology, this articles then using secondary data both qualitative and quantitative to describe and compare how both countries tackle poverty and income inequality at the same time. This article concludes that there are differences and similarities can be seen as a key factor to boost the performance of poverty alleviation at the same time. This article also argues that there are several features can be adopted to transform Indonesia’s social policy.
EKSPLOITASI ANAK DALAM KELUARGA: MENGANALISIS KASUS IBU SUHERNA SEBAGAI TANTANGAN BAGI KESEJAHTERAAN ANAK DAN UPAYA PEMBERDAYAAN Fayola Zen, Lya
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 6 No. 2 (2024): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v6i2.17900

Abstract

ABSTRAK Eksploitasi anak dalam keluarga merupakan bentuk kekerasan yang merugikan anak secara fisik, mental, dan emosional. Kasus eksploitasi anak dalam keluarga menjadi perhatian serius dalam upaya meningkatkan kesejahteraan anak. Oleh karena itu, tindakan pencegahan dan perlindungan yang berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak yang terancam oleh eksploitasi dalam keluarga. Dalam konteks ini, penelitian dilakukan untuk menganalisis kasus Ibu Suherna sebagai representasi tantangan bagi kesejahteraan anak dan upaya pemberdayaan yang dilakukan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui analisis artikel dengan metode literature review dan observasi. Literature Review digunakan untuk menganalisis artikel-artikel yang relevan. Informasi dikumpulkan dari publikasi yang tersedia di Google Scholar dengan kata kunci eksploitasi anak, kesejahteraan anak, anak dan keluarga, dan pemberdayaan. Penelitian ini meninjau literatur dari artikel klinis dan riset yang diterbitkan antara tahun 2003 dan 2023. Penelitian ini menemukan bahwa eksploitasi anak dalam keluarga merupakan fenomena yang kompleks dan memerlukan pendekatan yang holistik dalam pencegahan dan penanggulangannya. Penelitian ini juga menyoroti strategi pemberdayaan yang dapat diterapkan untuk melindungi anak-anak dari risiko eksploitasi dalam lingkungan keluarga. Berdasarkan temuan ini, artikel ini menggarisbawahi pentingnya peran lembaga-lembaga perlindungan anak dan upaya kolaboratif dari berbagai pihak dalam menjaga kesejahteraan anak-anak dan mempromosikan lingkungan keluarga yang aman dan mendukung. Kata kunci : Eksploitasi Anak, Anak dan Keluarga, Kesejahteraan Anak, dan Pemberdayaan ABSTRACTChild exploitation within the family constitutes a form of violence that harms children physically, mentally, and emotionally. Cases of child exploitation within the family have become a serious concern in efforts to improve child welfare. Therefore, continuous prevention and protection measures are essential to enhance the welfare of children at risk of exploitation within the family. In this context, this study was conducted to analyze the case of Ibu Suherna as a representation of the challenges to child welfare and the empowerment efforts undertaken. This research employs a qualitative approach, utilizing data collection techniques through article analysis using literature review and observation methods. The literature review is used to analyze relevant articles. Information was gathered from publications available on Google Scholar using keywords such as child exploitation, child welfare, children and families, and empowerment. This study reviews literature from clinical articles and research published between 2003 and 2023. The study found that child exploitation within the family is a complex phenomenon that requires a holistic approach to its prevention and mitigation. The research also highlights empowerment strategies that can be implemented to protect children from the risks of exploitation within the family environment. Based on these findings, this article underscores the importance of the role of child protection agencies and collaborative efforts from various parties in safeguarding children’s welfare and promoting a safe and supportive family environment. Keywords: Child Exploitation, Children and Families, Child Welfare, and Child Empowerment
UPAYA REPRESIF URC DINAS SOSIAL TERHADAP PENGEMIS MANUSIA SILVER SEBAGAI PPKS DI KOTA MEDAN Agustin, Nabila; Ritonga, Fajar Utama
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 7 No. 1 (2025): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya represif merupakan upaya bersifat menekan, mengekang, menahan, atau menindas dan bersifat menyembuhkan. Upaya ini digunakan oleh URC (Unit Reaksi Cepat) Dinas Sosial Kota Medan dalam mengatasi permasalahan manusia silver sebagai PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) jenis pengemis. Sesuai dengan peraturan daerah Kota Medan No.6 tahun 2006 tentang Larangan Gelandangan dan Pengemis Serta Praktek Susila di Kota Medan Pasal 2 Nomor 1, URC melakan penertiban terhadap manusia silver dikarenakan mulai banyaknya muncul manusia silver di Kota Medan yang keberadaan mereka meresahkan pengguna jalan. Maka metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pnelitian kualitatif dengan studi kasus dan menggunakan Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Upaya represif yang dilakukan oleh URC terhadap pengemis manusia silver memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap penurunan jumlah keberadaan mereka di jalanan. Kata Kunci: Manusia Silver, Pengemis, URC
PERAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT Siti Alifa Fentiani; Yani Achdiani; Gina Indah Permata Nastia
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 7 No. 1 (2025): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v7i1.21718

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan kesejahteraan sosial dipengaruhi oleh kejelasan regulasi, sumber daya finansial, kompetensi pelaksana, partisipasi masyarakat, dan penggunaan teknologi. Studi literatur menunjukkan bahwa program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPJS Kesehatan di Indonesia memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, tantangan seperti tumpang tindih program, keterbatasan anggaran, serta pemerataan layanan di daerah terpencil tetap menjadi kendala.Rekomendasi utama meliputi pembangunan sistem data terintegrasi, peningkatan anggaran, kolaborasi multistakeholder, dan kebijakan berbasis bukti yang disesuaikan dengan konteks sosial-budaya lokal. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kebijakan kesejahteraan sosial, menciptakan perubahan signifikan dalam kualitas hidup masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan dari berbagai sumber akademik, seperti buku, jurnal ilmiah, dan laporan relevan. Analisis data melibatkan identifikasi pola dan hubungan antar-konsep, guna memberikan pemahaman mendalam terhadap permasalahan yang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kesejahteraan sosial dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dengan fokus pada akses layanan kesehatan, pendidikan, stabilitas ekonomi, dan lingkungan sosial. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara indikator kesejahteraan sosial dengan dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat, baik individu maupun kolektif, serta mengeksplorasi tantangan dalam implementasi kebijakan.
INDIKATOR KESEJAHTERAAN LANSIA DAN PELAYANAN YANG DAPAT DIBERIKAN OLEH PEKERJA SOSIAL Inayah Alawiyyah
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 7 No. 1 (2025): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v7i1.21795

Abstract

Penelitian ini menegaskan pentingnya indikator kesejahteraan lansia yang mencakup aspek kesehatan fisik, mental, sosial, dan lingkungan dalam merancang intervensi yang efektif. Temuan menunjukkan bahwa program pemberdayaan, dukungan keluarga, dan partisipasi sosial sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia. Pekerja sosial memiliki peran sentral dalam mengidentifikasi kebutuhan spesifik lansia dan mengembangkan program yang terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan memahami berbagai faktor yang memengaruhi kesejahteraan lansia, pekerja sosial dapat menciptakan lingkungan yang mendukung dan memberdayakan lansia untuk hidup dengan lebih baik.Implikasi dari temuan penelitian ini adalah perlunya pendekatan yang lebih inklusif dan responsif dalam kebijakan dan program yang ditujukan untuk lansia. Pekerja sosial harus lebih proaktif dalam mengelola bantuan sosial dan meningkatkan akses informasi untuk memastikan bahwa lansia memperoleh dukungan yang mereka butuhkan. Selain itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan keterlibatan lansia dalam komunitas, yang tidak hanya akan memperkuat jaringan dukungan sosial tetapi juga mengurangi perasaan kesepian yang sering dialami oleh mereka.Keberhasilan program intervensi juga sangat bergantung pada kolaborasi antara lembaga kesejahteraan sosial, keluarga, dan masyarakat. Melalui pelatihan dan pendidikan, pekerja sosial dapat memberdayakan lansia dengan keterampilan baru yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana berbagai indikator kesejahteraan dapat diterapkan dalam praktik sosial untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Akhirnya, pendekatan yang holistik dan terintegrasi sangat diperlukan untuk memastikan bahwa lansia tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menikmati kehidupan dengan kualitas yang lebih baik. Penelitian ini membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas program intervensi yang berbeda dan dampaknya terhadap kesejahteraan lansia, serta perlunya pengembangan kebijakan yang lebih baik untuk mendukung populasi yang terus berkembang ini.