cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3,219 Documents
Manajemen Evaluasi Pembelajaran dalam Meningkatkan Kualitas Output di Madrasah Diniyah Mu’allimin Pesantren Zainul Hasanain Genggong Abdullah; Abdul Aziz Wahab; Muhammad Hifdil Islam
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.2902

Abstract

Abstrak Manajemen merupakan prosesi perencanaan, pengorganisasian, pengrahan serta pmberdayaan sumber daya pendidikan agar tercapainya tujuan pendidikan dengan efektif dan efesien. Pembelajaran merupakan upaya segenap guru dalam mendesian instruktional, menyelenggrakan kegiatann belajarr-mengajarr (KBM), mengevaluasihasil belajar yang merupakan hasil pembejaran. Seorang pendidikk perlu memiliki ketrampilan dalam pengelolan pembelajara yang meliputii tiga tahap kegiatan, diantaranya membuat perencanaan pembelajara, melakukan proses pembelajara, dan melaksanakan evaluasii pembelajara. Rencana pembelajara itu dasar bagi peseta didik guna menerima pengalaman belajar di kelas. Perencanan pembelajaran meliputi penatan guru (pendidik), peserta didik dan tenaga administrasi, penggunaan metode, materil, prosedur yang merupakan unsur-unsur perangkat pembelajaran yang terorganisasi dengan sistematis dan sistematik. Kata Kunci: Manajemen, Evaluasi, Pembelajaran Abstract Management is the proces of planing, organizing, directing and controlling educational resources to achieve educational goals effectively and efficiently. Learning is the teacher's effort in designing instructional, organizing teaching-learning activities, evaluating learning outcomes in the form of teaching outcomes. An educator must have skills in learning management which includes three stages of activities, including making lesson plans, carrying out the learning process, and carrying out learning evaluations. The lesson plan is the basis for students to receive the learning experience in the classroom. Learning plannig include the arrangement of teacher (educator), students and administrative staff, the use of methode, materils, procedures which are elements of learning tools that are organyzed systematicaly and systematically. Keywords: Management, evaluation, learning
Analisis Perbedaan Metode Gross Up Dengan Metode Net Dalam Perhitungan PPH Pasal 21 Pada PT. Anugerah Lancar Sejahtera Jakarta Selatan Atri Nodi Maiza Putra
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3013

Abstract

AbstrakDalam pelaksanaan perpajakan terdapat perbedaan kepentingan antara wajib pajak dengan pemerintah, baik dari Wajib Pajak Badan maupun Orang Pribadi berusaha untuk membayar pajak sekecil mungkin. Berbeda dengan pemerintah yang memerlukan dana untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah, yang sebagian besar berasal dari peneriman pajak. Salah satu upaya tersebut adalah melakukan penghematan pajak melalui perhitungan PPh Pasal 21 karyawan ditanggung oleh perusahaan dan metode Gross Up yang merupakan pemotongan pajak dimana perusahaan memberikan tunjangan pajak yang besarnya sesuai dengan PPh pasal 21. Tujuan penilitian ini untuk menganalisis perbedaan metode Gross Up dengan metode Net dalam perhitungan PPh Pasal 21 Pada PT Anugerah Lancar Sejahtera Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif Kualitatif dengan mengolah data sekunder. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan perhitungan menggunakan metode Net mengakibatkan perusahaan harus mengeluarkan biaya yang lebih besar dari perhitungan semula, selain itu perlu dipertimbangkan anggaran saat kenaikan gaji, sebaliknya dengan metode Gross Up akan lebih efisien karena memberikan keuntungan bagi kedua pihak baik Karyawan maupun Perusahaan. Penggunaan metode Gross Up selain untuk memaksimalkan laba perusahaan juga dimaksudkan untuk memotivasi karyawan agar lebih produktif. Dengan begitu penghasilan kena pajak yang harus dibayarkan perusahaan menjadi lebih kecil serta gaji yang diterima pegawai (Take Home Pay) lebih besar karena gaji yang diperoleh ditambah dengan tunjangan pajak.Kata Kunci: PPh Pasal 21, Metode Gross Up, Metode Net AbstractIn the implementation of taxation there are differences in interests between taxpayers and the government, both from corporate taxpayers and private individuals trying to pay taxes as small as possible. Different with the government, which requires funds to finance government operations, most of which come from tax recipients. One such effort is to make tax payments through the calculation of income tax. Tax Article 21 the company is borne by the company and the Gross up method which is a tax deduction in which the company provides tax benefits in accordance with article 21 of Income Tax. The purpose of this study was to analyze the differences in the Gross Up method with the Net method in calculating Income Tax Article 21 at PT Anugerah Lancar Sejahtera South Jakarta. This research uses Qualitative Descriptive research by processing secondary data. In this study, it can be concluded that the calculation using the Net method results in companies having to pay more than the original calculation, besides that, the budget for salary increases should be considered. on the contrary, the Gross Up method will be more efficient because it will benefit both parties, both Employees and the Company. The use of the Gross Up method in addition to maximizing company profits is also intended to motivate employees to be more productive. That way the taxable income that must be paid by the company becomes smaller and the salary received by employees (Take Home Pay) is greater because the salary obtained is added to the tax allowance.Key Words: Tax Article 21, Gross Up Method, Net Method
Kesiapan Guru Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Dalam Pemberlakuan Kurikulum K-13 Di SMA Negeri 10 Tanimbar Herlin Ratuanik; Fricean Tutuarima; Aisa Abas
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3014

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kesiapan Guru Pendidikan Pancasila Dan Kewaganegaraan Dalam Pemberlakuan Kurikulum K-13 Di SMAN 10 Tanimbar. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui Kesiapan Guru Pendidikan Pancasila Dan Kewaganegaraan  Dalam Pemberlakuan Kurikulum K-13 Di Smanegeri 10 Tanimbar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Proses Kesiapan Guru PPKn dalam Pemberlakuan Kurikulum 2013 pada SMA Negeri 10 Tanimbar Selatan bahwa sejak tahun 2017 implementasi kurikulum 2013 dilaksanakan pada pada SMA Negeri 10 Tanimbar Selatan dan hampir sebagian besar guru sudah memiliki pelatihan kurikulum 2013. Kesiapan guru untuk sarana prasarana dalam melaksanakan kurikulum 2013 belum maksimal menunjang proses pembelajaran dikelas sehingga sekolah berkomitmen untuk terus membenahi sarana dan prasarana tersebut. Hambatan Kesiapan Guru PKn Dalam Mengimplementasikan Kurikulum 2013 bahwa ada hambatan yang dihadapi para guru ketika kurikulum 2013 diimplementasikan. Yaitu 1) penyesuaian kurikulum 2013, 2) keterbatasan akses internet, 3) kemampuan siswa yang berbeda. hambatan yang dihadapi guru PKn dan siswa adalah sarana prasarana yang tidak memadai, misalnya tidak ada LCD proyektor di tiap ruang kelas, sumber-sumber literature buku bagi siswa yang digunakan dalam proses belajar mengajar masih minim..Solusi untuk Mengimplementasikan Kurikulum 2013 bahwa Solusi untuk implementasi setiap hambatan yang terjadi dalam kurikulum 2013 adalah meningkatkan kualitas guru dengan memberikan pelatihan bagi guru supaya memahami kurikulum 2013 dengan baik, menyediakan sarana dan prasarana yang memadai guna menunjang implementasi kurikulum 2013Kata Kunci: Kesiapan, Guru, Kurikulum 2013 AbstractThis study aims to describe the readiness of Pancasila and Citizenship Education Teachers in the Implementation of the K-13 Curriculum at Smanegeri 10 Tanimbar. At SMAN 10 Tanimbar. Data collection techniques were carried out by observation and interview techniques. The results of this study indicate that the PPKn Teacher Readiness Process in the Implementation of the 2013 Curriculum at SMA Negeri 10 Tanimbar Selatan that since 2017 the implementation of the 2013 curriculum has been carried out at SMA Negeri 10 Tanimbar Selatan and almost most of the teachers already have training in the 2013 curriculum. Teacher readiness for infrastructure in implementing the 2013 curriculum, it has not maximally supported the learning process in the classroom so that the school is committed to continuing to improve the facilities and infrastructure. Barriers to the Readiness of Civics Teachers in Implementing the 2013 Curriculum that there are obstacles faced by teachers when the 2013 curriculum is implemented. Namely 1) 2013 curriculum adjustment, 2) limited internet access, 3) different student abilities. The obstacles faced by Civics teachers and students are inadequate infrastructure, for example, there is no LCD projector in each classroom, the sources of book literature for students used in the teaching and learning process are still minimal..Solutions for Implementing Curriculum 2013 that Solutions for implementation every obstacle that occurs in the 2013 curriculum is to improve the quality of teachers by providing training for teachers to understand the 2013 curriculum well, providing adequate facilities and infrastructure to support the implementation of the 2013 curriculum.Keywords: Readiness, Teachers, Curriculum 2013
Pengaruh Korean Wave Terhadap Ketahanan Nasionalisme Warga Negara Indonesia Rona Nada Nisrina; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3015

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas mengenai ketahanan nasionalisme dalam kondisi saat ini dimana banyak nya orang yang mulai menyukai budaya lain dari pada budaya luar sehingga membuat budaya asli Indonesia terkadang terlupakan. Banyak juga dampak yang didapatkan dari kondisi pengaruh budaya luar khususnya budaya Korea, dan dampak yang didapatkannya pun banyak yang bersifat tidak baik, dan ada kemungkinan akan berdampak besar kedepannya jika tidak ditanggapi. Budaya luar yang dibahas dalam artikel ini adalah budaya Korea, dimana saat ini budaya Korea sangat menyita perhatian banyak orang terutama warga Indonesia, banyak saat ini budaya-budaya Korea yang sudah mulai masuk ke Indonesia, baik itu dari segi makanan, pakaian, hingga lagu dan tarian. Seharusnya sebagai warga Indonesia terutama sebagai penerus Indonesia di masa depan, seharusnya kita berfikiran untuk lebih mengenalkan budaya kita ke luar hingga nama Indonesia lebih dikenal, memang musik tradisional Indonesia memang tidak selalu disukai banyak orang namun cara untuk mengenalkan budaya Indonesia tidak harus secara terus terang, banyak sekali cara melalui sosial media yang dapat mengenalkan budaya Indonesia, seperti yang telah dilakukan oleh beberapa anak-anak bangsa. Dengan melebarkan sayap Indonesia secara internasional ini dapat membuat warga Indonesia bangga dan lebih menanamkan dan memahami rasa nasionalisme tersebut.Kata Kunci: Nasionalisme, Korean Wave, Budaya AbstractThis article talks about the sense of nationalism in today’s condition where there are lots of people specifically Indonesian that prefers the cultures of other countries rather than its own. There are tons of impacts that comes from the effect of the K-wave culture, and most of them are bad, and there is a big possibility where this condition will affect badly for the future generation and the country. Today one of the most famous cultures that effect the whole world is the Korean culture, whether it’s the food, fashion, lifestyle, dance, music and more.  As an Indonesian citizen and the future of Indonesia we should’ve thought of a way to introduce Indonesia to the world via culture. The traditional music that the Indonesian have might not be everyone’s cup of tea, but there are many ways to introduce the culture of Indonesia specially via social media. The reason why we must introduce the culture of Indonesia is because to make the people of Indonesia proud to be an Indonesia and have that sense of nationalism for Indonesia.Keywords: Nationalism, Korean Wave, Culture
The Role of Reserve Components in Assisting Indonesia's Defense Fanema Gabrieli; Sundring Pantja Djati; Nora Lelyana
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3016

Abstract

AbstrakPerubahan paradigma dalam sistem pertahanan di Indonesia membuat masyarakat memiliki hak dan kewajiban dalam ikut mempertahanankan keutuhan negara. Indonesia terletak berbatasan dengan 10 negara tetangga secara langsung baik berbatasan melalui laut maupun darat. Kondisi tersebut membuat Indonesia harus meningkatkan pertahanannya. Salah satu caranya dengan memanfaatkan komponen cadangan. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat seperti apa peran yang dilakukan komponen cadangan dalam membantu komponen utama dalam menjaga keutuhan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peneliti dalam penelitian ini ingin menggunakan metode kualitatif deskriptif yang data primer didapatkan melalui jurnal terdahulu dan data sekunder didapatkan melalui dokumen yang berkaitan dengan pertahanan di Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah peran komponen cadangan dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak hanya melalui peperangan saja. Namun juga ada yang ditempatkan di bagian bantuan administrasi, dan bantuan pertempuran. Peran komponen cadangan juga sangat penting dalam membantu komponen cadangan dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Indonesia karena standar nilai Kekuatan Pokok Minimum Indonesia masih tergolong rendah. Dengan adanya komponen cadangan, nilai kekuatan pokok minimum Indonesia juga meningkat. Komponen cadangan juga tidak terikat oleh negara tidak seperti komponen utama. Komponen cadangan akan dikembalikan ketempat masing-masing daerahnya dan akan dipanggil ketika dibutuhkan dalam kondisi perang.Kata Kunci: Peran, Komponen Cadangan, Pertahanan, Indonesia AbstractThe paradigm shift in the defense system in Indonesia makes people have rights and obligations to participate in defending the integrity of the country. Indonesia is located adjacent to 10 neighboring countries directly, both by sea and by land. This condition makes Indonesia have to increase its defense. One way is to use spare components. The purpose of this study is to see what kind of role the reserve component plays in assisting the main components in maintaining the integrity and defense of the Unitary State of the Republic of Indonesia. This study uses a descriptive qualitative method in which primary data is obtained through previous journals and secondary data is obtained through documents related to defense in Indonesia. The results of this study are the role of reserve components in maintaining the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia not only through war. But there are also those who are placed in the administrative assistance section, and combat assistance. The role of the reserve component is also very important in assisting the reserve component in maintaining the integrity of the Unitary State of Indonesia because the standard value of Indonesia's Minimum Basic Strength is still relatively low. With the reserve component, the value of Indonesia's minimum principal strength also increases. The reserve component is also not bound by country unlike the main component. Reserve components will be returned to their respective areas and will be summoned when needed in conditions of war.Keywords: Role; Reserve Components; Defense; Indonesia
The Value of Pancasila as Human Resources Development Capital for Society 4.0 Era in Supporting the State Defense Anouphone Inthaly; Agung Risdhianto; Aris Sarjito
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3018

Abstract

AbstractPancasila has the nature of basic values which are the essence of the five precepts. The five precepts include values regarding the One Godhead, humanity, unity, democracy, and justice. The nature of Pancasila is universal, in other words, ideals, goals, and good and true values are contained in Pancasila as a basic value. Pancasila is classified as a philosophy, a view of life, and in a practical sense. Philosophy of Pancasila has a function and role as a guide and guide in attitudes, behavior and actions in everyday life, in the life order of the nation, society and state for the Indonesian people. The value of Pancasila praxis is used as the basic capital in the development of human resources in the era of society 4.0 which must have a view of life and behavior that is strong and has character in facing increasingly complex challenges. This paper was written using a qualitative method with a literature study approach that looks at the practical value of Pancasila as the basic capital for developing human resources in the era of society 4.0 in supporting national defense by using the theory of Pancasila philosophy and human resource development. Keywords: Pancasila, Human Resorce, National Defense  AbstrakPancasila memiliki Sifat nilai dasar yang dimana hakikat dari kelima sila. Kelima sila tersebut antara lain nilai nilai mengenai Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Sifat dari Pancasila yaitu universal, dengan kata lain, cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan bena terkandung dalam Pancasila sebagai nilai dasar. Pancasila digolongkan sebagai filsafat, pandangan hidup, dan dalam arti praktis. Filsafat Pancasila memiliki fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari, dalam tatanan hidup berbangsa, bermasyarakat dan bernegara bagi bangsa Indonesia. Nilai praksis pancasila digunakan sebagai modal dasar dalam pembangunan sumber daya manusia di era society 4.0 dimana harus memiliki pandangan hidup dan perilaku yang kuat dan berakakter dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tulisan ini ditulis dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang melihat bagaimana nilai praksis pancasila sebagai modal dasar pengembangan sumber daya manusia di era society 4.0 dalam mendukung pertahanan Negara dengan menggunakan teori filsafat Pancasila dan pengembangan SDM.Kata Kunci: Pancasila, Sumber Daya Manusia, Pertahanan Negara
Peningkatan Peranan SDM Generasi Z Guna Pertahanan Nasional Maritim Menuju Indonesia Maju Hario Istiqlal Agung; Yusuf Ali; Untung Hartono
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3019

Abstract

AbstrakSumber daya manusia (SDM) adalah faktor kunci penentu keberhasilan pelaksanaan bela Tanah Air, saat ini menghadapi ancaman yang semakin meningkat. Seiring dengan perkembangan teknologi pertahanan yang semakin canggih, penguasaan teknologi sangat penting, namun harus dibarengi dengan teknologi sumber daya manusia. Keterampilan adalah persyaratan kemampuan untuk mengembangkan keterampilan bertindak, memperoleh kemandirian, dan mengurangi ketergantungan pada negara asing. Generasi keempat perang saat ini memaksa setiap negara untuk mengoordinasikan semua sumber daya nasionalnya di kekuatan pertahanan. Sumber daya manusia Indonesia yang melimpah dapat dimanfaatkan sebagai kekuatan pertahanan, tetapi harus didukung oleh industri pertahanan yang tepat untuk memiliki teknologi yang tersedia persenjataan yang efektif. Profesionalisme Personil Pertahanan juga penting bagi warga sipil dalam manajemen pertahanan masa depan. Dengan menyambut Komunitas ASEAN yang akan resmi berdiri pada akhir tahun 2015, Indonesia harus memperkuat diri dengan mengembangkan kembali potensinya kelautan, sejalan dengan politik luar negeri Indonesia terhadap pemerintah Presiden petahana Joko Widodo yang mengusung Indonesia menjadi Poros Maritim Global. Upaya pengembangan potensi bahari tidak hanya dipimpin oleh pemerintah, tetapi juga oleh gerakan rakyat, termasuk Pemuda Maritim Indonesia (GPMI). GPMI memiliki visi yang memicu semangat Maritim Indonesia. Untuk mewujudkan visi tersebut, GPMI memiliki tiga tujuan. pengembangan sumber daya alam sumber daya alam laut dan sumber daya manusia; Menyusun dan menyimpulkan perjanjian kerjasama dengan pihak-pihak terkait. Salah satu pencapaian dari quest ini adalah Program Bina Lingkungan.Untuk itu, studi ini membahas peran GPMI dalam pengembangan sumber daya manusia di Pulau dilaporkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu studi kasus, termasuk tinjauan pustaka sumber dan wawancara terkait beberapa pemangku kepentingan. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa GPMI memiliki hasil positif dalam mengembangkan sumber daya manusia maritim, tetapi GPMI tidak menyertakan quest buildable lainnya Komunitas ASEAN dan Kesadaran Poros Maritim Dunia. Jadi, Studi ini merekomendasikan bahwa GPMI harus mempertimbangkan dua kategori lagi program utama dan mencerminkannya dalam program pengembangan sumber daya sumber daya manusia maritim.Kata Kunci: Gerakan Pemuda Maritim, Sumber Daya Manusia, dan Teknologi Pertahanan Maritim AbstractHuman resources (HR) are the key determining factor for the successful implementation of homeland defense, currently facing an increasing threat. Along with the development of increasingly sophisticated defense technology, mastery of technology is very important, but it must be accompanied by human resource technology. Skills are a requirement of the ability to develop the skills of action, acquire independence, and reduce dependence on a foreign country. The current fourth generation of the war forces each country to coordinate all its national resources in the defense forces. Indonesia's abundant human resources can be utilized as a defense force, but it must be supported by the right defense industry to have effective weapons available technology. The professionalism of Defense Personnel is also important for civilians in the management of future defenses. By welcoming the ASEAN Community which will be officially established at the end of 2015, Indonesia must strengthen itself by re-developing its marine potential, in line with Indonesia's foreign policy towards the government of incumbent President Joko Widodo who brought Indonesia into the Global Maritime Axis. Efforts to develop nautical potential are not only led by the government, but also by people's movements, including the Indonesian Maritime Youth (GPMI). GPMI has a vision that ignites the spirit of Maritime Indonesia. To realize this vision, GPMI has three goals. development of natural resources of marine and human resources; Drawing up and concluding cooperation agreements with related parties. One of the achievements of this quest is the Community Development Program.For this reason, this study discusses the role of GPMI in the development of human resources on the island reportedly. This research uses a qualitative approach, namely case studies, including a literature review of sources and interviews related to several stakeholders. In conclusion, this study shows that GPMI has positive results in developing maritime human resources, but IT does not include other buildable quests of the ASEAN Community and the World Maritime Axis Awareness. So, this study recommends that GPMI should consider two more categories of major programs and reflect them in maritime human resource development programs.Keywords: Maritime Youth Movement, Human Resources, and Maritime Defense Technology
Manajemen Perubahan PT. PAL Indonesia (Persero) Dalam Menghadapi Lingkungan Strategis Di Era Vuca Jihan Marha; Jefferson Benyamin; Patricia Prajogo; Nanang Hery Soebakgijo; Ferry Kurniawan; Zakaria Zakaria
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3020

Abstract

AbstrakPerubahan yang terjadi sangat cepat dan dinamis di Era VUCA ini mendorong perlu adanya sistem manajemen yang efektif guna mencapai tujuan perusahaan dan menyelesaikan seluruh tantangan baik internal maupun eksternal. PT PAL Indonesia (Persero) merupakah industri strategis yang memproduksi alat utama sistem pertahanan Indonesia khususnya untuk matra laut juga perlu memiliki strategi-strategi dalam menghadapi lingkungan strategis di Era VUCA. Tujuan penelitian untuk menganalisis bagaimana manajemen perubahan yang dilakukan PT PAL Indonesia (Persero) dalam menghadapi Lingkungan Strategis di Era VUCA. Metode penulisan artikel ilmiah yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data yang berupa Studi Literatur dan Library Research. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Transformasi Industri Maritim 4.0 adalah upaya PT PAL Indonesia dalam merespon tantangan VUCA untuk meningkatkan persaingan bisnis perusahaan. Manajemen SDM PT PAL Indonesia melalui peningkatan core capability dan people competency adalah modal penting dalam mewujudkan Transformasi Industri Maritim 4.0.Kata kunci: Manajemen perubahan, Manajemen SDM, Lingkungan strategis Era VUCA, PT PAL Indonesia. AbstractChanges that occur very quickly and dynamically in the VUCA encourage the need for an effective management system to achieve company goals and solve all challenges that arise internally and externally. PT PAL Indonesia (Persero) as one of the strategic industries that produces the main tools of the Indonesian defense system, especially for the marine dimension, also needs to have strategies in dealing with the strategic environment in the VUCA. This study aims to analyze how change management is conducted by PT PAL Indonesia (Persero) in dealing with the Strategic Environment in the VUCA. This study used qualitative research methods and data collection techniques in the form of Literature Studies and Library Research. The results of the study revealed that the Maritime Industry Transformation 4.0 is a measure taken by PT PAL Indonesia to respond VUCA's challenges in order to increase the company's business competition. Further discovery highlighted that PT PAL Indonesia's HR management in increasing core capability and people competency is an important capital to objectify Maritime Industry Transformation 4.0.Keywords: Change management, HR management, VUCA’s Strategic environment, PT PAL Indonesia.
Pengelolaan Sumber Daya Air Dan Food Estate Sebagai Faktor Pendukung Penyediaan Logistik Wilayah Untuk Pertahanan Negara Selfira Salsabilla; George Royke Deksino; Dyah Tribuwana Tungga Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3021

Abstract

AbstrakSumber Daya Alam dan Buatan merupakan bagian dari Sumber Daya Nasional yang ditransformasikan menjadi logistik wilayah dan cadangan materiil strategis untuk disiapkan menjadi Komponen Pendukung Pertahanan Negara yang secara langsung maupun tidak langsung dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan Komponen Utama maupun Komponen Cadangan dalam menghadapi ancaman militer yang harus disiapkan secara dini dalam rangka Pembangunan Sistem Pertahanan Negara, khususnya pertahanan militer. Sungai dan sarana pengairan merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung penyediaan logistik wilayah khususnya bidang pertanian berupa food estate untuk pemenuhan pangan. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kepustakaan dimana sumber data yang digunakan adalah jurnal, artikel, buku dan sumber lain yang relevan.Kata Kunci: Pertanian, Food Estate, Logistik Wilayah AbstractNatural and Artificial Resources are part of National Resources which are transformed into regional logistics and strategic material reserves to be prepared as National Defense Supporting Components which can directly or indirectly be used to increase the strength and capabilities of Main Components and Reserve Components in the face of military threats that must be prepared early in the framework of the Development of the National Defense System, especially military defense. Rivers and irrigation facilities are one of the important elements in supporting the provision of regional logistics, especially in the agricultural sector in the form of food estates for food fulfillment. This paper is a qualitative research using a literature study approach where the data sources used are journals, articles, books and other relevant sources.Keywords: Agriculture, Food Estate, Regional Logistics
Pengaruh Kurikulum Diklat, Rekruitmen Widyaiswara Dan Sarpras E-Learning Terhadap Sumber Daya Manusia Di Badan Pendidikan Kementerian Pertahanan Dalam Membantu Pertahanan Negara Muzizah Muzizah; Siswantoro Siswantoro; Agung Raharjanto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3022

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kurikulum diklat, rekruitmen widyaiswara dan sarpras e-learning terhadap sumber daya manusia sehingga sulit untuk mencapai efesiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pendidikan dan pelatihan atau Diklat merupakan bagian integral dari pengembangan sumberdaya manusia. Badan Diklat Kementerian Pertahanan (Badiklat Kemhan) memiliki posisi yang sangat strategis dalam usaha mengembangkan kompetensi sumber daya manusia aparatur. Dengan posisinya yang strategis ini, Badiklat Kemhan dituntut melakukan reformasi penyelenggaraan diklat yang berbasis kompetensi. Secara umum penelitian ini bertujuan mendeskripsikan, memahami, dan memaknai tentang implementasi kebijakan reformasi sumber daya kediklatan di Badiklat Kemhan. Metode atau Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Metode penelitian kuantitatif, yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Hal ini antara lain diindikasikan dengan: Terdapat pengaruh langsung dan signifikan antara Kurikulum diklat (X1) terhadap Sumber Daya Manusia (Y) Badan Pendidikan Kementerian Pertahanan Dalam Membantu Pertahanan Negara yang dibuktikan dengan thitung = 6.500 > ttabel = 2.008Kata Kunci: Kurikulum diklat, rekruitmen widyaiswara dan sarpras e-learning, sumber daya manusia AbstractThis research is motivated by the low training curriculum, widyaiswara recruitment and e-learning sarpras on human resources, making it difficult to achieve efficiency and effectiveness in government administration. Education and training or training is an integral part of human resource development. The Training Agency of the Ministry of Defense (Badiklat Kemhan) has a very strategic position in an effort to develop the competence of human resources of the apparatus. With this strategic position, Badiklat Kemhan is required to reform the implementation of competency-based training. In general, this study aims to describe, understand, and interpret the implementation of the education and training resource reform policy in Badiklat Kemhan. The method or type of research used in this study is quantitative research. Quantitative research method is one type of research whose specifications are systematic, planned and clearly structured from the beginning to the creation of the research design. Quantitative research methods, namely research methods based on the philosophy of positivism, are used to examine certain populations or samples, data collection using research instruments, data analysis is quantitative / statistical, with the aim of testing predetermined hypotheses. This is indicated, among others, by: There is a direct and significant influence between the Training Curriculum (X1) on Human Resources (Y) of the Education Agency of the Ministry of Defense in Assisting State Defense as evidenced by thitung = 6,500 > ttabel = 2,008Keywords: Training curriculum, widyaiswara recruitment and sarpras e-learning, human resources