cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
PERAN PENGADILAN TATA USAHA NEGARA YOGYAKARTA DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA PERANGKAT DESA Ajeng Rahmadani; Ari Retno Purwanti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): 1 Juli - 31 Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.861 KB) | DOI: 10.31316/jk.v4i2.1166

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan  untuk  menganalisis tentang Peranan Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta dalam  menyelesaikan  sengketa perangkat Desa Bantul dengan perkara Nomor 3/G/2017/PTUN.YK tentang pemilihan perangkat Desa  Bantul,  terdapat  pihak  yang  bersengketa  yaitu  pihak penggugat peserta seleksi pamong Desa Bantul dan tergugat  (Lurah  Desa  Bantul). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Peneliti mengumpulkan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu: (1) Hakim PTUN Yogyakarta, (2) Panitera Pengganti, dan (3) Juru sita. Analisis  data  dilakukan  dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Pemeriksaan keabsahaan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan Peranan Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta dalam menyelesaikan sengketa mengenai pemilihan perangkat Desa Bantul melalui perkara Nomor 3/G/2017/PTUN.YK yaitu 1) Menerima gugatan berupa surat gugatan yang didaftarkan  pada  tanggal  2  Februari  2017  dari  6 orang peserta seleksi pamong Desa Bantul, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul melalui juru sita PTUN Yogyakarta. 2) Memeriksa surat dan berkas gugatan dengan perkara Nomor:3/G/2017/PTUN.YK tentang pemilihan perangkat Desa Bantul, diperiksa  oleh  ketua dan panitera PTUN Yogyakarta. Pemeriksaan persiapan  sebanyak  6  kali persidangan dari tanggal 13 Februari-20 Maret 2017 yang bersifat tertutup untuk umum dan dilanjutkan persidangan sebanyak 10 kali dari tanggal 29 Maret-7 Juni 2017 yang bersifat untuk umum. 3) Putusan  sengketa  perangkat  Desa  Bantul  dengan  perkara Nomor: 3/G/2017/PTUN.YK pada tanggal 7 Juni 2017 oleh majelis hakim PTUN Yogyakarta yang memberikan putusan dengan menolak semua gugatan dari tergugat dan memberikan hukuman penggugat untuk membayar biaya persidangan sebanyak Rp 394.000,00 (tiga ratus sembilan puluh empat ribu rupiah). 4) Menyelesaikan dengan memberikan putusan perkara sengketa  perangkat  Desa  Bantul,  para  penggugat melakukan minutasi pada tanggal 15 Juni 2017.Kata Kunci : Peranan, PTUN, Sengketa Perangkat Desa AbstractThis study aims to analyze the role of the Yogyakarta State Administrative Court in resolving disputes in village officials with case Number 3/G/2017/ PTUN.YK above electionforces Village Bantul, there are parties to the dispute namely the plaintiff (six person Bantul Village selection participant) and the defendant (village head of Bantul village). This study uses a qualitative method. Researchers collect data by observing, interviewing and documenting to obtain complete and detailed data. Research subjects using purposive techniques or only informants who know the dispute of village officials, namely: (1) Yogyakarta Administrative Court Judge, (2) Substitute Registrar, and (3) and confiscator. Data analysis was performed using descriptive analysis techniques. Checking the validity of the data using triangulation techniques. The results of this study concluded the role of the Yogyakarta administrative court in resolving Bantul Village device with Case number 3/G/2017/Ptun. YK is 1) received a lawsuit in the form of a lawsuit registered on 2 February 2017 from 6 participants of the selection of the village of Bantul, District Bantul, Bantul regency through the arrest of Ptun Yogyakarta. 2) Check the letter and file of the lawsuit by article number: 3/G/2017/PTUN.YK above electionforces Village Bantul, examined by the Chairman and Clerk of the PTUN Yogyakarta. A 6-time preparatory examination from February 13 to March 20, 2017 which was closed to the public and resumed a trial 10 times from March 29 to June 7, 2017. 3) The verdict of Bantul village device dispute with the case number: 3/G/2017/PTUN. YK on 7 June 2017 by the Court of Justice of the PTUN Yogyakarta who gave the ruling by rejecting all claims from the defendant and giving the plaintiff punishment to pay a trial fee of Rp 394,000.00 (three hundred ninety four thousand rupiah). 4) Resolving by ruling the case of a dispute in Bantul village, the Pengguggat was on 15 June 2017.Keywords: Role, PTUN, Village Equipment Sput
UNSUR IGNORANTIA LEGIS EXCUSAT NEMINEM DALAM KASUS PEMBAKARAN MAYAT Nindya Nursari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): 1 Juli - 31 Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.268 KB) | DOI: 10.31316/jk.v4i2.1167

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur Ignorantia Legis Excusat Neminem (ketidaktahuan tentang hukum) yang terdapat dalam fiksi  hukum, jika diterapkan dalam kasus pembakaran mayat yang terjadi Sanden Bantul Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Adapun tempat penelitian dilakukan di Polres Bantul dan Pengadilan Negeri Bantul, penelitian dilakukan pada bulan  Maret  sampai  Mei  2019.  Subjek  dari penelitian ini dua orang yaitu Penyidik dari Polres Bantul  dan  Hakim Pengadilan Negeri Bantul. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan mereduksi data yang diperoleh, kemudian menyajikan data yang mempunyai hubungan dengan judul penelitian. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dan dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang berbeda dengan teknik yang sama. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa unsur Ignorantia Legis Excusat  Neminem (ketidaktahuan tentang hukum), bukan menjadi  alasan  untuk meringankan atau membebaskan pelaku dari tuntutan hukum, yang dapat membebaskan pelaku jika tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya, contohnya adalah orang gila dan yang dapat meringankan adalah pertimbangan hakim, selain itu kekuasaan hakim dapat meringankan penahanan pelaku dengan menggunakan sisi kemanusiaannya. Unsur Ignorantia Legis Excusat Neminem bagian dari fiksi hukum menandakan masih kurang maksimalnya penyebarluasan  aturan  perunang-undangan  kepada  masyarakat,  karena  masih ada warga masyarakat yang melakukan kejahatan, berpangkal dari ketidaktahuannya tentang hukum. Seperti kasus yang terjadi di Sanden Bantul tentang pembakaran mayat ini.Kata Kunci: Ignorantia Legis Excusat Neminem, Pembakaran Mayat, Fiksi Hukum AbstractThis study aims to determine the elements of Ignorantia Legis Excusat Neminem (ignorance of the law) contained in legal fiction, if applied in the case of the burning of bodies that occurred in Sanden Bantul, Yogyakarta. This research method uses descriptive qualitative. The place of research was conducted in Bantul District Police and Bantul District Court, the study was conducted in March to May 2019. The subjects of this study were two people, namely Investigators from Bantul Regional Police and Bantul District Court Judges. The data analysis technique used is by reducing the data obtained, then presenting data that has a relationship with the research title. The validity of the data uses triangulation techniques to test the credibility of the data and is done by checking data to different sources with the same technique. The results of the study concluded that the element Ignorantia Legis Excusat Neminem (ignorance of the law), is not an excuse to relieve or free the perpetrators of lawsuits, which can free the perpetrators if they cannot account for their actions, for example, crazy people who can alleviate judges, besides the power of judges can alleviate the detention of perpetrators by using their humanity side. The element of Ignorantia Legis Excusat Neminem, part of legal fiction, indicates that there is still a lackof maximum dissemination of regulations to the public, because there are still people who commit crimes, stemming from their ignorance of the law. Like the case that occurred in Sanden Bantul about burning this corpse.Keywords: Ignorantia Legis Excusat Neminem, Cremation, Legal Fiction
PERAN UPTD PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK DALAM PENDAMPINGAN PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN Viezna Leana Furi; Rosalia Indriyati Saptatiningsih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): 1 Juli - 31 Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.747 KB) | DOI: 10.31316/jk.v4i2.1168

Abstract

AbstrakPenelitian ini  bertujuan  untuk  mendeskripsikan  dan  menganalisis  tentang  peran unit pelaksana teknis daerah perlindungan perempuan dan anak (UPTD PPA) dalam pendampingan korban kekerasan terhadap  perempuan  di  Kabupaten Bantul. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala yang dihadapi oleh UPTD PPA dalam pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Peneliti mengumpulkan data, observasi, wawancara dan dokumentasi untuk memperoleh data  yang  lengkap  dan  detail.  Subjek penelitian ini adalah : (1) kepala UPTD PPA, (2) konselor hukum, dan (3) konselor  psikologi.  Analisis  data  dilakukan  dengan  menggunakan  teknik analisis data induktif. Pemeriksaan keabsahaan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini adalah (1) peran  UPTD  PPA  dalam pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan yaitu : a) peran dalam menangani perempuan korban kekerasan, b) pendampingan  pemulihan kesehatan perempuan korban kekerasan,  c)  pendampingan  psikologi  perempuan korban kekerasan, d) pendampingan hukum perempuan korban kekerasan, e) peran dalam psikoedukasi dilingkungan perempuan korban kekerasan, dan f) peran dalam rehabilitasi sosial perempuan korban kekerasan. (2) kendala yang dihadapi oleh UPTD PPA yaitu kurangnya sumber  daya manusia di UPTD PPA Kabupaten Bantul yaitu konselor psikologi laki-laki dan korban kekerasan yang tidak ingin melaporkan kasus kekerasan  yang dialaminya.Kata Kunci : UPTD PPA, Pendampingan Korban Kekerasan, Perempuan AbstractThis study aims to describe and analyze the role of the Technical Implementation unit protection of women and children (UPTD PPA) in assisting victims of violence against women in Bantul Regency. In addition, this study aims to describe the constraints faced by UPTD PPA in assisting victims of violence against women in Bantul Regency. The research used descriptive qualitative method which is considered appropriate to describe an phenomenon. That occurs researchers collect data, observations, interviews and document to get complete and detail data. The subjects of this study were : (1) the head of the UPTD PPA, (2) the legal counselor, and (3) psychology counselor. Data analysis was performed using inductive data analysis techiques. Checking the validity of the data using triangulation techniques. The result of the research are : (1) the role of UPTD PPA in assisting victims of violence against women namely : a) role in dealing with women victims of violence, b) assistance in restoring women health victims of violence, c) psychological assistance for women victims of violence, d) legal assistance for women victims of violence, e) the role of psychoeducation in the environment of women victims of violence, and f) the role in social rehabilitation of women victims of violence. (2) The obstacles faced by UPTD PPA is the lack of human resources in UPTD PPA Bantul namely male psychology counselor and victims of violence who do not want to report cases of violence experienced by women victims of violence.Keywords: UPTD PPA, Assisting of Violence, Women.
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PPKN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL BRAIN BASED LEARNING Rizki Oktiana Sakti; Supri Hartanto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): 1 Juli - 31 Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.599 KB) | DOI: 10.31316/jk.v4i2.1171

Abstract

AbstrakPenelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui upaya meningkatkan prestasi belajar PPKn dengan menggunkan model  Brain Based Learning Kelas VII B SMP Negeri 16 Rejang Lebong Bengkulu Tahun Ajaran 2019/2020. Penelitian dilakukan di Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu pada tahun pelajaran 2019/2020 di Kelas VII B dengan jumlah 26 siswa (Laki-laki 11 dan Perempuan 15). Penelitian Tindakan Kelas ini menggunkan siklus model Kermmis dan Mc  Taggart  yaitu  rencana, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes evaluasi, wawancara, dokumentasi. Teknik Analisi Data menggunakan deskriptif kuantitatif yaitu terjadi  peningkatan  prestasi belajar dari pra siklus. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII B SMP Negeri 16 Rejang Lebong Bengkulu dengan menggunakan model Brain Based Learninghasil jumlah perhitungan pra siklus dengan persentase ketuntasan  sebesar 50,00%, pada siklus I mengalami peningkatan tuntas dengan persentase 57,69%, dan pada siklus II mengalami kenaikan kembali dengan presentase 65,38%. Sesuai dengan KKM 70 dan Indikator keberhasilan  60%  dengan hasil yang diperoleh di siklus II maka, Penelitian Tindakan Kelas ini dihentikan karena prestasi belajar siswa meningkat dan sudah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan.Kata Kunci : Prestasi Belajar, PPKn Brain Based Learning AbstractThis Classroom Action Research aims to determine efforts to improve PPKn learning achievement by using the Class VII B Brain Based Learning model of SMP Negeri 16 Rejang Lebong Bengkulu for the 2019/2020 academic year. The research was conducted in Rejang Lebong Bengkulu Regency in the 2019/2020 school year in Class VII B with a total of 26 students (male 11 and female 15). This Classroom Action Research uses the Kermmis and  Mc  Taggart model cycle, namely planning, acting, observing and reflecting. Data collection was carried out by observation, evaluation tests, interviews, documentation. The data analysis technique used quantitative descriptive, namely an increase in learning achievement from the pre-cycle. The results of the study concluded that efforts to improve student achievement in class VII B. model resulted in the number of pre-cycle calculations with a completeness percentage of 50.00%, in the first cycle experienced an increase in completeness with a percentage of 57.69% , and in the second cycle it increased again with a percentage of 65.38%. In accordance with KKM  70  and success indicators of 60% with the results obtained in cycle II, this Classroom Action Research was stopped because student  learning achievement had increased and had reached  predetermined  success indicators.Keywords: Learning Achievement, PPKn Brain Based Learning
IMPLEMENTASI MULTIKULTURALISME ANTARA MASYARAKAT HINDU DENGAN MASYARAKAT ISLAM DALAM TRADISI PERANG TOPAT Ika Nurmiyati Ningsih; Rosalia Indriyati Saptatiningsih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): 1 Juli - 31 Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.4 KB) | DOI: 10.31316/jk.v4i2.1172

Abstract

AbstrakPenelitaian ini bertujuan untuk menganalisis tentang bagaimana implementasi multikulturalisme antara masyarakat agama hindu dengan masyarakat agama islam dalam tradisi perang topat. Metode yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah metode penelitian kualitatif yang menggunakan studi kasus. Langkah-langkah yang dilakukan adalah memilih masalah, mengumpulkan bahan yang relevan, menentukan strategi dan mengembangkan instrument, mengumpulkan data, menafsirkan data dan melaporkan hasil penelitian. Peneliti mewawancarai tiga narasumber yaitu  Kepala Desa Lingsar, Pemangku Kemaliq  Lingsar  dan  Ketua  Pengurus  Pura  Lingsar. Penelitian ini di lakukan di Desa Lingsar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat pada bulan Februari-April 2020. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan cara mengimplementasikan multikulturalisme adalah: (1) Selalu  menjaga  komunikasi antar umat beragama, tokoh-tokoh masyarakat, dan pemuda.  (2)  Penyampaian tentang pentingnya  mengimplementasikan  multikulturalisme  pada  kegiatan keagamaan maupun musyawarah. (3) Melibatkan kedua agama dalam setiap kegiatan. (4) Perlu adanya rasa toleransi dan saling menghormati.  (5)  Menjaga  kelestarian tradisi Perang Topat dengan cara tetap melaksanakan tradisi tersebut. Dan (6) Memberikan pengetahuan kepada pemuda selaku  pewaris  tradisi  Perang  Topat tentang pentingnya menjaga kerukunan dan multikulturalisme.Kata Kunci: Implementasi multikulturalisme, tradisi perang topat. AbstractThis study aims to analyze the implementation of multiculturalism between Hindu religious communities and Islamic religious communities in the Topat War Tradition. The method used in this research is a qualitative research method using case studies. The steps taken are choosing the problem, determine strategy and develop instruments, collecting data, interpret data and report research results. The researcher interviewed three speakers, namely the Head of Lingsar Village, Pemangku Kemaliq Lingsar and the Chairperson of Pura Lingsar. This research was conducted in Lingsar Village, Lingsar District, West Lombok Regency in February-April 2020. The results of this study conclude how to implement multiculturalism are: (1) Alwaysmaintain communication between religious communities, community leaders, and youth. (2) Submission of the importance of implementing multiculturalism in religious and deliberative activities. (3) Involving both religions in every activity. (4) There needs to be a sense of tolerance and mutual respect. (5) Maintaining the tradition of Topat War by continuing to carry out the tradition. And (6) Providing knowledge to the youth as the heir to the Topat War tradition about the importance of maintaining harmony and multiculturalism.Keywords: Implementation of multiculturalism, topat war tradition
PERAN PPP-PTK DALAM PENINGKATAN KUALITAS GURU PPKN Imam Hanafi; Sigit Handoko
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): 1 Juli - 31 Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.834 KB) | DOI: 10.31316/jk.v4i2.1173

Abstract

AbstrakPenelitian ini yang pertama bertujuan untuk mengetahui peranan pusat pengembangan pemberdayaan pendidik dan  tenaga  kependidikan  Malang dalam peningkatan kualitas pembelajaran guru PPKn. Kedua ingin mengetahui proses pembelajaran yang dilakukan PPPPTK Malang dalam peningkatan kualitas guru PPKn. Penelitian ini dilakukan di Gedung PPPPTK PPKn Malang yang bertempat di desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kabupaten Batu, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif,  sebagaimana prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif  berupa  kata-kata tertulis atau lisan dari satu subjek atau narasumber yang dapat diamati. Pendekatan ini diharapkan mampu menyesuaikan realita di lapangan dengan mengumpulkan data secara langsung di lapangan melalui observasi,  wawancara dan, dokumentasi. Subjek yang diteliti adalah kepala  bidang program dan informasi PPPPTK Malang. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa PPPPTK PPKn malang berperan untuk memberdayakan dan mengembangkan pendidik dan tenaga kependidikan, dengan melaksanakan pendidikan dan pelatihan guru PPKn untuk jenjang SMP, dan SMA, pelatihan Kepala Sekolah, pelatihan bagi instruktur nasional dan guru untuk kurikulum 2013 dan program PKB, pelatihan instruktur mata pelajaran PPKn, pendidikan pelatihan online, dan peningkatan kompetensi pembelajaran. Proses pembelajaran yang dilakukan PPPPTK PPKn malang menggunakan pembelajaran andragogy yaitu orang dewasa, seperti cerama, tugas-tugas, dan praktek. PPPPTK PPKn melaksanakan program pengembangan dan pemberdayaan yaitu: peningkatan kompetensi guru, peningkatan kompetensi pedagogi, peningkatan kompetensi professional, inovasi  pembelajaran, penulisan soal HOTS, penulisan karya  tulis  ilmiah,  penguatan  pendidik karakter, dan pemberdayaan MGMP.Kata Kunci: Pembelajaran, Guru AbstractThe first study aims to determine the role of the development center for empowering educators and Malang education staff in improving the quality of learning for PPKn teachers. Secondly, they want to know the learning process conducted by Malang PPPPTK in improving the quality of PPKn teachers. This research was conducted at the PPPPTK PPKn Malang Building located  in Pendem village, Junrejo Subdistrict, Batu Regency, East Java. This study uses a qualitative approach, as research procedures that produce descriptive data in the form of written or oral words from one subject or source that can be observed. This approach is expected to be able to adjust reality in the field by collecting data directly in the field through observation, interviews and documentation. The subjects studied were the head of the Malang PPPTK program and information field. The results of this study concluded that the poor PPPPTK PPKn had the role of empowering and developing educators and education staff, by implementing PPKn teacher education and training for elementary, middle and high school levels, training Principals, training natio nal instructors and teachers for the 2013 curriculum and PKB programs , training of PPKn subject instructors, online training education, and improvement of learning competencies. The learning process carried out by the poor PPPTn PPPTK uses andragogy learning, namely adults, such as cerama, assignments, and practice. PPPPTK PPKn implements development and empowerment programs, namely: increasing teacher competency, increasing pedagogical competence, enhancing professional competencies, learning innovations, writing HOTS questions, writing scientific papers, strengthening character educators, and empowering MGMP.Keywords: Learning, Teachers
SIKAP PATRIOTISME BAGI WARGA NEGARA DI DAERAH 3T Tegar Ngesti Pradita
Jurnal Kewarganegaraan Vol 1 No 2 (2017): 1 Juli - 31 Desember 2017
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.832 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1174

Abstract

AbstrakSikap patriotisme warga negara di daerah 3T kurang baik semua itu dikarenakan oleh suatu hal yaitu sikap dan moral warga negaranya sendiri oleh karena itu masalah moral harus diperhatikan disetiap manusia, karena baik buruknya moral setiap pribadi menentukan kualitas suatu bangsa. Nilai moral bangsa Indonesia harus dilandasi dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Dalam hubungan dengan bangsa dan negara setiap pribadi juga dituntut untuk mempunyai rasa patriotisme yang baik. Patriotisme adalah kecintaan kepada bangsa dan negara Indonesia, adapun rasa ptriotisme warga negara yang dilandasi dengan Pancasila bertujuan untuk menuntun suatuwarga negara agar memiliki sikap menjujung tinggi nilai keikhlasan, kemanusiaan, dan merasa bahwa bangsa Indonesia merupakan bagian dari seluruh umat manusia.Kata Kunci: 3T, Patriotisme, Moral AbstractThe attitude of patriotism of citizens in the 3T area is not good all because of a thing that is the attitude and morals of its own citizens, therefore, moral problems must be considered in every human being, because the good morals of each person determine the quality of a nation. The moral values of the Indonesian nation must be based on the values of Pancasila as the basis of the state. In relation to the nation and the country, every person is also required to have a good sense of patriotism. Patriotism is a love for the nation and the state of Indonesia, as for the sense of patriotism of citizens based on Pancasila aims to lead a citizen to have a high attitude of sincerity, humanity, and feel bhava Indonesian nation is part of all mankind. Keywords: 3T, Patriotism, Moral
PERAN YAYASAN LEMBAGA PERLINDUNGAN ANAK TERHADAP KASUS BULLYING DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014 Oktana Wahyu Perdana; Sigit Handoko
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): 1 Juli - 31 Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.212 KB) | DOI: 10.31316/jk.v4i2.1175

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui peranan  Yayasan  Lembaga  Perlindungan Anak Daerah Istimewa Yogyakarta  dalam  menangani  kasus  bullying  terhadap anak di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan untuk mengetahui kasus bullying dilihat dari aspek hukum. Penelitian ini menggunakan metode kualitaitif. Penelitian ini dilaksanakan di Yayasan Lembaga Perlindungan Anak Daerah Istimewa Yogyakarta. Jumlah subjek penelitian tujuh orang yang terdiri atas dua orang pengurus Yayasan Lembaga Perlindungan Anak Daerah Istimewa Yogyakarta, tiga orang  masyarakat, dan dua orang korban kasus bullying. Teknik pengambilan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang diinginkan. Keabsahan data ditempuh dengan strategi triangulasi data. Hasil penelitian tentang peranan Yayasan Lembaga Perlindungan Anak dalam menangani kasus bullying adalah (1) memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya bullying; (2) melakukan pendampingan terhadap kasus bullying; (3) menyediakan rumah aman sebagai tempat singgah atau sebagai tempat pembinaan bagi korban maupun pelaku bullying; (4) melakukan koordinasi dengan lembaga terkait seperti Kepolisian, dan LSM Peduli Anak.  Ditinjau  dari  aspek  hukum  bullying  menjadi sebuah tindakan yang melanggar hukum jika (1) perbuatan  bullying  sudah melampaui batas; (2) bullying memenuhi unsur pidana maka tindakan akan mendapatkan sanksi hukum (3) pelaku bullying di bawah  umur  akan  diproses hukum secara diversi.Kata kunci: Bullying, Yayasan Lembaga Perlindungan Anak, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 AbstractThe research aims to determine the role of the Yogyakarta Special Region Child Protection Foundation in handling cases of bullying against children in the Special Region of Yogyakarta, and to find out cases of bullying from a legal aspect. This research uses a qualitative method. This research was conducted at the Yogyakarta Special Region Child Protection Foundation. The number of research subjects was seven people consisting of two administrators of the Yogyakarta Special Region Child Protection Foundation, three people from the community, and two victims of bullying cases. Data collection techniques by observation, interviews, and documentation to obtain the desired data. The validity of the data was pursued by a data triangulation strategy. The results of research on the role of the Child Protection Foundation in handling bullying cases are (1) providing information to the public to anticipate bullying; (2) provide assistance to bullying cases; (3) providing a safe house as a shelter or as a place of guidance for victims and perpetrators of bullying; (4) coordinating with related institutions such as the Police and Child Care NGOs. From a legal perspective, bullying becomes an act that violates the law if (1) the bullying has exceeded the limit; (2) bullying fulfills a criminal element, the action will be subject to legal sanctions (3) the bullying under age will be subject to legal diversion.Keywords: Bullying, Child Protection Foundation, Law Number 35 of 2014
PENINGKATAN PENGGUNAAN PAST TENSE DALAM TEXT RECOUNT MELALUI MODEL STAD PADA SISWA Dewi Khotidjah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.956 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1266

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampun penggunaan kosa kata bentuk kedua yang akan digunakan dalam pembuatan text recount bagi siswa kelas VIIIB SMP Negeri 1 Giriwoyo Wonogiri tahun 2015/2016. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari tiga siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: planning,acting, observing dan reflecting. Metode pengumpulan data penelitian menggunakan intrumen Tes, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VIIIB SMP Negeri 1 Giriwoyo yang berjumlah 28 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan penggunaan kosa kata bentuk kedua setelah tindakan. Terdapat peningkatan nilai sebesar 53,60% pada siklus I dan 29,4% pada silus II. Berdasarkan hasil tersebut dapat mengambil kesimpulan bahwa model pembelajaran STAD yang diterapkan berhasil meningkatkan kemampuan siswa menggunakan kata kerja kedua ( past – tense ) dalam text recount.Kata Kunci: Past Tenses, Text Recount, Model STAD AbstractThe purpose of this study was to determine the ability to use the second form of vocabulary that will be used in making text recounts for grade VIIIB students of SMP Negeri 1 Giriwoyo Wonogiri in 2015/2016. This study uses a classroom action research (CAR) method. This study consisted of three cycles, each cycle consisting of four stages: planning, acting, observing and reflecting. Research data collection methods using test instruments, observations, and documentation. The subjects of this study were 28th grade students of SMP Negeri 1 Giriwoyo, totaling 28 students. The results showed that there was an increase in the ability to use second form of vocabulary after the action. There was an increase in value of 53.60% in the first cycle and 29.4% in the second series. Based on these results it can be concluded that the STAD learning model applied successfully improves students' ability to use the second verb (past - tense) in the recount text.Keywords: Past Tenses, Recount Text, STAD Model
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGGUNAAN MICROSOFT OFFICE 365 MELALUI PELATIHAN DAN SIMULASI PADA GURU SEKOLAH DASAR Binti Ngatmiyatun
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.962 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1279

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru SD Negeri 3 Belikurip dalam menggunakan program Microsoft Office 365 sebagai media pembelajaran melalui pelatihan dan simulasi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus. Subjek penelitian adalah 8 orang guru SD Negeri 3 Belikurip. Penilaian kemampuan guru dilakukan dengan observasi menggunakan pedoman observasi. Validasi data dilakukan dengan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif komparatif. Pada kondisi awal hanya 2 orang guru (25,0%) yang kualifikasinya Baik dengan nilai rata-rata kompetensi guru hanya 59,5 (Cukup). Meningkat pada siklus I menjadi ada 1 orang (12,5%) yang kemampuannya Amat Baik dan 3 orang guru (37,5%) yang kemampuannya Baik dengan nilai rata-rata kompetensi guru adalah 70,3 (Cukup). Meningkat lagi pada siklus II menjadi 2 orang guru (25,0%) yang kemampuannya Amat Baik dan sebanyak 6 orang guru (75,0%) yang kemampuannya Baik dengan nilai rata-rata kompetensi guru 81,1 (Baik). Sehingga disimpulkan bahwa pelatihan dan simulasi dapat meningkatkan kemampuan menggunakan program Microsoft Microsoft Office 365  sebagai media pembelajaran pada guru SD Negeri 3 Belikurip Tahun Pelajaran 2019/2020.Kata kunci: kemampuan guru, Microsoft Office 365 , pelatihan dan simulasi AbstractThe purpose of this study is to improve the ability of SD Negeri 3 Belikurip teachers to use the Microsoft Office 365 program as a learning medium through training and simulation. This research is a School Action Research (PTS) which was carried out in 2 (two) cycles. The research subjects were 8 teachers of SD Negeri 3 Belikurip. Assessment of teacher abilities is carried out by observation using observation guidelines. The data validation was done by using triangulation technique. Data analysis was performed using comparative descriptive analysis techniques. In the initial condition, only 2 teachers (25.0%) had good qualifications with an average teacher competency score of only 59.5 (Enough). Increased in the first cycle to be 1 person (12.5%) whose ability is Very Good and 3 teachers (37.5%) whose ability is Good with an average score of teacher competence is 70.3 (Enough). Increased again in the second cycle to 2 teachers (25.0%) whose abilities were Very Good and as many as 6 teachers (75.0%) whose abilities were Good with an average score of teacher competence of 81.1 (Good). So it is concluded that training and simulation can improve the ability to use the Microsoft Microsoft Office 365 program as a learning medium for teachers of SD Negeri 3 Belikurip for the 2019/2020 academic year.Keywords: teacher ability, Microsoft Office 365, training and simulation

Page 15 of 168 | Total Record : 1679