cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
IMPLEMENTASI NILAI PANCASILA SEBAGAI LANDASAN BHINNEKA TUNGGAL IKA Pertiwi, Amalia Dwi; Dewi, Dinie Anggraenie
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.698 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1450

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis dan mengetahui lebih dalam apakah penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia sudah benar-benar diterapkan oleh masyarakat Indonesia. Dan nyatanya seperti yang kita ketahui kekacauan atau konflik antar masyarakat masih banyak dan sering kali terjadi di sekitar kita. Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna dan arti yang sangat mendalam bagi Indonesia yang memiliki masyarakat dengan berbagai macam kebudayaan yang berbeda. Tetapi salah satu contoh konflik yang sering terjadi di masyarakat adalah rasisme dan diskriminasi. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk, untuk menciptakan kehidupan yang rukun diantara perbedaan yang ada, nilai-nilai Pancasila harus benar-benar diterapkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.Kata kunci: Nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Rasisme, Diskriminasi. AbstractThis research was conducted with the aim of analyzing and knowing more deeply whether the application of Pancasila values as the foundation of Bhinneka Tunggal Ika in Indonesia has actually been implemented by the Indonesian people. And in fact, as we know, chaos or conflict between communities is still many and often occurs around us. Bhinneka Tunggal Ika has a very deep meaning and meaning for Indonesia, which has a society with a variety of different cultures. But one example of conflict that often occurs in society is racism and discrimination. Indonesian society is a pluralistic society, to create a harmonious life among the existing differences, Pancasila values must be strictly applied by all Indonesian people.Keywords: Pancasila Values, Bhinneka Tunggal Ika, Racism, Discrimination
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID 19 MELALUI MEDIA E-LEARNING PADA PROGRAM STUDI PPKN FKIP UNIVERSITAS PASUNDAN Normansyah, Asep Deni; Khoerudin, Cep Miftah; Cahyono, Cahyono
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021 ( In Press )
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1815

Abstract

Pandemi Covid 19 telah mengakibatkan perubahan signifikan dalam berbagai bidang termasuk dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Sistem daring bukan lagi sebuah opsi melainkan menjadi konsekuensi dalam situasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi optimalisasi pembelajaran daring melalui E-Learning pada Program Studi PPKn FKIP Unpas. Metode yang digunakan yaitu studi deskriptif dalam pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan studi dokumentasi, kemudian dibantu dengan kuisioner sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran daring pada program studi PPKn FKIP Unpas telah memiliki mekanisme yang baik sejak mulai regulasi perkuliahan, persiapan peningkatan keterampilan Sumber Daya Manusia untuk pembelajaran daring hingga media Learning Management System yang digunakan. Upaya peningkatan kualitas pembelajaran daring telah ditempuh oleh Program Studi PPKn FKIP Unpas yang dibuktikan dengan dilaksanakannya pelatihan tenaga pengajar secara periodik dan kontinu, hal tersebut mendukung optimalisasi pembelajaran daring yang dilaksanakan selama pandemic Covid 19. Dengan demikian berdasarkan hasil penelitian yang digunakan mengungkapkan bahwa pembelajaran daring pada masa pandemic Covid 19 melalui e-learning pada Program Studi PPKn FKIP Universitas Pasundan telah berjalan secara optimal. Namun masih terdapat beberapa hal yang masih dalam proses perbaikan seperti kualitas muatan materi dan konten dalam e-learning dan pemahaman pengajar dalam proses akses LMS pada e-learning. Kata kunci: Pembelajaran daring, e-learning, PPKn, Pandemi Covid 19.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PENGIMPLEMENTASIAN PENDIDIKAN KARAKTER Fitriani, Desnita; Dewi, Dinie Anggraenie
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021 ( In Press )
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1840

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan analisis kritis terhadap literatur yang relevan untuk membangun peran Pendidikan karakter. Pendidikan karatkter merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk membentuk karakter generasi muda. Situasi generasi muda di Indonesia saat ini dalam posisi yang sangat mengganggu. Berbagai kasus yang melibatkan generasi muda semakin meningkat dan menunjukkan bahwa ada kerusakan moral, yang menunjukkan bahwa generasi muda tidak memiliki karakter yang baik lagi, untuk itu diperlukan pendidikan karakter. salah satu sarana untuk mewujudkannya untuk generasi mendatang yaitu dengan dilakukan melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Harapan dari pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat meremajakan karakter siswa yang lambat laun merosot agar sejalan dengan nilai Pancasila.Kata Kunci: Pendidikan, karakter, Pendidikan Kewarganegaraan. AbstractThis study is a critical analysis of relevant literature to build the role of character education. Character education is one of the right choices to shape the character of the younger generation. The current situation of the younger generation in Indonesia is in a very disturbing position. Various cases involving the younger generation are increasing and show that there is moral damage, which shows that the younger generation does not have a good character anymore, for that character education is needed. One of the means to make it happen for future generations is through Citizenship Education. The hope of learning Citizenship Education can rejuvenate the character of students who gradually decline to be in line with the values of Pancasila.Keywords: Education, character, Citizenship Education.
SISTEM MASYARAKAT DAN ORGANISASI SUKU DAYAK NGAJU (STUDI KASUS DI DESA MANDOMAI KALIMANTAN TENGAH) Bella, Rizka; Stevaby, Stevany; Gujali, Ahmad Ilham; Dewi, Ratna Sari; Lion, Eddy; Mustika, Maryam
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021 ( In Press )
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1676

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem masyarakat dan organisasi suku Dayak Ngaju didesa mandomai Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Prosedur pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan analisis data meliputi data collection, data reduction, data display, conclusion drawing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem masyarakat dan organisasi suku Dayak Ngaju di desa mandomai kalimantan tengah. Pada awalnya adalah salah satu daerah sebagai tempat menetap bagi masyarakat desa sebelum adanya pemekaran wilayah.sehingga sistem masyarakatnya termasuk sistem bilateral yaitu menarik garis keturunan melalui pihak ayah dan ibu. Kemudian untuk memenuhi kebutuhan  dulu hingga sekarang sebagai petani namun seiringnya perkembangan zaman Sebagian masyarakat mandomai banyak keluar daerah untuk mencari pekerjaan.sehingga organisasi sosialnya saat ini masih banyak selaras dengan perubahan zaman.  dengan adanya organisasi sosial sangat bermanfaat bagi masyarakat Dayak di mandomai yaitu salah satunya adalah membantu dalam bidang pertanahan, Kesehatan dan lain sebagainya.Kata Kunci : suku dayak, sistem masyarakat, organisasi sosial                AbstractThe study aims to identify the social and tribal systems of the dayak ngaju in the village of mandomai central kalimantan. The method used is a descriptive qualitative. The data source is the primary and secondary data source. Data collection procedures include observation, interviews and documentation while data analysis includes data collection, data reduction, display data, demographic results. The results of the study show that the indigenous dayak ngaju community and tribal organization in the village of mandomai central kalimantan. Initially it was one of the areas to settle for village people before the region was exposed. So their social system is bilateral, which is to draw the line through the father and mother. Then, to meet the needs of farmers, and to this day as farmers, most of the population has been mandated to go out of the country in search of work. So his social organization today is still much in keeping with the changing times. With social organizations helping the dayak people in mandomai, one of which is to help with land, health, and so on.Keywords : Dayak people, social systems, social organizations.
PERAN KEPALA KELUARGA DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS REMAJA DI DESA LAMPUYANG KABUPATEN KOTA WARINGIN TIMUR Akbar, Khairul; Lion, Eddy; Saefulloh, Ahmad
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021 ( In Press )
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1866

Abstract

AbstrakPenelitin ini bertujun untuk mengetahui peran kepala keluarga dalam membentuk karakter religius remja serta mengetahui faktor pengehambat dan pendukung kepala keluarga dalam membentuk karakter religius remaja di desa Lampuyang Kabupaten Kota Waringin Timur. Penelitian ini menggunakan penelitin deskritif pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala keluarga terdiri dari 10 informan, terdiri dari 5 kepala keluarga beragama Kristen, dan 5 kepala keluarga beragama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Peran kepala keluarga dalam membentuk karakter religius di desa Lampuyang Kabupaten Kota Waringin Timur yaitu dengan memperkenalkan tentang pengetahuan agama, mengajarkan kebiasan baik, mengajakbuntuk membiasakan hal-hal baik, sampai dengan mengingatkan apabila ada kesalahan ataupun kekurangan dalam sistem penerapannya ; 2) faktor penghambat dan dukung kepala keluarga dalam membentuk karakter religius remaja di desa Lampuyang Kabupaten Kota Waringin  Timur yaitu factor penghambatnya adalah konsistensi, sikap remaja yang masih labil, pengaruh zaman dan kemajuan teknologi, sedangkan faktor pendukungnya adalah adanya  dukungan dari orang tua, lingkungan, dan adanya guru. Adapun cara kepala keluarga dalam menangani faktor penghambat dalam membentuk karakter religious remaja yaitu melalui komunikasi yang baik terhadap remaja sertavmempunyai rasavkonsisten terhadap apa yang ingin dilaksanakan, sehingga dapat melakukan filtrasi terhadap perkembangan zaman dan menumbuhkan keinginan remaja untuk belajar lebih baik sehingga remaja-remaja mempunyai karakter yang lebih baik dan berguna bagi bangsa dan negara. Kata Kunci: Peran Kepala Keluarga dan Karakter Religius AbstractThis study aims to determine the role of the head of the family in shaping the religious character of adolescents and to determine the inhibiting and supporting factors the head of the family in the formation of the religious character of adolescents in Lampuyang Village, East Waringin City Regency.This study uses adescritive qualitative aaproach with data collection techniques using observation methods, interview methods, and documentation methods. The informants in this study were heads of families consisting of 10 informants, consisting of 5 hads of families who were Cristian, and 5 heads of families whobwere Muslim. The result showed that: 1) the role of the head of the family in shaping religious character in Lampuyang Village, Kota Waringin Timur District, namely by introducing religious knowledge, teaching good habits, inviting people to get used to good things, to remind them if there are erros of deficiencies in the implementation of system; 2). The inhibiting and supporting factors of the head of the family in shaping the religious character of adolescent in Lampuyang village, East Waringin City Regency, namely this inhibinting factors are technological progress, while the supporting factors are support from parents, the environment, and teacher. The way the head of family overcomes the inhibiting factors in shaping the religious character of adolenscents in through good communication with adolendcents and having a consistens sense of wht they want to do, so thar they can filter the development of the times and foster that desire. Teenagers to learn better so that teenagers have good character. Better and beneficial for the nation and state.Keywords: Role of Family Head and Religious Character
SUDAHKAH PANCASILA TERIMPLEMENTASI DENGAN BENAR ? Chairunissa, Chairunissa; Dewi, Dinie Anggraenie
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021 ( In Press )
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1435

Abstract

AbstrakNilai moral positif yang termuat sebagai makna  dalam Pancasila akan mengajari bagaimana cara berfikir sekaligus bertindak sesuai dengan ajaran ideologi bangsa yang sudah ada sejak zaman pahlawan terdahulu. Banyaknya dampak negatif yang dihasilkan dari pergeseran nilai pancasila bagiIndonesia, salah satunya mulai hilangnya nilai-nilai luhur yang adapada diri bangsa Indonesia. Hal ini terjadi di Indonesia pada perubahan zaman saat ini, banyak sekali dampak globalisasi yang terjadi salah satunya adalah dampak dari  globalisasi. Eksternalitas yang terjadi tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya yang berkembang di Indonesia. Timbul kekhawatiran bangsa Indonesia akan lunturnya jati diri bangsa sendiri yang seharusnya selalu menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila. Dalam usaha menjadi warga negara yang baik yang merupakan penerapan ciri kebangsaan masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan mengecek sumber literatur artikel dan jurnal. Pembahasan akan lebih terpusat kepada relita saat ini mengenai apakah nilai-nilai pancasila sudah benar-benar terimplementasi bada setiap sendi kehidupan masyarakat IndonesiaKata kunci: Pancasila, Warga negara, nilai-nilai pancasila AbstractPositive moral values that are contained as meaning in Pancasila will teach how to think and act in accordance with the teachings of the nation's ideology that has existed since the days of previous heroes. There are many negative impacts resulting from the shift in the value of Pancasila for Indonesia, one of which is the loss of the noble values that exist in the Indonesian nation. This is happening in Indonesia in today's changing times. There are many impacts of globalization, one of which is the impact of globalization. The externalities that occur are not in accordance with the cultural values that develop in Indonesia. The Indonesian nation is worried about the fading of its own national identity which should always uphold the values of Pancasila. In an effort to be a good citizen which is the application of the national characteristics of the Indonesian people. The method used by researchers in this study is a qualitative method, by checking literature sources, articles and journals. The discussion will be more focused on the current relationship regarding whether the values of Pancasila have been completely implemented in every aspect of the life of Indonesian society.Keywords: Pancasila, citizens, Pancasila values
MENINJAU SEJAUH MANA IMPLEMENTASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PERGURUAN TINGGI Hikmah, Shofi Nurul; Dewi, Dinie Anggraenie
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021 ( In Press )
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1745

Abstract

AbstrakPenelitian ini lebih menekankan kepada sejauh mana capaian pendidikan kewarganegaraan di dalam bentuk implementasi mahasiswa di kehidupan sehari-harinya. Berdasarkan hasil penelitian yang penu- lis lakukan dengan judul “Meninjau Sejauh Mana Implementasi Nilai Pendidikan Karakter Melalui Pen- didikan Kewarganegaraan Di Perguruan Tinggi (Studi Deskriptif Analitik Terhadap Mahasiswa PGSD UPI Cibiru)” dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1) Dari 18 responden mahasiswa PGSD UPI Ci- biru ternyata dalam prakteknya sudah banyak dan mengetahui mengenai kajian materi di dalam mata kuliah pendidikan kewarganegaraan. 2) Namun, dalam bentuk implementasinya dirasa masih sangat kurang dalam kehidupan sehari-harinya. 3) Selain itu, di dapatkan data bahwa para mahasiswa menilai penting sekali pendidikan karakter untuk diberikan pada jenjang yang diampunya. Dengan demikian, orientasi pendidikan kewarganegaraan dalam proses pendidikan karakter bagi mahasiswa ini penting untuk selalu ditanamkan dan diberikan pengarahan. Tujuan ini dapat dicapai jika terjadi bentuk kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan dan mahasiswa itu sendiri.Kata kunci: pendidikan karakter, mahasiswa, nilai pendidikan kewarganegaraan. AbstractThis research emphasizes the extent of the achievements of civic education in the form of student imple- mentation in their daily lives. Based on the results of research conducted by the author with the title "Re- viewing the extent to which the implementation of character education values through citizenship educa- tion in higher education (Analytical Descriptive Study of PGSD UPI Cibiru students)" can be taken as fol- lows: 1) Out of 18 respondents of PGSD UPI Cibiru students, it turns out that in practice already many and know about material studies in civic education courses. 2) However, in the form of implementation, it is still lacking in daily life. 3) In addition, obtain data that students assess the importance of character education to be given at the level they are attending. Thus, the orientation of civic education in the character educa- tion process for students is important to always be instilled and given direction. This goal can be achieved if there is a form of cooperation between the government, educational institutions and the college students. Key Words: character education, college students, the value of civic education.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENGGUNAKAN POWER POINT MELALUI IN-SERVICE TRAINING Mulyani, Mulyani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021 ( In Press )
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.261 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1906

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Menggunakan Program Power Point Presentation Sebagai Media Pembelajaran di SD Negeri 2 Saradan pada semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan bentuk Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus, dilaksanakan di  SD Negeri 2 Saradan dengan subjek penelitian adalah guru  SD Negeri 2 Saradan Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 8 orang guru. Penilaian kemampuan guru dilakukan dengan teknik observasi dengan lembar observasi. Validasi data dilakukan dengan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptip komparatif. Berdasarkan data empiris diperoleh fakta bahwa melalui penerapan in-service training dapat meningkatkan kompetensi guru  SD Negeri 2 Saradan semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 dalam penguasaan pembelajaran berbasis Program Power Point Presentation Sebagai Media Pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa melalui in-service training Kemampuan Guru Dalam Menggunakan Program Power Point Presentation Sebagai Media Pembelajaran SD Negeri 2 Saradan pada semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 dapat ditingkatkan.Kata kunci: kemampuan guru, Program Power Point Presentation, Media Pembelajaran, in-service training AbstractThis study aims to improve the ability of teachers to use the Power Point Presentation Program as a Learning Media at SD Negeri 2 Saradan in semester 1 of the 2019/2020 academic year. This study uses the form of School Action Research (PTS) which is carried out in 2 (two) cycles, carried out at SD Negeri 2 Saradan with the research subjects being teachers at SD Negeri 2 Saradan for the 2019/2020 academic year, totaling 8 teachers. The teacher's ability assessment is carried out by using observation techniques with observation sheets. Data validation is done by triangulation technique. Data analysis was carried out using comparative descriptive analysis techniques. Based on empirical data, it is found that through the implementation of in-service training, teachers of SD Negeri 2 Saradan in semester 1 of the 2019/2020 academic year can be obtained in mastering learning based on the Power Point Presentation Program as a Learning Media. It can be concluded that through in-service training the teacher's ability to use the Power Point Presentation Program as a Learning Media at SD Negeri 2 Saradan in semester 1 of the 2019/2020 academic year can be improved.Keywords: teacher ability, Power Point Presentation Program, Learning Media, in-service training
PERCEPATAN PEMBANGUNAN SEBAGAI PENUNJANG KEMAJUAN DI DAERAH PAPUA Imelda Wenda
Jurnal Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2018): 1 Januari - 30 Juni 2018
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.149 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i2.356

Abstract

AbstrakDalam edisi khusus buletin  kami tentang Papua yang terbit pada bulan November 2011, DTE telah memaparkan sejarah panjang dan kelam tentang eksploitasi sumber daya dengan pendekatan dari atas ke bawah (top-down) di Papua. Saat ini, serangkaian rencana pembangunan baru tengah disorongkan, di bawah upaya pemerintah mencakup seluruh Indonesia untuk mempercepat pembangunan (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)) yang diluncurkan tahun lalu. Serangkaian rencana tambahan khusus untuk Papua kini dipromosikan oleh Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B), yaitu sebuah unit khusus untuk percepatan pembangunan di Tanah Papua. Pemerintah berharap bahwa UP4B akan berhasil tidak seperti  Otonomi Khusus yang gagal dan menyepelekan seruan untuk menangani masalah status politik Papua. Namun dengan masih berlanjutnya kekerasan yang dilakukan negara dan tekanan politik berarti dalam keadaan sekarang ini misi itu sulit mencapai keberhasilan.Kata Kunci: Pembangunan, Papua AbstractIn a special edition of our newsletter on Papua published in November 2011, DTE has outlined a long and dark history of resource exploitation with a top-down approach in Papua. Currently, a series of new development plans are being rolled out, under the efforts of the government covering the whole of Indonesia to accelerate development (Master Plan for Acceleration and Expansion of Indonesia's Economic Development (MP3EI)) launched last year. A series of additional plans specifically for Papua are now promoted by the Papua and West Papua Development Acceleration Unit (UP4B), which is a special unit for accelerating development in the Land of Papua. The government hopes that the UP4B will succeed unlike the failed Special Autonomy and softens calls to address papua's political status issues. But with the continued violence committed by the state and political pressure means that in the current state of the mission it is difficult to achieve success.Keywords: Development, Papua
IMPLEMENTASI NILAI TOLERANSI TERHADAP MAHASISWA LINTAS KEYAKINAN PADA PERGURUAN TINGGI DI YOGYAKARTA Nur Hasanah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2019): 1 Januari - 30 Juni 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.352 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i1.506

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai toleransi terhadap mahasiswa lintas keyakinan pada perguruan tinggi di Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan di Universitas Sanata Dharma, Universitas Janabadra, Universitas PGRI Yogyakarta dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari responden terdiri dari Mahasiswa lintas keyakinan dan penanggung jawab bidang kemahasiswaan. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deduktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan verifiaksi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa Implementasi nilai toleransi terhadap mahasiswa lintas keyakinan pada perguruan tinggi di Yogyakarta diwujudkan melalui beberapa aspek, diantaranya, interaksi antar mahasiswa, kegiatan kemahasiswaan, bidang akademik, dan kebijakan yang diberikan perguruan tinggi terhadap mahasiswa lintas keyakinan. Kesimpulan yang menonjol berdasarkan hasil penelitian dan uraian tersebut ialah tidak ditemukannya perilaku dan kegiatan yang mengarah pada intoleransi, sehingga lingkungan perguruan tinggi berjalan dengan damai dan tentram tidak terjadi perpecahan antar mahasiswa lintas keyakinan.Kata Kunci : Toleransi, Mahasiswa Lintas Keyakinan, Perguruan TinggiAbstractThe research is to analyze the implementation of tolerant value between university students who have belief at universities of Yogyakarta.The research was done at Sanata Dharma University, Janabadra University, PGRI Yogyakarta University and Sarjanawiyata Tamansiswa University. This is a descriptive qualitative research. The data were collected from the university stundents who share different beloef and the student chancellor. To collect the data, the techniques used were observation, interview, and documentation. The deductive method were employed in analyzing the data that includedseveral steps : data reduction, data presentation, and verrification.The result shows that the implementaion of tolerant value is embodied in several aspects such as the interaction between students. The students activities, the studies progam, and the policies given by the universityto the students who have different belief. The researcher concludes the there is no intolerance so universities enviroutments are in piece; the reseacher didn’t found any conflict between the students.Key Words : Tolerance, students across beliefs, university

Page 11 of 168 | Total Record : 1679