cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
FATWA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN DALAM KONTEKS HUKUM ISLAM Desi Tri Rahayu Wardaningrum; Yitno Pringgowijoyo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2019): 1 Januari - 30 Juni 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.356 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i1.507

Abstract

AbstrakPolemik Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ditinjau dari Perspektif Hukum Islam. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta, Juli 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Polemik Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang BPJS Kesehatan ditinjau dari perspektif Hukum Islam; (2) dasar pertimbangan dari Majelis Ulama Indonesia dalam memberikan fatwa diharamkannya BPJS Kesehatan; serta (3) dampak dan implementasi BPJS Kesehatan pasca dikeluarkannya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Metode penelitian ini bersifat kualitatif, dengan menggunakan studi kepustakaan. Pemaparan data dengan mendeskripsikan literatur yang diperoleh dan dianalisis sesuai dengan kajian yang menjadi fokus pembahasan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bersifat deduktif dan induktif. Hasil penelitian dari skripsi ini antara lain (1) tinjauan Hukum Islam mengenai kasus tersebut yaitu bahwa fatwa tersebut tidak harus dipolemikkan akan tetapi dilakukan pembenahan dari sistem BPJS Kesehatan. Hukum Islam dalam keadaan darurat tetap memperbolehkan menggunakan sistem BPJS Kesehatan yang sekarang ada sampai nanti ada BPJS Kesehatan yang sifatnya syariah; (2) dasar pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam memberikan fatwa yakni memperhatikan progam dan modus transaksional yang dianggap mengandung gharar, maisir dan riba dilihat dari segi perspektif ekonomi Islam dan fiqh mu’amalah; (3) Dampak yang ditimbulkan pasca dikeluarkannya fatwa MUI yakni keresahan dari warga masyarakat untuk menggunakan BPJS Kesehatan terutama umat muslim. Dampak positif yakni adanya rekomendasi untuk dilakukan pembenahan dan penyempurnaan dari program BPJS Kesehatan. Pasca dikeluarkannya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia masyarakat diminta tetap mendaftar dan tetap melanjutkan kepesertaannya dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan sampai adanya penyempurnaan dari program Jaminan Kesehatan Nasional yang sesuai dengan prinsip syariah.Kata kunci: Fatwa, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Hukum Islam AbstractSITI UMI SHOLIKHAH. Fatwa polemical Indonesian Ulema Council (MUI) of the Social Security Agency (BPJS) Health Perspectives in terms of Islamic law. Skripsi.Fakultas Teaching and Education University of PGRI Yogyakarta, July 2016. This study aims to analyze (1) The polemic Fatwa Indonesian Ulema Council (MUI) on BPJS viewed from the perspective of Islamic law; (2) the consideration of the Indonesian Ulema Council in giving fatwa Prohibition  BPJS; and (3) the impact and implementation of post-issuance BPJS fatwa of the Indonesian Ulema Council (MUI). This is a qualitative research method, using literature study. Exposure data in the literature describing obtained and analyzed according to a study that became the focus of discussion. Analysis of the data used in this research is descriptive deductive and inductive. The research result include: (1) a review of Islamic law on the case, namely that the fatwa should not be in the polemic but revamping of the system BPJS. Islamic law in the state of emergency still allow the use of the system that now exists BPJS until later that there BPJS that are sharia; (2) basic considerations Indonesian Ulema Council (MUI) to give fatwa in considering programs and transactional mode are considered to contain gharar, gambling and usury economic perspective in terms of Islam and fiqh mu'amalah; (3) The impact of post-issuance of the MUI fatwa unrest of citizens to use BPJS especially Muslims. The positive impact that their recommendation to do improvement and refinement of the program BPJS. Post-issuance of a fatwa from the Indonesian Ulema Council people should remain registered and continued membership in the National Health Insurance program (JKN) held by BPJS until the consummation of the National Health Insurance program in accordance with Islamic principles.Keywords: Fatwa, Social Security Agency (BPJS) Health, Islamic Law.
IMPLEMENTASI POLITICAL WILL PEMERINTAH DALAM PENERIMAAN SISWA INKLUSI DI SMP PGRI KASIHAN BANTUL Ari Retno Purwanti; Sigit Handoko
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2019): 1 Januari - 30 Juni 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.711 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i1.508

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui Implementasi Political Willl Pemerintah Dalam Penerimaan Siswa Inklusi di SMP PGRI Kasihan Bantul., 2) Untuk mengetahui Standar Penentuan Nilai Kenaikan dan Kelulusan Siswa Inklusi, 3) Untuk mengetahui Pendampingan Guru Dikelas Terhadap Siswa Inklusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data 10 orang yaitu Kepala sekolah, 2 orang guru, seorang Tata usaha dan 6 siswa inklusi. Hasil Penelitian adalah 1) SMP PGRI Kasihan menerima siswa inklusi sudah lebih dari tiga tahun terakhir iuntuk dapat diterima sesuai dengan kelas reguler. Siswa inklusil Namun pihak guru ada yang harus bersabar dan ektra dalam membantu proses belajar mengajar agar bisa mendapatkan nilai KKM. Pihak sekolah juga menerima bantuan dari pemerintah dengan memberikan bea siswa dan tambahan uang saku pada guru yang mengajar lebih khusus.. siswa inklusi biasanya memang memiliki kekurangan dalam inteltual dan lebih suka ribut dikelas, dibandingkan anak reguler. 2) Standar Penentuan Nilai Kenaikan dan Kelulusan Siswa Inklusi harus Memenuhi Nilai Kreteria Ketuntasan Minimum (KKM) agar dapat naik kelas dan dinyatakan lulus, 3) Pendampingan guru dikelas terhadap siswa inklusi adalah Guru yang telah mengikuti pelatihan secara komprehensif. dan Guru Pendidikan Khusus yaitu guru berijazah minimal diploma empat atau Sarjana Pendidikan Khusus atau Pendidikan Luar Biasa.Kata Kunci: Implementasi, Political Will Pemerintah, Penerimaan Siswa Inklusi AbstractThis research aims at 1) revealing the implementation of Political Will on inclusive freshmen in PGRI Junior High School Kasihan Bantul, 2) revealing the standard of graduation, 3) revealing the teacher’s guidance to the inclusive students. This is a qualitative research with 10 data sources such as the headmaster, 2 teachers, an academic employee and 6 inclusive students. The results of this research are 1) The Junior High School of PGRI kasihan has accepted the freshmen for these 3 years. There are some students that can pass the exam successfully. However, some teachers need to be more patient to help other students, so that they can pass the exams. School also accepts funds from government to be used as scholarships for students and extra payment for teachers who teach and guide more. The inclusive students have less intellectuality and tend to be noisier in the classroom, compared to the regular students. 2) The students are required to fulfill the standard of graduation tests, 3) The competent teachers are the ones who will guide the inclusive students. They should hold the undergraduate title on special education.Keywords: Implementation, Government Political Will, Inclusive Freshmen.
PENDEKATAN SAINTIFIK SEBAGAI KONSEP DASAR PEMBELAJARAN SISWA DI SANGGAR ANAK ALAM (SALAM) NITIPRAYAN YOGYAKARTA Nurul Wakhidah Febriani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2019): 1 Januari - 30 Juni 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.507 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i1.509

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran yang diterapkan oleh Sanggar Anak Alam serta penerapan konsep dasar pendekatan saintifik pada pembelajaran di Sanggar Anak Alam. Penelitian kualitatif ini dilaksanakan di Sanggar Anak Alam (SALAM) Nitiprayan Kasihan Bantul Yogyakarta. Subjek penelitian ini 9 orang yaitu, 3 siswa, 3 fasilitator, 1 pengelola, 2 orang tua. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif deduktif sehingga dapat menghasilkan kesimpulan dari data yang diperoleh. Keabsahan data ditempuh dengan cara triangulasi data, yaitu dengan membandingkan data yang diperoleh dengan data-data yang lainnya. Berdasarkan hasil penelitian tentang proses pembelajaran yang diterapkan dan penerapan konsep dasar pendekatan saintifik pada pembelajaran di Sanggar Anak Alam kesimpulannya adalah 1). proses pembelajaran dilakukan sesuai dengan riset yang dilakukan siswa. Riset ditentukan sendiri oleh siswa sesuai dengan keiginan dan kesukaan tetapi sesuai dengan tujuan dari skema target dasar setiap kelas. 2). Siklus pada daur belajar merupakan inti dari konsep dasar pendekatan saintifik, yaitu langkah-langkah yang dilakukan siswa pada siklus daur belajar sesuai dengan pendekatan saintifik. Prinsip pendekatan saintifik tidak menerapkan hubungan searah antara guru/fasilitator dengan siswa, dimana guru/faslitator mendampingi dan memfasilitasi tanpa ikut campur dalam proses pembelajaran.Kata kunci: Proses Pembelajaran Sanggar Anak Alam, Pendekatan Saintifik. AbstractThis study aims to determine studying process and scientific approach that applied by Sanggar Anak Alam (SALAM). This qualitative study is performed at Sanggar Anak Alam (SALAM) Nitiprayan Kasihan Bantul. This study consist of  9 subject as 3 students, 3 facilitator, 1 administrator, 2 parents. Data collective on this study using observation technique, interview and documentation. Data analysis using deductive descriptive so can generate the conclusion. The validity of data using triangulation data, by comparing with other data. Based on study results about study process and scientific approach at Sanggar Anak Alam (SALAM) can be conclude : 1) The studying process was conducted accroding to the research by the students. The students determine their own wants and needs but still according to basic target scheme on every class. 2) The studying cycle is the main concept of scientific approach, there is a step by step things that have done by the students on studying cycle of scientific approach. The scientific approach doesn’t apply the same direction between teacher/facilitator with the students, when the teachers/facilitator accompanied or giving facility in study process.Keywords : studying process Sanggar Anak Alam, scientific approach.
PENYELESAIAN SENGKETA TANAH MELALUI MEDIASI DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN KULON PROGO Ria Andanari; Sigit Handoko
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2019): 1 Januari - 30 Juni 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.584 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i1.510

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penyelesaian sengketa tanah melalui mediasi di Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo. Penelitian kualitatif dilaksanakan di Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo yang menghasilkan data deskriptif. Subjek penelitian ini sebanyak tiga orang yang terdiri dari Kepala Seksi Sengketa, Konflik dan Perkara serta dua orang staff. Analisis data menggunakan deskriptif dan deduktif dengan kajian naturalistik sehingga menghasilkan kesimpulan berdasarkan dari data yang diperoleh. Metode pengumpulan data dengan mengunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsaahan data menggunakan cara chross check. Langkah-langkah analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa tanah melalui mediasi di Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo meliputi tahap (1) pra mediasi, (2) tahap mediasiKata kunci: Sengketa Tanah, Mediasi. AbstractThis study aimed to describe the land dispute resolution through mediation in the District Land Office Kulon Progo. The qualitative research was conducted in the District Land Office Kulon Progo that produces descriptive data. Subjects of this study as many as three people consisting of Disputes Section Head, Conflict and Case and two staff. Data analysis using descriptive and deductive with naturalistic studies resulting conclusions based on the data obtained. Data were collected by using interview, observation and documentation. A inspection data using check chross way. The measures include the reduction of data analysis, data presentation, and conclusion. The results showed that the land dispute resolution through mediation in the District Land Office Kulon Progo includes the step (1) pre-mediation, (2) the mediation session.Keywords : Land Dispute, Mediation.
WACANA PENGGUNAAN “SALAM PANCASILA” DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Muhammad Dwi Saputro
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2019): 1 Januari - 30 Juni 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.631 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i1.511

Abstract

AbstrakPancasila adalah dasar ideologi-ideologi Negara Indonesia. Nama tersebut terdiri dari dua kata sansekerta: Panca berarti lima dan Sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Manfaat Pancasila sebagai ideologi adalah sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, menjadi wadah pembanguan sebuah negara, dan juga sebagai alat pemersatu bangsa. Kita diharapkan mampu mengimplementasikan manfaat yang ada dari Pancasila. Pancasila haruslah dijadikan pedoman atau sebuah ideologi bangsa karena Pancasila memiliki nilai-nilai religius dan nilai yang ada dalam Pancasila merupakan cita-cita para leluhur bangsa Indonesia. Salam Pancasila dikatakan sebagai salam Pancasila karena agar diperkenalkan untuk menumbuhkan kembali semangat kebangsaan serta menguatkan peraturan dan kesatuan yang terganggu karena menguatnya sikap intoleran. Saalam pancasila pertama kali dikenalkan oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Salam pancasila dilakukan dengan mengangkat lima  jari diatas pundak dengan tangan tegak  lurus. Makna mengangkat lima jari  diatas pundak adalah sebagai simbol penghormatan seluruh elemenn masyarakat terhadap lima sila pancasila. Jadi sebenarnya penggunaan salam pancasila dalam kehidupan masyarakat hanya diperlukan untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa sebagai warga Indonesia harus memahami sila-sila pancasila dan menumbuhkan kembali semangat kebangsaan dan menguatkan persatuan dan kesatuan. Namun salam pancasila ini hanyalah sebagai wacana dalam kehidupan  bermasyarakat sebab banyak sekali masyarakat yang berpendapat bahwa salam pancasila  itu tidak diperlukan.Kata Kunci : Salam Pancasila, peran Pancasila, AbstractPancasila is the basis of the ideology of the State of Indonesia. The name consists of two Sanskrit words: Panca means five and Sila means principle or principle. Pancasila is a guideline of national and state life for all Indonesians. The benefits of Pancasila as an ideology is as a guideline for national and state life, as a forum for the development of a country, and also as a means of unifying the nation. We are expected to be able to implement the existing benefits of Pancasila. Pancasila should be used as a guideline or an ideology of the nation because Pancasila has religious values and values that exist in Pancasila is the ideals of the ancestors of the Indonesian nation. Salam Pancasila is said to be the greeting of Pancasila because it is introduced to regenerate the spirit of nationality and strengthen the rules and unity that are disturbed by the strengthening of intolerance. Saalam pancasila was first introduced by the 5th President of the Republic of Indonesia Megawati Soekarnoputri. Salam pancasila is done by raising five fingers on the shoulders with hands perpendicular. The meaning of raising five fingers on the shoulder is as a symbol of respect for all elements of society to the five precepts of pancasila. So actually the use of pancasila greetings in people's lives is only necessary to remind the public that as Indonesians must understand the principles of pancasila and regenerate the spirit of nationality and strengthen unity and unity. But this pancasila greeting is only as a discourse in public life because there are so many people who think that pancasila greetings are not needed.Keywords: Salam Pancasila, the role of Pancasila,
PERAN YAYASAN ANNISA SWASTI (YASANTI) DALAM PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN BURUH GENDONG PEREMPUAN Widya Astuti; Rosalia Indriyati Saptatiningsih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2019): 1 Januari - 30 Juni 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.59 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i1.512

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Yasanti dalam upaya perlindungan dan pemberdayaan buruh gendong perempuan di Pasar Beringharjo Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Adapun tempat penelitian diadakan di Yayasan Annisa Swasti dan Pasar Beringharjo Yogyakarta. Waktu penelitian diadakan pada bulan Februari 2014 sampai April 2014. Data dan sumber data diperoleh melalui dokumentasi mengenai profil, arsip Yasanti dan wawancara terhadap tiga pengurus dan pengelola Yasanti, satu karyawan Dinas Pengelola Pasar, satu konsumen, pedagang dan sembilan buruh gendong. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain: observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara mereduksi data, menyajikan data yang mempunyai hubungan dengan judul. Keabsahan data menggunakan trianggulasi dengan cara menguji pemahaman yang didapat pada metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Peranan Yasanti dalam upaya perlindungan dan pemberdayaan buruh gendong perempuan melalui berbagai kegiatan sosial di bidang ekonomi, sosial budaya dan politik. Kegiatan ekonomi yang di berikan oleh Yasanti untuk buruh gendong perempuan meliputi simpan pinjam, usaha alternatif yang berkaitan dengan pemberian modal usaha dan pendampingan usaha, kunjungan dan konsultasi,evaluasi serta koperasi. Kegiatan di bidang sosial budaya untuk buruh gendong yakni seperti Pengajian Minggu Pon, belajar membaca, pemeriksaan kesehatan, pendidikan dan penyadaran, Pemberdayaan hak dan keguyupan. Kegiatan di bidang politik yang diberikan oleh Yasanti adalah Yasanti hanya mendorong dan memotivasi para buruh gendong agar mampu dan mandiri dalam menentukan apa yang akan menjadi pilihan hidup mereka dan berani memperjuangkan haknya. Hal tersebut dapat memberikan perubahan pola pikir dan kehidupan buruh gendong perempuan kearah kualitas hidup baik secara ekonomi, sosial dan politik yang lebih baik.Kata Kunci: Peran Yasanti, perlindungan dan pemberdayaan, buruh gendong perempuan AbstractThe aim of this research is to know the lead of Establishment Annisa Swasti (YASANTI) in the expedient of protection and empowerment the work woman of carry o’s back in Beringharjo Market of Yogyakarta. The method of the research is using descriptive and kualitative method. As to the place of the research is in Establishment Annisa Swasti and Beringharjo Market of Yogyakarta. The time of the research on February 2014 to April 2014. The data and the source of data can get by using documentation about the profile, archive of Yasanti and interview to the three excecutors and manager of Yasanti, the staff of the excecutor of the Market, the consument, the seller, and nine the work woman of carry o’s back. The technics to gathering of data are use : observation, interview, documentation. The analysis technics of data use the way of triangulation by to test (examine) of understanding which are get on the interview method and observation The conclution that the lead of Yasanti in the protection and empowerment of the work woman of carry o’s back in Beringharjo Market of Yogyakarta through various activities in the fields of economic, social, cultural and political. Economic activity that is given to the work woman of carry o’s back include the savings and loan, alternative business relating to the provision of venture capital and business assistance, visits and consultations, evaluation and co-operatives. Social and cultural activities in the field to carry worker’s Pon Sunday that such recitation, learning to read, health screening, education and awareness, empowerment and rights keguyupan. Activities in the field of politics is to encourage and motivate the worker’s to be able to carry and self-sufficient in determining what will be their life choices and brave fight for their rights. It can provide a change of mindset and lives of worker’s towards the quality of life of the woker’s woman carry o’s back both economic, social and political culture better.Keywords: The Lead of Yasanti, Protection and the empowerment, the worker’s woman carry o’s back
MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PPKN MELALUI MODEL LEARNING CYCLE (LC) Nuraini Yuniati; Rosalia Indriyati Saptatiningsih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2019): 1 Januari - 30 Juni 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.695 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i1.513

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar pada mata pelajaran PKn pada siswa kelas VIII A melalui model Learning Cycle (LC) SMP N 2 Ngemplak tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini dilakukan di SMP N 2 Ngemplak Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas ((Classroom action research). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP N 2 Ngemplak tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 31 siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah model Kemmis dan McTanggart, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instumen penelitian ini adalah lembar observasi, dokumentasi dan LKS, dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, catatan lapangan, wawancara dan catatan hasil refleksi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model Learning Cycle (LC) siswa kelas VIII A SMP N 2 Ngemplak dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil pra siklus menunjukkan bahwa keberhasilan indikator diperoleh dari rata-rata observasi keseluruhan subjek penelitian sebesar 49,0% dengan kriteria “Cukup Aktif”, meningkat pada siklus I sebesar 69,8% dengan kriteria “Aktif”, dan meningkat pada siklus II diperoleh sebesar 82,4% dengan kriteria “Sangat Aktif”.Kata kunci: Keaktifan belajar siswa, Model Lerning Cycle (LC), Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) AbstractThis research aimed to increase the students learning activeness on Civic subjects at VIII A class through learning cycle (LC) model in Ngemplak 2 Yunior High School 2014/2015Academic Year. This research was conducted at Ngemplak 2 Yunior High School 2014/2015 Academic Year. This research is classroom action research. The subjects were 31 students. The research by using Kemmis and McTanggart design, which cover planning, action, observing and reflection. The research instruments were sheet observation, documentation and students worksheet by using data collection technique were observation, field note, interview and result reflection note. The analysis of data used descriptive quantitative technique. Based on the result research, it can be concluded that the use of Learning Cycle (LC) model can increase the students learning activeness. This is evidenced by the results of pre-cycle shows that the success indicators derived from observation of the overall average of 49.0% of research subjects with the criteria of "quite active", increased in the first cycle of 69.8% with the criteria of "active", and increased in the second cycle of 82.4% with the criteria of "very active".Keywords : Student’s Learning Activeness, Learning Cycle (LC) Model, Civic Education
TINJAUAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA BUDAYA TITIP ABSEN DALAM MENINGKATKAN NILAI KEJUJURAN Antika Mega Cahyani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2018): 1 Januari - 30 Juni 2018
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.009 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i2.514

Abstract

AbstrakPendidikan karakter pada sistem pendidikan berupaya untuk membantu perkembangan jiwa anak-anak baik secara lahir dan batin dari sifat kodratinya menuju ke arah peradaban menjadi menusia lebih baik. Sehubung dengan itu Dewantara pernah mengemukakan bahwa menjalankan pendidikan karakter perlu diperhatikan yakni ngerti-ngroso-nglakoni (menyadari, menginsyafi, dan melakukan). Hal tersebut bahwa pendidikan karakter harus merujuk pada adanya keselarasan antara tekad-ucap-lampah (niat, ucapan, kata-kata dan perbuatan.Kata Kunci: Karakter, Nilai Kejujuran AbstractCharacter education in the education system seeks to help the development of children's souls both physically and mentally from their nature towards civilization to be better aging. In connection with that, Dewantara once suggested that carrying out character education needs to be considered, namely ngerti-ngroso-nglakoni (realizing, insyafi, and doing). It is that character education should refer to the harmony between determinations (intentions, speeches, words and deeds.Keywords: Character, Honesty Value
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PPKN MELALUI MODEL DEEP-DIALOGUE CRITIKAL-THINGKING (DD/TC) Emi Sunarti; Rosalia Indriyati Saptatiningsih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2019): 1 Januari - 30 Juni 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.072 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i1.515

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar PPKn melalui model Deep Dialogue Critical Thingking (DD/CT) Pada siswa Kelas Xl Tari 1 SMK Negeri 1 Kasihan Bantul Tahun Ajaran 2015 / 2016. Metode Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (clasroom action research) dengan subyek penelitian di kelas XI Tari 1 SMK Negeri 1 Kasihan Bantul Tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 19 siswa. Desain penelitian menggunakan model Kemmis & Mc Taggart, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Metode pengumpulan data observasi, wawancara, tes, catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakann adalah deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model Deep Dialogue Critical Thingking (DD/CT) Pada siswa Kelas Xl Tari 1 SMK Negeri 1 Kasihan Bantul dapat meningkatkan prestasi belajar PPKn. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya prestasi belajar pada pra siklus rata-rata 66,3 dengan persentase sebesar 47,36%, meningkat pada siklus I dengan rata-rata sebesar73,4 persentase 68,42%,dan meningkat pada siklus II dengan rata-rata 80,3 persentase sebesar 100%.Kata kunci : Deep Dialogue Critical Thingking (DD/CT),Prestasi belajar,PPKn AbstrakThis study aims to determine the improvement of learning achievement PPKn through model Deep Dialogue Critical Thingking (DD/CT) in class XI T 1 SMK N1 Kasihan Bantul in the academic year 2015/2016. This type of research is a classroom action research (classroom action research) whith a research subject in class XI T1 SMKN1 Kasihan Bantul 2015/2016 school year totaling 19 student. Design studies using models Kemmis & Mc Taggart Taggart,including laning, implementation,observation and reflection. Data collection methods of observation, interviews,test, field notes and documentation. The data analysis technique used is descriptive quantitative. Based on the result of this study concluded that using the model Deep Dialogue Critical Thingkng (DD/CT) in lass XI T1 SMK N1 Kasihan Bantul can improve learning achievement PPKn. This can be proved by the increased learning achievement in pre- cycle of 47,36% with a percentage of 68,42% increased in the first cycle of with a porcentage of 100%Keywords : Deep dialogue Critical Thingking (DD/CT), Learning Achievement, Civic Education
ANALISIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN PEDOFILIA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK Febriyati Febriyati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2019): 1 Januari - 30 Juni 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.935 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i1.516

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji bentuk perlindungan hukum terhadap anak sebagai pedofilia berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan mengetahui upaya pemerintah dalam melindungi korban pedofilia. Metode dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian hukum normatif. Penelitian dilakukan dengan melakukan pendekatan perundang-undangan dan perbandingan. Data yang digunakan merupakan data sekunder, yaitu data yang bersumber dari bahan pustaka. Pemaparan data dilakukan dengan mendiskripsikan literatur yang diperoleh dan dianalisis sesuai dengan kajian yang menjadi fokus pembahasan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bersifat deduktif dan induktif. Simpulan dari penulisan skripsi ini antara lain: (1) Bentuk perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban pedofilia yaitu: Berdasarkan undang-undang no 11 tahun 2012 antara lain: a). Jaminan keselamatan, baik fisik, mental maupun sosial pada pasal 58 b) Pada saat memeriksa Anak Korban/atau saksi, hakim dapat memerintahkan agar anak dibawa keluar ruang sidang, (2) pada saat pemeriksaan a) Hak mendapatkan pendampingan, dan b) Hak menjalani peradilan dalam situasi khusus untuk anak perkara. Upaya pemerintah sebagai upaya penanggulangan tindak pidana pedofilia yaitu: a) penyuluhan hukum intansi penegak hukum, b) penyuluhan rohani/ agama, c) Melalui upaya preventif, dan d) Melalui upaya represif.Kata kunci : Anak Korban, Anak Saksi, Pedofilia, Perlindungan Hukum. AbstractThe purpose of thesis research is to know and examine the form of legal protection of children as victims of pedophilia based on the law number 11 of 2012 on the Criminal Justice System of Children and know the government's efforts to protect victims of pedophilia. Method in writing this thesis is normative law research. Research is done by approaching legislation and comparison. The data used is secondary data, ie data that comes from library materials. Data exposure is done by describing the literature obtained and analyzed in accordance with the study that became the focus of discussion. Data analysis used in this research is descriptive which is deductive and inductive. The conclusions of this thesis writing are: (1) The form of legal protection for children as victims of pedophilia, namely: Based on the law no 11 of 2012, among others: a). Security guarantee, physical, mental and social in Article 58. (b) when examining the Victim's Child / or witness, the judge may order the child to be taken out of the courtroom, (2) at the time of the examination a) The right to receive counseling, and b) The right to conduct the trial in a special situation for the child. Government efforts as an effort to overcome pedophile crime are: a) law enforcement law enforcement agencies, b) spiritual / religious counseling, c) through preventive efforts, and d) Through repressive efforts.Keywords: Children Who Were Victims or Witnesses, Phedophile, Legal Protectio

Page 12 of 168 | Total Record : 1679